cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
Pengaruh Terpaan Iklan Perido(Partai Persatuan Indonesia) Terhadap Pencitraan Iklan Perindo (Studi Pada Masyarakat Kota Banda Aceh) Mifnahul Malia; Nur Anisah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.592 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh gencarnya iklan partai politik yang ditayangkan ditelevisi saat ini, padahal pemilu yang akan datang masih sangat lama. Hal ini semata-mata bukan hanya untuk memperoleh dukungan bagi partai itu sendiri, namun juga sebagai pencitraan. Salah satu iklan Politik yang saat ini gencar melakukan iklannya adalah iklan partai Perindo, Adapun tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh terpaan iklan perindo terhadap pencitraan partai perindo pada masyarakat kota Banda Aceh. Landasan teoretis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori empati dan homofili. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatif kuantitatif. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 100 responden yang merupakan masyarakat Kota Banda Aceh yang termasuk dalam daftar pemilihan umum. Pengolahan analisis data pada penelitian ini menggunakan software pengolahan data statistic yaitu SPSS versi 23.  Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa thitung lebih besar dari ttabel (thitung 13,164 ttabel 1,984). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terpaan iklan Perindo mempemgaruhi pencitraan partai Perindo.Kata Kunci: Partai Perindo, Terpaan Iklan, Pencitraan ABSTRACTThis research is based on the incessant of political party advertisement that aired on television today, whereas the elections are still coming very long. This term is not merely to gain support for the party itself, but also as shaping an image. One of the Political advertisements that are currently heavily advertising is Perindo party advertisement. The purpose of this research is to know the extent of perindo’s advertisement to imaging of perindo party in Banda Aceh society. The theoretical foundation used in this research is the theory of empathy and homofili. The research method used is quantitative explanative research. The number of samples in this study are 100 respondents who are the people of Banda Aceh which is included in the list of public elections. Processing data analysis in this research using statistical data processing software that is SPSS version 23. Based on the results of the research note that t count is greater than t table (t count 13,164 ttable 1,984). So it can be concluded that the exposure of Perindo ads affect the image of Perindo party.Key Word: Perindo Party, Advertisement, Party Imaging
Pembentukan Citra Komunitas Klub Motor Yamaha Vixion Club Chapter Lhokseumawe Sebagai Pelopor Keselamatan Berlalulintas Ikhsan Kurniawan; Ade Irma
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.851 KB)

Abstract

ABSTRAK- Penelitian ini mengenai usaha pembentukan citra Komunitas YVCI (Yamaha Vixion Club Indonesia) Lhokseumawe sebagai pelopor keselamatan berlalu-lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menerapkan pembentukan citra komunitas sepeda motor, khususnya Yamaha Vixion Club Lhokseumawe sebagai pelopor keselamatan berlalu-lintas. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, melalui wawancara dan studi pustaka. Data-data dari hasil penelitian ini di dukung oleh hasil wawancara yang peneliti lakukan dalam penelitian Pembentukan Citra Komunitas Klub Motor Yamaha Vixion Club Lhokseumawe Sebagai Pelopor Keselamatan Berlalulintas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Citra YVCI Lhokseumawe sebagai pelopor keselamatan berlalu-lintas belum bisa tercapai lantaran kurangnya komunikasi dan kerjasama dengan media. Selain itu kegiatan yang dilakukan juga masih bersifat musiman. Karena itu disarankan untuk melakukan kerjasama dengan media dan melakukan kegiatan dengan masyarakat secara rutin. Shaping Community Image In Yamaha Motor Vixion Club Indonesia Lhokseumawe Chapter As Pioneer of Traffic SafetyABSTRACT- This research will cover the image shaping of YVCI Community (Yamaha Vixion Club Indonesia) Lhokseumawe as pioneer of traffic safety. It aims to study and implement the the image shaping of the motorcycle community, especially Yamaha Vixion Club Lhokseumawe as a pioneer of traffic safety. This qualitative research uses data collection techniques with observation, through interviews and literature study. The data from the results of this study is supported by the results of interviews researcher do in the study of Shaping Community Image In Yamaha Motor Vixion Club Lhokseumawe As Pioneer of Traffic Safety. The results show that YVCI Lhokseumawe Image as a pioneer of traffic safety still can not be achieved for due to lack of communication and cooperation with the media. In addition, the event carried out are seasonal, not routine. It is advisable to cooperate with the media and conduct events with people in Lhokseumawe on a regular basis. 
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELI KONSUMEN ( Penelitian Terhadap Pemilik Toko Emas Mulia Indah Di Kota Takengon ) Ayub Sami; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.281 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Strategi Komunikasi Pemasaran Toko Emas MuliaIndah Dalam Menarik Minat Konsumen di Takengon. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaranyang dilakukan Toko Emas Mulia Indah selama ini dalam menarik minatkonsumen di Takengon. Metode yang digunakan adalah penelitiankualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakankonsep strategi komunikasi pemasaran dan teori AIDDA. Subjek dalampenelitian ini adalah empat orang informan dua orang konsumen TokoEmas Mulia Indah yang dianggap relevan. Teknik pengumpulan data,yaitu pengumpulan data secara langsung dengan melakukan observasidan wawancara secara mendalam kepada narasumber guna mendapatkandata yang sebenarnya dan sesuai dengan tujuan penelitian. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yangdilakukan Toko Emas Mulia Indah dalam menarik minat konsumenadalah strategi bauran pemasaran dengan bentuk promosi iklan, personalselling. Strategi ini sudah baik mengingat produk emas yang dijual sudahdikenal masyarakat dari kegiatan pemasaran yang dilakukan Toko EmasMulia Indah. Akan tetapi diharapkan Toko Emas Mulia Indah jugamenggunakan media siar seperti radio,media internet dan siaran televisilokal di Aceh untuk mempromosikan produknya yang dilakukan secaraaktif. ABSTRACTThis research entitled Marketing Communication Strategy of Mulia Indah GoldStore Marketing In Attracting Consumer Interest in Takengon. The purpose of this research was to find out the marketing communication strategy used by Mulia Indah gold store so far in attracting consumers in takengon. The approach used in the study was descriptive qualitative method. This research used the concept of marketing communication strategy and AIDDA theory. The subjects in this study were four informants and two consumers of Mulia Indah Gold Store Which were considered relevant to the study. Data collection techniques used were observation and in depth interview to the informant to obtain the actual data and in accordance with the purpose of research Mulia Indah gold store in attracting consumer interest was marketing mix strategy by using advertising promotion form and personal selling. This strategy is good considering the gold products they sell are already known by the public from marketing activities conducted by Mulia Indah Gold Store. However, it is expected that Mulia Indah Gold Store also uses broadcast media such as radio and local television broadcasting in Aceh to promote their products and promotion in internet media that is done actively. However, it is expected that Mulia Indah Gold Store also uses broadcast media such as radio, internet media and local television broadcasting in Aceh to actively promote their products.
DIMENSI SOSIAL-POLITIK MASYARAKAT TIONGHOA (Studi Partisipasi Politik Pada Struktur Perangkat Gampong Peunayong Kota Banda Aceh) Dian Lestari; Muhammad Saleh
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.715 KB)

Abstract

Penelitian ini berawal dari tidak adanya komunitas Tionghoa yang terlibat dalam aktivitas politik pada struktur perangkat gampong. Komunitas Tionghoa juga tidak mendapatkan peluang yang seimbang dengan masyarakat lainnya dalam beraktivitas politik. Ketidakterlibatan komunitas Tionghoa dalam aktivitas politik struktur perangkat gampong mengakibatkan kedudukan sebagai warga belum dirasakan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui mengapa komunitas Tionghoa tidak terlibat dalam aktivitas politik pada struktur perangkat gampong, dan (2) Untuk mengetahui bentuk-bentuk keterlibatan komunitas Tionghoa dalam aktivitas masyarakat gampong. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori partisipasi politik menurut Michael Rush dan Phillip Althoff yang membatasi partisipasi politik sebagai keterlibatan dalam aktivitas politik pada suatu sistem. Lokasi penelitian di Gampong Peunayong. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 10 orang yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan ketidakterlibatan komunitas Tionghoa dalam ativitas politik pada struktur perangkat gampong dapat dilihat dalam aspek kebudayaan; minoritas; faktor kesibukan; motivasi dan kepedulian terhadap politik; dan hak memilih dan dipilih. Bentuk-bentuk keterlibatan komunitas Tionghoa dalam aktivitas masyarakat gampong yang meliputi: sanggar seni, Panitia Pemilihan Keuchik (P2K), dan musyawarah mengenai perencanaan gampong.Kata Kunci: Partisipasi Politik, Masyarakat Tionghoa, Struktur Perangkat GampongSOCIO-POLITICAL DIMENSIONS OF TIONGHOA SOCIETY(Study Of Political Participation In The Structure Of Peunayong Village Device Banda Aceh City)This research originated from the absence of a Tionghoa community that involved in political activity in the structure of village device. The Tionghoa community also does not get a balance opportunity with other societies in political activity. The disengagement of the Tionghoa community in political activity in the village device resulted in the position of the citizen does not felt yet. The purpose of this research are (1) To find out why the Tionghoa community is not involved in political activity in the village device, and (2) To find out of forms of Tionghoa community in the activities of rural communities. The theory used in this research is the theory of political participation by Michael Rush and Philip Althoff which limits political participation as involvement in political activity on a system. This research was located in Peunayong village. The number of informants in this research were 10 people selected by purposive sampling. Data collection are through observation methods, interviews, and documentation. Data analysis used is data reduction, data presentation, and draw conclusion. The result of the research indicate that the reasons for the inclusion of Tionghoa community in political activity in the structure of village could be seen in the cultural aspect; minority; busyness factor; motivation and concern for politics; and the right to vote and to be elected. Forms of Tionghoa community involvement in village community activities including: art galleries, Keuchik Election Community (P2K), and discussion that concern on village planning.Keywords: Political Participation, Tionghoa Society, Structure of the Village Device
Implikasi Proses Rekrutmen Panwaslih Aceh Dalam Independensi Pilkada Tahun 2017 di Provinsi Aceh Ferzi Falevi; Zainal Abidin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.638 KB)

Abstract

                                                AbstrakPanwaslih Aceh mulai terbentuk pada pilkada serentak Tahun 2017 dengan mekanisme perekrutan diusulkan oleh Tim panja DPRA komisi I dengan berpedoman pada Pasal 60 undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang pemerintahan Aceh. Panwaslih Aceh lembaga yang bersifat add hoc (sementara) dan independen, tetapi dalam proses rekrutmen masih jauh dengan nilai Independensi.                Tujuan penelitian yaitu untuk menjelaskan proses rekrutmen Panwaslih Aceh dalam pengawasan Pilkada dan menganalisis independensi proses rekrutmen Panwaslih Aceh di dalam Penyelenggaran Pilkada serentak tahun 2017 di Provinsi Aceh .            Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan                     (primer) dan penelitian kepustakaan (sekunder). Penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer yang dilakukan dengan wawancara langsung dengan pihak informan dan observasi partisipan. Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder berdasarkan buku-buku, jurnal,website dan bacaan yang terkait.            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses rekrutmen anggota Panwaslih Aceh dilakukan dengan membentuk tim seleksi (timsel) oleh panja DPRA. Kemudian nama-nama anggota yang lolos seleksi diserahkan timsel kepada panja komisi I DPRA, yang kemudian nama- nama anggota tersebut diusulkan oleh panja DPRA untuk dijadikan sebagai anggota Panwaslih Aceh. Di dalam proses rekrutmen anggota Panwaslih Aceh belum sesuai dengan nilai indpendensi atau masih adanya intervensi dari segi eksternal. Maka dapat di simpulkan bahwa Panwaslih Aceh diberi wewenang sebagai lembaga yang mandiri atau independen, tetapi dalam proses rekrutmen masih adanya campur tangan DPRA atau dapat dikatakan tidak independen.               Diharapkan kepada pihak eksekutif, legislatif serta lembaga yang terkait lainnya, pada pilkada selanjutnya untuk sama-sama saling menjaga netralitas dan independensi disetiap lembaga yang  terbentuk. Terutama lembaga yang berkaitan dengan proses Penyelenggaraan dan pengawasan Pilkada Aceh, seperti KIP dan Panwaslih Aceh, harus sesuai koridor tanpa adanya intervensi. Juga harus adanya revisi terhadap UUPA mengenai pembentukan Penyelenggara Pilkada yang dapat menurukan nilai independen, demokrasi, netralitas dan timbulnya konflik.    