cover
Contact Name
Pana Pramulia
Contact Email
panapramulia@unipasby.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
panapramulia@unipasby.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Buana Pendidikan: Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unipa Surabaya
ISSN : 16938585     EISSN : 26229218     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini terbit dua kali setahun bulan Februari dan Oktober berisi tulisan ilmiah tentang pendidikan, baik yang ditulis dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Tulisan yang dimuat dapat berupa analisis, kajian pustaka, atau hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 426 Documents
BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK FAMILY SCULPTURE UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA DENGAN ANGGOTA KELUARGA LIANAWATI, AYONG
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol13.no23.a454

Abstract

Salah satu kegiatan yang menjadi komponen layanan bimbingan dan konseling adalah metode bimbingan kelompok. Bimbingan kelompok dapat dilakukan melalui berbagai teknik, salah satunya adalah dengan latihan (exercise). Oleh karena itu dalam hal ini akan mencoba menerapkan salah satu bentuk bimbingan kelompok dengan latihan gerak (movement) family Sculpture untuk membantu siswa dalam meningkatkan komunikasi secara efektif dengan anggota keluarga untuk meminimalisir terjadinya konflik dalam anggota keluarga. Dalam latihan ini, anggota kelompok berperan sebagai anggota keluarga, diantaranya sebagai ayah, ibu dan anak. Anggota kelompok harus bisa memerankan karakter dari masing-masing anggota keluarga itu sendiri. Tujuan dari latihan ini yaitu agar anggota kelompok bisa merasakan empati dan memahami dari permasalahan keluarga itu sendiri. Skenario yang dibuat yaitu mengenai kehidupan sehari-hari dalam keluarga. Misalnya remaja yang ingin meminta motor kepada orangtua, broken home, anak yang malas belajar, dan lain-lain. Berdasarkan hasil simulasi bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik family sculpture diperoleh simpulan bahwa dengan bimbingan kelompok dapat membantu siswa secara aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran dan meningkatkan ketrampilan komunikasinya.
KARYA LUKISAN BENNY SUBIANTORO PATRIANI, SEPBIANTI RANGGA
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol12.no22.a615

Abstract

Karya seni merupakan perwujudan dan refleksi perjalanan hidup, pengalaman, pengamatan terhadap lingkungan serta proses penemuan jati diri bagi seniman. Oleh sebab itu, karya seni tidak terlepas dari eksistensi seorang seniman. Seorang seniman mempunyai kebebasan dan keluasan dalam memilih sumber penciptaan seni sesuai dengan kepekaan artistik dan daya inteleksi yang dimiliki, seperti dalam kehidupan, maupun suasana hati yang terjadi dalam diri seniman. Seperti halnya, Benny Subiantoro sebagai salah satu perupa di Sulawesi Selatan, yang mencerminkan orisinalitas tersendiri dalam penciptaan karya lukisannya. Benny Subiantoro sebagai salah satu perupa di Sulawesi Selatan, juga merupakan seorang dosen Seni Rupa di Universitas Negeri Makassar. Kegemaran beliau dalam melukis karena adanya dorongan pribadi dan pengaruh lingkungan tempat tinggal beliau yang juga terdapat beberapa pekerja seni (seniman). Aktifitas berkeseniannya berawal dari sebuah pengalaman berkarya ketika ia duduk di bangku SMP dan mengikuti beberapa kegiatan lomba melukis hingga memperoleh juara. Hingga sekitar tahun 1975, Benny Subiantoro melanjutkan perjalanan berkeseniannya dengan merantau ke Makassar dan menjalani studi di Jurusan Seni Rupa IKIP Makassar. Selama keaktifannya sebagai mahasiswa jurusan seni rupa di Makassar, hingga ia sering mengikuti beberapa kegiatan pameran di Sulawesi Selatan. Adapun visualisasi karya lukisan Benny Subiantoro cenderung memperlihatkan karakter realis dan ekspresif. Namun seiring berjalannya waktu, gaya lukisan beliau mengalami perubahan mengikuti gaya abstrak hingga sekarang. Salah satu perubahan gaya lukisan Benny Subiantoro terdapat pada visualisasi karyanya yang terinspirasi dari objek ikan. Ketertarikan beliau terhadap bentuk dan warna ikan, merupakan wujud ekspresi dan inspirasi untuk mengubah gaya lukisannya secara unik ke dalam bentuk abstrak.
EYE MOVEMENT DESENSITIZATION AND REPROCESSING (EMDR) SEBAGAI SALAH SATU STRATEGI MEREDUKSI DAMPAK KEKERASAAN PADA ANAK LATHIFAH, MAGHFIROTUL
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol12.no22.a616

Abstract

Dunia konseling saat ini semakin berkembang. Perkembangan tersebut diimbangi dengan munculnya berbagai strategi baru, salah satunya ialah Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR). EMDR merupakan terobosan inovatif dalam strategi konseling untuk mereduksi dampak kekerasan pada anak. Layaknya strategi atau teknik konseling yang lainnya, EMDR terkenal dengan gerakan matanya. Artinya melibatkan kejelian konselor dalam mengolah sensasi gerakan tubuh yang muncul (non verbal). EMDR dapat menghapus rasa takut berlebihan dan kecemasan emosional yang mengelilingi sebuah trauma masa lalu. Berdasarkan kajian literatur ini, diharapkan dapat mendorong konselor dalam profesinya menajamkan atau mengasah kembali keterampilan konseling dalam memberikan layanan yang profesional.
PERAN EXSTRAKURIKULER PECAK SILAT DALAM MEMINIMALISIR KENAKALAN REMAJA DI SEKOLAH PRASTYANA, BRAHMANA RANGGA
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol12.no22.a617

Abstract

Pengaruh pergaulan di sekolah maupun di luar sekolah ikut andil dalam membentuk kepribadian karakter siswa. Hubungan sosial di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah membawa dampak pada aspek kedekatan diri pada orang lain di lingkungan pergaulannya. Perkembangan diri pada masa sekolah membawa keinginan mereka untuk mengeksplorasi lingkungan semakin besar sehingga tidak jarang menimbulkan masalah yang berkaitan dengan kedisiplinan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kemenpora pada tahun 2008 mengenai jumlah kriminalitas yang melibatkan anak-anak dan remaja menurut laporan Polri mencapai angka 3.280 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 2,797 laki-laki pelaku kriminalitas dan sebanyak 483 perempuan pelaku tindak kriminalitas. Jumlah data tersebut meningkat 4,3% dibandingkan pada tahun 2007 yang sebesar 3.145 orang (Kemenpora, 2009: 73). Selain itu data perkelahian antar pelajar selama tahun 2011 yaitu 86,21% (BPS, 2014: 53).Aktifitas akademik dan non akademik tentunya sama-sama memiliki kontribusi dalam proses perkembangan pelajar di sekolah. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mewadahi pelajar disekolah dalam rangka meminimalisir kenakalan pelajar yaitu pencak silat. Dalam wadah kegitan pencak silat yang meliputi aktifitas fisik dan kerohanian diharapkan mampu meminimalisi kenakalan pelajar di sekolah maupun di luar sekolah. Jenis penelitian ini yaitu library research (penelitian kepusakaan) dengan metode diskriptif-analisis. Analisis data menggunakan analisis isi atau content analysis dengan menggunkan metode berfikir induktif, deduktif dan komparatif. Berdasarkan hasil kajian data menyimpulkan bahwa Ekstrakurikuler pencak silat memiliki peran besar dalam meminimalisir kenakalan remaja di sekolah. Kenakalan remaja di sekolah di sebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor eksternal dan internal.Melalui wadah ekstrakurikuler pencak silat, para remaja di sekolah dapat mengembangkan minat dan bakat sesuai dengan pribadinya. Selain itu, melalui 4 aspek ajaran pencak silat yang meliputi: (1) aspek mental spiritual, (2) Apek seni budaya, (3) Aspek bela diri, (4) Aspek Olahraga, dapat membentuk para pelajar di sekolah menjadi remaja yang memiliki jiwa patriotis, spirtual yang baik serta mampu berprestasi sesuai dengan minat dan bakat sebagai generasi penerus bangsa.
INTERNALISASI NILAI KARAKTER MELALUI BUDAYA SEKOLAH RAHAYU, DEWI WIDIANA
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol12.no22.a618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan mengenai: (1) wujud budaya sekolah, (2) peran warga sekolah dalam melaksanakan budaya sekolah, (3) kendala dalam pelaksanaan budaya sekolah, (4) solusi mengatasi kendala dalam pelaksanaan budaya sekolah.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis berupa studi kasus. Lokasi penelitian yaitu SD Muhammadiyah 1 Krian. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, siswa, dan karyawan sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan cara mereduksi data, paparan data, dan menarik kesimpulan.Temuan penelitian ini menunjukkan hasil bahwa budaya sekolah di Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Krian dibangun melalui keteladana kepala sekolah, keteladanan guru, dan sosialisasi secara berkala mengenai budaya sekolah yang dikembangkan.Peran warga sekolah dalam membangun budaya sekolah adalah sebagai berikut: (1) peran kepala sekolah seperti memberi keteladanan, mengadakan evaluasi, penyelenggaraan kegiatan sekolah, serta komitmen dalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah; (2) peran guru yakni berfungsi sebagai pengajar dan pendidik serta memberi keteladanan bagi siswa. Sehingga semua warga sekolah disarankan untuk aktif dalam mengembangkan budaya sekolah dan memiliki komitmen untuk membangun karakter positif siswa.
PENGARUH PELATIHAN MELOMPAT SATU KAKI DAN MELOMPAT DUA KAKI TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DAN KELINCAHAN PURIANA, RAMADHANY HANANTO
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol12.no22.a619

Abstract

Kondisi fisik daya ledak otot tungkai dan kelincahan merupakan bagian yang diperlukan dalam cabang olahraga Bolabasket. Pada saat pertandingan, pemain tidak hanya berlari dengan bola atau tanpa bola, tetapi bisa berbalik arah untuk menghindari dari hadangan pemain lawan. Adanya hambatan tersebut, pemain Bolabasket menggiring bola wajib mempunyai kelincahan untuk melindungi bola dan melewati hambatan tersebut. Daya ledak otot tungkai diperlukan ketika melakukan gerakan rebound, lay up shoot dan jump shoot, dimana gerakan-gerakan tersebut didominasi untuk menghasilkan angka dalam permainan Bolabasket. Salah satu pelatihan yang digunakan untuk meningkatkan kedua kondisi fisik tersebut adalah dengan jenis pelatihan plyometric. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, Desain menggunakan match subject design yaitu mahasiswa yang ikut unit kegiatan mahasiswa Bolabasket berdasarkan kemampuan dengan teknik ordinal pairing. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen yaitu matching-only design. Penelitian ini menggunakan populasi berjumlah 30 orang dengan jumlah sampel kelompok perlakuan I adalah 10 orang diberikan pelatihan melompat satu kaki, kelompok perlakuan II adalah 10 orang diberikan pelatihan melompat dua kaki dan 10 orang kelompok kontrol hanya melakukan latihan konvesional. Tes yang digunakan adalah tes vertical jump untuk mengukur daya ledak otot tungkai dan T-test untuk mengukur kelincahan. Dari perhitungan analisis data memakai paired sampel test memperoleh hasil untuk kelompok I dan kelompok II ada peningkatan terhadap daya ledak otot tungkai dan kelincahan. Adanya perbedaan peningkatan maka dilanjutkan dengan analisis post hock dengan LSD. Sehingga pelatihan melompat satu kaki lebih efektif dari pada pelatihan melompat dua kaki.
HUBUNGAN POLA PIKIR NEGATIF DAN KECEMASAN TERHADAP CARA BERBICARA DI DEPAN UMUM MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA MARDHIKA, RIGA
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol12.no22.a620

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pola pikir negatif dan kecemasan terhadap cara berbicara di depan umum mahasiswa. Sebanyak 60 mahasiswa menjadi subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada hubungan antara tingkat pola pikir negatif dan cara berbicara di depan umum pada mahasiswa dengan nilai r sebesar 0,507 dan p sebesar 0,000. (2) Ada hubungan antara kecemasan dan cara berbicara di depan umum pada mahasiswa dengan nilai r sebesar 0,757 dan p sebesar 0,000. (3) Ada hubungan antara tingkat pola pikir negatif dan kecemasan dengan cara berbicara di depan umum mahasiswa dengan nilai R sebesar 0,782 dan p sebesar 0,000.
TINJAUAN ALTERNATIF KONSEP MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PJOK) DI SEKOLAH ROHMAN, UJANG
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol12.no22.a622

Abstract

Konsep model pengajaran penddidikan jasmani sebagai alternatif dalam pembelajaran PJOK perlu diperhatikan dan dipertimbangkan untuk dilaksanakan di sekolah-sekolah, mengingat model-model tersebut masing-masing mempunyai keunggulan dan kesesuiaan dengan kondisi sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. Mengapa model pengajaran penddidikan jasmani ini perlu diterapkan di antara lain: a) Peserta didik secara fisik dan mental tidak sama dengan orang dewasa, sehingga sangat tidak tepat mengharapkan peserta didik untuk melakukan kegiatan olahraga dengan menggunakan peralatan atau peraturan seperti orang dewasa., b) Kegiatan olahraga yang dilakukan dengan peralatan atau peraturan yang dimodifikasi dalam pengajaran PJOK dapat mengurangi terjadinya cedera olahraga dan memudahkan peserta didik untuk mempelajari keterampilan gerak yang diperlukan untuk melakukan olahraga yang sesungguhnya., c) Model pengajaran PJOK dengan memodifikasi olahraga mendorong anak untuk melakukan tugas gerak dengan tingkat keberhasilan yang lebih baik dan dapat memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi dengan senang bergerak.
KONTRIBUSI POWER OTOT TUNGKAI, PERSEPSI KINESTETIK DAN KOORDINASI MATA TANGAN TERHADAP KEBERHASILAN TEMBAKAN LOMPAT (JUMP SHOOT) BOLABASKET ROSMI, YANDIKA FEFRIAN
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol12.no22.a624

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) kontribusi power otot tungkai terhadap keberhasilan tembakan lompat bolabasket, 2) kontribusi persepsi kinestetik terhadap keberhasilan tembakan lompat bolabasket, 3) kontribusi koordinasi mata tangan terhadap keberhasilan tembakan lompat bolabasket, 4) kontribusi power otot tungkai, persepsi kinestetik dan koordinasi mata tangan terhadap kemampuan tembakan lompat bolabasket. Berdasarkan tujuan penelitian tersebut, metode dalam penelitian ini adalah metode diskriptif dengan pendekatan korelasional. Dalam penelitian ini populasinya seluruh mahasiswa peserta UKMbolabasketUniversitas PGRI Adi Buana Surabayadengan jumlah 33 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik population sampling, Teknik pengumpulan data digunakan tes dan pengukuran dalam olahraga, variabel penelitian terdiri dari power otot tungkai, persepsi kinestetik, dan koordinasi mata-tangan sebagai variabel bebas, sedangkan variabel terikatnya yaitu keberhasilan tembakan lompat bolabasket. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment dan analisis regresi ganda, dengan pengujian hipotesis menggunakan taraf signifikansi 5 %.Berdasarkan data yang dianalisis diperoleh kesimpulan; (1) terdapat kontribusi yang signifikan antara power otot tungkai dengan keberhasilan tembakan lompat (jump shoot) bolabasket, hal ini dibuktikan dengan nilai r hit= 0,375> r tabel = 0,335. (2) tidak terdapat kontribusi yang signifikan antara persepsi kinestetik dengan kemampuan tembakan lompat (jump shoot) bolabasket, hal ini dibuktikan dengan nilai r hit = 0,071< r tabel = 0,335, (3) tidak terdapat kontribusi yang signifikan antara koordinasi mata-tangan dengan keberhasilan tembakan lompat (jump shoot) bolabasket,hal ini dibuktikan dengan nilai r hit = 0,143< r tabel = 0,335, (4) tidak terdapat kontribusi yang signifikan antara power otot tungkai, persepsi kinestetik, dan koordinasi mata-tangan dengan kemampuan tembakan lompat (jump shoot), hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan nilai F hit sebesar 1.731 dengan probabilitas sebesar 0,183, karena nilai probabilitas lebih besar dari α 0,05.
PEMILIHAN KONSTRUKSI POLA CULOTTE PADA BAHAN KATUN: cullote, construction, cotton Atiqah, Atiqah
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol6.no11.a1074

Abstract

Higher technology and development of knowledge influences on clothing, that is not only for showing someone identity, it is also used for increase someone confidence. One of interesting and stylist cloth is cullote. Cullote is a cloth that is resemble a skirt, so it looks like a skirt. Making of cullote can be done by some patterns, such as MH Wancik system, Porrie Mulliawan, PSMI, JHC Meyneke, and so on. Not all of them system can be used for making comfortable cullote. Choosing the material influences ready-made cullote as well. The material used is cotton which has medium texture but not strict. This research is experiment research to know the influence of pattern on ready-made cullote. Pattern used are MH Wancik ad PSMI system. