cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
MENJANDA DAN MEMAKNAI KELUARGA Rizal Fahmi; Khairulyadi Khairulyadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.077 KB)

Abstract

ABSTRAKTerdapat 26 orang janda yang menjadi kepala keluarga di Gampong Kueh kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh, sehingga menarik minat peneliti untuk meneliti tentang apa itu menjanda dan bagaimana cara janda memaknai keluarga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana seorang janda melalui hari–harinya dan bagaimana janda tersebut memaknai arti sebuah keluarga. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan juga menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Teori yang digunakan yaitu teori peran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa menjadi seorang janda terdapat banyak terdapat perubahan yang terjadi mulai dari peran hingga penyesuaian diri. Memaknai arti keluarga menjadi prioritas utama bagi seorang janda. Menikmati setiap langkah, kerja keras, suka dan duka merupakan cara dia memaknai kehidupan berkeluarga. Diharapkan kepada seorang janda agar dapat meyakini bahwa kebahagiaan sebuah keluarga tergantung bagaimana cara dia berusaha dan menjalani kehidupan, dan diharapkan kepada pemerintah agar lebih memperhatikan perempuan dengan lebih mengutamakan program–program pemberdayaan perempuan.widow and how a widow defines a familyThere are 26 widows who became head of the family in village KuehLhoknga district of Aceh Regency which attacts the researcher to research about what widow is and how the widow interpret the family. The purpose of this study is to know how a widow through her days and how to interpret the meaning of a family. This research was conducted in gampong Kueh, Lhoknga Sub-district, Aceh Besar District. The method used is qualitative method with descriptive approach, and also use data collection technique through observation, interview, and literature study. The theory used is role theory. The results of this study indicate that being a widow there are many changes that occur from the role to adjustment. The meaning of family is a top priority for a widow. Enjoying every step, hard work, joy and sorrow is the way he understands family life. It is expected that a widow can be convinced that the happiness of a family depends on how she is trying and living life, and is expected to pay more attention to women by giving priority to women's empowerment programs.
Perjudian di Arena Pacuan Kuda Tradisional Gayo ihwan sadri; Saifuddin Bantasyam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.072 KB)

Abstract

ABSTRAK        Pacuan kuda  di Bener Meriah adalah suatu tradisi yang sudah berlangsung sejak lama yang melibatkan anak-anak sampai dengan orang dewasa dan selalu mendapat perhatian yang sangat besar dari masyarakat. Namun fakta di lapangan menunjukan bahwa setiap kali perlombaan pacuan kuda, masyarakat ternyata melakukan kegiatan judi dalam berbagai bentuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang peran lembaga formal dan informal dalam menindak dan mencegah praktik judi tersebut dan mengidentifikasi hambatan-hambatan yang mereka hadapi dalam perjudian di pacuan kuda Bener Meriah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, observasi, dan wawancara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Kontrol Sosial Peter L. Berger. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya untuk mencegah perjudian sudah dilakukan seperti sosialisasi kepada masyarakat, mengajak setiap instansi bekerja sama dan memberi hukuman kepada pelaku perjudian berupa hukuman penjara, cambuk ataupun denda berupa emas. Kendala utama yang dihadapi lembaga formal dan informal adalah keterlibatan oknum-oknum tertentu yang melindunggi perjudian tersebut, kurangnya perhatian PEMDA dan kurangnya prasarana-sarana untuk menjalankan tugas, kesulitan petugas menemukan barang bukti, kurangnya kepercayaan masyarakat kepada aparat penegak hukum, dan kurangnya kesadaran masyarakat tehadap hukum. Diharapkan pemerintah mampu menunjukkan bukti kinerja mereka ke arah yang positif guna mendapatkan kepercayaan dari rakyat, dan lebih memperhatikan masalah-masalah yang sering dihadapi beberapa instansi. Diharapkan kepada masyarakat untuk memunculkan kesadaran untuk tidak melakukan perjudian, menjaga norma dan adat istiadat.Judul : INTEREST IN ARENA TRADITIONAL HORSE HORSE GUESTS(Case Study of Gambling Prevention at Racecourse in Bener Meriah Regency)ABSTRACT                The horse race in the Regency of Bener Meriah is a tradition that has been practicing for long years that involved children to the adult and gain massive attention from people. However, the fact show that everytime the horse race was on place, people which very in age committed gambling in  many forms. The purpose of the study is to gether what role of formal and informal institutions in coping with the unlawful practice and to indentify what obstacle they face in the horse race in Bener Meriah.This research uses qualitative descriptive approach, observation, and interview. The theory used in this research is Peter L. Berger's Social Control Theory. The results of this study indicate that efforts to prevent gambling have been done such as socialization to the community, invites each agency to cooperate and punish the perpetrators of gambling in the form of prison sentences, whips or gold fines. The main obstacles faced by formal and informal institutions are the involvement of certain individuals who protect the gambling, the lack of attention of the PEMDA and the lack of infrastructure for the tasks, the difficulty of finding evidence, the lack of public confidence in the law enforcers, and the lack of legal awareness of the community. It is expected that the government is able to show evidence of their performance in a positive direction in order to gain the trust of the people, and pay more attention to the problems faced by several agencies. It is hoped that the public will generate awareness not to commit gambling and to maintain norms and customs. 
Eksistensi keujruen blang dalam pengelolaan air irigasi persawahan di desa blang pateuk kecamatan seunagan kabupaten nagan raya Arief Rahman Hakim; Mahmuddin Mahmuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.16 KB)

Abstract

ABSTRAKKeujruen Blang merupakan suatu lakab nama/pejabat/pemimpin urusan pengelolaan persawahan (blang) dalam kawasan persawahan di Aceh, Keujruen Blang memiliki fungsi dan wewenang serta tanggung jawab untuk mengatur pengelolaan air di persawahan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah eksistensi Keujruen Blang dalam pengelolaan air irigasi persawahan khususnya di gampong Blang Pateuk dan eksistensi Keujruen Blang dalam mengatasi konflik masyarakat petani dalam perebutan air irigasi persawahan serta hambatan Keujruen Blang dalam pengelolaan air irigasi persawahan.Penelitian ini bertujuan untuk melihat eksistensi Keujruen Blang dalam pengelolaan air irigasi persawahan khususnya di Gampong Blang Pateuk dan eksistensi Keujruen Blang dalam mengatasi konflik masyarakat petani dalam perebutan air irigasi persawahan serta hambatan Keujruen Blang dalam pengelolaan air irigasi persawahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori peran yang dikemukakan oleh Beth.B. Hess. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensi Keujruen Blang dalam pengelolaan air irigasi persawahan yaitu dengan menjalankan tugas dan peran yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensi Keujruen Blang dalam mengatasi konflik masyarakat petani dalam perebutan air irigasi persawahan yaitu sebagai pengambil keputusan.ABSTRACT Keujruen Blang an epithet name / officials / leaders paddy management affairs (blang) in paddy fields in Aceh, Blang Keujruen functions and authority and responsibility to regulate water management in rice field. Formulation of the problem in this study is the existence of Keujruen Blang in rice paddy irrigation water management, especially in the village of Blang Blang Keujruen Pateuk and the existence of farming communities in resolving conflict in the struggle for paddy irrigation water as well as barriers Keujruen Blang in rice paddy irrigation water management. This study aimed to examine the existence of Keujruen Blang in rice paddy irrigation water management, especially in Blang Blang Keujruen Pateuk and the existence of farming communities in resolving conflict in the struggle for paddy irrigation water as well as barriers Keujruen Blang in rice paddy irrigation water management. This research is a qualitative descriptive study. Data collected through interviews, observation and documentation. The theory used in this research is the role theory put forward by Beth.B. Hess. The results of this study indicate that the existence Keujruen Blang in rice paddy irrigation water management, namely by performing tasks and roles that have been defined by the government. This study shows that the existence Keujruen Blang farming communities in resolving conflict in the struggle for paddy irrigation water that is the decision maker.
AKULTURASI DALAM TRADISI MEUGANG (Studi Deskriptif pada Masyarakat Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh) Astari Mulyana Putri; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.756 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Akulturasi dalam Tradisi Meugang (Studi Deskriptif pada Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh). Tujuan penelitian untuk mengetahui akulturasi dalam tradisi meugang pada masyarakat gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh dan untuk mengetahui nilai sosial, budaya, dan agama dalam tradisi meugang pada masyarakat Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori interaksi simbolik. Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Objek penelitian dalam penelitian ini, yaitu akulturasi dalam tradisi meugang sedangkan subjeknya yaitu masyarakat dari latar belakang budaya lain seperti Jawa, Batak, Padang, serta lainnya dan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), budayawan dan masyarakat Aceh. Kriteria pemilihan informan Masyarakat dari budaya lain yang menetap di Gampong Jawa selama satu tahun, memiliki pengetahuan tentang tradisi meugang dan ikut melaksanakan tradisi meugang. Pengumpulan data yang digunakan dengan wawancara terstruktur, observasi dan dokumentasi. Dari penelitian ini diperoleh hasil Proses akulturasi dalam tradisi meugang masyarakat gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh terjadi dalam jangka waktu yang panjang setelah melewati berbagai penyesuaian diri yang dilakukan masyarakat pendatang dengan masyarakat Aceh sebagai masyarakat pribumi. Tahapan proses akulturasi juga tidak terlepas dari komunikasi personal yang terjadi antara masyarakat pendatang dari budaya lain dengan masyarakat Aceh, komunikasi sosial yang terjadi serta lingkungan komunikasi. Nilai sosial, budaya dan agama yang terkandung dalam tradisi meugang terlihat dari proses meugang. Masyarakat pada hari meugang cenderung saling berbagi dengan sesama dalam menyambut perayaan hari meugang. Saling  berbagi makanan di  hari meugang menjadi nilai sosial yang memberikan makna saling menolong dengan sesama. Kata Kunci : Akulturasi, Tradisi, Meugang, Gampong Jawa Acculturation in Meugang Tradition (Descriptive Study at Gampong Jawa community of Kuta Raja sub-district of Banda Aceh City) ABSTRACTThis study entitled Acculturation in Meugang Tradition (Descriptive Study at Gampong Jawa community of Kuta Raja sub-district of Banda Aceh City). The purpose of this study is to know the acculturation in the meugang tradition in Gampong Jawa community of Kuta Raja sub-district of Banda Aceh City and to know the social, cultural, and religious values in the meugang tradition in Gampong Jawa community, Kuta Raja sub-district, Banda Aceh City. The theory used in this research is the theory of symbolic interaction. The approach used is qualitative approach with descriptive type. The object in this research is acculturation in meugang tradition while the subjects are people from other cultural background such as Jawa, Batak, Padang, and others and Chairman of the Aceh Customary Assembly (MAA), Acehnese culture and society. Criteria for selection of informants people from other cultures who lived in Gampong Jawa for a year, have knowledge of meugang tradition and participate in carrying out the meugang tradition. Data collection used with structured interviews, observation and documentation. From this research, the result of the acculturation process in the tradition of meugang Gampong Jawa community of Kuta Raja sub-district of Banda Aceh City occurred in the long term after passing through various adjustments made by the immigrant community with the people of Aceh as indigenous people. The stage of the acculturation process is also inseparable from the personal communication that occurs between migrants from other cultures with the people of Aceh, social communication and environment communication. The social, cultural and religious values contained in the meugang tradition are visible from the meugang process. People on meugang day tend to share with others in welcoming the celebration of meugang day. The sharing of food on the meugang day be social value that gives meaning to help each other with others.Keywords: acculturation, tradition, meugang, Gampong Jawa
Streotip Mahasiswa Unsyiah Terhada Sifar Orang Simeulue (Studi Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Unsyiah Terhadap Orang Simeulue) Nurja Nurja
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.999 KB)

Abstract

Abstrak b. IndonesiaJudul bahasa inggrisAbstrak B.Inggris 
Evaluasi Pelaksanaan Otonomi Khusus Di Kabupaten Pidie Jaya Martunis Martunis; Mujibussalim Mujibussalim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.362 KB)

Abstract

ABSTRAK Otonomi khusus adalah pemberian wewenang kepada daerah secara khusus dalam menyelenggarakan pemerintahan. Aceh merupakan salah satu daerah yang mendapat otonomi khusus dari pemerntah pusat. Kekhususan Aceh salah satunya adalah dalam bidang keuangan. Aceh menerima Dana Alokasu Khusus (DAU). Kabupaten Pidie Jaya mendapat DAU setiap tahunnya meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui strategi Pemda Kabupaten Pidie Jaya dalam meningkatan pendapatan asli daerah dalam pelaksanaan otonomi khusus dan mengidentifikasi faktor penghambat dalam penerimaanpendapatan asli daerah dalam pelaksanaan otonomi khusus.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah orang yang terlibat secara langsung dengan kegiatan kegiatan pengumpulan dana dari Pendapatan Asli Daerah. Responden penelitian ini adalah DPRK (bagian pendapatan daerah), LSM (yang bergerak dalam bidang pendatan, Pemda Pidie Jaya (yang berkaitan dengan pendapatan daerah) dan Akademisi. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa tahun 2016, persentase realisasi setiap bidang adalah bidang pembangunan dan pemelihaan insfrastruktur sebesar 99,58%. Bidang pemberdayaan ekonomi rakyat sebesar 97,43%. Bidang pengentasan kemiskinan sebesar 96,30%. Bidang pendanaan pendidikan sebesar 98.57. Bidang pendanaan kesehatan sebesar 88,94%. Bidang pelaksanaan keistimewaan Aceh sebesar 97.21%. Secara rata-rata realisasi dana otonomi khusus yaitu sebesar 97,67%. Pada tahun 2016 dana otonomi khusus yang diterima oleh Kabupaten Pidie Jaya adalah 94.651.839.282. Pada tahun 2017, dana alokasi khusus yang diterima oleh Kabupaten Pidie Jaya adalah 98.263.717.918 naik sebesar 3.611.878.636 atau sebesar 3,16%.Kesimpulan hasil penelitian adalah strategi yang dilakukan oleh Pemeritah Kabupaten Pidie Jaya dalam peningkatan pendapat daerah adalah peningkatan  sumber daya manusia, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, dan sosialisasi pelayanan pajak prima serta Kemitraan Perpajakan. Faktor yang menjadi penghambat dalam yang dialami oleh bagi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dalam dalam meningkatkan pendapatan asli daerah adalah rendahnya sumber daya manusia aparat pajak, rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, tidak adanya peraturan daerah yang mengikat tentang wajib pajak, serta kurangya peran serta pemuka masyarakat dalam mensosialisasikan pentingnya pajak. Kata kunci : otonomi khusus, strategi peningkatan pendapatan asli daerah EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF SPECIAL AUTONOMY IN PIDIE JAYA REGENCYAbstrackSpecial autonomy grants authority to the regional government of Aceh to use its Special Allocation Fund (DAU) to finance government programs. This research discuss about the use of DAU in one of regional government in Aceh, Pidie Jaya. The  research study the regency which has seen an increasing local revenue in the implementation of special autonomy, to identify the obstacle factor in the acceptance of original income in the implementation of special autonomy.The approach used in this study is a qualitative approach. Research subjects are people who are directly involved with the activities of fund-raising activities from the Original Revenue. Respondents of this research are DPRK (income division of daerah), NGO (which is engaged in the field of education, Pemda Pidie Jaya (related to regional income) and Academician.This technique used in data collection research is documentation and interview.The result of the research shows that in 2016, the percentage of realization of each field is the development and maintenance of infrastructure at 99.58%. The field of people's economic empowerment is 97.43%. The field of poverty alleviation is 96.30%. The education funding sector is 98.57. Health funding sector was 88.94%. The area of Aceh's privilege is 97.21%. The average realization of special autonomy fund is 97.67%. By 2016 the special autonomy fund received by Pidie Jaya Regency is 94,651,839,282. By 2017, the special allocation fund received by Pidie Jaya Regency is 98,263,717,918 up by 3,611,878,636 or by 3.16%. The conclusion of research result is strategy which conducted by Pemeritah Pidie Jaya Regency in increasing of opinion of area is improvement of human resource, increasing public trust to government, and socialization of service of prime tax and Taxation Partnership. The inhibiting factors experienced by the Pidie Jaya District Government in increasing the local revenue are the low taxpayer human resources, the low public awareness in paying taxes, the absence of binding local regulations on taxpayers, and the lack of community leaders In socializing the importance of tax. Keywords: special autonomy, strategies to increase regional revenue
PERAN PROMOTION PRODUCT DALAM MENINGKATKAN JUMLAH KEANGGOTAAN BARU TUPPERWARE DI BANDA ACEH (Analisa Strategi Komunikasi Pemasaran Product Tupperware) Rino Reno Hendra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.7 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Peran Promotion Product Dalam Meningkatkan Jumlah Keanggotaan Baru Tupperware di Banda Aceh (Analisa Strategi Komunikasi Pemasaran Product Tupperware)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi promosi perusahaan Tupperware di kota Banda Aceh dalam menciptakan daya tarik untuk menarik perhatian anggota baru untuk bergabung dalam memasarkan Tupperware. Pendekatan yang dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang menjelaskan fenomena sedalam-dalamnya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif yang bertujuan membuat deskriptif secara sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta, populasi dan objek tertentu. Penelitian ini menggunakan teori AIDDA. Subjek dalam penelitian ini adalah orang-orang yang berkecimpung di bisnis Tupperware dan orang-orang yang memahami secara jelas tentang perusahaan Tupperware. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih dari jabatan yang ditepati oleh karyawan perusahaan Tupperware. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa strategi yang dilakukan oleh perusahaan Tupperware masih menggunakan strategi jasa sales dalam mempromosikan produk, dan mengandalkan bonus-bonus kejutan yang diberikan oleh perusahaan Tupperware sehingga menarik masyarakat untuk ikut gabung berbisnis Tupperware. Cara itu mungkin sudah cukup efektif untuk mencapai target atau sasaran yang dituju, tetapi akan lebih efektif jika dibaringi promosi melalui media massa seperti Instagram dan lainya mungkn akan lebih efektif.
EKSISTENSI PARTAI POLITIK LOKAL DI ACEH (Suatu Kajian Terhadap Partai Daulat Aceh Pada Tahun 2009) Feisal Akbar; Mujibussalim Mujibussalim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.684 KB)

Abstract

ABSTRAK Nota kesepahaman antara GAM dan RI menandakan kilas baru sejarah perpolitikan di Aceh, salah satu poin dari kesepahaman tersebut membolehkan masyarakat Aceh mendirikan partai politiknya sendiri, dalam hal ini, PDA adalah salah satu partai politik lokal berlandaskan keislaman yang ada di Aceh, partai ini didirikan oleh para ulama, santri dayah dan tokoh masyarakat. Pada tahun 2009 dan 2014 PDA hanya mendapatkan satu kursi di parlemen Aceh, hal ini membuat PDA tidak melewati syarat elecktoral treeshold, fenomena ini bertolak belakang dengan keadaan yang semestinya terjadi, seharusnya para ulama menjadi pilihan yang rasional untuk mewakili aspirasi masyarakat Aceh di parlemen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat aceh terhadap PDA. Mengetahui strategi PDA kedepan terkait eksistensinya sebagai partai politik lokal.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui sumber data primer dan data skunder, data primer melalui penelitian lapangan yaitu dengan wawancara informan. Sedangkan data skunder melalui penelitian kepustakaan yaitu dengan dokumen-dokumen, buku-buku dan bacaan-bacaan terkait.Hasil penelitian menunjukkan faktor yang menyebabkan kurangnya kepercayaan masyarakat Aceh terhadap PDA dalam hal ini PDA perlu melakukan branding partai agar mendapatkan kepercayaan masyarakat dan terobosan baru agar PDA dapat menimbulkan rasa percaya masyarakat terhadap partai tersebut.Adapun strategi PDA terkait eksistensinya sebagai partai politik lokal adalah membangun komitmen dalam mengawal proses pemilihan, Karena PDA mendapatkan banyak kecurangan di lapangan, PDA mengalami banyak kecolongan suara, jika tampa kecurangan seharusnya PDA banyak memperoleh suara di pemilihan legislatif. Strategi lain yang digunakan PDA adalah melakukan rekrutmen yang sederhana dan diplomatis, dimana kader yang direkrut ini pada umumnya adalah santri-santri dari dayah untuk mengajak generasi muda menjaga eksistensi keberlangsungan pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Kata Kunci : Eksistensi Partai Damai Aceh  ABSTRACT The MoU between GAM (Free Aceh Movement) and RI (Republic of Indonesia) denoted a flash new political history in Aceh. One of the points of this MoU is to allow the people of Aceh to establish their own political parties. In this case, the PDA is one of the local political parties based on Islam in Aceh. The party is founded by the scholars, the Islamic boarding school students, and community leaders. In 2009 and 2014 PDA only got one seat in parliament in Aceh. It made the PDA did not pass the electoral threshold terms. This phenomenon contradicts the current circumstances. The Ulama should be a rational choice to represent the aspirations of the Acehnese in parliament.This study aims to determine what factors are causing distrust of the people of Aceh to the PDA for the future strategy related PDA existence as a local political party.The method used is a qualitative method with descriptive approach. The data were obtained through primary data sources and secondary data. The primary data were obtained through field research with interviews, while the secondary data were obtained through the literature research such as documents, books, and readings related to the topic.The results showed the factors that lead to a lack of trust of the Acehnese to PDA. This party needs to do a party branding in order to gain public confidence as well as new breakthroughs so that PDA can grow public trust towards the party.The strategies related PDA existence as a local political party is to build commitment in safeguarding the electoral process because PDA got cheated on the field. The PDA lost many ballots; otherwise, the ballots would gain the PDA’s voice in the legislative elections. Another strategy used by PDA is to do a simple and diplomatical recruitment. The cadres recruited in general are students of Dayah to encourage the younger generations to maintain the sustainability existence of the implementation of Islamic law in Aceh.Keywords: The existence of the Aceh Peace Party (PDA)
Peran Partai Aceh Dalam Upaya Mensejahterakan Mantan Inong Balee Kabupaten Pidie suatu penelitian di kecamatan Kembang Tanjong;The role of acehnese political party in the effort of giving financial support to the ex Inong Balee (the free Aceh movement's women berigade ) in Pidie regency Heri saputra; Syarifuddin Hasyim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.991 KB)

Abstract

ABSTRAK HERI SAPUTRA, 2018PERAN PARTAI ACEH DALAM UPAYA MENSEJAHTERAKAN MANTAN INONG BALEE KABUPATEN PIDIE(Suatu penelitian di Kecamatan  Kembang Tanjong)Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala(Dr. Syarifuddin Hasyim, SH,. M.Hum)                                                 (ix. 53), pp., bibl., app.Dewasa ini banyak Inong Balee Gerakan Aceh Merdeka yang masih jauh dari konteks sejahtera pasca di tandatanganinya perjanjian Mou Helsinki antara pemerintah indonesia dengan Pemerintah Aceh. Partai Aceh merupakan partai yang kala itu banyak di isi oleh para mantan eks kombatan tentunya hingga kini masih menaruh perhatian lebih kepada mereka para mantan pasukan inong balee. Terlebih Partai Aceh khusnya Partai Aceh Kabupaten Pidie bisa dikatakatan merupakan partai yang cukup mendominasi di kancah perpolitikan khususnnya di Kabupaten Pidie. Pasukan Inong Balee merupakan bagian dari pasukan khusus sayap militer Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Gerakan ini diproklamirkan pada tanggal 4 Desember 1976, Gerakan ini merupakan sebuah ideologi nasionalis Aceh Merdeka, atau Atjeh-Sumatra National Liberation front yang dipimpin oleh Teungku Dr. Hasan Muhammad di Tiro. Namun kenyataannya masih banyak dari mereka kalangan Inong Balee yang kehidupannya jauh dari kata sejahtera terlepas dari pada eksisnya Partai Aceh di Kabupaten Pidie.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran  Partai Aceh dalam mensejahterakan mantan Inong Balee dan untuk mengetahui kebijakan apa saja yang diterapkan Partai Aceh terhadap kesejahteraan mantan Inong Balee.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan melakukan penelitian observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian ini adalah peranan Partai Aceh dalam mensejahterakan mantan Inong Balee adalah yang pertama peranan dari aspek ekonomi dan peranan dari aspek politik, adapun peranan dari aspek ekonomi yaitu dengan memberikan bantuan penunjang ekonomi mandiri dan dari aspek politik dengan memberikan ruang bagi Inong Balee untuk bergabung kedalam kepengurusan partai dan kebijakan yang diterapkan Partai Aceh terhadap kesejahteraan mantan Inong Balee adalah kebijakan sosial Partai Aceh dan kebijakan keterwakilan perempuan.Disarankan kepada Partai Aceh untuk terus meningkatkan kepedulianya terhadap mantan kombatan khusunya Inong Balee agar lebih sejahtera sehingga Partai Aceh dapat tetap memiliki simpatian di Kabupaten Pidie. Kata Kunci : Partai Aceh, Kesejahteraan, Inong Balee                                                                           ABSTRAKHeri Saputra        ,2018          THE ROLE OF ACEHNESE POLITICAL PARTY INTHE EFFORT OF GIVING FINANCIAL SUPPORT TO THE EX INONG BALEE (THE FREE ACEH MOVEMENT’S WOMEN BERIGADE) IN PIDIE REGENCYFaculty of Social and Political SicienceSyiah Kuala University(Dr. Syarifuddin Hasyim, SH.,M.Hum)(ix.53), pp.,bibl.,app        Many of inong balee (The Free Aceh Movement’s Women Brigade) which are still less of prosperous context after MoU Helsinki signed between Indonesia Government and Aceh Government. Aceh political party is one the party consisted of the ex-combatants who still care to the ex of inong balee (The free Aceh Movement’s Women Brigade). Furthe, since the political party especially Aceh party in Pidie Regency can be said as one the dominant party in political domain especially in Pidie Regency. The inong balee (Free Aceh Movement’s Women Brigade) is the part of the special brigade of thr military Free Aceh Movement. Thes brigade was proclaimed on Desember 4, 1976. This movement was developed by Teungku Dr. Hasan Muhammad  di Tiro based on the idea of Free Aceh Nationalist Ideology or Atjeh-Sumatra National Liberation Front Unfortunately, most of inong balee (The Free Aceh Movement’s Women Brigade) which are still less prosperous in related of the success of Aceh Political Party in Pidie Regency.     This research aims to know the the role of Aceh political party and to know the policy applied by Aceh party toward the ex inong balee financial support.     The research method used is descriptive qualitative. The technique of data collection in this research was obtained through observation, interview, and documentation.   The research result revealed that the role of Aceh party in giving financial support to the ex inong balee is by giving the economy aspect and the roleof political aspect and the policy applied by Aceh party toward the financial support of the ex inong balee is the social policy of Aceh party and women representation policy.    It is suggested to Aceh party to steadily improve their concern toward the ex-combats especially the financial support of inong balee.  Keyword: Aceh party, financial support, inong balee (The Free Aceh Movement’s Women       Brigade)
Penerapan Syari’at Islam Dan Pencitraan Illiza Sa’aduddin Djamal Dikota Banda Aceh;The application of Islamic Sharia And Illiza Sa'aduddin Imaging Hakamudin In Banda Aceh era nurlianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.355 KB)

Abstract

ABSTRAK             Pencitraan politik yang dibangun lewat penegakan Syari’at Islam di Kota Banda Aceh telah berhasil menarik perhatian masyarakat Kota Banda Aceh terhadap seorang pemimpin oleh Illiza Sa’adudin Djamal yang fokus terhadap nilai-nilai agama. Penerapan syari’at Islam dijadikan sebagai pencitraan. Dalam hal ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul, penerapan syari’at Islam dan pencitraan Illiza Sa’aduddin Djamal dikota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penegakan Syari’at Islam dikota Banda Aceh dengan politik pencitraan dan untuk mengetahui dampak Syari’at Islam terhadap dukungan politik.            Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan yaitu: (1) Hubungan penegakan syariat Islam dengan pencitraan yang dilakukan oleh Illiza Sa’aduddin Djamal, mendapat respon positif dari kalangan pemerintahan maupun kalangan masyarakat. Karena masyarakat menganggap bahwa beliau melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya, akan tetapi ada sebagian masyarakat beranggapan itu hanya sebagai pencitraan beliau untuk mendapat dukungan. Adapun pencitraan melalui penerapan syari’at Islam tidak memiliki dampak karena pencitraan tersebut dianggap tidaj efisien sehingga masyarakat tidak mendukung Illza dalam pilkada 2017.            (2) Penerapan syari’at Islam menjadi kebijakan yang dibuat oleh Illiza Sa’aduddin Djamal dan beliau konsisten dalam menjaga peraturan penerapan syari’at Islam sehingga menjadi bagian dari strategi politik untuk tetap menggunakan pada momentum pilkada tahun 2017 walaupun beliau tidak ada niat untuk menjadikan sebagai strategi politik tetapi efek dalam kepentingan politik itu sendiri ada. Akan tetapi ini akan menjadi dampak tren atau dilebelkan sebagai orang yang fokus sekaligus konsisten dengan isu syari’at Islam.            Penerapan syari’at Islam bukan hanya sebagai politik, melainkan sebagai peraturan yang menjadi tanggung jawab Illiza Sa’aduddin Djamal dalam melaksanakannya. Bukan hanya sebagai tugas beliau melainkan juga menjadi tugas siapapun pemimpin daerah itu memang harus melekat erat dalam melaksanakan hukum setegak-tegaknya dikota Banda Aceh.            Syari’at Islam bukan hanya peraturan yang dibuat oleh pemerintah saja tetapi syari’at Islam merupakan Al-qur’an dan Hadist sebagai pedomannya. Oleh karena itu, setiap masyarakat baik dari kalangan atas maupun kalangan bawah harus menjaga dengan baik syari’at Islam yang telah menjadi aturan dikota Banda Aceh.Kata Kunci : Syari’at Islam, Pencitraan Political imagery that was built through the enforcement of Islamic Sharia in Banda Aceh has managed to attract the attention of society Banda Aceh towards a leader by Illiza Sa'adudin Hakamudin that focus on religious values. Implementation of Islamic Shari'ah as Imaging. In this case the researchers interested in conducting research with the title, the implementation of Islamic Shari'ah and Illiza Sa'aduddin Imaging Hakamudin in Banda Aceh. This research aims to know the relationship of Islamic Sharia enforcement in Banda Aceh with political imagery and to know the impact of the Shari'ah of Islam against the political support.            This research uses qualitative approach method. The results showed that: (1) the relationship of Sharia enforcement with imaging conducted by Illiza Sa'aduddin Hakamudin, got a positive response from the Government as well as among the public. Because the public thinks that he carry out a task that becomes his responsibility, but there are some people contended that just as he had the support to Imaging. As for imaging through the implementation of Islamic Shari'ah has no impact because the imaging is considered efficient are not qualified so that people do not support Illza in the election in 2017.            (2) Application of the Shari'ah of Islam being a policy made by Illiza Sa'aduddin Hakamudin and she is consistent in keeping the rules of the Islamic Shari'ah implementation so that it becomes part of a political strategy to keep using on the momentum of the elections in 2017 although he has no intention to make it as a political strategy but the effect in the interest of politics itself there. But this will be the impact of the trend or private labeledas the focus at once consistent with Islamic Sharia.            Application of the Shari'ah of Islam not only as political, but as a rule the responsibility Illiza Sa'aduddin Hakamudin in implementing it. Not only he but also a task as the task of the regional leader was indeed anyone should be inherent in carrying out the law of fair  in Banda Aceh.            The Shari'ah of Islam not only regulations that are made by the Government, but Islam is Sharia Al-Qur'an and Hadith as his guideline. Therefore, every community either from the top or bottom circles should keep well the Shari'ah of Islam has become the rule in Banda Aceh.Keywords: Islamic Shari'ah, imaging

Page 39 of 102 | Total Record : 1018