cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BERKALA FISIKA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
BERKALA FISIKA adalah jurnal saintifik yang diterbitkan secara periodik 3 bulanan. Jurnal ini memuat kajian-kajian Fisika baik kajian teoretik maupun hasil eksperimen. Jurnal ini juga memberi ruang yang luas bagi kajian – kajian aplikasi fisika dalam bidang teknologi, ilmu-ilmu hayati dan kedokteran.
Arjuna Subject : -
Articles 369 Documents
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN PROTOTIPE DESALINASI BERTENAGA SURYA YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN LAMPU ULTRAVIOLET DAN SISTEM OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER Rosyad, Muhammad Sabilul; Marhaendrajaya, Indras; Sutanto, Heri
BERKALA FISIKA Vol 27, No 1 (2024): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The lack of availability of clean water quantitatively is due to 97% of the water on earth is sea water, with a salt content of seawater of around 35000 mg/L causing the water to be unable to be used directly without prior treatment. One of the efforts that can be done to overcome the clean water crisis is through seawater desalination to produce water with low salinity. Several desalination methods that have existed are MSF (Multi Stage Flash Distillation) and Reverse Osmosis. But both of these methods have a high cost. Therefore, we need a method that is cheaper and easier to implement such as distillation. In this research, seawater desalination process uses the distillation method combined with a vacuum pump, electric stove and ultraviolet lamp. The use of a vacuum pump in the distillation system can speed up the evaporation process of seawater. Ultraviolet lamps function to degrade heavy metal pollutants and remove harmful bacteria. To maximize the performance of the tool, an electric stove with an automation system is added with solar panels as its energy source. Analysis of the tests carried out included the construction of the prototype, characterization and calibration of the LDR (Light Dependent Resistor) sensor and Arduino UNO microcontroller, total energy production and use, water production speed, and water quality. The results obtained include a prototype of seawater desalination. The characterization and calibration of the sensor in the automated system that the LDR sensor is running accurately, together with the Arduino UNO microcontroller, the LDR sensor can be an automation system that can make the prototype turn on and off automatically. The use of ultraviolet lamps shows that ultraviolet lamps have a photon energy of 3.0 eV and are able to work in visible light. The use of solar panels as an energy source can make an energy efficient prototype. This tool technology can increase water productivity up to 2 times and water quality shows a decrease in several pollutant parameters in distilled water including TDS (Total Dissolve Solid) of 99.7%, electrical conductivity of 99.987%, salinity of 99.93% , total coliform was 100%, and heavy metals Pb was 82.47%, Cd was 60.33%, Cu was 100%, Fe was 96.1%, Cr was 90.33%, and Zn was 98.9% , and the pH of seawater became neutral from 7.5 to 6.9. This prototype technology has the potential to be applied to the community.
PEMANAS INDUKSI UNTUK BALL BEARING DIAMETER NOMINAL 15,17, DAN 20 MM Febriyan Azril Mohamad; Dista Yoel Tadeus; Fakhruddin Mangkusasmito; Ari Bawono Putranto
BERKALA FISIKA Vol 26, No 2 (2023): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bearing is an important component in supporting engine performance. However, according to a study  by  Svenska  Kullager  Fabriken  (SKF),  bearings  are  also  one  of  the  components  that  most often cause 40% of engine damage. Bearing damage occurs during installation which is still done manually, namely being hit which results in high friction on the wheel axles. To overcome this, a tool is made with the heating method to carry out bearing installation which utilizes expansion of the  bearing.  Induction  heating  device,  is  a  solution  for  heating  bearings  which  has  not  been produced in Indonesia. Therefore, an induction heating system was created for heating bearings using the NodeMCU ESP8266 microcontroller as a controller and using a type k thermocouple temperature sensor as a temperature detector with the PID method. The use of this PID method as a  heating  temperature  control  when  it  reaches  the  desired  set  point,  the  heating  process  will automatically stop. The objects used are bearings with inner rings of 15mm, 17mm and 20mm. By making this induction heater, the performance of the tool is obtained with an average heating time to reach a set point temperature of 100OC is 3.64 minutes.
