Articles
578 Documents
DEBUS DI BANTEN
Moh. Hudaeri
Al Qalam Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (453.59 KB)
Debus merupakan salah satu contoh nyata pertautan antara tradisi lokal Banten dengan Islam (tarekat). Pertautan ini tidak hanya menimbulkan kesepahaman tetapi juga perselilihan dan pertentangan di kalangan umat. Di dalam seni debus tidak hanya ditemukan tradisi-tradisi yang berasal dari tarekat seperti:wirid, tawasul dan bai‟at tetapi juga ada jangjawokan dan seni pencak silat. Mengkaji tentang debus tidak hanya menyingkap tentang perkembangan seni ini dalam masyarakat Banten, tetapi juga menggambarkan tentang kondisi antropologis keislaman di Banten. Hal ini mengindikasikan bahwa keislaman penduduk Banten lebih bersifat sufistik, hal ini disebabkan adanya kesejejajaran dan afinitas dengan kondisi masyarakat lokal Banten yang lebih bersifat mistis. Tulisan ini akan membahas tentang; bagaimana perkembangan debus di masyarakat Banten? Apakah sumber-sumber yang dijadikan rujukan dalam permainan debus? Bagaimana pandangan antropologis terhadap praktek permainan debus apabila dikaitkan dalam konteks budaya Islam di Nusantara?
النحو ونشأته عند البصريين والكوفيين
Ahmad Bachmid
Al Qalam Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2020.508 KB)
|
DOI: 10.32678/alqalam.v17i86.664
Al Nahwu wa Nasy-atihi 'Inda Al Basriyyin wa Al Kuffiyyin
STRATEGI HIJRAH RASULULLAH SAW. DALAM MENYEBARKAN DA’WAH AGAMA ISLAM
Suhaeri Suhaeri
Al Qalam Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1562.309 KB)
|
DOI: 10.32678/alqalam.v11i63.476
Strategi Hijrah Rasulullah Saw. dalam Menyebarkan Da’wah Agama Islam
IMPACT OF PRINCIPALS' MANAGERIAL ROLES UNDER SCHOOL-BASED MANAGEMENT ON SCHOOL IMPROVEMENT AT URBAN SECONDARY SCHOOLS OF BANGLADESH
Kazi Enamul Hoque;
Saedah Siraj;
Muhammad Faizalal A. Ghani
Al Qalam Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1315.051 KB)
|
DOI: 10.32678/alqalam.v27i3.602
This article aims al observing the relationship between principals' managerial roles and the improvement of schools and the impacts of principals' managerial roles toward school improvement based on the school-based management. This research uses 127 principals and 694 teachers of urban secondary schools of Bangladesh as the sample. Schools are becoming better when the principals give more emphasizing on strategic plan, supportive and comprehensive roles but less emphasizing on shared decision making. The findings of this study offer valuable information for policy makers and educational managers, especially the principals and teachers. Key words: Principals managerial roles, school-based management, teachers' Professional development activities, school improvement
PROSES ISLAMISASI DAN PERCATURAN POLITIK UMAT ISLAM DI INDONESIA
Ahmad Sugiri
Al Qalam Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1258.978 KB)
|
DOI: 10.32678/alqalam.v11i59.630
Proses Islamisasi dan Percaturan Politik Umat Islam di Indonesia
DIMENSI BUDAYA POLITIK DALAM PEMBENTUKAN EPSITEMOLOGI ARAB-ISLAM
Ahmad Sugiri
Al Qalam Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (621.695 KB)
|
DOI: 10.32678/alqalam.v14i74.443
Dalam mencermati sejarah pemikiran Islam, al Jabiri mengemukakan ada tiga struktur epistemologi yang pernah berkembang di kalangan umat Islam, ya itu bayani, irfani dan burhani. Ketiga bangunan epistemologi ini masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. Bayani dibentuk oleh ilmu-ilmu Arab-Islam murni, seperti ilmu bahasa dan agama; irfani men cakup akumulasi dari berbagai gagasan, keyakinan dan mitos yang dilegitimasi oleh agama yang diyakini oleh para ahlinya sebagai "hakekat" di balik teks. Se dang burhani merupakan keilmuan filsafat yang diadopsi dari "dunia luar" terutana Yunani. Meski ketiganya memiliki karakteristik tersendiri, tetapi da lam perjalanan sejarah saling mempengaruhi dan me lengkapi membentuk dunia keilmuan Islam yang dinamis dan kreatifAkan tetapi dalam perkembangannya dewasa ini, hanya epistemologi bayani-lah yang mendominasi wa cana pemikiran Islam. Akibatnya otoritas dan domi nasi teks menjadi piranti metodologis keilmuan dalam dunia Islam. Otoritas teks secara ontologis-aksiologis menjadi suatu yang taken for granted, yang pada dataran epistemologis tak pernah ada batas untuk per tanyaan yang kritis dan paling radikal sekalipun.Sesungguhnya ketiga bangunan epistemologi di atas tidak terlepas dari pengaruh faktor heuristik dan budaya politik yang dijalankan oleh penguasa-pengua sa Islam. Kategori-kat egori budaya politik aqidah, ghanimah dan kabilah yang di petakan al-Jabiri, telah mempengaruhi dalam pembent ukan epistetologi Islam. Tulisanini mencoba menelus uri bagaimana pergumu lan antara budaya politik umat Islam sejak zaman Nabi Muhammad sampai Abbasiyah awal dalam pemben tukan epistemologi Islam , dengan mengacu pada pemiki ran al-Jabiri.
POLA KEPEMIMPINAN KYAI DALAM TUBUH NAHDATUL ULAMA (NU)
Ahmad Sugiri
Al Qalam Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1046.584 KB)
|
DOI: 10.32678/alqalam.v13i68.503
Pola Kepemimpinan Kyai dalam Tubuh Nahdatul Ulama (NU)
POLA PENDIDIKAN KARAKTER PONDOK PESANTREN MANAHIJUSSADAT BANTEN
Wasehudin Wasehudin
Al Qalam Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/alqalam.v34i2.796
Penelitian ini berawal dari keprihatinan yang sedang Melanda negeri ini, tawuran antar pelajar, penjarahan yang dilakukan oleh para geng motor, pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oleh oknum guru hingga pembalakan uang rakyat yang nilainya triliunan rupiah oleh oknum para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang terhormat yang saat ini kasus hukumnya sedang ditangani oleh lembaga anti rasuah/Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Fenomena tersebut menjadi PR besar bagi lembaga pendidikan bangsa Indonesia. Pondok Pesantren Manahijussadat sebagai sebuah lembaga pendidikan Islam modern adalah sebuah lembaga pendidikan yang lebih mengembangkan pendidikan karakter (akhlak) sebagai core kelembagaannya. Perbaikan mental (akhlak mulia) bagi para santri merupakan tujuan didirikannya pondok ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif (kualitatif research) dengan teknik triangulasi (triangulation technique) dimana data yang dihasilkan oleh peneliti mulai dari wawancara dengan informan inti (mudir/pimpinan pondok) Manahijussadat dan para ustadz dan ustadzah hingga informan tambahan seperti para santri maupun pengamatan langsung di lokasi penelitian. Setelah data terkumpul kemudian diklasifikasikan mana data yang bersifat primer maupun sekunder. Adapun landasan teori yang digunakan dalam penelitian mengacu pada teori sebagaimana yang digagas oleh Zubaedi bahwa pendidikan karakter hendaknya didasarkan pada tatanan nilai yang bersifat absolut, artinya bangunan nilai yang didasarkan pada tatanan keagamaan dan kenegaraan (Agama dan Pancasila) dengan model inside-out dimana perilaku baik bukan hanya dijadikan sebagai sebuah kebiasaan akan tetapi dijadikan sebuah kebutuhan. Ada dua bentuk pola dalam pendidikan karakter yang dilakukan di Pondok Pesantren Modern Manhijussadat, pola tekstual dan pola kontekstual. Pola pertama (tekstual) dilakukan dengan menggunakan pendekatan integrasi keilmuan yang dilakukan oleh para ustaz/ustazah ketika melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Sedangkan pola kedua (kontekstual) dimana pola ini merupakan pola tindak lanjut dari pola pertama. Bangunan pola kedua ini penekanannya pada aspek keteladanan dari semua pihak mulai dari kiai sebagai pimpinan pondok, ustaz/ustazah sampai kepada pengurus pondok atau yang lazim disebut Organisasi Pelajar Pondok Modern Manahijussadat (OPPM) dengan bersama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai agama, budaya maupun peraturan Pondok itu sendiri. Kata Kunci: Pondok Pesantren dan Pendidikan Karakter
SISTEM ISNĀD HADĪTS DAN AWAL MULA PENGGUNAANNYA DALAM TRADISI PERIWAYATAN PUISI ARAB JAHILIYAH
Ahmad, Lalu Turjiman
ALQALAM Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1131.905 KB)
|
DOI: 10.32678/alqalam.v28i1.536
It is ordinary that riwāyah (oral transmission) has been the main media in transmitting knowledge. Indeed, for the Arabs, the transmission system was used not only in transmitting hadits, but also in transmitting the history. In terms of the transmission of traditions, the transmitters were very strict in applying the rules of transmission. Hence, such an isnād system has a very important value in the history. Muslims in the past gave much attention to such an isnād system.The transmissions of poetry had been emerged before the transmissions did. Every poetry has the transmitters. They keep and guarantee the continuity of the poetry transmission. The relation between the poetry transmitters and their poetries is not different from that of the transmitters of hadits and their hadits.
Key words: hadits, isnād, Jahiliyah poetry, oral transmission.
METODOLOGI PENGGALIAN DAN PENERAPAN HUKUM IMAM MALIK
Rachmat Syafe'i
Al Qalam Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2062.944 KB)
|
DOI: 10.32678/alqalam.v17i87.659
Metodologi Penggalian dan Penerapan Hukum Imam Malik