cover
Contact Name
Taopik Rahman
Contact Email
opik@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalagapedia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PAUD AGAPEDIA
ISSN : 25812823     EISSN : 25809679     DOI : https://doi.org/10.17509/jpa
Core Subject : Education,
Jurnal PAUD Agapedia adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil kajian dan penelitian terkait pendidikan anak usia dini dari perspektif mutidisipliner. Jurnal ini bertujuan untuk memperluas dan menciptakan inovasi konsep, teori, paradigma, perspektif dan metodologi dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019" : 9 Documents clear
KEGIATAN TARI KREASI MANUK DADALI UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK KELOMPOK B DI TK ARTANITA AL- KHAIRIYAH KOTA TASIKMALAYA Darwati, Aan; Muslihin, Heri Yusuf; Giyartini, Rosarina
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.649 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v3i2.26679

Abstract

ABSTRACTKinestetik Intelligence especially in gross motor development is one that need to be considered by all parties, especially the elderly because of its urgency in the growth of early child development. Problems found in Group B in TK Artanita Al-Khairiyah Tasikmalaya still low motoric crude child skills caused by learning that is still cause by learning that is still conventional. The purpose of this study to improve gross motor of early childhood dance creation manuk dadali. The method used that is research action class Kemmis dan Mc Taggart. The first indicator is flexibility which has significant raising. The final ability is 15,4% in the criteria of development as the expectation and 84,6 % in the criteria of great development. The second indicator is balance which increases with the final ability is 38% in the criteria of development  as the expectation and 61,5% in the criteria of great development. The third indicator is agility which increases with the final ability is 30,8% in the criteria of development as the expectation and 69,2% in the criteria of great development. The fourth indicator is coordination of eyes and foot movement which increases with the final ability is 7,7% in the criteria of beginning development, 38,5% in the criteria of development as the expectation, and 53,8% in the criteria of great development. Moreover, for the fifth indicator; coordination of hands and head movement increases with the final ability is 23,1% in the criteria of development as the expectation and 76,9% in the criteria of great development.ABSTRAKKecerdasan kinestetik khususnya dalam perkembangan motorik kasar merupakan salahsatu yang perlu diperhatikan oleh semua pihak khususnya orangtua karena urgensinya dalam tumbuh kembang anak usia dini. Masalah yang ditemukan pada kelompok B di TK Artanita Al-Khairiyah Kota Tasikmalaya masih rendahnya keterampilan motorik kasar anak yang salah satunya disebabkan pembelajaran masih konvensional. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik khususnya pada motorik kasar yaitu dengan tari kreasi baru manuk dadali. Metode yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart. Kecerdasan kinestetik anak pada aspek motorik kasar anak mengalami peningkatan pada setiap indikatornya. Indikator yang pertama yaitu kelenturan mengalami peningkatan yang signifikan dengan kemampuan akhir 15,4% pada kriteria berkembang sesuai harapan dan sebesar 84,6% pada kriteria berkembang sangat baik. Indikator yang kedua yaitu Keseimbangan mengalami peningkatan  dengan kemampuan akhir sebesar 38,5% pada kriteria berkembang sesuai harapan, dan 61,5% pada kriteri berkembang sangat baik. Indikator yang ketiga kelincahan mengalami peningkatan dengan kemampuan akhir sebesar 30,8% pada kriteria berkembang sesuai harapan, dan sebesar 69,2% pada kriteria berkembang sangat baik. Indikator yang ke empat yaitu koordinasi gerakan mata-kaki mengalami peningkatan dengan kemampuan akhir sebesar 7,7% pada kriteria mulai berkembang, 38,5% pada kriteria berkembang sesuai harapan, dan 53,8% pada kriteri berkembang sangat baik.  Begitupun dengan indikator yang ke lima koordinasi gerakan tangan-kepala mangalami peningkatan dengan kemampuan akhir anak sebesar 23,1% pada kriteria berkembang sesuai harapan, dan 76,9% pada kritetia berkembang sangat baik.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN KOLASE DARI BAN BEKAS KENDARAAN KELOMPOK B1 TK IP ASSALAM TASIKMALAYA Widiati, Widiati; Muslihin, Heri Yusuf; Rahman, Taopik
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.313 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v3i2.26674

Abstract

ABSTRACTThis research is motivated by the motor skills of children who have not developed optimally, the lack of development and the fine motor exercises of children become the cause. The child's fine motor skills do not just flourish, but should be given stimulus and should always be trained. This study aims to improve the fine motor skills of B1 TKIP Assalam group through collage activity from vehicle tires. This study is a collaborative classroom action research. Subjects in this study were children of B1 TKIP Assalam group of 15 children consisting of five boys and 10 girls, another subject in this study was B1 TKIP Assalam class teacher. Data analysis techniques used are the techniques of observation and documentation. While the technique of data analysis using qualitative quantitative descriptive. Each cycle consists of four stages: planning, execution, observation, and reflection. The results showed that the fine motor skills of children have increased. The increase can be seen from the initial condition of the fine motor ability of the child that is equal to 46.66% including the criteria start to develop, then in the first cycle increased by 55.55% including the criteria evolved as expected, the second cycle increased by 68.33% as per expectation and on the third cycle increased by 81.11% including the criteria developed very well. The results showed that collage activity of vehicle tires can improve the fine motor ability of B1 TKIP Assalam Tasikmalaya academic year 2017/2018. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan motorik halus anak yang belum berkembang secara optimal, kurangnya pengembangan serta latihan motorik halus anak menjadi penyebabnya. Kemampuan motorik halus anak tidak berkembang begitu saja, tetapi harus diberikan stimulus dan harus selalu dilatih. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B1 TKIP Assalam melalui kegiatan kolase dari ban bekas kendaraan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif. Subjek pada penelitian ini adalah anak kelompok B1 TKIP Assalam yang berjumlah 15 orang anak yang terdiri dari lima orang anak laki-laki dan 10 orang anak perempuan, subjek lain pada penelitian ini adalah guru kelas B1 TKIP Assalam. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif kualitatif. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari kondisi awal kemampuan motorik halus anak yaitu sebesar 46,66% termasuk kriteria mulai berkembang , kemudian pada siklus I meningkat sebesar 55,55% termasuk kriteria berkembang sesuai harapan, pada siklus II meningkat sebesar 68,33% termasuk kriteria berkembang sesuai harapan dan pada siklus III meningkat sebesar 81,11% termasuk kriteria berkembang sangat baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan kolase dari ban bekas kendaraan dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B1 TKIP Assalam Tasikmalaya tahun ajaran 2017/2018.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK LOKOMOTOR ANAK USIA 5-6 TAHUN DI KELAS B HIJAU MELALUI PERMAINAN ENGKLEK RINTANGAN DI TK NEGERI PEMBINA KOTA TASIKMALAYA Apriliani, A Metta; Yasbiati, Yasbiati; Elan, Elan
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.369 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v3i2.26680

Abstract

ABSTRACTThis research is based by the problems encountered in TK Negeri Pembina Tasikmalaya City associated with the improvement of locomotor child. Ideally the implementation of improved locomotor child movement skills is done through various acitivities, methods and media that can stimulate the locomotor childs movement skills but in practice in the field with media limitations and strategies. The ability of teachers in choosing a metdhod leads to a lack of learning practices related to locomotor locomotion skills. This study was designed to see the effect of using the game of obstacles against the improvement of locomotor skill of the green group B children in the TK Negeri Pembina Tasikmalaya City after the use of game of engklek obstacle. This research uses classroom action research methods (PTK) model kemmiss and taggart which is dones collaboration with teachers and principals. The object of the study is locomotor skill using the game of engklek obstacle. Data collection tool used is using a form of observation made by researchers and documented, while the data analysis techniques using descriptive qualitative dan quantitative. Based on the action done as much as 3 cycles show the user of game engklek obstacles affect the increase of locomotor childs movement skills. of the study showed that the use of the game engklek obstacles can improve the locomotor skills of children group B Green TK Negeri Pembina Tasikmalaya City. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemui di TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya berkaitan dengan peningkatan keterampilan gerak lokomotor anak. Idealnya pelaksanaan peningkatan keterampilan gerak lokomotor anak dilakukan melalui berbagai kegiatan, metode, dan media yang dapat merangsang keterampilan gerak lokomotor anak. Namun pada praktiknya di lapangan dengan keterbatasan media dan strategi, kemampuan guru dalam memilih metode menyebabkan kurangnya praktik pembelajaran yang berkaitan dengan keterampilan gerak lokomotor. Penelitian ini dirancang untuk melihat pengaruh penggunaan permainan engklek rintangan terhadap peningkatan keterampilan gerak lokomotor anak kelompok B Hijau di TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya, setelah penggunaan permainan engklek rintangan diberikan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model kemmis dan taggart yang dilakukan bekerja sama dengan guru. Objek penelitian adalah keterampilan gerak lokomotor menggunakan permainan engklek rintangan. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan berupa lembar observasi yang dibuat oleh peneliti dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan tindakan yang dilakukan sebanyak 3 siklus dengan, menunjukan penggunaan permainan engklek rintangan, berpengaruh terhadap meningkatnya keterampilan gerak lokomotor anak.). Kendala yang diperoleh selama penelitian adalah mengkondisikan anak, namun peneliti telah berhasil mengatasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan permainan engklek rintangan dapat meningkatkan keterampilan gerak lokomotor anak kelompok B Hijau TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya.
MEDIA KOMIK PAPERTOON DALAM MENUMBUHKAN MINAT MEMBACA PADA ANAK KELOMPOK B DI TAMAN KANAK-KANAK Agustin, Mutiara Nova; Yasbiati, Yasbiati; Sumardi, Sumardi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.499 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v3i2.26675

Abstract

AbstractGrowing interest in reading before children are taught to read is something that is often ignored but actually is the most appropriate solution. Forcing or even threatening children to want to read later will instead foster reluctance and even laziness in children to read. The solution that researchers present in this study is by developing a media in the form of papertoon comics designed to foster children's interest in reading. This research was conducted using the Design Based Research (DBR) method by referring to the model proposed by Reveers. If described briefly, the stages in this study consist of: (1) analyzing the problem; (2) developing a design that is making media and conducting product validation for experts; (3) evaluation of the feasibility of repeated trials; (4) reflection and revision so that the product is feasible to be distributed. Teachers and children of the Kindergarten B group became participants in this study. Meanwhile, for data collection, what is used is interviews, validation of several experts, and observation of behavior displayed by children when the product is tested. The conclusion obtained after the trial also showed positive results in the second stage. In general, despite all the limitations, the product is declared feasible to use and influences the child's reading interest based on the teacher's responses and observations of the child's treatment. AbstrakMenumbuhkan minat membaca sebelum anak diajarkan membaca menjadi hal yang kerapkali di abaikan namun sesunggunya merupakan solusi paling tepat. Memaksa atau bahkan mengancam anak agar mau membaca nantinya malah akan menumbuhkan keengganan bahkan kemalasan pada diri anak untuk membaca. Solusi yang peneliti sajikan dalam penelitian ini yakni dengan mengembangkan sebuah media berupa komik papertoon yang dirancang guna menumbuhkan minat anak dalam membaca. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode Design Based Research (DBR) dengan mengacu pada model yang dikemukakan oleeh Reveers. Apabila diuraikan secara singkat, tahapan dalam penelitian ini terdiri dari: (1) melakukan analisis permasalahan; (2) mengembangkan desain yakni pembuatan media serta melakukan validasi produk pada ahli; (3) evaluasi uji coba kelayakan yang dilakukan secara berulang; (4) refleksi dan revisi agar produk layak disebar. Guru dan anak kelompok B Taman Kanak-kanak menjadi partisipan dalam penelitian ini. Sedangkan, untuk pengumpulan data, yang digunakan adalah wawancara, validasi beberapa ahli, serta observasi prilaku yang ditampilkan anak saat produk diuji cobakan. Implementasi produk dilakukan di dua kelas yakni kelas B1 dan kelas B2 TK Perwari 1. Rancangan produk dinyatakan layak oleh validator ahli dalam beberapa kali revisi. Secara umum, meski dengan segala keterbatasan, produk dinyatakan layak digunakan dan memberi pengaruh terhadap minat membaca anak berdasarkan tanggapan guru dan hasil observasi perlakuan anak.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN UNTUK MENGUKUR BERPIKIR KONSERVASI ANAK USIA 5-6 TAHUN Rosmayanti, Resna; Mulyana, Edi Hendri; Elan, Elan
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.023 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v3i2.26681

Abstract

ABSTRACT  This study aims to determine the ability of children on conservation thinking. The type of research that is used is Design Based Research conducted by Face To Face with the subject of the researcher. The research model is Reeves model, where the research was conducted in two trials. Subjects in this study were five children aged 5-6 years. Instrument used is the observation sheet (check list) and documentation. Then the research procedure consists of 4 stages namely 1) identification and analysis of the problem, 2) product design development, 3) product testing, and 4) product reflection ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan anak pada berpikir konservasi. Jenis penelitian yang di gunakan yaitu Desain Based Research yang dilakukan secara Face To Face dengan subjek peneliti. Model penelitiannya yaitu model Reeves, dimana penelitian ini dilaksanakan dalam dua kali uji coba. Subjek dalam penelitian ini adalah lima orang anak yang berusia 5-6 tahun  . Instrument yang digunakan yaitu lembar observasi (check list) dan dokumentasi. Kemudian prosedur penelitiannya terdiri dari 4 tahapan yaitu 1) identifikasi dan analisis masalah, 2) pengembangan desain produk, 3) uji coba produk, dan 4) refleksi produk 
KETERAMPILAN PROSES PADA PEMBELAJARAN PERMAINAN SAINS KELOMPOK B2 TK PERWARI 1 KOTA TASIKMALAYA Listiani, Elisa; Mulyana, Edi Hendri; Nur, Lutfi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.203 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v3i2.26676

Abstract

ABSTRACTThis research was initiated against the backdrop to reply to a question problems that had occurred about the extent to which the influence of the game of science on skill the process of a group of B2 in TK Perwari 1 Tasikmalaya City. In proving and analyze these problems, then the researcher uses the quantitative in pre-eksperimental with the approach one shot case study or could be called to the study the case of one shot. The subject of study were 6 child up to the age 5-6 years .The sample collection nonprobability sample using a technique that is purposive sampling. This research using a technique data collection by the use of observation and documentation. An instrument the research uses sheets of observation skills the process of science children and a record of observation science teachers in the management of learning the game. Data were analyzed by descriptive qualitative. The result of this research suggests that skills science the process was increased on each meeting starting from the meeting I of 65,27 %, meeting II of 75,69 %, and the meeting of 86,11 % III. %, with the science process skills of each indicator over three meetings as follows: (1) The observation process skills are 54.16%, 61.11%, 68, 05%; (2) classifying process skills is 47.22%, 62.5%, 69.44; (3) the skill of communicating processes 37.5%, 43.75%, 60.41%. Activities of teachers has increased, the first meeting by 61%, amounting to 91% of meeting II and III meeting of 92%. ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi untuk menjawab pertanyaan permasalahan mengenai sejauh mana pengaruh permainan sains terhadap keterampilan proses kelompok B2 TK Perwari 1 Kota Tasikmalaya. Dalam membuktikan dan menganalisis permasalahan diatas, maka peneliti menggunakan metode kuantitatif secara Pre-Eksperimental  dengan pendekatan One Shot Case Study atau bisa disebut dengan Studi Kasus Satu Tembakan. Subjek penelitian berjumlah 6 anak berusia 5-6 tahun. Pengambilan sampel menggunakan teknik Nonprobability Sampel yaitu Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan  observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi keterampilan proses sains anak dan lembar observasi guru dalam pengelolaan pembelajaran permainan sains. Data yang terkumpul dianalisis  secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keterampilan proses sains anak ternyata mengalami peningkatan pada setiap pertemuannya dari mulai  pertemuan I sebesar 65,27%, pertemuan II sebesar 75,69%, dan pertemuan III sebesar 86,11%, dengan keterampilan proses sains  masing-masing indikator selama tiga pertemuan sebagai berikut: (1) keterampilan proses observasi adalah 54,16%, 61,11%, 68,05%; (2) keterampilan proses mengklasifikasi adalah 47,22%, 62,5%, 69,44; (3) keterampilan proses mengkomunikasikan 37,5%, 43,75%, 60,41%. Aktivitas guru mengalami peningkatan, pertemuan I sebesar 61%, pertemuan II sebesar 91 %, dan pertemuan III sebesar 92%.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KOLASE BERBAHAN SERBUK KAYU PADA KELOMPOK B DI RA YASBIMAN AL-MUNAWAR KABUPATEN TASIKMALAYA Nurmala, Wida; Yasbiati, Yasbiati; Rahman, Taopik
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.703 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v3i2.26682

Abstract

ABSTRACTSmooth motor skills are abilities that involve muscles in certain parts of body, such as fingers. One of the activities that can improve the fine motor skills of early childhood is through collage activities made from wood powder. This study aims to improve the fine motor skills of early childhood through collections made from wood powder in group B in RA Yasbiman Al-Munawar Tasikmalaya District. The fine motor aspects studied are the motion of both hands, the skill of moving the limbs associated with the fingers, and the skills are able to coordinate the eye by hand. This type of research is Classroom Action Research. The research model from Kemmis and Mc. Taggart. The Data analysis in this study are used qualitative data and quantitative data. Subjects in this study were early childhood group B RA Yasbiman Al-Munawar amounted to 15 people, namely 6 boys and 9 girls. The results of this study showed that the fine motor skills of children have increased after giving them the collage activity of wood powder. ABSTRAKKemampuan motorik halus adalah kemampuan yang melibatkan otot-otot pada bagian tubuh tertentu seperti jari tangan. Salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini yaitu melalui kegiatan kolase berbahan serbuk kayu. Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kolase berbahan serbuk kayu pada kelompok B di RA Yasbiman Al-Munawar Kabupaten Tasikmalaya. Aspek motorik halus yang diteliti antara lain, keterampilan gerak kedua tangan, keterampilan menggerakan anggota tubuh yang berhubungan dengan jari-jemari, dan keterampilan yang mampu mengkoordinasikan mata dengan tangan. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Dengan model penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Analisis data dalam penelitian ini peneliti menggunakan data kualitatif dan data kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia dini kelompok B RA Yasbiman Al-Munawar berjumlah 15 orang, yaitu 6 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan setelah diberikan kegiatan kolase berbahan serbuk kayu. 
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGKOMUNIKASIKAN MELALUI PERMAINAN SAINS DI KELOMPOK B RA AL-ISTIQOMAH KOTA TASIKMALAYA Janah, Vivi Kafilatul; Mulyana, Edi Hendri; Elan, Elan
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.707 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v3i2.26677

Abstract

ABSTRACTThis study is based ob the background behind the learning process that is less varied and the skill of communicating children is still low. Enthusiastic children to communicate what has been observed and done is still very lacking, children only communicate verbally. Though the process of communicating can be conveyed nonverbally, for example images, movements, and tables. Based on observations, the teacher also gives less opportunities for children to try and express their opinions. The media used is also very limited, so the learning process becomes less fun for children. Even though scientific learning should be a fun learning for children because children can try the media in the scientific learning activities. The purpose of this study was to improve the communication skills in class B RA Al-Istiqomah in Tasikmalaya City. This study uses Classroom Action Research (CAR). This study was conducted in three cycles using the Kemmis Mc model. Taggart. The research subjects were children of group B RA Al-Istiqomah in Tasikmalaya City totaling 16 children. The object of this research is the skill to communicate. Rainbow Water science games are games used in learning to improve communication skills. Data collection techniques use documentation and documentation, while data analysis techniques use quantitative descriptive. The instrument used is a structured observation sheet with the achievement of indicators for each activity. The results of the research that have been carried out show that there is an increase in the skills of communicating through science games. This is evidenced by an increase in the ability of teachers to plan learning, the ability of teachers in the process of implementing learning through science games from each cycle. The final result of the skill in communicating the child is in good criteria, the end result of the teacher's ability to plan learning is in very good criteria, and the end result of the teacher's ability to carry out the learning is in very good criteria. ABSTRAKPenelitian ini di latar belakangi dari proses pembelajaran yang kurang variatif dan keterampilan mengkomunikasikan anak masih rendah. Antusias anak untuk mengkomunikasikan apa yang telah diamati dan dilakukannya masih sangat kurang, anak hanya mengkomunikasikan dengan cara verbal. Padahal proses mengkomunikasikan dapat disampaikan secara nonverbal, misalnya gambar, gerakan, dan tabel. Berdasarkan pengamatan, guru juga kurang memberi kesempatan anak untuk mencoba dan mengeluarkan pendapatnya. Media yang digunakan juga sangat terbatas, sehingga proses pembelajaran menjadi kurang menyenangkan bagi anak. Padahal seharusnya pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak karena anak dapat mencoba media dalam kegiatan pembelajaran saintifik tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mengkomunikasikan di kelas B RA Al-Istiqomah Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga siklus dengan menggunakan model Kemmis Mc. Taggart. Subjek penelitian adalah anak kelompok B RA Al-Istiqomah Kota Tasikmalaya yang berjumlah 16 anak. Objek penelitian ini adalah keterampilan mengkomunikasikan. Permainan sains Rainbow Water adalah permainan yang digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan mengkomunikasikan. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan dokumentasi, Sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Instrument yang digunakan berupa lembar observasi terstruktur dengan capaian indikator setiap kegiatannya. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan mengkomunikasikan melalui permainan sains.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN POP-UP BOOK PADA KELOMPOK A TK SEJAHTERA 4 Hidayati, Indah Mustika; Yasbiati, Yasbiati; Nurzaman, Istikhoroh
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.869 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v3i2.26678

Abstract

ABSTRACTThe type of research used is a collaborative action research between the principal researcher and partner researchers, in this case the teacher is group A. The subject of this study were 15 children in the group A TK Sejahtera 4. The technique of collecting data using observation techniques and field notes. Data analysis is by using qualitative and quantitative descriptive methods with 80% success of 15 children, 12 children who reach very good developing criteria. In line with that, the results of this study are improving children's speaking skills through pop-up book learning media in group A TK Sejahtera 4. The stages of teacher assessment are in learning planning, learning implementation, and the use of pop-up book media and assessment of improving speaking skills children of group A Sejahtera TK 4. With the learning process including: (1) Preparing pop-up book learning media, preparing daily learning plan sheets (RPPH), preparing assessment observation sheets; (2) The pop-up book media is used for the delivery of instructional materials about improving children's speaking skills in group A; The teacher gives rewards as motivation in improving children's speaking skills in group A. Thus the success of this study can be known as follows: (1) Pre-action only reached 33%. (2) The first cycle reaches 46%, (3) In the second cycle 74%, and in the third cycle reaches 86%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak melalui media pembelajaran pop-up book pada kelompok A TK Sejahtera 4 Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kolaburatif antara peneliti utama dan peneliti mitra, dalam hal ini adalah guru kelompok A. Subjek penelitian ini sebanyak 15 anak pada kelompok A TK Sejahtera 4. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi serta catatan lapangan. Analisis data yaitu dengan menggunakan cara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan mencapai keberhasilan 80% dari 15 anak yaitu 12 anak yang mencapai kriteria berkembang sangat baik. Sejalan dengan itu hasil penelitian ini adalah peningkatan keterampilan berbicara anak melalui media pembelajaran pop-up book pada kelompok A TK Sejahtera 4. Tahapan penilaian guru yaitu pada perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penggunaan media pop-up book serta penilaian terhadap peningkatan keterampilan berbicara pada anak kelompok A TK Sejahtera 4. Dengan proses pembelajaran diantaranya: (1) Menyiapakan media pembelajaran pop-up book, menyiapkan lembar rencana pembelajaran harian (RPPH), menyiapkan lembar observasi penilaian;  (2) Media pop-up book digunakan untuk penyampaian materi bahan ajar mengenai peningkatan keterampilan berbicara anak pada kelompok A; Guru memberikan reward sebagai motivasi dalam meningkatkan keterampilan berbicara anak pada kelompok A. Dengan demikian keberhasilan penelitian ini dapat diketahui sebagai berikut : (1) Pra Tindakan hanya mencapai 33%. (2) Siklus ke I mencapai 46%,  (3) Pada siklus ke II 74%, dan pada siklus ke III  mencapai 86%.

Page 1 of 1 | Total Record : 9