cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
SOLIDARITAS SOSIAL KOMUNITAS PENDUKUNG SEPAK BOLA (Studi Pada Komunitas SKULL Persiraja Banda Aceh) Kausar Kausar; Khairulyadi, MHSc
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.903 KB)

Abstract

Pendukung sepak bola merupakan salah satu hal yang terpenting dalam dunia sepak bola. Kegemaran masyarakat akan sepak bola terlihat dari cara mereka mendukungnya, yaitu dengan membentuk komunitas pendukung sepak bola atau yang sering dinamakan fans klub. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana solidaritas sosial terbentuk dalam komunitas pendukung Persiraja, serta bagaimana solidaritas sosial dijaga dan dipertahankan dalam komunitas pendukung Persiraja. Teori yang digunakan adalah teori Interaksi Ritual oleh Randall Collins. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis metode deskriptif. Adapun teknik pengambilan informasi dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian diketahui bahwa solidaritas sosial terbentuk karena dikalangan komunitas atau pendukung tersebut sering terjadi interaksi ritual dan juga adanya tempat berkumpul yang sama sehingga menimbulkan rasa saling memiliki yang memiliki tujuan bersama dalam mendukung sebuah klub. Kemudian dari solidaritas terbentuk, muncul upaya menjaga dan mempertahankan solidaritas di dalam kelompok dengan komunikasi yang baik dalam internal kelompok, melakukan berbagai kegiatan secara bersama-sama. Sehingga dalam kelompok pendukung sepak bola tersebut ada rasa kekeluargaan yang dibangun, agar tidak terjadi konflik dan perpecahan antar sesama.SOCIAL SOLIDARITY COMMUNITY SUPPORT FOR FOOTBALL (Study on the SKULL community, Persiraja Banda Aceh)Football supporters are one of the most important things in the world of football. The community's craze of football is seen from the way in which they support it, by forming a football support community or often called Club fans. The research aims to determine how social solidarity is formed in the Persiraja support community, as well as how social solidarity is maintained and maintained in the Persiraja support community. The theory used was the theory of Ritual interaction by Randall Collins. This research is a qualitative study with a type of descriptive method. The information retrieval technique is done by purposive sampling technique. Data collection is done in three ways: observation, interviews, and documentation. The results of the research are known that social solidarity is formed because the community or supporters are often a ritual interaction and there is also the same gathering place that creates mutual respect that has a purpose Together in favor of a club. Then, the solidarity was formed, emerging efforts to maintain and maintain solidarity within the group with good communication in the internal group, doing various activities together. So in the group of football supporters there is a sense of family that is built, so that there is no conflict and division between the neighbors.SOCIAL SOLIDARITY COMMUNITY SUPPORT FOR FOOTBALL(Study on the SKULL community, Persiraja Banda Aceh)
Kebijakan Pemerintah Aceh Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat (Studi Analisis Program Pemerintah Aceh Tahun 2012-2017) Ihdal Husnayain; Dr. Effendi Hasan,MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.2 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Kebijakan Pemerintah Aceh dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat (Studi Analisis Program Pemerintah Aceh Tahun 2012-2017). Tujuan penelitiaan ini untuk menganalisis kebijakan apa saja yang telah Pemerintah Aceh lakukan dalam meningkatkan kesejahteraan di Aceh serta untuk mengetahui faktor penghambat yang dialami pemerintah dalam pelaksanaan program pemerintah dalam upaya mewujudkan kesejahteraan di Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Informan penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara terbuka, dokumentasi dan telaah buku maupun dokumen perundang-undangan.Teori utama yang digunakan dalam skripsi ini yaitu teori kebijakan, kesejahteraan dan kemiskinan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang telah Pemerintah Aceh lakukan adalah program Bantuan Keuangan Peumakmue Gampong (BKPG), Pembangunan Rumah Dhuafa, Beasiswa Pendidikan, Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Faktor penghambat dalam pelaksanaan program Pemerintah Aceh adalah keberagaman SOP, SDM yang kurang bertanggungjawab, serta kurangnya pengawasan kegiatan.Aceh Government Policy In Improving Community Welfare (Program Analysis Study Of The Aceh Government In 2012-2017)This research is entitled Aceh Government Policy in Improving Community Welfare (Study Program Analysis of Aceh Government in 2012-2017). The purpose of this research is to analyze what policies the Aceh Government has taken to improve welfare in Aceh as well as to find out the inhibiting factors experienced by the government in implementing government programs in an effort to realize prosperity in Aceh. The method used in this study is to use a qualitative descriptive approach. Research informants were determined using purposive sampling technique. The data sources used are primary and secondary data obtained through open interviews, documentation and review of books and legislation documents. The main theories used in this paper are policy theory, welfare and poverty. Based on the results of the study, it was shown that the policies that the Aceh Government had carried out were the Community Empowerment Fund (BKPG) program, Rumah Dhuafa Development, Education Scholarship, Aceh Health Insurance (JKA). The inhibiting factor in implementing the Aceh Government program is the diversity of SOPs, irresponsible human resources, and lack of supervision of activities.Il 
penggunaan politik etnis pada pilkada Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2017 (Studi tentang penyebab kekalahan kandidat dari suku pakpak) Sadryansyah Berutu
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.969 KB)

Abstract

Kabupaten Aceh Singkil memiliki beragam suku yang didominasi oleh Suku Pakpak sebagai kaum mayoritas. Semenjak dimekarkan dari Aceh Selatan kepala pemerintahan berasal dari suku Pakpak, awal pemekaran pada tahun 1999 dipimpin oleh H. Makmur Syahputra Bancin dan berlanjut pada periode berikutnya dengan masa jabatan 2006 hingga 2012 dan diteruskan oleh Syafriadi Manik dengan masa bakti 2012-2017 dari hasil pilkada 2012. Etnis menjadi bagian terpenting dalam kontestasi politik di Kabupaten Aceh Singkil, namun  estafet kepemimpinan suku Pakpak sebagai mayoritas untuk pertama kali dikalahkan oleh kandidat dari suku Jawa pada pilkada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran politik etnis pada pilkada tahun 2017 di Kabupaten Aceh Singkil dan penyebab kekalahan kandidat dari suku Pakpak pada pilkada tahun 2017 di Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, yaitu dengan menggunakan metode wawancara dan studi pustaka. Dimana peneliti melakukan wawancara dengan Bupati terpilih dari Suku Jawa dan pihak-pihak terkait serta mencari literatur-literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa pada pilkada tahun 2017 peran politik etnis sudah berkurang dan terjadi penurunan elektabilitas dari kandidat suku Pakpak yang disebabkan oleh beberapa faktor pada masa kepemimpinan suku Pakpak sebelumnya yaitu faktor personal (sikap arogansi dan otoriter), faktor internal (perpecahan dikalangan masyarakat suku Pakpak) dan faktor eksternal (pemanfaatan situasi politik dan pengelolaan klan politik).  Kata kunci: Politik Etnis, Klan Politik, Kekalahan Suku Pakpak. 
Hubungan Pelaksnaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Dengan kesejahteran Masyarakat Miskin Di Gampong Kutatinggi, Aceh Barat Daya trino Zulfan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.686 KB)

Abstract

Abstarak B. Indonesia ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui hubungan pelaksanaan antara Bantuan Pangan Non Tunai dengan kesejahteraan masyarakat miskin di Gampong Kuatatinggi. Pertanyaan penelitian: Apakah Bantuan Pangan Non Tunai Di Gampong Kutatinggi Tepat Sasaran Untuk Meningkatkan Kesejahteraan KPM Di Gampong Kutatinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsif kuantitatif karena metode ini lebih menekankan pada aspek pengukuran obyektif terhadap fenomena sosial. Subjek dalam penelitian adalah 40 KPM. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini probability sampling yaitu teknik yang meberikan peluang yang sama dengan bagi setia elemen populasi untuk dijadikan sampel. Instrumen penyaringan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori pembangunan manusia (Human Development). Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh nilai t hitung pada (X1) sebesar 3.519, nilai t tabel pada tingkat keyakinan sebesar 95% menunjukkan angka sebesar  2.0244. Karena nilai t hitung t tabel maka Ha di terima dan Ho di tolak  yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan pelaksanaan bantuan pangan non tunai terhadap kesejahteraan masyarakat miskin di Gampong Kutatinggi.Kata kunci: Kesejahteraan, Kemiskinan, BPNT. THE RELATIONSHIP OF THE IMPLEMENTATION OF NON CASH FOOD ASSISTANCE WITH THE POOR COMMUNITY WELFARE IN GAMPONG KUTATINGGI, ACEH BARAT DAYAAbtsrak B.InggrisThis study aims to find out to find out the relationship between the implementation of Non-Cash Food Aid and the welfare of the poor in Gampong Kutatinggi. Research question: Is Non-Cash Food Aid in Kutatinggi Village Right Target to Improve KPM Welfare in Kutatinggi Village. This study uses a quantitative descriptive approach because this method emphasizes the aspect of objective measurement of social phenomena. The subjects in the study were 40 KPM. The sampling technique in this study is probability sampling, a technique that provides the same opportunities for loyal population elements to be sampled. The data screening instruments used were observation, questionnaires and documentation. This study uses the theory of human development (Human Development). The results showed that the obtained value of t count at (X1) of 3.519, the value of t table at a confidence level of 95% showed a number of 2.0244. Because the value of t count t table then Ha is accepted and Ho is rejected which can be interpreted that there is a relationship between the implementation of non-cash food assistance to the welfare of the poor in the Kutatinggi Village. Keywords: Welfare, Poverty, BPNT.
PENGGUNAAN SISTEM ISYARAT BAHASA INDONESIA (SIBI) SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI (Studi Pada Siswa Tunarungu di SLB Yayasan Bukesra Ulee Kareng, Banda Aceh) Ade Pratiwi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1726.136 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Penggunaan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) sebagai media komunikasi (studi pada siswa tunarungu di SLB Yayasan Bukesra Ulee Kareng, Banda Aceh)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) sebagai media komunikasi dalam keseharian siswa tunarungu di SLB Bukesra. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori interaksi simbolik, yang berasumsi pentingnya makna bagi perilaku manusia, manusia bertindak terhadap manusia lainnya berdasarkan makna yang diberikan orang lain kepada mereka.  Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara semi terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini merupakan tujuh siswa tunarungu SLB Yayasan Bukesra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SIBI yang didasarkan pada tata bahasa Indonesia, hanya digunakan siswa ketika berkomunikasi dengan guru di sekolah, sedangkan untuk berkomunikasi dengan teman tunarungu lainnya mereka menggunakan SIBI tanpa imbuhan serta isyarat lokal yaitu isyarat yang berlaku dan hanya dimengerti dalam lingkup mereka.Kunci: Bahasa Isyarat, Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), Siswa Tunarungu.  ABSTRACTThis research is entitled “Using Indonesian Sign Language System as communication media (study in Deaf students at the Extraordinary School of BUKESRA foundation Ulee Kareng, Banda Aceh)”. The purpose of study was to find out and to see of using Indonesian Sign Language System (known as SIBI) as communication media in everyday life of deaf students at the Bukesra Foundation. The theory used in this research is symbolic interactionism theory that assumes  the importance of meaning for human behavior, human beings act toward others on the basis of a given meaning of others to them. The methods of data collection use in this study were descriptive qualitative approach with semi-structured interview, observation, and documentation. The informants in this study were seven deaf students at the Bukesra Foundation. The results of this research showed that using SIBI which is based on Indonesian grammar, only used by students when communicating with teachers at school, while to communicate with other deaf friends they use SIBI without affixing as well as local signs which are valid signs and are only understood within their scope Keywords: Sign Language, Indonesian Sign Language System,  Deaf. 
Pengaruh Menghafal Al-qur'an Sebagai Komunikasi Transendental Terhadap Kecerdasan Emosional Irma Suryani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1946.058 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini didasarkan pada pemikiran bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosional adalah menghafal Al-Qur'an, yang merupakan bagian dari komunikasi transendental. Pembentukan pribadi santri tentu tidak lepas dari adanya pengaruh pendidikan agama dalam hal ini pendidikan Al-Qur'an yang diterpkan di dalam dirinya. Tujuan penelitian ini untuk melihat apakah ada pengaruh menghafal Al-Qur'an dengan kecerdasan emosional santri di Madrasah Ulumul Qur'an (MUQ), Aceh Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kuantitatif. Populasi berjumlah 289 orang santri, dengan sampel yang diteliti 74 orang. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa realitas menghafal Al-Qur'an santri MUQ sebesar dengan kualifikasi positif. Realitas kecerdasan emosional santri MUQ sebesar dengan kualifikasi positif. Hasil penelitian untuk hubungan kedua variabel, hasil perhitungan regresi linear membuktikan bahwa terdapat hubungan sebesar 0,415 (cukup dan berarti) antara menghafal Al-Qur'an sebagai komunikasi transendental terhadap kecerdasan emosional santri MUQ, Aceh Besar. Menghafal Al-Qur'an sebagai komunikasi transendental juga memberikan efek sebesar 19,20% sedangkan sisanya dipengaruhi faktor-faktor lain diluar proses menghafal Al-Qur'an. Kata Kunci : Menghafal, Al-Qur'an, Komunikasi, Transendental, Kecerdasan, Emosional                          ABSTRACT This research is based on the idea that one of the factors that influence emotional intelligence is memorizing the Qur'an, which is part of transcendental communication. The personal formation of santri is certainly inseparable from the influence of religious education in this case the Al-Qur'an education which is applied inside him. The purpose of this study is to see whether there is an effect of memorizing the Qur'an with the emotional intelligence of students in the Ulumul Qur'an Madrasah (MUQ), Aceh Besar. The method used in this study is a quantitative method. The population amounted to 289 santri, with samples studied 74 people. Based on the results of data analysis, it is known that the reality of memorizing the Qur'an of the MUQ students is as big as a positive qualification. The reality of MUQ santri's emotional intelligence is as big as positive qualifications. The results of the study for the relationship of the two variables, the results of linear regression calculations prove that there is a relationship of 0.415 (sufficient and meaningful) between memorizing the Qur'an as transcendental communication on the emotional intelligence of MUQ students, Aceh Besar. Memorizing the Qur'an as transcendental communication also has an effect of 19.20% while the rest is influenced by other factors beyond the process of memorizing the Qur'an. Keywords: Memorizing, the Qur'an, Transcendental, Communication, Emotional, Intelligence
Adaptasi Keluarga Nelayan Korban Bencana Tsunami Pasca Relokasi Pemukiman IBRAHIM IBRAHIM; Khairulyadi Khairulyadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.698 KB)

Abstract

Abstrak Bahasa IndonesiaABSTRAKRelokasi sebagai bentuk penanggulangan bencana dan adaptasi menjadi respon dari dampak bencana tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi sosial ekonomi keluarga nelayan korban bencana tsunami pasca relokasi di Gampong Baro. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif dengan pemilihan informan diperoleh menggunakan metode purposive sampling. Penulis menggunakan Teori Adaptasi Hardesty dan Model Roller Coaster untuk menganalisis secara keseluruhan permasalahan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dan dianalisis menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa makna dan pengalaman bencana bagi keluarga berbeda satu sama lain. Saat bencana terjadi, setiap individu dalam sebuah keluarga secara spontanitas berpikir untuk bertahan hidup. Salah satunya dengan beradaptasi. Cara beradaptasi yang dilakukan setiap keluarga cenderung bekerja lebih dari satu pekerjaan untuk mengatasi minimnya pendapatan. Letak pemukiman relokasi yang jauh dari lautan mengharuskan keluarga menempuh perjalanan jauh untuk bekerja di kampung sebelum mereka direlokasi. Mereka terpaksa bekerja di sektor laut karena skill dimiliki hanya pada sektor laut. Jika beralih pada profesi lain mereka mengalami kesulitan. Masalah di lokasi relokasi korban tidak memiliki lahan, harta benda dan tidak tersedianya lapangan pekerjaan, dermaga, waduk penampungan air untuk bersawah dan jalan yang rusak. Pasca bencana kehidupan direlokasi  berdampak pada perubahan sumber pendapatan dan mempengaruhi keuangan keluarga.Kata Kunci : Bencana, Keluarga, Relokasi, dan Adaptasi. Judul Bahasa Inggris  : Adaptation of Families of Tsunami Affected Fisherman After ResettlementAbstrak Bahasa Inggris :ABSTRACT The relocation as a form of disaster mitigation and adaptation response from the impact of the disaster. This research aims to know the socio-economic adaptation of fishing families victims of the tsunami disaster post relocation in Gampong Baro. This study uses qualitative methods a descriptive approach with the selection of the informant is obtained using the method of purposive sampling. The author uses the theory of Adaptation Hardesty and Roller Coaster Model to analyze the overall problems of the research. Data collection was done with interviews, and analyzed using qualitative methods. The research found that the meaning and experience of disaster for families different from each other. When the disaster happened, every individual in a family of spontaneity to think to survive. By adapt. How to adapt that is conducted each family tends to work more than one job in order to overcome the lack of income. Layout of residential relocation away from the ocean requires families traveled long distances to work in the village before they relocated. They were forced to work in a sector of the sea because of the skill possessed only a sector of the sea. If switched on other professions they are experiencing difficulties. The problem at the site of the relocation of the victims do not have land, possessions and the unavailability of jobs, docks, water catchment reservoirs for bersawah and roads damaged. After the lives of relocated impact on sources of income change and influence the family finances.Keywords: Disaster, family, relocation, and adaptation.
PERANAN TOKOH MASYARAKAT DALAM MENCEGAH MASUKNYA LGBT DI ACEH (Studi kasus di Gampong Laksana Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh) nur asmawati; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.61 KB)

Abstract

PERANAN TOKOH MASYARAKAT DALAM                  MENCEGAH  MASUKNYA  LGBT  DI ACEH(Studi kasus di Gampong Laksana Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh) Nurasmawati1),Dr. Amsal Amri M.Pd2)Program Studi Ilmu Sosiologi, Fakultas ISIP, Universitas Syiah KualaEmail : nurasmawati25@gmail.com ABSTRAKLGBT merupakan singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual, dan Trangender merupakan suatu prilaku menyimpang dari nilai-nilai, norma-norma yang ada pada masyarakat indonesia khususnya di Gampong Laksana, Aceh, yang telah menerapkan Syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan tokoh masyarakat terhadap fenomena LGBT di Gampong Laksana Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh dan untuk mengetahui dan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam mengatasi LGBT bagi Tokoh Masyarakat Gampong Laksana. Teori yang digunakan adalah teori dari Travis Hirschi yaitu teori kontrol sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara , dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data.Hasil penelitian menunjukan bahwa Pandangan Tokoh Masyarakat dan prilaku LGBT karena tidak sesuai dengan budaya, agama, lingkungan sosial dan pergaulan sebaya,  media, apalagi fenomena LGBT di Banda Aceh masih tabu khusus bagi kelompok yang pemikirannya didasari agama dan adat-istiadat setempat.Faktor-faktor pendukung bagi Tokoh Masyarakat dalam mencegah/mengantisipasi prilaku LGBT yaitu adanya    partisipasi masyarakat dalam memerangi prilaku LGBT,  dan adanya dukungan dari pemerintah dan lembaga pendidikan agama maupun formal. Faktor-faktor yang menghambat Tokoh Masyarakat dalam  bertugas mencegah LGBT yaitu, sulitnya mengajak semua lapisan masyarakat  untuk berpartisipasi mencegah prilaku menyimpang tersebut.Kata kunci : LGBT, Kontrol Sosial, Tokoh MasyarakatABSTRACTLGBT  which stands for lesbian, gay, bisexual and transgender is behavior deviant based on indonesian norms and value. The rules about this are regulated especially in Aceh where Islamic Law is implemented.This study aims to reveal how the public figures of Gampong Laksana, Kuta Alam view the LGBT phenomenon. This study also aims to find out the supporting factors and obstacles faced by these figures in anticipating this LGBT phenomenon. This study is based on social control theory by Travis Hirschi. The method used for this study is descriptive through observation, interview, and documentation as data. The data gathered through observation, interview, documentation  is further analyzed . There are six participants in this study. The study shows that the public figures of Gampong Laksana view LGBT phenomenon as deviant behavior that is not appropriate with  local culture, religious values, social values,and mass media held dearly by the people. Moreover, this phenomenon is taboo topic especially  for people in Banda Aceh who  implement the principles of religious  and local norms in the place. The study also finds that the supporting factors to anticipate this phenomenon is community participation in fighting the LGBT  which is supported by government,  education institution, religious institution as well as other formal institutions. The obstacles faced by the figures is that it is hard to ask all member of society to contribute in minimizing the deviant behavior  In addition, the big number of residents of Gampong Laksana, its different tribes along with the modern thought and indiffverent views make it hard for he figures to anticipate this phenomenon.Keywords: LGBT, Social control, Public figures
Strategi Komunikasi Ombudsman RI Perwakilan Aceh dalam Mensosialisasikan Peran Ombudsman kepada Masyarakat Aceh Rizwi Aisyah Claudia Putri; Dr. Rahmawati, M.Si
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.92 KB)

Abstract

ABSTRAK, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang dilakukan oleh Ombudsman RI Perwakilan Aceh dalam mensosialisasikan peran Ombudsman dan untuk mengetahuifaktor kendala Ombudsman RI Perwakilan Aceh dalam mensosialisasikan peran Ombudsman.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dalam penelitian ini menggunakan teori AIDDA. Dalam penggunaan AIDDA, agar seseorang melakukan tindakan (action), pertama-tama harus dibangkitkan perhatiannya (attention) sebagai awal dari berhasil atau tidaknya suatu komunikasi yang dilakukan. Elemen AIDDA adalah Attention (perhatian), Interest (minat), Desire (hasrat), Descision (keputusan), Action (tindakan/ kegiatan). Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara semi terstrukur dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2018 kepada 5 orang informan yang terdiri dari 1 (satu) orang Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh dan 1 orang Asisten Ombudsman RI Perwakilan Aceh, 1 orang masyarakat yang tergabung menjadi Rakan Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Informan keempat dan kelima merupakan masyarakat yang tidak tergabung dalam Ombudsman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan oleh Ombudsman RI Perwakilan Aceh dalam mensosialisasikan peran Ombudsman kepada masyarakat adalah membentuk WP3 yaitu Wartawan Peduli Pelayanan Publik, melakukan sosialisasi, mengadakan diskusi tematik, mengadakan Training of Trainer (TOT) bagi Rakan Ombudsman, dan mengadakan pertemuan berkala. Media merupakan alat komunikasi yang paling sering digunakan sebagai strategi komunikasi oleh Ombudsman RI Perwakilan Aceh.Media dianggap sebagai alat komunikasi yang mudah, berdampak besar dan murah sehingga tidak membutuhkan biaya tambahan untuk kegiatan sosialisasinya.Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Ombudsman, Sosialisasi, dan Peran.  OMBUDSMAN IN ACEH TO SOCIALIZE THE ROLE OF OMBUDSMAN TO ACEHNESE PEOPLE ABSTRACT, This research aims to in order to understand communication strategy which was carried out by Ombudsman RI of Aceh to socialize the role of the Ombudsman and in order to understand the factors which hinder Ombudsman RI of Aceh to socialize the the role of the Ombudsman.The approach used in this research is a qualitative approach with descriptive methods. In this research  using the AIDDA theory.In the use of AIDDA, so that someone takes action, his attention must first be raised as the beginning of the success or failure of a communication made. The AIDDA element is Attention, Interest, Desire, Descision, and Action.Data collection techniques used are semi-structured interviews and documentation. The informant selection technique used is the Purposive Sampling technique. This research was conducted in October 2018 to 3 informants consisting of 1 (one) Head of Ombudsman RI of Aceh and 1 Assistant of Ombudsman RI of Aceh, 1 (one) community member who joined Ombudsman RI of Aceh, The fourth and fifth informants are people who do not belong to the Ombudsman.The results showed that the communication strategy carried out by Ombudsman RI of Aceh in socialize the role of the Ombudsman to the public was forming WP3 namely Wartawan Peduli Pelayanan Publik, conducting socialization, holding thematic discussions, holding Training of Trainers (TOT) for the Ombudsman, and holding regular meetings. Media is a communication tool that is most often used as a communication strategy by Ombudsman RI of Aceh. Media is considered an easy communication tool, has a big and cheap impact so it does not require additional costs for socialization activities.Keywords: Communication Strategy, Ombudsman RI, Socialization, and Role.
PENGARUH POLITIK IDENTITAS ETNIS TIONGHOA TERHADAP KEMENANGAN AMINULLAH USMAN-ZAINAL ARIFIN PADA PILKADA 2017 DI BANDA ACEH armia armia; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.367 KB)

Abstract

ABSTRAKSalah satu catatan penting berkaitan dengan dinamika politik di kota Banda Aceh adalah Partisipasi politik masyarakat etnis Tionghoa meningkat pada Pilkada tahun 2012 sebesar 11% dibandingkan tahun-tahun pilkada sebelumnya, Keterlibatan etnis Tionghoa dalam hal Partisipasi mereka secara idividu dalam memilih kepala daerah pada pilkada Aceh 2017, menjadi kekuatan politik penyumbang suara bagi calon walikota Banda Aceh sehingga berpengaruh terhadap kemenangan calon tersebut. Menurut data yang tertera pada website KPU (Pilkada 2017.kpu.go.id.13 Mei 2017), bahwa pasangan Aminullah-Zainal memperoleh kemenangan suara sebanyak 877 di gampong Peunayong dibandingkan pasangan Illiza-Farid yang hanya memperoleh suara sebesar 88, dimana wilayah gampong peunayong  tersebut 70% dihuni oleh etnis Tionghoa. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami proses pertumbuhan politik identitas etnis Tionghoa Banda Aceh pada pilkada Aceh 2017 serta pengaruh dan kepentingan politik identitas etnis Tionghoa terhadap kemenangan Aminullah-Zainal pada pilkada 2017. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Kualitatif deskriptif.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan politik identitas etnis Tionghoa di Banda Aceh pada pilkada 2017 ditandai dengan adanya tingkat partisipasi etnis Tionghoa dan mobilisasi massa yang dilakukan oleh HAKKA untuk mendukung pasangan Aminullah- Zainal pada masa kampaye pemilihan walikota 2017. Hadirnya HAKKA membuat kesadaran politik etnis Tionghoa meningkat dalam memperjuangkan aspirasi Etnis Tionghoa, dalam mempengaruhi kebijakan yang akan dibuat oleh pemerintah melalui elit-elit politik.Kata Kunci: Etnis Tionghoa, Politik Identitas, Pilkada 2017, Aminullah-ZainalTHE POLITICAL INFLUENCE OF ETHNIC CHINESE IDENTITY TO THE VICTORY OF AMINULLAH USMAN-ZAINAL ARIFIN AT ELECTION 2017 IN BANDA ACEHABSTRACTOne of the important records relating to the political dynamics in the city of Banda ACEH is the political participation of ethnic Chinese society increased in the elections in 2012 by 11% compared to the previous years of regional elections, ethnic Chinese involvement in Their participation was in the case of selecting regional head in the Aceh election of 2017, becoming the political power of voting donors for the prospective mayor of Banda Aceh to influence the victory of the candidate. According to the data listed on the website of KPU (election 2017. Kpu. Go. Id. 13 May 2017), that the spouse of Aminullah-Zainal received a vote of 877 in gampongs Peunayong compared to Illiza-Farid who only received a vote of 88, in which The area of Gampongs City was 70% inhabited by ethnic Chinese. The purpose of this research is to understand the process of political growth in the ethnic Chinese identity of Banda Aceh in the 2017 ACEH election and the political influence and interests of the ethnic Chinese identity of the victory of Aminullah-Zainal in the 2017 election. The study uses qualitative descriptive methods of approach.. The results of this study showed that the political growth of ethnic Chinese identity in Banda ACEH at the 2017 elections was characterized by a level of ethnic Chinese participation and the mass mobilization carried out by HAKKA to support the partner Aminullah- Zainal at the time of campaigner election 2017 mayor. The presence of HAKKA politics made the ethnic Chinese political consciousness increased in the fight for ethnic Chinese aspirations, in influencing the policy to be made by the Government through the political elites.Keywords: ethnic Chinese, identity politics, election 2017, Aminullah-Zainal

Page 55 of 102 | Total Record : 1018