cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 23021098     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2011): Oktober 2011" : 9 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI IBU-ANAK DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI MENSTRUASI PERTAMA (MENARCHE) PADA SISWI SMP MUHAMMADIYAH BANDA ACEH Fajri, Ayu; Khairani, Maya
Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2011): Oktober 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.105 KB) | DOI: 10.14710/jpu.10.2.133-143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan positif antara komunikasi ibu-anak dengan kesiapan menghadapi menstruasi pertama (menarche) pada siswi SMP Muhammadiyah Banda Aceh. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah bahwa ada hubungan positif antara komunikasi ibu-anak dengan kesiapan menghadapi menstruasi pertama (menarche) pada siswi SMP Muhammadiyah Banda Aceh. Apabila komunikasi antara ibu dan anak berlangsung efektif maka remaja akan siap dalam menghadapi menstruasi pertama (menarche). Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, subjek diambil berdasarkan karakteristik yang telah ditentukan. Adapun skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kesiapan menghadapi menstruasi pertama (menarche) yang disusun mengacu pada aspek yang dikemukakan oleh Yusuf (2002) dan skala komunikasi ibu-anak yang disusun mengacu pada aspek yang dikemukakan oleh Devito (1995). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment dari Pearson. Hasil analisis menunjukkan besarnya koefisien korelasi sebesar r = 0,547 dengan p = 0,000 (p<0,01). Hal ini menunjukkan bahwa ada korelasi positif yang sangat signifikan antara komunikasi ibu-anak dengan kesiapan menghadapi menstruasi pertama (menarche), sehingga hipotesis yang diajukan diterima.Kata kunci : komunikasi ibu-anak, kesiapan menghadapi menstruasi pertama (menarche)Permalink : http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/view/2885
HUBUNGAN KEPRIBADIAN HARDINESS DENGAN OPTIMISME PADA CALON TENAGA KERJA INDONESIA (CTKI) WANITA di BLKLN DISNAKERTRANS JAWA TENGAH Nurtjahjanti, Harlina; Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2011): Oktober 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.033 KB) | DOI: 10.14710/jpu.10.2.126-132

Abstract

Resiko bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri tidaklah kecil. Kasus-kasus penganiayaan terhadap TKI yang bekerja di luar negeri banyak terjadi. Bekerja sebagai TKI di luar negeri bukanlah sesuatu yang mudah, karena diperlukan berbagai keterampilan khusus, terutama terkait dengan pengetahuan, ketrampilan yang memadai, dan bahasa pengantar di negara tujuan. Hal tersebut menimbulkan kecemasan pada calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) wanita yang hendak diberangkatkan ke luar negeri. Optimisme akan masa depan yang akan diraih oleh CTKI wanita dapat memberikan harapan yang positif sehingga akan meningkatkan motivasi untuk belajar serta berlatih sebelum diberangkatkan ke luar negeri. Optimisme merupakan kecenderungan untuk mempercayai bahwa hal-hal baik akan terjadi daripada hal-hal buruk dalam kehidupan. Munculnya optimisme pada CTKI wanita tidak lepas dari karakteristik kepribadian yang dimiliki salah satunya adalah kepribadian hardiness. Karakter kepribadian hardiness mempunyai pengaruh yang positif pada berbagai status individu dan berfungsi sebagai sumber perlawanan pada saat individu menemui kejadian yang menimbulkan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian hardiness dengan optimisme pada CTKI wanita di BLKLN Disnakertrans Jateng. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara hardiness dengan optimisme. Subjek penelitian adalah CTKI wanita yang hendak diberangkatkan ke luar negeri sebagai penata laksana rumah tangga. Jumlah subjek penelitian sebanyak 66 orang, berusia antara 22- 41 tahun. Metode pengumpulan data menggunakan dua buah skala yaitu skala hardiness dan skala optimisme. Skala hardiness disusun berdasarkan teori yang dikemukakan Kobasa (1984, dalam Kreitner, 2005), skala optimisme menggunakan adaptasi LOT-R (Life Orientation Test Revised) (Scheier, Carver, & Bridges, 1994). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara hardiness dengan optimisme pada CTKI wanita di BLKLN Disnakertrans Jateng. Hal tersebut ditunjukkan dengan angka korelasi rxy = 0,664 dengan p = 0,000 (p<0,05). Semakin tinggi hardiness maka optimisme yang dimiliki semakin tinggi. Sebaliknya, semakin rendah hardiness yang dimiliki, maka optimisme akan semakin rendah pada CTKI wanita di BLKLN Disnakertrans Jateng. Hardiness memberikan sumbangan efektif 44,1% terhadap optimisme sedangkan sisanya sebesar 55,9% dipengaruhi oleh variabel lain. Angka tersebut menunjukkan bahwa hardiness merupakan faktor yang menentukan munculnya optimisme pada CTKI wanita.Kata kunci : hardiness, optimisme, calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) wanitaPermalink : http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/view/2881
PERAN KELUARGA DALAM MEMBANGUN KARAKTER ANAK Hyoscyamina, Darosy Endah
Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2011): Oktober 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.615 KB) | DOI: 10.14710/jpu.10.2.144-152

