cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
Praktik Money Politik Pada Pilkada Di Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2017 (Studi Analisis Praktik Money Politik Kecamatan Simpang Kanan) Asmi dar; Dr. Effendi Hasan, M.A.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pilkada di Kabupaten Aceh Singkil tahun 2017 studi analisis Kecamatan Simpang Kanan semua calon Bupati dan Wakil Bupati melakukan pelanggaran pidana terkait money politik, diantaranya: 1.) Penyebab terjadinya money politik pada pilkada di Kabupaten Aceh Singkil tahun 2017: a, kurangnya keterbukaan informasi mengenai praktek money politik. b, tingginya angka kemiskinan di Aceh Singkil yang sudah mencapai 22,11% selama dua tahun terakhir. c, korupsi yang tiada henti setiap waktunya dan berbagai macam bentuk dikalangan penguasa, birokrasi bahkan pemerintahan, d, rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kualitas SDM merupakan komponen penting dalam setiap gerak pembangunan. e, lambatnya pembangunan infrastruktur yaitu salah satu penghambat perekonomian saat ini. Hal ini jelas bahwa kurangnya kualitas dan kuantitas infrastruktur atau prasarana. Sehingga dapat dilihat memiliki kesulitan bagi masyarakat. f, perhatian pendidikan pemerintah masih sangat minim. Hal ini jelas bahwa beragam masalah pendidikan yang makin rumit, kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang profesional, biaya pendidikan yang mahal. Pendidikan mempunyai peran penting dlam menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. 2.) Upaya KIP mencegah money politik pada pilkada di Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2017 yaitu: a, dengan cara melakukan sosialiasi larangan/pencegahan praktek money politik. b, memberikan pengertian money politik kepada masyarakat. c, melakukan pengawasan setiap saat pelaksanaan pilkada tujuannya untuk mengurangi adanya praktek money politik.Kata Kunci: KIP, Upaya, penyebab terjadi, mencegah, Money PolitikThe Practice of MoneyPoliticsin 2017 elections of Aceh Singkil Regency(Analysis Study of Simpang Kanan District)ABSTRACT The 2017 elections in Aceh Singkil Regency in an analysisstudy of Simpang Kanan District showed that all the candidates of Regent and Vice Regent had comitted criminal offense related to money politics, including: 1.) Causing the existence of money politics in 2017 elections in Aceh Singkil Regency: First, the lack of transparency of information about the practice of money politics. Second, the high number of poverty in Aceh Singkil had reached 22,11% over the last two years. Third, corruption was always relentless and came with a wide variety of forms among the rulers, the bureaucracy and even the government. Fourth, the low quality of Human Resources (HR). The quality of human resources was an important component in every motion of development. Fifth, the slow pace of infrastructure development, which was one of the obstacles in today's economy. It clearly showed that they lack the quality and quantity of infrastructures. So this can cause difficulty for the community. Sixth, the  government's attention towards education was still very minimal. It was clear that the diverse educational problems were more complicated, the quality of students was still low, teachers were less professional, and the cost of education was expensive. Education has an important role in preparing human resources for development. 2.) The efforts of KIP to prevent money politics in the 2017 elections in Aceh Singkil Regency, namely: First, by way of socializing the prohibition/prevention of the practice of money politics. Second, providing an understanding of political money to the community. Third, performing constant surveillance at any conducted time of the elections with the goal was to reduce the practice of money politics.Keywords: KIP, Efforts, cause of occurence,preventing,money politics
STRATEGI KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU DALAM MEMOTIVASI DIRI SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS (Studi Pada Siswa SD Negeri 5 Banda Aceh YUNDA SUFNI; AMSAL AMRI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.658 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “strategi komunikasi interpersonal guru dalam memotivasi diri siswa berkebutuhan khusus di SD 5 Banda Aceh”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi interpersonal guru dalam memotivasi diri anak berkebutuhan khusus. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksi simbolik yang berasumsi pentinya makna bagi perilaku manusia, manusia bertindak terhadap manusia lainnya berdasarkan makna yang diberikan orang lain kepada mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  yang berjenis deskriptif.  Informan atau subjek penelitian yang dipilih untuk diwawancarai sesuai tujuan penelitian, yang terdiri dari 5 orang guru di SD 5 Banda Aceh. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Fokus dalam penelitian ini adalah strategi komunikasi interpersonal guru dalam memotivasi diri anak berkebutuhan khusus yang mengalami kesulitan belajar spesifik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi interpersonal guru dalam memotivasi siswa berkebutuhan khusus dengan memahami kesulitan yang dihadapi siswa dan mengenali karakter siswa yang mengalami kesulitan belajar agar mempermudah hubungan secara interpersonal. Secara umum komunikasi yang dilakukan lebih cenderung menggunakan media gambar  dan alat peraga untuk menarik minat, motivasi anak dalam berkomunikasi secara interpersonal. Bahasa verbal dan nonverbal digunakan seperti raut muka ekspresif, suara lantang, artikulasi jelas, gaya tubuh dan bahasa tubuh  disertai dengan sentuhan, belaian, tatapan mata.Interpersonal Communication Strategies of Teacher in motivating  disability student (Study at Students SD 5 Banda Aceh)ABTRACTThis research titled Interpersonal Communication Strategies of Teacher in motivating  disability student at SD 5 Banda Aceh. The aim of this researchis to know interpersonal communication strategies of teaher in motivating disability student.  The theory used in this research is symbolic interaction theories that assumes  the importance of meaning for human behavior, human beings act toward others on the basis of a given meaning of others to them. This is a qualitative descriptive research. The informant or research subjects are selected to be interviewed according to the purpose of the research, which consisted of 5 teachers at SD 5, Banda Aceh. The methods of data collection use in this study were interview, observation, and documentation. The focus of this research is on interpersonal communiation strategies in motivating disability student with specific learning disabilities. The results of this research showed that teacher’s strategies in motivating disability student by understanding the difficulties faced by students and recognizing student’s characters with learning disabilities so as to facilitate interpersonal relationships. In general communication more likely to use media such as picture and props to attract interest, motivation of students in communicating interpersonally. Verbal and nonverbal language is used in this communication process, such as expression, strong voice, clear articulation, body styles and expressive body language, accompanied by a touch, caress, and eyes contact.
PRAKTEK EKONOMI KELOMPOK USAHA PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA SEJAHTERA DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH Agung Rizki Marzuki; Drs. Zakaria A. Jalil, M.Ed; Bukhari Yusuf SE, MHSc
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji usaha kelompok UPPKS dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya,dengan menggunakan analisa sosiologis. Penelitian dilakukan di Kecamatan  Bebesen pada  satu kelompok UPPKS yang telah dibentuk oleh Kantor Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kemudian untuk menggali kendala-kendala yang dihadapi oleh pembina dan penyuluh UPPKS tersebut.  Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori pemberdayaan Jim Ife. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok UPPKS Dahlia yang berlokasi di Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah sangat tertarik dan antusias dalam menekuni kerajinan merajut. Praktek ekonomi yang dilakukan kelompok UPPKS Dahlia yaitu melalui pemberian keuntungan secara langsung kepada anggotanya dari barang/produk yang dihasilkan. Kontribusi secara tidak langsung yaitu kemajuan pemikiran akan pengembangan suatu kerajinan terutama dalam bidang merajut dan mejahit melalui pemberdayaan masyarakat. Faktor kendala yang dihadapi pembina/penyuluh adalah masalah penyesuaian waktu (jadual penyuluhan/pendampingan) antara anggota kelompok UPPKS dengan penyuluh/pendamping karena seluruh anggota kelompok UPPKS ini adalah ibu rumah tangga. Di pihak lain, minat konsumen untuk membeli produk kerajinan rajutan benang bersifat musiman sesuai dengan masa (mengikuti trend); Artinya minat konsumen terhadap produk ini timbul dan tenggelam sehinga kelompok UPPKS perlu mengadakan diversifikasi produk, tidak berfokus pada kerajinan merajut dan menjahit saja. Kata kunci : UPPKS, Pemberdayaan, Keluarga sejahtera  ABSTRACTThe purpose of this study is to examine the efforts of UPPKS groups to improve the welfare of their members, using sociological analysis. The study was conducted in the District of Bebesen in a UPPKS group that had been formed by the National Family Planning Coordinating Office (BKKBN). Then to explore the obstacles faced by the UPPKS coaches and instructors. This type of research is a qualitative descriptive. The sampling technique uses purposive sampling technique. This study uses the Jim Ife empowerment theory. The results showed that the Dahlia UPPKS group located in Bebesen District, Central Aceh Regency was very interested and enthusiastic in pursuing knitting crafts. The economic practice carried out by the Dahlia UPPKS group is through providing benefits directly to its members from the goods / products produced. Indirect contribution is the progress of thinking about the development of a craft, especially in the field of knitting and sewing through community empowerment. The constraint factor faced by the coaches / instructors is the problem of time adjustment (counseling / accompaniment schedule) between members of the UPPKS group and extension counselors because all members of the UPPKS group are housewives. On the other hand, consumer interest in buying knitted yarn craft products is seasonal according to time (following the trend); This means that consumer interest in these products arises and sinks so that the UPPKS group needs to diversify their products, not focus on just knitting and sewing crafts.   Keywords: UPPKS, Empowerment, Family welfare  
PROCESS OF ECHELON II AUCTION IN ACEH GOVERNMENT IN 2017 Muhammad Ikram Irvanda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.601 KB)

Abstract

The process of auction position in the Aceh Government environment is done through the process of fit and proper test in realizing transparency and accountability but in the implementation it gets many highlights from many parties hence the magnitude of a pubic hope and the warm political situation in Aceh because of the newly-appointed new Governor, this open selection is done based on Law No. 5 of 2014 concerning civil apparatus of the State which is then governed more specifically in the regulation of the Minister for State apparatus empowerment and bureaucracy reform No. 13 of 2014 on procedures of filling high leadership position in Government agency environment. A position auction in Aceh Government is done to fill vacating positions. This research aims to determine the process of implementing open selection of primary high-leadership officials in the Aceh Government environment and to know what are the supporting and inhibiting factors in implementing the open selection of management officials In the Aceh Government environment. The data needed in this study were derived from research results in the field and literature. The Data needed in this study were derived from the research results in the field. Research in the field is done by qualitative methods through interviews with informant and also from documents from the relevant office. Research in the field is conducted through interviews with informant and also from the important documents of the relevant service office. The results showed that: /one/ The selection process open the primary high-leadership office in the Aceh Government environment as a whole has run well even though there is still a shortage in its implementation. /two/ Supporting factor implementation of open selection process of primary high leadership office in Aceh Government because of the support from internal and external parties involved therein. /three/ The inhibitory factor affecting the implementation of the auction of the position in the Aceh Government environment is caused by several things namely budget, number of positions, and the length of time required for this implementation. The open selection process is expected to go better than before so that it can increase transparency in the selection process that will last in the future. In order for the future support of the various parties involved more escalating and the ensuing inhibitory can be improved to improve the open selection process later.Keywords: Process, Open Selection, Aceh Government.
Pengaruh Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Dalam Mengurangi Kemiskinan Muhammad Aidhil Sahlan; Ubaidullah Ubaidullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.975 KB)

Abstract

Kemiskinan di daerah perdesaan lebih cenderung tergolong kemiskinan sementara (transient poverty), dalam upaya mengatasi kemiskinan, telah dilakukan berbagai program oleh pemerintah yaitu Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Mandiri. Program ini merupakan program untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjuan. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) di kecamatan Indrapuri Gampong Lambunot dan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menghambat pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan di Gampong Lambunot. Teori utama yang digunakan dalam skripsi ini yaitu teori kemiskinan dan pemberdayaan. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kegiatan SPP disalurkan melalui kelompok yang sudah mempunyai tata cara dan prosedur dalam pengelolaan simpanan dan pengelolaan pinjaman. Jumlah dana yang disalurkan masing-masing kelompok adalah dana yang diajukan oleh kepada PNPM-MP. Setelah pengajuan dana oleh kelompok kepada pihak PNPM-MP akan melakukan verifikasi ke kelompok selanjutnya apabila kelompok lulus verifikasi maka kelompok akan mendapatkan dana pinjaman yang telah mereka ajukan dan akan dikembalikan dengan cicilan. Faktor-faktor penghambat pelaksanaan PNPM-MP di Gampong Lambunot adalah kinerja fasilitator rendah, peran fasilitator tidak Nampak dan fasilitator tidak mampu memberikan rangsangan, arahan, atau kritikan terhadap program yang terkait dengan pengentasan kemiskinan serta terjadinya kredit macet. Oleh karena itu, fasilitator harus meningkatkan kinerjanya dalam memberi pendampingan kepada masyarakat agar tujuan SPP untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat serta pengentasan kemiskinan bisa tercapai, masyarakat harus berpartisipasi dalam program pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dengan mengikuti program SPP yang ada di gampong-gampong serta beritikat baik dengan mengembalikan pinjaman, selain itu pemerintah perlu mengevaluasi kinerja fasilitator dan pengembangan masyarakat agar tujuan SPP PNPM dapat tercapai. the influence of the implementation of the national community empowerment program (PNPM) self-sufficient rural in reducing poverty Poverty in rural areas are more likely to belong to poverty while (transient poverty), in an effort to overcome poverty, has undertaken various programs by the Government, namely the national community empowerment Program (PNPM) Independent independent. This program is a great program to accelerate poverty reduction in integrated and berkelanjuan. This thesis aims to find out the program save the Borrowed girl (SPP) in the Indrapuri subdistrict Gampong Lambunot and to find out what factors that impede implementation of the PNPM Mandiri in Rural Gampong Lambunot. The main theory used in this thesis the theory of poverty and empowerment. Method used is descriptive qualitative methods with techniques of data collection through interviews and documentation. The results showed that the activities of the SPP channelled through groups that already have Ordinances and procedures in the management of the savings and loan management. The amount of funds disbursed each group is funds raised by to the PNPM-MP. After the submission of the funds by the group to the PNPM-MP will do next to group verification when verification pass group then the group will get the loan funds they have submitted and will be refunded by installments. Factors restricting implementation of PNPM-MP in Gampong Lambunot is low, the facilitator role performance facilitator does not appear and the facilitators are not capable of providing stimulus, referrals, or criticism of the program that is associated with a reduction poverty as well as the occurrence of bad credit. Therefore, the facilitator should improve its performance in accompaniment to the community in order to give the purpose of SPP for development and community empowerment and poverty reduction can be achieved, the public should participate in government programs to poverty reduction by following the existing SPP program in gampong-gampong and beritikat either by returning the loan, other than that the Government needs to evaluate the performance facilitators and community development so that the goal of SPP PNPM can be achieved
REPRESENTASI KRITIK SOSIAL DALAM KOMIK STRIP SI JUKI DI INSTAGRAM TERHADAP FENOMENA SOSIAL DI INDONESIA Muhammad Mufti; Hamdani M Syam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.775 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Representasi Kritik Sosial dalam Komik Strip Si Juki di Instagram Terhadap Fenomena Sosial yang Terjadi di Indonesia.” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pembacaan tanda secara denotasi, konotasi dan mitos yang terdapat dalam komik strip Si Juki untuk mengetahui representasi kritik sosial terhadap fenomena sosial yang terjadi di Indonesia dalam komik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih unit analisis penelitiannya. Kriteria subjek pada penelitian ini adalah komik yang menggambarkan fenomena yang terjadi di Indonesia. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik dokumentasi. Kemudian data tersebut diolah dengan analisis semiotika model Roland Barthes, yaitu dengan melihat makna denotasi, konotasi dan mitos yang terdapat dalam komik strip Si Juki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif, komikus menggunakan simbol, warna, balon kata, majas serta caption dalam menggambarkan tanda dan secara konotatif simbol tersebut bisa diterjemahkan ke dalam bentuk kesimpulan yang berisi kritik komikus terhadap fenomena sosial yang terjadi di Indonesia.           Kata Kunci: Analisis Semiotika, Komik Strip, Kritik Sosial SOCIAL CRITIC REPRESENTATION IN SI JUKI COMIC STRIP IN ISNTAGRAM ON SOCIAL PHENOMENON THAT HAPPENS IN INDONESIAThis research is entitled "Social Critic Representation in Si Juki Comic Strip in Isntagram on Social Phenomenon that Happens in Indonesia." This research aims to know the form of denotation sign reading, connotation and myths contained in Si Juki comic strips to know the representation of social criticism of social phenomena which occurred in Indonesia in the comic. This research uses qualitative approach with descriptive method. In this research, the researcher uses purposive sampling technique to choose the unit of research analysis. Criteria of the subject in this study is a comic that describes the phenomenon that occurred in Indonesia. Data collection is done using documentation techniques. Then the data is processed with semiotics analysis model Roland Barthes by looking at the meaning of denotation, connotation and myths contained in Si Juki comic strips. The results showed that in denotative, the comic artist used symbols, colors, word balloons, metaphor and captions in describing the signs and connotative symbols that could be translated into conclusions containing comic criticisms of social phenomena occurring in Indonesia. Keyword: Semiotic, Comic Strip, Social Criticism
Pemerataan Sosial Dalam Pengentasan Kemiskinan Masyarakat di Gampong Paloh Kecamatan Pulo Aceh Rahmat Jadnika Sidqi; Dr. Mahmudin, M.Si.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.772 KB)

Abstract

Kemiskinan merupakan suatu hal yang tidak pernah lepas dari kehidupan masyarakat. Seperti yang terjadi di Gampong Paloh di Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar. Penyebab terjadinya kemiskinan di daerah Gampong Paloh, kecamatan Pulo Aceh dilatar belakangi oleh faktor letak wilayah geografis kepulauan. Pendidikan masyarakat di Pulo Aceh mayoritas adalah lulusan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama menunjukan faktor pendidikan penyebabkan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Bagaimana terjadinya kemiskinan dan melihat bagaimana penanggulangan program pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah serta melihat dampak program pengentasan kemiskinan. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang memenuhi kriteria subjek penelitian, serta memberikan informasi relevan yang dibutuhkan dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Program pengentasan kemiskinan terhadap masyarakat masih sangat kurang dan masih jauh dari harapan warga gampong paloh. Ada beberapa program pengentasa kemiskinan yang masih minim dirasakan oleh masyarakat yang belum sampai ke warga gampong Paloh padahal program tersebut sudah rilis dan sudah mulai dikerjakan oleh pemerintah kabupaten. Dibutuhkan turun tangan pemerintah kabupaten, pemerintah daerah untuk segera menangani persoalan kemiskinan di kecamatan Pulo Aceh khsusunya Gampong Paloh.Social Equity in Poverty Alleviation Communities in Paloh Village, Pulo Aceh DistrictPoverty is something that has never been separated from people's lives. As happened in Gampong Paloh in Pulo Aceh District, Aceh Besar. The cause of poverty in the Gampong Paloh area, Pulo Aceh sub-district is motivated by the location of the geographical area of the archipelago. The majority of community education in Pulo Aceh is graduates of elementary and junior high schools showing the educational factors that cause poverty. This study aims to explain how poverty occurs and see how the government alleviates poverty alleviation programs and looks at the impact of poverty alleviation programs. This type of research is descriptive with a qualitative approach. The sampling technique uses purposive sampling technique. Data obtained through in-depth interviews with informants who meet the criteria of the research subject, and provide relevant information needed in research. The results of this study indicate that, The poverty alleviation program for the community is still very lacking and is still far from the expectations of the gampong paloh residents. There are a number of poverty alleviation programs that are still lacking in the people who have not yet reached the village of Gampong Paloh, even though the program has been released and has started to be done by the district government. It is necessary to intervene the district government, the local government to immediately handle the poverty problem in Pulo Aceh sub-district especially Gampong Paloh.
Implementasi Program Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA) Dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dina Fitriani; Ubaidullah Ubaidullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.293 KB)

Abstract

  ABSTRAK, Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA) merupakan program Gubernur yang bertujuan untuk memberikan kesehatan gratis kepada seluruh masyarakat Aceh, dengan tujuan meningkatkan akses, pemerataan dan mutu pelayanan kesehatan terhadap seluruh penduduk Provinsi Aceh guna tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien. Dalam hal ini implementasi Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat hal ini dapat diwujudkan dalam Peraturan Gubernur Aceh Nomor 7 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pelaksanan Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh pada Pasal 2 disebutkan bahwa JKRA bermaksud mewujudkan jaminan kesehatan bagi seluruh penduduk Aceh yang berkeadilan, tanpa membedakan status sosial, ekonomi, agama, jenis kelamin dan usia dalam rangka meningkatkan produktifitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep kebijakan Jaminan Kesehatan Aceh (JKRA) di terapkan dan untuk mengetahui Implementasi Jaminan Kesehatan Aceh (JKRA) dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat dalam lingkup Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian Kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan adanya program JKRA dapat membantu masyarakat untuk berobat ke pukesmas maupun rumah sakit terutama yang mengalami sakit parah, namun dari segi mekanisme pelayanan JKRA baik pada pelayanan kesehatan dasar maupun pelayanan kesehatan lanjutan masih belum optimal di implementasikan.  Kata kunci: Implementasi, JKRA dan Pelayanan Kesehatan  Judul Bahasa Inggris : Implementation of the Aceh people,s health insurance program (JKRA) in improving public health services ABSTRACT, Health Insurance For the People of Aceh (JKRA) is a program that aims to give the governor free healthcare to the people of Aceh, with the aim of improving access, equity and quality of health care to the entire population of the province of Aceh in order to achieve an optimal level of public health effectively and efficiently. In this case the implementation of the program JKRA in improving public health services this can be realized in the Regulation of the Governor of Aceh No. 7 of 2016 on Guidelines for Implementation of Health Insurance For the People of Aceh in Article 2 states that the JKRA intends to realize the health insurance for the entire population of Aceh justice, regardless of status social, economic, religious, gender and age in order to improve productivity. The purpose of this study was to determine the policy concept Aceh Health Insurance For the People of Aceh  (JKRA) applied and to determine the implementation of Health Insurance People of Aceh (JKRA) in improving public health services within the scope of the Hospital Meuraxa Banda Aceh. This study was conducted at Hospital Meuraxa Banda Aceh. Type of research is qualitative research. These results indicate the presence of JKRA can help people to seek treatment to pukesmas and hospitals especially critically ill, but in terms of JKRA good service mechanisms in primary health care and advanced health care is still not optimal implemented.  Keywords: Implementation, JKRA and Health Services 
Pelestarian Seni Tutur Di Aceh Ditinjau Dari Perspektif Teori Kebijakan Publik (Studi di Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh) T. Nanda Furqan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.872 KB)

Abstract

Seni tutur adalah bentuk kesenian yang disajikan dengan menggunakan lisan, biasanya cerita tradisional seperti Hikayat, Legenda dan sebagainya. Kesenian tutur merupakan salah satu kesenian tradisional yang ada di Aceh. Pelestarian kesenian tutur Aceh sudah kurang diperhatikan oleh berbagai kalangan baik masyarakat, maupun pemerintah. Hal ini ditandai dengan minimnya diadakan kajian penelitian, seminar dan pementasan. Jika ini tidak diatasi, maka kesenian tutur Aceh akan hilang dari kehidupan masyarakat. Maka oleh karena itu penelitian yang berjudul “Pelestarian Seni Tutur di Aceh Ditinjau dari Perspektif Teori Kebijakan Publik (Studi di Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh)”, ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh dalam melestarikan seni tutur dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh dalam melestarikan seni tutur. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya deskriptif. Subjek penelitian ini ialah pimpinan BPNB Aceh, pegawai BPNB Aceh, masyarakat pencinta seni dan pelaku seni. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui yang pertama kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh dalam melestarikan seni tutur ialah melakukan kajian penelitian, mengadakan pendokumentasian, melakukan kerjasama dengan para seniman, mengadakan sosialisasi kesenian tutur ke berbagai daerah, kerja sama dengan lembaga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dewan Kesenian Aceh (DKA), Direktorat Jenderal Kebudayaan Nasional, serta mengadakan berbagai pementasan melalui perlombaan dan fastival. Kedua, faktor yang mendukung Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh dalam Melestarikan Seni Tutur secara internal berupa kelengkapan sarana dan prasarana, anggaran dan kerjasama yang kondusif antara karyawan. Faktor pendukung secara eksternal berupa kuatnya dukungan kerjasama dengan pemerintah daerah tempat diadakan penelitian, masyarakat dan pihak seniman. Ketiga faktor yang menghambat Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh dalam melestarikan seni tutur secara internal berupa keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) atau tenaga ahli dalam bidang kesenian tutur itu sendiri. Adanya ketidak singkronan keinginan pihak BPNB Aceh dengan para seniman. Secara eksternal yang menghambat kebijakan BPNB Aceh dalam melestarikan kesenian tutur ialah kurangnya pemahaman pemerintah kabupaten kota akan pentingnya melestarikan kesenian tutur yang berdampak terhadap kurangnya dukungan yang diberikan terhadap kebijakan yang dilakukan oleh BPNB Aceh.Kata Kunci: Kebijakan, Pelestarian, Seni Tutur di Aceh.
Proses Gatekeeping Pemberitaan LGBT Pada Harian Serambi Indonesia Qurrata Ayuni; Hamdani M. Syam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.926 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Proses Gatekeeping Pemberitaan LGBT pada Harian Serambi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui persepsi gatekeeper Harian Serambi Indonesia mengenai LGBT  dan proses gatekeeping pemberitaan LGBT pada Harian Serambi Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Hierarki Pengaruh Media (Hierarchy of Influence Theory). Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam sebagai teknik untuk pengumpulan data. Dalam penelitian ini ada 3 (tiga) orang informan yaitu Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia, Redaktur Polhukam Harian Serambi Indonesia, dan Wartawan Harian Serambi Indonesia dengan pemilihan informan secara bertujuan (purposive sampling). Hasil penelitian ini adalah proses gatekeeping yang dilakukan oleh Harian Serambi Indonesia terhadap pemberitaan LGBT melewati tahapan yang sangat ketat dan melibatkan pekerja di redaksi. Gatekeeper memiliki peran yang sangat penting dalam menyaring pemberitaan untuk disiarkan kepada masyarakat Aceh. Proses penyaringan atau pengeditan berita dimeja redaksi melibatkan wartawan, redaktur pelaksana dan juga seluruh redaktur yang ada didalam rubrik Harian Serambi Indonesia. Wartawan sebagai gatekeeper yang pertama, menulis berita yang didapat dari narasumber untuk kemudian dilakukan proses penyaringan diredaksi. Setelah proses penyaringan selesai, berita akan dilayout dan dicetak untuk disebarkan kepada khalayak. Pemberitaan LGBT yang disajikan oleh Harian Serambi Indonesia mengacu kepada peraturan syari’at Islam yang berlaku di Aceh, sehingga dalam pemberitaannya, media massa ini tidak mendukung kaum LGBT karena bertentangan dengan agama, budaya, serta ideologi masyarakat.Gatekeeping Process of LGBT News in Harian Serambi IndonesiaABSTRACTThis research is entitled Gatekeeping Process of LGBT News in Harian Serambi Indonesia. This research attempts in order to understand the perception of a Harian Serambi Indonesia’s gatekeeper regarding LGBT and the process of gatekeeping in Harian Serambi Indonesia. The theory that used in this research is a theory of a hierarchy the influence of the media. The method in this research was based on the qualitative descriptive using in depth interviews as a technique for data collection. In this study there were 3 (three) informants, namely managing editor of Harian Serambi Indonesia, Polhukam’s subeditor of Harian Serambi Indonesia , and reporter of Harian Serambi Indonesia with purposing selection informants (purposive sampling). The result of this research is the process of gatekeeping done by the editorial staff of and was the annunciation of LGBT metamorphosis in which has been very tight and involving workers in editorial. Gatekeeper have a very important role in filter news for broadcast to the Aceh’s society. Filtering process or edits news stories told reporters on the table involving, the managing editor and the entire editor who is in daily rubric Harian Serambi Indonesia. Reporters as the first gatekeeper, wrote news obtained from speakers and then gave it to editorial. After screening or gatekeeping process done, the news will layouted and printed spreading to public. The LGBT news which is presented by Harian Serambi Indonesia reference to this regulation of syari’at Islam in Aceh, so the media does not support the LGBT because opposed to the religion, culture, and ideology of Aceh’s society.

Page 66 of 102 | Total Record : 1018