cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
SYARI'AH : Jurnal Ekonomi Syari'ah
ISSN : 23380357     EISSN : 2548172X     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Syari’ah merupakan jurnal Ekonomi Syari’ah dengan kajian multidisipliner, terbit dua kali dalam satu tahun (April dan Oktober), dikelola oleh Program Studi Ekonomi Syari’ah Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri Tembilahan. Redaksi menerima tulisan yang relevan selama mengikuti petunjuk penulisan yang ditetapkan.
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN SEBAGAI KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI POLRES INHIL Asmail Khairi
Syari'ah Vol 11 No 1 (2023): Ekonomi Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/syh.v11i1.620

Abstract

Rumah tangga seharusnya adalah tempat berlindungnya bagi seluruh anggota keluarga, namun pada kenyataanya justru banyak rumah tangga menjadi tempat penderitaan dan penyiksaan karena sering terjadi kekerasan didalamnya. Sebagai tanggung jawab Negara terhadap rakyatnya terutama perempuan maka disahkanlah undang-undang yang mengatur secara tegas tentang permasalahan tersebut. Upaya perlindungan hokum yang diberikan terhadap perempuan sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga yang kerap terjadi di lingkungan polres inhil. Pertama, perlindungan hukum yang diberikan oleh pihak polres inhil kepada korban kekerasan dalam rumah tangga adalah pendekatan persuasive secara personal (konseling), penangkapan pelaku, penjelasan hak korban dalam bidang kesehatan, dan berujung penyelesaian kekeluargaan. Kedua, kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan perlindungan hokum terhadap perempuan sebagai korban adalah tidak adanya rumah aman untuk para korban. Ketiga, upaya yang dapat dilakukan oleh pihak polres inhil untuk mengatasi kendala adalah selaku penyidik polres inhil bekerja sama dengan lembaga sosial di inhil yakni instansi dinas sosial. Dengan cara mengadakan seminar dan sosialisasi penyuhan hukum kepada masyarakat.
JASA MAKE UP ARTIS (MUA) DALAM PANDANGAN ISLAM Rahmatang, Putri; Fuad, Ahmad
Syari'ah Vol 12 No 2 (2024): Ekonomi Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik jasa Make Up Artist (MUA) di Kotabaru dan bagiaman pandangan hukum Islam terhadap praktik jasa MUA tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Adapun hasil peneltiannya adalah ada dalam beberapa dalam praktik jasa MUA yang masih menggunakan beberapa macam produk kosemetik lokal maupun luar negeri yang tidak jelas kehalalannya, begitu juga dalam praktiknya MUA melayani cukur alis yang tidak sesuai dengan Islam. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa berhias diperbolehkan dalam Islam, tetapi menggunakan kosmetik yang masih belum jelask kehalalannya sebaiknya dihindari.
JUAL BELI AKUN GAME ONLINE MOBILE LEGENDS BANG BANG Nabila, Nabila; Sulaiman, Sofyan; Azis, Said Abdul
Syari'ah Vol 12 No 2 (2024): Ekonomi Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the buying and selling of Mobile Legends: Bang Bang accounts from the perspective of maqashid sharia and Islamic rationality. With the rapid growth of technology, online gaming has become a popular form of entertainment across all age groups, offering potential income opportunities. The research aims to assess whether these transactions bring more benefits (maslahah) than harms (mudharat), conserve natural resources, and align with Islamic principles. A qualitative research approach was employed to explore the mechanisms behind these transactions. Data was gathered through observation, interviews, and documentation, ensuring a comprehensive understanding of the practice. The study highlights that, according to maqashid sharia, evaluating an action requires considering both its positive and negative aspects. For instance, while the trade of khamr is prohibited due to its greater harms relative to benefits, exceptions are allowed in emergency situations—such as using khamr for medicinal purposes in controlled quantities. Using this analogy, the research suggests that despite technological advancements that support online game account trading, the practice may be considered irrational if it contradicts the Islamic rationality axiom that demands products be halal, thayyib, and free from waste. Ultimately, the study underscores the importance of applying traditional Islamic ethical frameworks to modern digital economic activities, ensuring that progress in technology is balanced with adherence to core Islamic values.