cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25982370     DOI : -
BIOMA (ISSN 1410-8801) adalah Majalah Ilmiah Biologi yang bertujuan mewadahi semua informasi hasil penelitian, telaah pustaka, makalah teknis, dan kajian buku, dari berbagai cabang ilmu Biologi. Diharapkan penerbitan ini dapat berkontribusi dalam penyampaian informasi ilmiah yang merupakan mata rantai proses kegiatan ilmiah. Terbit sejak tahun 1999.
Arjuna Subject : -
Articles 318 Documents
Keragaman Varietas Mangga (Mangifera indica L.) Di Kotamadya Semarang Jawa Tengah Utami, Sri; Baskoro, Karyadi; Perwati, Lilih Khotim; Murningsih, M
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 21, No 2, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.797 KB) | DOI: 10.14710/bioma.21.2.121-125

Abstract

Mango is a fruit that is very popular with the community, especially in Semarang. The taste is sweet, refreshing and has a high vitamine content is the reason this fruit has become one of the superior fruit. In the Semarang area there are quite a lot of mango trees with various varieties. These various mango varieties are potential genetic resources that need to be preserved. This study aims to explore the various mango tree varieats that grow in the municipal area of Semarang. Research techniques by exploring in 3 districts are Banyumanik, Tembalang  and Gunung Pati. The results showed 14 varieties of mango and the most widely grown varieties by the people in the municipality of Semarang are arum manis and manalagi mango. Some of them are local mangoes, mango cultivation and imported mangoes. Local varieties of mango are only found in very small quantities and have begun to scarce, so it is feared that the supply of mango germplasm is increasingly depleting. Germplasm of local mango plants is important to be preserved as a wealth of genetic resources in the Municipality of Semarang
Dinamika Struktur Makrobentos sebagai Dasar Pengendalian Wideng (Sesarma sp) Perusak Tanggul Tambak Berbasis Pemanfaatan Sampah Plastik sebagai Penguat di Kawasan Ekowisata Mangrove Tapak, Tugurejo Semarang Hidayat, Jafron Wasiq; Muhammad, Fuad; Arifin, Zaenal
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 17, No.2, Tahun 2015
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.207 KB) | DOI: 10.14710/bioma.17.2.74-82

Abstract

Wideng merupakan biota asosiasi hutan mangrove yang sangat penting perannya dalam degradasi serasah mangrove.Wideng mempunyai perilaku membuat lubang pada pematang yang merugikan petani. Sementara pada sisi yang lain, secara fisik hutan  mengrove banyak didapati sampah plastik yang berasal dari hulu. Keberadan sampah sangat mengganggu kehidupan bakau maupun biota asosiasinya, terlebih aktifitas pariwisataPerlu dilakukan pengelolaan untuk mengendalikan wideng di tambak, sekaligus mendorong tercapainya estetika kawasan  mangrove yang mendukung Ekowisata. Tujuan umum penelitian adalah memanfaatkan sampah plastik sebagai penguat tanggul tambak yang tahan pelubangan wideng (Sesarma sp) untuk mendukung ekowisata mangrove. Hal ini dilakukan dengan mengkajiadanya dinamika spasial populasi Sesarma spp dan makrobentos asosiasi dan tingkat kesukaan substrat (pematang) yang diberi alas berbagai bahan.Kajian  observasi dilakukan secara sampling dengan analisis Struktur Komunitas. Adapun kajian pelubangan menggunakan RAL dengan uji lanjut t-test. Hasil sampling makrobentos di jumpai 16 jenis dengan jenis yang umum ditemukan adalah Cerithidea spp, Neries spp dan Sesarma sp.Sesarma sp cenderung mengikuti keberadaan bahan organik, terutama bahan serasah mangrove. Pada perlakuan penguatan pematang menggunakan bahan sampah memperlihatkan pematang yang disisipi bahan serasah cenderung disukai wideng,  diikuti bahan sampah plastik dan bahan plastik lembaran. Secara praktek, petambak sebaiknya memungut sampah untuk dimanfaatkan sebagai penguat dengan menyisipkannya pada lumpur bahan tanggul. Prioritas lokasi yaitu di muara tengah dan depan yang banyak ditemukan wideng dan serasah. Mekanisme pelaksanaan penguatan tanggul dapat difasilitasi oleh kelompok tani. Luaran penelitian disamping tanggul menjadi kuat, tidak menarik bagi wideng, kawasan menjadi bersih, juga tidak perluperlu memotong ranting mangrove untuk digunakan sebagai aran (landasan lumpur).   Kata Kunci :Wideng, perusak tanggul, sampah plastik
Metode Pengendalian Wideng (Sesarma spp) Hama Bibit Mangrove melalui Kegiatan Budidaya Kepiting Bakau Scylla spp Hidayat, Jafron Wasiq
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 13, No. 1, Tahun 2011
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.829 KB) | DOI: 10.14710/bioma.13.1.25-33

Abstract

Reboisation is one strategy to anticipate global warming that most easily performed. This re-plantingactivity is very urgent to be conducted in mangrove areas, since the impact of global warming are very profound atthe coastal and lowland areas. Its implementation has been done, but failures are still high. One of the causes oftenfound in the field is pests. Its efficient and effective control are still faces various obstacles. Wideng (Sesarma) isvery often perform as pest to the mangrove propagules, therefore could affect the community structure. It is thereforeimportant to establish conceptual study and research on wideng control, especially those that are able to promoteparticipation and benefit the community. One potential control is to empower its natural predators, the mud crabScylla. The purpose of this research is to analyze the level of Scylla predation, namely of total prey consumed, preysize and prey density presentation. It is also intended to determine weight gain and predation behavior byScylla. Two units of the test cage were placed in the pond in Tapak Tugurejo Semarang with Complete RandomizedDesign (3 treatments and 5 replications). Data on predation tests are descriptively and statistically analyzed usingJMP software, whereas the study of behavior was analyzed descriptively.The results demonstrated that Scylla is able to prey and consume wideng namely the life ones. Scyllaperform no respecter of prey body size, since wideng of small body size (2-3 cm), preferably the same to themoderate size (4-5cm) and large size (> 5 cm). The level of consumption gives a high weight gain for Scylla,between 182 - 197% in just 6 days. In term of presentation of the treatment, showed that wideng really liked thepresentation of the feed lot at once rather than presenting a slightly but gradually. Finally, feeding on Scylla withwideng through cultivation, particularly in fattening purposes, using wideng is reasonable and flexible to be appliedfor fishermen. This concept, together with other control components (components of a dissertation study of theauthor), is very supportive on the wideng control whiles provide economic benefits to the society atonce.
Pembuatan Kertas Anti Rayap Ramah Lingkungan dengan Memanfaatkan Ekstrak Daun Kirinyuh (Eupatorium odoratum) Hadi, Mochamad -
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 10, No. 1, Tahun 2008
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.375 KB) | DOI: 10.14710/bioma.10.1.12-18

Abstract

Jumlah kertas yang dibutuhkan oleh masyarakat dunia, memacu industri kertas untuk meningkatkanproduksinya. Hal ini mengakibatkan timbulnya masalah berupa penebangan pohon untuk pembuatan kertas, dimanadalam industri kertas selalu melakukan proses bleaching (penggunaan bahan pemutih) serta penggunaan timbaldalam pembuatan kertas yang tahan terhadap serangga (rayap), tetapi kertas yang mengandung timbal mempunyaitoksisitas tinggi sehingga tidak baik untuk kesehatan tubuh manusia. Cara yang paling efektif adalah melakukanproses daur ulang kertas anti rayap dengan menggunakan pestisida botani. Tumbuhan tersebut adalah tumbuhankirinyuh (Eupatorium odoratum) yang memiliki kandungan sesquiterpen mampu mengendalikan tingkat mortalitaspada rayap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui, mengkaji toksisitas dan sifat antimakan ekstrak daunkirinyuh sebagai bahan pengendali rayap pemakan kertas, serta mengetahui tingkat konsentrasi ekstrak daunkirinyuh yang efektif sebagai bahan pengendali rayap. Cara kerja yang dilakukan adalah dengan Pembuatan ekstrakdaun Kiriyu (Eupatorium odoratum), yang di masukan pada saat pembuatan kertas. Pada uji toksisitas, ujipendahuluan untuk menentukan LC5 dan LC90 konsentrasi yang digunakan yaitu 0, 0.5, 1, 2, 4 dan 8 persen (b/v).Hewan uji yang digunakan pada uji pendahuluan sebanyak 20 ekor dengan satu kali ulangan. Uji pendahuluandigunakan sebagai acuan untuk uji sesungguhnya. Uji sesungguhnya yaitu uji untuk menentukan konsentrasi yangefektif (LC50), konsentrasi yang digunakan yaitu 0, 0.76, 1.15, 1.74, 2.63, 3.95 persen (b/v). Hewan uji yangdigunakan pada uji sesungguhnya sebanyak 15 ekor dengan 3 kali ulangan. Nilai mortalitas rayap dianalisis denganmenggunakan analisis probit. Hasil penelitian konsentrasi ekstrak daun kiriyuh yang efektif untuk mengendalikanrayap yang membunuh 50 % hewan uji (LC-50) yaitu pada konsentrasi 2.50 persen. Pada LC-50 menunjukan bahwaekstrak daun kiriyuh bersifat toksik dan pada konsentrasi 2.50% efektif memberikan pengaruh mortalitas terhadaprayap Coptotermes
Analisa Hubungan Panjang dengan Berat Ikan Bawal Bintang (Trachinotus Blochii, Lacepede) Pada Sistem Keramba Jaring Apung (KJA) Integrated Multi Trophic Aquaculture (IMTA) di Kawasan Sea Farming Kepulauan Seribu Nasti, Diana; Sunarno, S; Putro, Sapto Purnomo
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 19, No. 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.674 KB) | DOI: 10.14710/bioma.19.1.1-4

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan panjang dan berat ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) pada sistem keramba jaring apung (KJA) Integrated multi trophic aquaculture (IMTA) dan Monokultur. Keramba jaring apung IMTA diaplikasikan pada Stratified double net cage (SDNC). Penelitian ini dilakukan di kawasan Sea Farming Karang Lebar kepulauan Seribu, di dua lokasi yaitu : lokasi A adalah kawasan budidaya sistem IMTA dengan jenis biota ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) dan ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus,Forsskal). Lokasi B adalah kawasan budidaya monokultur dengan jenis biota bawal bintang (Trachinotus Blochii). Hasil penelitian analisa hubungan panjang dan berat ikan di kedua lokasi menunjukan pola alometrik positif  b > 3, dan berdasarkan kondisi fisik dan kimia perairan laut dari kedua lokasi penelitian terdapat perbedaan namun, secara umum masih menunjukkan dalam kisaran normal yaitu konduktivitas berkisar antara 4,53 – 5,05 mS/cm, kecerahan berkisar antara 23,21 – 25,50 mg/l, turbiditas berkisar antara 19,89 – 27,00 mg/l, Dissolved Oxygen (DO) berkisar pada 6,09 – 7,50 mg/L, salinitas berkisar antara 25,09 – 32,37ppt, pH berkisar antara 7,21 – 7,96 dan temperatur berkisar antara 29,33 – 31,40 oC. Kata kunci :  Bawal bintang (Trachinotus blochii), IMTA, Monokultur, pola pertumbuhan
Potensi Tepung Umbi Dahlia Dan Ekstrak Inulin Dahlia Sebagai Sumber Karbon Dalam Produksi Fruktooligosakarida (FOS) Oleh Khamir Kluyveromyces marxianus DUCC-Y-003 Yuliana, Rida; Kusdiyantini, Endang; Izzati, Munifatul
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 16, No.1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.155 KB) | DOI: 10.14710/bioma.16.1.39-49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manfaat umbi dahlia dalam bentuk tepung umbi dan ekstrak inulin sebagai substrat untuk memproduksi FOS. Produksi FOS berlangsung secara mikrobial enzimatis dengan bantuan khamir Kluyveromyces marxianus DUCC-Y-003. Pengkulturan khamir pada media kultur berlangsung selama 60 jam dan dilakukan pengukuran tiap 6 jam. Pengukuran tersebut meliputi pertumbuhan khamir, kadar fruktosa medium dan kadar total gula medium. Penentuan FOS dilakukan dengan cara mengukur nilai derajat polimerisasi (DP). DP merupakan hasil perbandingan antara kadar total gula dengan kadar fruktosa pada media kultur. DP FOS berkisar antara 2-10 dan FOS komersil dengan DP 3-5. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Perlakuan terdiri atas S1D1 (substrat tepung, dosis 1 g), S1D2 (tepung, 3 g), S1D3 (tepung, 5 g), S2D1 (ekstrak inulin, 1 g), S2D2 (ekstrak inulin, 3 g), S2D3 (ekstrak inulin, 5 g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan khamir tertinggi pada perlakuan penggunaan ekstrak inulin dengan dosis 1 gram, dan pertumbuhan terendah pada perlakuan penggunaan tepung dengan dosis 5 gram. Pada masing-masing perlakuan, menghasilkan produk FOS dengan nilai DP yang beragam selama waktu inkubasi 60 jam, hanya perlakuan S2D1 (ekstrak inulin, 1g) yang sudah menghasilkan ketiga jenis FOS komersil dalam waktu inkubasi 60 jam. Pada perlakuan S2D1, produk 1-kestosa dihasilkan saat inkubasi 42 jam, produk nystosa saat 48 jam dan produk fruktofurasylnystosa saat 60 jam. Kesimpulan hasil penelitian adalah perlakuan S2D1 paling efektif dalam menghasilkan FOS selama waktu inkubasi 60 jam, sedangkan perlakuan lain dapat menghasilkan FOS yang sama jika lama waktu inkubasi diperpanjang.   Kata kunci : inulin, inulinase, derajat polimerisasi, Kluyveromyces marxianus DUCC-Y-0003
Produksi Protease Alkalis Termostabil Dari Aspergillus flavus DUCC- K225 Dengan Ammonium Sulfat Sebagai Sumber Nitrogen Putra, Mohammad Affan Dwica; Rukmi, MG Isworo; Pujiyanto, Sri; Mulyani, Nies S
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 21, No 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.467 KB) | DOI: 10.14710/bioma.21.1.60-64

Abstract

Protease  is a protein hydrolytic enzyme which  can be generated by a variety of microorganisms, including  mold. Aspergillus flavus K225, DUCC is indigenous mold isolated from lime soil of Madura which is  have potential as a alkaline protease  producer. This research aims was to know the effect  of ammonium sulfate as nitrogen source for the production of protease enzymes by Aspergillus flavus DUCC-K225. The production of alkaline  protease were conducted in  submerged culture medium with agitation. Fermentation medium used was modification Czapeks Dox Broth containing 2% casein. Incubation is carried out for 7 days.  The results showed that ammonium sulfate is a good source of nitrogen for growth and production of aklaine protease enzyme, which is demonstrated by  higher dry weight, the protease activity, the protein content and the specific activities, comparing those  on standard medium using sodium nitrate as N source. 
Respon Pertumbuhan dan Produksi Senyawa Antioksidan pada Kalus Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) dari Eksplan yang Berbeda secara in vitro Noviati, Agustin; Nurchayati, Yulita; Setiari, Nintya
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 14, No. 2, Tahun 2012
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.682 KB) | DOI: 10.14710/bioma.14.2.85-90

Abstract

Callus induction method can be used as tool in producing plant secondary metabolites. One of this compound found in roselle (Hibiscus sabdariffa L.) is antioxidant agent i.e ascorbic acid and carotenoid. The callus could be induced from any kind of explants in tissue culture. The aims of this experiment is to select explant which can encourage of callus formation beside high level of antioxidant compounds. The treatment of experiment was three kinds of explants i.e section of leaf, petiole and flower sepal. Sterilized explants were planted in MS (Murashige&Skoog) combined with 2 mg/L NAA dan 5 mg/L BAP.  This experiment has been conducted by completly randomized design with 5 replicates Growth variable, included fresh weight callus, growth presentation, callus respons and biochemical variable like content of ascorbic acid and carotenoid were analyzed.  The data were analyzed by analysis of varian and Duncan’s test at 95% significant level. Thed results showed that all kinds of explant dedifferentiated into callus which antioxidant content. Callus from leaf section had the higgest fresh weight with high level ascorbic acid. Whereas the higgest carotenoid level was obtained from callus-derived flower sepals. It conclused that  in vitro callus was useful for producing plant biochemical compounds.   Keywords : Callus induction, antioxidant agents, explants, ascorbic acid, cartenoid
Pertumbuhan Mencit (Mus musculus L) Setelah Pemberian Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas) Muliani, Hirawati -
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 13, No. 2, Tahun 2011
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.653 KB) | DOI: 10.14710/bioma.13.2.73-79

Abstract

The research of white mouse growth exposed to barbados nut’s seed is aimed to know about the effect ofbarbados nut’s seed on the growth of female white mouse.Thirty two female white mouse were acclimated during 1 week and then alloted into 2 groups, each groupwas treated as follows : P0 (control): were giving of aquadest; P1: were giving of 0,2 grams barbados nut’s seedpowder daily per mouse. Barbados nut’s seed powder were given by pipet to the mouth of the mouse. Long of thetreatment was 14 days and each treatments with 16 replication.Main parameter observed was the change of the body weight. Supporting parameter was the foodconsumption. Data was analyzed by varians analysis with Completely Random Design.The white mouse was exposed of the barbados nut’s seed decrease of the body weight.
Rasio Otot-Tulang Pectoralis Berbagai Jenis Itik Lokal di Jawa Tengah Savitri, Ajeng Fatria; Wachidah Yuniwarti, Enny Yusuf; Isdadiyanto, Sri
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 18, No.2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.978 KB) | DOI: 10.14710/bioma.18.2.151-156

Abstract

Local ducks farm businesses potentially developed as the meat producer, which was expected to fit and complete the nutrition for society. The provision of excellent meat quality was one of the main goals that integrated with the development of animal husbandary. The quality and quantity of meat on the carcass could be seen as one of the indicators of ducks productivity. The study about the influence of various types of ducks to pectoralis meat bone ratio as the component of commercial carcass had to be done to find out about the quality and genetics potentials of every ducks type in order to improve the quality of food. This study aimed to analyze the influence of various types of ducks in Central Java, such as Pengging duck, Tegal duck, and Magelang duck to the carcass quality evaluated from the value of pectoralis meat bone ratio. The ducks used in the study were 6 months. The types of ducks were used as comparison. Samples were taken from the three types of local ducks and the repetition was done six times for each type of ducks. The measured variables were live weight, pectoralis weight, pectoralis percentage, meat bone percentage, and meat bone ratio. The data were analyzed using ANOVA. Real different datas were analyzed by further testing Least Significant Difference Test (LSDT) at the level of 95%. The results showed that various types of local ducks did not significantly affect the value of the pectoralis meat bone ratio, therefore it could be concluded that various local ducks did not affect on pectoralis meat bone ratio. Keywords: Local ducks in Central Java, carcass, pectoralis meat bone ratio.

Page 6 of 32 | Total Record : 318