Kata Kunci: Panwaslih Aceh, Rekrutmen, Independensi dan Pilkada THE IMPLICATION OF THE THE RECRUITMENT PROCESS ON THE INDEPENDENCE OF ACEH ELECTION SUPERVISORY COMMITTEE FOR THE REGIONAL ELECTION OF 2017 IN THE PROVINSI ACEH                                        ABSTRACKAceh Election Supervisory Committee (Panwaslih) was set up for the simultaneous regional elections in 2017 with the recruitment mechanism proposed by A commission of the Aceh Provincial Legislative Council (DPRA) Team Committee by referring toArticle 60 constitution Number 11 Year 2006 of the Aceh Government Law concerning Aceh administration. Panwaslih Aceh is a temporary institution and independent, but the recruitment process is still far to the independent value.The purpose of this study was to explain the recruitment process of Aceh Panwaslihand analyze the independence of the recruitment process of Aceh Panwaslihin organizing simultaneous regional elections in 2017 in the province of Aceh.Data were collected throughfield research and libraryresearch. Field research was conducted to obtain primary data through direct interview with the informant and participant observation. While the library research was carried out to obtain secondary data from books, journals, websites and related readings.The results of this study showed that Aceh Panwaslih recruiting process was done by forming a selection committee by the DPRA. Then the names of the members who passed the selection were submitted by the committee to the DPRA and then the DPRA nominated them to serve as the members of Aceh Panwaslih. The recruitment process of Aceh Panwaslihdid not correspond to the value of the independence, or there were stilloutsideinterventions. It can be concluded that Aceh Panwaslihwas authorized as an independent agency, but the recruitment process was still intervened by the DPRAor not independent.It is expected that the executive, legislative and related institutions on the regional elections work together to maintain the neutrality and independence in every institution formed, mainly the institutions associated with the process of organizing and monitoring the regional elections in Aceh, like Independent Elections Commission (KIP) and Aceh Panwaslih.They should be formed independently without any intervention.There should also be asubstantive revision in UUPA concerningthe establishing election organizers that can lower the independent, democratic and neutrality value as well as ignite conflicts.Keywords: Panwaslih Aceh, Recruitment, Independence and Pilkada
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU DAN SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) ULEE KARENG BANDA ACEH Asyuqah Asyuqah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.421 KB)

Abstract

Pola komunikasi interpersonal guru dalam proses belajar mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bukesra Ulee Kareng Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi yang terjadi antara guru dan siswa berkebutuhan khusus di dalam kegiatan belajar mengajar. Komunikasi interpersonal dapat menciptakan keakraban dan kedekatan antara guru dan siswa di kelas, karena dengan hubungan yang akrab, maka proses  belajar mengajar akan berjalan dengan lebih lancar. Pada penelitian ini akan membahas dan menganalisis komunikasi interpersonal yang terjalin di dalam kelas SLB Ulee Kareng.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan maka pola komunikasi yang diterapkan guru dalam proses belajar mengajar di SLB Bukesra Ulee Kareng. Pola komunikasi yang guru gunakan merupakan pola komunikasi satu arah dan pola komunikasi dua arah. Pola komunikasi satu arah lebih cenderung sering digunakan. karena pola komunikasi tersebut adalah pola komunikasi yang lebih menunjang proses belajar antara guru dengan siswa. Pola komunikasi satu arah merupakan pola komunikasi yang terjadi antara guru dengan siswa SLB Bukesra Ulee Kareng, dimana hanya guru yang menyampaikan sementara siswa hanya menerima, tanpa respon ataupun timbal balik dari siswa ke guru. Sedangkan pola komunikasi dua arah ialah dimana antara guru dan siswa saling berinteraksi, tetapi antara siswa dengan siswa lain tidak ada terjadinya komunikasi atau interaksi.Pola Komunikasi, Guru, Siswa, SLB Bukesra.pattern that occurs between teachers with SLB Bukesra Ulee Kareng students, where only teachers who deliver while students only accept, without response or reciprocity from student to teacher Interpersonal communication pattern of teachers in teaching and learning process at Special School (SLB) Bukesra Ulee Kareng Banda Aceh. The purpose of this study is to find out how the communication that occurs between teachers and students with special needs in teaching and learning activities. Interpersonal communication can create intimacy and closeness between teachers and students in the classroom, because with a close relationship, the learning process will run more smoothly. In this study will discuss and analyze interpersonal communication that is intertwined in the class SLB Ulee Kareng. Based on the results of research and discussion that has been described then the communication patterns applied by teachers in teaching and learning process at SLB Bukesra Ulee Kareng. The communication patterns that teachers use are one-way communication patterns and two-way communication patterns. One-way communication patterns are more likely to be used. because the communication pattern is a pattern of communication that support the learning process between teachers and students. One way communication pattern is a communication. While the pattern of two-way communication is where between teachers and students interact, but between students with other students there is no occurrence of communication or interaction.Keywords: Communication Pattern, Teacher, Student, SLB Bukesra.
Peran dan Wewenang Majelis Tuha Peut Dalam Membuat Kebijakan Partai Aceh (studi kasus dewan pimpinan Partai Aceh) M Alfi Syahri; Ubai dullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.849 KB)

Abstract

ABSTRAKDewan Majelis Tuha Peut(dewan tertinggi dalam susuna struktur  Partai Aceh) ini memiliki peran yang sangat penting di PA (Partai Aceh) menurut AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) PA. Dalam perjalanannya sampai saat ini Tuha Peut cuma menyisahkan satu orang Ketua Tuha Peut yaitu Malek Mahmud Al Haytar, dimana dua anggota lainnya memilih keluar dari PA dan Ketua Partai mengatakan bahwah fungsi Tuha Peut hanya untuk pesijeuk (acara ceremonial atau ritual agama)saja, ini bertolak belakang dengan fungsi Tuha Peut yang tercantum dalam AD/ART PA. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui peran dan wewenang Tuha Peut yang ada saat ini di PA dan juga mengetahui bagaimana implementasi kebijakan yang telah di buat oleh majelis Tuha Peut yang di jalankan oleh pengurus atau anggota seketariat PA saat ini. Penelitianinimenggunakanmetode kualitatifdenganpendekatan deskriptifyang manaakanmenghasilkan databerupaucapan, tulisan dari beberapa narasumber yang berhasil peneliti temui untuk di wawancarai. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tuha Peut Partai Aceh saat ini tidak lagi berjalan sesuai Anggaran Dasar Rumah Tangga Partai Aceh, dan juga disini adanya sifat egois diantara Pimpinan Partai Aceh sendiri, dimana dua orang Tuha Peut PA memilih keluar dari Partai untuk mencalonkan diri menjadi Gubernur aceh lewat jalur independen. Sehingga saat ini PA hanya dijalankan oleh Ketua Partai seorang, dan apa yang dikatakan oleh Tuha Peut tidak lagi di implementasikan oleh para eksekutif yang ada di Partai saat ini.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Tuha Peut di PA tidak lagi berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar Rumah Tangga Partai Aceh, dimana dua orang Tuha Peut Keluar dari Partai. Dan semua hal yang strategis untuk partai langsung di putuskan oleh Ketua Partai tampa mendengar apa yang dikatakan atau Peunutoh Tuha Peut terlebih dahulu. ROLES AND AUTHORITY OF PEEL'S PEOPLE IN MAKING ACEH PARTY POLICY (Case Study of Aceh Party Leadership Council) ABSTRACTThe Council of Tuha Peut (the highest council in Aceh Party structure structure) has a very important role in PA (Partai Aceh) according to the AR / ART (Articles of Association and Bylaws) PA. Tuha Peut, one of the Chairman of Tuha Peut, Malek Mahmud Al Haytar, where the other two members chose to leave the PA and the Party Chairman said that Tuha Peut functions only for pesijeuk (ceremonial or religious ritual) only, back with the Tuha Peut function listed in AD / ART PA.The purpose of this research is to know the role and authority of Tuha Peut that exist at this time in PA and also to know how the implementation of policy which have been made by Tuha Peut assembly which run by board or member of PA seketariat at this time.This research uses qualitative method with descriptive approach which will produce data in the form of greeting, writing from some resource that the researcher succeed to meet for interviewed.The results of this study show that Tuha Peut Partai Aceh is no longer running according to the Aceh Party Household Rules, and also here the selfishness among the Aceh Party Leaders themselves, where two Tuha Peut PA chose to quit the Party to run for governor aceh through independent channels. So now PA is only run by a Party Chairman, and what Tuha Peut says is no longer implemented by existing executives in the Party today.The conclusion of this research is that Tuha Peut in PA no longer runs in accordance with the Aceh Party Household Decree, where two Tuha Peut are quit the Party. And all the strategic things for the party directly decided by the Party Leader tampa hear what is said or Peunutoh Tuha Peut first.
PERILAKU MASYARAKAT DALAM MEMANFAATKAN ALIRAN SUNGAI SEBAGAI SARANA MANDI CUCI DAN KAKUS (MCK) ( Studi Kasus di Desa Pasir Kecamatan Tripe Jaya Kabupaten Gayo ) Randi Sugara; Bahrein T. Sugihen
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.871 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa masyarakat di Desa Pasir masih melakukan aktivitas MCK (Mandi Cuci Kakus) di Sungai Kuala Tripe dan apa pengaruh dari pemanfaatan sungai sebagai sarana MCK (Mandi Cuci Kakus) bagi kesehatan masyarakat di Desa Pasir. Penelitian ini menggunakan teori tindakan dari Talcott Parsons yang menyatakan bahwa kebudayaan dengan segala wujudnya merupakan tindakan manusia yang berpola. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang memenuhi kriteria subjek penelitian dan relevan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah: Pertama, masyarakat di desa  Pasir dalam melakukan aktivitas MCK sudah terbiasa, bahkan telah menjadi budaya keseharian masyarakat. Mayoritas dari masyarakat di desa ini tidak memiliki sarana MCK yang memadai, faktor ekonomi dan sosial-budaya sangat berperan penting dalam membentuk pola prilaku tersebut. Tradisi ini sudah membudaya bagi masyarakat setempat. Kedua, dampak dari pemanfaatan sungai sebagai sarana dalam melakukan aktivitas MCK sangat berpotensi untuk menyebabkan berbagai penyakit kulit seperti panu, kudis, gatal-gatal dan kutu air. Melalui penelitian ini penulis berharap pemerintah lebih memperhatikan sarana dan prasarana dalam mendukung pola hidup sehat serta perlu adanya usaha-usaha dari Dinas Kesehatan bekerjasama dengan instansi terkait untuk mengadakan penyuluhan terhadap pentingnya pola hidup sehat, bersih dan nyaman, dengan tetap mempertimbangkan kondisi dan kemampuan masyarakat yang ada. sehingga masyarakat yang ada di Desa Pasir dapat memiliki kualitas hidup yang jauh lebih sehat.Kata kunci :Perilaku, masyarakat, MCK di Sungai.  ABSTRACTThis thesis aims to figure out why people in the village of Pasir still perform MCK (Bathing, Washing, and Serving as a lavatory) activities in the river Kuala Tripe and what effect of river utilization as an MCK for public health in Pasir village. This study used Talcott Parsons Action theory stating that culture with all its forms is a patterned human action. The type of this research is descriptive by using a qualitative approach, the data obtained through in-depth interviews with informants who meet the criteria for research subjects and relevant in providing information needed in this study. The results of this study showed that: First, people in the village of Sand get used to do the MCK activities, even several has become the people's daily culture. The majority of the individuals in this community do not have adequate toilet facilities. Economic and sociocultural factors play a significant role in shaping the behavioral patterns. This tradition has been entrenched for the local community. Second, the impact of the use of the river as a means of MCK activities has the potential to cause a variety of skin diseases such as tinea, scabies, hives and water fleas. Through this study, the author hopes the government pays more attention to facilities and infrastructure in support of healthy lifestyles and the need for efforts from the health department in cooperation with relevant agencies to conduct counseling on the importance of healthy, clean and comfortable lifestyle, by considering the condition and ability of the community. So that people in the village of Pasir can have a much healthier quality of life. Keywords: Behavior, community, MCK on the river.
Implementasi Kebijakan Pemerintah Kota Langsa Dalam Pengelolaan Bantuan Kemanusiaan Terhadap Pengungsi Rohingya Iqramullah Iqramullah; Adwani Adwani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.862 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada Mei 2015 sebanyak 1.400 pengungsi asal Rohingya dan Imigran Bangladesh berlabuh di Aceh. Sebanyak 790 orang pengungsi Rohingya tersebut di tampung di Kota Langsa. Dengan jumlah pengungsi yang besar, banyak bantuan-bantuan yang datang dari masyarakat dan lembaga sosial ternyata membuat permasalahan baru yang timbul. Hal ini karena dengan jumlah bantuan yang besar telah menimbulkan kecemburaun sosial di masyarakat Kota Langsa. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah Kota Langsa membentuk Satuan Tugas Penanganan Pengungsi, menugaskan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Kota Langsa untuk mengelola bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya. Tehknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan wawancara dan dokumentasi wawancara dilakukan langsung dengan informan dan dokumentasi didapatkan melalui buku-buku, jurnal dan dokumen Negara. Hasil yang telah didapati dalam penelitian ini ialah kebijakan yang selama ini dibuat oleh Pemerintah Kota Langsa memang tidak memiliki payung hukum. Hal ini disadari oleh pihak Pemerintah Kota Langsa karena didalam pengelolaan bantuan Pemerintah Kota Langsa sering mengalami masalah terkait pendanaan. Untuk mengatasi hal ini Pemerintah Kota Langsa membentuk Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Rohingya yang mengkoordinir Lembaga Sosial yang berperan untuk memberikan bantuan pendanaan serta meminimalisir kecemburuan sosial masyarakat kota Langsa terkait besarnya bantuan yang di berikan untuk pengungsi Rohingya. Selanjutnya Diharapkan pemerintah Indonesia peka dan memiliki kebijakan terkait pengungsi agar dapat mengambil sikap apabila kedepannya pengungsi hadir kembali di daerah-daerah di Indonesia.Kata kunci : Kebijakan Pemerintah, Pengelolaan Bantuan ABSTRACT  In Mei 2015, As many as 1.400 refugees from Rohingya and immigrants from Bangladesh docked at Aceh. 790 of Rohingya refugees were given shelter in Langsa city. Because of their number, there were a lot of donation come from whether personal or social organization which later caused another problem. The dispute happened because the massive number of donation has resulted in the existence of social jealously in local people of Langsa. To overcome this problem, the city government arranged a team to manage the refugees, and assigned department of Social, Labor, and Inhabitant Mobility of Kota Langsa to manage the donation for Rohingya refugees. The technique of data collection of the study was interview which was done directly with the informants and the documents were gained from books, journals, and country documents. The result of the study showed that the current policies made were all done without any legal standard. The city government actually were aware of it and they stated that they often faced funding problem in managing the donation. In preventing this problem, the government has formed a team assigned to manage social organizations that donate for Rohingya refugees as well as to minimize the social jealousy of the local people with the donation for refugees. It is expected that in the future the government be more sensitive and have proper policy related to refugees if the same case occurs again in other places in Indonesia
Kebijakan Militer Pemerintah Amerika Serikat Dalam Memerangi Kelompok Taliban di Afghanistan Pada Kepemimpinan Barack Obama Periode 2009-2012 Siti Hardiyanti; Radhi Darmasnyah M.Sc
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.413 KB)

Abstract

ABSTRAK SITI HARDIYANTI, 2017.   KEBIJAKAN MILITER PEMERINTAH AMERIKA SERI KAT DALAM MEMERANGI KELOMPOK    TALIBAN   DI AFGHANISTAN PADA      KEPEMIMPINAN BARACK OBAMA PERIODE 2009-2012                                        Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik                              Universitas Syiah Kuala                              (vii,152), pp., bilb, app.                                        (Radhi Darmansyah, M.Sc)          Pasca Tragedi WTC 11 September 2001, Taliban menjadi sorotan pemerintah Amerika Serikat karena telah bersekutu dengan Al-Qaeda. Pimpinan Taliban melindungi Osama Bin Laden dari incaran pemerintah Amerika Serikat sehingga militer Amerika Serikat dikerahkan ke wilayah Afghanistan untuk menangkap pimpinan Taliban sekaligus menghancurkan jaringannya. Presiden Barack Obama melakukan operasi militernya dengan menggunakan kebijakan smart power yang berhasil menewaskan 508 anggota Taliban dalam operasi militer tahun 2009-2011 beserta dengan menewaskan pimpinan Al-Qaeda Osama Bin Laden pada tanggal 2 Mei 2011 di Abbotabad, Pakistan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Amerika Serikat dalam memerangi kelompok Taliban di Afghanistan serta mengetahui faktor yang mempengaruhi pemerintah Amerika Serikat dalam melakukan kebijakan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini bersifat kajian pustaka, dimana seluruh data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data sekunder, yang meliputi buku, tesis, skripsi, jurnal dan berbagai dokumen penting lainnya yang mendukung penelitian Penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan smart power menghasilkan: upaya perundingan dan kerjasama, mengirimkan pasukan militer AS, melatih militer Afghanistan, mendirikan pangkalan militer serta melakukan operasi militer. Obama memoleskan kebijakan smart power dengan cara yang logis dan strategis guna menerapkan kebijakannya. Kebijakan smart power Obama merupakan kebijakan yang ideal dan logis. Kebijakan tersebut tidak lepas dari pengaruh berbagai faktor, diantaranya meliputi: pengaruh individual pemimpin, partai politik, serta kepentingan internal negara Amerika Serikat sendiri terhadap kawasan    Afghanistan Kata Kunci : Amerika Serikat, Afghanistan, Taliban. ABSTRACTSITI HARDIYANTI, 2017.  THE POLICY USA’S GOVERNMENT IN OUSTING TALIBAN REGIME IN                                                                                  AFGHANISTAN IN THE PERIOD OF BARACK                                                         OBAMA’S PRESIDENCY  (2009-2012)                              Faculty of Social and Political Sciences                              Syiah Kuala  University                              (vii,152), pp, bilb,app.                                        (Radhi Darmansyah, M.Sc)    After the attacks at WTC on September 11, 2001, Taliban was targetted and the U.S Armed Forces were deployed to oust the Taliban regime in Afghanistan and destroy Osama Bin Lade’s terrorist network because Taliban was considered as an ally of Al-Qaeda since the leader Taliban helped Osama Bin Laden escape when he was searched by USA’S government A number of 508 Taliban members were killed in the military operation (2009-2011) as a part of smart power in Barack Obama’s foreign policy. In addition, Osama Bin Laden was finally tracked down and killed on May 2, 2011 at a hideout in Abottabad, Pakistan. The purpose of this research was to identify the policy of America’s government in fighting against the Taliban regime in Afghanistan and to find out the factors influencing the policy making. This research which was a literature review was conducted by means of a qualitative descriptive method. Hence, secondary data in form of books, theses, scripts, journals, important document, and news related to the issue were used. The results indicated that the policy made by the USA’a government in ousting the Taliban regime was a smart power involving doing negotiation and cooperation, deploying military forces, training the military forces of Afghanistan, setting up a military base and conducting military operations in Afghanistan. Additionally, the policy was logic and strategic. Smart power Obama is an ideal policy and logical policy cannot be separated from the influence of individual leaders, political parties, as well as internal interest of the United States itself againts the Afghan region.     Keywords: United States of America, Afghanistan, Taliban.                                                        

Page 38 of 102 | Total Record : 1018