cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Current Trends in Aquatic Science
Published by Universitas Udayana
ISSN : 26217368     EISSN : 26217473     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
Kajian Stok Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Muncar Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur I Nyoman Sastra Adi Putra; I Wayan Restu; Rani Ekawaty
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lemuru fish are pelagic fish that live in shallow marine waters, live in groups, and one of species found at the surface water. The largest population of Lemuru fish in Indonesia is found in the Bali Strait. Based on existing data, the Lemuru condition in Bali Strait waters in particular landed at the Fishery Port of Muncar Beach has decreased. Therefore, a research effort should be made to determine the condition of Lemuru at the Muncar Beach Fishery Port. This study was aimed to determine the distribution of length frequencies, growth pattern, and the stock condition of Lemuru. The study was conducted from May to September 2017. The method used in this study was descriptive research method. Samples of Lemuru are taken randomly and directly from the fishermen's catch, production data, and the number of fishing gear and trip was asked directly from Muncar Fishing Port agency. Results showed the total length frequency distribution of Lemuru fish highest in the 135-137mm long hose from the 120-149 mm interval obtained. The relationship between the length and weight of the Lemuru Fish obtained, follows the equation W=4E-05L2.7677 and negative allometric growth pattern (b<3) which means the length growth more dominant compared to the weight growth. The stock condition of Sardinella lemuru with the TAC value obtained with the amount of 30.940 tons per year and the optimum catches effort or fMsy was 26.802 trips per year. Catched results in 2007 has exceeded from TAC value and catches effort in the last ten years found to be outstrip from the optimum catches effort or fMSY.
Keanekaragaman Jenis Krustasea Kelas Malacostraca di Kawasan Mangrove Pulau Serangan, Denpasar, Bali Daniel Tri Lakona Sinamo; I Wayan Arthana; Ni Made Ernawati
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan jenis Krustasea kelas Malacostraca di kawasan mangrove Pulau Serangan, Bali. Lokasi penelitian dibagi menjadi 3 stasiun, setiap stasiun terdiri dari 3 titik penelitian dan pengulangan sampling dilakukan sebanyak 3 kali. Penelitian ini dilakukan selama satu bulan pada bulan November-Desember 2018. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah metode transek 1x1 m. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian mendapatkan 318 individu Krustasea dengan komposisi 5 famili dan 19 spesies yaitu Clibanarius infraspinatus, Clibanarius longitarsus, Diogenes avarus, Metopograpsus latifrons, Macrophthalmus definitus, Macrophthamus laevimanus, Macrophthalmus tomentosus, Uca bellator, Uca coarctata, Uca crassipes, Uca dussumieri, Uca jocelynae, Uca perplexa, Uca rosea, Uca triangularis, Uca vocans, Scylla serrata, Thalamita crenata, Thalassina anomala. Nilai kelimpahan Krustasea kelas Malacostraca yang didapatkan pada stasiun 1 sebesar 47 ind/m2, stasiun 2 sebesar 27 ind/m2, stasiun 3 sebesar 33 ind/m2. Indeks keanekaragaman Krustasea di kawasan mangrove Pulau Serangan berkisar antara 1,38 sampai 1,88 yang tergolong kategori keanekaragaman sedang. Nilai keseragaman Krustasea berkisar antara 0,93 hingga 0,95 dan tergolong keseragaman tinggi, sementara indeks dominansi Krustasea termasuk dominansi rendah dengan nilai indeks 0,18-0,22. Parameter perairan yang diukur pada lokasi penelitian berupa suhu berkisar 29,37-30,52°C, salinitas perairan berkisar 27,82-29,18 ppt, pH perairan berkisar 7,48-6,61, DO perairan berkisar 5,26-6,09 mg/l. Berdasarkan hasil yang diperoleh berupa indeks diversitas, kelimpahan serta parameter perairan kawasan mangrove Pulau Serangan masih cukup baik dan stabil untuk mendukung keberlangsungan hidup biota Krustasea kelas Malacostraca.
Pengaruh Ekstrak Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata Miers) Terhadap Infeksi Bakteri Aeromonas hydrophila Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Aristiani Rusdi Oktaviyanti; Pande Gde Sasmita Julyantoro; Dewa Ayu Angga Pebriani
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the ability of green grass jelly leaf extract in inhibiting the growth of Aeromonas hydrophila and improving the survival of Tilapia (Oreocrhomis niloticus). This research was conducted at Fisheries Laboratory of Udayana University and UPT Laboratory of Biosciences and Biotechnology of Udayana University from May to August 2019. This experiments were use a completely randomized design (CRD) with three replications for each treatment. Antibacterial activity test was conducted in vitro with five different concentration, namely 1,25%, 2,5%, 5%, 7,5% and 10%. The challenge test was conducted in vivo with five treatments, namely A, B, C, D and E. The research showed that the green grass jelly leaf extract can inhibit the growth of Aeromonas hydrophila in vitro at the smallest concentration (1,25%) and the stronger inhibition capability at higher concentrations. Green grass jelly leaf extract also improve the survival of tilapia fish when infected by Aeromonas hydrophila in the challenge test with a higher survival rate of 76,7% compared to those without green grass jelly leaf extract addition with a survival value of only 46,7%. The quality of water measured during the study such a temperature ranging from 27,7-28?C, pH 7,2 to 7,5, and DO 5,5 to 6,7 ppm. The value of water quality is still in the optimal range for the life of Tilapia. Keywords: Extract; green grass jelly; phatogen
Komperatif Studi Pertumbuhan Terumbu Karang Jenis Acropora, Montipora dan Stylophora Dengan Teknik Transplantasi Di Perairan Pantai Serangan Denpasar, Bali Pande Adhitya Prabhuwinata; I Wayan Restu; Ni Made Ernawati
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transplantasi karang merupakan salah satu cara merehabilitasi karang. Transplantasi karang merupakan suatu teknik penanaman karang baru dengan metode fragmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan karang genus Acropora, Montipora dan Stylophora. Penelitian ini dilakuakan selama 3 bulan, yaitu pada bulan April hingga Juni 2018. Pertumbuhan karang diukur setiap 2 minggu sekali dengan menggunakan alat jangka sorong. Pengamatan pertumbuhan pada fragmen karang dilakukan dengan mengukur dimensi pertumbuhan yang terdiri dari pertambahan lebar dan tinggi karang. Hasil penelitian menunjukan bahwa karang genus Montipora memiliki tingkat pertumbuhan paling tinggi sebesar 1,40 cm kemudian Acropora dengan tingkat pertumbuhan sebesar 1,30 cm dan Stylophora sebesar 1,00 cm. Pertumbuhan lebar karang tertinggi adalah genus Montipora sebesar 1,85 cm, Stylophora dengan nilai 1,46 cm dan yang terendah genus Acropora dengan nilai 1,29 cm. Tingkat kelangsungan hidup karang selama penelitian menunjukan karang dapat bertahan hidup selama 4 minggu dan mulai mengalami penurunan pada 2 minggu penelitian berikutnya. Secara keseluruhan karang genus Acropora dan Stylopora memiliki tingkat kelangsungan hidup tertinggi yaitu 90 %, sedangkan karang genus Montipora memiliki tingkat kelangsungan hidup terendah yaitu 83,3%.
Hubungan Keanekaragaman Makrozoobentos dengan Kerapatan Lamun di Pantai Semawang Sanur Bali Habibatus Sholihah; I Wayan Arthana; Rani Ekawaty
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Semawang Sanur Bali memiliki Ekosistem padang lamun dengan daratan yang landai, hamparan lamun yang cukup luas dan biota makrozoobentos yang beranekaragam. Kegiatan pariwisata dan nelayan yang berlebihan diduga dapat mengganggu kelestarian ekosistem padang lamun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan keanekaragaman makrozoobentos dengan kerapatan lamun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2018. Pengambilan sampel makrozoobentos dan lamun menggunakan transek kuadrat 1 m x 1 m di 25 titik (5 stasiun) dengan jarak antar titik 50 m. sampel makrozoobentos dalam luasan transek diambil menggunakan sekop dan sampel lamun dihitung tegakannya. Di Pantai ini ditemukan 4 filum, 8 kelas dan 58 spesies makrozoobentos. Kelas yang mendominasi adalah kelas gastropoda. Kemudian ditemukan 6 spesies lamun dengan kerapatan jenis tertinggi yaitu Thalassia hemprichii. Nilai indeks keanekaragaman makrozoobentos di Pantai Semawang sebesar 1,76 yang tergolong dalam kategori sedang. Nilai indeks keseragaman makrozoobentos sebesar 0,96 yang termasuk dalam kategori tinggi. Nilai indeks dominansi makrozoobentos sebesar 0,20 yang tergolong dalam kategori rendah. Sedangkan hasil kerapatan lamun sebesar 362 tegakan/m2 yang berarti tumbuhan lamun di Pantai ini tergolong sangat rapat. Berdasarkan hasil analisis bahwa hubungan keanekaragaman makrozoobentos dan kerapatan lamun berbanding terbalik yaitu semakin tinggi keanekaragaman makrozoobentos, maka semakin rendah kerapatan lamunnya. Begitu juga sebaliknya.
The Struktur Komunitas Echinodermata di Area Padang Lamun Pantai Samuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Fina Wahyuningsih; I Wayan Arthana; Suprabadevi Ayumayasari Saraswati
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai samuh termasuk dalam Kelurahan Tanjung Benoa, Nusa Dua. Pantai Samuh banyak dimanfaatkan sebagai kegiatan pariwisata, jalur transportasi kapal dan pendaratan kapal yang menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas Echinodermata dan kondisi kualitas air di Pantai Samuh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2018. Penelitian menggunakan metode deskriptif. lokasi penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Terdapat 3 stasiun pegamatan yaitu stasiun 1 merupakan area nelayan (pendaratan kapal), stasiun 2 merupakan area pariwisata, dan stasiun 3 merupakan area tidak ada aktivitas. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada 3 stasiun didapatkan 15 spesies Echinodermata yang tergolong ke dalam 4 kelas yaitu kelas Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, dan Crinoidea. Kelimpahan total Echinodermata pada masing-masing stasiun yaitu stasiun 1 dengan nilai 1,8 ind/m2, stasiun 2 dengan nilai 0,74 ind/m2, dan stasiun 3 dengan nilai 3,34 ind/m2. Indeks keanekaragaman ketiga stasiun masing-masing sebesar 2,3670, 1,8193, dan 2,4575. Indeks keseragaman ketiga stasiun masing-masing sebesar 0,9228, 0,8749, dan 0,9075. Sedangkan indeks dominansi ketiga stasiun masing-masing sebesar 0,1128, 0,2008, dan 0,1099. Berdasarkan kriteria indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H’), indeks keaekaragaman pada ketiga stasiun mengindikasikan tingkat keanekaragaman sedang yaitu penyebaran jumlah individu sedang. Nilai rata-rata hasil pengukuran parameter fisika dan kimia perairan di Pantai Samuh tergolong optimum untuk biota laut yaitu suhu 27,7-28oC, DO 5,1-5,2 mg/L, pH 7,8-8, Salinitas 29,7-29,9 ppt.
Optimasi Dosis Formalin Sebagai Desinfektan Dalam Media Pemeliharaan Terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Larva Lobster Pasir (Panulirus homarus) I Gede Yoga Vikannada Giri; Pande Gde Sasmita Julyantoro; Ni Putu Putri Wijayanti; Bedjo Slamet
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis formalin yang paling optimum sebagai desinfektan dalam media pemeliharaan terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva Lobster Pasir (Panulirus homarus). Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan S0 (kontrol) dilakukan dengan tanpa penambahan formalin, sedangkan perlakuan S1 (penambahan formalin 10 ppm), S2 (20 ppm), dan S3 (30 ppm). Parameter yang diamati yaitu panjang total, kelangsungan hidup (SR), parasit penyebab penyakit pada larva lobster, dan parameter kualitas air. Data diuji secara statistik menggunakan one way ANOVA dan software SPSS 18. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa penggunaan formalin berpengaruh nyata terhadap peluang timbulnya penyakit (p<0,05), tidak berpengaruh nyata terhadap panjang total larva lobster pada perlakuan S1 (p>0,05) namun menurunkan panjang total pada perlakuan S2 dan S3 serta tidak berpengaruh nyata terhadap parameter kualitas air (p>0,05). Kelangsungan hidup (SR) tertinggi yaitu sebesar 56% diperoleh pada perlakuan S1, panjang total tertinggi 1872,22 µm diperoleh pada perlakuan S0. Hal ini mengindikasikan bahwa penambahan formalin berpengaruh positif terhadap kelangsungan hidup (SR) dan panjang total larva lobster pasir (Panulirus homarus) pada dosis optimum 10 ppm (perlakuan S1).
Kajian Kualitas Air, Potensi Karang Dan Ikan Karang Untuk Pengembangan Wisata Selam Di Desa Bondalem, Buleleng, Bali Evrina Cahyani Sinaga; I Wayan Restu; Rani Ekawaty
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Bondalem Village is located in Tejakula District, Buleleng Regency, north of the Island of the Gods. This village is directly adjacent to the Bali Sea in the north, this condition makes tourism can develop especially diving tourism and activity. This purpose of this study is to examine the suitability of water quality in order to support the development plan of diving tourism in the waters of Bondalem Village, Tejakula District, Buleleng Regency. Data colection is carried out every once a month within 3 months in November, December 2018 and March 2019. This study uses the method of field observation and secondary data from the results of the literature study. In this study the method of data collection was done by direct measurement in the field for observations of the environmental conditions at the study site. The results of data collection in the form of data that supports the acquisition of environmental parameter data in regional and physical environmental suitability assessment. This study was carried out by analyzing the suitability of diving tourism, coral identification was assessed using the LIT (Line Intercept Transect) method while the abundance of reef fish species was studied using the UVC (Underwater Visual Census) method. Analysis of the data used is an analysis of the potential of coral reefs and land suitability. Determination of the level of land suitability as a diving tourism area using regional suitability matrix analysis considering ecological parameters and water quality. The live coral community cover in Bondalem waters ranges from 65.93% to 81.33% with a variety of reef fish species ranging from 16 families. Travel suitability index diving category is included in the very appropriate category (S1).
Kelimpahan dan Prevalensi Ektoparasit Ikan Kakatua (Famili Scaridae) di Pasar Ikan Kedonganan, Kabupaten Badung, Bali Handayani Sitorus; Pande Gde Sasmita Julyantoro; Dewa Ayu Angga Pebriani
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Existence of parrotfish in Bali, especially at Kedonganan fish market, Badung Regency are already familiar for local society and visitors. However, the research about parrotfish specifically about parasites is still scarce. One factor that cause the decrease of fish quality is diseases caused by the presence of parasites in the fish body. This study aims to determine the various types of ectoparasite, abundance, prevalence, relationship between length or weight and number of parasites in the parrotfish (Family Scaridae). The sample of research were collected from Kedonganan fish market, Badung Regency, Bali from November until Desember 2019. The research was used a descriptive methods with purposive sampling technique. Ectoparasites found in the 35 gills of parrotfish were Gnathia sp. (492 ind), Hatschekia sp. (156 ind), and Haliotrema sp. (1.186 ind). The highest ectoparasite abundance is Haliotrema sp. (33.88 ind/fish) while the highest ectoparasite prevalence was Gnathia sp. (80.00%) and belong to a “usually” of infection level. The correlation between the length and number of parasites is in the “medium” level with the value of correlation (r) was 0,460 while the correlation between the weight and number of parasites was in the “medium” level with the value (r) was 0.502.
Jenis Makanan dan Area Makan Ikan Tongkol Abu-abu (Thunnus tonggol) yang didaratkan di PPI Kedonganan pada Musim Barat Putu Niken Ayu Saraswati; Pande Gde Sasmita Julyantoro; Gde Raka Angga Kartika
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedonganan Fish Landing Port is part of Bali Strait which is one of longtail tuna habitat. There was no study about biological parameters on longtail tuna in Bali Strait especially in Kedonganan fish landing port. This study aims to determine fullness gastric contents of the longtail tuna landed at the Kedonganan Fish Landing Port and find out the composition and type of food contained in the stomach of the longtail tuna. This research was carried out for 5 months from October 2018 to January 2019. Analysis data used included percentage of 1 type of food, frequency of occurrence and index of gastric fullness. The results showed that the type of food found in the longtail tuna gut were small fish, squid and dissolved food. The frequency of occurrence of small fish has a percentage 80.5%, which means small fish is the main food of longtail tuna. The highest gastric fullness index was in November 2018 which showed that in November 2018 longtail tuna was actively looking for food. Longtail tuna is actively looking for food, but the eating activities decreased which is suspected at that time the availability of food decreased because of southwest monsoon. The food that contained in the longtail tuna gut were small fish, squid and dissolved food. Longtail tuna is a carnivorous fish because its main food was small fish and can be classified as stenophagic. Longtail tuna usually looking for food in the area around Uluwatu, Nusa Dua and Takacamung

Page 6 of 16 | Total Record : 158