cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 19072937     EISSN : 26204053     DOI : -
Core Subject : Health,
The articles of this journal are published every six months, that is on January and August (2 issues per year), and developed by the Master Program of Health Promotion, Faculty of Public Health, Diponegoro University
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 9, No. 1, Januari 2014" : 10 Documents clear
Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kemauan Masyarakat Menjadi Peserta JPKM Mandiri di Wilayah Kota Salatiga S, Suhardi; Shaluhiyah, Zahroh; Patriajati, Sutopo
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 1, Januari 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.502 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.1.90-103

Abstract

ABSTRAKUndang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dimana seluruh masyarakat harus tercover oleh jaminan kesehatan (total coverage). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kemauan masyarakat menjadi peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) Mandiri di Wilayah Kota Salatiga. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan desain penelitian menggunakan cross-sectional. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Jumlah sampel 600 Kepala Keluarga non asuransi kesehatan yang berada di Wilayah Kota Salatiga. Pengambilan sampel menggunakan sistim Proportional Cluster Random Sampling. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat dengan menggunakan uji Chi Square (X2), dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69,3% responden mau menjadi peserta JPKM Mandiri dengan premi Rp 7000.org/bln sebagaimana premi Jamkesda, 90% responden mau dan mampu membayar premi JPKM Mandiri jika premi Rp 7000.org/bln. Analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kemauan menjadi peserta JPKM Mandiri yaitu : Willingness To Pay (WTP), Ability To Pay (ATP), pengetahuan tentang JPKM, sikap JPKM Mandiri, keyakinan tentang keuntungan JPKM Mandiri, dukungan keluarga, dan dukungan tokoh masyarakat/tokoh agama. Hasil uji regresi logistik diperoleh, variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kemauan menjadi peserta JPKM Mandiri adalah dukungan tokoh masyarakat/tokoh agama dengan nilai Odd ratio (OR)=9,227.Kata kunci : JPKM Mandiri, total coverage, kemauan menjadi pesertaABSTRACTThe analyze of influencing factors toward willingness of society to participate on local managed health care in salatiga municipality. Law No 40/ 2004 about National Social Guarantee System (SJSN) where all of society must be covered by health care (universal coverage). The purpose of this study is to examine influencing factors toward willingness of society to participate on local managed health care in Salatiga Municipality. A cross-sectional study design was employed in this study. Study population consisted of 600 non health insurance household chosen by using a proportional cluster random sampling. Data on demography of the subjects, knowledge about health insurance, Willingness To Pay (WTP), Ability To Pay (ATP), perception about risk of sickness, attitude toward health insurance, familiy and society leaders support to participate in managed health care were collected by interview using questionnaire. The data were analyzed with univariate, bivariate used chi square (X2), and multivariat used logistic regression. The findings show that 69,3% respondent want to participate on local managed health care like premium of Jamkesda Rp 7000/person/month and 90% respondents have willingness and ability to pay premium Rp 7000/person/months. Based on chi square analyze, there are any correlation between Willingenss To Pay (WTP), Ability To Pay (ATP), knowledge about health insurance, attitude for managed health care), belief about the benefit of managed health care, familiy and society leaders support with willingness of society to participate on local managed health care in Salatiga Municipality. While based on logistic regression analyze, the majority factor was influenced toward willingness of society to participate on local managed health care is society leaders support (OR=9,227).Keywords : managed health care, universal coverage, willingness to participate
Pelayanan Komprehensif Berkesinambungan dalam Program Penanggulangan HIV/AIDS di Kota Surakarta Demartoto, Argyo; IES, Endang Gerilyawati; Sudibyo, Desiderius Priyo
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 1, Januari 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.532 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.1.1-16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik demografi, sosial, dan ekonomi ODHA; pengetahuan, sikap, dan perilaku stakeholders terhadap HIV/AIDS dan ODHA; dukungan dan pelayanan komprehensif berkesinambungan serta pengaruh stakeholders dalam program penanggulangan HIV/ AIDS di Kota Surakarta. Metode penelitian ini adalah eksploratif. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, indepth interview, Focus Group Discussion, dan dokumentasi. Teknik analisa data dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kota Surakarta pada umumnya ODHA berusia produktif, laki-laki, heteroseksual,bekerja sebagai karyawan, mempunyai masalah medis dan kultur sosial seperti mempunyai infeksi oportunistik, efek samping obat ARV, depresi, mengalami diskriminasi, stigma negatif, dikucilkan keluarga dan anggota masyarakat. Stakeholders pelayanan komprehensif berkesinambungan dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kota Surakarta mempunyai pengetahuan tentang HIV/AIDS yang baik, sikap peduli dan bertindak responsif terhadap ODHA. Dukungan dan pelayanan komprehensif berkesinambungan di mulai dari saat menjalani test; pengadaan obat-obatan Antiretroviral (ARV); perlakuan yang etis dan tidak diskriminatif; pencegahan dan pengobatan infeksi oportunistik; terapi non medis dan Kelompok Dukungan Sebaya. Kata kunci : stakeholders, pelayanan komprehensif berkesinambungan, penanggulangan HIV/AIDS. ABSTRACT Continuous Comprehensive Care Program for HIV / AIDS in Surakarta; This research aimed to find out the demographic, social and economic characteristics of people with HIV/AIDS (ODHA); stakeholders’ knowledge, attitude, and behavior toward HIV/AIDS and people with HIV/AIDS; comprehensive and sustainable support and service, as well as the contribution of stakeholders to the HIV/AIDS management program in Surakarta City. The research method employed was an exploratory one. The sampling technique used was purposive sampling one. The data collection was conducted using observation, in-depth interview, Focus Group Discussion, and documentation. Technique of analyzing data used was an interactive model of analysis. The result of research showed that in Surakarta, generally people with HIV/AIDS were productive, female, heterosexual and working as employees, having medical problem and social culture such as developing opportunistic infection, ARV drug side effect, depression, discriminated, negative stigma, isolated by the family and society member. The stakeholders of sustainable and comprehensive service in dealing with HIV/AIDS in Surakarta City had good knowledge about HIV/AIDS, caring and responsiveness to the people with HIV/AIDS. A comprehensive and sustainable support and service started during undertaking test; antriretroviral (ARV) drugs procurement, ethical and non-discriminatory treatment; opportunistic infection prevention and treatment; non-medical therapy and Peer-Group Support. Keywords: stakeholders, comprehensive and sustainable service, HIV/AIDS management.
Pemanfaatan Buku Kesehatan Remaja dan Buku Info Kesehatan Remaja di Kabupaten Bondowoso Kuswandari, Tri Yuni; Suryoputro, Antono; Nugraha, Priyadi
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 1, Januari 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.957 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.1.104-115

Abstract

ABSTRAKTerobosan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur bekerjasama dengan UNICEF menyusun buku pegangan kesehatan remaja pada tahun 2008 yaitu Buku Kesehatan Remaja dan Buku Info kesehatan Remaja. Sasaran pengggunaan buku ini adalah semua remaja. Tujuan Penelitian ini untuk menganalis pemanfaatan Buku Kesehatan Remaja dan Buku Info Kesehatan Remaja dalam meningkatkan Program Pelayanan Kesehatan Di Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory research, menggunakan metode survey dengan pendekatan cross sectional, besar sampel 267 siswa. Hasil penelitian sebagian besar pemanfaatan Buku Kesehatan Remaja dan Buku Info Kesehatan Remaja baik ( 52,1 % ). Variabel yang berhubungan dengan Pemanfaatan Buku Kesehatan Remaja dan Buku Info Kesehatan Remaja adalah pengetahuan, sikap, persepsi peran guru UKS , persepsi sosialisasi , persepsi kegunaan dan kemudahaan penggunaan. Variabel yang signifikan berpengaruh terhadap Pemanfaatan Buku Kesehatan Remaja dan Buku Info Kesehatan Remaja adalah Persepsi tentang Peran Guru UKS dengan OR=18,517 dan Persepsi tentang Sosialisasi buku kesehatan remaja dengan OR=5,622. Kata Kunci : Pemanfaatan, Buku Kesehatan Remaja dan Buku Info Kesehatan RemajaABSTRACTThe breakthrough of East Java Provincial Health Office in collaboration with UNICEF compiled the adolescent health handbook in 2008 those are the Teenagers ‘s Health Books and Adolescent Health Information Books. Use of Adolescent Health Books and Adolescent. The study aims to analyze the utilization of Adolescent Health Books and in improving Adolescent Health Information Book for improving the Health Services Program in the Bondowoso regency. This research is explanatory research using survey methods with cross - sectional approach, with a sample of 267 students.The most of research results utilization of Adolescent Health Books and Books on Adolescent Health Info is good ( 52.1 % ). The variables related to the use of Adolescent Health Book and Adolescent Health Information Book areknowledge, attitude, the role of teachers’ perceptions of UKS , perceptions of socialization ,perceived usefulness and ease of use. The variables that significantly affect the utilization of Adolescent Health Books and Books on Adolescent Health Info are the role of teachers’ Perceptions of Students Health Center or UKS OR=18,517 and Perceptions about socialization dealing with Adolescent Health Book OR=5,622 . Keywords : Utilization,Adolescent Health Book and Adolescent Health Information Book.
Bisakah Film Drama Korea Membuat Remaja Kita Aman dari Hubungan Seks Pranikah dan HIV-AIDS? Ramadhani, Kurnia; Shaluhiyah, Zahroh; Suryoputro, Antono
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 1, Januari 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.213 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.1.32-44

Abstract

ABSTRAKFilm drama Korea sedang digemari remaja dan menjadi role model. Film Korea diyakini lebih aman dalam konteks konten seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan skrip menjalin pacaran dalam film Korea untuk mengetahui makna dan implikasinya terhadap pencegahan hubungan seks pranikah dan HIV-AIDS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sampel yaitu dua judul yang ditarik menggunakan teknik purposif: Naughty Kiss dan Protect The Boss dengan total 34 episode. Triangulasi dilakukan pada remaja SMK di Semarang. Data dianalisis menggunakan thematic content analysis. Hasil menunjukkan skrip menjalin pacaran membutuhkan proses lama dan seks hanya dilakukan setelah pasangan berkomitmen. Remaja mempelajari cara menjalin hubungan pacaran dan aktivitas seksual selama berpacaran melalui film Korea. Seperti dalam film, hanya ciuman yang diterapkan remaja dalam kehidupan nyata serta meyakini bahwa seks dilakukan hanya setelah menikah. Skrip film Korea bisa menjadi pendukung abstinensia pada remaja sebagai pencegahan HIV-AIDS. Namun dalam beberapa hal juga perlu diwaspadai seperti kemudahan berciuman dan tidur bersama serta tidak digambarkannya konsekuensi kesehatan dari melakukan seks maupun tidak melakukan seks (abstinen). Diperlukan ruang diskusi bagi remaja untuk mengkritisi makna dan implikasi adegan serta konsekuensinya terhadap pencegahan perilaku seks berisiko dan HIV-AIDS. Kata kunci : drama Korea, seks pranikah, remajaABSTRACTCould Korean Drama make Our Adolescent is Safe from Premarital Sex and HIV-AIDS?; Korean drama is famous among adolescents and being role model. Korean drama is safe for adolescents in sexual content. This study aims to descript relationship script in Korean drama to find the meaning and its implication for premarital sex and HIV-AIDS. This study used qualitative approach. The samples were two Korean dramas which were taken using purposive technique: Naughty Kiss and Protect The Boss with total 34 episodes. Triangulation was done among high school students in Semarang. Data was analyzed using thematic content analysis.The result showed that relationship was needed a long process dan sex was done only after commited. Consequently, adolescents learnt how to make relationship including sexual acitivities in a relationship. As film was showed, only kissing was adopted by adolescent in reality and they were believed that sex only done in marriage. The script of Korean drama could support abstinence as HIV-AIDS prevention. However, some findings were needed to be awared such as the easiness of kissing and sleeping together as well as there were no explanation about the health concequences of being abstinent in relationship. Adolescents’ discussion was needed to criticize the portrayals’ meaning, implications and consequences for the prevention of risky sexual behaviour and HIV-AIDS.Key words : Korean drama, premarital sex, adolescent
Sikap Ibu Rumah Tangga Terhadap Tes HIV/AIDS di Sleman Yogyakarta Setiyawati, Nanik; Shaluhiyah, Zahroh; Cahyo, Kusyogo
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 1, Januari 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.817 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.1.56-66

Abstract

ABSTRAKKasus HIV/AIDS pada ibu rumah tangga semakin meningkat dan di Kecamatan Sleman telah terdapat kasus kematian ibu rumah tangga. Tes HIV/AIDS menjadi pintu gerbang program penanganan dan pencegahan HIV/AIDS, namun belum ada kunjungan masyarakat untuk VCT di Puskesmas Sleman. Penelitian ini untuk mengetahui sikap ibu rumah tangga terhadap tes HIV/AIDS di Sleman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan Focus Group Discussion (FGD) dan triangulasi dengan indepth interview. Informan berjumlah 48 orang yang terbagi dalam 8 kelompok FGD dan informan sekunder 2 orang untuk triangulasi. Analisis data dengan content analysis. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa seluruh kelompok ibu rumah tangga mendukung tes HIV/AIDS. Kelompok ibu rumah tangga dengan suami bukan kelompok rentan tertular HIV menganggap ibu rumah tangga tidak mungkin tertular HIV dan laki-lakilah yang harus tes HIV. Hanya kelompok ibu rumah tangga yang berdomisili di desa peduli HIV/AIDS yang tahu tentang definisi, penyebab, penularan, pengobatan, perawatan HIV/AIDS dan tes HIV/AIDS. Sikap seluruh kelompok ibu rumah tangga terhadap tes HIV/AIDS dipengaruhi oleh sikap suami terhadap tes HIV/AIDS.Kata kunci : sikap, ibu rumah tangga, tes HIV/AIDSABSTRACTAttitudes Towards Testing For HIV/AIDS Among Housewife In Sleman Yogyakarta; Cases of HIV/AIDS on housewives is increasing and in Sleman district there have been cases of death of a housewife. HIV/AIDS testing is the gateway program management and prevention of HIV/AIDS, but no visits to the health center VCT in Sleman. Study was to determine the attitude of the housewife to test HIV/AIDS in Sleman. This research is a qualitative research Focus Group Discussion (FGD) and triangulation with indepth interview. Informants totaling 48 people, divided into 8 groups of FGD and 2 people for triangulation. Data analysis with content analysis. The results of this study illustrate that the entire group of housewives support HIV/AIDS test. The group housewife with a husband instead of contracting HIV vulnerable groups considered unlikely housewives infected with HIV and men who have an HIV test. Only the group of housewives who live in the village of care HIV/AIDS who knows about the definition, causes, transmission, treatment HIV/AIDS and HIV/AIDS testing. The attitude of the whole group of housewives to test for HIV/AIDS affected by the husband’s attitude towards HIV/AIDS test.Keywords: Attitudes, housewife, testing for HIV / AIDS
Pemanfaatan Layanan Metadon bagi Pengguna Napza Suntik di Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta Kurniawati, Herlin Fitriana; Suryoputro, Antono
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 1, Januari 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.337 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.1.116-126

Abstract

ABSTRAKLayanan metadon merupakan salah satu bentuk pengurangan dampak buruk napza terhadap penularan HIV dan AIDS pada penasun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan layanan metodon oleh penasun di Puskesmas Gedongtengen. Desain penelitian dengan pendekatan kualitatif, pengambilan sampel dengan purposive sampling, informan penelitian terdiri dari empat orang. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, analisis data dengan metode thematic content analysis. Hasil penelitian semua informan rutin memanfaatkan layanan metadon dengan datang langsung ke puskesmas, memiliki pengetahuan yang kurang tentang layanan metadon, bersikap positif terhadap layanan metadon di puskesmas, akses terhadap layanan metadon mudah, tersedia ruangan yg khusus bagi klien metadon, Semua informan menyatakan membutuhkan layanan metadon didasarkan karena ingin berhenti dari penggunaan napza.Kata kunci: Layanan metadon, Pengguna napza suntikABSTRACTUtilization of Methadone Services for Injecting Drug Users in Puskesmas Gedongtengen Yogyakart;. Methadone is a form of harm reduction drug to HIV and AIDS in IDUs. The purpose of this study to examine the use of services by IDUs in health centers metodon Gedongtengen. Design research with a qualitative approach, sampling with purposive sampling, informants consisted of four people. Data collection with in-depth interviews, analysis of the data by the method of thematic content analysis. The results all informants routinely utilize methadone to come directly to the clinic, have less knowledge about methadone, methadone positive attitude toward service in health centers, easy access to methadone services, special elbow room available for methadone clients, All informants stated need of methadone based because they want to quit drug use.Keywords: Service methadone, injecting drug users
Perilaku Ibu dalam Memberikan Pendidikan Seksualitas pada Remaja Awal di Kabupaten Magelang Meilani, Niken; Shaluhiyah, Zahroh; Suryoputro, Antono
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 1, Januari 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.248 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.1.67-81

Abstract

Di Kabupaten Magelang kasus HIV positif pada remaja mulai muncul tahun 2008 dan selalu muncul pada tahun berikutnya, demikian juga untuk perkawinan dibawah umur pada tahun 2011 meningkat 3x lipat dari 2009 yang mayoritas disebabkan kehamilan tidak diinginkan. Remaja sangat membutuhkan informasi mengenai seksualitas dan ibu sangatlah penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam memberikan pendidikan seksualitas. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni s.d. Juli tahun 2012. Sampel sebanyak 92 ibu yang memiliki anak remaja berusia 10-14 tahun dan tergabung dalam BKR Percontohan di Kabupaten Magelang yang dipilih secara cluster sampling. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan hanya 44,6% ibu yang berperilaku baik dalam memberikan pendidikan seksualitas. Ada hubungan antara pendidikan ibu (p=0.001), keikutsertaan ibu dalam organisasi kemasyarakatan (p=0.001), tingkat pengetahuan ibu tentang KRR (p=0.000), tingkat pengetahuan ibu tentang pendidikan seksualitas (p=0.000), persepsi ibu akan kemampuan dirinya dalam memberikan pendidikan seksualitas (p=0.000), sikap ibu mengenai pendidikan seksualitas (p=0.002) dengan perilaku ibu dalam memberikan pendidikan seksualitas. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh adalah persepsi ibu akan kemampuan dirinya dalam pendidikan seksualitas (p=0.001, OR=6.72).Kata kunci: perilaku, ibu, pendidikan seksualitasABSTRACTIn Magelang HIV positive cases in adolescents began to emerge in 2008 and always comes up in the next year, also in 2011 the marriage under age 3x increase from 2009, the majority due to unwanted pregnancies. Teens need information about sexuality, and the role of mothers in the early adolescent is very important. The purpose of this research is to find out the factors that affect mother’s behavior in giving the sexuality education. This type of research is an analytic correlational with cross sectional approach. This research due on June-Juli 2012. Sample of 92 mothers of adolescents aged 10-14 years belonging to the BKR Pilot Magelang selected by cluster sampling. Data collection by interview using a questionnaire. Data analysis includes univariate, bivariate and multivariate analyzes. The results showed only 44.6% of mothers who behaved well in giving sexuality education. There are relationship between mother’s education (p=0.001), the participation of mother in society organizations (p=0.001), mother’s level of knowledge about the ARH (p=0.000), mother’s level of knowledge about sexuality education (p=0.000), mother’s perception of her ability to provide sexuality education (p=0.000), mother’s attitudes toward sexuality education (p=0.002) and mother’s behavior in providing sexuality education. While from the above variables are most influential is mother’s perception of the ability in giving sexuality education (p=0.001, OR=6.72).Keywords: behavior, mother, sexuality education
Gambaran Perilaku Mairil dan Nyempet Mantan Santri dan Santri Terhadap Pencegahan HIV/AIDS di Pondok Pesantren Kamiasari, Yuli; Nugraha P, Priyadi; Riyanti, Emmy
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 1, Januari 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.894 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.1.82-89

Abstract

ABSTRAKFenomena mairil dan nyempet termasuk homoseksual interfemoral yaitu menghimpitkan alat kelamin kesela-sela paha. Penelitian bertujuan menganalisis pengetahuan, persepsi, pengalaman dan faktor-faktor pada santri melakukan mairil dan nyempet di pesantren terkait pencegahan HIV/AIDS. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian dipilih secara purposive sampling sebanyak enam orang, terdiri dari tiga mantan santri dan tiga santri yang pernah melakukan mairil dan nyempet di pesantren salafiah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, analisis data melalui content analysis. Hasil penelitian menunjukkan santri melakukan mairil dan nyempet sejak menetap di pesantren mulai umur 13-17 tahun, biasa dilakukan di malam hari, di kamar di hampir tiap malam. Santri melakukan mairil dan nyempet di pesantren atas dasar suka sama suka dan ada juga yang dengan paksaan. Penyebab mairil yaitu lingkungan yang homogen. Santri mengetahui bahwa perilaku mairil dan nyempet hukumnya haram dan tidak ada hukuman serta peraturan tentang perilaku mairil dan nyempet di pesantren. Santri beranggapan bahwa tidak ada dampak kesehatan yang mereka alami karena hanya menghimpitkan kelamin ke sela-sela paha tanpa memasukan ke dalam dubur.Kata kunci : mairil, nyempet, homoseksual, santri, pesantrenABSTRACTDescription Of Behavior Mairil And Nyempet Former Santri And Santri On Prevention Of HIV/AIDS in The Boarding School; Mairil phenomenon and nyempet including homosexual genital interfemoral ie salvation squeeze in between the thighs . The research aims to analyze the knowledge, perception, experience and other factors on students doing mairil nyempet in boarding schools and the prevention of HIV / AIDS. The research uses a qualitative approach. The subjects were selected by purposive sampling as many as six people, consisting of three former students and three students who have done mairil and nyempet in boarding school. Data collection techniques using in-depth interviews, analysis of data through content analysis. Pupils do mairil and nyempet since settled in boarding schools from the age of 13-17 years, usually done at night, in the room in almost every night. Pupils do mairil and nyempet in schools on the basis of consensual and there is also the force. Cause mairil the homogeneous environment. Pupils learn that behavior and nyempet mairil haram and there is no penalty and the rules of conduct and nyempet mairil in boarding school. Students assume that there are no health effects they experienced as just sex to squeeze between the thighs without entering into the rectum.Keywords : mairil, nyempet, homosexual, pupils, boarding school
Tradisi Kekerasan Seksual sebagai Simbol Kekuasaan pada Anak Jalanan di Kota Semarang Aditya Kusumawati; Zahroh Shaluhiyah; Antono Suryoputro
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 1, Januari 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.548 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.1.17-31

Abstract

ABSTRAK Anak jalanan adalah kelompok berisiko tinggi berbagai bahaya dibandingkan kelompok lain.Berdasarkan data Komisi Nasional Perlindungan Anak, kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak di Indonesia sepanjang 2008 meningkat 30% atau 4,2 kasus per hari. Komnas Anak menetapkan tahun 2013 sebagai “Darurat Nasional Kejahatan Seksual terhadap Anak”. Penelitian ini bertujuan mengetahui tradisi kekerasan seksual pada anak jalanan di Kota Semarang. Jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Populasi adalah anak jalanan di Kota Semarang dengan subyek anak jalanan Kota Semarang yang memiliki pengalaman kekerasan seksual perkosaan dan dipilih menggunakan purposive sampling sebanyak 5 orang. Pengambilan data primer dengan wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dengan reduksi data, display data, dan kesimpulan. Jenis kekerasan seksual meliputi perkosaan per vaginal (perempuan) dan perkosaan per anal (laki-laki) dilakukan oleh individu maupun massal. Kekerasan seksual dilakukan oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Dampak yang ditimbulkan meliputi psikologis, sosial, dan fisik. Kekerasan seksual yang dialami anak jalanan adalah bagian dari norma sosial dan berkembang sebagai tradisi yang tidak disadari sebagai kekeraan seksual. Sehingga kekerasan seksual masih dialami mayoritas anak jalanan bahkan terus meningkat. Saran dalam penelitian ini adalah optimalisasi program dan kerjasama berbagai pihak terkait meliputi Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, LSM, Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak, Lembaga Hukum, dan peneliti lainnya untuk penanggulangan kekerasan seksual pada anak jalanan. Kata Kunci : kekerasan seksual, anak jalanan, semarang ABSTRACT Sexual Abuse Tradition among Street Children in Semarang Municipality; Street children is the high risk group of many harmful than others. It caused the effect wasn’t simple like their understanding about sexual abuse. Based on Komisi Nasional Perlindungan Anak data, sexual abuse cases among children in Indonesia as long as 2008 increase to 30% or 4,2 cases per day. Komnas Anak decided 2013 be the “Sexual Crime National Emergency among Children”. Study purposed was to know the image of sexual abuse among street children in Semarang Municipality. Population are street children in Semarang Municipality and the subject are street children by sexual abuse experience in rape category and suit to inclusion criteria choosen by purposive sampling method. There are 5 persons. Primary data collection through in-depth interviews and observation. Data analysis was developed by data reduction, data display, and conclusions. The kinds of sexual abuse were per vaginal rape, per anal rape, commited by personal or collective. Sexual abuse carried out by whoever, in wherever, and whenever. The effects are psichology, social, and physic. Sexual abuse among street children is part of social norm and developed be the unconcious sexual abuse tradition. The result is majority of street children still got the sexual experience even increasing nowadays. Suggests are optimalization the program and cooperation all of side, such as Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, LSM, Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak, Lembaga Hukum, and others researcher to tackling the sexual abuse among street children. Keyword : sexual abuse, street children, semarang
Stakeholder Pemerintah Sebagai Prime Mover Keberhasilan Jejaring Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja M, Muthmainnah; Jati, Sutopo Patria; Suryoputro, Antono
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 1, Januari 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.121 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.1.45-55

Abstract

ABSTRAKJejaring PKPR merupakan salah satu upaya untuk keberhasilan pelaksanaan PKPR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stakeholder yang terlibat didalam program pengembangan PKPR, ditinjau dari persepsi tingkat pengaruh (power), sikap (attitude) dan keterlibatan (interest) kaitannya dengan langkah strategis PKPR. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif, subjek penelitian adalah stakeholder yang berasal dari unsur pemerintah (BAPPEDA, Dinas Kesehatan, BAPERMAS, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga, Kementerian Agama). Pengambilan data dengan menggunakan wawancara mendalam antara peneliti dan stakeholder terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stakeholder pemerintah mempunyai pengaruh yang kuat dalam pelaksanaan langkah strategis PKPR. Namun ada beberapa stakeholder yang mempunyai pengaruh yang lemah dan keterlibatannya masih pasif dikarenakan keterbatasan sumber daya dan belum mengetahui serta menyadari besaran kasus kesehatan remaja. Dengan demikian perlu adanya penguatan komitmen dari berbagai stakeholder untuk membentuk sikap yang mendukung melalui peraturan yang mengatur tentang batas kewenangan masing-masing stakeholder didalam implementasi program PKPR baik ditingkat pengambil keputusan sampai ke kelompok sasaran.Kata Kunci : PKPR, Stakeholder, PemerintahABSTRACTGovernment Stakeholder As A Prime Mover In Successfull For Networking Of Youth Health Care Service; PKPR networking is one of the efforts for successful implementation PKPR. This study aims to analyze the stakeholders involved in the development program PKP , in terms of perception of the level of power, attitude and interest related to strategic actions PKPR . This research was a descriptive study using qualitative methods, research subjects are stakeholders drawn from government (Health Departement , Community Empowerment and Family Planning Department, Department of Education , Youth, Sports and Social Welfare Department, Religious Departement). Collecting data used in-depth interviews between researchers and stakeholders. The results showed that the government stakeholders have a strong influence in the implementation of strategic measures PKPR. However there were some stakeholders who have a weak influence and involvement was passive due to limited resources and have not to know and realize the amount of cases of adolescent health. Thus the need for strengthening the commitment of the various stakeholders to shape the attitudes that support through regulations governing the competence of each stakeholder in the implementation of the program at both PKPR decision makers to target groups .Keywords : PKPR , Stakeholders , Government

Page 1 of 1 | Total Record : 10