cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
Pengaruh Politik Etnis Minoritas Yang Terdiskriminasi Dalam Pilkada Di Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam Lisdar Payung; Dr. Effendi Hasan, M.A
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.476 KB)

Abstract

ABSTRAKUndang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan kepala daerah telah dijelaskan bahwa untuk menjamin tercapainya cita-cita dan tujuan nasional sebagaimana termakjub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 perlu diselenggarakan pemilihan umum untuk memilih anggota dewan perwakilan rakyat, anggota dewan perwakilan daerah, presiden dan wakil presiden, dan untuk memilih anggota dewan perwakilan daerah, sebagai sarana mewujudkan kedaulatan rakyat untuk menghasilkan wakil rakyat dan pemerintahan negara yang demokratis berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945, adapun pemilihan kepala daerah sejak pemekaran dari kabupaten Aceh Singkil pada tahun 2007 sudah melakukan tiga kali pemilihan daerah yang berturut-turut dimenangkan oleh kaum suku Singkil yang berpenduduk asli di Kecamatan Rundeng, dengan judul skripsi pengaruh politik etnis terhadap minoritas yang terdiskriminasi dalam pilkada di kecamatan rundeng kota subulussalam Berdasarkan rumusan masalah yang pertama yaitu bagaimanakah pengaruh politik etnis minoritas yang terdiskriminasi dalam pilkada di Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam dan apakah faktor-faktor yang mempengaruhi politik etnis minoritas yang terdiskriminasi dalam pilkada di Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam. Adapaun penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Jika dilihat hasil dari penelitian ini yaitu adanya berpengaruh buruk terdahap suatu kehidupan suku minoritas dan kurangnya perhatian dari pihak penguasa yang berdampak pada kesengajangan sehingga terjadinya konflik terhadap pihak minoritas, Sebagai kesimpulan dapat dikatakan diskriminasi tehadap kaum minoritas  khususnya suku jawa, gayo dan aceh diketahui adanya pengaruh politik etnis suku minoritas yang terdiskriminasi dalam pilkada. Maka perlu ditemukan solusi yang lebih komprehensif dengan memperbaiki sistem pemilu dan meningkatkan evaluasi secara subtansi dengan memperbaiki praktek demokrasi agar tidak mencederai nilai dan norma lokal. Karena suatu demokrasi bergantung bagaimana memahami dan memperbaiki praktek demokrasi menjadi lebih baik untuk menciptakan ketertiban politik dalam pemilu.Kata kunci: Politik Etnis, Politik Identitas, Diskriminasi, Kesukuan, Pilkada, Kepala Daerah.  ABSTRACT Law Number 7 of 2017 concerning regional head elections has been explained that in order to guarantee the achievement of national ideals and goals as amazed in the opening of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia the Republic of Indonesia needs to be held in general elections to elect members of the legislative assembly, members of the representative regions, presidents and vice presidents, and to elect members of regional representative councils, as a means of realizing popular sovereignty to produce democratic people's representatives and government based on Pancasila and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, as for the election of regional heads since the division of the district Aceh Singkil in 2007 had made three regional elections in a row won by the indigenous Singkil tribe in Rundeng Sub-district, with the title thesis on the influence of ethnic politics on discriminated minorities in the elections in the Rundeng sub-district of subulu city salam Based on the formulation of the first problem, how is the political influence of ethnic minorities discriminated against in the elections in Rundeng Subulussalam City and what are the factors that influence the ethnic minority politics that are discriminated in the elections in Rundeng Subdistrict, Subulussalam City. As for this study using a qualitative method. If seen from the results of this study, there is a bad influence on the lives of a minority ethnic group and a lack of attention from the authorities that has an impact on the suffering, resulting in conflicts against minorities. In conclusion, discrimination can be said against minorities, especially the Javanese, Gayo and Aceh tribes, the influence ethnic minority ethnic politics that are discriminated against in the elections. Then it is necessary to find a more comprehensive solution by improving the electoral system and increasing evaluation substantially by improving democratic practices so as not to harm local values and norms. Because a democracy depends on how to understand and improve the practice of democracy it is better to create political order in elections. Keywords: Ethnic Politics, Identity Politics, Discrimination, Ethnic, Election, Regional Head.
ANALISA MODAL SOSIAL PADA KELOMPOK TANI (Studi Pada Kelompok Tani di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah) Bima Afriliansyah; Prof. Dr. Bahrein T Sugihen, MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.02 KB)

Abstract

ABSTRAK  Modal sosial pada kelompok tani di Kecamatn Bukit, Kabupaten Bener Meriah menjadi menarik untuk dikaji. Kajian ini dilakukan tidak haya untuk mengetahui gambaran modal sosial pada kelompok tani, Melainkan juga untuk mengetahui apa saja faktor pendorong terbentuknya modal sosial pada kelompok tani di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah. Tujuanpenelitianinimengetahui gambaran dan faktor pendorongnya modal sosial pada kelompok tani di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori modal sosial yang dikemukakan oleh Robert Putnam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan,modal sosial yang dimiliki kelompok tani adalah jaringan, norma, kepercayaan. Jaringan, norma, kepercayaan saling berhubungan satu sama lain dan memiliki fungsi masing-masing sebagai modal sosial. Terdapat dua bentuk jaringan dalam kelompok tani yaitu jaringan mikro dan jaringan makro. Jaringan mikro meliputi hubungan antar sesame anggota kelompok tani dan jaringan makro meliputi hubungan dengan kelompok tani lain maupun pemerintah. Dalam kelompok tani juga memiliki norma yang berisi aturan-aturan berorganisasi. Usaha pencapaian tujuan kelompok tani di pengaruhi kepercayaan sebagai modal sosial, keberhasilan tersebut dicapai melalui hubungan-hubungan kerjasama dalam jaringan.Hal yang mendasari terbentuknya modal social dalam kelompok tani karena adanya jaringan yang sengaja diciptakan demi kepentingan pencapaian kepentingan kelompok. Selain itu, kepercayaan, norma, kerjasama, dan teknologi pertanian menjadi unsure pendorong dalam pembentukan modal social dalam kelompok tani. Pendorong modal social tersebut karena adanya rasa saling membutuhkan. Kata Kunci : Petani, Kelompok Tani, Modal SosialANALYSIS OF SOCIAL CAPITAL IN FARMER GROUPS(Study on Farmer Groups in Bukit District, Bener Meriah Regency)ABSTRACT             Social capital in farmer groups in Bukit Subdistrict, BenerMeriah Regency becomes interesting to study. This study was conducted not only to find out the description of social capital in farmer groups, but also to find out what were the factors driving the formation of social capital in farmer groups in the Bukit District of BenerMeriah Regency. The purpose of this study is to describe and motivate social capital in farmer groups in Bukit Subdistrict, BenerMeriah Regency. The theory used in this study is the theory of social capital proposed by Robert Putnam. This study used descriptive qualitative method. The technique of collecting data is done through in-depth interviews and documentation. The results of this study indicate that social capital owned by farmer groups is networks, norms, beliefs. Networks, norms, beliefs are related to each other and have their respective functions as social capital. There are two forms of networks in farmer groups, namely micro and macro networks. Micro networks include relations between fellow members of farmer groups and macro networks including relationships with other farmer groups and the government. In farmer groups also have norms that contain organizational rules. Efforts to achieve the objectives of farmer groups are influenced by trust as social capital, this success is achieved through cooperative relationships in the network. This is what underlies the formation of social capital in farmer groups because of the existence of networks that are deliberately created in the interest of achieving group interests. In addition, agricultural trust, norms, cooperation and technology are the driving elements in the formation of social capital in farmer groups. The driver of social capital is because there is a sense of mutual need.Keywords: Farmer, Farmer Group, Social Kapital
PERANAN KEPALA SUKU TERHADAP PENCEGAHAN TIMBULNYA KONFLIK PEMILU DI KABUPATEN TELUK BINTUNI (Studi Kasus Sistem Noken Pada Pilkada Bupati tahun 2017 di Distrik Moskona Utara). Frans Amnan; Ubaidullah M.A
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.489 KB)

Abstract

PERANAN KEPALA SUKU TERHADAP PENCEGAHAN TIMBULNYA KONFLIK PEMILU DI KABUPATEN TELUK BINTUNI (Studi Kasus Sistem Noken Pada Pilkada Bupati tahun 2017 di Distrik Moskona Utara).Frans Amnan [1] Ubaidullah [2](ranhexadozho@gmail.com, ubaidullah@unsyiah.ac.id)Program Studi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Syiah Kuala ABSTRAK Model Pemilihan Sistem Noken, yang lahir di wilayah Pegunungan Papua adalah salah satu karya budaya adat dan kearifan lokal yang dikembangkan dikali ini. Terutama ketika datang pemilu publik mometum di Highlands Papua menggunakan sistem Noken setara kotak suara. Sistem Noken adalah sistem pemilu yang penggunanya menggunakan noken yang tergantung disalah satu kayu dan digunakan sebagai pengganti kotak suara, meskipun teknis dan prosedur pemilihan sistem noken berbeda dari prosedur dalam manajemen pemilu pada umumnya, tapi masih masyarakat adat mengadakan pemilihan oleh sistem noken. Karena, menurut mereka sistem ini adil dan jujur karena itu hasil musyawarah yang kolektif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam menunjang penelitian ini, adalah sebagai berikut: (a) Wawancara mendalam (depth interview); (b) Observasi. Penelitian ini menggunakan teknis analisis data kualitatif. Keabsahan (validitas) data digunakan teknik triangulasi sumber.Kata Kunci: Peran, Kepala Suku, Pemilu Sistem Noken,  ABSTRACT   The election by using uncommon procedure called Noken system was originally born in the Papua Mountains. It is one of the cultural masterpieces of the indigenous and local wisdom in Papua. When a momentum of public elections come to Papua Highlands, the local people in Papua used Noken system which is regarded as an equal election system as in the general election in which election boxes are provided for the voters. The Noken system is an electoral system in which the voters use a Noken hanging up in one of the wood and is used as a substitute for the ballot or election box. Although the technical and election procedures of the Noken system is different from the procedures in general election management, but the indigenous peoples still hold their elections by empolying such system. They believe that this system is a fair and honest procedure because it is the result of a collective deliberatio Keywords: Role, Tribal Chief, Election with Noken System[1] Mahasiswa Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala[2] Dosen Pembimbing
Efektivitas event Aceh Clothing Festival terhadap produk lokal Aceh (studi pada Mahasiswa FISIP Unsyiah) Furqanul Haq; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.679 KB)

Abstract

Efektivitas event Aceh Clothing Festival terhadap produk lokal Aceh(studi pada Mahasiswa FISIP Unsyiah) Furqanul Haq,  Dr. Alamsyah Taher, M. SiProgram Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah KualaEmail: Furqanulhaq95@gmail.com ABSTRAKPenelitian ini berjudul “efektivitas event Aceh Clothing Festival terhadap produk lokal Aceh”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif nya event Aceh Clothing Festival bagi minat beli masyarakat terhadap produk lokal Aceh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Komunikasi Pemasaran karena teori tersebut dapat membantu dalam menganalisis bagaimana strategi promosi khususnya promosi melalui sosial media. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam subjek penelitian ini terdapat dua orang informan, yaitu ketua panitia Aceh Clothing Festival dan pemilik brand lokal yang ada di Aceh. Dan untuk objek pada penelitian ini adalah tiga orang Mahasiswa FISIP Unsyiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa event Aceh Clothing Festival sangat berdampak bagi masyarakat khususnya mahasiswa FISIP Universitas Syiahkuala, karena melalui event ini mereka bisa mengetahui tetang brand-brand lokal yang ada di Aceh. Pihak Aceh Clothing Familia selaku penyelenggara event ini menggunakan strategi-strategi promosi untuk menarik minat pengunjung agar dapat berpartisipasi dalam event ini. Strategi-strategi yang dilakukan adalah melakukan promosi menggunakan media sosial twitter, Instagram, poster, dan baliho. Dan juga dengan menggunakan artis-artis ibu kota sebagai bintang tamu.Kata kunci : Efektivias, Produk, Pemasaran       ABSTRACTThis research is entitled "The effectiveness of the Aceh Clothing Festival event on local Aceh products". This research aims to determine how effective the Aceh Clothing Festival event is for people's buying interest in local Aceh products. The theory used in this research is Marketing Communication Theory because the theory can help in analyzing how the promotion strategy especially promotion through social media. The approach in this research uses a qualitative approach. In the subject of this research there were two informants, namely the chairman of the Aceh Clothing Festival committee and the owner of a local brand in Aceh. And for the object of this research are three Unsyiah FISIP students. The results of this study indicate that the Aceh Clothing Festival event is very influential for the community, especially FISIP Syiahkuala University students, because through this event they can find out about local brands in Aceh. Aceh Clothing Familia as the organizer of this event uses promotional strategies to attract the interest of visitors to participate in this event. The strategies carried out are conducting promotions using social media Twitter, Instagram, posters, and billboards. And also by using capital artists as guest stars.Keywords: Effectiveness, Products, Marketing
Strategi Komunikasi Organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Kota Banda Aceh Dalama Upaya Meningkatkan Pelayanan Publik Berbasis Elektronik Pemerintah E-government Sukma Yulia; Ade Irma.,BH.Sc.,MA Ade Irma.,BH.Sc.,MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.954 KB)

Abstract

 Penelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Organisasi Dinas Penanaman Modal dan  Pelayanan  Perizinan  Terpadu  Satu  Pintu  Pemerintah  Kota  Banda  Aceh Dalama Upaya Meningkatkan Pelayanan Publik Berbasis Elektronik Pemerintah (E-government)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi organisasi yang digunakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Banda Aceh dalam upaya meningkatkan pelayanan publik berbasis e- government, serta untuk  mengetahui hambatan  yang muncul ketika penerapan strategi komunikasi organisasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori yang dikemukan oleh Karl Weick pada tahun 1969 dimana organisasi tidak dibentuk dari struktur dan jabatan melainkan dari aktivitas-aktivitas komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Informan dari penelitian terdiri 6 orang pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan  Perizinan  Terpadu  Satu  Pintu  Pemerintah  Kota  Banda  Aceh  yang dipilih berdasarkan tehnik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam   penelitian   ini   yaitu   wawancara   dan   observasi.   Hasil   penelitian menunjukkan bahwa strategi   yang digunakan yaitu membangun komunikasi internal diantara anggota organisasi, membangun kedekatan secara emosional dan meningkat  rasa  kepedulian  terhadap  anggota  organisasi,  menggunakan  media sosial (Whatsapp Group) sebagai sarana komunikasi pendukung, melakukan evaluasi terhadap kinerja yang sudah dilakukan. Hambatan yang muncul pada saat komunikasi ialah bedanya  karakter setiap orang, seringnya terjadi mutasi dan perpindahan karyawan, kurangnya kemampuan berkompetensi dari beberapa karyawan.  The  communications  strategy  of  office  organizational licensing  service  investment  and  one door  integrated  town  of  banda  aceh  to improve public services based e-governmentThis  study  is  entitled  the  communications  strategy  of  office  organizational licensing  service  investment  and  one door  integrated  town  of  banda  aceh  to improve public services based e-government. This study aims to find out how the communications strategy an organization that started as used the local office of the citys investment and named integrated one stop of licenses as management practices the entrance of the city banda aceh in efforts to enhance the service a public service e-government based And to know obstacles that comes when the application of the communications strategy organization. The theory used in this research is the theory put forward by karl weick in 1969 where organization not in the form of structure and office but of the activity of communicating. This study adopted qualitative approaches that is descriptive .Informants of the study consisting 6 people employees agency investment and licensing service an integrated  one  the  entrance  of  the  city  banda  aceh  selected  by  purposive technique. a collection techniques used in this research which is an interview and observation.The result  showed  that  the strategy  used  are  Used  it  is  to  build internal communication among members of an organization , building of emotionally and increasing a sense of concern to members of an organization , using social media  (whatsapp group) as a means of communication , evaluate on performance had already performed . The impediments that appeared at the time when communication is every man character is the difference , the displacement of mutation and often employees , lack of ability berkopetensi of some of the factory workers.
Komunikasi Interpersonal Pengasuh Dalam Membentuk Karakter Kedisiplinan Anak (Studi Pada Panti Asuhan Yayasan Islam Media Kasih Banda Aceh) Luthfiana -; Martunis Yahya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.321 KB)

Abstract

ABSTRAK, Penelitian ini berjudul “Komunikasi Interpersonal Pengasuh Dalam Membentuk Karakter Kedisiplinan Anak (Studi Pada Panti Asuhan Yayasan Islam Media Kasih Banda Aceh)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi interpersonal pengasuh dalam membentuk karakter kedisiplinan anak panti asuhan Yayasan Islam Media Kasih Banda Aceh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini   adalah teori Devito (efektivitas komunikasi interpersonal). Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif yang berjenis deskriptif.  Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis dengan melakukan reduksi data, penyajian data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengasuh panti asuhan Yayasan Islam Media Kasih Banda Aceh dalam membentuk karakter kedisiplinan anak-anak asuhnya, menggunakan lima komponen efektifitas komunikasi interpersonal. Komponen tersebut yaitu, keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan juga dapat dilihat bahwa, pengasuh tidak memiliki kendala atau masalah yang berarti dalam membina dan mendidik anak panti asuhan. Hal ini karena pengasuh secara alami menerapkan prinsip-prinsip komunikasi interpersonal yang efektif dalam membentuk karakter kedisiplinan anak sehari-hari.  Kata kunci : Komunikasi Interpersonal, karakter, pengasuh, panti asuhan, disiplinInterpersonal Communication Caregivers In Shaping The Character Of Child Discipline (Study At Orphanage Islamic Foundation Media Kasih Banda Aceh)ABSTRACT, This study entitled "Interpersonal Communication Caregivers In Shaping The Character Of Child Discipline (Study At Orphanage Islamic Foundation Media Kasih Banda Aceh)". The purpose of this  research was to find out the Interpersonal Communication Caregivers Orphanage In Shaping The Character Of Child Discipline. In this study the theory used is a theory of humanistic approach Devito (effectiveness of interpersonal communication). The methods of data collection use in this study were interview, observation, and documentation.  The data is then analyzed  by data reduction, data presentation, verification and conclusions. The results of this study indicate that the caregivers of the orphanage Islam Media Kasih Banda Aceh in shaping the character of the discipline of foster children, using five components of the effectiveness of interpersonal communication. These components are, openness, empathy, supportive attitude, positive attitude, and equality. And the results of this research show  that, caregivers do not have significant obstacles or problems in fostering and educating orphanages. This is because caregivers naturally apply the principles of effective interpersonal communication in daily activity.Key words: Interpersonal communication, character, caregivers, orphanages, discipline
Peran Orangtua dalam Mendampingi Anak Menonton Televisi di Kota Banda Aceh Kamelia Kasmamuddin; Rahmat Saleh, M.Comn
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1855.577 KB)

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia:Penelitian ini berjudul Peran Orangtua dalam Mendampingi Anak Menonton Televisi di Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sejauhmana peran orangtua dalam mendampingi anak menonton televisi di Kota Banda Aceh dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan orang tua dalam meminimalisir anak menonton televisi di Kota Banda Aceh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori peran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Teknik pemilihan sampel menggunakan teknik purposive dengan criteria sampel merupakan warga masyarakat Kota Banda Aceh, orangtua yang memiliki anak usia 12 sampai 18 tahun, orangtua yang aktif dan mengetahui tentang perkembangan media televisi dan anak usia 12 sampai 18 tahun. Dari penelitian ini diperoleh hasil dari pengukuran menggunakan analisis distribusi frekuensi data tunggal menunjukkan dari 100 responden penelitian dengan karakteristik pertanyaan awal yang diajukan kepada orangtua menunjukkan peran orangtua dalam mendampingi anak menonton televisi hanya 24 orang atau 24% orang tua yang pernah melakukan pendampingan terhadap anak. Disisi lain orangtua memberikan kesempatan kepada anak untuk menonton ketika sedang. Peran orang tua lainnya ditunjukkan dengan pengawasan menggunakan komunikasi via telepon ketika orangtua sedang tidak berada dirumah sebagai upaya mengawasi anak dari kebebasan menonton tayangan televisi. Upaya yang dilakukan orangtua dalam meminimalisir jam menonton pada anak dilakukan dengan cara memberikan perhatian lebih kepada anak setiap waktunya, menunjukkan sikap kepedulian terhadap anak dengan apa yang dikerjakan melakukan pengawasan terhadap anak setiap waktunya dan memberikan nasehat/bimbingan kepada anak. Anak dibimbing untuk menonton tayangan-tayangan tertentu. Kata Kunci: Orangtua, Peran Orangtua, Televisi, Anak Usia Remaja Judul Bahasa Inggris:Role of Parents in Accompanying Children Watching Television in Banda Aceh City Abstrak Bahasa Inggris:This research entitled Role of Parents in Accompanying Children Watching Television in Banda Aceh City. The purpose of this study is to know how far the role of parents in assisting children watching television in the city of Banda Aceh and to know the efforts made by parents in minimizing children watching television in Banda Aceh. The theory used in this research is theory of roles. The approach used in this research using quantitative approach and qualitative approach. Sample selection technique using a purposive sampling technique with criteria is the residents of the city of Banda Aceh, parents who have children ages 12 to 18 years of age, a parent who is active and find out about the development of the television media and children age 12 to 18 years. From this research, the results obtained from the measurement using single frequency data distribution analysis showed from 100 respondents with the characteristics of the initial questions asked to parents showed the role of parents in accompanying children watching television only 23 people or 23% of parents who have been mentoring the child. On the other hand, parents provide opportunities for children to watch while being. The role of other parents is shown by supervision using telephone communication when parents are not at home in an effort to supervise children from the freedom of watching television shows. Efforts by parents to minimize watch time in children is done by giving more attention to the child at any time, showing the attitude of concern for the child with what is done to supervise the child at any time and give advice / guidance to the child. Children are guided to watch certain impressions. Keywords: Parents, The Role Of Parents, Television, Teen Age Children
Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Sales Promotion Pada PT. Era Baru Mandiri Muhammad Saiful; Drs. Zulfan M.Hum.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.449 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Sales Promotion Pada PT. Era Baru Mandiri”. Tujuannya untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi terhadap peningkatan kinerja sales promotion. Dalam penelitian ini variabel (X) yaitu pelaksanaan motivasi dan variabel (Y) yaitu kondisi kinerja. Penelitian ini dilakukan di PT. Era Baru Mandiri, Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode survey eksplanasi, populasi dalam penelitian ini yaitu sales promotion PT. Era Baru Mandiri yang berjumlah 1923 orang dan sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 100 orang yang berasal dari 12 perusahaan mitra PT. Era Baru Mandiri yang ditentukan berdasarkan rumus Taro Yamane dan teknik penarikan sampel menggunakan Purposive Sampling. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori motivasi kerja menurut Abraham Maslow yang menjelaskan manusia mempunyai needs (kebutuhan, dorongan, intrinsic dan extrinsic factor), yang pemunculannya sangat tergantung dari kepentingan individu. Data primer dalam penelitian ini yaitu kuesioner dengan menggunakan skala Likert sebagai skala pengukuran data. Data dalam penelitian ini diolah secara statistik dengan menggunakan program SPSS versi 20,0 yaitu dengan menguji validitas dan reliabilitas, regresi linear sederhana, uji t-hitung, identifikasi determinan, serta menjelaskan kuesioner secara eksplanatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian hipotesis diperoleh uji Hipotesis nilai thitung untuk variabel Pelaksanaan Motivasi adalah 6,678 dengan tingkat signifikansi 0,000. Nilai ttabel pada α = 5% adalah 1,984. Berdasarkan kriteria uji hipotesis yaitu thitung ttabel (6,678 1,984) dengan signifikansi (kurang dari 0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pelaksanaan motivasi memberikan pengaruh terhadap peningkatan kinerja sales promotion.EFFECT OF MOTIVATION ON SALES PROMOTION PERFORMANCE IN PT. ERA BARU MANDIRIThe research was titled "The Influence of motivation on Sales Promotion performance at PT. Era Baru Mandiri". The goal is to know how much motivation affects the performance increase in sales promotion. In this study the variable (X) is the implementation of motivation and variable (Y) namely performance conditions. This research was conducted at PT. Era Baru Mandiri, Banda Aceh. The approach used in this research is a quantitative approach with an exploitation survey method, the population in this research is sales promotion PT. Era Baru Mandiri which amounted to 1923 people and samples in this study was 100 People from 12 partner companies of PT. Era Baru Mandiri which are determined based on the formula of Taro Yamane and sample withdrawal technique using Purposive Sampling. The theory used in this study is the motivational theory of work according to Abraham Maslow which explains human beings have needs (needs, encouragement, intrinsic and extrinsic factor), whose appearance depends heavily on the interests of the individual. The primary data in this study is a questionnaire using the Likert scale as a data measurement scale. The Data in this study was processed statistically by using SPSS program version 20.0, which is to test the validity and reliability, simple linear regression, T-count test, identify determinant, and explain questionnaires in an expressive way. Based on the results of the study can be concluded that the results of the hypothesis testing obtained the Thitung value hypothesis test for the implementation of motivation variable is 6.678 with significance level 0.000. The value at α = 5% is 1.984. Based on the hypothesis test criteria that is Thitung this (6.678 1.984) with significance (less than 0.05) then H0 rejected and Ha accepted. So it can be concluded that the motivation implementation variable affects the performance improvement of sales promotion.
Pelaksanaan Pelayanan Publik Pada Puskesmas Montasik Kabupaten Aceh Besar Anggi Trilina; Efen di
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.851 KB)

Abstract

ABSTRAK, Pelayanan Publik berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 Pasal 1 merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang dan jasa, dan atau pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Kajian ini berawal dari permasalahan tingkat SDM di kalangan dokter, sarana prasarana  serta kedisiplinan pegawai. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan pelayanan publik pada Puskesmas Montasik, menjelaskan kendala-kendala yang dihadapi Puskesmas dalam memberikan pelayanan yang baik terhadap pasien serta menjelaskan upaya yang dilakukan oleh Puskesmas untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam melayani pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian ini ialah 9 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Penelitian ini menggunakan teori Pelayanan Publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan publik pada Puskesmas Montasik rata-rata sudah 80% berjalan dengan baik, akan tetapi masih ada pelayanan yang belum berjalan dengan baik karena kekurangan fasilitas yang mengakibatkan pelayanan terganggu, dan dengan adanya ketidakdisiplinnya pegawai di puskesmas Montasik sehingga pemberian pelayananan menjadi terhambat atau tidak berjalan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Kendala Puskesmas Montasik Kabupaten Aceh Besar dalam memberikan pelayanan yang baik kepada pasien antara lain minimnya SDM, Keterbatasan Sarana dan Prasarana, kedisiplinan dan minimnya kepatuhan pasien terhadap peraturan yang telah dibuat oleh pihak Puskesmas. Upaya Puskesmas Montasik dalam mengatasi kendala pelayanan yang baik kepada pasien dengan mengadakan pelatihan dan seminar-seminar tentang kesehatan kepada karyawannya dengan cara mendatangkan para narasumber yang ahli dan profesional dan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat terkait sistem pelayanan yang ada di Puskesmas Montasik. Disarankan bagi pihak puskesmas, agar kedepan terus meningkatkan kualitas sumber daya karyawannya sehingga mampu memberikan layanan yang baik kepada para pasien, dan bagi pihak pasien agar dalam melakukan pengobatan mematuhi berbagai aturan-aturan layanan yang telah ditetapkan oleh pihak puskesmas. Kata Kunci: Pelaksanaan, Pelayanan Publik, Puskesmas Montasik.Implementation of Public Services at the Aceh Besar Montasik Health Center ABSTRACT, Public Services based on Law Number 25 Year 2009 article 1 is a series of activities in the framework of fulfilling service needs in accordance with the laws and regulations for every citizen and population of goods and services, and or administrative services provided by public service providers.This study starts from the problem of human resource levels among doctors, infrastructure and employee discipline. Therefore the purpose of this study is to identify and explain public services at the Montasik Health Center, explain the constraints faced by the Health Center in providing good services to patients and explain the efforts made by the Health Center to overcome the problems faced in serving patients. This research uses a descriptive qualitative approach. The informants of this study were 9 people. Data collection techniques are done by interview, documentation and observation. This research uses Public Service theory. The results showed that public services at the Montasik Health Center had on average been 80% running well, but there were still services that were not going well due to lackof facilities which resulted in disrupted services, and with the undiscipline ofthe employees at the Montasik health center so that the delivery of serviceswas hampered or not run according to established procedures. The constraintsof Montasik Health Center in Aceh Besar Regency in providing good services to patients include the lack of human resources, limited facilities andinfrastructure, discipline and lack of patient compliance with regulations that have been made by the Puskesmas. The efforts of Montasik Health Center in overcoming the constraints of good service to patients by holding training and seminars on health to their employees by bringing expert and professional resource persons and conducting socialization to the community related to the existing service system at the Montasik Health Center. It is recommended forthe puskesmas, so that in the future continue to improve the quality of employee resources so that they are able to provide good services to patients, and for patients to conduct treatment in accordance with various service rules set by the puskesmas. Keywords: Implementation, Public Services, Montasik Health Center
KOMUNIKASI POLITIK GUBERNUR ACEH DENGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ACEH (DPRA) DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA ACEH-PERUBAHAN (APBA-P) TAHUN 2017-2018 Ikbal Hilaluddin Zr; Ubaidullah MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.581 KB)

Abstract

KOMUNIKASI POLITIK GUBERNUR ACEH DENGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ACEH (DPRA) DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA ACEH-PERUBAHAN (APBA-P) TAHUN 2017-2018 POLITICAL COMMUNICATION OF ACEH GOVERNOR WITH THE HOUSE OF REPRESENTATIVES OF ACEH (DPRA) IN INCOME BUDGET PREPARATION AND SHOPPING ACEH-CHANGE(APBA-P) YEAR 2017-2018Ikbal Hilaluddin ZR[1]Ubaidullah[2](iqbalhilaluddinzr@gmail.com, maklaha@yahoo.com)Program Studi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Syiah KualaABSTRAKAceh merupakan wilayah heterogen, daerah merupakan wilayah yang penuh dengan hasil Sumber Daya Alam dan mineral terutama gas, minya bumi serta hasil hutan dan lautan. Aceh merupakan salah satu daerah provinsi di Indonesia yang mendapatkan status “Otonomi Khusus” pada tahun 2011 melalui UU No. 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Dalam proses menciptakan good governance pemerintah daerah maka pemerintah harus berjalan dengan check and balances artinya harus ada keseimbangan antara lembaga-lembaga pemerintah dan harus terjalinnya hubungan komunikasi yang baik, sehingga dapat mencapai tujuan pembangunan daerah yang lebih baik. Permasalahan yang saat ini terjadi adalah proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh yang sama sekali belum menemukan titik terang dari kedua belah pihak. Ketertarikan penulis melakukan penelitian anggaran APBA Perubahan tahun 2017 karena adanya konflik politik antara Gubernur dan DPR Aceh. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penulis tertarik untuk mengkaji penyebab konflik politik antara Gubernur Aceh dan DPRA dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Perubahan tahun 2017. Tujuan penelitian untuk mengetahui bentuk komunikasi politik yang terjalin antara Gubernur dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dalam proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh-Perubahan (APBA-P) 2017 serta dampak dari komunikasi politik yang terjalin antara legislatif dan eksekutif Aceh dengan menggunakan teori komunikasi politik dan teori pemisahan kekuasaan (trias politika). Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui kajian lapangan dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika politik yang terjadi selama proses penyusunan APBA Perubahan tahun, adanya Miss Komunikasi antara DPR Aceh dan Eksekutif sehingga menghambat proses tercapainya realisasi APBA Perubahan tahun anggaran 2017, Bentuk komunikasi politik antara Gubernur dengan DPRA dalam proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh tahun 2017 melalui bentuk komunikasi personal dan bentuk organisasi yang kegiatannya dilakukan melalui rapat paripurna dewan. Banggar Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dan Pemerintah Aceh diharapkan dapat melakukan komunikasi yang lebih intern sehingga usulan program-program baik dari DPRA maupun Pemerintah Aceh dapat tertampung dalam APBA maupun APBA Pebahan sesuai dengan prioritas kebutuhan masyarakat. Kata Kunci :  APBA Perubahan Tahun 2017, Miss Komunikasi antara Gubernur Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh  ABSTRACT Aceh is a heterogeneous region, the area is a region full of natural resources and minerals, especially gas, oil and gas and forest and marine products. Aceh is one of the provinces in Indonesia that has the status of “Special Autonomy” in 2011 through Law No. 18 of 2001 concerning Special Autonomy for the Province of Nanggroe Aceh Darussalam. In the process of creating good governance in the local government, the government must walk by check and balances, meaning that there must be a balance between government institutions and the establishment of good communication links so that they can achieve better regional development goals. The problem that is currently happening is the process of drafting the Aceh Budget for Income and Expenditure which has not yet found a bright spot from both parties. The author's interest in researching the APBA Amendment budget in 2017 was due to a political conflict between the Governor and the Aceh House of Representatives. Based on these problems, the authors are interested in examining the causes of political conflict between the Governor of Aceh and the DPRA in the compilation of the 2017 Aceh Amendments to the Revenue and Expenditure Budget. The research objective is to determine the form of political communication between the Governor and the Aceh Representative Council in the process of 2017 Aceh-Amendment Expenditures (APBA-P) and the impact of political communication between the Aceh legislature and executives using the theory of political communication and the theory of separation of powers (Trias Politika). The study used qualitative methods through field studies and literature. The results showed that the political dynamics that occurred during the change of APBA process in the year, Miss Communication between the Aceh House of Representatives and the Executive, hampered the process of achieving the APBA revision of the 2017 budget year, Form of political communication between the Governor and the DPRA in the process of compiling the Aceh Budget. 2017 through the form of personal communication and forms of organizations whose activities are carried out through board plenary meetings. The Acehnese House of Representatives and the Aceh Government are expected to be able to communicate more internally so that proposals for programs from both the DPRA and the Aceh Government can be accommodated in APBA and APBA Shelf in accordance with the priorities of the community's needs. Keywords:     Amendment of APBA 2017, the miss communication of Governor of Aceh and the Aceh House of Representatives

Page 60 of 102 | Total Record : 1018