cover
Contact Name
Teguh Ariyanto
Contact Email
teguh.ariyanto@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teguh.ariyanto@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Proses
ISSN : 1978287X     EISSN : 25491490     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Rekayasa Proses (J. Rek. Pros) is an open-access journal published by Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada as scientific journal to accommodate current topics related to chemical and biochemical process exploration and optimization which covers multi scale analysis from micro to macro and full plant size.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2023)" : 17 Documents clear
Removal of metronidazole from simulated wastewater using Fe/C catalyst with a combination of heterogenous Fenton and ozonation Panandita, Budi Satria; Prasetyo, Imam; Ariyanto, Teguh
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.75633

Abstract

This study examined roles of iron oxide/porous carbon material (Fe/C) for removing metronidazole in simulated wastewater by adsorption and then followed by a degradation using advanced oxidation process (H2O2, O3 and combination of H2O2/O3). Fe/C was produced by an impregnation of iron oxide precursors during resorcinol-formaldehyde synthesis followed by pyrolysis at 800 °C. For comparison, blank carbon (without iron loading) was also synthesized. The properties of porous carbon were investigated by SEM-EDX and N2-sorption analyzer. Blank carbon and Fe/C featured the specific surface area of 755 m2g-1 and 394 m2g-1, respectively. The loading of iron oxide altered the pore structures of material. The adsorption isotherm data were followed by the Langmuir isotherm model with metronidazole uptake up to 46.07 mg g-1 and 39.97 mg g-1 at 30oC by Fe/C and blank carbon. The degradation study was then carried out with catalyst dosage of 0.1 g/100 mL solution and 120 min reaction time at 30 oC. It is noticeably that, the degradation of metronidazole was better when a combination of H2O2/O3 was employed, compared with an individual of H2O2 or O3. Regarding the stability, Fe/C maintained its high activity upon four consecutive runs.
Optimasi kondisi operasi pembuatan adsorben ampas singkong untuk pemurnian minyak jelantah dan aplikasinya sebagai sabun cair cuci tangan Safitri, Elsa Vira; Amalia, Rizka
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.76634

Abstract

Ampas singkong merupakan limbah dari hasil industri pembuatan tepung tapioka yang belum dimanfaatkan dengan baik. Di dalam ampas singkong masih banyak komposisi kimia yang dapat dimanfaatkan, salah satunya yaitu serat lignoselulosa yang mengandung selulosa (36,6%), hemiselulosa (21,3%) dan lignin (17,3%). Pada penelitian ini ampas singkong akan dibuat menjadi adsorben karena kandungan selulosa yang tinggi pada ampas singkong berpotensi untuk menurunkan kadar asam lemak bebas pada minyak jelantah. Dalam hal ini, adsorben akan digunakan untuk memurnikan minyak jelantah dan hasil dari pemurnian miyak jelantah akan dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan sabun cair cuci tangan.  Pada penelitian ini akan dikaji mengenai pengaruh waktu oven, suhu oven dan ukuran partikel terhadap hasil kadar asam lemak bebas dan kapasitas adsorpsi adsorben. Hasil percobaan menunjukan bahwa variabel bebas yang paling berpengaruh terhadap kapasitas adsorpsi adsorben dan asam lemak bebas adalah ukuran partikel, Hal ini dibuktikan dari hasil nilai efek variabel bebas yang paling besar yaitu 96 terhadap kapasitas adsorpsi adsorben dan 0,144 terhadap kadar asam lemak bebas. Kondisi optimum untuk mendapatkan kapasitas adsorpsi adsorben dan kadar asam lemak bebas dengan nilai terbaik didapat pada percobaan ke 8 dengan suhu oven 120oC, waktu oven 5 jam dan ukuran partikel 120 mesh dimana nilai kapasitas adsorpsi  adsorben sebesar 238,93 mg/g dan kadar asam lemak bebas sebesar 0,1024 %. Kualitas sabun cair cuci tangan yang dihasilkan dari hasil optimal pemurnian minyak jelantah sesuai dengan standar SNI yaitu diperoleh nilai pH 9,07, tinggi busa 35,5 mm dan hasil uji organoleptik yaitu bentuk cairan homogen, bau yang khas seperti campuran minyak dan KOH serta warna kuning bening. 
Efek laju alir dan arah aliran terhadap analisis performa alat penukar panas tipe shell and tube heat exchanger menggunakan SCADA Achmad, Feerzet; Tampubolon, Yosi Anugrah S.M; Fajri, Muhammad; Nury, Dennis Farina; Prahmana, Rico Aditia; Suhartono, Suhartono; Suharto, Suharto
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.77376

