cover
Contact Name
Jurnal Bedah Nasional
Contact Email
jurnalbedahnasional@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalbedahnasional@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JBN (Jurnal Bedah Nasional)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25485962     EISSN : 2548981X     DOI : -
Core Subject : Health,
JBN (Jurnal Bedah Nasional) is published twice a year in January and July. This journal encompasses original research articles, review articles, and case reports of all fields of surgery medicine, including General Surgery; Digestive Surgery; Oncology Surgery; Pediatric Surgery; Neurosurgery; Cardiothoracic and Vascular Surgery; Vascular and Endovascular Surgery; Orthopedic Surgery; Urology Surgery; Plastic and Reconstruction Surgery; Traumatology and Acute Care Surgery.
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
Pengaruh Ligasi Side Branch Vena Sefalika pada Pembuatan Arteovenous Fistula Radiosefalika Terhadap Laju Aliran Draining Vein pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Stadium V di RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah Aria, Anselmus Danus; Yasa, Ketut Putu; Manuaba, Ida Bagus Putra; Golden, I Nyoman; Sudartana, I Ketut
JBN (Jurnal Bedah Nasional) Vol 8 No 2 (2024): JBN (Jurnal Bedah Nasional)
Publisher : Program Studi Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBN.2024.v08.i02.p03

Abstract

Tujuan: Mengetahui pengaruh ligasi side branch vena sefalika pada pembuatan arterovenosa fistula radiosefalika terhadap laju aliran draining vein pada pasien gagal ginjal kronis stadium V di RSUP Prof dr. IGNG Ngoerah. Metode: Penelitian observasional analitik dengan rancangan kohort retrospektif ini dilakukan pada Januari 2021 hingga September 2022 di RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah. Pasien gagal ginjal kronis stadium V diinklusi dan dikelompokkan berdasarkan dilakukannya ligasi side branch vena sefalika. Data laju aliran draining vein diambil dari catatan rekam medis. Analisis data yang dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji perbandingan proporsi dengan uji chi square. Hasil: Sebanyak 66 subjek penelitian diinklusi dengan masing-masing kelompok sebanyak 33 subjek. Laju aliran dari draining vein pada kelompok ligasi side branch dan bukan ligasi side branch sama dengan median sebesar 150 (100-170) ml/menit. Hasil analisis risiko tidak ditemukan adanya perbedaan bermakna antara kelompok yang dilakukan ligasi side branch dan bukan ligasi side branch (RR=0,17 IK95%= 0,19-1,58, p=0,087). Simpulan: Tidak terdapat pengaruh tindakan ligasi side branch pada vena sefalika terhadap laju aliran draining vein pada pasien gagal ginjal kronis stadium V di RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah.
Validity of Wagner, SINBAB, PEDIS, and WIFI Scoring Systems to Assess Risk of Amputation in Patients with Diabetic Foot Ulcers Gunawan, I Made Kasmadi; Budiarta, Ida Bagus; Mahadewa, Tjokorda Gde Bagus; Suryawisesa, Ida Bagus Made; Wibawa, I Gusti Agung Bagus Krisna; Ariyanta, Kadek Deddy
JBN (Jurnal Bedah Nasional) Vol 8 No 2 (2024): JBN (Jurnal Bedah Nasional)
Publisher : Program Studi Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBN.2024.v08.i02.p04

Abstract

Aim: This study aims to determine validity of the Wagner, SINBAD, PEDIS, and WIFI scoring systems in assessing the risk of amputation in patients with diabetic foot ulcers at Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah General Hospital, Denpasar. Methods: This research is an observational study of diagnostic tests with a cross-sectional design. The sample in this study was selected by consecutive sampling from 1 January 2022 to 31 December 2022 with total of 72 respondents.Results: Wagner score test obtained sensitivity 77.2%, specificity 80.0%, PPV 93.6%, NPV 48%, accuracy 77.7%, and RR 1.8. PEDIS score test results obtained sensitivity 82.5%, specificity 86.7%, PPV 95.9%, NPV 56.5%, accuracy 83.3%, and RR 2.2. The results of the SINBAD test score obtained sensitivity 78.9%, specificity 66.7%, PPV 90.0%, NPV 45.5%, accuracy 76.3%, and RR 1.6. WIFI score test obtained sensitivity 89.5%, specificity 66.7%, PPV 91.1%, NPV 62.5%, accuracy 84.7%, and RR 2.4. Conclusion: The WIFI score has better sensitivity and accuracy compared to score Wagner, SINBAD, and PEDIS so it is recommended to use the WIFI score to assess the risk of amputation in diabetic foot ulcer patients.
Giant Cavernoma Wirdayanto, Ade; Lestari, Enny; Randa, Said Rafly Okta; Puteri, Sherly Aprilia Perel
JBN (Jurnal Bedah Nasional) Vol 8 No 2 (2024): JBN (Jurnal Bedah Nasional)
Publisher : Program Studi Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBN.2024.v08.i02.p05

Abstract

Latar belakang: Cerebral Cavernous Malformation (CCM) adalah suatu kondisi langka yang disebabkan oleh malformasi vena, ditandai dengan kemunculan pembuluh darah menyerupai-sinusoid dengan sirkulasi yang sangat lambat di otak. CCM memiliki dinding yang sangat lunak, sehingga mudah pecah dan menimbulkan perdarahan. Rata-rata CCM berukuran 1,5 cm, namun terdapat beberapa kasus di dunia dengan ukuran lebih dari 4 cm dan disebut sebagai giant cavernoma. Gejala klinis giant cavernoma adalah kejang epileptik, defisit neurologis fokal, serta gejala peningkatan tekanan intrakranial (TIK). Giant cavernoma diidentifikasi dengan baik melalui pemeriksaan MRI. Pemeriksaan histopatologi diperlukan untuk memastikan diagnosis serta menentukan terapi dan prognosis. Kasus: Laki-laki berusia 39 tahun diantar ke IGD oleh keluarganya dengan keluhan penurunan kesadaran sejak 12 jam sebelumnya. Pasien sebelumnya mengalami kejang berulang diseluruh tubuh dengan durasi kejang 1 menit. Pasien memiliki riwayat nyeri kepala yang tidak khas selama satu tahun terakhir. Pemeriksaan fisik didapatkan GCS 13 (E3M6V4), tekanan darah 184/110 mmHg, frekuensi napas 20x/menit, nadi 98x/menit, suhu 36,5­­oC, dan lainnya dalam batas normal. CT scan kepala menunjukkan massa pada lobus frontal dekstra. Pasien didiagnosis dengan tumor cerebri frontal dekstra dan direncanakan craniotomy removal tumor. Simpulan: Giant cavernoma adalah kasus dengan insiden yang sangat langka di seluruh dunia. MRI merupakan modalitas utama untuk mendeteksi kondisi ini. Belum ada rekomendasi prosedur untuk menangani giant cavernoma, namun reseksi total adalah tindakan yang paling sering dilakukan.
Pentingnya Respon Komplit Patologi Paska Kemoterapi Neoadjuvan pada Penanganan Kasus Kanker Payudara Stadium Awal Adiputra, Putu Anda Tusta
JBN (Jurnal Bedah Nasional) Vol 8 No 2 (2024): JBN (Jurnal Bedah Nasional)
Publisher : Program Studi Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBN.2024.v08.i02.p01

Abstract

Saat ini kemoterapi neoajuvan (Neoadjuvant Chemotherapy/NAC) semakin banyak digunakan sebagai lini pertama untuk penanganan kanker payudara lokal yang berisiko tinggi. Kemoterapi neoajuvan untuk kanker payudara adalah pilihan terapi yang ditetapkan untuk kanker payudara berisiko tinggi, kanker payudara lokal dengan stadium lanjut, kanker payudara yang tidak dapat dioperasi, atau untuk meningkatkan peluang dilakukannya operasi konservasi payudara (Breast Conserving Surgery). Selain NAC, ada kemoterapi ajuvan yang ditujukan untuk mengatasi mikrometastasis yang tidak terlihat, sehingga mengurangi resiko kekambuhan lokal maupun sistemik. Pencapaian respon komplit patologi terkait dengan kelangsungan hidup jangka panjang dan oleh karena itu FDA merekomendasikannya sebagai titik akhir utama dalam uji coba NAC dengan harapan dapat meningkatkan angka kelangsungan hidup pada pasien dengan kanker payudara. Target respon komplit patologi dapat dipertimbangkan pada pasien dengan subtipe kanker payudara agresif yang memiliki respon baik sebelum dilakukan operasi.