ANALISIS DISTRIBUSI TINGKAT PENCAHAYAAN RUANG-RUANG KELAS DI DEPARTEMEN FISIKA Ainie Khuriati
BERKALA FISIKA Vol 26, No 2 (2023): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan  siswa  dalam  kelas  salah  satunya  bergantung  pada  tingkat  pencahayaannya. Pencahayaan  dalam  ruangan  yang  tepat  sangat  penting  terutama  di  ruang  kelas  pada  gedung pendidikan.  Kurangnya  tingkat  pencahayaan    dalam  kelas  mengarah  pada  berkurangnya kemampuan  akademik  siswa.    Untuk  memperoleh  seberapa  valuasi  kenyamanan  dilakukan pengukuran  tingkat  pencahayaan  dan  kuesioner  untuk  mengetahui  persepsi  siswa.  Pengukuran dilakukan  menggunakan  alat  ukur  pribadi  dengan  sensor  BH1750  dan  komputer.  Komputer berfungsi sebagai antarmuka dan penyimpan data pengukuran. Tujuan utama dari artikel ilmiah ini adalah  untuk  (1)  mengidentifikasi  tingkat  pencahayaan    melalui  pengukuran  di  ruang  kelas,  2) menganalisis distribusi tingkat pencahayaan di lingkungan kelas berkenaan dengan kenyamanan, dan 3) mengevaluasi  hasil pengukuran terhadap SNI. Hasil menunjukkan bahwa hanya satu kelas yang memiliki distribusi tingkat pencahayaannya merata, satu kelas cenderung terdistribusi secara normal, dan kelas lainnya memiliki distribusi yang cenderung miring ke kiri. Meskipun dari ketiga kelas  tidak  ada  yang  memenuhi  kriteria  SNI,  namun  ternyata  tidak  mengganggu  dalam  proses belajar mengajar, siswa tetap dapat membaca dan menulis secara jelas.
KOMPARASI DOSIS KELUARAN BERKAS FOTON DAN BERKAS ELEKTRON PADA PESAWAT LINEAR ACCELERATOR VARIAN TRUE BEAM TERHADAP WATER PHANTOM Sulistiana, Sulistiana; Dewang, Syamsir; Astuty, Sri Dewi; Saleha, Saleha
BERKALA FISIKA Vol 27, No 2 (2024): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode radioterapi merupakan salah satu pilihan pengobatan dalam mengatasi penyakit kanker. Peralatan radioterapi yang digunakan untuk pengobatan kanker adalah Linear Accelerator. Linac bekerja dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi untuk mempercepat partikel bermuatan, menghasilkan radiasi berupa berkas foton dan elektron. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi Linac selama penggunaannya, agar tetap sesuai dengan rentang deviasi yang ditetapkan oleh Protokol TRS 398. Data penelitian diperoleh melalui analisis ionisasi chamber, suhu, tekanan, efek polaritas, dan rekombinasi ion. Pengujian dilakukan dengan menggunakan berkas foton pada energi 6 MV, 10 MV, dan 6 FFF, serta berkas elektron dengan energi 6 MeV, 9 MeV, dan 12 MeV. Parameter lain yang diterapkan meliputi luas lapangan 10 cm × 10 cm dan jarak Source to Surface Distance (SSD) sebesar 100 cm. Hasil analisis menunjukkan berkas energi 6 MV didapatakan nilai deviasi 1, 47 %, energi 10 MV  1,52 % , dan untuk energi 6 FFF didapatkan nilai deviasi 1,39 %. Pada berkas elektron energi 6 MeV didapatkan nilai dengan deviasi 1,28 %, pada energi 9 MeV didapatkan nilai dengan deviasi 1,39 %, dan pada berkas elektron energi 12 MeV didapatkan nilai dengan deviasi 1,97 %. Berdasarkan hasil tersebut, keluaran berkas radiasi sinar-X pada pesawat linear accelerator di Rumah Sakit TK.II Pelamonia Makassar telah memenuhi standar Technical Report Series 398 IAEA, dengan rentang deviasi pengukuran yang masih berada dalam batas toleransi ±2%.
ANALISIS NILAI KERMA DAN DOSIS TRANSMISI FANTOM TERHADAP TEBAL FILTER DAN TEGANGAN TABUNG PADA PESAWAT RADIOGRAFI UMUM S, Nurhidayanti; Astuty, Sri Dewi; Dewang, Syamsir; Bariah, Khairul
BERKALA FISIKA Vol 27, No 1 (2024): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai KERMA dan dosis transmisi fantom terhadap variasi tebal filter dan tegangan tabung pada pesawat radiografi umum. Pengukuran KERMA dilakukan menggunakan detektor radiasi di berbagai tegangan tabung (kVp), yaitu 60, 63, 66, 70 dan 73 kV serta variasi ketebalan filter masing-masing 0,5, 1, 1,5, 2 dan 2,5 mm. Dosis transmisi fantom dievaluasi dengan menggunakan fantom yang merepresentasikan tubuh manusia untuk mendapatkan gambaran distribusi dosis yang diterima oleh pasien selama prosedur radiografi, melalui perbandingan nilai INAK dan ESAK. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan filter berpengaruh dalam mengurangi nilai KERMA udara yaitu 6,242 (tanpa filter) menjadi 2,772 (filter 2,5 mm) untuk 60 kV. Selain itu, tegangan tabung yang lebih tinggi cenderung meningkatkan dosis transmisi fantom yaitu dari 2,634 mGy (untuk 60 kV) menjadi 4,056 mGy (untuk 73 kV). Fantom mempengaruhi nilai INAK dan ESAK pada tegangan yang berbeda dengan nilai optimum diperoleh sebesar 5,133 mGy dan 6,929 mGy. Studi ini menyimpulkan bahwa antara ketebalan filter, tegangan tabung, dan kualitas citra radiografi sangat perlu dioptimasi untuk mencapai keseimbangan antara keselamatan pasien dan diagnostik yang akurat.
PENGARUH TIME REPETITION DAN ECHO TRAIN LENGTH DALAM FAST SPIN ECHO TERHADAP SIGNAL TO-NOISE RATIO Rifaldi, Rifaldi; Dewang, Syamsir; Astuty, Sri Dewi; Arty, Nindy; Purwanto, Purwanto
BERKALA FISIKA Vol 27, No 2 (2024): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah salah satu modalitas pencitraan medis yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar organ dan jaringan tubuh. Salah satu teknik MRI yang sering digunakan adalah Fast Spin Echo (FSE) sequence. FSE sequence memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan sekuens MRI lainnya, yaitu waktu akuisisi yang lebih cepat dan artefak yang lebih sedikit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh nilai Time Repetition (TR) dan Echo Train Length (ETL) dalam sekuens Fast Spin Echo (FSE) terhadap nilai Signal to-Noise Ratio (SNR). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variasi nilai TR (600 ms, 1200 ms, 1800 ms, 2400 ms, 3000 ms dan 3600 ms) dan ETL (4, 8, 12, 16, 24, 28, dan 32) pada phantom MRI. Nilai SNR diukur pada setiap variasi TR dan ETL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SNR meningkat dengan peningkatan nilai TR dan penurunan nilai ETL. Hal ini disebabkan oleh semakin lama waktu relaksasi T1 jaringan, semakin tinggi sinyal yang dihasilkan. Sedangkan semakin pendek ETL, semakin sedikit artefak yang dihasilkan, sehingga SNR semakin tinggi. TR dan ETL memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai SNR dalam FSE sequence. Pemilihan nilai TR dan ETL yang optimal dapat meningkatkan kualitas gambar MRI dengan SNR yang tinggi.
UJI CT NUMBER CITRA FANTOM BERBAHAN DASAR GELATIN DAN KAYU BAKAU (RIZHOPORA SPP) UNTUK APLIKASI OBJEK HATI Saharani, Nanda; Dewang, Syamsir; Astuty, Sri Dewi; Marwah, Siti Ainun; Purwanto, Purwanto
BERKALA FISIKA Vol 27, No 1 (2024): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CT adalah peralatan diagnostik yang dapat menampilkan citra cross-section dari tubuh   manusia   dengan memanfaatkan  penyerapan  radiasi  sinar-X. Faktor eksposi seperti tegangan tabung merupakan bagian penting pada hasil citra yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai CT Number dan kualitas citra CT menggunakan fantom buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai CTN dan kualitas citra CT menggunakan fantom buatan. Fantom dibuat dari bahan-bahan alami seperti batang pohon bakau minyak (Rhizophora spp), gelatin, Polyvinil Alkohol (PVA), dan aquades. Citra CT fantom dianalisis dengan parameter CNR dan SNR pada variasi tegangan tabung 70 kV, 90 kV, dan 110 kV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CTN fantom buatan sesuai dengan nilai CTN organ tubuh manusia. Nilai CNR fantom buatan jaringan lunak mengalami penurunan dengan peningkatan tegangan tabung, sedangkan nilai SNR mengalami peningkatan dengan peningkatan tegangan tabung. Kesimpulan, fantom buatan ini dapat digunakan untuk mengetahui nilai CTN dan kualitas citra CT. Namun, perlu diperhatikan bahwa nilai CNR dan SNR fantom buatan jaringan lunak dapat bervariasi tergantung pada tegangan tabung.
PENENTUAN NILAI SIGNAL TO NOISE RATIO PADA CITRA MAGNETIC RESONANCE IMAGING BERDASARKAN VARIASI TIME REPETITION TIME ECHO Arty, Nindy; Dewang, Syamsir; Astuty, Sri Dewi; Rifaldi, Rifaldi; Purwanto, Purwanto
BERKALA FISIKA Vol 27, No 1 (2024): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi citra fantom Sionil pesawat Magnetic Resonance Imaging (MRI) SIGNA Pioneer 3T berdasarkan variasi nilai Time Repetition (TR) dan Time Echo (TE). Parameter yang dianalisis berupa nilai citra obyek fantom berupa signal dan noise yang dibandingkan dengan daerah background sehingga diperoleh nilai signal-to-noise ratio (SNR). Fantom Sionil berbahan dasar dimethyl silicone fluid, gadolinium dan colorant. TR divariasikan pada 600, 1200, 1800, 2400, 3000, dan 3600 ms, sedangkan TE pada 60, 80, 100, dan 120 ms. Tebal irisan 4 mm serta jarak antar irisan 0,4 mm dari dasar fantom. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai TE dan TR untuk setiap pengamatan berbeda dengan nilai konfigurasi, tetapi menghasilkan nilai signal maupun noise yang relatif konstan pada setiap pengulangan dengan faktor yang sama. Untuk menghasilkan SNR terbaik, nilai TR yang lebih tinggi dan nilai TE yang lebih rendah harus dioptimalkan. Pemilihan TR yang cukup tinggi untuk pemulihan signal maksimal tanpa memperpanjang waktu pemindaian secara signifikan, dan TE yang cukup pendek untuk mengurangi noise dan degradasi signal.
DESAIN FANTOM BERBASIS GELATIN DAN Zn UNTUK MENENTUKAN NILAI SNR DAN CNR HASIL PEMERIKSAAN CT SCAN Marwah, Siti Ainun; Saharani, Nanda; Purwanto, Purwanto; Astuty, Sri Dewi; Dewang, Syamsir
BERKALA FISIKA Vol 27, No 2 (2024): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pembuatan phantom berbasis bahan gelatin yang diuji dengan CT-Scan. Pengujian ini untuk mengetahui nilai HU pada setiap variasi gelatin serta untuk menentukan nilai SNR dan CNR pada phantom buatan ini. Parameter yang di analisis yaitu nilai tegangan tabung (kV) dengan variasi 80 kV, 100 kV dan 120 kV sehingga diperoleh nilai Signal to Noise Ratio (SNR), Contras to Noise Ratio (CNR), Housnfield Unit (HU) dan Modulation Transfer Function (MTF). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan perbandingan kandungan gelatin yang diuji dengan variasi 25, 26, 27, 28, dan 29 gr yang dicampurkan dengan Zn sebanyak 3 gr.  Hasil yang didapatkan pada penelitian ini berdasarkan pengukuran nilai SNR dan CNR pada antar sampel pada tegangan terjadi peningkatan. Semakin tinggi tegangan tabung maka semakin tinggi juga nilai SNR dan CNR serta material komposit antara gelatin dengan Zn dapat digunakan sebagai phantom payudara untuk keperluan uji kesesuaian. Untuk nilai HU phantom payudara sesuai dengan nilai rentang HU organ payudara, kisaran nilai HU antara 40-71 HU yang setara untuk organ payudara.. Nilai MTF juga mengalami peningkatan di setiap tegangan dengan nilai 0,21 mm-1, 0,28 mm-1, dan 0,32 mm-1
PERKEMBANGAN NANOSAINS DAN NANOTEKNOLOGI: FENOMENA DARI SIFAT FISIKA DAN KIMIA Paramita, Safira Arta; Priyono, Priyono
BERKALA FISIKA Vol 27, No 2 (2024): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanoscience breakthroughs in almost every field of science and nanotechnologies make life easier in this era. Interest in nanomaterials and especially nanoparticles has exploded in the past decades primarily due to their novel or enhanced physicochemical properties compared to bulk material. Nanoscience and nanotechnology represent an expanding research area, which involves structures, devices, and systems with novel properties and functions due to the arrangement of their atoms on the 1–100 nm scale. These extraordinary properties have created a multitude of innovative applications in the fields of medicine and pharma, electronics, agriculture, chemical catalysis, food industry, and many others. We try to provide a comprehensive overview of the different classes of nanoparticles and their novel or enhanced physicochemical properties including mechanical, thermal, magnetic, electronic, optical, and catalytic properties. We hope that this makes the many different methods more accessible to the readers, and to help with identifying the proper methodology for any given nanoscience problem.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 28, No 2 (2025): Berkala Fisika Vol 28, No 1 (2025): Berkala Fisika Vol 27, No 2 (2024): Berkala Fisika Vol 27, No 1 (2024): Berkala Fisika Vol 26, No 2 (2023): Berkala Fisika Vol 26, No 1 (2023): Berkala Fisika Vol 25, No 4 (2022): Berkala Fisika Vol 25, No 2 (2022): Berkala Fisika Vol 24, No 4 (2021): Berkala Fisika Vol 24, No 3 (2021): Berkala Fisika Vol 24, No 1 (2021): Berkala Fisika Vol 23, No 4 (2020): Berkala Fisika Vol 23, No 3 (2020): Berkala Fisika Vol 23, No 2 (2020): Berkala Fisika Vol 23, No 1 (2020): Berkala Fisika Vol 22, No 4 (2019): Berkala Fisika Vol. 22 No. 4 Tahun 2019 Vol 22, No 3 (2019): Berkala Fisika Vol. 22 No. 3 Tahun 2019 Vol 22, No 2 (2019): Berkala Fisika Vol. 22 No. 2 Tahun 2019 Vol 22, No 1 (2019): Berkala Fisika Vol. 22 No. 1 Tahun 2019 2015: Berkala Fisika Vol. 18 No. 4 Tahun 2015 2015: Berkala Fisika Vol. 18 No. 3 Tahun 2015 2015: Berkala Fisika Vol. 18 No. 2 Tahun 2015 2015: Berkala Fisika Vol. 18 No. 1 Tahun 2015 2014: Berkala Fisika Vol. 17 No. 4 Tahun 2014 2014: Berkala Fisika Vol. 17 No. 3 Tahun 2014 2014: Berkala Fisika Vol. 17 No. 2 Tahun 2014 2014: Berkala Fisika Vol. 17 No. 1 Tahun 2014 Vol 16, No 4 (2013): Berkala Fisika Vol 16, No 3 (2013): Berkala Fisika Vol 16, No 2 (2013): Berkala Fisika Vol 16, No 1 (2013): Berkala Fisika Vol 15, No 4 (2012): Berkala Fisika Vol 15, No 3 (2012): Berkala Fisika Vol 15, No 2 (2012): Berkala Fisika Vol 15, No 1 (2012): Berkala Fisika Vol 11, No 2 (2008): Berkala Fisika Vol 14, No 4 (2011): Berkala Fisika Vol 14, No 3 (2011): Berkala Fisika Vol 14, No 2 (2011): Berkala Fisika Vol 14, No 1 (2011): Berkala Fisika Vol 13, No 4 (2010): Berkala Fisika Vol 13, No 3 (2010): Berkala Fisika Vol 13, No 2 (2010): Berkala Fisika, Edisi Khusus Vol 13, No 2 (2010): Berkala Fisika Vol 13, No 1 (2010): Berkala Fisika Vol 12, No 4 (2009): Berkala Fisika Vol 12, No 3 (2009): Berkala Fisika Vol 12, No 2 (2009): Berkala Fisika Vol 12, No 1 (2009): Berkala Fisika Vol 11, No 4 (2008): Berkala Fisika Vol 11, No 3 (2008): Berkala Fisika Vol 11, No 1 (2008): Berkala Fisika Vol 10, No 4 (2007): Berkala Fisika Vol 10, No 3 (2007): Berkala Fisika Vol 10, No 2 (2007): Berkala Fisika Vol 10, No 1 (2007): Berkala Fisika Vol 9, No 4 (2006): Berkala Fisika Vol 9, No 3 (2006): Berkala Fisika Vol 9, No 2 (2006): Berkala Fisika Vol 9, No 1 (2006): Berkala Fisika More Issue