cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
POLA AGREGASI IKAN PELAGIS TERHADAP PENGARUH CAHAYA PADA ALAT TANGKAP MINI PURSE SEINE Mohammad Natsir; Mahiswara Mahiswara
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.685 KB) | DOI: 10.15578/jppi.16.1.2010.63-73

Abstract

Penggunaan akustik dalam pengkuantifikasian pengelompokan ikan telah banyak digunakan dalam penelitian bertema kajian sumber daya perikanan. Teknologi akustik telah berkembang dengan pesat dan begitu pula dengan akurasinya. Penelitian ini dilakukan dengan metode akustik dan mini purse seine untuk mengamati pola agregasi dan variabilitas densitas ikan pelagis terhadap pengaruh stimulus cahaya. Pengamatan dilakukan di perairan Pemalang, Jawa Tengah pada tanggal 14-18 September 2004, terbagi dalam tiga perlakuan daya dan jenis lampu yaitu enam buah lampu jenis merkuri 400 watt, dua buah lampu jenis galaksi dengan daya 500 watt dikombinasi lima buah lampu merkuri 400 watt, terakhir adalah menggunakan stimulus dua buah lampu jenis galaksi 500 watt dikombinasi enam buah lampu merkuri 400 watt. Pengumpulan data akustik dilakukan dengan menggunakan portable scientific echosounder SIMRAD EY 500 dengan tranduser 38 kHz. Pengukuran intensitas cahaya dilakukan dengan menggunakan quantummeter. Pada saat penelitian dilakukan juga pengambilan contoh dan pengamatan biologi hasil tangkapan dengan menggunakan alat pengambilan contoh berupa mini purse seine. Aspek biologi yang diamati meliputi identifikasi spesies, pengukuran ukuran, dan bobot hasil tangkapan. Hasil analisis menunjukan bahwa ikan-ikan dengan target strength kecil akan lebih cepat tertarik mendekati pusat cahaya pada awal penyinaran. Ikanikan dengan target strength yang besar cenderung berada pada daerah transisi (transition zone) antara gelap dan terang. Jarak terhadap sumber cahaya mempengaruhi pengelompokan ikan, semakin jauh terhadap sumber cahaya nilai kepadatan kelompok ikan cenderung menurun. Terlihat adanya waktu jenuh dari ketertarikan ikan terhadap cahaya, di mana terlihat jumlah kepadatan ikan yang berada di bawah sumber cahaya relatif tetap atau bahkan cenderung menurun. Acoustic has been used to study about the quantifications of fish aggregation in fisheries research. Acoustic technology was rapidly developed and followed by it accuracy. This study was using acoustic technique and mini purse seine to observed aggregation pattern and density variability from pelagic fish under light stimulus. Research was conducted in Pemalang-Central Jawa Waters from September 14th 18th 2004. The study was conducted on a light boat with 3 different light stimulus; 6 number of 400 watt mercury lamps, 5 number of 400 watt mercury lamps combine with 2 flood-lights (1,000 watt metal halide lamp) and 6 number of 400 watt mercury lamps combine with 2 flood-lights. Acoustic data was collected using portable scientific echosounder SIMRAD EY 500 with 38 kHz split beam acoustic transduser. Light intensity measurement was conducted using quantummeter. Simultaneously with the other measurement, biological sampling also conducted using mini purse seine. Biological aspect observation consist of species identification, lenght distribution and also the weigth of the catch. Result from the observation shows that fishes with small target strength was more attracted to the light stimulus during the early setting. Big fishes tend to occupy the area between light zone and dark zone (transition zone). The distance from the light plays important effect to fish density, fish density was decreasing when the distance increased. From the correlation between duration of the operation and the density, there is saturation time in every operations, the density was more stable or gradually decreasing on that point.
KONDISI KUALITAS AIR HABITAT PESUT MAHAKAM (Orcaella brevirostris) DI WILAYAH DAERAH ALIRAN SUNGAI MAHAKAM, KALIMANTAN TIMUR Aisyah Aisyah; Dharmadi Dharmadi; Syahroma Husni Nasution; Dian Oktaviani; Dede Irving Hartoto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.583 KB) | DOI: 10.15578/jppi.14.1.2008.47-53

Abstract

Sungai Mahakam merupakan sungai terpanjang dan terbesar di Propinsi Kalimantan Timur dan menjadi habitat dari pesut (Orcaella brevirostris). Kondisi habitat diduga berkaitan dengan kecendrungan menurunnya populasi pesut, untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai kondisi kualitas air habitat pesut. Penelitian dilakukan di wilayah daerah aliran Sungai Mahakam, Kalimantan Timur pada bulan Oktober 2004 dan Oktober 2005 yang mewakili musim kemarau (air rendah) serta bulan Desember 2005 yang mewakili musim hujan (air tinggi) di 5 stasiun. Parameter kualitas air terdiri atas parameter fisika dan kimia yang dikompositkan dari lapisan bawah sampai dengan permukaan menggunakan water quality checker Horiba U-10. Secara umum, tipe perairan tergolong eutrofik dengan kondisi kualitas air yang tergolong aman diperuntukkan bagi habitat pesut. Mahakam River is one of the longest and biggest river in East Kalimantan Province and becoming the habitat for Irrawady Dolphin, locally refers as Pesut (Orcaella brevirostris). It is important to understand about the condition of water quality that support the pesut habitat which has degradated. The sampling was conducted three times in Oktober 2004 and, October and December 2005 when it represented the low water and the high water condition’s respectivelly. At each sampling station physical and chemical parameters were analysed. Water samples were taken from each station as a composit samples taken from the bottom and surface layers and analysis was conducted using water quality checker Horiba U-10. In general, the locations of sampling station were classified as eutrophic water with most of the water quality would still meet the requirement for Irrawady Dolphin habitat.
PERKEMBANGAN PERIKANAN TUNA DI PELABUHANRATU I Gede Sedana Mertha; Moch. Nurhuda; Ahmad Nasrullah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4073.095 KB) | DOI: 10.15578/jppi.12.2.2006.117-127

Abstract

payang dan gi nat. Mulai tahun 2001 mulai masuk kapal-kapal luna long,r'ira dari Cilacap untuk membongkar hasil tangkapan, kemudian dengan truk dibawa ke Muara Baru, Jakarta. Kemudian sejak tahun 2OO4, PT. Sari Samudera tltama yang berdomisili di Benoa, mulai memindahkan kapalkapal long line tipe 30 GT. Rencana akan ada 30. kapal yang akan dipindahkan ke Pelabuhanratu. Pada tahun yang sama mulai beroperasi kapalkapal hand lins dari Sulawesi Selatan. Direncanakan akan ada 60 handliner yang beroperasi di perairan Selatan Pelabuhanratu dengan menggunakan alat bantu rumpon laut dalam. Pada bulan-bulan Maret, April, dan N4ei 2005 banyak tertangkap ikanikan madidihang yuwana dengan hand line yaitu masing-masing 98,8; 98,2; dan 100% pada bulanbulan Maret, April, dan Mei 2005. Hubungan
DAYA DUKUNG DAN POTENSI PRODUKSI IKAN WADUK SEMPOR DI KABUPATEN KEBUMEN-PROPINSI JAWA TENGAH Kunto Purnomo; Andri Warsa; Endi Setiadi Kartamihardja
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.512 KB) | DOI: 10.15578/jppi.19.4.2013.203-212

Abstract

Waduk Sempor di Kabupaten Kebumen mempunyai luas 275 ha, fungsi utama untuk pengendali banjir, pengairan dan fungsi sekunder untuk perikanan tangkap dan budidaya serta pariwisata. Pengembangan perikanan tangkap dan budi daya yang berkelanjutan harus didasarkan atas potensi produksi ikan dan daya dukung perairan waduk. Penelitian ini bertujuan untuk menduga potensi produksi ikan dan daya dukung perairan waduk Sempor serta implikasi optimasi pemanfaatannya bagi pengembangan perikanan. Penelitian dilakukan dengan metode survey dan pencatatan hasil tangkapan nelayan dilakukan oleh enumerator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung perairan waduk Sempor berkisar antara 72-236 ton/tahun atau setara dengan 118 unit KJA ukuran 6x6x3 m3 dengan asumsi setiap unit KJA menghasilkan 2 ton ikan per tahun. Potensi produksi ikan untuk pengembangan perikanan tangkap berkisar antara 237-307 ton/th.  Daya dukung dan potensi produksi ikan berfluktuasi sesuai dengan fluktuasi tinggi muka air, luas permukaan air dan volume waduk. Dewasa ini, ikan lohan (Cichlacoma trimaculatum) yang termasuk ikan asing invasif dan nila (Oreochromis niloticus) yang termasuk ikan ekonomis merupakan jenis ikan yang dominan tertangkap. Hasil tangkapan nelayan cenderung menurun dan sangat rendah yaitu 2,3 kg/nelayan/hari. Optimasi hasil tangkapan ikan dapat dilakukan dengan penebaran ikan planktivora sebanyak 103.518-242.388 ekor per tahun dengan frekewensi dua kali dalam setahun dan pengendalian ikan asing invasif. Sempor Reservoir located at Kebumen Regency has a maximum surface water area of 275 Ha, main function for flood control, irrigation, and a secondary functions for capture fisheries, cage fish culture and water recreation. Development of a sustainable capture fisheries and cage fish culture should be based on potential fish yield and carrying capacity of the reservoir, respectively. A study to estimate potential fish yield and carrying capacity of the reservoir and an implication for optimization of fisheries development has been conducted. A survey method and collection of daily fish catch by enumerators was used. Results of the study showed that estimated potential fish yield of the reservoir ranged between 237-307 ton/yr and the carrying capacity ranged between 72-236 ton/yr or equivalent to 118 units of cages,  assuming one unit of cage (size 6x6x3m3) produce 2 ton of fish per year. The potential fish yield and the carrying capacity of the reservoir fluctuated according to the water level fluctuation, surface water area and volume of the reservoir. The dominant fish species caught were “lohan” (Cichlacoma trimaculatum), an invasive alien fish species and nile tilapia (Oreochromis niloticus), an economical species. Fish catch of the fishers tend to decreasing with an average catch 2.3 kg/fisher/day. To optimize the fish catch some efforts should be conducted, i.e., stocking and introduction of plankton feeder species with the density between 103,518-242,388 individuals per year and stocked two times per year and controlling of invasive alien fish species.
DINAMIKA SPASIAL IKAN MESOPELAGIS (ceratoscopelus warmingii LÜTKEN, 1892) DI SAMUDERA HINDIA Andria Ansri Utama; Wudianto Wudianto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.77 KB) | DOI: 10.15578/jppi.22.4.2016.263-270

Abstract

Kajian mengenai ikan mesopelagis di perairan Samudera Hindia masih sangat terbatas, sehingga informasi terkait kelimpahan jenis ikan mesopelagis di Samudera Hindia sangat penting. Survei trawl lapisan pertengahan dilakukan pada tanggal 26 Juni-16 Juli 2015 di perairan laut lepas (high seas) Samudera Hindia untuk memperoleh data dan informasi tersebut dengan menggunakan kapal penelitian R.V. Dr. Fridtjof Nansen. Hasil penelitian menunjukkan distribusi kedalaman vertikal di malam hari jenis yang dominan C.warmingii sesuai dengan kedalaman operasi trawl yaitu 86,9 ± 38,6 m. Namun pada siang hari tidak ditemukan spesies C. warmingii saat operasi trawl pada kedalaman rata-rata 444,3 ± 45,96 m. Diperkirakan ketika siang hari distribusi C. warmingii terkonsentrasi pada lapisan perairan lebih dalam sehingga tidak terjangkau oleh jaring trawl tersebut. Distribusi spasial secara horizontal pada malam hari menunjukkan pola konsentrasi tertinggi berada pada area gyre yang diindikasikan dengan pola geostrophic circulation. Sementara, prosentase C. warmingii yang merupakan hasil tangkapan seluruh stasiun trawl selama penelitian terdiri dari 2,58% fase larva, 27,21% juvenile, dan 60,21% dalam keadaan dewasa.Studies on mesopelagic fishes in the Indian Ocean are relatively limited, therefore data and information regarding spatial dynamic of the most abundant mesopelagic fish species Ceratoscopelus warmingii in the Indian Ocean would contribute a significant information on deepsea marine biodiversity. Pelagic-trawl stations were used to collect and identify the spatial dynamic of C. warmingii in the main scattering layers of the water column. Survey were carried out by RV Dr. Fridtjof Nansen in the high seas of Indian Ocean. Observation were made during day and night on 26th June to 16th July 2015 as part of the second International Indian Ocean Expedition (IIOE 2). The result shows that vertical distributions of C. warmingii were concentrated at the average depth 86.9 ± 38.6 m during nighttime. There were no individuals found during the daytime at the average depth 444.3 ± 45.96 m, diurnal migrations of C. warmingii  to more than the depth of trawl operation might explain the absent of this species. Horizontal spatial distribution of trawl catches (number per hour) during nighttime show high concentration of C. warmingii close to gyre indicated by geostrophic circulation. Moreover, the total catches of C. warmingii across the Indian Ocean are dominated by 60.21% adult, 27.21% juvenile, and 2.58% larvae, respectively.   
PENGARUH CAHAYA LAMPU TERHADAP POLA AGREGASI IKAN DI BAGAN TANCAP PERAIRAN KEPULAUAN SERIBU Asep Priatna; Mahiswara Mahiswara
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.073 KB) | DOI: 10.15578/jppi.15.2.2009.141-149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pola agregasi ikan di bawah pengaruh cahaya lampu bagan tancap. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2005 di Kepulauan Seribu. Pengamatan pola agregasi ikan dilakukan dengan menggunakan alat akustik Simrad EY500. Data intensitas cahaya diambil dengan menggunakan light meter LI-250, serta verifikasi hasil tangkapan untuk memperkuat hasil analisis. Analisis meliputi interpretasi visual berbasis pada presentasi grafik yang merupakan dasar bagi penafsiran data dan penyusunan informasi. Pengaruh intensitas cahaya yang berbeda terhadap agregasi ikan mempunyai pola yang tidak sama, baik nilai intensitas cahaya optimumnya, besarnya agregasi, maupun posisi kedalaman untuk nilai agregasi terbesar. Proses pengumpulan ikan pada awal penyinaran dengan perlakuan jenis lampu petromak lebih cepat dibanding dengan hasil perlakuan lampu mercuri. Ikan akan beradaptasi terhadap variasi iluminasi cahaya sehingga selama proses pencahayaan terjadi migrasi. The research objective was to study fish aggregation pattern under light influence set in stationary bamboo lift net. This research was conducted on May 2005 in Seribu Islands waters. Simrad EY-500 echosounder was used to observe the fish aggregation. Light meter LI 250 was used to measure light intensity level and catch data for supporting the analysis result. Data analyzed by visual description based on graph presentation were used as data interpretation and information. The influence of different light intensity on fish aggregation had different pattern especially for optimum value of light intensity, maximumvalue of fish aggregation, and depth layer of the maximum value of fish aggregation. For fish aggregation under light of kerosene pressured lamps was quicker than mercury lamps in the early of illumination process. Fish will adapt to various light illumination, so that during illumination process the migration of fish is occured.
KEANEKARAGAMAN DAN DISTRIBUSI BENIH IKAN DI BEBERAPA TIPE HABITAT SUNGAI BATANGHARI, JAMBI Syarifah Nurdawati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.672 KB) | DOI: 10.15578/jppi.13.2.2007.71-86

Abstract

Penelitian keanekaragaman dan distribusi benih ikan di beberapa tipe habitat Sungai Batanghari, Jambi telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keanekaragaman benih ikan, habitat, dan distribusi. Penelitian ini dilakukan di perairan daerah aliran Sungai Batanghari yang terletak di Kodya Jambi (Danau Teluk dan Danau Buluran Kenali) dan Kabupaten Batanghari (Danau Kaos, Sungai Terap, Sungai Lubuk Ruso, dan Sungai Pijoan). Penelitian dilakukan pada waktu air surut setelah banjir besar. Contoh benih ikan dikumpulkan dari hasil percobaan penangkapan dan tangkapan nelayan kemudian diidentifikasi. Larva yang belum dapat diidentifikasi dipelihara terlebih dahulu di dalamhapa, danau, dan akuarium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 90 jenis benih ikan yang termasuk ke dalam 44 genus, 18 famili, 5 sub ordo dari Ordo Perciformes (Percoidei, Gobioidei, Anabantoidei, Channoidei, dan Mastacembeloidei) dan 6 ordo (Osteoglosiformes, Cypriniformes, Siluriformes, Perciformes Cyprinodontiformes, dan Tetraodontiformes). Famili Cyprinidae mendominasi jenis yang ditemukan yaitu 40 jenis, diikuti oleh Famili Bagridae 15 jenis. Padawaktu air banjir kualitas air di lokasi penelitian menunjukkan kondisi yang baik untuk kehidupan benih ikan dan pada saat air surut setelah banjir kualitas air menurun. Habitat benih ikan di lokasi pengamatanmerupakan habitat sementara dan setelah kualitas airmenurun benih-benih ikan melakukan ruaya menuju ke sungai utama dan seterusnya beruaya ke bagian hulu sungai. Study on biodiversity and distribution of fish fry in some type of habitats of Batanghari River basin, Jambi was conducted to observe the kind of fish species, habitat, and the distribution. Location of the experiment were Batanghari River in Kodya Jambi (Teluk Lake and Buluran Kenali Lake and Kabupaten Batanghari (Terap River, Lubuk Ruso River, and Pijoan River).The study used survey method for every lowest fluktuation water. Larva and seeds fish were collected from fishermen and identified. For larvae were collected and held in aquaria or in hapas in lake before identified. The results show that 90 species seed fish were collected, there are 44 genus, 18 familiy, 5 sub ordo from Ordo Perciformes (Percoidei, Gobioidei, Anabantoidei, Channoidei, dan Mastacembeloidei) and 6 Ordo (Osteoglosiformes, Cypriniformes, Siluriformes, Perciformes Cyprinodontiformes, dan Tetraodontiformes), about 40 species dominated by Cyprinidae. Water quality in location was good for hight water fluctuation and bad for lowest water fluctuation. Four habitats of seed fish were not permanent habitat and in bad condition water quality, seed fish were migrating out of the floodplain and leaved for up stream of Batanghari River.
KAJIAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA PERIKANAN PADA LAHAN BEKAS GALIAN TAMBANG TIMAH DI PROPINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Tajerin Tajerin; Manadiyanto Manadiyanto; Sapto Adi Pranowo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4963.497 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.3.2005.91-104

Abstract

Potensi lahan bekas galian tambang timah yang sangat luas di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung belum termanfaatkan secara optimal. Salah satu upaya pemanfaatan yang dipandang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas adalah melalui pengembangan usaha budidaya perikanan.
PRODUKSI IKAN JANTAN SUPER HOMOGAMETIK (YY) PADA IKAN NILA, Oreochromis niloticus Otong Zaenal Arifin; Titin Kurniasih; Estu Nugroho
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2841.681 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.1.2004.79-82

Abstract

Uji progeni terhadap 500 ekor induk nila jantan yang telah dihasilkan dari penelitian tahun sebelumnya, telah dilaksanakan di Loka Risei Pemuliaan dan teknologi budidaya perikanan air tawar, sukamandi  dan Instalasi Riset Lingkungan budidaya Toksikologi, Cibalagung.
PENGARUH PROTEIN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP KOEFISIEN KECERNAAN NUTRIEN SERTA PERFORMANSI BIOLOGIS KERAPU MACAN, Epinephetus fuscoguttafus DALAM KERAMBA JARING APUNG Asda Laining; Naftali Kabangnga; Usman Usman
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8510.083 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.2.2003.29-38

Abstract

Penelitian untuk mengetahui kebutuhan protein pakan optimal dan pengaruhnya terhadap nilai kecernaan serta respon biologi ikan kerapu macan telah dilakukan di kerimba jiring apung.

Page 84 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue