cover
Contact Name
Muhammad Syafar
Contact Email
m.syafar@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alqolam.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ALQALAM
ISSN : 14103222     EISSN : 2620598X     DOI : -
ALQALAM (e-ISSN: 2620-598X; p-ISSN: 1410-3222) is a journal published by the Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-INDONESIA. ALQALAM is an academic journal published twice a year (every six months). ALQALAM had been accreditated by Ministry of Education and Culture No. 80/DIKTI/Kep./2012, 13 Desember 2012. This journal focuses on specific themes of Islamic Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
NASY'AT AL-MA'AJIM AL-LUGHAWIYYAH AL-'ARABIYYAH WA TATHAWWURUHA Nana Jumhana
Al Qalam Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.788 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v19i95.464

Abstract

Penyusunan kamus bahasa Arab dalam bentuk yang dikenal sekarang baru dilakukan para ulama pada masa Daulah Abbasiyyah. Sebelumnya, syair­ ryair merupakan rujukan primer bagi bangsa Arab untuk mendapatkan penjelasan kosa kata yang helum mereka fahami maknanya.Seiring dengan berkembangnya Islam dan munculnya proses kodifikasi dalam berbagai disiplin ilmu dan adanya kebutuhan kaum muslimin terhadap penafsiran ayat-qyat Al-qur'an serta kesadaran akan pentingnya menjaga kemurnian bahasa Arab, maka munculah di kalangan para ulama berbagai studi. mengenai bahasa Arab, termasuk didalamnya usaha-usaha untuk mengumpulkan materi (kosa kata) bahasa dan menyusunnya secara sistematis dalam bentuk mu’jam atau kamus.Dalam perkembangamrya, terdapat beberapa pendekatan (madrasah) yang ditempuh para ulama dalam membuat sistematika penyusunan kamus bahasa Arab. Diantaranya adalah penyusunan kamus dengan pendekatan susunan Makharijul huruf (Madrasah al-Tartib al-Makhrajiy), pendekatan susunan huruf Hijaiyah biasa (Madrasah al-Tartib al-Hija'iy al 'adiy),pendekatan susunan huruf akhir setiap kosa kata (madrasah Nidzam al-Qafryah) dan pendekatan susunan awal kata dasar setiap kata (madrasah at-Tartib a!-Alifbaiy Hasaba awail al­ Ushul).Tulisan ini ingin mendesknpsikan munculnya kamus bahasa Arab dan perkembangannya serta pendekatan-pendekatan dalam sistematika penyusunannya.Kata Kunci: Mu’jam, Jam'ul Lughah, Madrasah, Nidzam
TA'WIL AL-QURAN DAN USUL FIQH DALAM PERSPEKTIF ULAMA TAFSIR Anwar, H. Saeful
ALQALAM Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1755.354 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v19i92.1013

Abstract

Al-Qur’an diturunkan untuk difahami, diamalkan dan didakwahkan. Sebagian ayatnya cukup terang, tetapi sebagian lagi masih memerlukan penjelasan, baik  dengan tafsir,yakni penjelasan makna lapaz dari nash al-Quran, hadist atau ra’yu sesuai arti lahir (yang rajih), maupun dengan ta'wil, yakni memalingkan lafaz kepada makna katanya (marjuh) karena alasan tertentu. Dari sudut bentuknya, ta'wil identik dengan tafsir kecuali dalam beberapa hal, sedang pembahasan paling mendasar antara keduanya adalah bahwa tapsir pada dasarnya kembali kepada riwayat dan makna pertama, sedang ta'wil kembali kepada dirayah dan makna kedua.Sikap ulama terhadap ta'wil secara umum terlihat dari pandangan mereka tentang otoritas dan kaidah-kaidah tafsir secama umum, tafsir bi al-ra’yi kajian khusus tentang kaidah-kaidah kehahasaan dan kajian khusus tentang ta'wil ayat-ayat mutasyabihat. Para ulama yang mempunyai akidah yang sahih, ilmu yang dalam, akhlak yang mulia dan mengamalkan ilmunya, pada umumnya mengakui dan memberlakukan ta'wil pada tempat yang semestinya sesuai prinsip-prinsip dan ruh al-Quran dan al-Sunnah serta kaidah-kaidah kebahasaan, tidak menolak sama sekali dan tidak membahasnya tanpa batas. Tetapi ulama salaf pada umumnya lebih sedikit memakai ta'wil ketimbang ulama khalaf Ada dua bahaya besar yang dapat mengaburkan ajaran al-Qur’an dan al-Sunnah, yaitu riwayat maudlui dan doif serta sehagian israiliyat yang berkaitan dengan tafsir bi al-ma'tsur dan ta’wil fasid yang berkaitan dengan tafsir bi al-ra’yi. Baik pada zaman dahulu maupun pada zaman kontemporer, ta'wil fasid banyak bermunculan karena berbagai faktor.Kata Kunci: Ta’wil, Tafsir, Ushul Fiqh, Ulama Tafsir
PEMBERLAKUAN SYARI'AT ISLAM DI BANTEN B. Syafuri
Al Qalam Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1543.399 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v27i2.600

Abstract

Syari'a is religious value expressed functionally and concretely as a way that guides human 's life for virtue both in the World and in the hereafter. Islamic law (syari'a) is naturally put into effect in order to be Islamic law as a sub-system of National (positive) law. Based on the history of Banten, the sultanate of Banten had ever implemented the Islamic law as the law applied in the sultanate. It was based on the evidence that in the period of Sultan Ageng Tirtayasa, the amputation law for the ruslers had ever been applied. The historical religiosity and its actualization in Banten nowadats are potential to implement Islamic law comprehensively. Moreover, Bantenese society remains holding tightly on the Islamic values that have become the culture and principle in regulating their life as proven in the legislative of Banten that has issued local regulations of Islamic laws in the districts and cities of Banten. Optimalization of Islamic law implementation in Banten still goes on up to now through a significant numbers of the religious culture in the society, Islamic education institutions, religious proselytizing (dakwah), muamalah and al-akhwal syakhsiyyah. The challenge in endeavoring the implementation of Islamic law generally lies on the lack of the society's understanding on the detail and the meaning of Islamic law. The human sources of Banten (the strategic elites) support the implementation of Islamic law as both culture and values that can be absorbed in various law and regulations. Keywords: Syari'at Islam, Banten, perda syari'ah.
KONTEKSTUALISASI HUKUM ISLAM TENTANG KONVERSI AGAMA (RIDDAH) DI INDONESIA Zakaria Syafe’i
Al Qalam Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.083 KB)

Abstract

Kontroversi di kalangan Mazhab Hukum Islam tentang penerapan sanksi hukum riddah, terletak pada sanksinya, apakah dijatuhi hukuman mati ataukah tidak. Kontroversi ini dipicu oleh perbedaan dalam beristinbat hukum, karena metode dan pendekatan yang mereka gunakan dalam berijtihãd itu berbeda, sehingga produk hukumnya pun saling bertentangan. Sebagian ulama mengkategorikan riddah sebagai jarimah hudûd yang hukumannya sudah dipastikan hukuman mati, sedangkan ulama lain menyatakan riddah itu bukan sebagai jarimah hudûd yang tidak mesti dijatuhi hukuman mati. Silang pendapat ini mengakibatkan kesulitan dalam implementasi penerapan sanksi riddah di Indonesia. Baik Ulama Islam klasik maupun kontemporer tidak sepakat dengan tindak pidana riddah, apakah dihukumi hudud ataukah ta‟zir, dan hukumannya bagi yang murtad apakah hukuman mati atau yang lainnya. Akar dari ketidaksepahaman mereka disebabkan oleh perbedaan mereka dalam melakukan istinbat hukum. Hal inilah yang menyebabkan mengapa hukum riddah tidak mungkin diterapkan dalam sistem hukum pidana Indonesia. Masalah utama penelitian ini fokus pada identifikasi riddah dalam hukum Islam yang berpeluang untuk diaplikasikan dalam sistem hukum pidana di Indonesia. Penelitian ini mencoba menjawab beberapa pertanya berikut ini: Bagaimana ijtihad para Imam Mażhab dalam menetapkan status riddah dan sanksi hukumnya? Bagaimana para ulama kontemporer melakukan istinbat hukum dalam menetapkan sanksi hukum riddah? Konsep mana yang paling baik dari konsep hukum pidana Islam tentang riddah dan kemungkinan aplikasinya dalam sistem hukum pidana di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah dari sudut pandang normatif yuridis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi pustaka. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis yang bersifat induktif.-deduktif, disamping itu, penulis juga menggunakan metode komparatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hukuman mati untuk riddah memiliki karakter hipotesis juga dan dalil yang digunakan berdasarkan pada dalil hipotesis. Berkaitan dengan hukuman riddah, zawajir merupakan dalil yang paling kuat dan paling baik untuk diaplikasikan dalam system hukum pidana di Indonesia. Riddah dianggap sebagai delik hukum pidana dalam keadaan darurat.
DOSEN SEBAGAI PLANER DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR M. Hudori
Al Qalam Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.605 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v17i86.668

Abstract

Dosen sebagai Planer dalam Proses Belajar Mengajar
IDE-IDE PEMBAHARUAN FAZLUR RAHMAN Usman, Suparman
ALQALAM Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1612.506 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v13i66.486

Abstract

Ide-Ide Pembaharuan Fazlur Rahman
KOMUNITAS HARAKAH PADA MASYARAKAT URBAN Umdatul Hasanah
Al Qalam Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.209 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v27i3.610

Abstract

Several newly decades, it appears the phenomenon of the revival of religious spirit over all social levels, especially on urban society. This phenomenon is indicated by a great number of religious studies and religious morements in cities conducted both conventionally-traditionally and in new forms that have methods and ways which are different from other forms. These groups are frequently called harakah. This articel describes the phenomenon of harakah groups in Cilegon, Banten: Jamaah Tabligh, Jamaah Tarbiyah, Iembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII), and Hizhut Tahrir Indonesia. It is clear to demonstrate that the harakah community in Cilegon tends to increase. Keywords: Harakah, Religious Movement, Urban Community, Cilegon City, Jamaah Tahligh, Jamaah Tarbiyah, LDII, and Hizbut Tahrir Indonesia.
MENGENAL DIALEK-DIALEK BAHASA ARAB Achmad Satori Ismail
Al Qalam Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.927 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v20i98-99.635

Abstract

Bahasa Arab Fushha, yang dipengaruhi oleh dialek Bahasa Arab Qureisy, adalah bahasa lingua franca tidak saja bagi para sasterawan dari berbagai kabilah Arab sebagai media untuk menuangkan karya sastra yang berupa syair-syair, tetapi juga bagi masyarakat umum untuk menyampaikan pesan formal dalam khutbah dan pidato. Sementara dalam komunikasi rutinitas keseharian, kabilah-kabilah Arab menggunakan berbagai dialek yang jumlahnya tidak kurang 14 dialek, yakni: Istintha', Taltalah, Syansyanah, Thamthamaniyyah, 'Aj'ajah, 'An'anah, Fahfahah, Qith'ah, Kaskasah, Kasykasyah, Lakhlakhaaniyyah, Watam, Wakam, dan Waham. Dua dialek terakhir, Wakam, dan waham, dipandang dan diterima sebagai bagian dari bahasa Arab Fushha.Kata Kunci: Bahasa Semit, Bahasa Arab Fushha, Dialek, dan lingua franca.
TALFIQ MENURUT PANDANGAN ULAMA Hasanuddin Hambali
Al Qalam Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.631 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v13i72.447

Abstract

Talfiq menurut Pandangan Ulama
Insya’ Tholabi Dalam Surat Al-MujaDilah Qolby, Darul
ALQALAM Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alqalam.v34i1.740

Abstract

This journal entitled al-Insya 'at -Ta alabiy fi Surati al-Mujadilah (Dirasah Tahliliyyah Tada wuliyyah). Writing this journal on the back of many found sentences, assuming that the sentence does not work as the original. But in other circumstances, some sentences have other functions that can be understood in context when the utterance is uttered. Therefore, the researcher is interested to study and examine the letter of al-Mujadilah by asking two questions formulation, firstly, how many verses are not conventionally interpreted in the letter of al-Muja> dilah ? Second, what verses that are not conventionally interpreted in surat al-Mujadilah? Third, what is the function of the verse that is not conventionally interpreted in surat al-Mujadilah? The purpose is to know how many numbers, sentences and sentence functions that contain speech acts in the letter al-Mujadilah. The theory that researchers use and proposed is a pragmatic theory that was promoted by Austin to act speech because only this theory that can dissect and describe the function or intention contained in the sentence that contains not functioned as it should. This research is a research library (library research) with materials or reference sources obtained from the library. The data analysis is done by qualitative method and presented with descriptive analysis method, so that can know the final result of research. Abstract: Insya 'at -Ta alabiy,  al-Mujadilah, Tinda Tutur

Filter by Year

1988 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 42 No. 2 (2025): December Vol. 42 No. 1 (2025): June Vol. 40 No. 2 (2023): July-December 2023 Vol. 40 No. 1 (2023): January-June 2023 Vol. 39 No. 2 (2022): July-December 2022 Vol. 39 No. 1 (2022): January-June 2022 Vol. 38 No. 2 (2021): July-December 2021 Vol 38 No 1 (2021): January - June 2021 Vol 37 No 2 (2020): July - December 2020 Vol 37 No 1 (2020): January - June 2020 Vol 36 No 2 (2019): July - December 2019 Vol 36 No 1 (2019): Januari - Juni 2019 Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006 Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000 Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 51 (1994): November - December 1994 Vol 10 No 51 (1994): November - Desember 1994 Vol 10 No 50 (1994): September - October 1994 Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988 More Issue