Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Ekstrak Antosianin Dari Ubi Ungu (Ipomoea Batatas L.) Sebagai Pewarna Alami Pada Pemeriksaan Soil Transmitted Helminths (STH) Metode Natif (Direct Slide) Subakir Salnus; Dzikra Arwie; Zulfian Armah
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v6i2.649

Abstract

Helminthiasis is a worm infestation caused by several different species of intestinal parasitic worms. This group of worms belongs to the category of Soil Transmitted Helminth (STH) because the process of developing eggs or larvae of these species requires soil to develop into an infective form. The simplest method of examining intestinal nematode worm eggs is the Native Method using 2% Eosin reagent in observing various elements of the examination on the preparations/preparations. Eosin itself has properties that are not easily biodegradable, and generates hazardous waste (toxic) and flammable so that alternative coloring is needed that is more environmentally friendly. Purple sweet potato has a high content of anthocyanin pigments and is more stable than the pigments of strawberries, red cabbage, perilla and other plants. Thus, purple sweet potato has been considered a good source of anthocyanins. This study aims to determine the use of anthocyanin extract from purple sweet potato as a natural dye substitute for eosin dye in the identification of STH in the native method. Parameters observed in the preparations were the quality of visual field contrast, color absorption on the surface of the parasite, and the level of clarity of the appearance of the parasite. The results showed that the use of anthocyanin extract from purple sweet potato at a concentration of 80% could color the eggs of STH worms which were found in positive samples of Ascaris lumbricoides seen in fertile (fertilized eggs) and infertile (unfertilized eggs). Therefore, the anthocyanin extract obtained from purple sweet potato has potential as an alternative dye to replace eosin.
POLA RESISTENSI BAKTERI Staphylococcus sp TERHADAP 5 JENIS ANTIBIOTIK PADA SAMPEL PUS Artati Artati; Hurustiaty Hurustiaty; Zulfian Armah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.407 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v11i2.227

Abstract

Penyakit infeksi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting. Salah satu respon tubuh terhadap infeksi adalah terbentuknya pus. Pus merupakan cairan kaya protein hasil proses inflamasi  yang terbentuk dari sel lekosit, cairan jaringan, dan debris selular. Pus yang berlangsung lama menandakan adanya bakteri yang terus-menerus berkembang di daerah cedera sehingga perlu dilakukan kultur dan uji resistensi untuk mengetahui jenis bakteri lalu diberikan terapi yang sesuai, guna menghindari penggunaan antibiotik yang tidak tepat yang dapat mengakibatkan resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola resistensi bakteri Staphylococcus sp terhadap 5 jenis antibiotik  pada sampel pus. Metode maksimal. Bagi peneliti selanjutnya yang berkeinginan melanjutkan penelitian ini, disarankan untuk meneliti dengan menggunakan  penelitian ini adalah observasi laboratorium dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode eksidental sampling. Pada sampel pus yang positif mengandung bakteri Staphylococcus sp  dilakukan uji sensitivitas.  Hasil yang diperoleh adalah pada Amoxiciilin, R = 85 %, I = 10 %, S = 5 %; Gentamicin R = 20 %, I = 10 %, S = 70 %; Eritromicin R =50 %, I = 35 %, S = 15 %; Kanamicin    R = 30 %, I = 30 %, S = 40 %; Klindamicin R = 10 %, I = 10 %, S = 80 %. Kepada para klinisi disarankan untuk menggunakan  metode kultur sebelum pemberian antibiotic kepada pasien, agar hasil pengobatan jenis bakteri dan antibiotik yang lain.
ANALISIS KUANTITAS DAN HITUNG JENIS LEUKOSIT PADA PETUGAS RADIOLOGI DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BBKPM) MAKASSAR Suciyani Suciyani; Nurlia Naim; Zulfian Armah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2017): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.492 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v12i1.129

Abstract

The Radiology Officer is one of the groups that has a risk to the danger of radiation exposure and it caused of the healthy in the certain level. Then, it could cause the Chronis disease until with the death. The effect of Chronis could appear in years later. Indicator of Hematopoietic commonly used as radiation exposure. It was differential count leukocyte, lymphocyte, absolute count, neutrophil, platelet and erythrocyte. The disturbance of hematopoitic system is caused radiation exposure that the effecting of the amount erythrocytes decreased as sensitivity and the life expectancy, which was the lymphocyte reacted firstly. It is followed by granulocyte, thrombocyte, and erythrocyte. The aim of this research is to know the quantity and differential count leukocyte with radiology officer. The kind of this research was descriptive research through quantity and differential count leukocyte with the radiology officer. There were 7 samples on 24 of February 2017 until 4 March 2017 in Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar. The quantity of the research with the radiology office in BBMK Makassar was 85,71% normally and it increased (14,29%) while the differential count leukocyte was 100% basofil in the amount of normal, 42,86% eosinophil increased, 14,29% neutrophil decreased, 14,29% lymphocyte increased, 14,29% monocyte decreased and 14,29% monosit increased. It should be more increased the effecting of dangerous radiation and the using of personal protective equipments should be increased based on the regulation of Bapeten number 8 at 2011 and radiology officer should be more attention to the nutritional and their healthy.Keywords: Quantity of Leukocyte, Differential Count Leukocyte, The Radiology Officer
KADAR HEMOGLOBIN, HITUNG JUMLAH ERITROSIT DAN NILAI HEMATOKRIT PADA PEKERJA PARKIRAN BASEMENT DI KOTA MAKASSAR Ulandhary Ulandhary; Nurlia Naim; Zulfikar Ali Hasan; Zulfian Armah
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v11i2.1783

Abstract

Basement biasanya digunakan sebagai area parkir, akan tetapi beberapa pembangunan basement kurang memperhatikan kecukupan ventilasinya. Akibatnya gas buang dari kendaraan dapat meningkatkan polusi udara dalam ruang. Gas karbon monoksida yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna kendaraan bermotor memiliki afinitas lebih kuat terhadap hemoglobin dibandingkan oksigen. Tubuh akan mengimbangi kekurangan oksigen dengan memproduksi sel darah merah lebih banyak sehingga hematokrit meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar hemoglobin (Hb), hitung jumlah eritrosit dan nilai hematokrit (Ht) pada pekerja parkiran basement di kota Makassar. Penelitian ini bersifat observasi laboratorik dengan pendekatan deskriptif yang menggunakan data primer. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 15 sampel. Hasil kadar hemoglobin menurun sebanyak 26,67% dengan kadar terendah adalah 12,9 mg/dL, kadar hemoglobin normal sebanyak 53,33% dan kadar hemoglobin meningkat sebanyak 20% dengan kadar tertinggi 16,7 mg/dL. Hitung jumlah eritrosit normal sebanyak 93,33% dan hitung jumlah eritrosit meningkat sebanyak 6,67% dengan jumlah eritrosit tertinggi 5,97 juta/µl,. Nilai hematokrit menurun sebanyak 26,67% dengan nilai terendah 37,6% dan nilai hematokrit normal sebanyak 73,33%. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa kadar hemoglobin, hitung jumlah eritrosit, dan nilai hematokrit pada pekerja parkiran basement di Kota Makassar masih dalam batas normal.Kata kunci : Hitung Jumlah Eritrosit Kadar Hemoglobin (Hb), Nilai Hematokrit (Ht) Pekerja Basement
PENGARUH VARIASI LAMA PENYIMPANAN REAGEN ENZIM 1A TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN UREUM DARAH METODE BERTHELOT Rahmi Nur Fahisyah; Nurlia Naim; zulfian armah
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 10, No 1 (2019): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.796 KB) | DOI: 10.32382/mak.v10i1.980

Abstract

Pemeriksaan ureum dengan menggunakan reagen enzim 1a  merupakan uji yang sering digunakan oleh para klinisi, teknik laboratorium sangat berpengaruh terhadap hasil pemeriksaan ureum, namun kesalahan yang biasa dilakukan oleh para klinisi yaitu sering membuat reagen yang berlebihan sehingga mengalami penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Kimia Klinik Analis Kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan reagen enzim 1a terhadap hasil pemeriksaan ureum darah metode berthelot. Jenis penelitian ini bersifat eksperimen semu dimana sampel pemeriksaan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 3 sampel. Data hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan uji analysis of variance (Anova). Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil bahwa Fhitung ( 44,49 ) > F tabel ( 5,14 ) pada α 0.05 berarti ho ditolak dan Ha diterima, yang menunjukkan bahwa ada pengaruh yang bermakna antara lama penyimpanan reagen enzim 1a terhadap hasil pemeriksaan ureum darah metode berthelot, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa lama penyimpanan reagen enzim 1a pada suhu ruangan berpengaruh terhadap hasil pemeriksaan kadar ureum. Kata Kunci : Lama Penyimpananan,  Metode Berthelod,, Reagen Enzim 1a, Ureum
PROFIL PEMERIKSAAN SEDIMEN URINE PADA PASIEN TUBERCULOSIS DI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT MAKASSAR (BKPPM) Widarti Widarti; Zulfian Armah; Herman Herman; Sri Rahayu
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i1.2141

Abstract

Tuberculosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman MTB (mycobacterium tuberculosis) yang selama ini diatasi dengan menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik  dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping. Pemeriksaan sedimen  urine merupakan pemeriksaan yang penting untuk mengetahui adanya kelainan ginjal atau saluran kemih serta berat ringannya suatu penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan sedimen urine pada pasien tuberculosis. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Makassar (BKPMM) pada bulan april 2020. Jenis penelitian adalah deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 16 sampel pasien tuberculosis, dengan menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan pasien. Setelah dilakukan penelitian, didapatkan variasi yang representatif terhadap hasil pemeriksaan sedimen urine pasien tuberculosis dengan ditemukannya beberapa unsur sedimen dalam urine seperti unsur organik : eritrosit, leukosit, epitel dan unsur anorganik yakni Kristal oksalat dengan  rata-rata hasil pemeriksaan masih berada dalam status normal yang  merepresentasikan status klinis pasien. Untuk kasus tuberculosis sangat penting untuk memantau kondisi pasien dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memantau keberhasilan pengobatan.Kata Kunci : Tuberculosis, Antibiotik,  dan Sedimen urine
GAMBARAN KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA OBESITAS MENGGUNAKAN ALAT SPEKTROFOTOMETER Widarti Widarti; Zulfian Armah
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 9, No 2 (2018): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.199 KB) | DOI: 10.32382/mak.v9i2.692

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah didalam dalam kehidupan sehari-hari. Penderita obesitas menggambarkan suatu keadaan tertimbunnya lemak dalam tubuh sebagai akibat berlebihnya masukan kalori dimana hal ini dapat memicu gangguan metabolisme yang menyebabkan asam urat dalam serum menjadi tinggi yang dipicu oleh beberapa faktor antara lain kadar purin dalam makanan, dan berat badan yang berlebihan akan memperbesar gaya beban tubuh sehingga semakin tinggi daya rembesan asam urat dari plasma darah kedalam ruang antar sendi merupakan pemacu utama terjadinya gout. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar asam urat pada penderita obesitas dilingkup. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 5 Juli – 27 Juli 2018, pengambilan sampel penelitian dilakukan pada seluruh mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Makassar dan pemeriksaan asam urat dilakukan di Laboratorium Kimia Klinik RSUD Labuang Baji kota Makassar dengan menggunakan jenis penelitian observasi laboratorium. Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap 30 sampel yang memenuhi kriteria, dan didapatkan hasil pemeriksaan asam urat pada penderita obesitas yaitu sebanyak 18 sampel (60%) terjadi penigkatan asam urat dan 12 sampel (40%)memiliki kadar asam urat yang normal. Kata Kunci: Asam Urat dan Obesitas
UJI SENSITIVITAS BERBAGAI JENIS ANTIBIOTIK TERHADAP SALMONELLA SP YANG DIISOLASI DARI PENDERITA DEMAM TYPHOID Artati Artati; Zulfian Armah; Aan Yulianingsih Anwar
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i1.2142

Abstract

Demam Enterik (Demam Typhoid) sindrom ini hanya ditimbulkan oleh beberapa jenis salmonella, yang terpenting adalah Salmonella Typhi (demam typhoid). Salmonella yang tertelan akan menscapai usus halus, dari usus halus Salmonella memasuki saluran limfatik dan kemudian masuk ke aliran darah. Terapi antimikroba untuk infeksi Salmonella invasif adalah dengan ampisilin, trimethoprim-sulfametoksazol, atau sefalosporin generasi ketiga. Resistensi terhadap terhadap berbagai obat yang di transmisikan secara genetik melalui plasmid diantara bakteri enterik merupakan masalah pada infeksi Salmonella. Tujuan penelitian untuk mengetahui sensitivitas beberapa antibiotik yang digunakan pada penderita demam typhoid. Metode isolasi menggunakan Bact/Alert dan identifikasi bakteri serta uji sensitivitas menggunakan vitek 2 compact. Hasil penelitian menunjukkan  uji sensitifitas terhadap salmonella sp untuk antibiotik amoxicillin dan ceftriaxone sensitif, ciprofloxacin intermediate, trimethoprim sensitif.Kata Kunci : Salmonella typhi,  Demam typhoid, Uji sensitivitas
PERTUMBUHAN Salmonella sp PADA PRODUK MAKANAN Zulfian Armah; Yaumil Fachni Tandjungbulu; Uci Sampe Padang; Ridho Pratama
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i2.2460

Abstract

Telur asin banyak digemari oleh masyarakat Kota Makassar dan merupakan salah satu produk dari teknologi hasil ternak. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembuatan telur asin yaitu metode pemeraman. Dalam proses ini tentunya tingkat kebersihan masih sangat rentan sehingga diperkirakan peluang terkontaminasi beberapa jenis bakteri sangatlah besar khususnya bakteri Salmonella sp. Bakteri ini dapat meginfeksi saluran cerna, menimbulkan gejala klinis yang bervariasi bahkan apabila tidak tepat dalam penanganannya dapat menyebabkan kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat bakteri Salmonella sp pada telur asin mentah dan yang telah dimasak di Pasar Tradisional Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah observasi laboratorik untuk mengetahui apakah terdapat Salmonella sp pada telur asin mentah dan yang telah dimasak di Pasar Tradisional Kota Makassar. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 16 sampel telur asin masak dan mentah dari 4 wilayah Pasar Tradisional Kota Makassar yaitu Pasar Pa’baeng Baeng, Pasar Hartaco, Pasar Sentral, dan Pasar Tello. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Laboratorium Bakteriologi Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Makassar dapat disimpulkan bahwa ditemukan adanya bakteri Salmonella sp pada 2 sampel (12,5%) dari 16 sampel telur asin mentah dan masak di Pasar Tradisional Kota Makassar.Kata Kunci : Salmonella Sp, Telur Asin Mentah, Telur Asin Masak
PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA SAMPEL YANG MENGALAMI VARIASI LAMA PENUNDAAN PEMISAHAN Novie Trisyani; Syahida Djasang; Zulfian Armah
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.707 KB) | DOI: 10.32382/mak.v11i1.1518

Abstract

Mutu hasil pemeriksaan laboratorium klinik yang dikeluarkan harus terjamin keandalan dan kualitasnya, baik kualitas produknya maupun kualitas pelayanannya sehingga memenuhi harapan atau kepuasan pasien atau dokter. Permasalahan yang sering terjadi di laboratorium adalah pengumpulan sampel yang tidak dikerjakan dengan pemeriksaan langsung. Sampel mengalami penundaan dengan alasan-alasan tertentu. Kadar glukosa darah dapat mengalami proses penguraian atau proses glikolisis. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan Kadar Glukosa pada sampel yang mengalami variasi lama penundaan pemisahan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan melakukan pemeriksaan glukosa darah, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cara simple random sampling didapatkan sebanyak 10 sampel pada tanggal 20 Februari - 6 maret 2019 di Laboratorium Kimia Klinik Poltekkes Kemenkes Manado. Berdasarkan hasil analisis Uji Anova diperoleh harga F hitung 7.130 dengan signifikansi (p) sebesar 0.003 < 0.05, yang artinya didapatkan hasil penurunan yang signifikan. Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan kadar glukosa darah pada sampel yang mengalami variasi lama penundaan pemisahan. Diharapkan bagi para Ahli Tenaga Laboratorium Medik dapat memperhatikan tahapan pra analitik, agar sampel yang didapat segera diproses dan dipisahkan dari sel darah merah dan segera melakukan pemeriksaan Kata kunci : Glukosa Darah, Penundaan Pemisahan, Pra Analitik