cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
RETENSI PROTEIN DAN PEMANFAATAN ENERGI PADA BENIH IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) YANG DIBERI PAKAN BERPROTEIN TINGGI Ningrum Suhenda; Evi Tahapari; Jacques Slembrouck; Yann Moreau
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3954.397 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.5.2004.65-69

Abstract

Untuk mempelajari pemanfaatan energi dan retensi protein pada Pangasius diambal, ikan diberi ransum yang kadar proteinnya tinggi, sehingga dapat diketahui berapa jumlah nutriea yang dikonversikan untuk pertumbuhan dan berapa yang dibakar (katabolisme). Benih ikan patin jambal dengan bobot awal rata-rata 6,4 g ditebar dalam tangki serat gelas volume 30 L sebanyak15 ekor ikan per tangki.
PENGGUNAAN EKSTRAK SPONS UNTUK PENANGGULANGAN . BAKTERI Vibrio sp. PADA UDANG WINDU Penaeus monodon Muliani Muliani; Emma Suryati; Taufik Ahmad
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5031.18 KB) | DOI: 10.15578/jppi.4.1.1998.109-115

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bioaktifspons terhadappenanggulangan bakteri Vibrio sp. pada udang windu P. monodon Penelitian dilakukan di laboratorium Balai Penelitian Perikanan Pantai, Maros yang meliputi beberapa tahapan kerja yaitu: (1) Isolasi dan iclentifikasi bakteri Vibrio sp. dari udang windu, (2) Perbanyakan bakteri Vibrio sp.
PENGARUH KEPADATAN PADA PENGANGKUTAN DENGAN SISTEM TERTUTUP TERHADAP DAYA TETAS TELUR BANDENG (Chanos chanos Forsskal) Tony Setiadharma; Agus Prijono; Taufik Ahmad
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3003.653 KB) | DOI: 10.15578/jppi.3.1.1997.68-72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan terhadap daya tetas telur bandeng setelah mengalami pengangkutan secara tertutup. Metode penelitian yang digunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan tiga kali ulangan.
PENGENDALIAN Vibrio harveyi SECARA BIOLOGIS MENGGUNAKAN BAKTERI JENIS LAIN SEBAGAI MUSUH ALAMINYA PADA LARVA UDANG WINDU Des Roza; Zafran Zafran; Imam Taufik; Moral Abadi Girsang
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5801.673 KB) | DOI: 10.15578/jppi.2.4.1996.6-14

Abstract

Vibrio harveyi merupakan ancaman serius pacla usaha pembenihan udang windu (penaeus monodon) yang menyebabkan kematian massal larva. Cara umum untuk pengenclalian penyakit ini biasanya dengan penggunaan bahan kimia maupun antibiotik tetapi kurang efektif karena tingkat keberhasilannya sangat bervariasi.
MODEL ESTIMASI KONSUMSI BAHAN BAKAR KAPAL IKAN HUHATE DAN RAWAI TUNA Suryanto Suryanto; Wudianto Wudianto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8963.304 KB) | DOI: 10.15578/jppi.23.2.2017.99-110

Abstract

Huhate dan rawai tuna merupakan alat tangkap utama untuk menangkap ikan tuna di perairan Indonesia. Hasil tangkapannya harus bersaing dalam perdagangan global dimana biaya bahan bakar merupakan faktor produksi yang dominan. Namun kebijakan Pemerintah terkait subsidi bahan bakar minyak terlalu sering berubah karena keterbatasan kemampuan keuangan Pemerintah. Disisi lain peraturan subsidi bahan bakar kapal perikanan yang berlaku kurang mencerminkan kondisi nyata armada perikanan Nasional. Oleh karena itu, perkiraan konsumsi bahan bakar yang diperlukan harus dilakukan secara cermat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model estimasi konsumsi BBM mesin induk dan mesin bantu, khususnya untuk armada huhate dan rawai tuna. Uji model Kleppesto, Digernes dan Hollenbach digunakan untuk mengestimasi daya mesin induk armada huhate dan rawai tuna berdasarkan data SIPI (Surat Ijin Penangkapan Ikan) dan pengukuran kecepatan kapal dilapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa model Kleppesto mendapatkan hasil lebih akurat. Selanjutnya model ini dipakai untuk memperkirakan faktor konsumsi BBM mesin induk dan mesin bantu (Cbbm) dengan 2 skenario efisiensi quasi propulsive optimis dan pesimis. Hasil penelitian menunjukan, dengan kedua skenario tersebut, Cbbm armada huhate dan rawai tuna didapatkan nilai 0,121-0,160 dan 0,136-0,180 (kg/HP.jam). Hal ini menjelaskan bahwa untuk mendapatkan faktor konsumsi BBM kapal ikan perlu memperhatikan jenis alat tangkap ikan yang digunakan. Pole and line and long line are main fishing gear for catching tuna in Indonesian seas. Their catches must compete in global trade where as fuel cost is a dominant production factor. However the Government’s policy on fuel subsidies has changed too often due to the limited financial capacity of the Government. In addition, the present regulation of fuel subsidy for fishing vessels does not reflect the real condition of the national fishing fleet. Thus, the estimation of the required fuel consumption must be done carefully. This paper aims to develop fuel consumption estimation model for pole and liner and tuna longliner. Based on the data of fishing licences and in situ vessel speeds measurements; Kleppesto, Digernes and Hollenbach models were used to estimate the required engine power of pole and liner and tuna longliner samples. The study indicates that Kleppesto model is more accurate compared to the other two. Using the scenario of optimistic and pessimistic quasi propulsive efficiencies, then the models were used to estimate the fuel oil consumption factor for main and auxiliary engines (Cbbm) of the fleets. The research shows, Cbbm of pole and liner and tuna longliner are 0,121-0,160 dan 0,136-0,180 (kg/HP.jam)  respectively. The result showed that fuel oil consumption factor of fishing vessel depends on fishing gear used.
STANDARDISASI UPAYAPENANGKAPAN PUKAT CINCIN DI LAUT JAWA Mahiswara Mahiswara; Mohamad Natsir; Tri Wahyu Budiarti
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.416 KB) | DOI: 10.15578/jppi.17.4.2011.247-255

Abstract

Pemanfaatan sumber daya ikan pelagis kecil di Laut Jawa didominasi oleh armada pukat cincin. Pukat cincin merupakan jenis alat tangkap yang efektif yang dalam kajian stok sumber daya ikan pelagis sering dijadikan sebagai alat tangkap standard. Oleh karena armada pukat cincin memiliki variasi karakteristik teknis, maka untuk menghindari bias perlu dilakukan standardisasi upaya. Standardisasi upaya penangkapan kapal pukat cincin di Laut Jawa periode 2006-2008 dilakukan menggunakan metode analisis komponen utama dari karakteristik teknis; panjang kapal, lebar kapal, dalam kapal, tonase, tenaga penggerak, daya lampu, dimensi jaring, kapasitas palka, dan jumlah ABK. Tiga komponen utama telah dapat menjelaskan lebih dari 60 % total varians yang difungsikan untuk menghitung fishing power masing-masing kapal. Metode analisis komponen utama menghindarkan ketergantungan terhadap satu karakter sehingga memungkinkan untuk melakukan penghitungan nilai fishing power bagi kapal pukat cincin baru yang masuk ke dalam armada pukat cincin. Berdasarkan hasil analisis diperoleh fungsi hasil tangkapan per satuan upaya (CPUE) CPUE = 353.4 * 16.95.Ci dan Fishing Power Indeks (FP) = 1 +(16.59) * (353.4)-1. Ci. Exploitation of small pelagic fish resources in Java Sea was dominated by purse seiners fishery. Purse seine is an effective type of fishing gear, this gear was often used as standard fishing gear for pelagic fish stock assessment. Since purse seiners has a variety of technical characteristics, standardization efforts need to be done to avoid the bias during analysis. Catch effort of purse seiners in Java Sea on the period of 2006-2008 was standardized using principal components analysis method of the boat characteristics, boat length, boat width, boat depth, gross tonnage, engine propulsion, light power, net dimensions, fish hold capacity and total number of crews. Three new major components have explained more than 60% of the total variance which enabled to calculate the fishing power of each boat. Principal components analysis method was used to avoid dependence on a single character to allow the calculation of the value of fishing power for new purse seine fleet. Based on the results obtained by analyzing the function of catch per unit effort formula was CPUE = 353.4 * 16.95.Ci and Fishing Power Index (FP) = 1 + (16.59) * (353.4) -1. Ci.
EVALUASI PERAN JENIS IKAN DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA PAKAN DAN RUANG DI WADUK IR. H. DJUANDA, JAWA BARAT Didik Wahju Hendro Tjahjo; Sri Endah Purnamaningtyas; Astri Suryandari
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6717.473 KB) | DOI: 10.15578/jppi.15.4.2009.267-276

Abstract

Waduk lr  H  Djuanda  memounyar  potens! pengembangar  budi daya ikan yang tinggi,  maka pertumbuhan  oudi aaya tersebut berkembang sangat pesat  Perkembangan  yang pesat tersebut sangat berdampak pada penurunan kualitas arr balk untuk kehr dupan dan perkembangan ikan dan organisme  makanannya. Sehingga  sebagran besar jenis ikan asli Sungai Citarum sudah  sangat jarang ditemuKan bahkan beberapa jenis telah punah di perairan ini. Tujuan penelitran adalah untuk mengevaruasi peran dan interaksr amar Jenrs ikan yang tenangkap  dalam memanfaatkan sumber daya pakan dan ruang di Waduk lr. H. Djuanda. Penelitian ini dilakukan setiap bulan pada tahun2006. Pengamatan rni dilakukan dengan metode stratrfikasi dengan enam trtik stasrun pengamatan. Analisis data meliputi kebiasaan makan, tingkat trofik , luas relung, dan interaksi dalam pemanfaatan sumber daya terhadap jenis ikan baik tehadap makanan maupun ruang. Hasrl analisis kebiasaan makan, luas relung, dan interaksi antar jenis ikan menunjukkan bahwa peran sumber daya makanan di perairan  ini sudah cukup lengkap. Sedangkan berdasarkan  pada analisis  pemanfaatan ruang secara  horisontal menunjukkan bahwa  daerah dam  atau  genangan utama  kurang mampu dimanfaatkan secara optimal. Hal tersebut berarti bahwa penebaran jenis ikan dalam rangka mengisi relung ekologi yang kosong tidak diperlukan, tetapi penebaran ikan tersebut diperlukan dalam rangka menrngkatkan efektivitas dan efisiensi dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedra khw?usnya ruang. Oleh karena itu, dalam upaya untuk efektivrtas dan efisiensr fJe:-:lanfaatan sumber daya yang tersedia, khususnya di daerah genangan utama, perlu dilakukan penebaran Jenrs rkan yang bersifat pelajis dan pemakan plankton, ya1tu ikan patin (Pangas10nodon hypopthalmus ) dan bandeng (Chanos chanos). lr. H. Djuanda Reservoir has highly potential development for fish culture. and so the growth of the culture expand., very fast. The development might give an impact to the water quality degradation as well as to life or growth of fish and its food organism. So that most of indegeneus species of Citan1m River were found very rare even some species have extincted. The study aims to evaluate role and mteraction between fish soec1es m explol/mg available resources m lr. H. Ojuanda Reservoir. The study was conducted in lr. H. Ojuanda Reservoir in 2006. Those observations were using conducted strarif1ed method at 6 stations. EvaluatiOns were done usmg the analysis of food lwbil.  trophic levels, mc!Je  breadth  and fish species interactiOn. Result of food habit, niche breadth,  and fish species interaction md1cated tl1at role of f1sh in exploiting food resources m this water were sufficient. While pursuant to analysis of exploiting of space in horizontal indicated /halt he dam area or main inundation was not exploited  optimaly. It means that the fish stocking for the agenda of filling the empty ecology niche not needed, but the fish stocking is still needed for the agenda of improvmg effectiveness and efficiency in exploiting the available resources, specially the utilization of maximum space. Therefore, in the effort of effectiveness and efficiency of exploiting to the available resources, especially in the main inundation, would be needed to do fishes stockings which have the character of pelagic and planktivores, such as Siam catfish (Pangasionodon hypopthalmus) and milkfish (Chanos chanos).
PENGGUNAAN ARANG UNTUK MENGURANGI KADAR HISTAMIN IKAN PINDANG TONGKOL BATIK (Euthynnus affinis) Subaryono Subaryono; Farida Ariyani; Dwiyitno Dwiyitno
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6662.564 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.3.2004.27-34

Abstract

Penefitian penambahan arang pada proses pemindangan ikan tongkol batik (Euthynnus affinis) untuk menurunkan kadar histamin sudah dilakukan. 
PENGARUH UMUR INDUK IKAN cUPANG (Betta sprenden Regan) DAN JENIS PAKAN TERHADAP FEKUNDITAS DAN PRODUKSI LARVANYA Darti Satyani
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4449.125 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.4.2003.13-18

Abstract

Pengaruh umur induk ikan cupang dan jenis pakan terhadap fekunditas dan produksi larva ditellti dalam satu kali pemijahan.
PARAMETER FISIKA, KIMIA, DAN BIOLOGI PENCIRI HABITAT IKAN BELIDA (Chitala lopis) Arif Wibowo; Mas Tri Djoko Sunarno; Safran Makmur
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.218 KB) | DOI: 10.15578/jppi.15.1.2009.13-21

Abstract

Penelitian mengenai parameter fisika, kimia, dan biologi penciri habitat ikan belida (Chitala lopis) dilakukan tahun 2005 - 2006 di perairan umum daratan di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Tujuan nya adalah untuk mendapatkan informasi parameter lingkungan yang menjadi karakteristik habitat ikan belida dari berbagai badan air di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Metode survei dan kegiatan laboratorium digunakan dalam penelitian ini. Parameter lingkungan yang diamati meliputi suhu udara, suhu air, Total Dissolved Solid (TDS), Daya Hantar Listrik (DHL), klorofil-a, kecepatan arus, Biological Oxygen Demand (BOD), oksigen terlarut, pH, alkalinitas, CO2 bebas, kedalaman air, dan kecerahan pada 116 lokasi pengambilan yang ditentukan secara sengaja di Sungai Tulang Bawang (Provinsi Lampung), Sungai Kampar, Sungai Siak (Provinsi Riau), Sungai Musi (Provinsi Sumatera Selatan), Sungai Citarum (Provinsi Jawa Barat), Sungai Kapuas (Provinsi Kalimantan Barat), dan Waduk Riam Kanan (Provinsi Kalimantan Selatan). Analisis data menggunakan pendekatan analisis multivariabel regresi berganda Metode Backward yang didasarkan pada Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis) dan pembeda (Discriminant Analysis), serta korespondensi analisis (correspondency analysis). Hasil penelitian menunjukkan habitat ikan belida dapat dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu tipe yang menyerupai sungai utama, waduk, dan anak sungai. Pembeda utama sekaligus parameter lingkungan utama adalah parameter TDS yang paling besar, dan selanjutnya parameterparameter DHL, suhu udara, klorofil-a, kecepatan arus, BOD, Oksigen terlarut, pH, alkalinitas, dan CO2 bebas menyumbang yang paling sedikit. Kehadiran plankton genus Ulothrix dan Mytilina secara tidak langsung teridentifikasi sebagai penciri habitat spesifik ikan belida. Research on physical, chemical, and biological parameters indicating specific habitat of clown knife fish (Chitala lopis) was carried out at 2005 - 2006 in inlands waters of Sumatera, Borneo, and Java. This study purposed to obtain information of environmental parameters indicating habitat characteristic of the knife fish in various inland waters bodies in Sumatera, Borneo, and Java. Survey method and laboratory activities were employed in this research. Environmental parameters observed were air temperature, water temperature, Total Dissolved Solid (TDS), conductivity, water velocity, Biological Oxygen Demand (BOD), dissolved oxygen, pH, alkalinity, free C02, water depth, and water transparancy taken on 116 sampling stations distributing in Tulang Bawang River (Lampung Province), Kampar and Siak River (Riau Province), Musi River (South Sumatera Province), Kapuas River (West Kalimantan Province), Riam Kanan Reservoar (South Kalimantan Province), and Citarum River (West Java Province). Data analysis used multivariate approach of multiple regression of Backward Method such as Principal Component Analysis, Discriminant Analysis, and Corre spondency Analysis. The results showed that the clown knife fish habitats could be divided by three types of specific habitat, namely water bodies similar with main rivers, reservoir, and tributaries. Parameter of TDS indicated the primary differentization as well as habitat characteristics of the clown knife fish.Whilst the parameters of conductivity, air temperature, chlorophyill-a, water current, BOD, dissolved oxygen, pH, alcalinity, and free CO2 contributed less significance. The existence of plankton from genus Ulothrix and Mytilina was identified indirectly as the specific habitat of the clown knife fish.

Page 79 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue