cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
PENGARUH PEMBERIAN JENIS PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP SINTASAN LARVA ABALON (Haliotis asinina) Yunus Yunus; Ketut Maha Setiawati; Irwan Setyadi; Rosliwati Arfah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.656 KB) | DOI: 10.15578/jppi.3.1.1997.62-67

Abstract

Percobaan dalam skala laboratorirrm telah dilakukan untuk mengevaluasi pengaruhpemberian jenis pakan alami yang berbeda terhadap sintasan larva abalon pada masa stadia awal. Penelitian menggunakan sembilan buah akuarium. masing-masing diisi 50 L air laut (salinitas 33-34 ppt) yang telah disaring dengan kantong filter.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN DAN DAERAH PENANGKAPAN HIU BOTOL (Centrophoridae) YANG DIDARATKAN DI TENAU, NUSA TENGARA TIMUR Andrias Steward Samusamu; Dharmadi Dharmadi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.767 KB) | DOI: 10.15578/jppi.23.2.2017.89-98

Abstract

Hiu botol merupakan jenis ikan hiu yang bernilai ekonomis tinggi, karena dapat menghasilkan minyak ikan dari ekstrak hati dinamakan squalen. Pada umumnya, hiu botol hidup di perairan Samudera Hindia pada kedalaman lebih dari 100 meter, namun sampai saat ini penyebarannya belum banyak diketahui. Selain itu, informasi terkait komposisi jenisnya masih sangat terbatas. Tulisan ini bertujuan mengkaji komposisi hiu botol yang tertangkap rawai dasar dan daerah penangkapannya di perairan Samudera Hindia yang berbasis di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Data diperoleh dari survei lapangan dan wawancara dengan nelayan penangkap hiu di daerah Tenau, periode bulan Januari-Desember 2016. Hasil kajian menunjukkan bahwa hiu botol yang menjadi target penangkapan terdiri atas tiga jenis yaitu; Centrophorus squamosus (10-13%), Centrophorus granulosus (15-20%), dan Centroscymnus coelolepis (sekitar 40%). Prosentase hiu botol yang di Samudera Hindia berkisar 0,01-0,04 % dari total tangkapan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tenau. Sedangkan, prosentase hiu botol periode tahun 2011-2014 relatif besar dibandingkan dengan hasil tangkapan jenis hiu lainnya. Namun, pada periode 2012-2014 hasil tangkapan hiu botol cukup fluktuatif dan cenderung menurun. Hal ini mengindikasikan bahwa populasi sumber daya jenis hiu ini telah terjadi penurunan. Hasil tangkapan hiu botol tertinggi terjadi pada bulan Januari-Februari dan Agustus-September, yang tertangkap di wilayah perairan Selatan Pulau Rote, Timor dan Sabu. Daerah penangkapan potensial hiu botol berada pada koordinat 1240-1280 BT dan 100-110 LS pada kedalaman antara 200-800 meter. A dogfish shark has a high economic value, especially its liver oil, namely squalen. In general, a dogfish sharks live in the waters of the Indian Ocean at a depth of over 100 meters, but its distribution and composition has not been well documented. This paper aims to describe the composition of sharks caught by bottom longlines operated in the Indian Ocean landed at Kupang, East Nusa Tenggara. Data obtained from field surveys and interviews with shark fishermen from Tenau in January-December 2016. The results showed that the dogfish shark consisted of three species: Centrophorus granulosus, Centrophorus squamosus and Centroscymnus coelolepis. The percentage of dogfish sharks in the Indian Ocean ranged from 0.01 to 0.04% of the total catch landed at Tenau. While the percentage of dogfish shark in period 2011 - 2014 was relatively large compared to the catch of other species of sharks. However, in period 2012 - 2014 dogfih shark catches fluctuated and tended to decrease. This indicates that the population decline of this species. The highest catches of dogfish shark occurred in January-February. During August-September sharks were caught in the territorial waters of the South Island of Rote, Timor and Sabu. Potentially fishing areas of dogfish shark would be located at 124o-128o E and 10o-11o S with depths between 200-800 meters. 
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BIOAKTIF SPONGE UNTUK PENANGGULANGAN BAKTERI Aeromonas sp. PADA NENER BANDENG, Chanos chanos Forskal Muliani Muliani; Emma Suryanti
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4521.835 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.2.2002.61-65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan bioaktif sponge terhadap penanggulangan penyakit bakteri, Aeromonas sp. pada ikan bandeng (Chanos chanos Forsk.).
KARAKTERISTIK DAGING IKAN MAS (Cyprinus carpio) YANG DIBERI PAKAN DENGAN KADAR LEMAK YANG BERBEDA Ningrum Suhenda; Ongko Praseno
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3747.812 KB) | DOI: 10.15578/jppi.6.1.2000.13-18

Abstract

percobaan untuk melihat pengaruh pakan dengan kadar lemak berbeda terhadap kualitas daging ikan mas telah dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap, ernpat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan adalah pakan bentuk pelet yang mengandung lemak sebesar 4%, 6%, 8%. dan 10% dengan kandungan protein sama yaitu 30% yang diberikan sekenyangnya penyesuaian jumlah pakan yang diberikan dilakukan tiap dua minggu setelah dilakukan penimbangan ikan.
PENGARU H SU PLEMENTASI-ASKORBI L.2.FOSFAT MAG N ESI U M SEBAGAI SUMBER VITAMIN C DALAM RANSUM TERHADAP PERKEMBANGAN GONAD DAN MUTU TELUR IKAN BANDENG (Chanos chanos Forskal) Zafril Imran Azwar; Agus Prijono; Tony Setiadharma; Tatam Sutarmat
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6508.15 KB) | DOI: 10.15578/jppi.7.2.2001.40-48

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis L-askorbil-2-fosfat magnesium sebagai sumber vitamin C terhadap perkembangan gonad dan mutu telur ikan bandeng (Chanoschanos Forskal) telah dilakukan di Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol.
KARAKTERISTIK FISIKA KIMIA DAN BIOIOGI PERAIRAN DANAU TEMPE DI SEKITAR SOPPENG SEBAGAI DASAR TEKNIK PENGELOLAAN SUMMBER DAYA PERIKANAN TANGKAP Supriyono Eko Wardoyo; Irin lriana; Bambang Priono
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5390.673 KB) | DOI: 10.15578/jppi.1.1.1995.76-85

Abstract

Danau Tempe merupakan danau terbesar di Propinsi Sulawesi Selatan Wilayah perairan danau ini meliputi Kabupaten Vajo, Sidrap dan Soppeng. Sebenarnya Danau Tempe merupakan kesatuan dari tiga danau, yaitu Danau Tempe itu sendiri, danau Sidereng dan danau Buaya
PERIKANAN PARI ARTISANAL DI LAUT JAWA Agustinus Anung P. Widodo; Johanes Widodo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9057.361 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.7.2003.37-48

Abstract

Penelitian mengenai perikanan pari artisanal di perairan Laut Jawa telah dilakukan dalam tahun 2002- 2003 melalui: (i) observasi di pusat-pusat pendaratan ikan (DKl Jakarta, Cirebon, Pekalongan, Juwana, dan Brondong), (ii) observasi di atas kapal, dan (iii) enumerator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap penting pada perikanan pari artisanal berupa jaring dogol, jaring liongbun, dan pancing senggol.
ANALISIS SOSIO.EKONOMI TERHADAP PRAKTEK PENANGANAN MUTU IKAN PELAGIS KECIL DI TEMPAT PELELANGAN IKAN BLANAKAN DAN PEKALONGAN A.H. Purnomo; Subaryono Subaryono; Suryanti Suryanti; E.S. Heruwati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4061.619 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.7.2002.1-8

Abstract

Makalah ini didasarkan pada hasil penelitian yang dilaksanakan pada bulan Juli 2002, di dua lokasi penelitian, yaitu Blanakan (Jawa Barat) dan Pekalongan (Jawa Tengah), dengan maksud untuk mengetahui penyebab terjadinya susut pasca panen hasil pendaratan ikan pelagis kecil di kedua lokasi tersebut.
BUDIDAYA TERPADU IKAN BANDENG, Chonos chanos DAN AYAM BURAS DENGAN TIPE KANDANG BERBEDA Utojo Utojo; Brata Pantjara; Abdul Mansyur; Markus Mangampa
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5198.88 KB) | DOI: 10.15578/jppi.4.1.1998.67-74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tipe kandang ayam yang berbedaterhadap pertumbuhan bobot, sintasan, dan produksi ikan bandeng di tambak. Penelitian berlangsung selama 75 hari dengan menggunakan 9 petakan tambak masing-masing berukuran 1.000 m2 dengan kedalaman air 70-80 cm.
SISTEM PEMASARAN IKAN DI KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Manadiyanto Manadiyanto; Riyanto Basuki; Sarjana Sarjana
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5309.904 KB) | DOI: 10.15578/jppi.2.3.1996.56-64

Abstract

pemasaran adalah suatu mata rantai penting dalam kegiatan perikanan. Usaha pemasaran dapat berperan dalam pembentukan harga, penyerapan produksi, tumbuhnya industri perikanan dan peningkatan pendapatan pelaku pemasaran.

Page 65 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue