cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
Strategi Komunikasi Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Melalui Aktivitas Promosi Pada Akun Instagram @reborn_29 maulidya rita zahara; Nur Anisah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.898 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Pemasaran Melalui Aktivitas Promosi Dalam Meningkatkan Penjualan Pada Akun Instagram @reborn_29“. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas promosi akun @reborn_29 dalam meningkatkan penjualan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori AIDDA, yang mana untuk meningkatkan penjualan memerlukan pemahaman mengenai konsumennya dan merupakan metode yang paling sering digunakan dalam pemasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dari penilitian ini terdiri dari 2 (dua) orang yang merupakan admin dari akun @reborn_29. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa terdapat strategi bauran promosi (promotion mix) berupa pemasaran langsung (direct marketing), promosi penjualan (sales promotion), dan hubungan masyarakat (public relations). Dan faktor lain dalam aktivitas promosi pada akun @reborn_29 tidak lepas dari penggunaan fitur-fitur instagram, penyusunan feed instagram yang rapi dan bertema, penggunaan model yang dapat membawa produk lebih menarik serta pemilihan foto untuk postingan.Kata Kunci: Strategi Komunikasi Pemasaran, Aktivitas Promosi, REBORN29, @reborn_29, social media, Instagram.      ABSTRACTThis study is entitled "Marketing Communication Strategies Through Promotional Activities in Increasing Sales on Instagram Accounts @ reborn_29". This study aims to determine the promotion activity of @ reborn_29 accounts in increasing sales. The theory used in this research is AIDDA theory, which to increase sales requires an understanding of consumers and is the method most often used in marketing. This research uses a descriptive qualitative approach. The informants of this research consisted of 2 (two) people who were the admin of the account @ reborn_29. Data collection techniques used were in-depth interviews and documentation. The results of this study indicate that there is a promotion mix strategy in the form of direct marketing, sales promotion, and public relations. And other factors in promotional activities on the @ reborn_29 account cannot be separated from the use of Instagram features, the preparation of neat and themed Instagram feeds, the use of models that can bring more interesting products and the selection of photos for posting.Keywords: Marketing Communication Strategy, Promotion Activities, REBORN29, @ reborn_29, social media, Instagram. 
Analisis Semiotika Representasi Budaya Jepang Dalam Film Anime Barakamon Aidil Audria; Dr. Hamdani M. Syam, MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2053.672 KB)

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini berjudul Analisis Semiotika Representasi Budaya Jepang Dalam Film Anime Barakamon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi makna budaya Jepang yang terdapat pada film anime Barakamon. Film anime ini menggambarkan tentang kebiasaan masyarakat Jepang terutama pada musim panas. Barakamon (2014) merupakan anime yang bergenre comedy dan slice of life (kehidupan sehari-hari). Film Anime Barakamon menceritakan kisah seorang seniman kaligrafer kanji yang harus tinggal di sebuah desa, karena memukul seorang direktur kesenian. Selama di desa dia harus bisa beradaptasi dan membiasakan diri  pada kebiasaan-kebiasaan di desa tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Roland Barthers dengan konsep representasi budaya. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi berupa video, buku-buku, internet, dan lain sebagainya. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan signifikasi dua tahap yang dikemukakan oleh Roland Barthers yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Denotasi merupakan tanda yang tampak pada suatu objek. Makna konotasi adalah makna yang menjelaskan arti dari suatu tanda yang tampak pada makna denotasi tersebut. Sedangkan Mitos merupakan makna yang timbul dari makna konotasi atau makna yang berkaitan dengan kebudayaan dan kepercayaan masyarakat untuk mendukung penjelasan dari makna konotasi. Hasil penelitian menunjukkan 9 scene dalam 12 episode yang mengandung budaya Jepang yaitu pada scene 15 episode 1, scene 19 episode 3, scene 9 episode 4, scene 2 episode 6, scene 5 episode 6, scene 2 episode 7, scene 6 episode 8, scene 9 episode 9, scene 9 episode 10. Makna denotasi pada film ini merupakan apa yang tampak pada kisah tokoh utama dalam film ini. Makna konotasinya berupa penjelasan dari makna denotasi. Mitos pada film ini berupa kebudayaan yang yang dipengaruhi oleh kepercayaan agama. Kata Kunci : Representasi, Budaya Jepang, Film, Anime, Semiotika, Roland BarthersAnalysis of Semiotics Representation of Japanese Culture In Film Anime BarakamonABSTRACT - This study is entitled Analysis of Semiotics Representation of Japanese Culture in Film Anime Barakamon. This study is aim to find out the representation of Japanese’s culture meaning which was in film anime Barakamon. This anime film describe of Japanese people habit particularly in summer. Barakamon (2014) is anime which is a genre of comedy and slice of life (daily life). This film is telling about story of a kanji calligrapher artist who has to live in a village, due to hit an art director. During in the village he should be able to adapted and familiarized with habits of the village. This study is used the Roland Barthers theory with cultural representation. Method used was qualitative descriptive. Data collection is used documentation in form of video, books, internets, and so on. Technique of analysis in this study was two stages of significance which proposed by Roland Barthers they were denotation, connotation, and myth. Denotation is appeared sign in an object. Meaning of connotation is a meaning that explains sense of a sign appeared on the denotation meaning. While myth is a meaning appeared from connotation or meaning that associated with culture and belief of people to support the explanation of connotation meaning. Results of study indicated 9  scenes in 12 episodes which contains Japanese culture were in scene 15 episode 1, scene 19 episode 3, scene 9 episode 4, scene 2 episode 6, scene 5 episode 6, scene 2 episode 7, scene 6 episode 8, scene 9 episode 9, scene 9 episode 10. Denotation meaning of this film is what is appeared in main figure story. The connotation meaning was in form of explanation of the denotation meaning. Myth of this film was culture that influenced by belief of religion. Keywords   : Representation, Japanese Culture, Film, Anime, Semiotics, Roland Barthers  
Sumpah dalam Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat (Konsep Keadilan bagi Korban Pemerkosaan) Azmi Arafah; Faradilla Fadlia, S.Sos, M.Arts
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.322 KB)

Abstract

ABSTRAKPemerkosaan adalah salah satu bentuk kekerasan terhadap perempuan yang merupakan contoh kerentanan posisi perempuan yang dianggap lemah. Kejahatan pemerkosaan adalah kejahatan yang sulit di buktikan oleh korban itu sendiri akibat trauma yang dia alami. Karena kurangnya alat bukti tersebut maka pelaku dapat memanfaatkan sumpah sebagai peluang untuk membebaskan diri dari sistem peradilan yang berlaku. Akibatnya korban perempuan dapat terdiskriminasi dengan tidak mendapat keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana sumpah dapat dijadikan sebagai alat bukti dalam kasus perkosaan serta bagaimana sumpah dianggap dapat mendiskriminasi perempuan di dalam prekteknya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada teori kebijakan publik yang lebih mengacu apada tahap evalusi. Metode yang digunakan dalam penelitian melalui pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun yang informan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang dapat memberikan informasi terhadap permasalahan yang penulis teliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumpah dapat dijadikan sebagai alat bukti tambahan dalam jarimah pemerkosaan apabila tidak ada bukti lain yang mencukupi. Namun pelaku juga dapat bersumpah untuk membela diri dari tuduhan yang di tuduhkan kepada pelaku. akibatnya pelaku dan korban dapat di bebaskan. Tetapi, jika korban membatalkan sumpahnya maka dapat dikenakan hukuman cambuk karena telah menuduh seseorang berzina tanpa menghadirkan saksi. Ini dapat mengakibatkaan korban perempuan mengalami kekerasan berlapis.Kata Kunci : Sumpah. Pemerkosaan, DiskriminasiOath in Qanun Number 6 of 2014 Concerning Jinayat Law (Victim Rape Concept of Justice)ABSTRACTRape is one form of violence against women who is a model of the frailty of women's positions. Rape crimes are hard crimes to prove by the victim himself due to trauma. Due to the lack of evidence, the perpetrators could use the oath as an opportunity to break free from the current judicial system. As a result, the female victim can be discriminated against by not getting justice. This study was intended to see how oaths could be used as evidence in rape cases as well as how The oath was considered to be discriminating against women in his dating. The theories used in this study are based on public policy theory is more in reference to the evaluation stage. The method used in research is through a qualitative approach with a kind of descriptive research.  As for the informers in this study are people who can provide information on the problems of conscientious writers. This study shows that oaths can be used as additional evidence in rape sites if no other evidence was suffrage. But the offender may also swear to defend himself from the accusations made against him. As a result, the perpetrator and the victim can be freed. However, if the victim reversed his oath then the penalty could be imposed for accusing a man of adultery without presenting a witness. It can result in female victims experiencing multiple violence.Key Word: Oath, Rape, Discrimination
Strategi Komunikasi Pemasaran Organisasi Fotografer Amatir Baiturrahman (OFAB) Banda Aceh Dalam Menciptakan Elektabilitas Terhadap Konsumen Ismu Nandar; Deni Yanuar, M.Ikom
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.031 KB)

Abstract

Pada penyalur jasa yang bergerak dibidang fotografi, strategi komunikasi pemasaran berguna untuk menimbulkan makna tersendiri bagi para konsumennya. Terlebih lagi diera persaingan fotografi yang semakin modern dan mandiri menuntut para fotografer untuk menempatkan diri untuk lebih dikenal unggul dan berbeda dengan penyalur jasa lainnya yang begerak dibidang yang sama. Strategi  yang diciptakan juga akan menimbulkan nilai elektabilitas dimata konsumen. Fokus penelitian ini adalah pada “Strategi komunikasi pemasaran Organisasi Fotografer Amatir Baiturrahman (OFAB) Banda Aceh dalam menciptakan elektabilitas terhadap konsumen”. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran Organisasi Fotografer Amatir Baiturrahaman (OFAB) dalam menciptakan nilai elaktabilitas terhadap konsumen. Kemudian Untuk mengetahui hambatan yang dihadapi OFAB upaya yang dilakukan OFAB dalam mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah beberapa orang fotografer OFAB dan beberapa konsumen yang menggunakan jasa fotografer. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi, kemudian data yang telah dikumpulkan akan dianalisis dengan cara data yang telah dikumpulkan dilakukan reduksi data, kemudian display data dan terakhir menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang digunakan meliputi mengenal calon konsumen, mengemas pesan, dan menetapkan metode penyampaian. Adapun hambatan yang dialami oleh OFAB adalah arus perkembangan zaman yang semakin pesat, kesulitan dalam membangun komunikasi dan kurangnya promosi dan publikasi. Sedangkan upaya untuk mengatasi hambatan tersebut adalah dengan terus meningkatkan kualitas diri para fotografer OFAB, mengadakan event-event dengan lembaga yang bersangkutan dan melakukan publikasi dan promosi yang bagus. Marketing communication strategies are profitable for service providers engaged in photography to attract consumers. An increasingly modern and competitive era requires photographers to provide more innovative services so they can compete with other photography service providers. The marketing strategies that are designed should rise the electability value for consumers. The focus of this study is "The marketing communication strategies of Banda Aceh Amateur Photographer Organization (OFAB) in building electability value to consumers".The purposes of this study are to find out the marketing communication strategies of Banda Aceh Amateur Photographer Organization (OFAB) in building electability value to consumers, and to find out the obstacles experienced by OFAB and the policies initiated by OFAB in conquering the obstacles they experience.This study uses a qualitative approach with descriptive method. The informants in this study were several OFAB photographers and several consumers who used the services of their photographers. Data for research are collected by conducting interviews and observations, then the obtained data are analyzed by reducing data, displaying data and drawing conclusions. The results of this study indicate that the communication strategies used include knowing the potential customers, packaging the messages, and establishing delivery methods. The obstacles experienced by OFAB are the rapid development of the era, difficulty in establishing communication and lack of promotion and publication. While the policies to conquer those obstacles are to improve the quality of OFAB photographers, hold collaborative events with the related institutions and present the impressive publications and promotions.
Persepsi Pemerintah Kota Banda Aceh Terhadap Peran Pengawasan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh (Kajian Terhadap Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dan DInas Kesehatan Kota Banda Aceh) Vina Andia Ratna; Taqwaddin Husin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.798 KB)

Abstract

Persepsi Pemerintah Kota Banda Aceh Terhadap Peran Pengawasan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh(Kajian Terhadap Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh) ABSTRAKOmbudsman merupakan lembaga negara yang berfungsi mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik. Kehadiran Ombudsman di Aceh sangat dibutuhkan. Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai salah satu pemerintah kota yang wajib memberikan pelayanan publik yang maksimal kepada masyarakat. Namun, kondisi pelayanan publik Kota Banda Aceh masih mengecewakan. Kota Banda Aceh menjadi daerah yang terbanyak laporan atas kasus maladministrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap peran pengawasan Ombudsman Perwakilan Aceh dan pengaruh dari pengawasan Ombudsman Perwakilan Aceh terhadap kinerja Pemerintah Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui penelitian lapangan dan kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan melalui wawancara dengan informan, sedangkan data kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku, skripsi, jurnal dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan peneltian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengawasan Ombudsman menjadi aspek penting untuk menjaga fungsi pemerintahan berjalan dengan semestinya. Pengawasan dari Ombudsman membawa pengaruh yang besar dalam pemerintahan. Namun, dalam melakukan perubahan sebagaimana yang disarankan oleh Ombudsman masih belum dilakukan dengan maksimal, dibuktikan dengan banyaknya kasus yang dilaporkan ke lembaga Ombudsman. Diharapkan Pemerintah Kota Banda Aceh dapat bekerja lebih keras dalam meningkatkan kualitas pelayanannya, sehingga masyarakat puas dalam menerima pelayanan.Kata Kunci : Persepsi, Ombudsman Perceptions of Banda Aceh Government Towards The Supervisory Role of Regional Ombudsman In Aceh(A Study to Department of Youth, Education and Sport and Health Department)  ABSTRACT Ombudsman is state agency formed to supervise government offices in providing public services. The existence of Ombudsman in Aceh is very important. The government of Banda Aceh as a city government has a responsibility to provide decent public services for its society. However, it is evident that the public services in Banda Aceh are disappointing. Banda Aceh has become as a city receiving most of the complaints due to its maladministration. This study was intended to know perceptions of Banda Aceh government towards the role of Aceh regional Ombudsman and the impacts of Ombudsman's supervising on Banda Aceh goernment’s performance. This was a qualitative study. The data in this study were obtained from field and literature study. The field study was done by conducting an interview to the informants, while literature study was done by reading some books, scripts, journals, laws which were relevant to this study. The results showed that the Ombudsman’s supervision was significant to manage administrative function. However, Banda Aceh government did not completely follow all suggestions provided by the Ombudsman. It is expected that Banda Aceh Government works harder and improve their public services in order to ensure public satisfaction over the governance performance.  Keywords    : Perception, Ombudsman  
Pemanfaatan Media Sosial Grup Messenger Line di Kalangan Mahasiswa Dalam Mendapatkan Informasi Perkuliahan (Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poilitik Universitas Syiah Kuala) Karmila Karmila; Mahyuzar Mahyuzar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.116 KB)

Abstract

Judul dari penelitian ini adalah “Pemanfaatan Media Sosial Grup Messenger Line di Kalangan Mahasiswa Dalam Mendapatkan Informasi Perkuliahan (Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poilitik Universitas Syiah Kuala)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan new media yaitu media sosial grup Messenger Line sebagai media komunikasi dikalangan mahasiswa dalam mendapatkan informasi perkuliahan, dan apa saja kendala yang dihadapi oleh mahasisa dalam pemanfaatan media sosial grup Messenger Line untuk mendapatkan informasi perkuliahan. Pendekatan yang di gunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan Teori Uses And Gratifications. Teori ini berasumsi bahwa khalayak berperan aktif dalam menggunakan media. Objek yang diteliti adalah mahasiswa Ilmu Komuniksi angkatan 2013, 2014, 2015 dan 2016. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur, observasi partisipan fasif dan dokumentasi. Teknik penarikan sampel yang di gunakan yaitu teknik Porpusive Sampling. Penelitian ini di lakukan pada pertengahan bulan Mei sampai dengan Juni 2017 terhadap 12 informan dengan kriterian informan yakni: mahasiswa aktif, angkatan 2013 sampai dengan 2016, dan menggunakan grup Messenger Line dalam mendapatkan informasi perkuliahan. Berdasarkan hasil penelitian ini di dapatkan bahwa mahasiswa menggunakan Line dikerenakan media sosial ini memiliki banyak fitur yang lengkap serta mudah digunakan, daya tampung yang banyak, dan kecepatan informasi yang tinggi, sedangkan kendala pada penelitian ini lebih kepada sistem dan pengguna atau anggota grup yang tidak peka. Berdasarkan hasil penelitian, sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh setiap pengguna umumnya bernilai positif. The Utilization of Social Media LINE Messenger Chat Group Among Students in Getting Lectures Information (A study of Communication Science Students in the Faculty of Social Science and Politics in Syiah Kuala University) The title of this study is “The Utilization of Social Media LINE Messenger Chat Group Among Students in Getting Lectures Information (A study of Communication Science Students in the Faculty of Social Science and Politics in Syiah Kuala University)”. This study aimed to determine how the use of new media i.e. social media group LINE Messenger as a communication media among the students to get information regarding lecture classes, and what were the obstacles faced by said students in the utilization of social media group LINE Messenger to get the information regarding the lecture classes. The approach used in this research was qualitative approach with descriptive method. This study used the Theory of Uses And Gratifications. This theory assumes that the audience plays an active role in using the media. The object being studied was students of the Communications Science class of 2013, 2014, 2015 and 2016. The techniques of data collection used were semi structured interview, passive participant observations and documentation. Sampling techniques used in this study namely the technique of Purposive Sampling. This study was conducted in mid-May until June 2017 towards 12 informants with a specified informant such as: active students, class of 2013 up to 2016, and using a group LINE Messenger in getting the information about the lectures. Based on the result, this study found that students using LINE was because this social media had many features that were complete and easy to use, high capacity, and the speed of information 3was high, while the obstacles on this research was to the system and the users or group members were not sensitive. Based on the results of the research, the attitude and behavior shown by each of the users is generally positive.
Intensitas Penggunaan Smartphone Terhadap Perilaku Phubbing (Studi Penelitian pada Masyarakat Kota Banda Aceh yang Mengunjungi Warung Kopi di Kecamatan Leung Bata) Hayatun Munatirah; Nur Anisah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.335 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Intensitas Penggunaan Smartphone Terhadap Perilaku Phubbing (Studi Penelitian Pada Masyarakat Kota Banda Aceh yang Mengunjungi Warung Kupi di Kecamatan Lueng Bata)”. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mengetahui adakah pengaruh intensitas penggunaan smartphone terhadap perilaku phubbing masyarakat Kota Banda Aceh yang mengunjungi Warung Kupi di Kecamatan Lueng Bata. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat Kota Banda Aceh yang berjumlah 250.303 jiwa, jumah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin presisi 10% dari jumlah populasi, maka besarnya sampel yang diambil adalah sebanyak 100 responden.  Teori ketergantungan media merupakan teori utama yang digunakan dalam penelitian ini, yang melihat bahwa adanya ketergantungan khalayak terhadap media massa dan khalayak mempunyai derajat ketergantungan yang berbeda-beda mulai dari individu, kelompok, bahkan budaya, dimana semakin tinggi ketergantungan terhadap media, maka akan semakin besar pengaruh komunikasi tersebut. Pada penelitian ini, digunakan pendekatan kuantitatif analisis deskriptif. Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui survei dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian, dan diolah secara statistik dengan program SPSS versi 20 yaitu, uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji regresi linier sederhana, uji t-hitung, dan identifikasi determinan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengujian hipotesis diperoleh nilai thitung adalah sebesar 7,531 dan nilai ttabel pada 0,05 pada uji dua sisi diketahui 1,984, maka Ha diterima, dan dari hasil perhitungan regresi linear sederhana diperoleh nilai b = 1,152 (115,2%) dengan taraf signifikansi 0,000 artinya intensitas penggunaan smartphone berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku phubbing.  "Intensity of Using Smartphone on Phubbing Behavior" (The research on citizens of Banda Aceh spending their time at coffee shop in Leung Bata distric).  This study has a title "Intensity of Using Smartphone on Phubbing Behavior" (The research on citizens of Banda Aceh spending their time at coffee shop in Leung Bata distric). This research aims to observe and discover whether there is any effect of intensity of using smartphone on phubbing behavior of people of Banda Aceh visiting coffee shop in Lueng Bata district. The study population is citizens of Banda Aceh which amounts to 250.303, where as the number of samples is determined by using precision Slovin formula of 10 percent of population resulting in the sample taken of 100 respondents. Media dependency theory, the main theory used in this research, observes that there are people dependency on mass media and people have different levels of dependence, starting from individuals, groups to cultures. The theory also states that the higher dependence on media is, the bigger influence of communication to media is. The approach of this study is quantitative descriptive analysis. The primary data in this research were obtained from survey by using questionnaire as research instrument and processed statistically with SPSS program version 20 utilizing validity test, reliability test, normality test, simple linear regression test, hypothesis test and identification of determinants. From the result of hypothesis testing resulting in t value 7.531 with 95% confidence interval and of linear regression resulting in the value of value b = 1,152 (115,2 %) with 0,000 significance level, it can be concluded that the intensity of using smartphone has a positive and significant effect on phubbing behavior.  
Konversi Agama (Studi Fenomenologi Pada Mualaf Tionghoa di Kota Banda Aceh) Abdillah Abdillah; M. Saleh Sjafei
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.978 KB)

Abstract

ABSTRAK Fenomena pindah agama atau istilah lain konversi agama merupakan perubahan keyakinan terhadap beberapa persoalan agama yang dibarengi dengan berbagai perubahan perilaku dan reaksi lingkungan sosial. Konversi agama akan membuat kehidupan seseorang berubah, karena pada dasarnya konversi agama merupakan perubahan mendasar dan penataan ulang identitas diri, makna hidup, juga aktivitas seseorang. Peristiwa konversi agama tidak hanya membawa konsekuensi personal, tapi juga reaksi sosial yang bermacam-macam, terutama dari pihak keluarga dan komunitas terdekat hingga ke lingkungan masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat (1) Perubahan dan penataan ulang identitas diri Mualaf Tionghoa, dan (2) Aktivitas hidup dan perubahan makna agama bagi mualaf Tionghoa setelah melakukan konversi agama. Lokasi penelitian ini di Gampong Panteriek, Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan informan  penelitian ditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Informan dalam penelitian ini terdiri dari lima orang mualaf Tionghoa. Pengumpulan data melalui metode partisipasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan identitas diri mualaf Tionghoa ditandai dengan penyesuaian diri akan aturan dan kewajiban dalam Islam. Kemudian  diikuti dengan penataan ulang identitas diri yang sesuai berdasarkan kategori identitas seorang muslim. Sedangkan aktifitas hidup para mualaf berlandaskan konsep syariat Islam yang dipelajari. Pada akhirnya para mualaf memaknai agama sebagai rule of life yang harus dihayati dan dijalankan dengan sungguh-sungguh. Religious Conversion (Phenomenology Study on Chinese Muslim in Banda Aceh City)ABSTRACTThe phenomenon of moving religions or other terms of religious conversion is a change of belief in some religious issues coupled with various behavioral changes and social environmental reactions. Conversion of religion will make a person's life change, because the conversion is essentially a fundamental change and rearrangement of self-identity, meaning of life, as well as a person's activity. Religious conversion events not only bring personal consequences, but also various social reactions, especially from the family and nearby communities to the wider community environment. The objectives of this research are (1) Change and rearrangement of the Chinese Muslim self-identity, and (2) Life activities and changes the meaning religious of Chinese Muslim after religious conversion. The location of this research was in Gampong Panteriek, Lueng Bata, Banda Aceh. This research uses qualitative methods with a phenomenological approach. The selection of research informant is determined using purposive sampling. The informant in the study consisted of five Chinese Muslim. Collection of data through participatory methods, and interviews. The results of this research showed that changes in the identity of Chinese Muslim are characterized by self-adjustment of rules and obligations in Islam. Then followed by rearrangement of the appropriate self-identity based on the category of identity of a Muslim. While the life activities of converts based on the concept of Islamic sharia studied. In the end converts have been religious as a rule of life that must be practiced and carried out in earnest.
SENSE OF PLACE DAN GREEN POLITICS: STUDI KASUS HUTAN ADAT MUKIM DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN DALAM KAWASAN PT. ACEH NUSA INDRAPURI DI KABUPATEN ACEH BESAR Rizalul Akbar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.485 KB)

Abstract

ABSTRAKSecara umum, sense of place di definisikan sebagai rasa kepemilikan antara tempat dengan manusia, dimana tempat tersebut dapat mmberikan rasa atau kesan tersendiri bagi mereka, baik rasa nyaman, aman, asing dan sebagainya, sense of place dapat terjadi dimana saja, seperti tempat sebagai kawasan hutan, tempat sebagai kawasan pertambangan dan sebagainya, didalam dalam sense of place terdapat tiga konsep yang di gunakan sebagai acuan dasar dalam mengidentifikasi sense of place yang terjadi dalam penguasaan dan pengelolaan hutan yaitu place, locale, dan sense of place. Green politics teori muncul karena isu-isu lingkungan dan kerusakan alam seperti pemanasan global, pengundulan hutan, dan rusaknya ekosistem makhluk hidup. Dalam teori green politics ada empat struktur penyebab utama krisis lingkungan hidup dan munculnya rezim lingkungan internasional dalam mengelola sumber daya alam yaitu sistem negara-bangsa, kapitalisme, ilmu pengatuhan, dan patriaki, green politics mempunyai tiga acuan dasar dalam menlindungi lingkungan yaitu, etika ekosentrisme, batas pertumbuhan dan desentralisasi kekuasaan. Penelitaian ini bertujuan untuk mengetahui sense of place hutan adat mukim dalam kawasan PT Aceh Nusa Indrapuri (ANI) dan dampak pembangunan PT ANI terhadap kerusakan lingkungan di kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian melalui pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang dapat memberikan informasi terhadap permasalahan yang penulis teliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tejadinya tumpah tindih klaim hutan adat Mukim dengan kawasan PT ANI menyebabkan konflik penguasaan lahan, hal ini disebabkan karena tidak adanya keterlibatan Mukim dalam perizinan dan pemetaan kawasan PT ANI dengan kawasan hutan adat. Dan dampak kerusakan lingkungan hilangnya tutupan tutupan hutan alami, hilangya ekologi padang pengembala, kebakaran hutan dan banjir bandang.Kata Kunci: sense of place, green politics, hutan adat Mukim dan PT ANI
REPRESENTASI TOLERANSI BERAGAMA MENURUT PANDANGAN ISLAM DALAM SERIAL ANIMASI UPIN DAN IPIN (Analisis Semiotika Episode Berjudul “Gong Xi Fa Cai” dan “Dugaan Ramadhan”) Maulizan Hidayat; Hamdani M. Syam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK       Penelitian ini berjudul Representasi Toleransi Beragama Menurut Pandangan Islam Dalam Serial Animasi Upin dan Ipin (Analisis Semiotika Episode Berjudul “Gong Xi Fa Cai” dan “Dugaan Ramadhan”). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap toleransi beragama yang direpresentasikan dalam serial  animasi Upin dan Ipin episode berjudul "Gong Xi Fa Cai", dan "Dugaan Ramadhan". Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dimana peneliti melakukan analisis terhadap setiap scene yang mengandung nilai-nilai toleransi beragama Yusuf Al-Qaradhawi pada serial animasi Upin dan Ipin episode berjudul “Gong Xi Fa Cai” dan “Dugaan Ramadhan”. Penelitian ini menggunakan teori Semiotika Roland Barthes yang membagi pemaknaan berdasarkan denotasi, konotasi dan mitos. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat representasi toleransi beragama menurut pandangan islam dalam serial animasi Upin dan Ipin episode berjudul "Gong  Xi Fa Cai", dan "Dugaan Ramadhan". Adapun sikap toleransi beragama menurut pandangan islam yang terdapat dalam serial animasi Upin dan Ipin episode berjudul "Gong  Xi Fa Cai", dan "Dugaan Ramadhan" meliputi : 1) saling menghormati; 2) saling menghargai; 3) tidak menyalahkan kepercayaan orang lain; 4) berbuat adil pada semua.Kata Kunci: Representasi, Toleransi Beragama, Serial Animasi, Semiotika dan Gong Xi Fa Cai.REPRESENTATION OF RELIGIOUS TOLERANCE BY ISLAMIC VIEWS ANIMATED SERVICES UPIN AND IPIN (Episode Semiotics Analysis Entitled "Gong Xi Fa Cai" and "Dugaan Ramadan")ABSTRACT        This research entitled Representation of Religious Tolerance According to Islamic Views in Upin dan Ipin Animation Series (Semiotics Episode Analysis entitled "Gong Xi Fa Cai" and "Dugaan Ramadhan"). The purpose of this research is to know the attitude of religious tolerance which is represented in Upin dan Ipin animated series episode titled "Gong Xi Fa Cai", and " Dugaan Ramadhan". This research is a descriptive qualitative research in which the researcher analyzed every scene containing religious tolerance values of Yusuf Al-Qaradawi on Upin dan Ipin animated episodes titled "Gong Xi Fa Cai" and " Dugaan Ramadhan". This research uses Roland Barthes Semiotics theory which divides meaning based on denotation, connotation and myth. The results show that there is a representation of religious tolerance according to Islamic views in the Upin dan Ipin animated series of episodes entitled "Gong Xi Fa Cai", and " Dugaan Ramadhan". The attitude of religious tolerance according to Islamic views contained in the animated series Upin dan Ipin episodes titled "Gong Xi Fa Cai", and " Dugaan Ramadhan" include: 1) mutual respect; 2) mutual respect; 3) do not blame the beliefs of others; 4) do justice to all.                                                   Keywords: Representation, Religious Tolerance, Animation Series, Semiotics and Gong Xi Fa Cai.

Page 57 of 102 | Total Record : 1018