cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015)" : 7 Documents clear
STATUS PEMANFAATAN IKAN NAPOLEON (Cheilinus undulatus Rüppel, 1835) DI SULAWESI SELATAN Dian Oktaviani; Regi Fiji Anggawangsa; M Adha Akbar; Dharmadi Dharmadi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.834 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.4.2015.237-244

Abstract

Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah pemasok ikan napoleon (Cheilinus undulates Rüppel, 1835; Labridae) hidup bagi pasar nasional maupun internasional. Akan tetapi informasi mengenai status pemanfaatan ikan napoleon dengan segala implementasi peraturannya dalam skala lokal masih sedikit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status pemanfaatan ikan napoleon dengan pendekatan penilaian Non Detrimental Finding (NDF) di Sulawesi Selatan. Penelitian didasarkan pada data dan informasi dari penampung serta instansi terkait sebagai bentuk pemanfaatan yang dihubungkan dengan keberlanjutan populasi spesies tersebut di alam. Metode yang digunakan berupa pengamatan langsung, wawancara, dan studi literatur yang berlokasi di Kabupaten Sinjai, Kabupaten Bone, dan Kota Makassar. Pengumpulan data dari wawancara dan pengamatan lapangan dilakukan pada Maret dan November 2014, sedangkan studi literatur dilakukan selama periode penelitian antara Januari – Desember 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian NDF terhadap status pemanfaatan ikan napoleon di Sulawesi Selatan mengindikasikan adanya gangguan terhadap populasi ikan tersebut di alam (nilai: 3,81 ≈ 4). Opsi pengelolaan yang dapat dilakukan adalah melakukan moratorium selama lima tahun yang disertai implementasi peraturan yang lebih ketat dan meningkatkan penyuluhan tentang dampak negatif penangkapan ikan dengan menggunakan racun dan bom. South Sulawesi is one of the regional sources of humphead wrasse (Cheilinus undulates Rüppel, 1835; Labridae) for national and international trades of life reef fishes. However, few information was available regarding the implementation of the rules for local utilization of humphead wrasse. The current study was conducted to fill a gap, especially in relation to the sustainability of the population and trade of the species. The research was aimed to identify the level of local utilization of humphead wrasse based on Non Detrimental Finding (NDF) approach in South Sulawesi. The method applied in the research was a direct observation, an interview, and a desk study in Sinjai Regency, Bone Regency, and Makassar City. Data collection included field surveys and visits to some collectors and governmental institutions were undertaken in March and November 2014. Desk study was conducted as long as the research period done from January to December 2014. Following the inclusion of humphead wrasse in CITES Appendix II determination of Non Detrimental Finding (NDF) was considered essential. It shows that harvest and subsequent trades in humphead wrasse population in South Sulawesi indicated a detrimental trend (score: 3,81 ≈ 4). The solutions found out are moratorium minimum five years inline with tight implementation of the rules and an education of broader negative effect of using of poission and bom in capturing the fish.
DINAMIKA PERIKANAN TUNA DI PERAIRAN PRIGI SELATAN JAWA TIMUR Irwan Muripto; Ahmad Ripai
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.931 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.4.2015.245-251

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi merupakan pelabuhan bagi kapal penangkap ikan tuna dan ikan pelagis lain berskala kecil. Terdapat 3 (tiga) jenis alat penangkap ikan pelagis besar yaitu pancing tonda, pukat cincin dan jaring insang.Usaha perikanan tuna memiliki peranan penting dalam peningkatan ekonomi nelayan khususnya di perairan selatan Jawa, sehingga diperlukan upaya optimalisasi pendapatan nelayan khususnya tonda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika perkembangan armada, alat tangkap, produksi, daerah penangkapan, laju tangkap (CPUE) dan indeks musim penangkapan (IMP) ikan tuna. Data statistik dianalisis dari PPN Prigi pada periode 2005-2013 dan hasil pengamatan langsung di lapangan. Kontribusi hasil tangkapan untuk masing-masing jenis alat tangkap selama 9 tahun terakhir adalah  pancing tonda sebesar 27,17%, pukat cincin: 57,67% dan gillnet: 15,16%.  Hasil tangkapan tuna di perairan Samudera Hindia selatan Prigi relatif berfluktuasi, tertinggi terjadi peride 2005 dan terendah periode 2007. Daerah Penangkapan Ikan (DPI) bagi nelayan mengoperasikan pukat cincin  di area 08º-09ºLS dan 111º-113ºBT, sedang  DPI  tonda di area 08º-10ºLS dan 110º-113ºBT. Indeks musim penangkapan (IMP) ikan tuna di perairan Prigi tercatat tinggi (nilai ideks di atas 100%) terjadi pada April sampai Oktober berkisar antara 113,28% dan 128,93%.Prigi Fishing Port is a harbour for landing artisanal fishing boats. There are 3 types of fishing gear for catching tuna such as trolling, purse seiner and gill nets. Tuna fisheries had been an economical role of business for the local fishermen, therefore, should have optimization to trolling fishermen’s especially at southern coast of Java. These study to investigate development of fleets, kind of fishing gears, fishing ground, the Catch per Unit of Effort (CPUE) and the fishing season indexes of tuna.  Statistically data collected from The Prigi Fishing Port in period of 2005-2013 and also directed from field observation. Catch percentage for each type of fishing gear during 9 years recorded as following: trolling line: 27,17%, purse seine:  57,67% and gillnet 15,16%. Catch of tuna landed at Prigi fishing port was fluctuated, the highest catch recorded in 2005 and the lowest one recorded in 2007. Fishing area for  purse seines layed at 08º - 09ºS and 111º - 113ºE, and for trolling at 08º -10ºS and 110º - 113ºE. The high fishing season index of tuna at Prigi waters occurred during April to October varied with value index between 105,48% and 128,93%. 
INTERAKSI VARIABILITAS IKLIM DENGAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG DAN SUMBER DAYA IKAN KARANG Reny Puspasari; Puji Rahmadi; Puput Fitri Rahmawati; Andreas S Samu-Samu
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.34 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.4.2015.211-220

Abstract

Keberadaan ikan karang di perairan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: kondisi ekosistem terumbu karang, lingkungan perairan di sekitarnya dan perubahan iklim. Variabilitas iklim ditandai oleh besar kecilnya nilai dari Southern Oscillation Index (SOI), Dipole Mode Index (DMI) dan curah hujan. Hubungan antara variabilitas iklim dengan ekosistem terumbu karang dan sumber daya ikan karang di wilayah perairan Sumatera Barat dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif terhadap data temporal, analisis komponen utama dan uji-t pada nilai CPUE (catch per unit effort)  ikan karang dari tahun-tahun terjadinya La Nina dan El Nino. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SOI mempengaruhi kondisi ekosistem terumbu karang dan nilai CPUE ikan karang. Pemutihan karang di perairan Sumatera Barat pada 1997 terjadi ketika peristiwa El Nino Ekstrim negatif yang berasosiasi dengan IODM (Indian Ocean Dipole Mode) positif kuat. Nilai CPUE ikan karang lebih tinggi pada saat terjadi La Nina bila dibandingkan dengan nilai saat peristiwa El Nino. Rata-rata CPUE ikan karang pada saat terjadi peristiwa La Nina adalah 67 kg/trip, sementara pada saat terjadi peristiwa El Nino rata-rata nilai CPUE ikan karang adalah 32 kg/trip. Faktor DMI mempengaruhi peningkatan konsentrasi klorofil-a perairan sebagai tanda terjadi peningkatan kesuburan perairan.Status of reef fishes are highly influenced by several factors, such as: coral reef condition, adjacent waters condition and climate change. Climate variability is indicated by the values of Southern Oscillation Index (SOI), Dipole Mode Index (DMI) and rain fall. Interaction between climate variability and coral reef ecosystem and reef fish condition were analyzed by using a descriptive analysis to the temporal data, principal component analysis and t-test for CPUE of reef fishes in a certain years when La Nina and El Nino occurred. The results show that SOI influenced the coral reef ecosystem and reef fishes CPUE. Coral bleaching occurred when extreme negative SOI paralled with high positive IODM happened. CPUE of reef fishes in La Nina period recorded 67 kg/trip that was higher than El Nino period recorded 32 kg/trip. DMI factor influenced the increasing of chlorophyll-a concentration, as indicator of the high water fertility.
SEBARAN SPASIO-TEMPORAL UKURAN DAN DENSITAS UDANG JERBUNG (Penaeus merguiensis de Man, 1907) DI SUB AREADOLAK, LAUT ARAFURA (WPP-NRI 718) Ignatius Tri Hargiyatno; Regi Fiji Anggawangsa; Bambang Sumiono
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.538 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.4.2015.261-269

Abstract

Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2014 telah menerbitkan Rencana Pengelolaan Perikanan (RPP) Laut Aru, Laut Arafura dan Laut Timor Bagian Tmur (WPP-NRI-718). Untuk menyempurnakan RPP tersebut yang berkaitan dengan pengelolaan udang, diperlukan suatu kajian ilmiah tentang aspek biologi dan perikanan udang. Salah satu daerah penangkapan potensial udang jerbung di WPP 718 adalah area perairan Dolak dan sekitarnya. Sebaran spasial densitas dan ukuran udang jerbung (Penaeus merguiensis) di sub area Dolak dianalisis dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari log book harian kapal Pukat Udang yang berbasis di Merauke pada periode 2007-2011.  Analisis stok udang menggunakan metode luas sapuan (swept area method) berdasarkan nilai laju tangkap dan sebaran spasio-temporal disajikan dalam bentuk peta penyebaran geografis daerah penangkapannya. Hasil penelitian menunjukkan secara umum udang jerbung yang tertangkap di perairan Dolak rata-rata berukuran kecil yaitu dibawah nilai panjang pertama kali matang gonada (Lm = 38,7 mmCL) atau kategori ukuran antara 15-40 ekor/2 kg (dengan kepala) dan > 40 ekor/2kg (tanpa kepala). Udang berukuran kecil produksinya cenderung menurun pada Juni sampai dengan September, sebaliknya udang berukuran besar (kategori ukuran antara 6-15 ekor/2 kg dengan kepala) meningkat. Kelimpahan udang berukuran kecil lebih banyak terdapat di perairan dangkal (<20m) terutama pada September-April dengan kisaran densitas antara 50-320 kg/km2. Udang jerbung berukuran besar lebih banyak tertangkap di perairan tengah (>20m) terutama pada Mei–Agustus dengan kisaran densitas antara 50 – 150 kg/km2. Fisheries Management Plan (FMP) for FMA- 718 including Aru Sea, Arafuru Sea and eastern part of Timor Sea was published by Ministry of Marine Affairs and Fisheries. To enhance FMP, in relation to prawn resource management, it needs a study on biological and fisheries aspects of prawn. Dolak area is predicted as important fishing ground for prawn fisheries at FMA-718. The analysis of spatio-temporal distribution of density and size of banana prawn (Penaeus merguiensis) in sub area of Dolak was done based on data collected from daily log book of trawl vessels based at Merauke, during 2007-2011. Swept area method was used for calculating stock density based on catch rates, and spasio-temporal distribution, showed through geographical distribution of fishing ground. The results show that banana prawn caught in Dolak sub areas were usually small sizes as lower than length at first maturity size (Lm = 38.7mmCL) or size category of 15-40 individuals per 2 kg (head on) and more than 40 individuals per 2 kg (headless). The catch of small size tends to increased during June to September. On the contrary, the big sizes (size category of 6-15 individuals per 2 kg head-on) tend to increased.. The most abundance of small prawn is usually obtained in shallow water (<20 m water depth) caught mainly during September to April with density ranged of 50-320 kg/km2.Tthe bigger size of prawn tend to be caught in the middle  area  (>20 m) mainly on May to August with density ranged of  50 to 150 kg/km2.
PENGARUH FLUKTUASI TINGGI MUKA AIR TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN DI SUNGAI DAN RAWA MAHAKAM HULU KALIMANTAN TIMUR Kamaluddin Kasim; Eko Prianto; Chairulwan Umar
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.026 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.4.2015.229-236

Abstract

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa fluktuasi tinggi muka air (TMA) dapat mempengaruhi hasil tangkapan ikan di perairan sungai dan rawa namun tidak terhadap semua jenis ikan.  Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hasil tangkapan jenis ikan sungai dan rawa sungai Mahakam yang mendapat pengaruh fluktuasi TMA dan jenis ikan yang tidak mendapatkan pengaruh langsung oleh fluktuasi TMA. Data mengenai hasil tangkapan ikan yang berasal dari alat tangkap pancing dan jaring diperoleh melalui enumerator di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selili Kota Samarinda pada periode 2007-2012, sedangkan nilai rata-rata Tinggi Muka Air (TMA) DAS Mahakam secara bulanan diperlukan sebagai salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap hasil tangkapan beberapa jenis ikan sungai dan rawa. Data dianalisis dengan metode regresi linear sederhana dan penentuan perbedaan hasil tangkapan pada musim hujan, peralihan dan kemarau dilakukan dengan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah hasil tangkapan ikan berkorelasi kuat (r=0,7) terhadap Tinggi Muka air (TMA) dengan arah hubungan negatif atau berkebalikan, yakni semakin tinggi nilai TMA maka hasil tangkapan semakin rendah. Jenis ikan sungai dan rawa seperti patin, nila, sepat siam (Trichogaster pectoralis), lais dan betok (Anabas testudineus) merupakan jenis ikan yang hasil tangkapannya dipengaruhi secara signifikan (P<0,05) oleh fluktuasi Tinggi Muka Air (TMA), sedangkan jenis ikan lainnya seperti gabus (Channa striata), keli lele (Clarias batracus), dan kendia/tambakan (Helostoma temminckii) tidak dipengaruhi secara nyata (P>0,05) oleh fluktuasi TMA.  Some studies have showed that water level fluctuation may have a significant correlation to the catch of several commercial fish target in inland fishery and does not influence directly the cath of some commercial fish. This study aimed to determine which species are directly influenced and such species not inluenced by water level fluctuation for its catches. Catch data obtained from hand line and gill net are recorded by enumerators at Fish Landing Sites of Selili, Samarinda during the period of 2007-2012, while the data of surface water level of Mahakam River were obtained monthly, required as one of the factors assumed to influence the number of catch of several types of fish. Correlation between fluctuation of water surface level and catch data were analysed by simple linear regression method while determination of the difference catch average in rainy, transition, and dry season is done by Analysis of Variance (ANOVA). The results show that the number of fish catches are strongly correlated (r = 0.7) to the water level fluctuation in inverse direction (negative correlation, it) means the higher the value of surface water level, the lower the value of catches. Catfish, Tilapia, Snakeskin Gourami (Trichogaster pectoralis), Glass Catfish and Climbing Gouramy (Anabas testudineus) were affected significantly (P <0.05) by water surface fluctuations of Mahakam River, while the other fish species such as snakehead (Channa striata), Keli catfish (Clarias batracus), and Kendia/Tambakan (Helostoma temminckii) were not influenced significantly (P> 0.05).
STATUS STOK SUMBERDAYA IKAN LEMURU (Sardinella lemuru Bleeker, 1853) DI PERAIRAN SELAT BALI Arief Wujdi; Wudianto Wudianto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.569 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.4.2015.253-260

Abstract

Ikan lemuru (Sardinella lemuru Bleeker, 1853) berperan penting baik secara ekologi ekosistem laut dan ekonomi masyarakat pesisir di Selat Bali. Tingginya permintaan pasar terhadap ikan lemuru mengakibatkan aktivitas penangkapannya dilakukan secara terus-menerus sepanjang tahun sehingga mengancam kelestariannya. Untuk mengelola sumber daya ikan lemuru ini tetap lestari, maka salah satu bahan masukan yang diperlukan adalah status stok terkini. Namun, ketersediaan data yang terbatas menjadi penghambat dalam upaya mengevaluasi status pemanfaatan stok, khususnya untuk kegiatan perikanan skala kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status stok sumberdaya ikan lemuru di perairan Selat Bali yang dilakukan dari Agustus 2010 hingga Desember 2011. Pengkajian stok ikan lemuru dilakukan dengan pendekatan ratio potensi pemijahan yang berbasis ukuran panjang. Studi pustaka juga dilakukan untuk mendapatkan parameter-parameter life history sebagai pendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status stok ikan lemuru telah mengalami eksploitasi berlebih (over exploited) yang diindikasikan dengan nilai Spawning Potential Ratio (SPR)<20%. Indikasi lainnya terjadinya over exploited adalah SL50<Lm dan F>M. Upaya pemulihan stok perlu dilakukan sebagaimana dijelaskan dalam penelitian ini agar tercapainya SPR menjadi 20% dan 40% sebagai batas dan target biologi untuk keberlanjutan sumberdaya ikan lemuru.Bali sardinella (Sardinella lemuru Bleeker, 1853) plays an important role in terms of the ecology of marine ecosystems and also the economy and livelihoods of coastal communities in Bali Strait. High market demand has consequence in fishing activities, which is carried out continuously throughout the year, so that could threaten of resources sustainability. So that current stock status was needed as important input for management measures. However, evaluation of stock status is constrained by lack of the data, especially for small-scale fisheries. This study aims to determine the stock status of Bali sardinella in the Bali Strait waters conducted from August 2010 to December 2011. The stock assessment conducted with length-based spawning potential ratio approach. Literature synthesis from the previous study also implemented to obtain life-history parameters as supporting analysis. The results showed that over-exploited status has occurred, which is indicated by the value of SPR <20%, SL50<Lm and F>M. Stock recovery efforts need to be carried out urgently as described in this study to achieve the SPR 20% and 40% as limit and target reference points for biological and sustainability resources respectively.
KOMPETISI PERIKANAN TANGKAP SKALA KECIL DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PRIGI JAWA TIMUR Wahida Kartika Sari; Eko Sri Wiyono; Roza Yusfiandayani
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.981 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.4.2015.221-228

Abstract

Kondisi perikanan tangkap skala kecil yang bersifat multigear dan multispecies menyebabkan meningkatnya tekanan terhadap kondisi sumberdaya ikan. Informasi mengenai status sumberdaya ikan yang ada sangat diperlukan untuk perencanaan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji diversitas hasil tangkapan, tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan, serta pengelompokkan alat tangkap di PPN Prigi. Data diperoleh dari statistik perikanan PPN Prigi periode 2010-2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata indek keragaman hasil tangkapan paling besar adalah pancing ulur yaitu 1,64. Secara umum nilai CPUE menurun setiap tahunnya dengan rata-rata CPUE tertinggi adalah jaring insang yaitu 0,30 ton/trip/tahun. Sedangkan pengelompokkan alat tangkap yang sering terjadi yaitu antara pancing ulur dengan jaring klitik. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingkat keragaman hasil tangkapan masing-masing alat tangkap tinggi.Most of small-scale fisheries are multispecies and multi gear so that small-scale fisheries management is very complex. However, information on small-scale fisheries is scarce. Therefore, information on small-scale fisheries is indispensable for sustainable fisheries management planning. This study aims to describe the condition of small-scale fisheries, primarily examine the diversity of the catch, the level of utilization of fish resources, and the grouping of fishing gear in Prigi Fishing Port. Data were analyzed from fisheries statistic data of Prigi fishing port during 2010-2014. The result of this study showed that the greatest diversity of fishing gear ctches occured in handlines is 1,64. In generally, the CPUE deccline annualy by an average of the highest CPUE is a gillnets of 0.30 ton/trip/year. On the other hand, the results of PCA analysis shows that in general, hand lines is often grouped with monofilament gillnet (klitik). The grouping was expected caused by the similarities of target catches between of the fishing gears.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue