cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BERKALA FISIKA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
BERKALA FISIKA adalah jurnal saintifik yang diterbitkan secara periodik 3 bulanan. Jurnal ini memuat kajian-kajian Fisika baik kajian teoretik maupun hasil eksperimen. Jurnal ini juga memberi ruang yang luas bagi kajian – kajian aplikasi fisika dalam bidang teknologi, ilmu-ilmu hayati dan kedokteran.
Arjuna Subject : -
Articles 369 Documents
ANALISIS CITRA FANTOM PADA PEMERIKSAAN MAMOGRAFI BERDASARKAN PROYEKSI MEDIOLATERAL OBLIQUE DAN CRANIO CAUDAL Salama, Rahmatullah; Astuty, Sri Dewi; Dewang, Syamsir; S., Hikmawati; Jumriah, Jumriah
BERKALA FISIKA Vol 27, No 1 (2024): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mamografi adalah alat yang penting untuk deteksi dini dan diagnosis kanker payudara. Studi ini bertujuan untuk menganalisis profil jaringan dan densitas film dalam pemeriksaan mamografi dengan menggunakan proyeksi mediolateral oblique (MLO) dan craniocaudal (CC). Perbedaan sudut pandang antara keduanya memungkinkan pencitraan yang lebih komprehensif dari jaringan payudara yang sangat penting untuk identifikasi anomali. Komparasi yang dilakukan adalah banyaknya radiasi yang diterima oleh film radiografi berdasarkan kedua proyeksi tersebut serta visual ukuran dan posisi jaringan anomali. Variasi parameter yang menjadi input adalah tegangan tabung 25, 27, 29 dan 31 kV serta tebal fantom 20, 40 dan 60 mm. Parameter kualitatif juga diuraikan berdasarkan ukuran dan kejelasan jaringan anomali atau serat dalam payudara. Hasil menunjukkan nilai densitas citra pada proyeksi CC lebih besar dibandingkan proyeksi MLO. Citra fantom proyeksi CC memperlihatkan permukaan utuh jaringan lesi lebih lebar, sedangkan proyeksi MLO lebih menggambarkan posisi lesi terhadap pusat payudara dan tebal lesi. Proyeksi MLO cenderung memberikan gambaran yang lebih jelas dari area pectoralis mayor, sementara proyeksi CC memberikan visualisasi yang lebih baik dari jaringan sentral payudara. Perbedaan ini memiliki implikasi penting untuk interpretasi klinis dan dapat mempengaruhi keputusan diagnostik.
EVALUASI AKURASI PENGUKURAN UNTUK PERUBAHAN POLARISASI KECIL DI UDARA Firdausi, K. Sofjan; Winarno, Winarno; Hapsari, Berliana Y.
BERKALA FISIKA Vol 28, No 1 (2025): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum, udara dianggap sebagai medium non-optis aktif berdasarkan sifat kiralitas molekulnya, dan sering digunakan sebagai referensi nol praktis dalam pengukuran aktivitas optis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji akurasi pengukuran aktivitas optis pada sampel udara serta mengidentifikasi ralat sistematis yang mungkin timbul dari penggunaan polarimeter sederhana. Sumber cahaya dengan panjang gelombang 635 nm, 532 nm, dan 405 nm digunakan dan dipolarisasi linier, dengan variasi sudut polarisator dari 0° hingga 90° dalam kenaikan 5°. Perubahan sudut polarisasi diukur menggunakan analisator digital dengan skala terkecil 0,01°. Hasil menunjukkan adanya ralat sistematis rata-rata sebesar 0,036°, yang kemungkinan disebabkan oleh ketidaksejajaran sumbu antara polarisator dan analisator. Selain itu, deviasi pengukuran antara –0,04° hingga 0,12° diduga berasal dari kombinasi noise elektronik dan kesalahan paralaks. Meskipun secara teoritis tidak terjadi rotasi, karena udara dan kuvet bersifat non-optis aktif, hasil eksperimen menunjukkan adanya ambang sensitivitas sistem dalam mendeteksi rotasi sudut, yang mencerminkan adanya ralat sistematis tetap serta keterbatasan resolusi alat ukur.
EVALUASI INDEKS GAMMA PADA TEKNIK PENYINARAN INTENSITY MODULATED RADIATION THERAPY (IMRT) UNTUK KANKER PAYUDARA MENGGUNAKAN ELECTRONIC PORTAL IMAGING DEVICE (EPID) Ariguntar, Astrid; Dewang, Syamsir; Astuty, Sri Dewi; Saleha, Saleha
BERKALA FISIKA Vol 28, No 1 (2025): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi indeks gamma pada Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT) untuk kanker payudara menggunakan Electronic Portal Imaging Device (EPID). Hasil penelitian didapatkan pada verifikasi indeks gamma pada lima pasien kanker payudara didapatkan pada pasien 1 dengan nilai GPR 86%±0,24, pasien 2 dengan nilai GPR 74%±0,17, dan pasien 4 dengan nilai GPR 87%±0,21. Adapun pasien 3 dan 5 memiliki nilai GPR ≥95% yang mendapatkan masing-masing 100% dan 99% dengan nilai Standar Deviasi ≤1. Berdasarkan hasil tersebut, EPID dapat digunakan sebagai alat dosimetri yang efektif untuk evaluasi distribusi dosis secara real-time. Dengan verifikasi ini, diharapkan tingkat keakuratan penyinaran dapat ditingkatkan, sehingga efektivitas terapi pada pasien kanker payudara menjadi lebih optimal.
ANALISIS MODULATION TRANSFER FUNCTION (MTF) DAN CONTRAST-TO-NOISE RATIO (CNR) CITRA CT SCAN UNTUK OPTIMASI KUALITAS CITRA Azhara, Mutiara Fatimah; Dewang, Syamsir; Rosyidah, Ulfah; Astuty, Sri Dewi; Somad, Bannu Abdul
BERKALA FISIKA Vol 28, No 1 (2025): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu parameter utama dalam kualitas citra CT scan untuk penegakan diagnosa adalah   resolusi kontras tinggi, yang dinyatakan dengan Modulation Transfer Function (MTF) dan resolusi kontras rendah, yang dinyatakan dalam contrast-to-noise ratio (CNR). MTF dan CNR menjadi kriteria penting untuk membandingkan protokol dosis tinggi dan dosis rendah, yang bergantung pada karakteristik obyek target. MTF mengkarakterisasi tingkat keburaman pada domain frekuensi sedangkan CNR mengkuantifikasi detektabilitas objek-objek kontras rendah. Penelitian ini menggunakan fantom American Association of Medical Physicists in Medicine (AAPM) sebagai obyek dengan variasi arus tabung dan tebal irisan. Citra dianalisis dengan software Radiant DICOM dan IndoQCT. Pengukuran dilakukan dengan dua variasi yaitu arus tabung 100, 130 dan 150 mA pada tegangan tabung 80 kV dan tebal irisan 2,5 mm. Sedangkan untuk variasi tebal irisan 1,25, 3,75, dan 5 mm pada tegangan tabung 80 kV dan arus tabung 125 mA. Hasil penelitian menunjukkan nilai MTF10 masing-masing variasi arus tabung berturut-turut 0,7 line/mm; 0,7 line/mm; dan 0,8 line/mm. Nilai MTF masing-masing variasi tebal irisan sama yaitu 0,7 line/mm. Nilai CNR pada variasi arus tabung sebesar 2,548; 3,016; dan 3,482 serta pada variasi tebal irisan diperoleh 2,308; 2,613; dan 2,735. Semakin besar nilai arus tabung dan tebal irisan, maka nilai MTF semakin tinggi demikian pula untuk nilai CNR.
PENGARUH SUHU KARBONISASI TERHADAP SIFAT FISIS DAN KIMIA KARBON AKTIF DAUN JERUK PURUT (CYTRUS HYSTRIX DC) UNTUK SEL SUPERKAPASITOR Madani, Husain Ahmad; Armynah, Bidayatul
BERKALA FISIKA Vol 28, No 1 (2025): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Superkapasitor atau Electrochemical Double Layer Capacitor (EDLC) adalah perangkat elektrokimia dengan rapat daya tinggi, siklus daya panjang, serta kemampuan pengisian dan pengosongan yang cepat. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) sebagai bahan karbon aktif untuk elektroda sel superkapasitor dengan kandungan lignoselulosa (hemiselulosa 28,40%, selulosa 25,60%, dan lignin 9,40%). Karbon aktif dihasilkan melalui aktivasi kimia menggunakan KOH 0,3M diikuti karbonisasi pada suhu 650°C, 700°C, dan 750°C dengan gas N₂, serta aktivasi fisika menggunakan gas CO₂ pada suhu 800°C. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa peningkatan suhu karbonisasi memengaruhi sifat fisis dan elektrokimia karbon aktif. Analisis FTIR menunjukkan degradasi gugus organik dan pembentukan struktur karbon berpori, sedangkan analisis XRD mengindikasikan transisi struktur kristalin menjadi amorf. Nilai massa jenis elektroda menurun seiring peningkatan suhu karbonisasi, memungkinkan terbentuknya pori-pori yang mendukung peningkatan kapasitansi. Hasil cyclic voltammetry menunjukkan kapasitansi spesifik tertinggi sebesar 107,75 F/g pada suhu karbonisasi 700°C, dibandingkan dengan 71,50 F/g dan 74,75 F/g masing-masing pada suhu 650°C dan 750°C. Penelitian ini membuktikan bahwa karbon aktif berbasis daun jeruk purut memiliki potensi tinggi sebagai elektroda sel superkapasitor, dengan suhu karbonisasi optimal pada 700°C.
PENGARUH AKTIVASI ZnCl2 TERHADAP SIFAT FISIS DAN ELEKTROKIMIA ELEKTRODA KARBON DAUN PRASMAN (EUPOTORIUM TRIPLINERVE V) SEBAGAI SEL SUPERKAPASITOR Nahda, Nidia; Armynah, Bidayatul
BERKALA FISIKA Vol 28, No 1 (2025): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi terbarukan menciptakan sejumlah listrik dengan variasi yang berbeda dan sulit diprediksi. Penetrasi yang luas ini dilakukan sebagai cara untuk menghemat energi. Salah satu faktor utama yang telah mendorong kemajuan pesat dalam sistem elektrokimia adalah pengembangan dua perangkat penting, yaitu baterai dan superkapasitor. Penelitian ini pembuatan karbon aktif dari daun prasman melalui proses karbonisasi pada suhu 600°C selama 1 jam dengan variasi aktivasi ZnCl2 0,1 M, 0,2 M dan 0,3 M.  Kerakteristik yang dilakukan meliputi analisis densitas, Fourier Transform Infrared (FTIR), X-Ray Diffraction (XRD), dan Cyclic Voltammetry (CV). Hasil anasis densitas menunjukkan bahwa setiap pertambahan aktivasi, nilai massa jenis yang dihasilkan mengalami penurunan. Gugus fungsi spektrum FTIR memperlihatkan adanya ikatan C yang terbentuk. Analisis XRD menunjukkan adanya struktur amorf baik sebelum maupun sesudah pirolisis.  Sifat elektrokimia dari karbon daun prasman menunjukkan bahwa proses difusi yang berlangsung semakin baik seiring tinggi aktivator. Nilai kapasitansi spesifik elektroda sel superkapasitor daun prasman diperoleh hasil kapasitansi spesifik tertinggi terdapat pada aktivator 0,2 M yaitu 102,15 F/g.
IDENTIFIKASI LEVEL NOISE, RESOLUSI SPASIAL DAN LOW CONTRAST CITRA CT SCAN PADA OBJEK FANTOM RAHIM BUATAN Gunawan, Mutiara; Astuty, Sri Dewi; Dewang, Syamsir; Purwanto, Purwanto
BERKALA FISIKA Vol 27, No 2 (2024): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontrol kualitas radiasi maupun kualitas citra memegang peranan penting dalam uji kelayakan klinis suatu modalitas pesawat radiologi. Quality Control (QC) dilakukan untuk mematuhi standar yang diijinkan baik terhadap keluaran radiasi maupun hasil citra yang optimal untuk mendukung penegakan diagnosa. CT-scan merupakan salah satu perangkat diagnostik yang memerlukan pengujian QC citra medis yang kompleks karena memiliki banyak indikator penilaian seperti resolusi spasial, low contrastt, keseragaman noise, uniformity dan linearitas. Salah satu implementasi edukasi untuk penelitian terkait penggunaan radiasi adalah uji kualitas citra menggunakan fantom rahim buatan berbahan dasar agar, plastisin dan gel. Bagian dalam fantom diasumsikan sebagai jaringan kista (gumpalan darah lebih fluid), lesi (gumpalan darah lebih padat) dan kantung rahim (berisi air). Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas citra CT-Scan fantom rahim berdasarkan nilai level noise, resolusi spasial (SNR) dan low contrastt (CNR dan MTF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan 80 - 120 kV menghasilkan nilai SNR antara 5,72  - 6,60. Nilai CNR untuk jaringan kantung rahim berisi cairan sebesar 6,77, untuk jaringan lesi sebesar 19,56 dan untuk jaringan kista sebesar 192,15. Karakteristik nilai CTN untuk setiap objek yang diuji mendekati nilai jaringan yang sebenarnya dengan hasil uji kualitas citra fantom meningkat dengan
KAJIAN LITERATUR PERKEMBANGAN NANOMATERIAL DITINJAU DARI SIFAT DAN APLIKASINYA Mukti, Nursanti Anjune; Priyono, Priyono
BERKALA FISIKA Vol 28, No 2 (2025): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian  ini  menyajikan  studi  literatur  dari  perkembangan  nanomaterial  baik  berupa  definisi sejarah, tipe-tipe dimensi penyusun nanomaterial, sifat-sifat yang ada di dalam nanomaterial, karakteristik berupa morfologi dan ukuran partikel dengan menggunakan berbagai perangkat uji seperti SEM, TEM, dan lain sebaginya. Kajian ini juga menjelaskan beberapa metode yang dapat digunakan dalam preparasi nanomaterial baik anorganik dan organik, serta beberapa penerapan aplikasi dalam bidang nanomaterial dengan menggunakan material logam. Kajian ini  juga  juga  membahas  tentang  beberapa  struktur  material  nano  pada  0  Dimensi  (0-D),  1 dimensi  (1-D),  2  dimensi  (2-D),  dan  3  dimensi  (3-D),  beserta  beberapa  manfaat  dan aplikasinya.
MODEL PERANCANGAN DRYER OTOMATIS UNTUK PROSES PENGERINGAN BATIK PRINTING MENGGUNAKAN PEMANAS HALOGEN Asahi, Adam; Priyono, Priyono
BERKALA FISIKA Vol 28, No 2 (2025): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri batik Indonesia berkembang pesat dengan beragam motif dan teknik, termasuk batik printing.  Namun,  proses  pengeringan  masih  menjadi  kendala.  Penelitian  ini  mengevaluasi efektivitas  pengeringan  listrik  berdasarkan  efisiensi  waktu,  perubahan  warna,  dan  kekuatan serat  kain,  serta  potensinya  meningkatkan  produktivitas  dan  efisiensi  produksi  batik  skala besar.  Hasil  perancangan  alat  pengering  batik  berbasis  pemanas  halogen  dengan  kendali mikrokontroler  Arduino  ATmega  menunjukkan  kinerja  stabil  dan  otomatis.  Pengujian menggunakan  pemanas  berdaya  300  watt  dan  motor  DC  berkecepatan  8  rpm  menghasilkan variasi  performa  pada  setiap  set  point  suhu.  Pada  suhu  50  °C,  waktu  pengeringan  tercapai dalam  120  detik.  Peningkatan  suhu  ke  60  °C  membutuhkan  waktu  pengeringan  lebih  lama. Kondisi  paling  optimal  diperoleh  pada  suhu  70  °C  dengan  PWM  30,  menghasilkan  waktu pengeringan  190  detik  dan  kelembapan  akhir  terendah  sebesar  8,1%.  Nilai  ini  lebih  efisien dibandingkan PWM 40 dan 50, yang justru meningkatkan waktu pengeringan serta kelembapan kain.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 28, No 2 (2025): Berkala Fisika Vol 28, No 1 (2025): Berkala Fisika Vol 27, No 2 (2024): Berkala Fisika Vol 27, No 1 (2024): Berkala Fisika Vol 26, No 2 (2023): Berkala Fisika Vol 26, No 1 (2023): Berkala Fisika Vol 25, No 4 (2022): Berkala Fisika Vol 25, No 2 (2022): Berkala Fisika Vol 24, No 4 (2021): Berkala Fisika Vol 24, No 3 (2021): Berkala Fisika Vol 24, No 1 (2021): Berkala Fisika Vol 23, No 4 (2020): Berkala Fisika Vol 23, No 3 (2020): Berkala Fisika Vol 23, No 2 (2020): Berkala Fisika Vol 23, No 1 (2020): Berkala Fisika Vol 22, No 4 (2019): Berkala Fisika Vol. 22 No. 4 Tahun 2019 Vol 22, No 3 (2019): Berkala Fisika Vol. 22 No. 3 Tahun 2019 Vol 22, No 2 (2019): Berkala Fisika Vol. 22 No. 2 Tahun 2019 Vol 22, No 1 (2019): Berkala Fisika Vol. 22 No. 1 Tahun 2019 2015: Berkala Fisika Vol. 18 No. 4 Tahun 2015 2015: Berkala Fisika Vol. 18 No. 3 Tahun 2015 2015: Berkala Fisika Vol. 18 No. 2 Tahun 2015 2015: Berkala Fisika Vol. 18 No. 1 Tahun 2015 2014: Berkala Fisika Vol. 17 No. 4 Tahun 2014 2014: Berkala Fisika Vol. 17 No. 3 Tahun 2014 2014: Berkala Fisika Vol. 17 No. 2 Tahun 2014 2014: Berkala Fisika Vol. 17 No. 1 Tahun 2014 Vol 16, No 4 (2013): Berkala Fisika Vol 16, No 3 (2013): Berkala Fisika Vol 16, No 2 (2013): Berkala Fisika Vol 16, No 1 (2013): Berkala Fisika Vol 15, No 4 (2012): Berkala Fisika Vol 15, No 3 (2012): Berkala Fisika Vol 15, No 2 (2012): Berkala Fisika Vol 15, No 1 (2012): Berkala Fisika Vol 11, No 2 (2008): Berkala Fisika Vol 14, No 4 (2011): Berkala Fisika Vol 14, No 3 (2011): Berkala Fisika Vol 14, No 2 (2011): Berkala Fisika Vol 14, No 1 (2011): Berkala Fisika Vol 13, No 4 (2010): Berkala Fisika Vol 13, No 3 (2010): Berkala Fisika Vol 13, No 2 (2010): Berkala Fisika, Edisi Khusus Vol 13, No 2 (2010): Berkala Fisika Vol 13, No 1 (2010): Berkala Fisika Vol 12, No 4 (2009): Berkala Fisika Vol 12, No 3 (2009): Berkala Fisika Vol 12, No 2 (2009): Berkala Fisika Vol 12, No 1 (2009): Berkala Fisika Vol 11, No 4 (2008): Berkala Fisika Vol 11, No 3 (2008): Berkala Fisika Vol 11, No 1 (2008): Berkala Fisika Vol 10, No 4 (2007): Berkala Fisika Vol 10, No 3 (2007): Berkala Fisika Vol 10, No 2 (2007): Berkala Fisika Vol 10, No 1 (2007): Berkala Fisika Vol 9, No 4 (2006): Berkala Fisika Vol 9, No 3 (2006): Berkala Fisika Vol 9, No 2 (2006): Berkala Fisika Vol 9, No 1 (2006): Berkala Fisika More Issue