Abstract

Setiap orang pasti mendambakan keluarga Sakinah, Mawaddah Wa Rochmah. Keluarga bahagia ibarat surga dunia, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, bahwa “ Rumahku Surgaku “. Keluarga, pendidik pertama dan utama bagi anak dan menjadi dasar penting dalam pembentukan karakter anak. Anak diibaratkan seperti selembar kertas putih kosong yang harus diisi, dalam hal ini peran orang tualah yang sangat dominan mendidik anak semenjak dini, dengan penuh kelembutan dan kasih sayang membangun kebiasaan- pembiasan positif, mampu menjadi contoh yang baik dan memberi makan yang halal & toyib. Suasana agamis di rumah, di sekolah akan lebih mudah untuk membentuk Kecerdasan Emosi (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ) bagi anak.Kata kunci : keluarga, karakter anakPermalink : http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/view/2887
PENGARUH METODE JARIMATIKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TUNANETRA SEKOLAH DASAR SLB NEGERI 1 PEMALANG Soleh, Dessy Heppy Pratiwi; Abidin, Zaenal; Ariati, Jati
Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2011): Oktober 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.017 KB) | DOI: 10.14710/jpu.10.2.115-125

Abstract

Kemampuan belajar siswa tunanetra cenderung terhambat, salah satunya mengalami kesulitan berhitung sehingga prestasi belajar matematikanya tidak maksimal. Metode jarimatika dapat dijadikan sebagai metode alternatif untuk belajar berhitung bagi siswa tunanetra karena memanfaatkan media jari tangan (indera peraba/ taktil) dalam aplikasinya. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh metode jarimatika terhadap prestasi belajar matematika pada siswa tunanetra sekolah dasar SLB Negeri 1 Pemalang. Subjek penelitian terdiri dari 10 siswa tunanetra sekolah dasar SLB Negeri 1 Pemalang yang seluruhnya termasuk dalam kelompok eksperimen. Perlakuan yang diberikan berupa proses pembelajaran operasi hitung bilangan matematika menggunakan metode jarimatika dalam 10 kali pertemuan. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen kuasi Onegroup Pretest-Posttest Design dengan alat ukur berupa soal tes prestasi belajar matematika. Pengujian hipotesis dengan teknik nonparametrik Wilcoxon Signed-Rank Test menghasilkan nilai p sebesar 0,004 (p < 0,05). Hasil tersebut, menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari metode jarimatika terhadap prestasi belajar matematika siswa tunanetra sekolah dasar SLB Negeri 1 Pemalang.Kata Kunci : metode jarimatika, prestasi belajar matematika, siswa tunanetra Sekolah DasarPermalink : http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/view/2880 
STUDI TENTANG HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL, PENYESUAIAN SOSIAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH DAN PRESTASI AKADEMIK SISWA SMPIT ASSYFA BOARDING SCHOOL SUBANG JAWA BARAT Maslihah, Sri
Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2011): Oktober 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.261 KB) | DOI: 10.14710/jpu.10.2.103-114

Abstract

Dalam satu dekade terakhir terdapat perkembangan dalam bidang pendidikan khususnya terkait berdirinya sekolah-sekolah berasrama baik dengan mengusung kurikulum tambahan dalam keagamaan maupun berbasis nasionalisme. Hal ini tidak terlepas dari adanya keresahan para orang tua terhadap perkembangan pergaulan remaja, maraknya peredaran narkoba, keamanan kota metropolitan maupun daerah, menjadi alasan sebagian orangtua menyekolahkan anak-anaknya di sekolah berasrama (boarding school). Penelitian ini merupakan kajian tentang hubungan antara dukungan sosial orang tua dan penyesuaian sosial di lingkungan sekolah dengan prestasi akademik siswa boarding school. Sampel penelitian adalah terdiri dari 92 siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Assyfa Boarding School Kabupaten Subang Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan teknik studi korelasional (correlation study) dengan dua independent variable, yaitu dukungan sosial orang tua dan penyesuaian sosial di lingkungan sekolah serta satu dependent variable, yaitu prestasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikant antara dukungan sosial orang tua dengan prestasi akademik, yaitu sebesar 0.820. Artinya, semakin besar dukungan sosial orang tua yang dipersepsi siswa, semakin baik prestasi akademik yang dapat dicapai siswa. Kajian lebih dalam tentang hubungan dukungan sosial orang tua dalam bentuk instrumental support dengan prestasi akademik menunjukkan nilai korelasi sebesar 0.798 dan hubungan dukungan sosial bentuk emotional support dengan prestasi akademik adalah sebesar 0.654. Sementara berdasarkan nilai korelasi 0.112 pada hubungan antara penyesuaian sosial di lingkungan sekolah dengan prestasi akademik menunjukkan tidak adanya hubungan antara penyesuaian sosial di lingkungan sekolah dengan prestasi akademik. Dengan kata lain terdapat faktor-faktor lain di luar penyesuaian sosial di lingkungan sekolah baik faktor internal maupun faktor eksternal yang berhubungan dengan prestasi akademik siswa meskipun penyesuaian sosial di lingkungan sekolah merupakan bagian yang penting dalam perkembangan seorang remaja.Kata kunci: boarding school, dukungan sosial orang tua, penyesuaian sosial, prestasi akademikPermalink : http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/view/2848
MEMAHAMI REKONSTRUKSI KEBAHAGIAAN PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) Arriza, Beta Kurnia; Dewi, Endah Kumala; Kaloeti, Dian Veronika Sakti
Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2011): Oktober 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.956 KB) | DOI: 10.14710/jpu.10.2.153-162

Abstract

This qualitative study aims to explore how the happiness reconstruction of the people living with HIV/AIDS. Data was collected by in-depth interview and narrative types observation into the three subject of this. People living with HIV/AIDS experienced a big life changes, including changes in health status, changes in emotional and their social. Given the complexity of this disease and its widespread effects on individuals’ lives, it might lead to significant psychological distress. When life is difficult, finding a way to be happy may be agreat challenge. That search for happiness may well involve rewriting goals and revisiting priorities. Findings indicated that to reconstruct their happiness, people living with HIV/AIDS experienced several things such as positive interpretation of their conditions and their lives; turning point; self-acceptance, also remeaning of the illness and happiness. Result showed that two of three subjects did the happiness reconstruction, nevertheless the other one did not do the happiness reconstruction because of the existence of negative interpretation of her illness and life. By happiness reconstruction they passed through, they feel happy with their lives, with their activity to be a caregiver and an activist. They have a high level of positive affect and a low level of negative affect. This study also revealed factor that contribute to happiness reconstruction, including maturity, personality, needs, family and social support, and religiousity.Keywords : happiness reconstruction, people living with HIV/AIDSPermalink : http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/view/2889
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP WORD OF MOUTH (WOM) DENGAN INTENSI MEMBELI MAKANAN VEGETARIAN PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO Febriani, Dahniar; Mujiasih, Endah; Prihatsanti, Unika
Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2011): Oktober 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.797 KB) | DOI: 10.14710/jpu.10.2.173-183

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan tentang kesehatan membuat manusia semakin sadar untuk selalu menjaga kesehatan serta menjauhkan diri dari penyakit. Salah satu cara agar dapat memiliki hidup yang lebih sehat serta menjauhkan diri dari penyakit adalah dengan mengatur pola makan. Pola makan yang sehat biasanya dikaitkan dengan pola makan vegetarian. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap WOM dengan intensi membeli makanan vegetarian pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Intensi membeli makanan vegetarian merupakan kecenderungan yang mengarahkan seseorang untuk merencanakan pembelian makanan vegetarian. Persepsi terhadap WOM adalah penilaian terhadap pernyataan yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain nonkomersial baik merek, produk maupun jasa. Penelitian ini menggunakan 55 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro angkatan 2008-2010 sebagai subjek penelitian. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala intensi membeli makanan vegetarian yang terdiri dari 43 aitem valid (α=0,970) dan skala persepsi terhadap WOM yang terdiri dari 36 aitem valid (α=0,941). Hasil analisis dengan metode analisis regresi sedehana mendapatkan rxy=0,630 dengan p=0,000 (p<0,05), artinya hipotesis penelitian ini diterima yaitu terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi terhadap WOM dan intensi membeli makanan vegetarian. Arah hubungan positif antara kedua variabel tersebut artinya semakin positif persepsi terhadap WOM maka intensi membeli makanan vegetarian pada mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2008-2010 akan semakin tinggi dan sebaliknya. Persepsi terhadap WOM memberikan sumbangan efektif sebesar 39,7% terhadap intensi membeli makanan vegetarian. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa ada faktor lain sebesar 60,3% yang juga turut berperan mempengaruhi intensi membeli makanan vegetarian yang tidak diungkap dalam penelitian ini.Kata kunci : intensi membeli, persepsi terhadap WOM, makanan vegetarianPermalink : http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/view/2891
Gambaran Makna Keluarga ditinjau dari Status dalam Keluarga, Usia, Tingkat Pendidikan, dan Jenis Pekerjaan (Studi Pendahuluan) Dewi, Kartika Sari; Widayanti, Costrie Ganes
Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2011): Oktober 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.449 KB) | DOI: 10.14710/jpu.10.2.163-172

Abstract

Tujuan penelitian pendahuluan ini adalah untuk mengetahui gambaran makna keluarga di daerah Jawa Tengah pesisir (Semarang, Demak, dan Kendal). Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna keluarga ditinjau dari status keluarga, usia, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan. Jumlah subjek penelitian ini adalah 425 orang, dengan rincian 212 anak remaja akhir dan 33 orangtua. Analisis konten, kategorisasi, dan tabulasi silang digunakan untuk menganalisa hasil penelitian ini. Adapun hasil penelitian ini adalah terungkap enam katagorisasi makna keluarga (keluarga sebagai orang-orang terdekat; keluarga adalah harta paling berharga; keluarga adalah segalanya; keluarga merupakan tempat/wadah; keluarga adalah bagian terpenting; serta keluarga adalah kehidupan). Selain itu, dijelaskan bahwa perbedaan makna keluarga memiliki kaitan dengan usia (chi-square = 47,735; p<0,05) dan status di dalam keluarga (chi-square = 20,094; p<0,05). Orangtua dan anak remajanya memiliki perbedaan dalam memaknai keluarga. Dan makna keluarga dipahami melalui struktur dan fungsi keluarga bagi anggotanya.Kata kunci : makna keluarga, status dalam keluarga, usia, keluarga Jawa pesisir, orangtua-anakPermalink : http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/view/2890
RELIGIOSITAS, KEBERADAAN PASANGAN DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL (SOCIAL WELL BEING) PADA LANSIA BINAAN PMI CABANG SEMARANG Indriana, Yeniar; Desiningrum, Dinie Ratri; Kristiana, Ika Febrian
Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2011): Oktober 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.877 KB) | DOI: 10.14710/jpu.10.2.184-193

Abstract

Succesfull aging atau memasuki masa tua dengan sukses tentu menjadi dambaan bagi semua individu yang memasuki usia dewasa akhir. Bagaimanapun tua tetap sebagai bagian dari rentang kehidupan individu sehingga tidak ubahnya seperti masa-masa sebelumnya bahwa kesejahteraan juga menjadi impian bagi yang menjalani masa ini. Memasuki masa lansia yang bahagia identik dengan kesiapan untuk menerima segala perubahan dalam aspek-aspek kehidupan. Sosial merupakan salah satu aspek yang mengalami perubahan cukup signifikan pada masa lansia. Banyak lansia yang mampu tetap optimal dalam bidang-bidang sosial dan mencapai kondisi yang dikatakan sejahtera atau dengan kata lain lansia tersebut mencapai kesejahteraan sosial. Kesejahteraan yang dicapai lansia ditengarai dipengaruhi oleh kondisi religiositas dan keberadaan pasangan. Penelitian merupakan penelitian korelasional dan komparasi dengan pendekatan kuantitatif yang menekankan analisisnya pada data-data numerikal yang diolah dengan metode statistika. Dalam hal ini adalah hubungan antara religiositas dan kesejahteraan sosial pada lansia binaan PMI Semarang dengan mengkomparasi kelompok lansia yang masih memiliki pasangan hidup dan tidak memiliki pasangan hidup. Metode analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis korelasi bivariate Kendal dan diperoleh hasil dengan taraf signifikansi 5% keberadaan pasangan hidup berkorelasi negative dengan kesejahteraan sosial sebesar -0,153 dan dengan religiositas sebesar -0,052. Hal ini berarti bahwa keberadaan pasangan tidak meningkatkan kesejahteraan sosial maupun religiositas pada lansia. Hasil lain yang diperoleh dari uji statistic di atas adalah adanya korelasi positif antara religiositas dengan kesejahteraan sosial pada lansia dengan koefisien korelasi sebesar 0,434.Kata kunci : keberadaan pasangan hidup, religiositas, sosial well-beingPermalink : http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/view/2900

Page 1 of 1 | Total Record : 9