cover
Contact Name
Muhammad Syafar
Contact Email
m.syafar@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alqolam.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ALQALAM
ISSN : 14103222     EISSN : 2620598X     DOI : -
ALQALAM (e-ISSN: 2620-598X; p-ISSN: 1410-3222) is a journal published by the Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-INDONESIA. ALQALAM is an academic journal published twice a year (every six months). ALQALAM had been accreditated by Ministry of Education and Culture No. 80/DIKTI/Kep./2012, 13 Desember 2012. This journal focuses on specific themes of Islamic Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
PERANAN DAN TANTANGAN PERPUSTAKAAN DI PERGURUAN TINGGI Ahmad Zaini
Al Qalam Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.96 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v11i58.707

Abstract

Peranan dan Tantangan Perpustakaan di Perguruan Tinggi
THE INFLUENCE OF THE INDONESIAN ORDER OF WORDS IN STUDIYING ENGLISH H.M. Syadli Z.A.
Al Qalam Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2043.558 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v13i67.492

Abstract

The Influence of The Indonesian Order of Words in Studiying English
IBN RUSHD AS JURIST” AND HIS FATWĀ ON LEGAL CAPACITY Fachrizal A. Halim
Al Qalam Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.903 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v35i1.1106

Abstract

Legal capacity is one of the major topics in Islamic law on personal status. The Qurʾān deals with this subject, for example in Q 4: 5-6. However, it only discusses the issue of legal capacity in relation to orphans and minors. Based on the loose Qurʾānic concept of orphans and minors, the jurists of the classical period attempted to understand what was meant by legal capacity in Islam and how ought to operated in a Muslim society. One of the most remarkable jurists who tackled this issue was Ibn Rushd (520/1126-595-1198). In his celebrated collection of fatwā, the Fatāwā Ibn Rushd, he explored the issue of legal capacity based on questions brought to him, who at a time sit as a qāḍī in Sevilla and Cordoba. Keywords: Averroes, legal, capacity, personal status, guardianship, Muslim Spain.
MADRASAH DI MAKKAH DAN MADINAH Muhajir Muhajir
Al Qalam Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.639 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v20i98-99.641

Abstract

Melihat sisi historis madrasah pada masa klasik Islam, terbayang pemikiran kita pada masa Rasul SAW, al-Khulafa' al-Rasyidun, zaman Bani Umayah dan Abbasiyah. Rentang waktu masa ini dunia Islam banyak mengukir prestasi dengan kemajuannya, termasuk perkembangan madrasah, yang bermula dari rumah, masjid, halaqah al-dars, kuttab dan masjid-khan. Transformasi lembaga pendidikan yang telah disebut menjadi madrasah memakan waktu yang relatif panjang, mengingat para sejarawan sering menyebut madrasah sebagai college of low, yaitu sebagai lembaga pendidikan Tinggi. Oleh karenanya, penulis dalam mengupas tulisan madrasah di Makkah dan Madinah ini diawali dengan lembaga pendidikan pra madrasah, yang meliputi; masjid, kuttab, rumah ulama dan halaqah al-dars. Uraian selanjutnya adalah madrasah dalam konteks pendidikan formal, yang tentunya telah mengarah pada persyaratan-persyaratan madrasah sebagai institusi formal, disamping itu penulis juga membatasi masa klasik dalam Islam. Adapun sentral pembahasan tulisan ini adalah madrasah-madrasah di Makkah dan Madinah. Walaupun di Makkah ada Masjid al-Haram, tetapi eksistensinya tidak menghalangi untuk berdirinya madrasah. Madrasah di Makkah berdiri setelah madrasah-madrasah di negara Islam lain berdiri, jadi kemunculannya lebih akhir, dibanding madrasah Nizhamiyah yang merupakan proto type awal munculnya madrasah di dunia Islam. Indikasi terpenting madrasah-madrasah di Makkah adalah dibangun oleh para dermawan non Hijazi, sehingga campur tangan penguasa tidak begitu kuat. Adapun mengenai madrasah-madrasah di Madinah bila kita tidak cermat dapat terkecoh dan mengatakan bahwa di masa klasik madrasah di Madinah tidak ada. Tetapi para sejarawan dapat menemukan bukti bahwa di Madinah saat itu ada madrasah, walaupun secara kuantitas lebih minim dibanding dengan di Makkah.Kata Kunci: Madrasah, Halaqah, Kuttab
HUBUNGAN ANTARA RUMPUN BAHASA SEMIT, BAHASA ARAB DAN ALQURAN Ismail, Achmad Satori
Al Qalam Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.176 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v19i93.454

Abstract

Berdasarkan karakteristik kebahasaan yang terdapat dalam bahasa Arab, para peneliti di bidang bahasa telah memasukkan bahasa Arab ke dlam kelompok rumpun bahasa Semit. Di antara karakteristik tersebut misalnya adalah kosa kata yang kebanyakan berasal dari tiga huruf, perubahan bentuk kata kerja sesuai dengan perubahan bentuk waktu (tenses), bentuk kata benda (ism) dan kata kerja (fi'il) serta penggunaan kata ganti (dhamir). Di samping itu, antara bahasa Arab dan bahasa Semit, terclapat pula kesamaan dalam susunan dan bentuk kalimat serta banyak kosa kata.Mengingat kaitan yang demikian erat antara bahasa Arab dan rumpun bahasa Semit, maka studi tentang bahasa-bahasa Semit menjadi sangat relevan bagi para peneliti bahasa Arab.Sebelum mengurai hubungan antara al-Qur'an dengan bahasa Arab, penulis mengangkat permasalahan di sekitar asal-usul dan sejarah pertumbuhan bahasa Arab sejak dari awal kelahirannya yang masih dipenuhi kabut misteri hingga bahasa ini mencapai kematangannya yang luar biasa pada masa menjelang kedatangan Islam di jazirah Arabia.Kehadiran Islam dengan membawa al-Qur'an yang berbahasa Arab sebagai mukjizat, temyata membawa pengaruh yang sangat besar bagi bahasa Arab sehingga bahasa ini masih tetap eksis dan bahkan terus berkembang sampai sekarang.Kata Kunci: Bahasa Semit, bahasa Arab, al-Arab al-Baidah, al-Arab af­ Baqryah.
PERBEDAAN TINGKAT PEMAHAMAN SHAHABAT DAN TABI'IN DALAM MENGINTERPRETASIKAN AL-HADITS Sohari, Sohari
Al Qalam Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1253.135 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v20i96.653

Abstract

Al-hadits sebagai sumber hukum yang kedua setelah-al-Qur'an, dalam aplikasinya di masyarakat terdapat persepsi yang berbeda, terutama dalam memahami beberapa ucapan Nabi (Hadits) sehingga antara Shahabat yang satu dengan yang lainnya terkadang terjadi pro dan kontra.Dalam memahami teks hadits di atas para shahabat terdapat perselisihan faham, ada yang memahami bahwa menulis dan mencatat al-Hadits pada masa itu adalah haram, ada pula yang memahami hadits tersebut merupakan kehati-hatian shahabat supaya tidak mencampur aduk antara al-Qur'an dan hadits, sehingga menurut pemahaman kedua ini boleh saja mencatat dan meulis al-Hadits sekaligus meriwayatkannya kepada orang lain.Perbedaan pemahaman tersebut terjadi hingga pada masa tabi'in, hanya saja sikap tabi 'in nampaknya tidak terlalu tekstual sehingga mereka berpikir secara luas dan berwawasan ke depan. Hal ini terbukti dengan adanya pembukuan al-Hadits dimasa Pemerintahan Umar bin Abdul Aziz.Penelitian ini menggunakan Library Research, menelaah buku-buku yang ada kaitannya dengan peneliatian ini.Kesimpulannya adalah: Bahwa penalaran shahabat dalam menerima dan meriwayatkan hadits sangat patuh dan hati-hati sekali, di samping itu masih bersifat tekstual, karena khawatir menyalahi aturan yang telah ditetapkan Rasul. Sedangkan para tabi'in pada dasarnya hampir sama, hanya saja yang membedakan adalah para tabi'in ternyata dalam memahami hadits lebih luas lagi yaitu tidak hanya tekstual tetapi juga kontekstual.Kata Kunci: Perbedaan pemahaman, shahabat, tabi'in, interpretasi hadits
HANDWRITING DEVELOPMENT As'ari, As'ari
ALQALAM Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1634.035 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v19i95.465

Abstract

Language is, and since its invention or discovery has always been, the most important means man ever devised It is the mean more than any other with which he makes his living, he makes his home and he makes his life. As man becomes more and more social beings, as the world becomes more and more social community, and communication even grows more imperative. Language is the basic communication. Language is the instruments with which we think, and thinking is the rarest and the most needed commodity in the world. Language, however, can be separated from the facets of communications (listening, writing, reading and speaking). Yet, the focus of this scientific of study will be on the writing (handwriting) in college. The scientific study of writing (handwriting) begins with discussing the nature of the students in these grades. Writer will then describe the instructional emphases, instructional strategies, problems, and assessments measure associated with providing an isolated space (time) to practice the writing competency in these grades.Key Words: Handwriting, Instructional, Strategies, Composition.
MUHAMMAD RASYID RIDHA: SEJARAH DAN PEMIKIRANNYA Fauzul Iman
Al Qalam Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1646.466 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v19i92.1014

Abstract

Abad ke-19 yang merupakan abad kebangkitan industri di dunia Barat telah memunculkan respon baru terutama bagi dunia pemikiran Islam. Respon itu muncul sebagai reaksi intelektual atas kematian panjang umat Islam dari kejayaan masa silam yang telah tercapai. Kejayaan silam bagi umat Islam boleh dicatat telah merekam dinamika historis yang sangat spektakuler, bahkan pernah menjadi buaian nostalgia yang tidak menguntungkan umat.Munculnya abad kebangkitan industri seolah-olah menjadi pukulan berat bagi umat Islam untuk menggugah kesadaran umat dari kemunduran. Kondisi umat Islam saat ini memang sangat kontras dengan kemajuan yang dicapai Barat dalam abad kebangkitan Islam. Umat Islam di zaman ini tidak lagi jaya seperti dulu.Dahulu umat Islammenggunakan akal atau nalarnya yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis untuk menggugah kemajuan. Tapi kini terjerat di alam ketumpulan akal dengan mencintai tahayul, khurafat dan membenci kemajuan. Sementara yang paling kritis dialami umat Islam adalah belum menghilangnya situasi pembenaran terhadap adanya klaim ijtihad tertutup.Dalam situasi inilah, lahir para pembaharu yang menggugah pentingnya merumuskan kembali pemikiran keagamaan yang sejalan dengan perkembangan zaman. Dengan kata lain, ijtihad harus dibuka kembali sebagai satu-satunya metode yang dapat mengentaskan kebekuan umat berhadapan dengan dinamika dan komplekitas perubahan zaman.Rasyird Ridha adalah salah satu pembahau/pemikir Islam yang sangat tangguh dan gigih mendengungkan kembali peran ijtihad. Ia dalam tulisannya menyoroti pentingnya akal diperankan untuk membuktikan keunggulan syari'ah Islam di atas hukum Barat. Menurut Rasyid Ridha, umat Islam dengan akalnya tidak boleh taklid (terikat) membabi-buta pada pikiran orang lain, tetapi juga harus toleran (terbuka) menggali dan mnyerapi pemikiran orang lain tanpa melakukan liberalisasi. Dengan pengaruh umat Islam akan mampu mengejar kemajuan, seperti yang dialami dahulu.Kata Kunci : Rarsid Ridha, Metode Pemikiran, Qur'an, hadits.
AKTIVITAS DAKWAH KAUM KHAWARIJ Mufrodi, Udi
ALQALAM Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.613 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v11i62.618

Abstract

Aktivita Dakwah Kaum Khawarij
DEMOKRASI DALAM NEGARA BERDASARKAN HUKUM PANCASILA DAN MASYARAKAT ISLAM Azmi Azmi
Al Qalam Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.048 KB)

Abstract

Demokrasi dan hukum dua pilar utama berkenaan dengan diri manusia ; baik dalam kapasitas individu, masyarakat, bangsa, negara dan masyarakat internasional. Apakah demokrasi dan hukum berbenturan antar keduanya atau saling mengisi bergerak dalam fungsi masing-masing. Bagaimana keberadaan demokrasi dalam negara hukum Pancasila dan Masyarakat Islam. Hasil studi menunjukkan bahwa nilai-nilai demokrasi dan hukum tidak terdapat pertentangan antar keduanya, melainkan saling mengisi dan melengkapi. Islam memberi arah bagi demokrasi dan hukum. Kesimpulan, demokrasi dan hukum muncul atas kehendak rakyat dari karunia Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai perlawanan terhadap paham kekuasaan otoriter, untuk memberikan jaminan terhadap hak-hak individu, masyarakat, bangsa, negara dan masyarakat dunia dalam mencapai dan mewujudkan kehidupan bersama lebih baik. Keberadaan kedua tak terpisahkan dari konstitusi negara dan peraturan perundang-undangan Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Islam memberi filter dan arah terhadap pelaksanaan demokrasi pada masyarakat Indonesia dalam negara hukum Pancasila. Saran, implmentasi demokrasi dan hukum di Indonesia, dijalankan harus sesuai dengan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, Falsafah Negara, Pancasila, UUD 1945 dan nilai-nilai Islam yang telah membentuk negara dan menata masyarakat Indonesia.

Filter by Year

1988 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 42 No. 2 (2025): December Vol. 42 No. 1 (2025): June Vol. 40 No. 2 (2023): July-December 2023 Vol. 40 No. 1 (2023): January-June 2023 Vol. 39 No. 2 (2022): July-December 2022 Vol. 39 No. 1 (2022): January-June 2022 Vol. 38 No. 2 (2021): July-December 2021 Vol 38 No 1 (2021): January - June 2021 Vol 37 No 2 (2020): July - December 2020 Vol 37 No 1 (2020): January - June 2020 Vol 36 No 2 (2019): July - December 2019 Vol 36 No 1 (2019): Januari - Juni 2019 Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006 Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000 Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 51 (1994): November - December 1994 Vol 10 No 51 (1994): November - Desember 1994 Vol 10 No 50 (1994): September - October 1994 Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988 More Issue