cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
IDENTIFIKASI KELAYAKAN LOKASI LAHAN BUDI DAYA LAUT DI PERAIRAN TELUK SALEH, KABUPATEN DOMPU, NUSA TENGGARA BARAT Utojo Utojo; Abdul Mansyur; Andi Marsambuana Pirzan; Tarunamulia Tarunamulia; Brata Pantjara
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8915.723 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.5.2004.1-18

Abstract

Nusa Tenggara Barat memiliki sumber daya lahan perikanan pesisir yang cukup potensial untuk pengembangan budi daya laut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan lokasi bagi pengembangan budi daya di perairan Teluk Saleh, Kecamatan Empang, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survai.
KONUNIKASI RINGKAS SUMBER DAYA IKAN PADA EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI KEPULAUAN SANGIHE TALAUD, SULAWESI UTARA I Nyoman Radiarta; Jonly Emor
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3382.561 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.3.2003.73-82

Abstract

Penelitian sumber daya ikan pada ekosistem terumbu karang telah dilaksanakan pada bulan November 1995, bertempat di Kepualuan Sangihe Talaud, Sulawesi utara. Penelitian ini merupakan bagian penelitian dalam kegiatan hoyek Evalumi dan Perencanan Sumber Daya Kdartan yang diharapkan d4at menambah data dan informasi tentang kondisi terumbu karang dan ikan karang di perairan Sulawesi Utara, yang berguna bagi pengelolan secara berkelanjutan.
PENGARUH PENGGUNAAN GELEMBUNG UDARA SEBAGAI ALAT BANTU JARING LINGKAR BUBU TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN HIAS Abdul Malik Tangko; Abdul Mansyur; Daud Pongsapan
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2733.734 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.4.2002.65-72

Abstract

lkan hias laut bernilai ekonomis penting dengan potensi sekitar 5.000 ton atau 30-50 juta ekor per tahun, diperkirakan dapat mencapai 400 jenis. Penggunaan gelembung udara sebagai alat bantu jaring lingkar bubu pada penangkapan ikan hias telah dilakukan di perairan Pulau Podang-Podang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada bulan Maret hingga April 1999
ISOLASI BIOAKTIF BUNGA KARANG SEBAGAI FUNGISIDA PADA BENIH UDANG WINDU Penaeus monodon Muliani Muliani; Emma Suryati; Arifuddin Tompo; Andi Parenrengi; Rosmiati Rosmiati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6083.498 KB) | DOI: 10.15578/jppi.4.2.1998.13-23

Abstract

Penelitian bertujuan mendapatkan bioaktif sponge yang efektif sebagai fungisida dalamrangka kegiatan produksi benih udang windu. Penelitian meliputi beberapa tahapan kerja yaitu: (1) Isolasi dan identifikasi jamur penyebab penyakit pada udang; (2) Penapisan dan identifikasi potensi sponge sebagai fungisida; dan (3). Isolasi dan pemurnian bioaktifsponge untuk fungisida.
STUDI BEBERAPA PARAMETER EKONOMI SEBAGAI TOLOK UKUR PENGARUH PENELITIAN PENGEMBANGAN SISTEM USAHA TANI MINAPADI (Studi Kasus di Desa Nanggerang, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang) Mohammad Noor; Khaidir Ahmady Us
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5320.891 KB) | DOI: 10.15578/jppi.3.2.1997.46-53

Abstract

Penelitian pengembangan sistem usaha tani minapadi telah dilakukan. Metode yangdigunakan adalah metode survai dengan pendekatan Zero-One Relationship Approach, yaitu membagi petani terpilih dalam dua kelompok, yaitu kelompok petani yang dibina (cooperator) dan kelompok petani yang tidak dibina tetapi dipantau kegiatan sistem usaha taninya (non cooperator).
PENGARUH NEOMICYN DAN GRISEOFULVIN TERHADAP INSIDENSI PENYAKIT BAKTERIAL DAN FUNGAL PADA IKAN GURAME (Osphronemmus gouramy Lac.) Pipik Taufik; Dayat Bastiawan; Mariyono Mariyono
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3668.684 KB) | DOI: 10.15578/jppi.2.4.1996.35-41

Abstract

Percobaan untuk penanggulangan penyakit bakterial dan fungal terhadap ikan gurame (Osphronernus gortamy Lac.) dengan menggunakan neomycin dan griseofulvin telah dilakukan di laboratorium penyakit ikan Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Sukamahdi pada bulan Juni-Desember 1995.
ASPEK BIOLOGI DAN MUSIM PENANGKAPAN LOBSTER (Panulirus spp) DI PERAIRAN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR Setiya Triharyuni; Ngurah N Wiadnyana
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 23, No 3 (2017): (September 2017)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.431 KB) | DOI: 10.15578/jppi.23.3.2017.167-180

Abstract

Lobster merupakan komoditas perikanan andalan yang banyak dieksploitasi di perairan Kupang untuk memenuhi permintaan pasar dalam dan luar negeri. Hal ini menyebabkan kegiatan penangkapan lobster berlangsung sangat intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek biologi dan musim penangkapan lobster. Data dan informasi yang dikumpulkan meliputi ukuran panjang karapas dan berat serta jenis kelamin tiap-tiap jenis lobster yang tertangkap serta hasil tangkapan dan upaya yang dilakukan secara bulanan. Data tangkapan lobster yang dianalisis dicatat selama periode Oktober 2015 - Desember 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat empat jenis lobster dari kelompok Palinuridae, yaitu lobster bambu (P. versicolor), lobster batu (P. penicillatus), lobster pasir (P. homarus) dan lobster mutiara (Panulirus ornatus). Berdasarkan jumlah individu, tangkapan lobster bambu mendominasi yaitu sekitar 60 % dari tangkapan total. Secara umum ukuran dari semua jenis lobster sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang undangan. Nisbah kelamin yang seimbang dan ukuran rata-rata pertama kali tertangkap lebih besar dari setengah panjang infinitif dan panjang pertama matang gonad menunjukkan bahwa sumber daya lobster masih layak untuk dieksploitasi. Musim penangkapan losbter di wilayah Kupang ini secara umum terjadi pada periode musim penghujan yang mulai dari September sampai Februari. Pembinaan kepada nelayan perlu ditingkatkan agar nelayan tetap patuh pada peraturan perundangan yang berlaku, bahkan dapat diikuti dengan nelayan di wilayah lainnya. Lobster fishery commodity in Kupang. Many lobsters are exploited in these waters to meet domestic and foreign market demand. This led to lobster fishing activities very intensive. The research on lobster resources was conducted to analyze the biology aspect and lobster fishing season. Data included, length of the carapace, individual weight, sex of lobsters and the monthly catches and efforts. The lobster catch data analyzed were recorded during the period of October 2015 - December 2016. The results show that there were four species of lobster from the Palinuridae group,i.e:the ornate spiny lobster (Panulirus ornatus), pronghorn spiny lobster (P. penicillatus), scalloped spiny lobster (P. homarus) and painted spiny lobster (P. versicolor). The catch was dominated by P. versicolor with 60% of the total catch. Generally the size of all lobster species with the regulation concerning the lobster fishing. The balance of sex ratio and the size of Lc of more than 0,5 of Land more than length at first maturity indicates that the lobster resource in Kupang and surrounding waters  is still exploited. The losbter fishing season is generally in the rainy season period from September to february. The increase of guidance to fishermen is needed to keep the fishermen the law and regulations, even can be followed by fishermen in other areas.
DINAMIKA POPULASI DAN ESTIMASI RASIO POTENSI PEMIJAHAN IKAN LEMURU (Sardinella lemuru Bleeker, 1853) DI TELUK PRIGI, JAWATIMUR Suwarso Suwarso; Arief Wujdi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 3 (2015): (September 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2102.681 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.3.2015.177-186

Abstract

Ikan lemuru (Sardinella lemuru) berperan sangat penting bagi industri pengalengan ikan di Indonesia dan juga perikanan rawai tuna yang beroperasi di Samudera Hindia sebagai umpan. Aktivitas penangkapannya dilakukan secara terus-menerus sepanjang tahun sehingga diperlukan upaya pengelolaan agar tetap lestari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji parameter populasi sebagai dasar pengelolaan sumberdaya lemuru di Teluk Prigi. Contoh ikan diambil dari hasil tangkapan pukat cincin mini pada periode Februari hingga Oktober 2013 di Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi. Analisis parameter pertumbuhan menggunakan program FISAT dan rasio potensi pemijahan didasarkan pada lembar kerja SPR pada ukuran panjang dan umur ikan. Laju pertumbuhan lemuru tergolong cepat sehingga berumur pendek. Laju kematian akibat penangkapan berkontribusi lebih besar daripada laju kematian alaminya. Kondisi stok lemuru berada pada kondisi lebih tangkap diindikasikan dengan E>0,5 dan SPR<20%. Diperlukan penerapan batas ukuran minimum ikan dengan meningkatkan selektivitas mata jaring dan juga pengurangan jumlah upaya penangkapan.Bali sardinella (Sardinella lemuru) has an important role for the fishing canning industry in Indonesia and also tuna longline fisheries operating in the Indian Ocean as bait. However, fishing activities carried out continuously throughout the year, so that management of effort should be wasmade to maintain its sustainability. This study aims to estimate population parameters to determine the status of Bali Sardinella stock in Prigi Bay waters. Samples of mini purse seine catches were collected from Archipelago Fishing Port of Prigi during Februari to October 2013. Length frequency-based methods were used to estimate growth parameters, mortality and exploitation rate which was analysed with ELEFAN included in FISAT II software.Meanwhile, spawning potential ratio was analysed using SPR at size and age assessment in Microsoft Excel spreadsheet. The growth rate of Bali Sardinella was high so it has a short life relatively. Fishing mortality had a greater contribution than natural mortality. The current status of Bali Sardinella was estimated in overexploitation level indicated as E>0,5 and SPR<20%. Management measures required to address these issues by implementing a minimum size limit through increasing mesh size and also fishing effort need to be decreased at certain level.
HUBUNGAN FLUKTUASI KETINGGIANMUKAAIR DENGAN HASIL TANGKAPAN IKAN DI GIAM SIAK KECIL, PROVINSI RIAU Melfa Marini; Husnah Husnah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 17, No 3 (2011): (September 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.085 KB) | DOI: 10.15578/jppi.17.3.2011.221-228

Abstract

Perairan rawa banjiran Giam Siak Kecil (GSK) merupakan bagian dari cagar biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu yang terletak di Kabupaten Siak dan Bengkalis. Proses siklus nitrogen, produktivitas perairan dan hasil tangkapan ikan berkaitan erat dengan fluktuasi tinggi muka air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis dan jumlah ikan hasil tangkapan yang dikaitkan dengan fluktuasi ketinggian permukaan air di GSK. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei lapangan dan dari catatan harian enomerator (nelayan). Pengambilan sampel dilakukan pada Februari-November 2010, selama penelitian dilakukan pemantauan terhadap alat tangkap ikan, identifikasi jenis ikan hasil tangkapan, komposisi jenis dan jumlah hasil tangkapan ikan menurut alat tangkap, waktu maupun perbedaan daerah penangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah ikan yang tertangkap sebanyak 23.924 ekor terdiri dari 37 spesies dari 12 famili. Komposisi hasil tangkapan didominasi oleh famili Siluridae sebesar 32,72% (8 jenis), Channidae 23,61% (4 jenis), dan Bagridae 20,75% (3 jenis). Kondisi tinggi muka air rendah terjadi pada awal Maret hingga pertengahan Juli, sedangkan kondisi tinggi muka air puncak terjadi pada akhir Juli hingga akhir Februari. Stasiun Tasik Air Hitam merupakan lokasi yang memiliki potensi besar sebagai daerah produksi perikanan, hal ini ditandai dengan ditemukannya hasil tangkapan hampir sepanjang tahun. Ikan Wallago leerii, Channa melastoma dan Hemibagrus nemurus merupakan jenis-jenis ikan yang berpotensi besar untuk dikembangkan di GSK, Provinsi Riau. Hasil tangkapan ikan tidak berkorelasi kuat dengan tinggi muka air GSK yang ditunjukkan dengan koefisien determinasi (R2) baik pada alat tangkap lukah maupun jaring sebesar 0,34-0,35. Giam Siak Kecil (GSK) floodplain is part of Giam Siak Kecil-Bukit Batu biosphere reserve, located in Siak and Bengkalis regencies. Water fluctuation plays an important role in regulating nutrient cycle, water productivity and fish yield in such floodplain. The objective of this study is to investigate spesies and composition of fish catch and its relation to the water level of the GSK floodplain. An inventory field survey was conducted in 14 sampling sites from February to November 2010. Water level fluctuation was recorded daily by setting water level gauge in Tasik Betung station. Fish samples were collected from fisher catch of different fishing gears such as pot traps and gillnet with differen mesh sizes. The results showed that the number of fish caught was 23,924 individuals compost of 37 species of 12 families. The composition of the catch was dominated by family Siluridae of 32.72% (8 species), Channidae 23.61% (4 species), and Bagridae 20.75% (3 species). The lowest water level was occurred at the beginning of March until mid of July. Kanal the highest water level was occurred in late ofJuly to late of February. The hight potential yield was estimated in Tasik Air Hitam station which was indicated by the present of fish catch in the whole year. Wallago leerii, Channa melastoma, and Hemibagrus nemurus are the fish species that constitute a great potential to develope at GSK floodplain. Catches did not correlate signifficantly with GSK high water level as indicated by the coefficient of determination (R2) in both fishing gear pot trap and gillnets of 0.34 to 0.35.
PRODUKSI DAN MUSIM PENANGKAPAN CUMI-CUMI (Loligo spp.) DI PERAIRAN REMBANG (JAWA TENGAH) Setya Triharyuni; Reny Puspasari
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.537 KB) | DOI: 10.15578/jppi.18.2.2012.77-83

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan April dan Oktober 2011 dengan tujuan untuk mendeskripsikan perikanan cumi-cumi (Loligo spp.) yang meliputi produksi, musim penangkapan dan komposisi jenis cumi-cumi. Data yang dihimpun meliputi data produksi perjenis hasil tangkapan dan trip penangkapan kapal pukat cincin tahun 1996-2011. Data dianalisis menggunakan analisis runtun waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi cumi-cumi di Rembang tahun 2005-2009 sebesar 27,36% dari produksi Jawa Tengah dan hanya sekitar 2,91% dari produksi di perairan utara Jawa. Selama periode 1996-2011, produksi tahun 2002 merupakan produksi tertinggi dan produksi tahun 1996 merupakan produksi terendah, sedangkan rata-rata produksi bulanan, tertinggi pada bulan Juni dan produksi terendah pada bulan Januari-Februari. Musim penangkapan cumi-cumi di Rembang terjadi pada bulan Maret sampai Mei, dan November. Jenis cumi-cumi yang didaratkan di Rembang adalah jenis Loligo chinensis, Loligo singhalensis, Loligo edulis dan Loligo duvaucelli, dimana L. duvaucelli merupakan jenis yang paling dominan.The research was conducted in April and October 2011, to investigate the production, fishing seasons and composition of squids (Loligo spp). Data of production by effort (trip) and species composition of purse seine was collected. The data were analyzed using time series analysis. The results showed that the squid production in Rembang was 27.36% of the total production in Central Java and was 2,91% of production in the northern waters of Java (2005-2009). During the period of 1996-2011, the highest squids production occurred in 2002 and the lowest production occurred in 1996. The average monthly production of the squids was highest in June and was lowest in January- February. The Squid fishing season occurs in March-May, and November. There were four species of squids in the catch i,e. Loligo chinensis, Loligo singhalensis, Loligo edulis and Loligo duvaucelli. Among them L. duvaucelli is the dominant species.

Page 28 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue