cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
DISTRIBUSI SPASIAL, STATUS PEMANFAATAN, DAN UPAYA KONSERVASI PESUT MAHAKAM (Orcaella brevirostris) DI KALIMANTAN TIMUR Dharmadi Dharmadi; Dede Irving Hartoto; Syahroma Husni Nasution; Dian Oktaviani
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.601 KB) | DOI: 10.15578/jppi.15.1.2009.49-58

Abstract

Penelitian dilakukan pada tahun 2004 - 2006 di Danau Semayang dan Muara Kaman (bagian dari Sungai Mahakam), Kalimantan Timur, melalui survei lapangan dan wawancara langsung dengan nelayan, masyarakat, dan Dinas Perikanan, Dinas Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebaran secara spasial, status pemanfaatan, dan upaya konservasi pesut Mahakam (Orcaella brevirostris). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa distribusi pesut Mahakam secara spasial terdapat di Muara Kaman, Muara Sungai Pela Kecil, muara Sungai Pela Besar, Danau Semayang, dan Danau Melintang. Pada saat ini, pesut Mahakam di Sungai Mahakam digunakan sebagai wisata air bagi turis domestik maupun luar negeri. Upaya konservasi pesut Mahakan dapat dilakukan melalui perlindungan habitat dari pencemaran dan pendangkalan, perlindungan suaka perikanan yang berfungsi untuk penyedia makanan alami serta meningkatkan peran aktif masyarakat agar turut menjaga kelestarian pesut. This study was conducted during 2004 to 2006 in Semayang and Melintang Lakes, Mahakam segment around Muara Kaman River of East Kalimantan, through field survey methods, and directly interview to respective respondens of fishers, local people, Fisheries Regency Departement and Forest Protection and Natural Resources Conservation. The objective of the study was to elucidate the distribution spasial, utilization status, and conservation effort of freshwater dolphin (Orcaella brevirostris). Results show that the spasial distributions of freshwater dolphin were found in Kaman, Pela Kecil, Bank of Pela Besar Rivers, Semayang, and Melintang Lakes. Freshwater dolphines was used as echotourism for local and foreign tourisms. There are some efforts to conserve of freshwater dolphin in the East Kalimantan, namely habitat protection from pollution and sedimentation, fisheries area protection for providing natural food and to increase local people role in conserving the existence of these animals.
KELAYAKAN FINANSIAL USAHA BUDI DAYA IKAN BANDENG DAN NILA SISTEM KERAMBA JARING APUNG (STUDI KASUS DI PERAIRAN WADUK CTRATA, KABUPATEN CIANJUR - JAWA BARAT) Zahri Nasution; Rudhy Gustiano; Yanti Suryanti
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4094.755 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.3.2005.11-19

Abstract

Sejak tahun 1994. ikan bandeng yang asli dari daerah pantai dan laut mulai diusahakan masyarakat diWaduk Cirata. Untuk mengetahui kelayakan finansial usaha budidaya ikan bandengdalam Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Cirata telah dilakukan suatu penelilian yang berlangsung pada bulan Agustus 2004.
KERAGAMAN MAKRO B ENTOS DALAM H UB UNGANNYA DENGAN SUBSTRAT DI KAWASAN TAMBAK, KABUPATEN MAMUJU Andi Marsambuana pirzan; Gunarto Gunarto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5270.621 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.1.2004.1-11

Abstract

Penelitian dilakukan di kawasan tambak Lengke I dan II, Bambu serta simboro kabupaten Mamuju' sulawesi selatan bertujuan menelaah perbedaan jumlah individu, keragaman jenis, dominasi dan keseragaman makrobentos serta hubungannya dengan subtrat (bahan organis serta kandungan pasir, liat, dan debu) dalam tanah pertambakan.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BUATAN DENGAN KADAR LEMAK YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN JAMBAL SIAM (pangasius hypophthatmus) I Wayan Subamia; Ningrum Suhenda; Evi Tahapari
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5415.113 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.1.2003.37-42

Abstract

Informasi mengenai kebutuhan lemak untuk spesies ikan tertentu sangat diperlukan karena lemak merupakan salah satu sumber energi yang paling banyak dipergunikan untuk kebutuhan metabolisme tubuh selain protein dan karbohidrat.
PERTUMBUHAN DAN BIOLOGI REPRODUKSI UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) Dl SUNGAI LEMPUING SUMATERA SELATAN Agus Djoko Utomo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.646 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.1.2002.15-26

Abstract

Sungai Lempuing sebagian besar merupakan daerah rawa banjiran, habitat yang baik untuk kehidupan beberapa jenis ikan dan udang. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang pertumbuhan dan musim pemijahan udang galah (M. roienberyii) di Sungai Lempuing.
KONSTRUKSI PEMATANG TAMBAK TANAH GAMBUT LJNTLTK PENDEDERAN BENIH UDANG WINDU (Penaus monodon) DAN NENER IKAN BANDENG (Chanos chanos) Akhmad Mustafa; Adi Hanafi; Brata Pantjara
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3611.728 KB) | DOI: 10.15578/jppi.1.2.1995.48-64

Abstract

Tembak tanah gambut memiliki tingkat porositas sangat tinggi. Oleh karene itu,dilakukan penelitian berbagai bahan penahan kebocoran pematang dilenjutkan dengenpendederan benih udang windu den nener ikan bandeng untuk mengetahui konstruksiyang dapat menurunkan porositas pematang serta mengetehui pertumbuhan dankelangsungan hidup udang windu dan ikan bandeng yang didederkan.
KERAGAMAN GENETIK TUNA MATA BESAR (Bigeye tuna, Thunnus obesus) DI SAMUDRA HINDIA BARAT SUMATERA DAN SELATAN JAWA Raymon Rahmanov Zedta; Irwan Jatmiko; Abram Barata
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3602.885 KB) | DOI: 10.15578/jppi.24.2.2018.97-104

Abstract

Salah satu cara yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang unit stok adalah dengan menggunakan pendekatan genetik. Informasi struktur populasi ini merupakan basis kajian stok dan opsi upaya pengelolaan agar pemanfaatannya dapat dilakukan secara lestari. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi variasi genetik dan struktur populasi tuna mata besar di Samudra Hindia. Sampel genetik yang berasal dari daging tuna mata besar dianalisis dengan metode chelex, PCR dan elektroforesis. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Desember 2015 dengan lokasi pengambilan sampel berada di perairan Samudra Hindia barat Sumatera dan Samudra Hindia selatan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Hasil analisis menunjukkan bahwa keragaman genetik tuna mata besar di Samudra Hindia masih tinggi. Terdapat hubungan kekerabatan yang relatif dekat antar kelompok sampel populasi tuna mata besar di Samudra Hindia barat Sumatera dan selatan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Variasi genetik diantara populasi tuna mata besar relatif kecil, namun variasi genetik dalam populasi relatif tinggi. Struktur populasi tuna mata besar di perairan Barat Sumatera dan Selatan Jawa-Nusa Tenggara (Samudra Hindia) masih merupakan satu stok populasi.One other technique that used to obtain information about stock units is to use a genetic approach. This genetic population structure information is the basis of stock assessmentand the options for how to manage the utilization can be done sustainably. This study aims to obtain information on genetic variation and population structure of large tuna populations in the Indian Ocean. Genetic samples derived from bigeye’s tuna flesh analyzed by using chelex, PCR and electrophoresis methods. This research carried out in the waters of the Indian Ocean west of Sumatra and the southern Indian Ocean of Java, Bali and Nusa Tenggara at January until December 2015. The results of the analysis show that the genetic diversity of large eye tuna in the Indian Ocean is still high. There is a relatively close relative relationship between bigeye tuna population groups in the Indian Ocean west of Sumatra and southern Java, Bali and Nusa Tenggara. Genetic variation among bigeye tuna populations is relatively small, but genetic variation in the population is relatively high. The population structure of bigeye tuna in West Sumatera and South Java-Nusa Tenggara (Indian Ocean) is still in one stock population.
PREDIKSI DAERAH POTENSIAL PENANGKAPAN IKAN CAKALANG DI TELUK BONE: SEBUAH PERSPEKTIF PENDEKATAN SATELIT REMOTE SENSING DAN SIG Mukti Zainuddin; Aisyah Farhum
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.807 KB) | DOI: 10.15578/jppi.16.2.2010.115-123

Abstract

Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan sasaran utama bagi sebagian besar kegiatan penangkapan di Teluk Bone. Distribusi dan kelimpahan ikan ini sangat dipengaruhi oleh variasi kondisi oseanografis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi daerah potensial penangkapan ikan cakalang berdasarkan pada data penangkapan dan data citra satelit AQUA/MODIS suhu permukaan laut dan klorofil-a pada periode bulan April sampai Juli 2009. Dengan menggunakan metode non linear regresi berganda dan teknik sistem informasi geografis, hasil penelitian menunjukan bahwa kedua faktor oseanografi tersebut secara signifikan mempengaruhi pola spasial dan temporal distribusi dan kelimpahan ikan cakalang di daerah studi. Daerah potensial penangkapan ikan cakalang diindikasikan dengan suhu permukaan laut 29,5-31,5ºC dan densitas klorofil-a 0,15-0,35 mg m-3. Model prediksi menunjukan bahwa tingkat produktivitas daerah potensial penangkapan ikan cakalang tertinggi terjadi pada bulan April dan cenderung menurun sampai bulan Juli. Pergerakan daerah potensial penangkapan ikan dari bulan April (pada umumnya berada diperairan Bone dan Palopo-Luwu), Mei (terkonsentrasi di perairan Palopo-Luwu) sampai Juni-Juli (perairan Palopo-Luwu dan Kolaka) menunjukan pola clockwise. Dinamika daerah potensial penangkapan ikan cakalang ini diduga terkait dengan perkembangan fenomena upwelling dan front yang cenderung mengkonsentrasikan ikan pada tempat dan waktu tertentu. Studi ini menyarankan bahwa aplikasi penggunaan data citra satelit dan teknik SIG dapat membantu menemukan habitat ikan cakalang dan juga bermanfaat bagi nelayan dalam menentukan lokasi dan jadwal operasi penangkapan bagi alat tangkap pole and line dan set net di Teluk Bone. Skipjack tuna are the main species targetting by commercial pole and line fishery in Bone Bay. Their distribution and abundance are strongly influenced by dynamics of oceanographic conditions. The objective was to predict potential fishing grounds for the fish using catch dand sea surface temperature and chlorophyll-a derived from satellite remote sensing data during April until July 2009. The data analyzed using non linear multiple regression and geographic information system techniques were used to map distribution patterns of the Potential Fishing Ground (PFG). Results indicated that the highest CPUEs skipjack associated with the PFG were found in water of SST from 29.5-31.5ºC and chlorophyll-a concentration from 0.15-0.35 mg m-3. The prediction model showed that the productivity rate of skipjack PFG were highest in April and tended to decrease through July. Distribution pattern of the PFG in Bone Bay from April (mostly occurred in Bone coastal waters and Palopo-Luwu), in May (mostly concentrated in coastal waters of Palopo-Luwu), to June-July (Palopo-Luwu and Kolaka coastal waters) showed a clockwise pattern. Distribution pattern of skipjack PFG may correspond to dynamics of oceanographic features such as fronts and upwelling which are most likely responsible for concentrating skipjack schools in the PFG. This study suggests that the application of satellite images and GIS provides a powerful tools in predicting tuna habitat.
KONDfSI TREND BIOMASSA IKAN LAYANG (Decapterus spp.) DI LAUT JAWA DAN SEKITARNYA Duto Nugroho
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3629.243 KB) | DOI: 10.15578/jppi.12.3.2006.167-174

Abstract

fkan layang (Decapterus spp.) adalah salah saiu komoditas perikanan pelagis kecil penting di lndonesia. lkan layang (Decapterus macrctsoma dan D. russe/o merupakan komponen utama ikan pelagis kecil di Laut Jawa. Ke-2 jenis ikan tersebut mendominasi hasil tangkapan pukat cincin lebih dari 5O%. Perubahan eksploitasi terjadi melalui kapasilas penangkapan (ukuran kapal dan termasuk kekuatan mesin, serla perluasan daerah penangkapan) dan taktik penangkapan (penggunaan cahaya sebagai alat bantu mengumpulkan ikan menggantikan peranan rumpon), telah merubah elisiensi alat tangkip pukat cincin. Hasil penelitian menunjukkan st\ok (biomassa) ikan layang telah pulih kembali dalam tahun-iahun belakangan ini. Tetapi situasi sebaliknya ditunjukkan oleh hasil tangkapan yang menurun dan peningkatan upaya penangkapan. Berdasarkan pada morlalilas penangkapan dan upaya penangkapan yang disesuaikan kembali melalui F=q'E membuktikan bahwa pulih slok bersifat palsu Kenaikan lsju mortalitas penangkapan telah menyebabkan penurunan stok ikan layang yang serius.
DISTRIBUSI KELIMPAHAN ICHTHYOPLANKTON DI TELUK TOMINI DAN LAUT BANDA Muhammad Taufik; Suwarso Suwarso; Nurwiyanto Nurwiyanto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4045.668 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.6.2005.73-83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari distribusi dan kelimpahan ichthyoplankon di Teluk Tomini dan Laut Banda, sebagai studi awal untuk mengkaji lokasi pemijahan ikan pelagis yang dominan di perairan-perairan tersebut.

Page 27 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue