cover
Contact Name
Harls Evan Siahaan
Contact Email
evandavidsiahaan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kurios@sttpb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kurios
ISSN : 2615739X     EISSN : 26143135     DOI : -
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1: April 2023" : 25 Documents clear
Hermeneutik post-strukturalis atas Yohanes 4:1-26 John Simon; Henderikus Nayuf; Resty T. Arnawa
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i1.312

Abstract

This paper studies John 4: 1-26 in a post-structuralist hermeneutical perspective. Hermeneutics is the art of understanding, namely understanding a text, aiming to reveal the meaning contained in the text. In this case, what is meant is a post-structuralist hermeneutics which assumes that the meaning of a text lies not behind the text but in front of it. With this assumption, the meaning is beyond the author's interests, thus opening up the possibility for the polysemy of meaning found by the reader today. Four successive contextual concerns that can be examined hermeneutically in the narrative of John 4:1-26 are the context of injustice, poverty, radicalism, and ecological damage. These four context challenges are also the challenges facing the churches in Indonesia, which they grapple with in the 16th Session of the Communion of Churches in Indonesia (CCI) in Nias and the 17th in Sumba. The results of the hermeneutics study arrived at the praxis of the holistic liberation of Jesus to overcome these four challenges. They can be used as a praxis for the holistic ministry of the churches today. AbstrakTulisan ini adalah sebuah kajian atas Yohanes 4:1-26 dengan perspektif hermeneutik post-strukturalis. Hermeneutik adalah sebuah seni memahami, yaitu memahami teks, yang tujuannya untuk mengungkap makna yang terdapat di dalam teks. Hermeneutik yang dimaksud adalah hermeneutik post-strukturalis yang basisnya bahwa makna teks tidak terletak di belakang teks melainkan di depannya. Karena makna ada di depan teks, maka makna melampaui kepentingan pengarang, yang berarti membuka kemungkinan bagi polisemi makna yang ditemukan oleh pembaca masa kini. Secara berturut-turut empat keprihatinan kontekstual yang dapat ditelaah secara hermeneutis ke atas narasi Yohanes 4:1-26 adalah konteks ketidakadilan, kemiskinan, radikalisme dan kerusakan ekologi. Keempat tantangan konteks ini juga menjadi tantangan gereja-gereja di Indonesia seperti yang digumuli dalam Sidang Raya Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) XVI di Nias dan XVII di Sumba. Hasil kajian secara hermeneutis menibakan pada praksis pembebasan Yesus yang holistik, untuk mengatasi keempat tantangan konteks tersebut dan dapat dijadikan praksis pelayanan holistik gereja-gereja di hari ini.
Model pembelajaran multiple intelligences pendidikan agama Kristen bagi anak dalam menghadapi era society 5.0 Sugijanti Supit
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i1.624

Abstract

This paper discusses the multiple intelligences learning model's contribution to children's Christian religious education.  The concept of the era of Society 5.0 motivates Christian religious education to improve itself to face the challenges and opportunities that exist through the multiple intelligences learning model. This objective is achieved using a qualitative description method with a literature review approach. The contribution of multiple intelligences learning presents critical, creative, and innovative work as the capital of Christian religious education equipped with digital technology skills without leaving the essence of Christian religious education. The challenges of the era of Society 5.0 will allow children's Christian religious education to proclaim values as a Christian characteristic that produces challenging and God-fearing learners. AbstrakTulisan ini membahas tentang kontribusi model pembelajaran multiple intelligences dalam pendidikan agama Kristen anak.  Konsep era society 5.0 memotivasi pendidikan agama Kristen untuk membenahi diri dalam rangka menghadapi tantangan dan peluang yang ada melalui model pembelajaran multiple intelligences. Tujuan ini dicapai dengan menggunakan metode kualitatif deskripsi dengan pendekatan kajian pustaka. Kontribusi pembelajaran multiple intelligences menghadirkan karya kritis, kreatif dan inovatif sebagai modal pendidikan agama Kristen yang dilengkapi dengan keterampilan digital teknologi tanpa harus meninggalkan esensi pendidikan agama Kristen. Tantangan era society 5.0 akan menjadi peluang bagi pendidikan agama Kristen anak mewartakan nilai-nilai sebagai ciri khas Kristen yang menghasilkan nara didik yang tangguh dan takut akan Tuhan.
Social justice counseling sebagai fungsi pastoral di Indonesia Jerizal Petrus; Demianus Ice
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i1.631

Abstract

This research aims to analyze the practice of social justice counseling and pastoral counseling services in Indonesia. In addition, from the results of empirical and theoretical understanding, a conceptual framework for social justice counseling with the pastoral function of Indonesia will be created. This framework is built to have different characteristics as Rats, and Pedersen developed social justice. To produce a comprehensive and natural analysis, the method used in this research is a qualitative method with a case study design. The study results show that the church in the current context still practices the counseling model as pastoral counseling grows and develops without regard to the context in which pastoral counseling is carried out. In addition, the counseling model that is applied only focuses on strengthening the counselee's spirituality, while other aspects that come into contact with the counselee's daily real life, such as sociological, biological, and psychological conditions, receive less serious attention. Based on these weaknesses, a conceptual framework was designed that accommodated all the conditions often faced by counselees so that a conceptual framework for social justice counseling was built with a more comprehensive and empowering Indonesian pastoral function. AbstrakTujuan dari penelitian ini ingin menganalisis praktik pelayanan social justice counseling dan konseling pastoral di Indonesia. Selain itu, dari hasil pemahaman empirik dan teoretis akan dibuat sebuah kerangka kerja konseptual social justice konseling dengan fungsi pastoral Indonesia. Kerangka kerja ini dibangun memiliki ciri khas yang berbeda sebagaimana social justice dikembangkan oleh Rats dan Pedersen. Untuk menghasilkan sebuah analisis yang komprehsnif dan natural maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja dalam konteks kekinian masih mempraktikkan model konseling sebagaimana awal mula konseling pastoral tuumbuh dan berkembang tanpa memperhatikan konteks di mana konseling pastoral itu dilaksanakan. Selain itu, model konseling yang diterapkan hanya berfokus pada penguatan spiritual konseli, sedangkan aspek lain yang bersentuhan dengan kehidupan nyata konseli sehari-hari, seperti kondisi sosiologis, bilogis, dan psikologis kurang mendapat perhatian secara serius. Berdasarkan pada kelemahan itulah maka didesain sebuah kerangka kerja konseptual yang mengakomidir semua kondisi yang sering dihadapi oleh konseli, sehingga dibangunlah sebuah kerangka kerja konseptual social justice counseling dengan fungsi pastoral Indonesia yang lebih komprehensif dan memberdayakan.
Kecerdasan emosional mahasiswa pendidikan agama Kristen berbasis kearifan lokal “mata guru roha sisean” sebagai upaya mengurangi perilaku phubbing Simanungkalit, Malani; Naibaho, Pestaria; Hutapea, Immanuel; Hutabarat, Debby; Siahaan, Imelda
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i1.582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecerdasan emosional mahasiswa melalui kearifan lokal “Mata Guru Roha Sisean”untukmengurangi perilaku phubbing di kalangan mahasiswa semester VI Program studi Pendidikan Agama Kristen IAKN Tarutung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sampel sebanyak 139 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwakecerdasan emosional mahasiswa semester VI prodi PAK IAKN Tarutungdiketahui perilaku phubbing mahasiswa semakin meningkat. Uji persyaratan analisis antara variabel X dengan variabel Y, dengan nilai thitung = 2,427dibandingkan dengan nilai ttabel untuk kesalahan 5% dan n-2 = 137 yaitu 1,960. Diperoleh perbandingan thitung > ttabel, yaitu 2,427 > 1,960. Hasilnya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y yaitu pengaruh yang signifikan antaraKecerdasan Emosional Terhadap Perilaku Phubbing mahasiswa semester VI prodi PAK IAKN Tarutung.PengaruhKecerdasan emosional sebesar 63%, sedangkan 37% dipengaruhi oleh faktor lain. Faktor lain tersebut adalah dukungan keluarga (orang tua), pergaulan dengan teman, dan gereja serta lingkungan sekitar
Kesadaran ekologis sebagai implikasi pendidikan kristiani: Sebuah refleksi Kejadian 1:26 Anjaya, Carolina Etnasari; Triposa, Reni; Arifianto, Yonatan Alex
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i1.715

Abstract

Artikel ini bertujuan memperlihatkan sebuah implikasi teologis dari pembacaan Kejadian 1:26. Melalui metode analisis interpretatif dari pembacaan ulang Kejadian 1:26 secara naratif, diperoleh implikasi tentang tanggung jawab manusia terhadap ciptaan yang lain. Artinya, sebagai simpulan, pembacaan ini memberikan konstruksi kesadaran ekologis bagi umat percaya.
Pengembangan bahan ajar mata kuliah teori musik berbasis google site Telaumbanua, Eben H.; Manalu, Novita A.; Hutagalung, Roy; Siregar, Dian N.
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i1.388

Abstract

The development of teaching materials for music theory courses based on this Google site uses research and development methods. This research procedure adapts the ADDIE development model, namely a development model consisting of five stages consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluating. The results of the research show that the Google site-based music theory I and II teaching material products are: development of Google site-based music theory I and II teaching materials using the Borg and Gall development method which consists of 7 processes, namely needs analysis, research planning, initial product development, initial field trials, revision of trial results, main product field trials, and final product revisions. The development of music theory I and II teaching materials based on the Google site is able to make students understand the material better by providing additional supporting videos and can also increase students' interest in reading because it can be accessed anytime and anywhere.
Hospitalitas dan spiritualitas egalitarian dalam kepemimpinan kristiani Parhusip, Akdel
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i2.302

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah kajian tentang kepemimpinan kristiani, sebuah bentuk kepemimpinan yang tidak hanya dilakukan di gereja, melainkan di segala bidang. Fokus utamanya adalah pemimpin itu sendiri, dengan nilai-nilai yang diejawantah pada kepemimpinannya. Tujuan artikel ini menawarkan sebuah spiritualitas egalitarian yang seharusnya dimiliki setiap pemimpin kristiani, terlebih dalam kepemimpinan gerejawi. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif penelitian ini menggunakan diskursus hospitalitas Kristen sebagai dasar bangunan kepemimpinan kristiani yang egaliter. Sebagai simpulan, hospitalitas Kristen dapat menjadi core dalam membangun spiritualitas kepemimpinan kristiani yang egaliter. 
The impact of the gospel on Kariwari-Kenewa culture in Papua Patasik, Serli
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i1.650

Abstract

Culture concerns the whole life of people who live and practice what they see as the more horizontal dimension; however, no one can be separated from the cultural dimensions. The friction between culture and religion, as a result, encounters problems. On that situation, the current research about Gospel and Kariwari - Kenewa culture is conducted. It focuses on coaching the young generation as successor-centered culture in Kariwari, Papua. At the same time, Kenewa is music bamboo that has mystical strength. The goal of this research is that the tribe who conducts the activities might be released from evil and live in Gospel.
Fenomena narsis beragama di media sosial: Sebuah analisis-reflektif Matius 6:1 Haposan Silalahi; Yosua Sibarani; Kevin Boris Marbun
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i1.566

Abstract

Sometimes social media is used to insult and attack people who do not share the same faith or religion and spiritual understanding through religious narcissism. This article explains the meaning of Jesus' warning in Matthew 6:1 regarding religious activities as God's people's efforts to reject the phenomenon of religious narcissism on social media. Through the exegetical study method, the principle contained in Matthew 6:1 is not showing off and seeking human praise in carrying out religious or pious activities. Social media is an opportunity to show the existence of a believer's faith to bring others to repentance, not a place to show off piety.  AbstrakTerkadang media sosial digunakan untuk menghina dan menyerang orang yang tidak memiliki keyakinan atau agama serta pemahaman spiritual yang sama melalui perilaku narsisme beragama. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan makna teguran Yesus dalam Matius 6:1 tentang kegiatan agama sebagai upaya umat Tuhan menolak fenomena narsisme beragama di media sosial. Melalui metode studi hermeneutik, prinsip yang terkandung dalam Matius 6:1 adalah tidak pamer dan mencari pujian manusia dalam melakukan kegiatan agama atau kesalehan. Pada dasarnya, media sosial merupakan peluang untuk menunjukkan eksistensi iman orang percaya untuk membawa orang lain kepada pertobatan, bukan ajang pamer kesalehan.
Pendidikan kristiani bagi komunitas iman di tengah krisis kepercayaan antaranggota Situmorang, Merri Natalia
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i1.446

Abstract

A crisis of trust between members is one of the struggles of faith communities. This struggle must slowly be overcome and transformed into congregational unity. This effort can be carried out by educating congregations built through Christian education in faith communities. This effort is carried out by mapping the crisis of trust between members into congregational unity, church positions increasing congregational unity, and Christian education in the faith community. This step uses library research methods on related books and journals. The research results show that educating the congregation can be one of the steps that can be taken to overcome the crisis of trust that occurs in faith communities. However, this process is carried out from a conceptual perspective so that I open up space for readers or that further research can produce empirical tests of my proposed ideas. AbstrakKrisis kepercayaan antaranggota merupakan salah satu pergumulan komunitas iman. Pergumulan ini perlahan harus diatasi dan ditransformasi menjadi kesatuan jemaat. Saya mengusulkan upaya ini dapat dilakukan melalui mendidik jemaat yang dibangun melalui pendidikan kristiani dalam komunitas iman. Upaya ini dikerjakan dengan melibatkan pemetaan mentransformasi krisis kepercayaan antaranggota menjadi kesatuan jemaat, jabatan gereja mendongkrak kesatuan jemaat, PK dalam komunitas iman. Langkah ini dikerjakan dengan menggunakan metode penelitian pustaka terhadap buku dna jurnal yang berkaitan dengan itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mendidik jemaat bisa menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh guna mengatasi krisis kepercayaan yang terjadi di komunitas iman. Meski demikian, saya menyadari bahwa proses ini dikerjakan dari segi konseptual sehingga saya membuka ruang pembaca atau penelitian selanjutnya dapat menghasilkan pengujian empiris terhadap gagasan yang sudah saya usulkan.

Page 2 of 3 | Total Record : 25