cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
INDEKS KEANEKARAGAMAN HAYATI IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN ARAFURA Suprapto Suprapto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 14, No 3 (2008): (September 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.32 KB) | DOI: 10.15578/jppi.14.3.2008.321-335

Abstract

Penelitian tentang indeks keanekaragaman hayati ikan demersal telah dilakukan pada periode tahun 2001 sampai dengan 2006 menggunakan sarana kapal riset KM. Mutiara, KM. Bawal Putih I, dan KM. Mandidihang 02. Data spesies ikan demersal dikumpulkan dari hasil pengambilan contoh penangkapan menggunakan alat tangkap jaring pukat dasar dengan metode sapuan area. Pengambilan contoh dilakukan di sub lahan tepian Laut Arafura (sekitar daerah Mappi sampai dengan Dolak) dan sub lahan tengah Laut Arafura (sekitar Kepulauan Aru). Hasil analisis menunjukkan bahwa status kekayaan jenis ikan demersal sampai dengan tahun 2006 memiliki 149 spesies yang tergolong dalam 71 famili. Ikan-ikan yang cenderung memiliki jumlah individu terbanyak adalah kelompok famili ikan petek (Leiognathidae), gerot-gerot (Pomadasyidae), dan gulamah (Scianidae). Tingkat keanekaragaman jenis ikan demersal di perairan Arafura termasuk dalam kategori sedang. Kondisi komunitas bersifat labil dan cenderung mengalami penurunan. Status keanekaragaman hayati sampai dengan tahun 2006 memiliki indeks keanekaragaman jenis Shanon-Wiener (H’) berkisar 2,22 sampai dengan 2,79; indeks kekayaan jenis Margalef (R1 ) berkisar 4,84 sampai dengan 11,23; indeks keragaman Hill number (N1) berkisar 9,2 sampai dengan 16,3 dan indeks kemerataan jenis Pielou (E) berkisar 0,54 sampai dengan 0,56. Study on biodiversity indices of demersal fish was conducted in the period of 2001 until 2006 by using research vessel MV. MUTIARA, MV. BAWAL PUTIH I, and MV. MANDIDIHANG 02. Species data of demersal fish were collected from fishing samples by using bottom trawl with swept area method. Sampling location in the waters shore of Arafura Sea with sub area Mappi to Dolak and middle area of Arafura Sea (around of Aru Island). Result indicates that status of richness species of demersal fish till year 2006 of 149 species belongging to 71 families were recorded. Dominant families were Leiognathidae, Pomadasyidae, and Scianidae. From diversity analysis it also indicates that species diversity index in the Arafura Sea was at mid level. Condition of fish community was likely labile and the trend of it was decreasing. Index of biodiversity up to 2006 Shanon-Wiener (H’) was 2.22 until 2.79; species richness indices of Margalef (R1 ) were 4.84 until 1.23, diversity number Hill (N1) 9.2 until 16.3, and evenness indices of Pielou (E 1) were 0.54 until 0.56.
PENGARUH VITAMIN B6 DALAM PAKAN TERHADAP SISTEM KEKEBALAN BENIH IKAN KERAPU BEBEK, Cromileptes altivelis Fris Johnny; Nyoman Adiasmara Giri; Ketut Suwirya; Des Roza
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2696.031 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.1.2005.73-79

Abstract

Percobaan pemberian vitamin B6 dalam pakan ikan telah dilakukan di laboratorium patologi Balai Besar Riset perikanan Budidaya Laut, Gondol-Bali. Tujuan Percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh vitamin B6 dengan dosis yang berbeda dalam pakan ikan terhadap sistem kekebalan benih ikan kerapu bebek.
PENGARUH KONSENTRASI DAN RASIO LARUTAN POTASIUM HIDROKSIDA DAN RUMPUT LAUT TERHADAP MUTU KARAGINAN KERTAS Jamal Basmal; Th. Dwi Suryaningrum; Yusma Yennie
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2143.427 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.8.2005.29-38

Abstract

Penelitian perbaikan kualitas karaginan kertas yang diekstrak dari Eucheuma cottonii telah dilakukan dengan melakukan variasi larutan KOH 4o/o, 60/o, dan 12o/o. Rasio E. coffonii kering berbanding larutan KOH 1 '.8 dan 1:12. Waktu pemasakan 2 jam pada kisaran suhu 70-80oC. E. cottonii yang telah dimasak tersebut kemudian diekstrak menggunakan air tawar pada suhu antara 90o-95oC selama 120 menit.
POLA PENGEMBANGAN INDUSTRI GRACILLARIA DI INDONESIA Agus Heri Purnomo; Yayan Hikmayani; Zahri Nasution; Hari Eko lrianto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11616.006 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.7.2004.31-46

Abstract

Makalah ini melaporkan hasil penelitian tahun 2003, yang ditujukan untuk melakukan identifikasi permasalahan dan perumusan pola pengembangan pengusahaan Gncillaria sp. dilndonesia. Penggalian masalah dilaksanakan melalui pengumpulan data dan informasi terdokumentasi, survei dan diskusi dengan narasumber yang relevan. Juga dilakukan pengamatan perkembangan biofisik pembudidayaan Gracillaria sp. yang dilakukan bekerjasania dengan petambak.
PENAMBAHAN VITAMIN C DAN PENGGUNAAN ARGON DALAM PAKAN LELE LOKAL (Clarias batrachus) DI KOLAM TADAH HUJAN Yanti Suryanti; Agus Priyadi; Ningrum Suhenda
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3765.396 KB) | DOI: 10.15578/jppi.3.2.1997.91-95

Abstract

Telah dilakukan penelitian penambahan vitamin C dan Argon dalam pakan buatan lele loka (Clarias batrachus) yang dipelihara di kolam tadah hujan dengan tujuan untuk meningkatkan sintasannya.
PADAT PENEBARAN OPTIMAL PENDEDERAN BANDENG (Chanos chanos) DALAM HAPA DI TAMBAK TANAH GAMBUT Usman Usman; Akhmad Mustafa; Adi Hanafi; Brata Pantjara
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5927.807 KB) | DOI: 10.15578/jppi.1.1.1995.1-11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendepatkan padat penebaran optimal pada pendederenbandeng dalm tambak tanah gambut.Padat penebaran dicoba adalah 100, 200 dan 300 ekor/0,5 m3, dengen sistem hapa dan masing-masing diulang dua kali.
PENDEKATAN POLA PEREMAJAAN DAN LAJU EKSPLOITASI IKAN LOUHAN UNTUK PENGENDALIAN IKAN ASING INVASIF DI DANAU MATANO, SULAWESI SELATAN Dimas Angga Hedianto; Hendra Satria
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.231 KB) | DOI: 10.15578/jppi.23.4.2017.227-239

Abstract

Ikan louhan tergolong jenis ikan hibrid (sehingga tidak dapat ditentukan nama ilmiahnya) dari famili Cichlidae yang terindikasi sebagai ikan asing invasif di Danau Matano. Keberadaan ikan tersebut di Danau Matano perlu dikaji dan dikendalikan untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati jenis ikan endemik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola peremajaan dan laju eksploitasi ikan louhan sebagai pendekatan dalam pengendalian ikan asing invasif di Danau Matano, Sulawesi Selatan. Analisis data dilakukan terhadap 2.931 ekor ikan louhan yang ditangkap menggunakan jaring insang percobaan berbagai ukuran mata jaring dilengkapi data enumerator secara bulanan pada bulan Februari hingga November 2016 dengan bantuan perangkat lunak FiSAT II. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan louhan di Danau Matano bersifat alometrik positif. Pertumbuhan mengikuti persamaan Lt=23,67[1-e0,41(t+0,4281)]. Umur maksimum (tmax) mencapai 7,32 tahun dengan performa pertumbuhan (Ø’) sebesar 2,36. Laju mortalitas total (Z) tahunan didapatkan sebesar 1,46 tahun-1. Laju mortalitas penangkapan tahunan (F = 0,38 tahun-1) lebih rendah daripada laju mortalitas alami tahunan (M = 1,08 tahun-1). Laju eksploitasi (E) ikan louhan di Danau Matano hanya sebesar 0,26 tahun-1 dimana menunjukkan bahwa upaya pemanfaatannya masih sangat rendah. Pola peremajaan terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada Mei (16,19%) dan Oktober (6,05%). Upaya pengendalian ikan louhan sebagai ikan invasif di Danau Matano perlu dilakukan pada saat puncak peremajaan tertinggi secara berkesinambungan disertai peningkatan laju eksploitasi e” 48% dari upaya yang ada, terutama pada April-Mei dan September-Oktober di daerah litoral perairan danau.Flowerhorn cichlid is classified as hybrid species (so that the scientific name can’t be determined) from Cichlidae which indicated as invasive alien fish in Lake Matano. The existence of flowerhorn in Lake Matano need to be assessed and controlled to preserve the biodiversity of endemic fish species. This research aims to assess recruitment pattern and utlization status of flowerhorn cichlid for controlling of invasive alien species at Lake Matano, South Sulawesi. Data analysis was carried out on 2,931 flowerhorn Cichlid caught using experimental gillnets of various mesh sizes included enumerators data which recorded monthly from February to November 2016 using FiSAT II software. The analysis resulted the growth pattern of flowerhorn cichlid in Matano louhan Lake was positive allometric. The growth equation of flowerhorn cichlid was Lt=23.67[1-e0,4(t+0.4281)]. Longevity (tmax) attained 7.32 years with growth performance (Ø’) was 2.36. The annual total mortality rate (Z) obtained 1.46 years-1. The annual fishing mortality rate (F = 0.38 years-1) is lower than the annual natural mortality rate (M = 1.08 years-1). Exploitation rate (E) of flowerhorn cichlid in Lake Matano only 0.26 years-1, which was indicated under exploitation. Recruitment pattern occurs twice a year, in May (16.19%) and October (6.05%). The eradication efforts to control population of flowerhorn cichlid as invasive alien species in Lake Matano needs to be done at the peak of recruitment and also increased exploitation rate about e” 48% of existing efforts, especially on April-May and September-October in the littoral area of Lake Matano.
SEBARAN HASIL TANGKAPAN MADIDIHANG (Thunnus albacares Bonnaterre, 1788) DI SAMUDERA HINDIA BAGIAN TIMUR Arief Wujdi; Ririk Kartika Sulistyaningsih; Fathur Rochman
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.59 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.2.2015.79-86

Abstract

Ikan Madidihang (Thunnus albacares Bobbaterre, 1788) merupakan salah satu komoditaspenting bagi industri perikanan di Indonesia dimana hasil tangkapannya merupakan yang tertinggi dibandingkan jenis tuna lainnya. Saat ini, kondisi stok madidihang berada dalam kondisi yang baik. Namun, untuk menjaga kelangsungan pemantaatan stok ikan tuna, diperlukan upaya pengelolaan sumber daya tuna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi laju tangkap madidihang di Samudera Hindia Bagian Timur. Pengumpulan data dilakukan oleh pemantau ilmiah pada kapal rawai tuna komersial yang berbasis di Benoa, Pelabuhanratu dan Bungus dari Agustus 2005 sampai Desember 2013; serta program monitoring pendaratan tuna yang berbasis di Benoa tahun 2010-2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pancing bervariasi secara bulanan dan tahunan. Rata-rata bulanan laju pancing tertinggi terjadi pada Mei (0,17 ekor/100 pancing) dan terendah pada Februari (0,01 ekor/100 pancing), sedangkan rata-rata laju pancing tahunan tertinggi pada 2006 (0,11 ekor/100 pancing) dan terendah pada 2011 (0,06 ekor/100 pancing). Rata-rata laju pancing tahunan cenderung mengalami penurunan sebesar 29,48%/ tahun. Ikan madidihang tertangkap oleh rawai tuna Indonesia tersebar dari 0°-34° LS dan 76°-134° BT. Sebaran spasial laju pancing tertinggi berada di sekitar Kepulauan Mentawai dan selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara.Yellowfin tuna (Thunnus albacares Bobbaterre, 1788) is one of the important commodity for the fishing industry in Indonesia because it has the highest catches compared with other tunas. Nowadays, the yellowfin stock is currently in good condition (not overfished and not subject to overfishing). However, management measure was required to support sustainability of tuna fishery. This study aims to determine the hook rate distribution of yellowfin tuna in the Eastern Indian Ocean. Data was obtained by scientific observers on commercial tuna longline vessels, mainly based in Benoa, Palabuhan Ratu and Bungus Fihing Port, from August 2005 to November 2013; also monitoring program of tuna catches mainly landed in Benoa during 2010 to 2013. The results showed that the hook rate of yellowfin tuna was varied monthly and yearly. The highest of monthly average CPUE occurred in May (0,17 fish/100 hooks) and the lowest were in February (0,01 fish/100 hooks), while the highest annually CPUE also occurred in 2006 (0,11 fish/100 hooks) and the lowest in 2011 (0,06 fish/100 hooks). CPUE also has declining with 29,48%/year. Distribution of yellowfin tuna caught by Indonesia tuna longline spreads from 0°-34° S dan 76°-134° E. The highest CPUE was around Mentawai islands and also in south coast of East Java to Nusa Tenggara.
ANALISIS INVESTASI BEBERAPA TINGKAT PADAT TEBAR BERONANG LADA (siganus guttatus) PADA POLIKULTUR DENGAN UDANG WINDU (penaeue rnonodon) Haseng Padda; Muhammad Tjaronge
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5056.734 KB) | DOI: 10.15578/jppi.4.4.1998.68-75

Abstract

Polikultur udang windu dan beronang merupakan salah satu di antara sekian banyak cara untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan pendapatan petambak. Penelitian bertujuan mengetahui investasi yang menguntungkan dari polikultur udang windu dan beronang pada beberapa kepadatan tebar.
Penelitian kondisi terumbu karang telah dilakukan pada bulan Januari, Juni dan Juli lg94 di Perairan Hila dan Morela (Pulau Ambon) dan Bagian Tenggara Pulau Batanta, Sorong, Irian Jaya. Penelitian ini menggunakan metode Manta Tow Suruey d,an Line IKONDISI TERUMBU KARANG DI PERAIRAN HILA DAN MORELA (PULAU AMBON) SERTA BAGIAN TENGGARA PULAU BATANTA (SORONG) Amran Ronny Syam; Isa Nagib Edrus
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2859.908 KB) | DOI: 10.15578/jppi.2.3.1996.1-11

Abstract

Penelitian kondisi terumbu karang telah dilakukan pada bulan Januari, Juni dan Juli 1994 di Perairan Hila dan Morela (Pulau Ambon) dan Bagian Tenggara Pulau Batanta, Sorong, Irian Jaya. Penelitian ini menggunakan metode Manta Tow Suruey d,an Line Intercept Tiansect. Pengolahan data karang menggunakan software dBase III, dan program Lifeform

Page 82 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue