cover
Contact Name
Ratna Puji Priyanti
Contact Email
jikep.stikespemkab@gmail.com
Phone
+6281232900100
Journal Mail Official
jikep.stikespemkab@gmail.com
Editorial Address
LPPM - STIKES Pemkab Jombang Jl. Dr. Soetomo No. 75-77 Jombang Jawa Timur, Indonesia 61418 Telp./Fax. 0321-870214
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing)
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 24774391     EISSN : 25283022     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientifics Journal of Nursing) is a place of publication for researchers in the field of nursing and health care. Jurnal Ilmiah Keperwatan are peer-reviewer journals published semi-annually twice in a year. Jurnal Ilmiah Keperawatan published by STIKES Pemkab Jombang. The Journal particullary for studies that aims to understanding and evaluating the nursing care and implication on its practice, in which consist of rigourus design and methods that answer the research questions. Jurnal Ilmiah Keperawatan offer benefits for the author : Highly recomended peer-review journal in nursing field Offer the plagiarsm check include in all in publications fee Good quality journal with low pubication fee Indexed in all major database
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026" : 19 Documents clear
Tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar pada bayi 0-9 bulan: Mothers’ knowledge level of basic immunization for infants aged 0–9 months Dewi , Ni Nyoman Arista; Sari, Ni Made Sekar; Serinadi, Desak Made; Dewi, Ni Luh Made Asri
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2911

Abstract

Imunisasi dasar merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan penyakit menular pada bayi. Cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) di Indonesia pada tahun 2023 tercatat sebesar 84,5%, masih berada di bawah target WHO sebesar 95%. Salah satu wilayah di Indonesia yang cakupan IDLnya masih rendah adalah wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Utara. Tingkat pengetahuan ibu menjadi faktor yang berperan penting dalam kelengkapan imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar pada bayi usia 0–9 bulan di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Utara. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 0–9 bulan, dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (64,7%) memiliki pengetahuan yang baik dengan nilai rerata skor pengetahuan adalah 77,41. Namun meskipun demikian masih terdapat ibu dengan pengetahuan cukup hingga kurang, sehingga perlu adanya edukasi berkelanjutan dari tenaga kesehatan. Peningkatan pengetahuan ibu diharapkan dapat mendukung cakupan imunisasi dasar yang lebih optimal dan menjamin perlindungan kesehatan bayi sejak dini.
Hubungan faktor organisasi dengan kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan : The relationship between organizational factors and nurses performance in providing nursing care Pratiwi, Diana Aprilia; Suratmi, Suratmi; Qowi, Nurul Hikmatul
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2924

Abstract

Kualitas pelayanan dan hasil kesehatan yang diharapkan, yang menunjukkan bahwa kinerja perawat tidak hanya memengaruhi diri mereka sendiri tetapi juga berdampak luas pada keselamatan dan kualitas pelayanan kepada pasien Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor organisasi dengan kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional dengan menggunakan teknik probality sampling berupa sample random sampling diperoleh 58 responden menggunakan instrument lembar kuesioner faktor organisasi dan kinerja perawat. Penelitian ini memperoleh hasil faktor organisasi sebagian besar kategori baik dan sebagian besar perawat memiliki kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan dengan kategori baik. Penelitian ini menggunakan uji Spearman rank dengan nilai p<0,05 yang berarti ada hubungan faktor organisasi dengan kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Berdasarkan penelitian diharapkan perilaku perawat dalam faktor organisasi dengan kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan harus dilandasi oleh pemahaman yang baik.
Dibalik strategi nonfarmakologis untuk nyeri punggung kronis: Terapi Su Jok pada lansia dengan Hernia Nukleus Pulposus (HNP) : Behind nonpharmacological strategies for chronic back pain: Su Jok therapy in elderly patients with Herniated Nucleus Pulposus (HNP) Deli, Dwina Oktavia; Rumsori, Petrus Paris; Taluphyta, Rurry Nindya; Pertiwi, Ariani Arista Putri; Nurjannah, Intansari
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2934

Abstract

Hernia Nukleus Pulposus (HNP) merupakan penyebab utama nyeri punggung kronis pada lansia yang memengaruhi mobilitas dan kualitas hidup. Pendekatan farmakologis sering digunakan, tetapi berisiko menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif nonfarmakologis seperti terapi Su Jok. Laporan kasus ini mengevaluasi efektivitas Su Jok dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan mobilitas pada pasien lansia dengan HNP. Seorang pasien perempuan usia 59 tahun dengan keluhan nyeri punggung bawah menjalar hingga kedua kaki, skala nyeri 7–8, Intervensi dilakukan melalui pemijatan area tangan (Su) pada punggung tangan (yang) di titik korespondensi punggung lumbal 1–5 serta ruas jari manis dan tengah yang berkaitan dengan area kaki, dilanjutkan dengan penempelan biji chia seed selama ±30 menit. Pasien diedukasi melakukan terapi mandiri di rumah 1–2 kali per minggu. Setelah intervensi, skala nyeri menurun menjadi 5, disertai peningkatan kemampuan berjalan dan kenyamanan. Pasien menunjukkan respon emosional positif berupa motivasi dan kepercayaan diri untuk melakukan terapi mandiri serta tidak ditemukan efek samping. Terapi Su Jok terbukti aman dan berhasil meredakan nyeri dan dapat diterapkan sebagai intervensi komplementer nonfarmakologis untuk menurunkan nyeri punggung kronis pada lansia dengan HNP. Edukasi terapi mandiri memperkuat keberlanjutan hasil positif, diharapkan akan meningkatkan kepatuhan pasien.
Pengaruh terapi jalan kaki 30 menit terhadap penurunan tekanan darah pada lanjut usia (lansia) penderita hipertensi: The effect of 30-minute walking therapy on reducing blood pressure in elderly hypertension patient Puspitasari, Ninda; Sholikhah, Siti; Majid, Abdul
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2937

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Indonesia. Kondisi ini sering terjadi pada lanjut usia (lansia) akibat perubahan fisiologis seiring bertambahnya usia. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang efektif untuk menurunkan tekanan darah adalah terapi jalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi jalan kaki selama 30 menit terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Desain penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 52 lansia yang dipilih dengan teknik purposive sampling dari total populasi 108 orang. Intervensi berupa jalan kaki selama 30 menit dilakukan sebanyak 12 kali dalam satu bulan, dengan frekuensi tiga kali per minggu. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter digital. Data dianalisis dengan uji Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan tekanan darah. Sebelum diberikan intervensi mayoritas dengan hipeternsi Tingkat 1 dan setelah diberikan intervensi mayoritas responden pada kategori pra hipertensi dengan nilai statistik p: 0.000. Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat adanya pengaruh aktivitas jalan kaki terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi. Terapi jalan kaki 30 menit terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan tekanan darah lansia hipertensi.
Hubungan frekuensi suction dengan status oksigenasi pasien terpasang ventilator di ruang ICU RSUD dr Soegiri Lamongan: The relationship between suction frequency and oxygenation status of patients on ventilators in the ICU of RSUD dr. Soegiri Lamongan Ramadhani, Winda Sri; Maghfiroh, Isni Lailatul; Kusbiantoro, Dadang
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2955

Abstract

Oksigenasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting dalam menunjang metabolisme sel, mempertahankan kehidupan, serta mendukung fungsi berbagai organ tubuh. Pasien dengan kondisi gagal napas yang dirawat di ruang perawatan intensif umumnya memerlukan ventilator mekanik sebagai alat bantu pernapasan. Selama penggunaan ventilator, sering terjadi penumpukan sekret pada jalan napas yang dapat menyebabkan obstruksi dan menurunkan status oksigenasi. Salah satu tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah suction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi tindakan suction dengan status oksigenasi pada pasien yang terpasang ventilator mekanik di ruang Intensive Care Unit RSUD Soegiri Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap frekuensi suction serta pengukuran status oksigenasi yang meliputi saturasi oksigen dan frekuensi pernapasan setelah tindakan suction dilakukan dengan menggunakan pulse oximetry. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi suction dengan status oksigenasi pasien yang terpasang ventilator mekanik. Tindakan suction yang dilakukan secara tepat terbukti membantu menjaga kebersihan jalan napas dan meningkatkan status oksigenasi pasien. Oleh karena itu, suction merupakan intervensi keperawatan yang penting dalam perawatan pasien dengan ventilator mekanik
Pengaruh GENSMART berbasis teman sebaya terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi : The effect of peer-based gensmart on adolescents knowledge and attitudes about reproductive health Shofiyanti, Dina Ayu; Ekawati, Heny; Gumelar, Wahyu Retno
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2956

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi remaja masih menjadi isu penting di Indonesia. Kurangnya informasi dan metode penyampaian yang kurang menarik bagi remaja menambah urgensi untuk melakukan pendekatan edukatif yang relevan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh GENSMART berbasis teman sebaya terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan pendekatan One Group Pre-Post Test Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas bina prestasi (BINPRES) kelas 7 dan 8 di SMP Negeri 1 Paciran sebanyak 107 responden, dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan sikap, yang telah diadopsi dari penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi, sebagian besar siswa memiliki pengetahuan kurang dan hampir seluruhnya memiliki sikap baik. Namun setelah intervensi, hampir seluruhnya siswa memiliki pengetahuan cukup dan seluruh siswa menunjukkan sikap baik. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil didapatkan adanya pengaruh intervensi pelatihan GENSMART terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa tentang kesehatan reproduksi. Upaya seperti pelatihan GENSMART dapat direkomendasikan sebagai program berkelanjutan yang melibatkan tenaga kesehatan dan pendidik untuk mendorong peningkatan literasi kesehatan reproduksi sejak dini.
Kader posyandu sebagai ujung tombak deteksi dini masalah gizi pada balita: Posyandu health volunteer as the frontline in early detection of nutritional problems in toddlers Antari, Ni Ketut Desi; Dewi , Desak Putu Risna; Nyoman Sri Ariantini
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2958

Abstract

Masalah gizi pada balita masih menjadi isu kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Karangasem. Tingginya angka stunting dan kurang optimalnya pemantauan pertumbuhan menunjukkan perlunya penguatan deteksi dini di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran kader Posyandu dalam deteksi dini masalah gizi balita. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive, melibatkan 15 informan kunci (kader, ibu balita, perbekel, bidan desa, dan perawat). Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman serta triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader berperan sebagai pemantau, pencatat, edukator, dan pelacak. Sebagai pemantau, kader melakukan pengukuran antropometri rutin dan mengidentifikasi kasus stunting. Sebagai pencatat, kader mendokumentasikan pengukuran ke KMS, SIP, dan membantu pelaporan E-PPGBM. Sebagai edukator, kader memberikan penyuluhan mengenai ASI eksklusif, MP-ASI, dan grafik pertumbuhan. Sebagai pelacak, kader melakukan kunjungan rumah pada balita yang tidak hadir atau berisiko gizi. Temuan menegaskan peran penting kader Posyandu dalam mendukung deteksi dini dan pencegahan masalah gizi balita.  
Efektivitas dan efek samping penggunaan suplementasi zinc dalam penatalaksanaan diare pada anak: Literature review: Effectiveness and side effects of zinc supplementation in the management of diarrhea in children: Literature review Khotimah, Neng Nurul; Yuniar, Regina Venus; Puteri, Silvany Eka; Hidayat, Akhmad Ryan; Agnesty, Silvia; Maulani, Ailsa Shakira; Ridwan, Heri
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2960

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penanganan yang kurang tepat dapat memperburuk kondisi anak akibat kehilangan cairan dan elektrolit. Salah satu terapi tambahan yang direkomendasikan adalah suplementasi zinc, yang dapat mempercepat regenerasi mukosa usus, meningkatkan kekebalan tubuh, dan membantu perbaikan penyerapan nutrisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas serta efek samping penggunaan suplementasi zinc dalam tatalaksana diare pada anak. Metodologi yang digunakan adalah literature review dengan mencari artikel dari Google Scholar, PubMed, dan Crossref dari tahun 2015–2025. Dari total 406 artikel yang ditemukan, diseleksi tujuh studi relevan dengan metode eksperimen, quasi eksperimen, dan deskriptif retrospektif. Hasil dari sintesis menunjukkan bahwa pemberian suplementasi zinc dapat secara efektif mengurangi durasi dan frekuensi diare, mempercepat proses penyembuhan, serta mengurangi risiko kekambuhan sekitar 27–34%. Kombinasi zinc dengan probiotik juga terbukti lebih efektif daripada penggunaan secara terpisah. Efek samping yang biasanya muncul cenderung ringan, seperti mual atau rasa logam di mulut, dan tidak memerlukan penghentian terapi. Oleh karena itu, suplementasi zinc adalah intervensi yang aman dan efisien sebagai terapi tambahan diare pada anak. Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan melakukan pemantauan agar terapi dapat memberikan manfaat secara optimal.
Hubungan self efficacy dengan kejadian baby blues syndrom pada ibu post partum: The relationship between self-efficacy and the incidence of baby blues syndrome in postpartum mothers Badjuka, Rahmatya Putri Ayu; Retni, Ani; Lihu, Fahmi A.
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum yang berada di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru pada periode Januari–Maret 2025, dengan jumlah responden sebanyak 43 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner self-efficacy dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum. Hubungan yang terbentuk bersifat negatif, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat self-efficacy ibu postpartum, maka semakin rendah risiko terjadinya baby blues syndrome. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-efficacy memiliki peran penting dalam menurunkan risiko terjadinya baby blues syndrome pada ibu postpartum. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan dan dukungan psikososial untuk meningkatkan self-efficacy ibu selama masa kehamilan dan setelah persalinan.
Efektivitas ekstrak temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) terhadap peningkatan nafsu makan anak: The effectiveness of temulawak extract (Curcuma Xanthorrhiza) on increasing children's appetite Nurlaila, Sinta; Amellia, Destia; Sativa, Oriza; Andayani, Jihan Stevie Tri; Ayesha, Ghaniya Afsar Ara; Putri, Nabila Tiara; Ridwan, Heri
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2983

Abstract

Anak-anak yang mengalami penurunan selera makan menghadapi risiko kekurangan gizi, gangguan pertumbuhan, hingga stunting. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan tanaman herbal yang secara turun-temurun digunakan untuk meningkatkan nafsu makan karena mengandung senyawa bioaktif seperti kurkuminoid, xanthorrhizol, fenolik, dan flavonoid yang berperan dalam merangsang proses makan. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas ekstrak temulawak dalam meningkatkan nafsu makan anak melalui metode literature review. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah dalam rentang publikasi 2020–2025 dan dianalisis berdasarkan kesesuaian topik. Berdasarkan hasil analisis literatur, temulawak dilaporkan memiliki efektivitas dalam meningkatkan nafsu makan anak, disertai dengan perbaikan pola konsumsi dan dukungan terhadap peningkatan berat badan. Mekanisme kerja temulawak berkaitan dengan kemampuannya dalam merangsang sekresi empedu, meningkatkan aktivitas enzim pencernaan, serta memodulasi reseptor rasa pahit yang berperan dalam regulasi sensasi lapar. Di samping itu, kandungan bioaktif temulawak menunjukkan stabilitas yang baik pada berbagai bentuk sediaan, termasuk ekstrak cair, tablet effervescent, produk jamu instan, dan minuman herbal, sehingga mendukung kemudahan konsumsi pada populasi anak. Secara keseluruhan, temulawak dinilai aman, bermanfaat, dan sesuai dengan praktik kesehatan tradisional sehingga dapat direkomendasikan sebagai opsi pendukung untuk membantu mengatasi masalah nafsu makan pada anak serta mendukung pencegahan stunting

Page 1 of 2 | Total Record : 19