cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
RASIO AREA OTAK DAN ORGAN PENGLIHATAN KERAPU MACAN (Ephinephelus fuscoguttatus) HUBUNGANNYADENGAN POLAMAKAN Aristi Dian Purnama Fitri; Ari Purbayanto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.113 KB) | DOI: 10.15578/jppi.14.4.2008.345-351

Abstract

Otak merupakan cerminan indera-indera yang berfungsi dan berkembang pada ikan. Pemahaman tentang otak ikan akan sangat membantu dalam mempelajari adaptasi tingkah laku ikan. Ikan kerapu macan (Ephinephelus fuscoguttatus) merupakan jenis ikan yang hidup di wilayah eufotik dengan habitat kompleks, di mana ikan-ikan yang hidup pada habitat yang kompleks memiliki area otak telencephalon yang besar dan organ penglihatan yang lebih baik. Penelitian ini menggambarkan seberapa penting organ penglihatan yang dicerminkan oleh struktur otak Ephinephelus fuscoguttatus dalam hubungan dengan pola aktivitas makan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen laboratorium. Ephinephelus fuscoguttatus yang digunakan memiliki panjang total rata-rata 225 sampai dengan 280 mm. Data penelitian meliputi rasio bobot otak dan data fisiologi organ penglihatan serta waktu respon makan Ephinephelus fuscoguttatus. Data diuji secara statistik dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan persentase rasio area optic tectum lebih tinggi dibandingkan dengan persentase rasio area otak yang lain, yaitu 40,87 sampai dengan 49,13%. Hal tersebut, mengindikasikan bahwa indera yang berkembang adalah penglihatan. Kemampuan jarak pandang maksimum (maximum sighting distance) Ephinephelus fuscoguttatus 3,93 sampai dengan 4,74 m untuk benda berdiameter 20 mm, 4,91 sampai dengan 5,92 m untuk benda berdiameter 25 mm, serta 5,89 sampai dengan 7,11 m untuk benda berdiameter 30 mm. Pola makan Ephinephelus fuscoguttatus yang diasumsikan sebagai waktu respon makan antara kondisi siang dan malam hari tidak berbeda nyata (nilai t-hitung 1,37). Dapat diklarifikasi bahwa Ephinephelus fuscoguttatus dikelompokkan sebagai ikan karang dengan pola aktivitas makan crescupular yang menggunakan organ penglihatan untuk mencari makan.  Brain is reflection of senses which is functioning and growing in fish. Understanding about fish brain would hardly assist in studying adaptation of fish behaviour. Ephinephelus fuscoguttatus is a type of fish living in euphotic zone with complex habitat. The fish that lives at complex habitat have a big brain area of telencephalon which indicate better vision organ. This research describes how the important of vision organ that expressed by brain structure of Ephinephelus fuscoguttatus related to its feeding activity pattern. Research was done using laboratory experiment method. Ephinephelus fuscoguttatus used has average total length of 225 to 280 mm. Research data covered brain weight ratio and data of visual organ and response time for feeding of Ephinephelus fuscoguttatus. Data were statistically tested using t student test. The result showed ratio area of optic tectum was higher (40.87 to 49.13%) compared to other brain area. This condition indicates that visual sense of Ephinephelus fuscoguttatus is well developed compared to other senses. The maximum sighting distance of Ephinephelus fuscoguttatus was 3.93 to 4.74 m for visual object of 20 mm diameter, 4.91 to 5.92 m for object of 25 mm and 5.89 to 7.11 m for object of 30 mm. The feeding pattern of Ephinephelus fuscoguttatus assumed as response time for feeding between noon and night time condition was not significantly (t-test was 1.37). It can be clarified that Ephinephelus fuscoguttatus grouped as reef fish with crescupular activity pattern that use their visual organ for feeding activity.
PENENTUAN TINGKAT TOLERANSI BENIH IKAN SIDAT (Anguilla bicolor) TERHADAP PENC EMARAN SURFAKTAN DETERJEN Imam Taufik; Siti Subandiyah; Yosmaniar Yosmaniar
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3423.523 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.1.2005.95-103

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui daya toleransi benih ikan sidat terhadap pengaruh letal dan subletal dari surfaktan deterjen. Penelitian dilakukan di Instalasi Riset Lingkungan Perikanan Budidaya & Toksikologi, Cibalagung-Bogor dan Unit Pembenihan Udang catah, Sukabumi.
ESTIMASI KEBUTUHAN KADAR PROTEIN OPTIMAL UNTUK PERTUMBUHAN BENIH IKAN TAWES (Puntius gonionotusl I Nengah Sweta Rabegnatar; Evi Tahapari
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4260.494 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.2.2002.21-29

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi dalam upaya penyediaan benih ikan tawes dalam jumlah yang cukup dan berlanjut adalah belum tersedianya pakan buatan yang bermutu tinggi dan ekonomis bagi benih ikan tawes
KEBUTUHAN PROTEIN OPTIMAL PADA PAKAN BENIH IKAN SIDAT (Anguilla bicolor) Hidayat Djajasewaka; Evi Tahapari
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3692.542 KB) | DOI: 10.15578/jppi.5.1.1999.64-68

Abstract

Tujuan Ini Untuk Mendapatkan Pakan Dengan Kandungan Protein Optimal Untuk Pertumbuhan Dan Sintasan Benih Ikan Sidat.
PERCOBAAN PENGENDALIAN BAKTERI BERCAHAYA, Vibrio harveyi YANG BERASAL DARI LARVA KEPITING BAKAU, Scylla serrata SECARA "IN VITRO" DENGAN BERBAGAI JENIS ANTIBIOTIK Ibnu Rusdi; Zafran Zafran
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1846.906 KB) | DOI: 10.15578/jppi.4.2.1998.86-90

Abstract

Uji secara "in vitro" tiga jenis bahan kimia (antibiotik), masing-masing adalah Oksitetrasiklin, Prefuran, dan Furazolidon dalam menanggulangi Vibria harveyi yang diisolasi dari larva kepiting bakau, Scylla serrato sakit dilakukan di Loka Penelitian Perikanan Pantai Gondol, Bali. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi terendah yang efektif menghambat pertumbuhan V. harueyi dan efektivitasnya dalam menekan mortalitas larva akibat serangan V. harueyi. Oksitetrasiklin, Prefuran, dan Furazolidon efektif menghambat pertumbuha n V. harueyipada konsentrasi masing-masing 6,25;12,5O; dan 12,50 mg/L. tlasil aplikasi dalam pemeliharaan larva ternyata ketiga jenis antibiotik tersebut mampu menekan mortalitas larva akibat serangan V. harueyi.
PERTAMBAHAN BOBOT DAN TINGKAT SINTASAN IKAN BETUTU (Oxyeleotris marnxorata Blkr) DENGAN PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA Zainal Arifin; Rupawan Rupawan
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2555.086 KB) | DOI: 10.15578/jppi.3.3.1997.22-26

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan betutu (Oxyeleotris marmorata Blkr) yang dipelihara clalam hampang.Benih ikan betutu dengan bobot rata-raLa 176,2 gram dipelihara selama 180 hari dengan padat tebar 8 ekor per meter persegi. Sebagai perlakuan adalah 3 macam pakan; ikan hidup, rucah segar dan gondang segar. Pakan diberikan sekali setiap hari sebanyak 3% bobot biomasa dan diberikan pada waktu sore hari.
PENGARUH PEMOTONGAN TANGKAI MATA (ABLASI) TERHADAP PERTUMBUHAN JUVENIL UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) Wartono Hadie; Sri Rejeki; Lies Emmawati Hadie
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4620.412 KB) | DOI: 10.15578/jppi.1.1.1995.37-44

Abstract

Penelitian ablasi mete secara unilateral dan bilateral di laboratorium dilakukan terhadap stadium juvenil udang galah (Macrobrachium rosenbergii) dengan tujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan daya kelangsungan hidupnya.
KONDISI TERUMBU KARANG, LAMUN DAN MANGROVE DI SUAKA ALAM PERAIRAN KABUPATEN RAJA AMPAT PROVINSI PAPUA BARAT Indarto Happy Supriyadi; Hendrik Alexander Cappenberg; Jemmy Souhuka; Petrus Christianus Makatipu; Muhammad Hafizt
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7354.694 KB) | DOI: 10.15578/jppi.23.4.2017.241-252

Abstract

Suaka Alam Perairan (SAP) Raja Ampat memiliki ekosistem karang dengan nilai keanekaragaman spesies dan biota asosiasinya seperti ikan coralivora, herbivora, karnivora dan megabentos yang relatif tinggi. Keterkaitan ekosistem karang dengan ekosistem lainnya (lamun dan mangrove) masih terjaga dengan baik dalam perairan yang dilindungi. Namun keberadaan tiga ekosistem di Raja Ampat juga rentan terhadap perubahan lingkungan alam dan tekanan manusia. Tulisan ini bertujuan untuk menyediakan data dan informasi tentang kondisi awal karang, lamun dan mangrove yang dapat dijadikan referensi penilaian untuk ketiga ekosistem tersebut. Metode pengamatan kondisi karang, padang lamun dan mangrove menggunakan pedoman standar COREMAP-CTI 2014. Berdasarkan analisis citra landsat dapat dihitung luas habitat perairan dangkal (karang, pasir, padang lamun dan mangrove) adalah 3.521 ha. Ditemukan 108 spesies keanekaragaman karang dan persentase karang hidup (32,24%), sehingga termasuk kategori “sedang”. Hanya enam spesies lamun ditemukan dan kondisinya ‘sehat’ atau ‘baik’. Ditemukan 15 spesies mangrove, dua spesies diantaranya dominan yaitu Rhizophora apiculata dan Bruguiera gymnorhiza dengan kategori kondisi “baik”. Ekosistem karang, lamun dan mangrove merupakan ekosistem yang saling mendukung dalam peran dan fungsinya terhadap keberadaan sumber daya perikanan. Oleh karena itu, pemantauan secara berkala potensi ketiga ekosistem adalah penting dalam upaya menjaga keberlanjutan terhadap ketersediaan sumber daya perikanan.Natural Sanctuary of Waters (NSW) Raja Ampat with coral ecosystem and abundance of associated biota such as coralivora fish, herbivores, carnivores and megabenthos are relatively high. Linkage coral ecosystem to another ecosystem (seagrass and mangroves) is still good in preserve waters. However the existence of three ecosystems in Raja Ampat is also vulnerable to the environmental changes and human activity. The goal of this study is to provide data and preliminary information of the coral condition, seagrass and mangroves and should be used to reference assessment of those ecosystems. Method of ground ckeck on the condition of the coral, seagrass and mangrove was done by using standard COREMAP-CTI 2014. Based on the analysis of Landsat imagery it can be calculated the area of coastal waters (coral reef, sand, seagrass beds and mangroves) of about 3,521 ha. It was found the diversity of coral of 108 species and the percentage of live coral about 32.24% likely belong to the category of “moderate”. Only six species of seagrass was found and the condition of segrass was ‘healthy’ or ‘good’. Fifteen species of mangrove were found, two of them were dominant species such as: Rhizophora apiculata and Bruguiera gymnorhiza, the condition was categoried fairly “good”. Coral reefs, seagrass and mangrove ecosystems are together to support the role and functions to the existence of fisheries resources. Therefore, monitoring periodically of the potential of three ecosystems will be very important important to keep the sustainable uitlization utilisation of fisheries resources.
KELIMPAHAN DAN KERAGAMAN PLANKTON DI DANAU ARANG-ARANG, JAMBI Susilo Adjie; Samuel Samuel; Subagdja Subagdja
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4086.552 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.7.2003.1-7

Abstract

Pengamatan kelimpahan dan keragaman plankton telah dilakukan di Danau Arang-Arang, Jambi pada Bulan Juli, Agustus, September, November, dan Desember tahun 2000 dengan menetapkan 4 stasiun pengamatan yaitu inlet, tengah, outlet, dan hutan rawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keragaman plankton dalam kaitannya dengan kesuburan perairan.
PENGARUH POLA PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PRODUKSI BENIH RAJUNGAN (Portunus pelagicus) SKALA MASSAL Bambang Susanto; Muhammad Marzuqi; lrwan Setyadi; Dewi Syahidah; Ngurah Permana; Haryanti Haryanti
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4051.053 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.7.2005.27-34

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola pemberian pakan yang tepat dalam pemeliharaan larva rajungan skala massal. Penelitian menggunakan bak beton berbentuk bulat volume 3.000 liter yang dilengkapi dengan sistem aerasi, dan ditebar larva (zoea-1) dengan kepadatan 75 ind./L

Page 73 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue