cover
Contact Name
Rudy Hartono
Contact Email
dinomks70@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rudyhartono@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 19078153     EISSN : 25490567     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar adalah jurnal ilmiah yang dipublikasi oleh Unit Penelitian Poltekkes Kemenkes Makassar. Jurnal Media Kesehatan merupakan Jurnal Nasional yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan telah teregister dengan e-ISSN: 2549-0567. Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar fokus pada hasil-hasil penelitian asli dan terbaru dalam lingkup ilmu kesehatan mencakup ilmu keperawatan, kebidanan, kesehatan lingkungan, ilmu farmasi, analis kesehatan atau laboratorium medis, ilmu gizi, fisioterapi, kesehatan gigi, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu kesehatan lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan" : 11 Documents clear
IDENTIFIKASI RESIDU PESTISIDA CHLORPYRIFOS DALAM SAYURAN SAWI HIJAU (BRASSICA RAPA VAR.PARACHINENSIS L.) DI PASAR TERONG KOTA MAKASSAR Zaenab Zaenab
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.673 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v11i2.234

Abstract

Residu pestisida dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari seperti sayuran. Salah satu tanaman yang sering disemprotkan pestisida adalah tanaman sayuran khususnya tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis L.). Hal ini terjadi karena bentuk dan struktur tanaman sawi yang memungkinkan ulat untuk bersarang di sela-sela daunnya. Residu pestisida bersifat akumulatif di dalam tubuh manusia, sehingga akan memberikan dampak negatif terhadap kesehatan manusia yang mengonsumsi sayuran yang mengandung residu pestisida secara terus menerus. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengidentifikasi residu pestisida Chlorpyrifos dalam sayuran sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis L.) di Pasar Terong Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional yakni menggunakan daftar pemeriksaan atau pengukuran terhadap residu pestisida Chlorpyrifos dalam sayuran sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis L.). Hasil pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan metode kromatografi gas menunjukkan bahwa kadar residu pestisida pada sawi hijau I sebelum proses pencucian yaitu sebesar 0,045 mg/kg dan sesudah proses pencucian yaitu sebesar 0,013 mg/kg sehingga kadar residu pestisida mengalami penurunan sebesar 71 %  dan kadar residu pestisida pada sawi hijau II sebelum proses pencucian yaitu sebesar 0,276 mg/kg dan sesudah proses pencucian yaitu 0 mg/kg sehingga kadar residu pestisida mengalami penurunan sebesar 100 %. Berdasarkan standar persyaratan SNI 7313 Tahun 2008 tentang batas maksimum residu pestisida pada hasil pertanian untuk sayuran sawi hijau yaitu 1 mg/kg, maka kadar residu pestisida yang terdapat pada sampel sawi hijau sebelum dan sesudah proses pencucian masih di bawah BMR (Batas Maksimum Residu) sehingga memenuhi syarat kesehatan. Penurunan kadar residu pestisida chlorpyrifos pada sayuran terjadi karena proses pencucian dengan air mengalir menyebabkan residu insektisida chlorpyrifos yang terdapat pada permukaan sayuran akan larut dalam air. Residu yang tertinggal pada permukaan tanaman pada saat disemprot dapat hilang karena pencucian atau pembilasan.
Pengaruh Intervensi Gizi Olah Raga Terhadap Kadar Kholesterol, Asupan Karbohidrat, Protein, Lemak Dan Volume Oksigen (VO2)Maksimum Usia Dewasa Sirajuddin Sirajuddin
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.888 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v11i2.225

Abstract

Gizi olah raga adalah sebuah intervensi gizi kepada subjek yang diteliti selama 2 bulan intervensi berupa pendidikan gizi yang terintegrasi dengan materi kebugaran, aktivitas fisik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek intervensi gizi olah raga terhadap pengetahuan gizi, kadar kolesterol, VO2 max, Asupan Karbohidrat, Protein dan LemakMetode penelitian ini adalah experiment semu dengan kelompok control. Besar sampel adalah 7 orang  kelompok intervensi dan 13 kelompok control. Penelitian dilakukan di Lapangan Olahraga Jurusan Gizi dan Gedung Olah Raga Sudiang Raya.Intervensi pendidikan gizi dilakukan di Jurusan Gizi selama 6 bulan. Data kolesterol diambil dari darah kapiler menggunakan Human KIT, Data VO2 max diambil dengan test cooper, data antropometri dengan timbangan seca dan stadiometer ketelitian masing masing (0,1 kg) dan (0,1 cm). Data Asupan gizi makro dengan Food Recall dengan Multiple Pass Method, dan Nutrisurvey.Pengolahan data dengan Aplikasi SPSS for windows.Hasil penelitian adalah pendidikan ayah adalah umumnya tamat SMA pada kelompok intervensi (57,1%) dan Perguruan Tinggi (92,3%) pada kelompok kontrol. Pendidikan ibu juga 57,1%  tamat SMA pada kelompok intervensi dan 84% tamat perguruan tinggi pada kelompok kontrol. Status gizi obesitas 85% pada kelompok intervensi dan 69% kurus pada kelompok kontrol. Intervensi gizi olah raga berpengaruh pada perubahan skor pengetahun gizi pada kelompok intervensi dan kontrol masing masing p=0,000 dan p=0,000. Tetapi tidak berbeda pada kedua kelompok diawal maupu diakhir intervensi (p>0,050). Asupan gizi makro (Karbohidrat, Lemak dan Protein) tidak berubah pada kedua kelompok (p>0,050). Kadar Kholesterol Total juga tidak berubah (p>0,050) dengan intervensi gizi  olahraga 8 minggu intensitas 3 hari seminggu durasi 1 jam. Volume Oksigen Maksimum (VO2 Maks) berubah secara signifikan pada kelompok intervensi  (p=0,002).  Kesimpulan intervensi gizi olahraga 8 minggu, intensitas minimal 3 kali dengan durasi minimal 60 menit mampu meningkatkan volume oksigen maksimun. Saran agar intervensi gizi olahraga diteliti lebih lama.
TEKNOLOGI TERAPAN PEMANFAATAN LIMBAH CAIR PENCUCIAN KENDARAAN DENGAN METODE KOAGULASI DAN BIOFILTER MULTIMEDIA Ain Khaer
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.276 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v11i2.228

Abstract

Waste water generated by the efforts of the washing of vehicles is directly discharged into water bodies or waterways will cause pollution in water bodies due to the characteristics of the washing process that generates the content of the detergent or ionic surfactants and COD concentration is high contained in the waste water washing the car and potentially causing a decrease in the quality of water bodies and cause unpleasant odors, it is caused by the nature of the detergent and oil are difficult to decompose, causing a decrease in self purification of the water body. Under these conditions, the necessary technology can be used to deal with waste car wash. This study aims to determine the ability of coagulation methods and biofilter in lowering levels of contaminants COD (chemichal Oxygen Demand) and the levels of detergentthe vehicle washing waste. This study is Praeksprimen with Pretest-Posttest Design draft that begins with a literature review, a preliminary study and research core that is making the tool coagulation and multimedia biofilter. Data on laboratory results were analyzed descriptively explained in the form of tables, graphs and narrative that describes the overall process that occurred during the study. Based on the research that the method of coagulation and multimedia biofilter reducing levels of COD (chemichal Oxygen Demand) washing the vehicle with the efficiency decreased by 55.99 mg / l (64.84%) and the content of detergent (MBAs) in wastewater effluents washing vehicles with efficiency penu (Runan of 86,05mg / l (40.05%) the processing is compliant with the standards in accordance Government Regulation No.82 of 2001 on processing of water Quality and water Pollution Control who will be discharged into water bodies class III, shall not exceed 200 mg / l.
PENGARUH LATIHAN PERIODE PERSIAPAN UMUM PON TERHADAP PERUBAHAN DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI ATLET KONTINGEN BAYANGAN PON XIX 2016 KONI SULAWESI SELATAN Muh Thahir
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.703 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v11i2.231

Abstract

Pengaruh latihan periode persiapan umum PON terhadap perubahan daya tahan kardiorespirasi atlet kontingen bayangan PON XIX 2016 KONI Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh latihan periode persiapan umum PON terhadap perubahan daya tahan kardiorespirasi atlet kontingen bayangan PON XIX 2016 KONI Sulawesi Selatan. Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan studi prospektif. Popolasi dalam penelitian ini adalah atlet kontingen bayangan PON XIX 2016 KONI Sulawesi Selatan kelompok cabang olahraga permainan yang berjumlah 129 atlet. Sampel yang diambil sebanyak 100 atlet dengan kriteria inklusi  : berumur antara 17-26 tahun, rutin mengikuti latihan, tidak sedang cedera, mengikuti pre test dan post test. Penelitian ini menggunakan pengukuran daya tahan kardiorespirasi sebelum dan setelah mengikuti latihan periode persiapan umum PON XIX 2016 yang dilakukan selama 8 minggu. Data dianalisis melalui uji wilcoxon. Instrumen tes yang digunakan pada penelitian ini adalah three minutes step test untuk mengukur  daya tahan kardiorespirasi atlet kontingen bayangan PON XIX 2016 KONI Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan daya tahan kardiorespirasi atlet kontingen bayangan PON XIX 2016 sebelum dan sesudah mengikuti latihan periode persiapan PON. Berdasarkan uji Wilcoxon α = 0,000 (ρ < 0,05) menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara latihan periode persiapan umum PON  terhadap perubahan daya tahan kardiorespirasi atlet kontingen bayangan PON XIX 2016 ditandai dengan penurunan denyut nadi dengan menggunakan three minutes step test. Dapat disimpulkan Bahwa latihan periode persiapan umum PON berpengaruh terhadap perubahan daya tahan kardiorespirasi atlet kontingen bayangan PON XIX 2016 KONI Sulawesi Selatan.
POLA RESISTENSI BAKTERI Staphylococcus sp TERHADAP 5 JENIS ANTIBIOTIK PADA SAMPEL PUS Artati Artati; Hurustiaty Hurustiaty; Zulfian Armah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.407 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v11i2.227

Abstract

Penyakit infeksi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting. Salah satu respon tubuh terhadap infeksi adalah terbentuknya pus. Pus merupakan cairan kaya protein hasil proses inflamasi  yang terbentuk dari sel lekosit, cairan jaringan, dan debris selular. Pus yang berlangsung lama menandakan adanya bakteri yang terus-menerus berkembang di daerah cedera sehingga perlu dilakukan kultur dan uji resistensi untuk mengetahui jenis bakteri lalu diberikan terapi yang sesuai, guna menghindari penggunaan antibiotik yang tidak tepat yang dapat mengakibatkan resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola resistensi bakteri Staphylococcus sp terhadap 5 jenis antibiotik  pada sampel pus. Metode maksimal. Bagi peneliti selanjutnya yang berkeinginan melanjutkan penelitian ini, disarankan untuk meneliti dengan menggunakan  penelitian ini adalah observasi laboratorium dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode eksidental sampling. Pada sampel pus yang positif mengandung bakteri Staphylococcus sp  dilakukan uji sensitivitas.  Hasil yang diperoleh adalah pada Amoxiciilin, R = 85 %, I = 10 %, S = 5 %; Gentamicin R = 20 %, I = 10 %, S = 70 %; Eritromicin R =50 %, I = 35 %, S = 15 %; Kanamicin    R = 30 %, I = 30 %, S = 40 %; Klindamicin R = 10 %, I = 10 %, S = 80 %. Kepada para klinisi disarankan untuk menggunakan  metode kultur sebelum pemberian antibiotic kepada pasien, agar hasil pengobatan jenis bakteri dan antibiotik yang lain.
PENGARUH SOSIALISASI STABILISASI BAYI PASCA RESUSITASI [PROGRAM S.T.A.B.L.E] TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN DI PUSKESMAS KOTA MAKASSAR TAHUN 2016 Fitriati Sabur; Hastuti Husain; ANDI ZULFAIDAWATY ARIFUDDIN
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.449 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v11i2.232

Abstract

Program S.T.A.B.L.E bertujuan me mastikan kondisi bayi dalam keadaan baik selama proses rujukan guna mencegah meningkatnya angka kesakitan dan timbul nya jejas (sequele) akibat asfiksia bayi ba ru lahir. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh sosialisasi program S.T. A.B.L.E pada bayi  terhadap peningkatan pengetahu an dan sikap bidan yang bertugas di kamar bersalin beberapa puskesmas di Kota Makassar tahun 2016. Penelitian ini meng gunakan rancangan Quasi eksperimental dengan One Group pretest – post test. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei s.d Oktober 2016 terhadap bidan yang bertugas di kamar bersalin Puskesmas da lam lingkup wilayah kerja Dinas Keseha tan Kota Makasar yakni: Puskesmas  Ma majang, Puskesmas Pattingalloang, Puskes mas Minasa Upa, Puskesmas Batua dan Puskesmas Antang Perumnas dengan jum lah populasi sebanyak 250 orang dan sam pel sebanyak 40 orang. Teknik pengambi lan sampel menggunakan Purposive Sam pling dengan kriteria inklusi : bidan yang bertugas di kamar bersalin Puskesmas PO NED  Kota Makassar, bidan yang bertugas di kamar bersalin sebagai tenaga PNS dan tenaga magang sedangkan kriteria ekslusi : Bidan yang bertugas di Poliklinik Puskes mas PONED Kota Makassar, bidan yang bertugas di Puskesmas PONED yang tidak termasuk dalam pilihan sasaran penelitian. Proses pengumpulan data menggu nakan kuesioner tertutup untuk mengukur kemampuan kognitif dan sikap bidan ten tang program S.T.A.B.L.E yang dimodifi kasi dari S.T.A.B.L.E program pre-assess ment dan 6 th edition pre-assessment.. Pro ses analisis data  menggunakan Uji T tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjuk kan ada pengaruh sosialisasi terhadap pe ningkatan pengetahuan responden P value 0.0000 namun tidak ada pengaruh sosia lisasi terhadap perubahan sikap responden dengan P value 1.0000.
PENGARUH LATIHAN PERIODE PERSIAPAN UMUM PON TERHADAP PERUBAHAN DAYA LEDAK OTOT ATLET KONTINGEN BAYANGAN PON XIX 2016 KONI SULAWESI SELATAN Aco Tang
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.309 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v11i2.229

Abstract

Pengaruh latihan periode persiapan umum PON terhadap perubahan daya ledak otot  atlet kontingen bayangan PON XIX 2016 KONI Sulawesi Selatan. Untuk meningkatkan performa atlet, maka perlu diberikan program latihan lain selain latihan teknik yang bertujuan meningkatkan kebugaran atlet.  Program latihan yang di maksud adalah latihan latihan periode persiapan umum. Latihan periode persiapan umum adalah satu bentuk latihan terpadu yang didalamnya berisi latihan kebugaran, latihan fleksibilitas, latihan strength, dan latihan power. Latihan periode persiapan umum bertujuan meningkatkan kebugaran fisik secara umum, termasuk daya ledak otot.  Menurut Matthew et all, 2003, resisten training dapat meningkatkan daya ledak otot.Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh latihan periode persiapan umum PON terhadap perubahan daya ledak otot atlet kontingen bayangan PON XIX 2016 KONI Sulawesi Selatan.Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan studi prospektif. Popolasi dalam penelitian ini adalah atlet kontingen bayangan PON XIX 2016 KONI Sulawesi Selatan kelompok cabang olahraga permainan yang berjumlah 129 atlet. Sampel yang diambil sebanyak 100 atlet dengan kriteria inklusi  : berumur antara 17-26 tahun, rutin mengikuti latihan, tidak sedang cedera, mengikuti pre test dan post test. Penelitian ini menggunakan pengukuran daya ledak otot sebelum dan setelah mengikuti latihan periode persiapan umum PON XIX 2016 yang dilakukan selama 8 Minggu. Data dianalisis melalui uji wilcoxon. Instrumen tes yang digunakan pada penelitian ini adalah vertikal jump test untuk mengukur daya ledak otot atlet kontingen bayangan PON XIX 2016 KONI Sulawesi Selatan.
TRADISI MAKKATTE’ DITINJAU DARI ASPEK GENDER DAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA ETNIS BUGIS SULAWESI SELATAN Subriah Subriah; Andi Syintha Ida
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.463 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v11i2.230

Abstract

Khitan pada wanita sampai saat ini tetap menimbulkan kontroversi, termasuk di Indonesia, walaupun banyak khitan pada muslimah anak-anak Indonesia, dilakukan secara simbolis saja, tetapi masih banyak yang melakukannya secara ekstrim/berlebihan yang mana hal ini adalah pelaksanaan tradisi budaya mereka dan tentunya berisiko.Rumusan masalah penelitian adalah praktik khitan perempuan pada daerah etnis Bugis, Alasan-alasan apa sajakah yang mendorong masyarakat etnik Bugis melaksanakan Khitan perempuan, dan implikasi khitan perempuan terhadap kesehatan reproduksi.Jenis penelitian adalah kualitatif, yang bersifat natural setting berupa penekanan pada sifat kealamian sumber data yang menggambarkan hasil temuan di lapangan secara utuh menggunakan dasar-dasar teori yang ada, desain penelitian menggunakan grounded research dimana peneliti dapat mengembangkan semua pengetahuan dan teorinya setelah mengetahui permasalahan dan data dilapangan.Subjek penelitian adalah masyarakat etnis Bugis yang dijadikan sebagai informan inti, jumlah informan inti tergantung dari tingkat kejenuhan informasi yang dibutuhkan atau menggunakan tehnik snowball dalam memperoleh data dan informasi. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder melalui kajian literatur, telaah dokumen, penelusuran internet serta penelusuran data lontara Bugis.Instrumen utama adalah penulis sendiri, didukung pedoman wawancara yang disusun dengan mengacu pada operasionalisme indikator-indikator fokus penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan logika induktif, data disusun/digolongkan dalam pola, tema atau kategori yang diinterpretasikan dengan memberikan makna, menjelaskan pola, kategori dan mencari keterkaitannya antara satu dengan yang lainnya. Dengan cara ini didapatkan suatu fenomena yang bersifat khusus yang dideskripsikan pada suatu kesimpulan dalam konsep pengetahuan baru.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penentu dilaksanakannya makatte adalah kepercayaan dalam konsep agama yang mewajibkan makkatte bagi anak perempuan dan budaya atau tradisi turun temurun dari nenek moyang orang Bugis, sedangkan implikasi khitan perempuan terhadap gender dan kesehatan reproduksi tidak menimbulkan efek negatif bila praktik makkatte dilakukan secara steril dan tanpa tindakan yang berlebihan ataupun melukai alat genitalia externa dan interna.
EFEKTIVITAS SEDIAAN MASKER ANTI JERAWAT YANG MENGANDUNG EKSTRAK BATANG WASABI (Wasabia japonica (Miq) Matsum) TERHADAP PERTUMBUHAN Propionibacterium acnes Asmawati, Asmawati
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.384 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v11i2.235

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang efektivitas sediaan Masker anti jerawat yang mengandung ekstrak batang wasabi (Wasabia japonica (Miq) Matsum) terhadap  Propionibacterium acnes. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui efektivitas dari sediaan masker anti jerawat yang mengandung ekstrak batang wasabi sebagai salah satu tanaman obat yang berkhasiat sebagai obat tradisional yang dapat menghambat pertumbuhan terhadap Propionibacterium acnes. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah batang wasabi  selanjutnya di ekstraksi dengan Etanol 96 % secara Perkolasi. Ekstrak Kering yang diperoleh selanjutnya di formulasi dalam bentuk sediaan Masker dengan Variasi  konsentrasi dari Ekstrak Batang Wasabi, Formula yang di buat dilakukan evaluasi mutu fisik dan kestabilan pada tiap masker. Pengujian efektivitas antibakteri sediaan masker dilakukan menggunakan dengan metode difusi, masa inkubasi 1 x 24 jam pada suhu 37o C. Konsentrasi ekstrak batang wasabi yang digunakan adalah 2%, 2,5%, 3%, dan kontrol negatif  dan kontrol positif eritromisin. Setelah di inkubasi 1 x 24 jam selanjutnya dilakukan pengamatan dan pengukuran zona hambatan rata - rata masing – masing  untuk Konsentrasi 2% diperoleh 10,6 mm , Konsentrasi 2,5% diperoleh 12,6 mm, konsentrasi 3% diperoleh 13,8 mm, Kontrol Positif  diperoleh 23,0 mm, dan untuk kontrol Negatif diperoleh 8,6 mm . Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan pengolahan data dan analisis statistik menggunakan analisis non parametrik analisis kruskal wallis dan uji lanjutan analisis Mann Whitney  menunjukkan bahwa antara konsentrasi 2,5 % dengan 3 % menunjukkan efek yang tidak berbeda secara bermakna ( p < 0,05 ). Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pada Konsentrasi 2,5 dan 3 % efektif menghambat pertumbuhan  bakteri Propionibacterium acnes tetapi masih lebih rendah dibandingkan dengan Kontrol Pasiitif.
STUDI KADAR DEBU DI TERMINAL MALENGKERI KOTA MAKASSAR Rafidah Rafidah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.43 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v11i2.236

Abstract

Debu adalah partikel-partikel yang berukuran kecil yang dihasilkan oleh proses mekanis sebagai hasil proses alami maupun mekanik,dan Debu juga merupakan satu indikator yang dipergunakan untuk mengukur derajat pencemaran udara. Pencemaran udara terjadi karena didalam udara banyak terkandung partikel yang dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar debu pada udara ambien di pintu masuk dan keluar Terminal Malengkeri Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan pengukuran yang dilakukan pada dua lokasi sebanyak enam kali pengukuran dan disetiap titik dilakukan tiga kali pengambilan sampel  di waktu pagi, siang dan sore hari  tepatnya di pintu masuk Terminal dan di pintu keluar Terminal. Cara memperoleh data adalah dengan melakukan pengukuran di lapangan dan pemeriksaan laboratorium. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah  Hi-Vol, serta menggunakan alat tambahan lainnya yaitu hygrothermometer, dan anemometer. Hasil penelitian yang dilakukan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil penelitian pada dua lokasi dengan enam kali pengukuran  diperoleh pada lokasi titik I hasilnya dipagi 117,80 µg/Nm3, siang 124,81 µg/Nm3 dan sore 197,72 µg/Nm3 sedangkan titik II pagi hari 56,38 µg/Nm3, siang 92,67 µg/Nm3, dan di sore 155,18 µg/Nm3. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kadar debu yang ada dilokasi masih berada dibawah standar baku mutu udara ambien. Disimpulkan rata-rata hasil pengukuran titik I 146,776 µg/Nm3 dan titik II rata–rata 101,41 µg/Nm3, kedua hasil menunjukan masih dibawah Baku Mutu Udara Ambien yang ditetapkan oleh Peraturan Gubernur SulSel No.69 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu dan Kriteria kerusakan Lingkungan. Disarankan kepada pengelolah lebih memperhatikan keadaan lingkungan sekitar, membenahi kembali konstruksi jalan didalam Terminal. Serta  bagi pengguna yang hendak menggunakan jasa kendaraan sebaiknya menggunakan masker untuk mencegah terpaparnya debu.

Page 1 of 2 | Total Record : 11