cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
STATUS STOK SUMBERDAYA IKAN LEMURU (Sardinella lemuru Bleeker, 1853) DI PERAIRAN SELAT BALI Arief Wujdi; Wudianto Wudianto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.569 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.4.2015.253-260

Abstract

Ikan lemuru (Sardinella lemuru Bleeker, 1853) berperan penting baik secara ekologi ekosistem laut dan ekonomi masyarakat pesisir di Selat Bali. Tingginya permintaan pasar terhadap ikan lemuru mengakibatkan aktivitas penangkapannya dilakukan secara terus-menerus sepanjang tahun sehingga mengancam kelestariannya. Untuk mengelola sumber daya ikan lemuru ini tetap lestari, maka salah satu bahan masukan yang diperlukan adalah status stok terkini. Namun, ketersediaan data yang terbatas menjadi penghambat dalam upaya mengevaluasi status pemanfaatan stok, khususnya untuk kegiatan perikanan skala kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status stok sumberdaya ikan lemuru di perairan Selat Bali yang dilakukan dari Agustus 2010 hingga Desember 2011. Pengkajian stok ikan lemuru dilakukan dengan pendekatan ratio potensi pemijahan yang berbasis ukuran panjang. Studi pustaka juga dilakukan untuk mendapatkan parameter-parameter life history sebagai pendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status stok ikan lemuru telah mengalami eksploitasi berlebih (over exploited) yang diindikasikan dengan nilai Spawning Potential Ratio (SPR)<20%. Indikasi lainnya terjadinya over exploited adalah SL50<Lm dan F>M. Upaya pemulihan stok perlu dilakukan sebagaimana dijelaskan dalam penelitian ini agar tercapainya SPR menjadi 20% dan 40% sebagai batas dan target biologi untuk keberlanjutan sumberdaya ikan lemuru.Bali sardinella (Sardinella lemuru Bleeker, 1853) plays an important role in terms of the ecology of marine ecosystems and also the economy and livelihoods of coastal communities in Bali Strait. High market demand has consequence in fishing activities, which is carried out continuously throughout the year, so that could threaten of resources sustainability. So that current stock status was needed as important input for management measures. However, evaluation of stock status is constrained by lack of the data, especially for small-scale fisheries. This study aims to determine the stock status of Bali sardinella in the Bali Strait waters conducted from August 2010 to December 2011. The stock assessment conducted with length-based spawning potential ratio approach. Literature synthesis from the previous study also implemented to obtain life-history parameters as supporting analysis. The results showed that over-exploited status has occurred, which is indicated by the value of SPR <20%, SL50<Lm and F>M. Stock recovery efforts need to be carried out urgently as described in this study to achieve the SPR 20% and 40% as limit and target reference points for biological and sustainability resources respectively.
MUSIM PENANGKAPAN IKAN PELAGIS KECIL DI LAUT JAWA Umi Chodrijah; Tuti Hariati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2010): (September 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.082 KB) | DOI: 10.15578/jppi.16.3.2010.217-233

Abstract

Penelitian tentang musim penangkapan ikan pelagis kecil di Laut Jawa dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan musim penangkapan dari perikanan purse seine Pekalongan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan serial data periode tahun 2002-2007 berupa informasi tanggal dan bulan pendaratan, nama kapal, hasil tangkapan menurut jenis ikan, lama di laut, dan daerah penangkapan. Pertama, kelimpahan (catch per unit of effort) ikan pelagis kecil dihitung dari data hasil tangkapan dan lama di laut, kemudian data catch per unit of effort dianalisis dengan metode rata-rata bergerak untuk memperoleh indeks musim penangkapan. Hasil penelitian ini menunjukan musim penangkapan ikan layang (Decapterus spp.) terjadi bulan Agustus, ikan siro (Amblygaster sirm) dan selar bentong (Selar crumenophthalmus) bulan Desember. Ikan kembung banyar (Rastrelliger kanagurta) bulan September dan ikan tembang atau juwi (Sardinella spp.) bulan Juni. Daerah penangkapan (fishing ground) purse seine Pekalongan sama dengan periode sebelumnya, meliputi perairan Laut Jawa (utara Tegal dan Pekalongan, Karimunjawa, Bawean, Masalembo, Matasiri, dan Kangean), perairan Laut Cina Selatan (Pejantan, Natuna, Midai, Tarempa, serta Tambelan) dan perairan Selat Makassar (Lumu-Lumu, Lari-Larian, dan Kota Baru). Reseach on fishing season index of pelagic fish in the Java Sea was carried out at Nusantara Fishing Port Pekalongan. The objective of this research was to obtain seasonal index of pelagic fish caught by purse seiners based on Pekalongan Nusantara Fishing Port. A series data of the periods of 2002-2007 consist of date of landing, name of vessel, fishing day, catch by (pelagic) fishes, as well as fishing ground were collected from Pekalongan Fishing Port. Firstly, index of abundance data (catch per unit of effort) were estimated from the catch and effort data, then the catch per unit of effort data were analyzed using the moving average method. The result showed that peaks season of Decapterus spp. occured in August, both Amblygaster sirm and Selar crumenophthalmus in December, Rastrelliger kanagurta in September, and Sardinella spp. in June. Basically, the fishing ground of Pekalongan purseiners in the period of years 2002-2007 were still the same as before around the Jawa Sea waters (north of Tegal and Pekalongan, Karimunjawa Islands, Bawean Island, Masalembo Islands, Matasiri Islands, and Kangean Island), the South China Sea waters (Pejantan Island, Natuna Island, Midai Island, Tarempa Island, and Tambelan), and also to the Makassar Straits (Lumu-Lumu, Lari-Larian, and Kota Baru).
ASPEK MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN PADA BUDI DAYA IKAN MAS DALAM KERAMBA JARING APUNG lrsyaphiani Insan; Ningrum Suhenda; Rusmaedi Rusmaedi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2241.26 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.1.2005.25-32

Abstract

salah satu cara penanggulangan terjadinya umbalan sebagai akibat dari penurunan kualitas air serta sekaligus untuk menjaga kelestarian usaha budi daya ikan dalam keramba jaring apung(KJA) yaitu pengamatan mengenai pakan yang tidak termakan oleh ikan yang diperihara.
ANALISIS PRIORITASI PEMILIHAN KOMODITAS DAN LOKASI SENTRA PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN PERIKANAN DI KAWASAN TIMUR INDONESIA Tajerin Tajerin; Manadiyanto Manadiyanto; Sapto Adi Pranowo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3178.488 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.9.2005.27-39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prioritasi pemilihan komoditas dan lokasi sentra pengembangan industri pengolahan perikanan di Kawasan Timur Indonesia dengan pendekatanmetode perbandingan eksponensial. Penelitian dilakukan sejak bulan Januari hingga Desember 2003. Data diperoleh dari hasil wawancara dengan responden yang dianggap ahli.
TINGKAT EFISIENSI PETANI SEBAGAI SALAH SATU INDIKATOR DAMPAK PENGEMBANGAN SISTEM USAHA TANI MINAPADI DI DESA NANGGERANG. BINONG, KABUPATEN SUBANG Mohammad Noor
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4551.309 KB) | DOI: 10.15578/jppi.3.2.1997.27-34

Abstract

Survai untuk mengetahui dampak penerapan hasil penelitian dalam pengembangan sistem usaha tani minapadi yang telah dilakukan pada tahun 1993 terhadap tingkat efisiensi petani dan pendapatan di Desa Nanggerang, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN SUSEPTIBILITAS PADA TUNA NERITIK DI PERAIRAN PELABUHANRATU Eva Suryaman; Mennofatria Boer; Luky Adrianto; Lilis Sadiyah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.194 KB) | DOI: 10.15578/jppi.23.1.2017.19-28

Abstract

Pada perikanan tuna, tuna neritik merupakan kelompok ikan yang dominan tertangkap pada perikanan pantai, termasuk perikanan skala kecil dan bersifat artisanal. Penangkapan ikan tuna neritik di perairan Palabuhanratu yang semakin intensif setiap tahunnya tanpa didasari pengelolaan yang tepat, diduga akan mengakibatkan terjadinya penurunan stok sumberdaya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keberlanjutan spesies neritik tuna menggunakan analisis produktivitas dan suseptibilitas / Productivity and Susceptibility Analysis (PSA). Penelitian ini dilaksanakan dari Februari hingga Mei 2016 di perairan Palabuhanratu. Hasil penelitian menunjukan nilai kerentanan tuna neritik berturut-turut untuk ikan tenggiri 1.25, tongkol krai 1.37, tongkol abu-abu 0.91, tongkol komo 1.49, dan tongkol lisong 1.41. Hal ini menunjukan bahwa tingkat kerentanan ikan tuna neritik terhadap overfishing saat ini masih rendah karena nilainya masih dibawah 1,8, sehingga aktivitas penangkapan masih dapat ditingkatkan terutama untuk ikan tenggiri dan tongkol abu-abu yang memiliki kerentanan terendah.Neritic tuna are mainly caught by coastal fisheries, including small scale fisheries and artisanal fisheries. The continuous absence of proper management for neritic tuna, will result in a decline in the stock of fish. This study aims to analyze the sustainability of neritic tuna species by analyzing the productivity and susceptibility (PSA). The research was conducted from February to May 2016 in Palabuhanratu waters. Vulnerability indexs for narrow-barred Spanish mackerel (Scomberomorus commerson) 1.25, frigate tuna (Auxis thazard) 1.37, longtail tuna (Thunnus tonggol) 0.91, kawakawa (Euthynnus affinis) 1.49, and bullet tuna (Auxis rochei) 1.41. These vulnerability indexs shows that level of vulnerability for overfishing for neritic tuna is low because the vulnerability index still below the maximum limit vulnerability index (1.8), fishing activities can still be increased, particularly for narrowbarred Spanish mackerel and longtail tuna that has the lowest vurnerability.
PERCOBAAN PENANGKAPAN IKAN KARANG DENGAN MENGGUNAKAN FYKE NET MODIFIKASI DI PERAIRAN SELAYAR Syawaluddin Soadiq; Ari Purbayanto; Indra Jaya
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.714 KB) | DOI: 10.15578/jppi.17.4.2011.293-300

Abstract

Fyke net umumnya dioperasikan di sungai dan danau memerangkap ikan yang tergiring oleh jaring pemandu disaat ikan berusaha berenang melawan arus. Fyke net yang dioperasikan di terumbu karang disesuaikan dengan sifat ikan yang secara sukarela masuk kantong fyke net sehingga modifikasi bagian-bagiannya perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas fyke net modifikasi untuk menangkap ikan target dan menganalisis hasil tangkapan terkait dengan aspek keramahan lingkungan. Penelitian dilakukan dengan uji coba penangkapan ikan menggunakan 2 tipe disain fyke net modifikasi yaitu tipe A (sayap dengan serambi) dan tipe B (sayap tanpa serambi). Jumlah individu ikan hasil tangkapan total (ekor) berbeda sangat nyata antara fyke net tipe A dan tipe B (A > 2,96*B). Berat total (gram) ikan hasil tangkapan juga berbeda sangat nyata antara tipe fyke net A dan tipe B (A > 5,19*B). Jumlah individu hasil tangkapan ikan karang target berbeda sangat nyata antara fyke net tipe A dan tipe B (A > 15,50*), demikian pula berat ikan karang hasil tangkapan berbeda sangat nyata antara tipe fyke net A dan tipe B (A > 10,56*B), akan tetapi hasil tangkapan ikan non-target antara fyke net tipe A dan B tidak menunjukkan perbedaan. Modifikasi bagian sayap fyke net dengan menambahkan serambi telah meningkatkan hasil tangkapan secara nyata baik dari segi jumlah (ekor) maupun berat (gram). Rancangan fyke net sayap dengan serambi telah meningkatkan hasil tangkapan berdasarkan jumlah individu dan berat ikan karang target namun tidak menunjukkan peningkatan secara nyata terhadap jumlah hasil tangkapan ikan non-target yang merupakan komponen tangkapan sampingan (by-cacth). Penggunakan fyke net modifikasi efektif menangkap ikan karang target dan selektif terhadap ikan non-target. Fyke net as a passive gear is commonly operated stationary or moved in river, lake and estuarin waters. Fish to become entrapped by using net leader that guiding fish when swimming againts currentand finally move into bunt end of fyke net. Reef fish have different characteristic on fyke net interaction which was voluntary trapped on gear, then for this reason the modification of fyke net to catch reef fish is properly needed. This research is to determine effectiveness of modified fyke net on target catch of reef fish and to analyze catch of modified fike net in order to achieve friendly environmental level. This experiment was using two designs of modified fyke net (type-A of chambered wing, type-B of nonchambered wing). Both fyke nets used was simultaneously operated at 25 m distance to sample reef fish in two locations. The fyke nets fished 24 hours then repeated 7 times for each location. The result showed that the reef fish as the target catch was dominant in their weight. While, the reef fish as the non-target catch was dominant in their number. Total catch of fyke net A was significantly higher (2.96 times) than that fyke net B. Moreover, the number of reef fish as the target catch of fyke net A was significantly higher (15.50 times) than that fyke net B. The weight of reef fish as the target catch of fyke net A was significantly higher (10.56 times) than fyke net B. But, there was no significantly different between fyke net A and B on reef fish as non-target catch. Design of modified fyke nets A was effective to catch reef fish as target catch and selective to catch non-target reef fish.
TINGKAT KAPASITAS PENANGKAPAN ARMADA PUKAT CINCIN PEKALONGAN BERDASARKAN PADA MUSIM PENANGKAPAN Hufiadi Hufiadi; Eko Sri Wiyono
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3168.767 KB) | DOI: 10.15578/jppi.15.4.2009.313-320

Abstract

Pengelolaan kapasitas penangkapan berikut metode pengukurannya sudah menjadi isu penting dalam pengeloiaan sumber daya pelagis kecil di Laut Jawa. Alternaiif pendekatan melalur pengendalian faktor faklo nputyang tidak efisien yang digunakan dalam usaha penangkapan. Tujuan penelitian ini adalah mengukur tingkat efisiensi teknis dan pemanfaatan kapasitas alat tangkap pukat cincin di Pekaiongan. Efisjensi penangkapan dan pemanfaatan kapasitas dari alat tangkap pukai cincin yang dikaji dianalisis berdasarkan pada musim penangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaaian kapasitas jauh melebihr dari nilar optimumnya aiau telah terjadi kelebihan kapasitas pemanfaatannya berlangsung terulama pada musim barat. Pemanfaatan kapasitas penangkapan berada pada tingkat yang optimum hanya terjadi pada musinr peralihan I (musim barat ke musim timur). The management of fishing capacity along with measurement methods becomes an inlporlant issue in the small pelagic fisheies management in Java Sea, through altemative approach to contrcl inefficient input factors used in fishing activities. The objectives of tltis study are Io measure lhe level of technical efficiency and utilization capacity of purse seine in Pekalongan. The technical efficiency and utilization capacity were analyzed based on seasons. The fishing efficiency tneasurement was pertormed by using data envelopment analysis. The results show that purse seine ln Pekalongan on r/i/est season mean that fishing capacity utilization factor of the Pekalongan purse serne during the north wesf monsocn peiod exceed the optimum value or excess fishing capacity has been occureed during thai season. Frshing caDacity utilizaton for optmum levet only on n the rnter monsoon period was between March to May.
PRODUKTIVITAS ALAT TANGKAP PURSE SEINE UNTUK IKAN PELAGIS KECIL DI PANTAI UTARAJAWA Budi Iskandar Prisantoso; Lilis Sadiyah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2006): (April 2006)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4069.677 KB) | DOI: 10.15578/jppi.12.1.2006.33-45

Abstract

Informasi tentang produktivitas arat tangkap-utama ikan peragis kecir di pantai utara Jawa yaitu purse se/ne sangat diperlukan untuk memperoleh, informasi upaya pe-nangkapan optmum yang berkelanjutan. 
PENGGUNAAN IMMUNOSTIMULAN UNTUK MENINGKATKAN KEKEBALAN NON-SPESIFIK BENIH IKAN KERAPU LUMPUR, Epinephelus coioides TERHADAP INFEKSI VIRUS IRIDO Fris Johnny; Des Roza; Ketut Mahardika; Zafran Zafran; Agus Prijono
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3035.28 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.5.2005.75-83

Abstract

Suatu percobaan dengan tujuan meningkatkan kekebalan non spesifik benih ikan kerapu lumpur terhadap infeksi varus irido dengan imunostimulan telah dilakukan di Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut, Gondol-Bali.

Page 85 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue