cover
Contact Name
Sumasno Hadi
Contact Email
sumasno.hadi@ulm.ac.id
Phone
+6281328516583
Journal Mail Official
pelataran.seni@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP Universitas Lambung Mangkurat Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87, Banjarmasin, 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pelataran Seni : Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
ISSN : 25025848     EISSN : 25286404     DOI : https://doi.org/10.20527/jps.v1i2
Pelataran Seni contains research articles, findings, ideas, and scientific studies related to the field of arts education and art studies. The editor also receives a review or book review related to the scope of the Pelataran Seni.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1" : 6 Documents clear
Nilai Budaya dalam Lirik Lagu “Kambang Goyang” Karya H. Anang Ardiansyah (Suatu Kajian Semiotik) Muhammad Najamudin
Pelataran Seni Vol 3, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5213

Abstract

Penelitian ini mengkaji nilai budaya pada lagu Banjar, khususnya dalam lirik lagu “Kambang Goyang” karya H. Anang Ardiansyah”. Lagu Banjar adalah lagu berbahasa Banjar, pada lagu Banjar mengisyaratkan makna etis dan nilai-nilai budaya. Lagu Banjar memiliki dua ciri khas, rantau pandahan dan pesisiran. Peneliti melihat fenomena sekarang banyak generasi muda mampu menyanyikan lagu dengan baik dan benar, akan tetapi makna atau arti dari lagu tersebut tidak memahaminya. Dalam rangka menganalisis lagu Banjar ini, digunakan pendekatan semiotika. Dukungan pengumpulan data mengandalkan teknik observasi dan studi dokumen. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa dalam lirik lagu “Kambang Goyang” karya H. Anang Ardiansyah mengandung makna nilai budaya masyarakat Banjar, yakni tentang hakikat manusia dengan sesamanya dan hakikat karya seni untuk penikmatnya. Secara semiotik, ditemukan sistem denotasi dan konotasi pada lirik lagu, serta ditemukan sistem petanda dan penanda yang mengacu pada konsep kebudayaan masyarakat Banjar.Kata kunci: semiotika, lirik lagu, nilai budaya, kambang goyang, H. Anang Ardiansyah
Pembelajaran Musik Kintung Berbasis Kreativitas pada Peserta Didik di Dapur Teater Benny Mahendra
Pelataran Seni Vol 3, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengimplementasikan desain konsep pembelajaran musik kintung berbasis kreativitas di Dapur Teater Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan untuk menggali data-data tentang musik kintung di desa Kelampaian Ilir dilakukan secara deskriptif melalui pendekatan kualitatif, sedangkan untuk menguji coba desain konsep pembelajaran musik kintung digunakan metode eksperimen melalui pendekatan kuantitatif. Kedua metode tersebut dibantu dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka, dan angket. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan sistem koleksi data, penyajian, reduksi data, verifikasi data, dan uji t hitung. Temuan penelitian ini adalah model pembelajaran musik kintung dengan desain konsep pembelajaran yang terdiri dari empat tahapan yaitu: (1) persiapan, (2) verifikasi, (3) representasi yang diterapkan pada lima kali pertemuan di Dapur Theater. Pembelajaran tersebut berisi empat materi pokok yaitu apresiasi musik kintung, mengaransir atau membuat komposisi musik kintung secara berkelompok, berlatih memainkan aranseman atau komposisi musik kintung secara berkelompok, dan menampilkan hasil proses pembelajaran berupa produk karya musik kintung. Pembelajaran musik kintung di Dapur Teater Kalimantan Selatan, menghasikan peningkatan wawasan dan pengetahuan peserta didik tentang kesenian musik kintung serta meningkatkan kreativitas dan produktivitas peserta didik di Dapur Theater Kalimantan Selatan sebesar 83%.Kata kunci: pembelajaran, musik kintung, kreativitas, dapur teater, kalimantan selatan 
Bentuk Penyajian Tari Jaranan Butho di Desa Danda Jaya Kabupaten Barito Kuala Fathur Rahman; Edlin Yanuar Nugraheni; Sumasno Hadi
Pelataran Seni Vol 3, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5215

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk penyajian tari Jaranan Butho di Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan analisis data lapangan, reduksi data, penarikan keseimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh simpulan, yaitu: (1) terdapat 10 ragam gerak dalam bentuk penyajian (2) terdapat 2 pokok pola lantai lurus ke samping kanan dan lingkaran serta 7 komposisi tari; (3) tata rias penari menggunakan rias karakter, busana tarian 11 bagian dan mengguakan 2 properti; (4) musik pengiring menggunakan 8 instrumen alat musik dan diiringi dengan syair; (5) tempat pertunjukan menggunakan bentuk tapal kuda.Kata kunci: jaranan butho, desa danda jaya, bentuk penyajian tari
Claude Debussy dan Gamelan Jawa Sunarto Sunarto
Pelataran Seni Vol 3, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5210

Abstract

Debussy sebagai komposer Prancis salah satu musisi terpenting pada masanya. Inovasi harmonisnya memiliki pengaruh besar pada generasi komposer. Debussy membuat langkah tegas dari Wagnerisme dalam satu opera lengkap Pelléas et Mélisande. Pada karyanya untuk piano dan orkestra, Debussy menciptakan genre baru dan mengungkapkan berbagai warna timbre dan warna yang menunjukkan estetika musik yang sangat orisinil. Debussy terpesona oleh teater Annam dan Gamelan Jawa pada Universal Exposition tahun 1889, sebuah penemuan yang menyelesaikan pembentukan keyakinan estetikanya. Sesudah Universal Exposition, Debussy mulai tertarik dan menggali Gamelan Jawa sebagai sumber inspirasi pada beberapa komposisinya. Hal itu bukanlah keinginan Debussy untuk memadukan kesan estetis sepintas, namun pengungkapkan secara harafiah dari beberapa sumber teknik dan kaidah seni, dalam mencari musik baru dengan persepsi estetis yang lebih luas.Kata Kunci: debussy, impresionisme, universal exposition, gamelan jawa
Feminisme dalam Tubuh Laki-Laki pada Film A Man Space Haekal Ridho Afandi
Pelataran Seni Vol 3, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5211

Abstract

Pada perkembangan film sampai sekarang ini, sedikit ditemukan film yang menggunakan satu gender. Hal ini dikarenakan para pembuat film menganggap bahwa laki-laki dan perempuan adalah bagian yang sangat integritas dalam sebuah film. A man space adalah film fiksi pendek karya Haekal Ridho Afandi yang hanya menggunakan satu gender yaitu laki-laki. Film ini mengadopsi sifat maskulin dan feminim di dalam satu tubuh manusia. Persoalan yang diangkat pada film ini bukan hanya pada perempuan yang melakukan emansipasi, namun juga emansipasi dari sisi laki-laki. Laki-laki pada film ini diposisikan berada pada gerakan perjuangan untuk lepas dari kuasa perempuan. Film ini bertujuan untuk menciptakan kesan dan pesan baru, bahwa atas dasar kebudayaan, laki-laki memiliki peranan yang lebih penting dan berusaha kembali mengemansipasi dirinya dari tekanan-tekanan yang dihadirkan perempuan, dengan gerakan feminisme.Kata Kunci: a man space, tanpa wanita, maskulin, feminim, satu tubuh
Peristiwa Teater Tu(m)buh sebagai Konstruksi Politik Tubuh Andi Taslim Saputra; Nyoman Murtana
Pelataran Seni Vol 3, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5212

Abstract

Penelitian ini membaca fenomena teater yang melahirkan bentuk politis baru dengan fokus studi kasus peristiwa Tu(m)buh Karya Tony Broer. Bertujuan untuk menjelaskan bentuk politik tubuh Tony Broer dalam peristiwa teater, sehingga membahas persoalan deskripsi praktik politik tubuh Tony Broer menggunakan konsep politik tubuh Foucault. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan analisis data. Hasilnya menunjukkan, konstruksi tubuh yang digodok dalam peristiwa teater Tu(m)buh berupa politik tubuh. Dalam konteks ketubuhan, Tony Broer, melaksanakan praktek konstruksi dan sistem politik tubuh dalam peristiwa teater. Hasil kontruksi tubuh Tony Broer berupa pendisiplinan dan pembentukan tubuh yang intens, keras, dan radikal. Tindakan Tony Broer tersebut melahirkan konsep dan nilai praktis yang lebih dominan penampakan politik tubuh, baik terhadap diri sendiri dan politik tubuh atas orang lain, sehingga peristiwa teater Tu(m)buh adalah penyajian dengan citra tubuh yang politis.   Kata Kunci: teater, politik tubuh, tu(m)buh 

Page 1 of 1 | Total Record : 6