cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
TRANSFORMASI PERJUANGAN POLITIK GERAKAN ACEH MERDEKA (Suatu Penelitian Terhadap Arah dan Strategi Perjuangan Politik GAM Pasca 13 Tahun Perjanjian MoU Helsinki) Cut Maisarah; Dr. Effendi Hasan, M.A.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Konflik antara Aceh/GAM dengan Pemerintah Pusat terjadi pada tahun 1976. GAM merupakan organisasi pembebasan Aceh dari Pemerintah Pusat. Pemberontakkan GAM di Aceh dilatarbelakangi oleh ketidakadilan Pemerintah Pusat  terhadap daerah Aceh baik secara politik, ekonomi, maupun sosial budaya. Pada tanggal 15 Agustus 2005 pihak GAM dan Pemerintah RI sepakat untuk berdamai setelah berkonflik selama 30 tahun. Setelah kedua pihak menandatangani perjanjian damai MoU Helsinki, organisasi GAM bertransformasi dari perjuangan bersenjata kepada perjuangan politik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Arah perjuangan GAM pasca 13 tahun perdamaian Aceh sudah sesuai dengan MoU Helsinki dan mengetahui Dampak transformasi GAM setelah kesepakatan damai antara GAM dan pemerintah Indonesia. Metode penelitian ini adalah penelitian Deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah data primer yaitu dengan cara wawancara dan data sekunder berupa dokumentasi/kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan Arah perjuangan GAM pasca 13 tahun perdamaian Aceh yang sesuai dengan MoU Helsinki adalah implementasi poin-poin perjanjian yang terdapat dalam MoU Helsinki oleh Pemerintah pusat serta pihak GAM melalui partai lokal khususnya Partai Aceh berusaha menguasai  posisi-posisi  strategis  dibidang  pemerintahan  dan  legislatif. Transformasi GAM setelah kesepakatan damai antara GAM dan Pemerintah Indonesia juga memberikan dampak yang signifikan untuk daerah Aceh umumnya dan kombatan GAM khususnya. Dampak tersebut dapat dilihat dari beberapa bidang seperti dalam hal perubahan konstelasi politik di Aceh, terbentuknya KPA dan Partai Aceh, perubahan birokrasi, dan dalam bidang sosial ekonomi.POLITICAL STRUGGLE TRANSFORMATION OF FREE ACEH MOVEMENT (GAM) (A Study on the Direction and Strategy of the Free Aceh Movement (GAM) Political Strategy Fight after Thirteen Years of the MoU-Helsinki Agreement)The conflict between Free Aceh Movement (GAM) with the Central Government started in 1976. GAM is an organization that fights for Aceh independence from the Central Government. This fight is caused by injustice of the Central Government towards Aceh province politically, economically, socially, and culturally. On August 15, 2005, GAM and Republic Indonesia Government agreed on the MoU after long conflict of 30 years. After both of the parties signed the MoU-Helsinki peace agreement, GAM transformed from the armed movement to the political movement. The aim of this research is to define the movement direction of the Free Aceh Movement (GAM) after 13 years of the peace agreement whether it is in line with the MoU-Helsinki peace agreement, and to find out GAM transformation impact after the peace agreement between GAM with Indonesia Government. The method of this research is a descriptive qualitative. The techniques of data collection used are the primary data which was obtained through interview and the secondary data which was obtained through documentation/library. The result of this research shows that the movement direction of GAM which is appropriate to the MoU-Helsinki Aceh peace agreement after 13 years is the Aceh Free Movement (GAM) especially the Aceh party tries to dominate strategic positions on the government and legislative. GAM transformation after the peace agreement between GAM and the Indonesia government also lead significant impact to Aceh and specifically to the combatants of the Free Aceh Movement (GAM). Those impacts can be viewed on several sectors like the political constellation change in Aceh, the formation of Aceh Transition Commission and Aceh party, bureaucracy, and social economy change.
Tingkat Kepuasan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Terhadap Website Unsyiah.ac.id Fauzi Fauzi; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.854 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul kepuasan mahasiswa universitas syiah kuala terhadap website unsyiah.ac.id. penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menjelaskan bagaimana kepuasan mahasiswa universitas syiah kuala terhadap website unsyiah.ac.id. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa universitas syiah kuala yang berjumlah 21.053 mahasiwa, jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus slovin presisi 10% dari jumlah populasi, maka besarnya sampel besarnya sampel yang diambil adalah sebanyak 99 responden. Teori kepuasan mendasarkan pendekatannya atas faktor-faktor kebutuhan dan kepuasan inividu yang menyebabkannya bertidak dan berprilaku dengan cara tertentu.  Pada penelitian ini, digunakan pendekatan kuantitatif ekplanatif. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari kuesioner yang skala pengukurannya menggunakan skala likert dan diolah secara statistik dengan program SPSS 24.0 yaitu uji validitas, uji reliabilitas, uji regresi linear sederhana, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai t hitung adalah 6.786dan nilai t tabel pada α 0,05 pada uji 2 sisi diketahui 1,894. Berdasarkan kriteria uji hipotesis yaitu t hitung t tabel (6.7861,894) dengan nilai signifikansi (kurang dari 0,05) maka Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara tingkat kepuasan mahsiswa unsyiah terhadap website unsyiah.ac.id.Kata kunci : Tingkat kepuasan, teori kepuasan, website unsyiah.ac.idThe students satisfaction of syiah kuala university toward website unsyiah.ac.idThis research entitled the students satisfaction of syiah kuala university toward website unsyiah.ac.id. This study aims to see and explain how the satisfaction of students of Syiah Kuala University qualified against website unsyiah.ac.id. The population of this study is a total of 21,053 students of syiah kuala university, the number of samples is determined using the precision slovin formula 10% of the total population, the sample size is 99 respondents. The theory satisfaction basing her approach over the factors needs and satisfaction individual it to act and behaves in a certain way. Primary data in this research is obtained from questionnaires that measurement scale using likert scale and processed statistically with SPSS 24.0 program that is test of validity, reliability test, simple linear regression test, and hypothesis test. Based on the results of the study can be concluded that the results of hypothesis testing obtained t count value is 6.786 and t table value at α 0.05 on test 2 side is known 1.894. Based on hypothesis test criteria that is t count t table (6.786 1.894) with significance value (less than 0.05) then Ha accepted. So it can be concluded that there is a positive relationship between the level of students satisfaction unsyiah to website unsyiah.ac.id.Keywords: Level of satisfaction, the theory of satisfaction, website unsyiah.ac.id Tanggal Sidang : 8 November 2018
Analisa sosiologi terhadap budaya peupok di Aceh Besar nurul aula putri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Penelitian ini mengangkat analisa sosiologi terhadap budaya peupok leumo pada masyarakat Aceh Besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  makna budaya peupok leumo dalam  kehidupan masyarakat serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terhambatnya kelestarian peupok leumo di Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan teori Interaksionisme simbolik dari Herbert Blumer. Penelitian ini dilakukan di Aceh Besar digampong Ujong Blang Kecamatan Kuta Baro. Informan dalam penelitian ini yaitu peternak sapi, panitia pelaksana, masyarakat gampong serta penonton yang terlibat langsung dalam acara peupok leumo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa makna Peupok Leumo  bagi masyarakat Aceh Besar dapat meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat yang mengikutinya, dan juga menjadi ajang hiburan setelah panen padi selesai, menjalin silaturahmi antar pemilik lembu dan  salah satu kebudayaan yang harus dipertahankan karena budaya peupok leumo dapat memberikan kontribusi yang besar untuk masyarakat, akan tetapi saat ini kebudayaan peupok leumo perlahan menghilang dengan sendirinya dikarenakan ada faktor yang menghambat kelestariannya, diantaranya perubahan zaman yang semakin moderen, pemikiran masyarakat yang semakin terbuka luas akan hal teknologi dalam konteks budaya, serta kurangnya pemahaman remaja sekarang akan kebudayan tradisionalnya dan berkurangnya infrastruktur yang di butuhkan.Kata kunci : Kebudayaan, Peupok Leumo, Kesejahteraan  Ekonomi sociological analysis of the culture of peupok leumo in the Aceh Besar’s society   This study is about the sociological analysis of the culture of peupok leumo in the Aceh Besar’s society (Case Study of the Preservation of Peupok Leumo’s Culture as a Great Aceh Cultural Asset). The purpose of this study is to determine the meaning of the culture of peupok leumo in society's lives and to find out the factors that led to the obstruction of the preservation of peupok leumo in Aceh Besar. This study uses the theory of symbolic interactionism by Herbert Blumer. This study was conducted in Aceh Besar in gampong Ujong Blang, Kuta Baro District. In this study, the informants were cow farmers, executive committees, gampong communities and spectators who were directly involved in the peupok leumo’s program. The data collection techniques used in this study were observation, interviews and documentation. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that eating Peupok Leumo for Aceh Besar’s people can improve the economic welfare of the people who follow it, and also become a place of entertainment after the rice harvest, establishing friendship between oxen owners and one of the cultures that must be maintained because this culture can make a big contribution to the community However, nowadays the culture of Peupok Leumo has been largely abandoned by the community because there are many things that are incompatible with the culture it should be. Keyword : Culture, Peupok Leumo, Economic Prosperity 
Sikap Masyarakat Terhadap Pola Komunikasi Pencegahan Nahi Munkar Oleh Front Pembela Islam Andrian Misbar; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Sikap Masyarakat Terhadap Pola Komunikasi Pencegahan Nahi Munkar Kelompok Front Pembela Islam (Studi Penelitian di Gampong Weu Raya Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar” ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi pencegahan nahi munkar oleh FPI di Gampong Weu Raya, Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, sikap masyarakat terhadap pola komunikasi pencegahan nahi munkar oleh FBI di Gampong Weu Raya, Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar dan tanggapan tokoh masyarakat Gampong Weu Raya, Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar pola komunikasi pencegahan nahi munkar yang dilakukan oleh kelompok FPI di pantai Lhoknga. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya deskriptif. Subjek penelitian ini ialah masyarakat, tokoh masyarakat Gampong Wue Raya dan pihak FPI. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pola komunikasi yang dilakukan oleh pihak FPI dalam mencegah kemungkaran di pantai Lhoknga dengan pola turun lapangan secara langsung dengan membubarkan para pelaku kemungkaran secara paksa dengan terlebih dahulu meminta izin dari tokoh masyarakat setempat. Sosialisasi juga dilakukan dengan pemancangan berbagai spanduk sekitar lokasi yang rawan terjadinya perbuatan kemungkaran. Sikap masyarakat terhadap pola komunikasi FIP ini bergam Sebagian masyarakat menanggapinya dengan sikap negatif karena FPI dianggap melakukan tindakan sewenang-wenang yang membuat kerugian usaha dagangan mereka. Sedangkan masyarakat yang menyikapi secara postif menganggap bahwa komunikasi pencegahan kemungkaran oleh pihak FPI suatu yang wajar karena itu sebuah kewajiban dalam Islam. Sikap tokoh masyarakat terhadap pola komunikasi FPI dalam mencegah kemungkaran di pantai Lhoknga ini sangat positif. Hal ini ditandai dengan memberikan izin bagi pihak FPI untuk leluasa melakukan pencegahan kemungkaran yang terjadi di sepanjang pantai Lhoknga. Tidak hanya itu tokoh masyarakat Gampong Wue Raya juga memperlihakan dukungannya dengan keikutsertaan mereka dalam melakukan razia di sepanjang pantai Lhoknga.Kata Kunci: Sikap Masyarakat, Pola Komunikasi, Nahi Munkar Front Pembela Islam.Community Attitudes Against Communication Patterns of Prevention of Nahi Munkar Front Groups of Islamic DefendersHe study entitled "Community Attitudes Against Communication Patterns of Prevention of Nahi Munkar Front Groups of Islamic Defenders (Research Study in Gampong Weu Raya District of Lhoknga, Aceh Besar Regency" is the aim of knowing FPI's communication prevention methods in Gampong Weu Raya, Lhoknga District Aceh Besar District, community attitudes towards the communication patterns used by the FPI in Gampong Weu Raya, Lhoknga Subdistrict, Aceh Besar District and the main figure of the community of Gampong Weu Raya, Lhoknga Subdistrict, Aceh Besar. This study used a qualitative approach with a type of descriptive study.The subjects of this study were the community, community leaders Gampong Wue Raya and the FPI.The technique of data collection was carried out by interviews, lists and analysis by the FPI in preventing the disasters on the coast of Lhoknga with a pattern down the field la it is important to dissolve the perpetrators of kemungkahan with them from the origin of the local community. Dissemination was also carried out by the authors of various banners about locations prone to changes in munkar deeds. The attitude of the community towards the FIP communication pattern has shifted. Some people responded with a negative attitude because FPI was considered to have carried out arbitrary acts that caused losses to their trading businesses. Whereas the public who directly responded positively assumed that such communication was an absolute matter by the reasonable FPI because it was an obligation in IslamKeywords: Community Attitudes, Communication Patterns, Nahi Munkar Islamic Defenders Front.
HUBUNGAN SOSIAL UMAT BERAGAMA DI ACEH SINGKIL PASCA KERUSUHAN TAHUN 2015 Miswa Gusti Alamsyah; Prof. Bahrein T. Sugihen, M.A
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1824.676 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan sosial umat beragama di Aceh Singkil. Serta melihat faktor pendukung dan penghambat hubungan sosial antara umat beragama di Aceh Singkil. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif  kualitatif. Data diperoleh melalui observasi wawancara mendalam dengan informan yang memenuhi kriteria subjek penelitian serta relevan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan sosial antara umat beragama di Aceh singkil pasca kerusuhan tetap terjalin dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kerjasama dan saling tolong menolong para warganya dalam kehidupan sehari-hari mereka bekerja  bersama-sama  tanpa  memandang  agama  atau  keyakinan  yang berbeda hanya saja kadang ada sekelompok orang yang mempunyai sikap intoleransi yang membuat masyarakat yang sudah saling toleransi terpengaruh oleh oknum-oknum tersebut. Hubungan sosial masyarakat yang berbeda agama lebih bersifat Asosiatif yang mengarah pada kerja sama, akomodasi, asimilasi dan akutulrasi. Faktor yang mendukung hubungan sosial tersebut karena masyarakat mempunyai kesamaan etnis dan saling ketergantungan secara ekonomi. Sedangkan faktor penghambatnya hubungan sosial letak geografis atau tempat mereka yang berjauh-jauhan dan masih Ada pula sebagian masyarakat yang masih mempunyai rasa kebencian diantara kedua belah pihak sehingga masyarakat tersebut enggan berinteraksi.Kata Kunci : Hubungan Sosial, Umat Beragama, Aceh Singkil, Pasca KerusuhanSOCIAL RELATIONSHIP OF RELIGION IN ACEH SINGKIL POST OF RIOTS IN 2015ABSTRACT This study aims to describe the social relations of religious communities in Aceh Singkil and what are the factors supporting and inhibiting the social relations between religious communities in Aceh Singkil. This research uses descriptive qualitative descriptive research Data obtained through the observation of in-depth interviews with informants who meet the criteria of research subjects as well as relevant in providing information needed in this study The results of this study is the social relations between religious communities in Aceh singkil remain well established. This is evidenced by the cooperation and mutual help to help its citizens in their daily lives work together regardless of different religions or beliefs only occasionally there is a group of people who have an attitude of intolerance that makes people who are already tolerated by mutual tolerance- the person. The social relations of different societies are more associative in nature that leads to cooperation, accommodation, assimilation and accountability. Factors that support such social relationships because society has ethnic similarities and economic interdependence. While the factors inhibiting social relationships geographical location or where they are far-distance and there are still some people who still have a sense of hatred between the two parties so that people are reluctant to interact. Keywords: Social Relations, Religious People, Aceh Singkil, After Riots.
Strategi Komunikasi Politik Partai Politik Pendukung HM Jamin Idham-CHalidin Oesman dalam Pemenangan Pemilukada di Nagan Raya Intan Zihnia Syatira; Rahmat Saleh
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Politik Partai Politik Pendukung HM Jamin Idham-Chalidin Oesman dalam Pemenangan Pemilukada di Nagan Raya”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh partai politik pendukung HM Jamin Idham-Chalidin Oesman beserta kendala yang dihadapi dalam pemenangan pemilukada 2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitiatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Teori yang peneliti gunakan sebagai acuan dalam penelitian ini adalah teori political marketing. Data dan informasi diperoleh melalui wawancara mendalam dengan ketua atau sekretaris partai politik yang mendukung. Dalam penelitian ini ada beberapa strategi yang digunakan partai politik pendukung HM Jamin Idham-Chalidin Oesman dalam pemenangan pemilukada di Nagan Raya, yaitu mengadakan komunikasi secara internal dan eksternal, survei masyarakat, pengembangan isu positif, door to door campaign, dan merangkul tokoh-tokoh berpengaruh. Sedangkan kendala yang dihadapi dalam pemenangan HM Jamin Idham-Chalidin Oesman yaitu pertama adanya black campaign, kemudian terjadinya miskomunikasi dan adanya intimidasi dari pemerintah.Kata Kunci : Strategi Komunikasi Politik, Political Marketing, Pemilukada Political Communication Strategy of Political Parties Supporting HM Jamin Idham-Chalidin Oesman in the Winning of Regional Head Election in Nagan RayaThis research is entitled "Political Communication Strategy of Political Parties Supporting HM Jamin Idham-Chalidin Oesman in the Winning of Regional Head Election in Nagan Raya". This study aims to find out the political communication strategies carried out by HM Jamin Idham-Chalidin Oesman supporting political parties along with the obstacles faced in winning the 2017 Regional Head Election. This study uses qualitative research methods using a descriptive approach. The theory that researcher uses as a reference in this study is the theory of political marketing. Data and information are obtained through in-depth interviews with the chairman or secretary of the supporting political parties. In this study there are several strategies used by HM Jamin Idham-Chalidin Oesman supporting political parties in winning the Regional Head elections in Nagan Raya, namely conducting internal and external communication, community surveys, developing positive issues, door to door campaigns, and embracing influential figures . While the obstacles faced in winning HM Jamin Idham-Chalidin Oesman were firstly the existence of a black campaign, then the occurrence of miscommunication and intimidation from the government.Keywords: Political Communication Strategy, Political Marketing, Election
Peran Hubungan Masyarakat Dalam Meningkatkan Citra Positif Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Diana Natasya; Dr. Taqwaddin Husin S.H., S.E., M.S
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.894 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Humas Rumah Sakit Umum Zainal Abidin dalam meningkatkan citra positif. Pendekatan yang gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dalam penelitian ini menggunakan teori Image Restoration. Teori ini berangkat dari dua asumsi dasar, asumsi pertama adalah komunikasi yaitu aktivitas yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Asumsi yang kedua adalah tujuan komunikasi yaitu memelihara citra dan reputasi positif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara semi terstrukur dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan ialah teknik Purposive Sampling. Hasil peneltian bahwa kinerja dari Humas Rumah Sakit Umum Zainal Abidin masih belum optimal. Dalam praktiknya Humas Rumah Sakit Umum Zainal Abidin hanya menjalankan 3 (tiga) peran yaitu peran Humas sebagai penasehat ahli, peran Humas sebagai fasilitator komunikasi, dan peran Humas sebagai fasilitator pemecah masalah. Disarankan kepada Humas Rumas Sakit Umum Zainal Abidin untuk mensosialisasikan seluruh peraturan ataupun ketentuan rumah sakit kepada masyarakat yang akan berobat dan disarankan kepada masyarakat yang hendak berobat dapat mencari tahu terlebih dahulu ketentuan dan peraturan yang diberlakukan di rumah sakit agar tidak terjadi kesalahpahaman. Kata Kunci : Peran Humas, Citra, dan Rumah Sakit Zainal Abidin This study aims to determine the role of Public Relations of Zainal Abidin General Hospital in improving a positive image. The approach used in this study is a qualitative approach with descriptive methods. This study used the theory of Image Restoration. This theory departs from two basic assumptions, the first assumption is communication which is the activity used to achieve a goal. The second assumption is the purpose of communication that is maintaining a positive image and reputation. Data collection techniques used are semi-structured interviews and documentation. The technique of selecting informants used is purposive sampling technique. The results of the research show that the performance of the Public Relations of Zainal Abidin General Hospital is still not optimal. In practice, Public Relations of Zainal Abidin General Hospital only carries 3 (three) roles, namely the role of Public Relations as an expert advisor, the role of Public Relations as a communication facilitator, and the role of Public Relations as a facilitator of problem-solving. It was suggested to the Public Relations Rumors of Zainal Abidin General Hospital to socialize all regulations or provisions of the hospital to the people who would seek treatment, suggested to the people who want to seek treatment to find out in advance the rules and regulations that are applied in the hospital so that there is no misunderstanding. Keywords: Role of Public Relations, Image, and Zainal Abidin Hospital
Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Hutan Lindung Sebagai Lahan Perkebunan (Studi Kasus Desa Blangtemung Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues) mahmuddin mahmuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKSkripsi ini bertujuan untuk mengetahui alasan masyarakat membuka lahan perkebunan di kawasan hutan lindung di Desa Blangtemung. Penelitian ini menggunakan teori Tindakan Rasionalitas Intrumental dari Max Weber yang menyatakan bahwa tindakan rasionalitas instrumental merupakan tindakan yang berorientasi tujuan dan motivasi pelaku. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan maupun responden yang memenuhi kriteria subjek penelitian dan relevan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pertama, fungsi hutan lindung menurut masyarakat itu sendiri yaitu: Pencegah longsor, Sumber kayu bagi masyarakat untuk bahan bangunan dan sebagian masyarakat memanfaatkan hutan tersebut untuk menambah penghasilan mereka. Kedua masyarakat membuka lahan perkebunan di kawasan hutan lindung dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: tingkat pendapatan dan kebutuhan masyarakat, sosial budaya masyarakat, tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat yang masih rendah, penguasaan lahan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan membuka lahan perkebunan dikawasan hutan lindung dari sisi perekonomian mengalami peningkatan dan memudahkan masyarakat memanen di kawasah hutan lindung tersebut.Kata Kunci: Pengelolaan Hutan, Hutan Lindung, Lahan PerkebunanCommunity behavior in the management of protected forests as perkebuana land (case study of blangtemung village, dabun bracelet, gayo lues district)ABSTRACKThis thesis aims to find out the reasons people farming land in the protected areas in the village Blangtemung. Method this is a descriptive study using a qualitative approach, the data obtained through interviews with informants and respondents who meet the criteria and relevant research subject in providing the information required in this study. The results of this study shows thatFirst, the function of protected forests by the communities themselves, namely: Prevention of landslides, wood source for the community for building materials and some people were exploiting the forest to supplement their income. Both communities for farming land in the protected areas is influenced by several factors including: the level of income and the needs of society, social culture, education and knowledge society that is still low, tenure. From the results of this study concluded that the farming land area of protected forest in terms of the economy has increased and facilitate community kawasah harvesting in protected forests.Keywords: Management Forests, Protected Forests, Farm Land
Kebijakan Bupati Aceh Tamiang Sesuai SK No 541 Tahun 2016 Tentang Izin Lingkungan (Studi Kasus : Masuknya Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) Dalam Area Penambangan Batu Gamping PT Tripa Semen Aceh (TSA) Di Desa Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang) Diah Utari; Prof. Dr. Adwani, M.Hum
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia : Kebijakan Bupati Aceh Tamiang Sesuai SK NO 541 Tahun 2016 Tentang Izin Lingkungan (Studi Kasus : Masuknya Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) Dalam Area Penambangan Batu Gamping PT Tripa Semen Aceh (TSA) di Desa Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang)SK No 541 Tahun 2016 merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Bupati Aceh Tamiang tentang izin lingkungan pada rencana kegiatan industri semen kapasitas produksi 10.000 ton/hari klinker yang berada di Kampung Kaloy Kabupaten Aceh Tamiang kepada perusahaan PT Tripa Semen Aceh. Terdapat hampir 2.549,2 Ha luas kawasan yang dikuasai. Akan tetapi, terdapat hampir 2.199,8 Ha kawasan eksplorasi masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan Bupati Aceh Tamiang yang dikeluarkan sesuai SK No 541 Tahun 2016 dapat dikeluarkan kepada PT Tripa Semen Aceh (TSA) sedangkan status penambangannya masuk ke dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dan untuk mengetahui upaya penyelesaian yang telah dilakukan Bupati Aceh Tamiang sesuai SK No 541 Tahun 2016. Adapun dalam penelitian ini menggunakan dua teori yaitu kebijakan publik dan kelompok kepentingan sebagai alat untuk menganalisis serta menjawab permasalahan penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif sebagai pendekatan penelitian. Dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (in-dept interview) dan kajian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini bahwa keberadaan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) pada area rencana kegiatan industri semen PT Tripa Semen Aceh berada dalam kawasan yang dimaksud. Hampir terdapat 2.199,8 Ha lahan yang merupakan kawasan KEL,yang terbagi dalam tiga blok komoditas utama yaitu komoditas pasir kuarsa sebanyak ±351 Ha berada di KEL, komoditas clay/tanah liat sebanyak ±290,2 Ha berada di KEL, dan komoditas batu gamping sebanyak  ± 1.813 Ha. Dan upaya yang dilakukan dalam menyelesaikan Kebijakan Bupati Aceh Tamiang sesuai SK No 541 Tahun 2016 yang telah bermasalah, dan menimbulkan polemik maka dilakukannya perubahan atau adendum kebijakan.Abstrak Bahasa Inggris : Aceh Tamiang Regent Policy According to SK NO 541 of 2016 concerning Environmental Permits (Case Study: Entry of Leuser Ecosystem Area (KEL) in PT Tripa Semen Aceh (TSA) Limestone Mining Area in Kaloy Village, Tamiang Hulu District, Aceh Tamiang District)Decree No. 541 of the year 2016 is a policy issued by the Governors of Aceh Tamiang on environmental permits on plans the activities of the cement industry production capacity of 10,000 tons/day clinker residing in Kampung Aceh Tamiang Regency Kaloy to company PT Tripa Cement Aceh. There are almost 2,549.2 Ha area controlled. However, there are almost 2,199.8 Ha area of exploration entry in the Leuser ecosystem (ex.). This research aims to know the policy of the Regent of Aceh Tamiang issued according SK No 541 Year 2016 can be issued to PT Tripa Cement Aceh (TSA) whereas the status of the penambangannya entered into the Leuser ecosystem (ex.) and to the attempt has been made Regent of Aceh Tamiang according SK No. 541 of the year 2016. But in this study used two theories, namely public policy and interest groups as a tool to analyze and answer the research problem. In this study uses qualitative methods is descriptive research approach as. And data collection techniques used are in-depth interviews (in-dept interview) and the study of librarianship. The results from this research that the existence of the Leuser ecosystem (ex.) in the area of industrial activities PT cement plans to save Cement Aceh is in the region in question. Almost there are 2,199.8 Ha land area consists in EX. three blocks of main commodities commodity sand quartz ± 351 Ha was in EX., commodities clay/clay ± 290.2 Ha are in KEL, and commodities limestone ± 1,813 Ha. And efforts are being made in resolving the Aceh Tamiang Regency Regent Policy according SK No 541 Year 2016 which have been problematic, and raises the polemic then doing changes or adendum policy.
ANOMALY OF SERENTAK KEUCHIK ELECTION IN SUBULUSSALAM CITY 2017 (Teladan Baru Village, Rundeng Sub-District, Subulussalam City) NUR HASANAH; Ubaidullah MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.662 KB)

Abstract

ABSTRACTAnomalies in the simultaneous selection of the keuchik in the city of Subulussalam in 2017 were evident from the ineffectiveness of the keuchik selection process in Kampung Teladan Baru, Rundeng Sub-District, Subulussalam Municipality. The implementation of a good democracy is to cover every aspect of state life, starting with the election of the village head (keuchik). According to Qanun No. 4 of 2009 concerning the Election and Dismissal of the Keuchik in Aceh. Therefore the keuchik selection process was carried out, in accordance with the procedures for the election, but the selection process that was carried out had not proceeded properly.The writing of this thesis aims to explain the anomalies of keuchik selection in the New Kampung Teladan in Rundeng Sub-District, Subulussalam City, to explain why the community did not sue the implementation of keuchik elections.The method used in this study is library research and field researchers. Literature research was conducted to obtain secondary data by reviewing books and related scientific works, while field research was conducted to obtain primary data by interviewing respondents and informants.The results of this study indicate that the selection of keuchik in Kampung Teladan Baru, Rundeng Subdistrict, Subulussalam City was carried out once every 5 years and the keuchik was chosen by the people who were registered as voters. In the process of selecting keuchik in Kampung Teladan Baru, Rundeng Sub-District, Subulussalam City, the candidate papers were exchanged, and the absence of nails in the voting area at the time of voting. So in the selection of the keuchik in the New Kampung Teladan, Rundeng Subdistrict, Subulussalam City has not fully carried out the principles of democracy properly.It was suggested to the Kampung Teladan Baru keuchik selection committee in Rundeng Sub-District, Subulussalam City to be more responsible for the authority given to resolve the problem.Keywords: Anomalies, Keuchik Selection  

Page 49 of 102 | Total Record : 1018