cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN KELEMBAGAAN SISTEM USAHA PERIKANAN (SUP) BUDIDAYA IKAN PATIN DI PROPINSI JAWA BARAT Yayan Hikmayani; Sonny Koeshendrajana; Abdul Wahid; Zahri Nasution
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9079.385 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.6.2003.11-22

Abstract

Riset yang bertujuan mengetahui aspek sosial ekonomi dan kelembagaan sistem usahaperikanan (SUP) budidaya ikan patin telah dilakukan di Jawa Barat pada tahun 2002. Riset dilakukan menggunakan metode survai dengan menerapkan teknik wawancara terstruktur yang dipandu daftar pertanyaan. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif yang diinterpretasikan menggunakan metode logik.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI SENYAWA GLIKOSAMINOGLIKAN DARI ORGAN IKAN PARI (Trygon sepfren) Thamrin Wikanta; Riyadini Perwita; Prih Sarnianto; Murdinah Murdinah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4950.427 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.6.2002.11-20

Abstract

Tulisan ini melaporkarq hasil penelitian tentang isolasi dan karakterisasi senyawaglikosaminoglikan dari beberapa organ ikan pari (Trygon sephen) yang mencakup proses ekstraksi melalui tahapan pencernaan, presipitasi dan pemurnian, serta identifikasi senyawa menggunakan teknik spektrofotometri inframerah, khromatografi cair kinerja tinggi dan elektroforesis.
PENGARUH KEDALAMAN AIR TAMBAK TERHADAP PERKEMBANGAN GONAD INDUK UDANG WINDU (Penaeue monodon) Bambang Susanto; Samuel Lante; Haryanti Haryanti; Made Suastika
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4204.807 KB) | DOI: 10.15578/jppi.4.4.1998.47-53

Abstract

Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beda kedalaman air, yaitu antara100-125 cm dan 150-175 cm terhadap tingkat perkembangan gonad induk udang windu yang berasal dari tambak budidaya.
PEMANFAATAN FITOPLANKTON UNTUK MENEKAN PERKEMBANGAN BAKTERI BERCAHAYA (Vibrio harveyi) Imam Taufik; Zafran Zafran; Isti Koesharyani; Des Roza Boer
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3301.125 KB) | DOI: 10.15578/jppi.2.2.1996.37-41

Abstract

Penyakit yang disebabkan oleh Vibrio harueyr merupakan kendala bagi usaha perbenihan udang windu (Penacua mondon). Upaya pemberantasan dengan menggunakan antibiotik telah banyak dilakukan tetapi hasil yang dicapai belum nemuaekan. Sehubungan dengan hal tersebut perlu dicari metode penanggulangan yang lebih efektif dan aman, di antaranya secara biologis dengan menggunakan fitoplankton.
PENGARUH PERLAKUAN LARUTAN PERENDAM TERHADAP KADAR UREA DAGING CUCUT SEGAR DAN MUTU DAGING ASAPNYA Mohammad Saleh; Irwandi Irwandi; F.G. Winarno; Y Haryadi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5513.793 KB) | DOI: 10.15578/jppi.1.3.1995.109-123

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan tiga macam perlakuan larutan perendamdaging ikan cucut, yaitu: dalam (i) larutan enzim urease 0,025% (A1), (ii)larutan asemasetat 2% dan dilanjutkan dalam larutan garam 10% (A2), dan (iii) larutan enzim urease 0,025% dilanjutkan dalam larutan asam asetat 2% dan akhirnya dalam larutan garam 10% A3. Lama perendaman pada tiap tiap larutan tersebut adalah 20 menit.
HUBUNGAN ANTARA KONDISI OSEANOGRAFI DAN DISTRIBUSI SPASIAL IKAN PELAGIS DI WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA (WPP NRI) 712 LAUT JAWA Asep Ma'mun; Asep Priatna; Khairul Amri; Erfind Nurdin
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.522 KB) | DOI: 10.15578/jppi.25.1.2019.1-14

Abstract

Kepadatan dan penyebaran sumber daya ikan di perairan banyak dipengaruhi oleh variasi kondisi oseanografinya. Untuk mengkaji interaksi antara kondisi oseanografi dengan sebaran spasial ikan pelagis di Laut Jawa, telah dilakukan penelitian hydro acoustic dengan menggunakan KR. Bawal Putih III pada 17 Oktober-11 November 2017. Akuisisi data akustik menggunakan multi beam Simrad ME (70-120 kHz) dengan posisi transduser dipasang pada lunas kapal. Parameter lingkungan (oksigen, pH, salinitas, klorofil, suhu) diukur menggunakan CTD SBE 19 plus V2 dan parameter oseanogafi fisik (arah dan kecepatan arus) menggunakan ARM current meter, keduanya diturunkan secara vertikal sesuai kedalaman pada 48 stasiun. Analisa korelasi antara parameter oseanografi dengan kelimpahan ikan dan distribusi spasial menggunakan analisis statistik PCA (Principal Component Analysis). Hasil penelitian menunjukkan densitas ikan pelagis dipengaruhi secara berturut-turut oleh salinitas, oksigen, klorofil, pH dan suhu. Urutan ini didasarkan pada jarak dan kedekatan terhadap garis yang dibentuk faktor lingkungan terhadap titik pusat korelasi. Komponen lingkungan yang memiliki interaksi langsung dengan kelimpahan ikan pelagis adalah salinitas dan oksigen. Kedua faktor ini merupakan faktor utama dalam kegiatan osmoregulasi dan pembentukan energi untuk tubuh ikan, sementara keempat faktor lingkungan lainnya (klorofil pH, suhu dan kecepatan arus) berkorelasi secara parsial terhadap keberadaan ikan pelagis.The density and distribution of fish resources in the waters are much influenced by variations in oceanographic conditions. To examine interaction between oceanographic condition with spatial distribution of pelagic fish in Java Sea, hydroacoustic research was done using KR. Bawal Putih III on October 17 to November 11, 2017. Acoustic data acquisition used Simrad ME multi beam (70-120 kHz) with the position of the transducer installed on the keel. Environmental parameters (oxygen, pH, salinity, chlorophyll, temperature) were measured using the SBE 19 plus V2 CTD and physical oceanographic parameter (current direction and speed) using the ARM current meter, both are lowered vertically according to depth at 48 station. Correlation analysis between oceanographic parameter with fish abundance and spatial distribution using PCA (Principal Component Analysis) statistical analysis. Results show that density of pelagic fish was influenced respectively by salinity, oxygen, chlorophyll, pH and temperature. This sequence based on distance and proximity to the line formed by environmental factors towards the center of correlation. The environmental components that have a direct interaction with the abundance of pelagic fish are salinity and oxygen. These two factors are the main factors in osmoregulation and energy formation for fish bodies, while the other four environmental factors (chlorophyll pH, temperature and current velocity) correlate partially to the presence of pelagic fish. 
TEKNOLOGI KEJUTAN PANAS (HEAT.SHOCK) DALAM MENUNJANG PRODUKS| MASSAL PERCIL KATAK BENGGALA, Rana catesbeiana Dewa Gede Raka Wiadnya; Anik M. Hariati; A.P. Mahendra; Yanti Suryanti
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6471.353 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.3.2002.45-51

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Budidaya Perikanan Fakultas Perikanan UNIBRAW Malang, pada bulan September sampai dengan Desember 1998. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempercepat pertumbuhan dan metamorfosis kecebong katak benggala, Rana catesbeiana (Shaw). Penelitian dilakukan dalam dua unit resirkulasi sistem biofilter, masing-masing dilengkapidengan 12 akuarium.
INDIKATOR UMBALAN DILIHAT DARIASPEK KUALITASAIR DI PERAIRAN WADUK DJUANDA, JATILUHURJAWA BARAT Adriani Sri Nastiti; Krismono Krismono
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7416.921 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.4.2003.73-85

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendapatkan data dan informasi kualitas air di Waduk Djuanda, Jatiluhur sebagai dasar untuk mengetahui tanda-tanda akan terjadinya umbalan.
LAJU TANGKAP, HASIL TANGKAPAN MAKSIMUM (MSY), DAN UPAYA OPTIMUM PERIKANAN UDANG DI PERAIRAN LAUT ARAFURA Badrudin Badrudin; Bambang Sumiono; Narida Wirdaningsih
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4833.862 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.4.2002.23-29

Abstract

Laut Arafura adalah salah satu daerah penangkapan udang yang sangat penting di lndonesia. Meskipun usaha perikanan udang di Laut Arafura sudah dimulai sejak tahun 1960-an, data 'catch' dan 'efforf yang tersedia untuk dianalisis dapat dikatakan masih minimal. Data yang dianalisis berasal dari perusahaan penangkapan yang berbasis di Sorong.
PEMELIHARAAN LARVA IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) DENGAN PADAT PENEBARAN YANG BERBEDA Yunus Yunus
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3576.136 KB) | DOI: 10.15578/jppi.6.3-4.2000.58-62

Abstract

Dalam usaha pembenihan ikan kakap putih, informasi tentang padat penebaran yangoptimai merupakan hal yang sangat penting dalam upaya mendapatkan produksi benih yang optimal. Dua percobaan dilakukan untuk mengetahui padat penebaran yang optimal dalam pemeliharaan larva ikan kakap putih di laboratorium. Pada percobaan pertama larva dipelihara dari saat menetas sampai dengan larva berumur 12 hari

Page 63 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue