cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
Gaya Komunikasi Kepemimpinan Daud Pakeh dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai di Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Aceh Hanifarrahmi Hanifarrahmi; Nur Anisah, M.Si Nur Anisah, M.Si
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.423 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Gaya Komunikasi Kepemimpinan Daud Pakeh dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai di Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya komunikasi untuk Meningkatkan Kinerja Pegawai. Teori yang digunakan adalah teori Hubungan antar manusia. Fokus penelitian adalah melihat bagaimana jalinan komuunikasi pimpinan sehingga meningkatkan kinerja pegawai. Metode yang digunakan adalah analisis data dengan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data diambil dengan cara wawancara kepada beberapa pegawai yang bekerja di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh. Hasil penelitian menunjukan bahwa Daud pakeh menggunakan gaya komunikasi the equalitarian Styles dan The Structural Styles dalam meningkatkan kinerja pegawai. Gaya komunikasi the equalitarian Styles sangat efektif dalam memelihara empati dan kerjasama, khususnya dalam situasi untuk mengambil keputusan terhadap suatu permasalahan yang kompleks. Sedangkan Gaya The Structuring Style merupakan Gaya komunikasi yang terstruktur, memanfaatkan pesan-pesan verbal secara tertulis maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus dilaksanakan, penjadwalan tugas dan pekerjaan serta struktur organisasi. Dengan kedua gaya komunikasi ini Pemimpin mampu membangun komunikasi baik formal maupun non formal dengan anggota dari organisasi yang nantinya membuka kesempatan bagi tiap anggota untuk bertukar informasi dan gagasan, hal tersebut memotivasi karyawan dalam meningkatkan kinerjanya. Communication Style of Daud Pakeh Leadership in Improving Employee Performance in the Ministry of Religious Affairs Regional Office of Aceh Province.This study is entitled Communication Style of Daud Pakeh Leadership in Improving Employee Performance in the Ministry of Religious Affairs Regional Office of Aceh Province. This study aims to determine the communication style to improve employee performance. The theory used is Human Relation Theory. The focus of the research is to see how the leadership communication can improve employee performance. The method used is data analysis with a descriptive qualitative approach. Data collection was taken by interviewing several employees working in the Ministry of Religious Affairs Regional Office of Aceh Province. The results of the study show that Daud Pakeh used The equalitarian styles and The Structural Styles in improving employee performance. the equalitarian styles are very effective in maintaining empathy and cooperation, especially in situations to make decisions about a complex problem. Whereas The Structuring Style is a structured communication style, utilizing verbal messages in writing and verbally in order to establish orders that must be carried out, scheduling tasks and work and organizational structure. With these two communication styles the Leader is able to build communication both formal and non-formal with members of the organization which later opens opportunities for each member to exchange information and ideas, which motivates employees to improve their performance.
Peran Pemerintah Dalam Mensosialisasikan Kearifan Lokal Smong Untuk Masyarakat Pendatang Di Simeulue JUMAR LIN; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.887 KB)

Abstract

ABSTRAKKearifan lokal Smong dalam masyarakat Simeulue saat ini mulai menghilang, hal ini dikarenakan perkembangan zaman serta perhatian masyarakat dan pemerintah setempat yang kurang. Masyarakat dan pemerintah hanya mengenal Smong disaat bencana datang, sehingga masyarakat tidak dapat mempersiapkan diri sebagaimana yang terhadap pada Smong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah dalam mensosialisasikan kearifan local Smong untuk masyarakat pendatang di Simeulue dan kendala pemerintah dalam  mensosialisasikan kearifan local Smong untuk masyarakat pendatang di Simeulue.Penelitian ini menggunakan teori peran dan teori kebijakan pemerintah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya deskriptif. Informan penelitian ini terdiri pihak BPBD Kabupaten Simeulue, Dinas Pariwisata, toko adat, tokoh masyarakat dan masyarakat Kabupaten Simeulue. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa peran pemerintah Kabupaten Simeulue dalam mensosialisasikan kearifan lokal Smong kepada masyarakat pendatang di antaranya sosialisasi kearifan lokal smong melalui kesenianNandong, melalui cerita rakyat yang disebut “nafi-nafi”, pemanfaatan media sosial seperti DAAI TV salah satu media televisi swasta Indonesia dan Perusahaan Digital Business Solution yang berpusat di Jakarta, memasukan Smong sebagai bagian dari kurikulum muatan lokal di sekolah yang ada di Kabupaten Simeuluedan membentuk Komunitas SiaranSmong yang berupaya menyebarkan arti penting Smong dengan mengadakan tutur keliling kapada setiap masyarakat.Kendala pemerintah Kabupaten Simeulue dalam mensosialisaikan kearifan lokas Smong untuk masyarakat pendatang adalah minimnya kesadaran masyarakat pendatang terhadap bahaya bencana. Masyarakat hanya menyadari pentingnya Smong di saat terlihat tanda-tanda akan adanya bencana saja, namun setelah bencana tersebut terlewati beberapa bulan, masyarakat dengan sendirinya melupakan akan pentingnya Smong. Kendala lain yang dihadapi oleh pemerintah Kabupaten Simeulue dalam mensosialisasikan kearifan lokal Smong ialah letak pulau simeulue yang terpisah dari daratanlainnya sehingga penyebaran informasi kepada masyarakattentang Smong. Maka dapat disimpulkan bahwa pemerintah Simeulue telah berperan besar dalam mensosialisasikan Smong kepada masyarakat sekalipun terkendala oleh beberapa hal, namun selalu diatasi. Kata Kunci:Peran, Kabupaten Simeulue, Kearifan Lokal, Smong dan Masyarakat. ABSTRACT            The local wisdom of Smong in the Simeulue community is now disappearing, this is due to the development of the times and the lack of attention of the local community and government. The community and the government only know the Smong when the disaster comes, so that people cannot prepare themselves as they do to the Smong. This study aims to determine the role of the government in socializing Smong local wisdom for immigrant communities in Simeulue and government constraints in socializing Smong local wisdom for immigrant communities in Simeulue. This research uses role theory and government policy theory. This research method uses a qualitative approach with the type of research descriptive. The informants of this study consisted of BPBD Simeulue District, Tourism Office, custom shop, community leaders and the community of Simeulue Regency. Data collection techniques are carried out by interview and observation. The results of this study can be seen that the role of the Simeulue Regency government in socializing Smong local wisdom to immigrant communities includes the dissemination of smong local wisdom through Nandong arts, through folklore called "nafi-nafi", the use of social media such as DAAI TV, one of Indonesia's private television media and the Digital Business Solution Company based in Jakarta, incorporated Smong as part of the local content curriculum in schools in Simeulue District and formed the Smong Broadcast Community which seeks to spread the importance of the Smong by holding speeches around each community. The constraints of the Simeulue District government in disseminating the Smong location policy for immigrant communities is the lack of awareness of migrant communities on the dangers of disasters. The community only realizes the importance of the Smong when there are signs of a disaster, but after the disaster has passed several months, the people naturally forget about the importance of the Smong. Another obstacle faced by the Simeulue Regency government in disseminating Smong local wisdom is the location of the island of Simeulue which is separated from the other land so that information is disseminated to the community about the Smong. So it can be concluded that the Simeulue government has played a major role in socializing the Smong to the public even though it is constrained by a number of things, but always overcome. Keywords: Role, Simeulue Regency, Local Wisdom, Smong and Community
PARTISIPASI POLITIK PEMUSIK DALAM PILKADA (STUDI KASUS PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA KOTA BANDA ACEH PERIODE 2017-2022) Abdi Defendy; Dr. Effendi Hasan, M.A
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.147 KB)

Abstract

Partisipasi poiltik masyarakat didasarkan atas dua kecenderungan, yaitu atas dasar kesadaran yang kemudian melahirkan partisipasi yang otonom (autonomous participation) dan atas dasar ajakan atau digerakkan orang lain (mobilized participation) menurut Samuel P. Huntington dalam (Jeffrey Karp Susan, 2007). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dimana yang menjadi informan diperoleh dengan metode purposive sampling. Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan teori partisipasi politik. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan studi kepustakaan, serta selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah partisipasi politik para pemusik di kota Banda Aceh terbagi dua tipe pertama, partisiasi aktif yang dilakukan beberapa grup musik dengan bergabung langsung dalam tim pemenangan serta tertera pada struktur besar pemenangan pasangan calon yang mereka dukung. Kedua, partisipasi pasif yaitu pemusik tidak ikut serta langsung dalam tim pemenangan namun mereka ikut menampilkan jasa mereka sebagai pemusik dalam mengisi acara-acara kampanye yang diselenggarakan oleh pasangan calon yang memesan jasa mereka. Adapun faktor-faktor yang melatarbelakangi keikutsertaan mereka dalam politik pertama, faktor ekonomi yaitu pemusik ikut serta dikarenakan menguntungkan bagi grup musik mereka. Kemudian juga faktor status sosial, yang mana keikutsertaan mereka karena mendapatkan tawaran posisi yang bagus di dalam tim pemenangan maupun pasca tim pemenangan berakhir dengan kemenangan pasangan calon yang mereka dukung.POLITICAL PARTICIPATION OF MUSIC IN ELECTIONS(CASE STUDY ON SELECTION OF REGIONAL HEADS OF MAYORS AND VICE MAYORS OF BANDA ACEH CITY, 2017-2022 PERIOD)Community participation is based on two tendencies, namely on the basis of awareness which then engenders autonomous participation and on the basis of invitations or mobilized by others (mobilized participation) according to Samuel P. Huntington in (Jeffrey Karp Susan, 2007). This research uses qualitative methods with qualitative descriptive research type, where the informants are obtained by purposive sampling method. To analyze this study, researchers used the theory of political participation. Data collected by interview and literature study, and then analyzed using a qualitative approach. The results of this study are the political participation of musicians in the city of Banda Aceh divided into two types, active partitioning by several music groups by directly joining the winning team and stated in the large structure of winning candidate pairs that they support. Second, passive participation, that is, musicians do not participate directly in the winning team, but they also present their services as musicians in filling out campaign events organized by pairs of candidates who order their services. As for the factors underlying their participation in the first politics, the economic factor of musicians participating because it is beneficial for their music group. Then also the social status factor, which is their participation because they get a good position in the winning team and after the winning team ends with the victory of the candidate pair they support.
KONSEP ISLAM MADANI DALAM PEMIKIRAN ILLIZA SA’ADUDDIN DJAMAL Lailatul Qadri; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.184 KB)

Abstract

MADANI ISLAMIC CONCEPT IN ILLIZA SA’ADUDDIN DJAMAL POLICY Lailatul Qadri[1]Effendi Hasan[2](Lailatulqadri4@gmail.com,effendi23111@yahoo.com)Progam studi ilmu politik,FISIP,Universitas Syiah Kuala Label madani untuk Kota Banda Aceh, yang akan mengikuti jejak Kota Madinah yang aman, sejahtera dan bahagia dinilai belumlah pantas untuk disematkan saat ini. Hasil survey Maarif Institut menempatkan Banda Aceh di posisi 19 sebagai Kota Islami di Indonesia. Yang lebih mengejutkan lagi hasil survey tersebut menunding label madani hanyalah cara untuk menutupi bobroknya sektor pelayanan publik, yang tentunya tidak sepenuhnya Islami. Meskipun demikian sebahagiaan warga kota tetap setuju gelar kota madani tetap disematkan kepada Kota Banda Aceh (The Aceh Institute, 2017). Pemerintah Kota Banda Aceh masih perlu banyak berbenah, terutama dalam sektor pendidikan Islam. Berita baiknya adalah adanya peningkatan persentase anak-anak yang mampu membaca Al-Quran dari 62% menjadi 89%, dengan dimulainya proses-proses penegakan model kota madani, dapat membantu mewujudkan Banda Aceh menjadi kota madani seutuhnya, bukan hanya nama dan bukan hanya wacana. Menjadi madani tentu butuh proses panjang, namun bukan hal yang tidak mungkin jika proses tersebut dilakukan dan didukung bersama.Tujuan penelitian untuk mengetahui apa yang melatarbelakangi Illiza Sa’aduddin Djamal mengambil kebijakan Islam Madani untuk membangun kota Banda Aceh dan bagaimana pemikiran Illiza Sa’aduddin Djamal tentang konsep kota madani di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan, latar belakang Illiza Sa’aduddin Djamal mengambil konsep Islam Madani untuk membangun kota Banda Aceh berlandaskan ajaran agama islam dan berpedoman kepada kita suci Al-quran, dimana masyarakat madani mempunyai karateristik yang khusus dengan kebudayaan dan peradabannya yang menganut sistem ketuhanan dan penerapan sistem Qurani dalam seluruh segi kehidupan bermasayarakat dan ingin mewujudkan kembali zaman kejayaan Islam dahulu kala. Pemikiran Illiza Sa’aduddin Djamal tentang konsep Kota Madani di Banda Aceh berdasarkan mayoritas masyarakat Aceh yang beragama Islam dan membentuk kebudayaan Islami, dengan menetakan nilai-nilai keadilan, prinsip kesetaraan hukum, kebebasan, kemajemukan, jaminan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat dan untuk meningkatkan taraf kehidupan perekonomian yang lebih baik dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwasata. Kata Kunci : Islam Madani   ABSTRACT The city of Banda Aceh is the capital of Aceh, in 2012 which was very familiar with the term Banda Aceh as the Madani City model that referred to the Islamic community that had been built by the prophet Muhammad SAW in the land of Medina. Illiza Saaduddin DJamal as Mayor of Banda Aceh invited all the people of the city of Banda Aceh to be able to realize a civil society where civil society has an understanding as a society that adheres to, upholds human values, and norms, as well as a developed society in mastering science and technology, therefore we as the people of Banda Aceh City must have a vision that is in line to realize Madani City. There is a purpose of this research to find out what lies behind Illiza Sa'aduddin Jamal taking the concept of Islamic Madani to build the city of Banda Aceh and what Illiza Sa'aduddin Jamal thought about the concept of a civil city in Banda Aceh. This study uses descriptive qualitative methods. Data collection techniques used are observation, interview, documentation and literature. From the results of the study conclusions, Illiza Sa'aduddin Jamal's background took the concept of Islamic Madani to build the city of Banda Aceh based on the teachings of Islam and guided by us the holy Al-Quran, where civil society has special characteristics with the culture and civilization that adheres to the system divinity and application of the Quranic system in all aspects of community life and want to re-manifest the age of Islamic glory of yore. Illiza Sa'aduddin Jamal's thinking about the concept of Madani City in Banda Aceh is based on the majority of Acehnese people who are Muslim and form Islamic culture, by placing the values of justice, the principle of legal equality, freedom, pluralism, guarantee of welfare for all levels of society and to improve a better economic life and able to improve community welfare through tourism sector.. Keywords: Civil Islam[1]Mahasiswa Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala[2]Dosen Pembimbing
Implementasi Bauran Promosi Pariwisata Dalam Meningkatkan Jumlah Pengunjung Wisata Taman Rusa Sibreh Aceh Besar eliza rahmi; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.589 KB)

Abstract

 ABSTRAK, Penelitian ini berjudul “Implementasi Bauran Promosi Pariwisata Dalam Meningkatkan Jumlah Pengunjung Wisata Taman Rusa Sibreh Aceh Besar.” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk  pelaksanaan bauran promosi yang dilakukan oleh pengelola Wisata Taman Rusa dan bagaimanan cara mengatasi menurunnya pengunjung wisata agar menghasilkan peningkatang pengunjung dengan bauran promosinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara semiterstruktur dalam pengumpulan data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori AIDDA . Dalam pemilihan informan penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, sedangkan untuk menganalisis data, menggunakan model analisis data Miles dan Huberman.             Tujuan didirikanannya Wisata Taman Rusa ini adalah untuk menggali potensi keunikan nuansa baru, sebagai sarana edukasi, dan rekreasi bagi masyarakat (keluarga). Pada Wisata Taman Rusa, promosi yang diterapkan berupa periklanan, penjualan perorangan, promosi penjualan, hubungan masyarakat,dan  penjualan langsung. Selain itu, biaya promosi yang dikeluarkan dan tingkat jumlah pengunjung Wisata Taman Rusa selama dua tahun terakhir 2016 dengan jumlah pengunjung yang datang sebanyak 164.847 orang dan pada tahun 2017 jumlah pengunjung yang datang pengunjung meningkat menjadi 192.404 orang. Dan di tahun 2018 tingkat pengunjung menurun 5% yaitu dengan jumlah pengunjung 186,375.            Biaya promosi yang dikeluarkan kurang lebih 50 juta per tahun. Dari penelitian yang ada, dapat disimpulkan bahwa media promosi yang digunakan oleh pihak Wisata Taman Rusa sudah berupaya memberikan yang terbaik agar pengunjung Wisata Taman Rusa terus meningkat dan tidak mengalami penurunan kunjungan wisata.Kata Kunci: Bauran Promosi, Wisata Taman Rusa.Implementation Of A Mi Of Tourism Promotion In Increasing The Number Of Visitors To Sibreh Aceh Besar Deer Park ToursABSTRACT, This research is entitled "Implementation of Tourism Promotion Mix in Increasing the Number of Tourism Visitors in Sibreh Aceh Besar Taman Rusa." The purpose of this study is to find out the forms of promotion mix carried out by Wisata Taman Rusa managers and how to deal with decreasing tourist visitors to produce enhancements. visitors with the promotion mix. This study used a qualitative descriptive method with structured interviews in data collection. The theory used in this study is the AIDDA theory. In the selection of informants this study used purposive sampling method, while for analyzing the data, used the data analysis model Miles and Huberman.The purpose of the establishment of Deer Park Tourism is to explore the potential of a unique new nuance, as a means of education, and recreation for the community (family). At Deer Park Tourism, promotions are implemented in the form of advertising , personal selling, sales promotions, public relations, and direct  marketing. In addition, the promotion costs incurred and the number of visitors to Taman Rusa Tourism during the last two years 2016 with the number of visitors coming as many as 164,847 people and in 2017 the number of visitors who came visitors increased to 19,404 people. And in 2018 the final rate decreased by 5 % with the number of visitor 186,375.Promotion costs incurred less than 50 million per year from research than can be concluded that promotional media used by deer park tourism have tried to provide the best so that visitors to deer park tourism continue to increase and not experience a decline in tourist visits.  Keywords:  Promotion Mix, Wisata Taman Rusa.
“KEPENTINGAN EKONOMI-POLITIK MEDIA DALAM PEMBERITAAN PADA MEDIA CETAK SERAMBI INDONESIA Riska Khairani; Rahmat Saleh
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.497 KB)

Abstract

“KEPENTINGAN EKONOMI-POLITIK MEDIA DALAM PEMBERITAAN PADA MEDIA CETAK SERAMBI INDONESIARiskaKhairani, RahmatShaleh, M.Comn.Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Syiah KualaABSTRAK,Perkembangan di zaman digital seperti sekarang ini mempengaruhi media massa untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan yang serba cepat dalam penyebaran beritanya yang menjadi salahsatu komodifikasi semua media. Surat kabar cetak Serambi Indonesia harus bertahan dalam mekanisme dalam persaingan agar surat kabat cetak terus dapat berproduksi di samping berkembangnya media digital di Aceh. Di samping itu, dalam pengelolaannya terdapat kepentingan-kepentingan media demi bertumbuh kembangnya Serambi Indonesia cetak, salah satunya kepentingan ekonomi. Di samping itu kepentingan politik juga turut hadir di balik pemberitaannya namun bukan secara terang-terangnya. Terjadinya lingkaran ini adalah murni karena kedekatan pekerja media dengan polikus. Politikus dianggap sebagai pemodal atau pengiklan yang memberikan pendapatan bagi media Serambi Indonesia khususnya koran.Penyebabnya adalah yang menjadi penompang Serambi cetak adalah iklan itu sendiri. Hubungan keduanya ini menyebabkan kecenderungan yang mana ruang publik dipergunakan hanya demi kepentingan media dan perorangan. Penelitian ini menggunakan teori ekonomi politik yang dicetuskan oleh Vincent Moskow yang berfokus pada komodifikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui kepentingan ekonomi-politik media dalam pemberitaan pada media cetak Serambi Indonesia.Kata Kunci : Komodifikasi, Media, Kepentingan ekonomi-politik          ABSTRACT, The development in the digital age like now is affecting the mass media to be able to adapt to the fast-paced environment in spreading its news which is one of the main commodities of all media. The Serambi Indonesia print newspaper must survive in the mechanism of competition so that print newspapers can continue to produce in addition to the development of digital media in Aceh. In addition, in its management there are media interests for the development of the printed Indonesian Porch, one of which is economic interests. In addition, political interests are also present behind the reporting, but not explicitly. The occurrence of this circle is purely due to the closeness of media workers with politicians. Politicians are considered as financiers or advertisers who provide income for the  Serambi Indonesia media, especially newspapers. The reason is that the print foyer is the advertiser itself. The relationship between these two causes a tendency in which public space is used only for the benefit of the media and individuals. This study uses the theory of political economy that was coined by Vincent Moscow which focuses on commodification. This study uses a qualitative approach and with a descriptive type of research that aims to find out the economic and political interests of the media in reporting to the Serambi Indonesian print media. Keywords: Commodification, Media, Economic-political interests
Perilaku Golongan Putih Masyarakat Kota Tanjungbalai Kecamatan Sei Tualang Raso Pada Pemilihan Kepala Daerah Gubernur Sumatera Utara Tahun 2018 Murni Murni; Cut Maya Aprita Sari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.191 KB)

Abstract

AbstrakKecamatan Sei Tualang Raso memiliki tingkat Golongan Putih yang lebih tinggi dibandingkan dengan Kecamatan lainnya sebesar 44,5% .Masyarakat Kecamatan Sei Tualang Raso memiliki pendidikan yang cukup tinggi dan berpengetahuan tentang politik yang cukup. pikir.Namun faktanya masyarakat Kecamatan Sei Tualang Raso masih terlihat pasif pada Pilkada Gubernur Sumatera Utara tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Budaya Politik Masyarakat pada saat Pilkada Gubernur Sumatera Utara tahun 2018 dan faktor apa saja yang menjadi penyebabnya Sumatera Utara dari 2018. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Budaya Politik dan Perilaku Golput.Penelitian ini adalah penelitian eksplanatif kuantitatif.Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 99 orang yang dipilih dengan menggunakanpengambilan sampel tidak disengajaKarena terkait dengan pendapatan yang didapat oleh masyarakat membuat masyarakat lebih aktif dalam bekerja pada saat pemilihan yang memperoleh hasil untuk diri sendiri sehingga merusak budaya Politik Masyarakat Kecamatan Sei Tualang Raso. Budaya politik masyarakat Kecamatan Sei Tualang Raso tergolong dalam Budaya Politik Subjek / kaula yaitu: memiliki pengetahuan dalam bidang politik yang memadai, partisipasi politik minimal dan kesadaran dalam berpolitik rendah khusus Pilkada.Kata kunci: Golongan Putih, Budaya Politik, Faktor Penyebab Golongan PutihAbstractSei Tualang Raso Subdistrict has a higher level of white compared to other sub-districts of 44.5%. Sei Tualang Raso Subdistrict community has a fairly high education and sufficient political knowledge. This should be able to prove a significant participation rate on increasing participation through mindset. But the fact that the community of Sei Tualang Raso subdistrict still looks passive at the governor of North Sumatra in 2018. This study aims to find out how the political culture of the people at the governor of North Sumatera in 2018 and what factors caused the high number of the White group in the governor of North Sumatera from 2018. The theory used in this study is the theory of political culture and Golput behavior. This research is quantitative expreslanative research. The number of samples in this study was 99 people who were elected using accidental sampling. Data collection techniques are conducted through surveys using questionnaires. Data was analyzed using a simple linear regression test with the help of SPSS version 20. Hypothesis test Results There is a value of Thitung 34.223 while the value of 1.984 in the level of significance is 5%. This means the community's political culture has a positive effect on the contributing factors of community Golput in the elections. The results of this study showed that the causal factor of the community Golput of the district of Sei Tualang Raso is the most influential political factor. Seeing that Golput's behavior emerged as a result of unbelief of voters against the government and the job factors, because with the least income gained by the public made the community more active in working at the time of the elections is considered to be the result of self-destructive political culture of the community of Sei Tualang Raso subdistrict. The political culture of the community of Sei Tualang Raso is classified as political culture subject/Kaula namely: have knowledge in the field of politics, minimal political participation and awareness in low politics, especially the elections.Kata kunci : putih, budaya politik, faktor putih
Budaya Hip Hop di Kalangan Remaja Banda Aceh Salwa Faisal; Nur Anisah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1543.535 KB)

Abstract

BUDAYA HIP HOP DI KALANGAN REMAJA BANDA ACEHABSTRAK - Penelitian ini berjudul “Budaya Hip Hop di Kalangan Remaja Aceh”. Budaya hip hop merupakan budaya populer yang populer dikalangan remaja di seluuh dunia, termasuk di Aceh.Media massa telah memberikan dampak yang luar biasa untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia, terutama efek dalam hal budaya. Masyarakat Aceh dikenal sebagai orang-orang yang menjadikan Islam sebagai nilai-nilai, norma dan standar etika dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap remaja Aceh terhadap perkembangan budaya populer hip hop. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data primer yang terdiri dari pendiri dan anggota komunitas Hip Hop NAD Syndicate yang berjumlah 5 orang. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi dan internet. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu menentukan informan berdasarkan sejumlah kriteria yang ditentukan. Berdasarkan hasil penelitian, remaja Aceh telah menyerap budaya hip hop dan mengaplikasikan di kehidupan mereka. Budaya hip hop sangat berpengaruh pada pengetahuan, perasaan, dan perilaku mereka. Serta munculnya perilaku mengimitasi idola mereka dari segi berpakaian dan berbicara. Nilai-nilai yang telah disampaikan melalui media massa sangat mempengaruhi remaja Aceh dalam cara berpikir, bersikap, dan berprilaku.Kata kunci : Budaya Populer, Hip Hop, Media Masa, RemajaHIP HOP CULTURE IN BANDA ACEH YOUTHABSTRACT - This research is entitled "Hip Hop Culture among Acehnese Youth". Hip hop culture is a popular culture that is popular among teenagers in the whole world, including in Aceh. The mass media has had a tremendous impact on developing countries such as Indonesia, especially the effects in terms of culture. Acehnese are known as people who make Islam as ethical values, norms and standards in everyday life. This study aims to determine the attitudes of Acehnese adolescents towards the development of popular hip hop culture. This study used a qualitative descriptive approach with primary data sources consisting of 5 people founding and members of the Hip Hop NAD Syndicate community. While secondary data is obtained through documentation and the internet. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. While the sampling technique used is purposive sampling, which is determining the informants based on a number of specified criteria. Based on the results of the study, Acehnese teenagers have absorbed hip hop culture and applied it in their lives. Hip hop culture is very influential on their knowledge, feelings, and behavior. As well as the emergence of imitating behavior of their idols in terms of dressing and talking. The values that have been conveyed through mass media greatly affect Acehnese adolescents in ways of thinking, behaving, and behaving.Keywords: Popular Culture, Hip Hop, Mass Media, Teenager                           
ANALISIS KETERLAMBATAN PENGESAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA ACEH (APBA) TAHUN 2018 Fitri Ani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.639 KB)

Abstract

ABSTRAK, Anggaran pendapatan dan belanja Aceh adalah rencana keuangan Pemerintah Aceh yang disetujui oleh Dewan perwakilan Rakyat Aceh sebagaimana yang dijelaskan dalam Pasal 20 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara mengenai perencanaan rancangan anggaran pendapatan dan belanja Aceh,namun pada kenyataannya rancangan anggaran pendapatan dan belanja Aceh masih sering mengalami keterlambatan dalam proses pengesahannya. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) Tahun 2018. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Delay. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, hasil penelitian menunjukkan keterlambatan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) sudah terjadi sejak tahun 2008, keterlambatan dalam pengesahan anggaran pendapatan dan belanja Aceh terjadi berulang-ulang dan bahkan seperti menjadi budaya dalam proses pengesahan anggaran pendapatan dan belanja Aceh (APBA), adapun faktor yang menjadi penyebab terjadinya keterlambatan pengesahan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) yaitu, pertama, perencanan (waktu) yang digunakan semaksimal mungkin dalam rancangannya, kedua, perbedaan komitmen Antara pemerintah daerah dan dewan perwakilan rakyat Aceh (DPRA), ketiga, komunikasi yang tidak harmonis yang menimbulkan kesalahpahaman, keempat, adanya peran partai politik yang mempengaruhi proses pembahssan anggaran pendapatan dan belanja Aceh (APBA).Kata kunci: Analisis, Keterlambatan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh.
Strategi Pemerintah Kota Banda Aceh dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Melalui Penerimaan Retribusi Parkir M. Ziaul Haq; Efendi Efendi; Iqbal Ahmady
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.339 KB)

Abstract

ABSTRAK, Pengelolaan retribusi parkir dalam upaya untuk meningkatkan PAD Kota Banda Aceh ditetapkan dalam Qanun Kota Banda Aceh Nomor 4 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. Namun demikian, Pemeritah Kota Banda Aceh belum mampu mengelola retribusi parkir sebagai penerimaan PAD dengan optimal yang ditunjukkan dengan tidak tercapainya target PAD dari retribusi parkir setiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena terdapat beberapa kendala dilapangan sehingga berpengaruh kepada penerimaan PAD yang tidak maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pemerintah Kota Banda Aceh dalam upaya meningkatkan PAD melalui penerimaan retribusi parkir. Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil penelitian di lapangan dan kepustakaan. Penelitian di lapangan dilakukan melalui wawancara dengan informan dan juga dari dokumen-dokumen penting dari kantor dinas yang terkait. Sedangkan penelitian kepustakaan diperoleh dengan cara membaca buku teks, peraturan perundang-undangan, jurnal, dan bahan-bahan bacaan lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Pemerintah Kota Banda Aceh mengenai retribusi parkir belum berjalan dengan optimal. Hal ini dipengaruhi oleh pengelolaan retribusi parkir yang belum optimal, kurangnya pemanfaatan karcis, tidak adanya metode untuk menentukan potensi retribusi parkir, setoran kepada daerah yang tidak sesuai dengan aturan, dan rendahnya pengawasan dan sumber daya manusia. Pemerintah Kota Banda Aceh diharapkan untuk meningkatkan intensitas kerja sama antar lembaga dalam mewujudkan pengelolaan parkir yang baik. Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh disarankan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan pelatihan kepada juru parkir, membentuk sebuah metode perhitungan potensi retribusi yang ideal dan melakukan peninjauan ulang aturan bagi hasil, serta sebagai lembaga pelaksana kebijakan disarankan untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja juru parkir. Hal tersebut dilakukan agar pemerintah dapat meminimalisir kebocoran PAD yang terjadi. Kata Kunci: Retribusi Parkir, Pendapatan Asli Daerah, Manajemen Strategis Parkir. Banda Aceh Government’s Strategy in Increasing The Regional Revenue Through The Acceptance of Parking Retribution ABSTRACT, Management of parking retribution in an effort to increase the genuine revenue of the city of Banda Aceh stipulated in the city Qanun Banda Aceh No. 4 of 2012 about the retribution of parking services on the roadside public. Nevertheless, the Government of Banda Aceh has not been able to manage the parking retribution as the acceptance of genuine revenue of the region with optimum indicated with no achievement of genuine target revenue of the area of parking retribution annually. This is because there are several obstacles in the field so that the original revenue impact local revenue receipt area is not maximal. The study aims to analyse the strategy of the Banda Aceh government in an effort to increase indigenous revenue through the acceptance of parking retribution. The Data needed in this study were derived from research results in the field and literature. Research in the field is conducted through interviews with informant and also from the important documents of the relevant service office. Literature research is obtained by reading textbooks, laws, journals, and other reading materials related to this research. The results showed that Banda Aceh city government's strategy of parking retribution has not run optimally. This is influenced by the management of parking retribution that has not been optimal, lack of the utilization of tickets, the absence of methods to determine the potential parking retribution, the deposit of native regional Revenue that does not comply with the rules, and the low Monitoring and human resources. The Banda Aceh city government is expected to increase the intensity of cooperation between institutions in realizing good parking management. The Banda Aceh City Transportation Office is advised to improve the quality of human resources by providing parking for the original Income of the interpreter, forming a method of calculating the ideal levy of potential retribution and reviewing The rules for the outcome, as well as implementing agencies are advised to supervise the performance of the parking interpreter. This is done so that the government can minimize the genuine revenue leakage of the area. Keywords: Parking Retribution, Regional Genuine Revenue, Strategic Management of Parking.

Page 68 of 102 | Total Record : 1018