Abstract

Panas atau kalor merupakan energi yang dapat berpindah dikarenakan perbedaan temperatur. Dalam melakukan perpindahan panas, dibutuhkan sebuah alat agar mendukung terjadinya perpindahan panas. Alat perpindahan panas yang digunakan pada penelitian ini adalah Shell and Tube Heat Exchanger (STHE). Penelitian ini menggunakan program SCADA yang dapat melakukan proses akusisi data dan kontrol terhadap variabel dependen yaitu laju alir fluida panas sehingga diharapkan data yang ditampilkan pada program SCADA dapat merepresentasikan pengaruh laju alir dan arah aliran terhadap analisis performa alat penukar panas tipe STHE. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan laju alir fluida panas pada rentang 0.8 L/min – 1.8 L/min, dimana pada alat ini memiliki maksimum laju alir 2,1 L/min. Dari penelitian ini didapatkan bahwa efektivitas tertinggi sebesar 0,44 pada laju alir fluida panas 1.8 L/min dengan aliran fluida berlawanan arah. Dari hal ini, dapat disimpulkan bahwa laju alir fluida dan arah aliran fluida mempengaruhi efektivitas alat penukar panas, namun bukan hanya mempengaruhi efektivitas alat penukar panas, laju alir dan arah aliran fluida juga mempengaruhi analisis yang lainnya seperti bilangan Reynold, perubahan temperatur rata-rata logaritmik, Number of Transfer Unit (NTU), dan juga efektivitas NTU. Laju alir pada alat penukar panas berpengaruh terhadap besarnya panas yang akan diserap maupun dikeluarkan sehingga, ketika laju alir mengalami peningkatan maka efektivitas alat penukar panas juga akan mengalami peningkatan dikarenakan hal ini dipengaruhi oleh besarnya panas yang dikeluarkan maupun yang diterima.
Optimasi kondisi operasi pembuatan plastik biodegradable dari selulosa tongkol jagung dan pati kulit singkong dengan penambahan pva dan TiO2 sebagai smart packaging Wening, Dian Nirmala; Amalia, Rizka
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.77598

Abstract

Plastik biodegradable merupakan plastik yang terbuat dari bahan yang mudah diuraikan .Tongkol jagung mengandung kadar selulosa sebesar 41%, Kandungan pati  kulit singkong berkisar 22-59%. Pada proses ektraksi selulosa dengan penambahan NaOH menghasilkan kadar selulosa yakni 68,15%. Penambahan plasticizer  untuk meningkatkan permeabilitas uap air dan elongasi salah satunya menggunakan plasticizer  PVa. TiO2 mempunyai sifat antibakteri, tidak beracun, dan murah. Pada penelitian ini akan dikaji optimasi kondisi operasi pembuatan plastik biodegradable dari selulosa tongkol jagung dan pati kulit singkong dengan penambahan PVa dan TiO2 sebagai smart packaging terhadap ketahanan air, biodegradabilitas, daya kekuatan, elongasi  dan antioksidan. Hasil terbaik yang di dapatkan pada uji daya serap pada percobaan ke-7 di dapatkan hasil terendah yaitu 17.02%. lalu untuk nilai biodegradasi tertinggi  pada percobaan ke-2 dengan presentase sebesar 60,19 sesuai dengan SNI degradasi dari plastik biodegradable yaitu sebesar > 60 % selama 1 minggu. Kemudian nilai kuat tarik tertinggi pada percobaan ke-6 dengan presentase sebesar 2.99 sesuai dengan nilai standar kuat tarik film bioplastik minimal 4 KgF/cm2 atau 0,392 Mpa (JIS 2-1707). Untuk nilai elongasi tertinggi pada percobaan ke-5 dengan presentase sebesar 2.99.Pada uji antioksidan apel yang dibungkus dengan plastik biodegradable dengan kandungan TiO2 dan selulosa tongkol jagungyang tinggi lebih tahan lama. Kata Kunci: pati kulit singkong, plastik biodegradable, PVa, selulosa tongkol jagung, TiO2.
Penentuan kondisi optimum pembuatan silica gel menggunakan silika geothermal dengan metode sol-gel Sujoto, Vincent Sutresno Hadi; Tangkas, I Wayan Christ Widhi Herman; Astuti, Widi; Sumardi, Slamet; Jenie, Siti Nurul Aisyiyah; Tampubolon, Aron Pangihutan Christian; Syamsumin, Syamsumin; Utama, Andhika Putera; Petrus, Himawan Tri Bayu Murti; Kusumastuti, Yuni
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.77696

Abstract

Salah satu permasalahan yang muncul di lapangan pembangkit listrik panas bumi (PLTP) adalah terjadinya silica scaling dalam sistem pemipaaan akibat konsentrasi padatan terlarut yang tinggi pada air geotermal (geothermal brine). Silica scalling dapat menyebabkan penurunan efisiensi pembangkitan energi listrik dari panas bumi. Pada penelitian ini lumpur silika yang dihasilkan dari lapangan pembangkit listrik panas bumi akan dimanfaatkan sebagai raw material sintesis silica gel. Silica gel disintesis menggunakan metode sol-gel dengan variasi rasio natrium silikat dan air (1:3 ; 1:4 ; dan 1:5) dan konsentrasi asam klorida ( 0,5 M ; 1 M; dan 2 M). Karakteristik silica gel dilihat menggunakan analisis Forier Transform Infra Red (FTIR). Secara umum, pita serapan yang muncul pada spektra sample silica gel menunjukkan bahwa gugus fungsional yang terdapat pada silica gel adalah gugus silanol (Si-OH) dan gugus siloksan (Si-O-Si). Panjang gelombang 1055,86 cm-1­ menunjukkan gugus Si-O, yang mengindikasikan adanya vibrasi SiO4 dan polimerisasi Si-O-Si saat pembentukan silica gel. Selain itu, kapasitas penjerapan air oleh silika gel menunjukkan bahwa sampel dengan kode A7 memiliki kapasitas penjerapan air terbesar, yaitu mencapai 0,9331 gr air/ gram silica gel. Analisis Response Surface Methodology (RSM) mengindikasikan bahwa konsentrasi asam memberikan pengaruh singnifikan terhadap pembentukan silica gel dibandingkan dengan variasi pengenceran natrium silikat.
Pengaruh penambahan fly ash PLTU Cirebon dan temperatur pengeringan terhadap kuat tekan material konstruksi beton High Volume Fly Ash (HFVA) Anggara, Ferian; Sujoto, Vincent Sutresno Hadi; Tangkas, I Wayan Christ Widhi Herman; Astuti, Widi; Sumardi, Slamet; Putra, Ilham Satria Raditya; Putra, Agik Dwika; Petrus, Himawan Tri Bayu Murti
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.77825

Abstract

Penggunaaan batubara sebagai sumber energi di negara berkembang seperti Indonesia masih menjadi pilihan utama. Hasil samping pembakaran batubara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berupa fly ash dan bottom ash (FABA) akan terus meningkat seriring konsumsi bataubara sebagai energi meningkat. Industri semen dapat mengahsilkan 2,9 miliar ton CO2 ke atmosfer hal ini akan berdampak langsung terhadap kenaikan temperatur bumi dan pemansan global. Subtitusi material semen dengan fly ash menjadi sebuah pilihan yang ramah lingkungan dalam meminimalisir gas CO2. Pembuatan beton dimulai dengan mencampurkan fly ash dan semen pada berbagai rasio (1:1; 1:3 ; 1:4) dengan air. Air dituang secara bertahap sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga membentuk pasta. Pasta beton yang telah terbentuk dicetak pada cetakan kubus ukuran 5x5x5 cm3. Cetakan pasta HVFA didiamkan selama 1 hari, kemudian dikeringkan (curing) pada temperatur yang divariasikan (30, 40 dan 60°C). Hasil Analisa oksida komponen kimia menunjukan bahwa fly ash dari PLTU Cirebon tergolong kategori fly ash kelas C dengan kadar CaO lebih dari 10% dan SiO2 kurang dari 46% dan Kekuatan beton (compressive strength) HVFA yang  paling besar yang dapat dihasilkan beton HVFA adalah pada rasio komposisi semen dan fly ash 1:3 dengan temperatur pengeringan 40°C. material fly ash mampu menggantikan semen sebesar 75% dari kebutuhan beton HVFA dengan kekuatan beton mencapai 12,557 MPa pada kondisi pengeringan 40°C. Hasil optimasi menunjukan variable yang paling berpengaruh terhadap kuat tekan beton yang dihasilkan adalah temperatur pengeringan.
Analisis kelayakan finansial dan non finansial untuk pendirian pabrik pakan ikan berbasis maggot Wanta, Kevin Cleary Wanta Cleary; Julianto, Shelvia; Fynn, Vincentius Felix; Miryanti, Arry; Kumalaputri, Angela Justina; Santoso, Herry; Tjuaja, Rudy; Witono, Judy Retti
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.80087

Abstract

Sektor perikanan di Indonesia tergolong sebagai sektor yang sangat besar, baik dalam hal produksi maupun konsumsinya. Kondisi ini menyebabkan kegiatan budidaya ikan juga akan meningkat seiring dengan kebutuhannya. Salah satu masalah yang dihadapi dalam kegiatan tersebut adalah masalah pakan ikan yang mahal. Untuk itu, pendirian pabrik pakan ikan yang murah dengan produk yang memenuhi standar nutrisi merupakan peluang besar. Studi ini mempelajari tentang evaluasi ekonomi terhadap kelayakan finansial dan non finansial dari pabrik pakan ikan berbasis maggot. Analisis kelayakan finansial yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai ROI, PBP, NPV, IRR, dan BEP sebesar 20,84%, 5,48 tahun, Rp 307.103.117, 15,36%, dan 32,11%, secara berurutan. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, seluruh parameter kelayakan finansial menunjukkan bahwa pabrik pakan ikan berbasis maggot ini layak untuk didirikan. Tidak hanya itu, pendirian pabrik tersebut juga memberikan pengaruh positif secara non finansial. Aspek lingkungan, teknikal, sosial-ekonomi, dan pasar mendukung kelayakan pendirian pabrik ini. Lebih jauh, pabrik pakan ikan ini juga mendukung usaha untuk mengatasi permasalahan sampah organik. Kegiatan budidaya maggot dengan menggunakan sampah organik ini akan tumbuh karena maggot yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan baku utama untuk produksi pakan ikan.
Heavy hydrocarbon recovery with integration of turboexpander and JT valve from highly CO2-containing natural gas for gas transmission pipeline Yusupandi, Fauzi; Widiatmoko, Pramujo; Sukmana, Ira Febrianty; Fitri, Hera Rahma; Eviani, Mitra; Devianto, Hary
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.82485

Abstract

Demand of natural gas is predicted to increase since many valuable products can be produced. Water and heavy hydrocarbon content are the key for gas pipeline facility. To meet requirement of natural gas transportation, dehydration unit (DHU) and hydrocarbon dew point control unit (DPCU) are necessary to avoid water and hydrocarbon condensation during transmission. The conventional dehydration technology, TEG contactor, can lower water content from 1,304 mg/m3 to 80.35 mg/m3 where the maximum limit of water content in natural gas is 97 mg/m3 to prevent hydrate formation. DPCU is installed to remove heavy hydrocarbon, especially C5+. Integration of JT valve and turboexpander was employed to obtain the low gas dew point. The hot gas stream that entered the JT valve was observed. The lower hot bypass gas was applied, the lower hydrocarbon dew point and the more condensate flowrate was achieved. indohoki77 adalah salah satu platform judi online terkemuka yang menyediakan berbagai jenis permainan bagi para penggemar judi di Indonesia.The highest power generation can be gained at low hot gas flow ratio which also influenced the exit pressure and temperature of compressor. In pipeline simulation, the pressure and temperature drop occurred at the high hot gas rate. To examine the arrival condition, dew point curves were generated and showed that the limitation of hot gas flow ratio has to be below 0.6 to prevent heavy hydrocarbon condensation in pipeline.
Cold sterilization of coconut water by membrane technology and UV-C Aliwarga, Lienda; Joenputri, Fiena; Chandra, Livia; Julian, Helen
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.82774

Abstract

Coconut water contains amino acids, vitamins, antioxidants, and mineral, which are beneficial for human health. However, rapid degradation of coconut water due to the presence of protein, fat, and microbes has led to short shelf life and coconut water’s rancidity. Sterilization of coconut water by heat treatment has been proven to be effective in microorganism elimination, but results in major changes of coconut water’s sensory attributes. In this research, cold sterilization of coconut water was conducted by using ultrafiltration membrane and UV-C to preserve the sensory properties and nutritional components in coconut water. The radiation dose of UV-C and operating pressure of ultrafiltration membrane was varied to obtain the optimum operating condition. The sterilization process by UV-C did not remove fat and protein, which are the rancidity-causing components. In ultrafiltration sterilization, fat and protein can be removed by 74% and 31.37%. Superior microorganism elimination by ultrafiltration was obtained at 99.9999%, compared to that by UV-C at 90%. The ultrafiltration also retained the coconut water’s pH, total soluble solid, and flavor, while improved its clarity. At optimum operating pressure of 0.25 bar, the coconut water’s shelf life of 3 days, according to the Standar Nasional Indonesia (SNI), can be achieved.
The effect of the addition combination of chicken eggshell adsorbents (Gallus gallus domesticus) and siwalan fiber (Borassus flabellifer) on the adsorption process of used cooking oil Siswanto, Anggun Puspitarini; Khasanah, Siti Khofifatul
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.83243

Abstract

Cooking oil is a daily necessity. Repeated use of oil with high heating temperatures (200-250°C) can result in oxidation and polymerization processes in the oil. Cooking oil purification is carried out by the adsorption method which utilizes cellulose content in coconut coir and CaCO3 in eggshell so that it can meet SNI 3741:2013. In this study, the adsorption process was carried out using siwalan coir adsorbents activated by 9% ZnCl2 and eggshell adsorbents which were activated using a 600oC furnace for 3 hours. This study was handled using a factorial 23 experimental design and it was found that the adsorption spin time variable was the influential variable. The results of this study were per SNI 3741:2013 with an FFA concentration of 0.3049% and a peroxide value of 2 mekO2/kg with a mass of adsorbent for siwalan coir and shells of 2: 10 gram, the optimum time was 69 minutes. Analysis of the findings of the optimization sample which has a specific gravity of 0.91 gram/cm3, a clear yellow color, and a moisture content of 0.083%.

Page 1 of 2 | Total Record : 17