cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN GONAD EMPAT STOK IKAN BAUNG (Mystus nemurus) GENERAS| PERTAMA Ningrum Suhenda; Rusmaedi Rusmaedi; Atmadja Hardjamulia
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10005.463 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.5.2002.19-30

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan tahun 1999 dan bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan gonad empat stok ikan baung (Mysfus nemurus) generasi pertama.
PENGARUH SUBSTITUSI ALGA Nannochloropsis oculata DENGAN PAKAN BUATAN DALAM BUDI DAYA ROTIFER (Brachionus plicatilis) Yunus Yunus; Ketut Suwirya
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5698.165 KB) | DOI: 10.15578/jppi.5.2.1999.6-13

Abstract

Budi daya rotifer umumn)'a menggunakan pakan berupa fitopiankton
PENINGKATAN RESPON KEBAL NON-SPESIFIK PADA IKAN LELE DUMBO (Clarias sp.) DENGAN PEMBERIAN IMUNOSTIMULAN ( B -GLUCAN) Akhmad Rukyani; Evi Silvia; Agus Sunarto; Taukhid Taukhid
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8136.119 KB) | DOI: 10.15578/jppi.3.1.1997.1-10

Abstract

Imunostimulan merupakan alternatif untuk penggunaan vaksin dan antibiotik dalamperlindungan terhadap serangan penyakit ikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dosis efektif imunostimulan yang dapat meningkatkan respon kebal nonspesifik pada ikan lele dumbo (Clarias sp.)
UJI PATOGENISITAS BAKTERI Vibrio YANG DOMINAN DI PANTI BENIH SKALA RUMAH TANGGA TERHADAP LARVA BANDENG (Chanos chanos Forsskal) Des Roza; Titik Aslianti; Zafran Zafran; Imam Taufik
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20024.353 KB) | DOI: 10.15578/jppi.2.3.1996.33-64

Abstract

Kematian masal larva bandeng di panti benih skala rumah penyebabnya diduga akibat serangan bakteri Vibrio. Penelitian ini untuk mengetahui jenis bakteri vibrio yang dominan serta tingkat patogenisitasnya terhadap larva bandeng dilakukan di Gondol dari bulan Juli 1994 - Januari 1995.
PENGGUNAAN SARIBUAH NENAS DAN H2SO4 DALAM PEMISAHAN SERAT TELUR IKAN TERBANG (Cypsilurus spp.) Boetje Rumahrupute; Luthfie Hutuely; Husen Pelu
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1308.366 KB) | DOI: 10.15578/jppi.1.4.1995.71-78

Abstract

Penelitian terhadap penggunaan saribuah nenas dan H2SO4 telah dilakukan untukmemudahkan pemisahan serat telur ikan terbeng (cypsilurus spp.).
KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN KEPITING BAKAU (Scylla spp.) DI KAWASAN HUTAN BAKAU PASAR BANGGI, REMBANG Danang Setyo PAMBUDI; Agung Budiharjo; Sunarto Sunarto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.794 KB) | DOI: 10.15578/jppi.25.2.2019.93-102

Abstract

Pantai utara Rembang memiliki kawasan hutan bakau yang masih tersisa di Jawa Tengah. Salah satu habitat kepiting bakau (Scylla spp.) yang penting terdapat di pantai Pasar Banggi. Penangkapan secara intensif menggunakan alat tangkap bubu kepiting. Tingginya permintaan pasar terhadap kepiting bakau mengakibatkan aktivitas penangkapan di pantai Rembang dan sekitarnya berlangsung terus-menerus sehingga dikhawatirkan mengancam kelestariannya. Penelitian ini akan mendata dan menganalisa kelimpahan dan keanekaragaman kepiting bakau di pantai Pasar Banggi yang dilakukan pada bulan Februari-Maret 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah line transek kuadrant. Pengamatan dilakukan pada 3 (tiga) stasiun, dimana masing-masing stasiun mempunyai 9 plot yang berukuran 10 x 10m. Pengambilan tangkapan kepiting dilakukan sebanyak 4 (empat) ulangan. Selanjutnya dihitung indek kelimpahan relatif (IKR) dan indek keanekaragaman Shannon-Winner (H’) di setiap stasiun penelitian. Hasil penelitian menunjukkan IKR di setiap stasiun relatif tinggi. Nilai tertinggi (37,74%) terdapat pada stasiun 2 dan terendah (25,16%) pada stasiun 1. Berdasarkan jenisnya, IKR tertinggi (53,5%) terdapat pada Scylla tranquebarica dan terendah (20,8%) pada jenis Scylla serrata. Indeks keanekaragaman (H’) rata-rata di semua stasiun penelitian relatif rendah. Nilai H’ tertinggi (1,060) terdapat di stasiun 2 dan terendah (0,697) di stasiun 1. Disarankan segera dilakukan pengelolaan kawasan hutan bakau di pantai Pasar Banggi sehingga sumberdaya kepiting bakau (Scylla spp.) dapat terus berkelanjutan.The north coast of Rembang have mangrove forest that remaining area in Central Java, One of the important habitat of mangrove crab (Scylla spp.) was Pasar Banggi coast. Trap net as the main fishing gear used for mangrove crab in those areas. The high market demand for the mangrove rab their sustainability. This research will record and analyze the abundance and diversity of mangrove crabs on the Banggi Market beach conducted in February-March 2019 by using quadrant transect line methods. Observation made consist of 3 (three) stations where each station has 9 plots with the size of plot of 10 x 10m. Furthermore, the relative abundance indices (IKR) and diversity indices of Shanon-Wienner (H’) were calculated for each station. The results showed that the value of IKR in each station was relatively high. The highest value (37.74%) found at station 2 and the lowest (25.165) at station 1. Based on the species caught, the highest IKR (53.5%) was species of Scylla tranquebarica and the lowest (20.8%) was Scylla serrata The average of H’ were low relativelly for all stations with the highest value (1.060) at station 2 and the lowest (0.697) at station 1. It is recommended that mangrove management be carried out in Pasarbanggi coast immediately so that the utilization of mangrove crab resources can continue. 
PERTUMBUHAN POPULASI ROTIFER (Brachionus rotundiformis) TIPE-SS PADA SUHU YANG BERBEDA DI LABORATORIUM Ibnu Rusdi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1934.635 KB) | DOI: 10.15578/jppi.3.4.1997.62-66

Abstract

Rotifer (Brachionus rotundiformis) adalah rnikroorganisme dari jenis zooplankton yang memegang peranan penting dalam perbenihan ikan laut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu air media terhadap  pertumbuhan populasi rotifer, B. rotundiformis tipe-SS asal tambak di Situbondo-Jawa Timur yang dilakukan dalam skala laboratorium.
ASPEK BIOLOGI, DINAMIKA POPULASI DAN KEPADATAN STOK UDANG JERBUNG (Penaeus merguiensis de Man, 1888) DI HABITAT ASUHAN ESTUARIA SEGARA ANAKAN, CILACAP Karsono Wagiyo; Adrian Damora; Andina Ramadhani Putri Pane
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.997 KB) | DOI: 10.15578/jppi.24.2.2018.127-136

Abstract

Estuaria Segara Anakan merupakan habitat asuhan utama udang jerbung (Penaeus merguiensis de Man, 1888). Informasi mengenai status stok sumberdaya udang jerbung di estuaria Segara Anakan sangat penting untuk penerapan pengelolaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi tentang aspek biologi, dinamika populasi dan kepadatan stok udang jerbung. Sampling dilakukan dengan metode survei pada musim timur dan musim peralihan II pada tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan udang jerbung bersifat allometrik negatif. Nisbah kelamin udang jerbung tidak seimbang, populasi udang betina lebih besar dibandingkan populasi udang jantan. Udang jerbung mempunyai rata-rata ukuran panjang pertama kali tertangkap (Lc)=17,15 mmCL, laju pertumbuhan (K)=1,47/tahun, panjang yang dapat dicapai (L”)=44,6 mmCL, laju kematian alami (M)=1,34/tahun, laju kematian karena penangkapan (F)=2,37/tahun dan laju pemanfaatan (E)=0,64. Laju tangkap udang jerbung pada musim timur 269 gr./jam dan pada musim peralihan II 186 gr/jam. Kepadatan stok udang jerbung pada musim timur adalah 22.634 gr/km2 dan pada musim peralihan II sebagai 13.253 gr/km2. Agar sumber daya udang di estuaria Segara Anakan terjaga kelestariannya, maka perlu dilakukan pengaturan ukuran mata jaring/peningkatan selektifitas alat, mengurangi intensitas penangkapan dan perbaikan kondisi lingkungan.Segara Anakan estuary is an primary nursery habitat  of banana prawn (Penaeus merguiensis de Man, 1888). Stock status information of banana prawn resources in Segara Anakan estuary is essential for the application of sustainable management. The objective of this research is to obtain data and information about biological aspect, population dynamics and stock density of banana prawn. Sampling was conducted by survey method on east monsoon and the second intermonsoon in 2013. The result of research shows that the growth pattern of banana prawn was allometric negative. Sex ratio of banana prawn  was unbalanced, female population greater than males  population. Banana prawn has a length at first capture (Lc)=17,15 mmCL, growth rate (K) = 1.47/year, natural mortality rate (M) = 1.34/year, fishing mortality rate (F) = 2.37/year and the rate of exploitation (E) = 0.64. Catch rate of banana prawn in the east monsoon season  was 269 gr./hours and in the second intermonsoon season was 186 gr/ hr. Stock density of banana prawn in east monsoon season was 22634 gr/km2 and in the second intermonsoon was 13253 gr/km2. For the sustainability banana prawn resources in the Segara Anakan estuary it  is necessary to regulate  mesh size of the net to increase the gear selectivity, reducing the fishing intensity and improving environmental conditions.  
PANJANG BOBOT DAN KOMPOSISI MAKANAN IKAN BUNTAL PISANG Lagocephalus lunaris (TETRAODONTIDAE) DI SUNGAI MUSI, SUMATERA SELATAN Ni Komang Suryati; Eko Prianto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 14, No 3 (2008): (September 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.695 KB) | DOI: 10.15578/jppi.14.3.2008.279-283

Abstract

Riset mengenai biologi ikan buntal pisang (Lagocephalus lunaris) dilakukan tahun 2007 di Sungai Musi. Tujuan riset yaitu untuk mengetahui karakteristik biologi yang meliputi distribusi panjang dan bobot ikan, hubungan panjang bobot, komposisi jenis makanan (menggunakan index of preponderance). Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara ukuran panjang dan bobot tubuh Ikan buntal pisang (Lagocephalus lunaris) menunjukkan allometrik negatif (b<3) yang berarti pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan bobot tubuh. Ikan buntal pisang (Lagocephalus lunaris) merupakan ikan karnivor yang makanan utamanya udang kecil (Crustacea). Research on biology of Lagocephalus lunaris was carried out in 2007 at Musi River. The purpose of the study is to know about biological characteristic such as distribution of length weight, relationship between length and weight, composition of the food (index of preponderance). The result shows that relationship between length and weight of Lagocephalus lunaris was negative allometrik (b<3), it means that the increase of length was faster than weight Lagocephalus lunaris was a carnivorous which the primary food is small shrimp (Crustacea).
PENGARUH KANDUNGAN PROTEIN DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NAPOLEON, Cheilinus undutatus Neltje N. Palinggi; Naftali Kabangnga; Aris G. Mangawe
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2725.59 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.1.2005.45-50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kandungan protein dalam pakan terhadap pertumbuhan ikan napoleon, Cheilinus undulatus. Kandungan protein pakan yang dicoba adalah25%, 30%, 35%,, 40%, 45%, dan 50%. lkan-ikan napoleon berbobot 263,82 + 9,28 g dipelihara dalam keramba jaring apung ukuran 1 x 1 x 1,2 m3 dengan kepadatan 7 ekor/keramba.

Page 74 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue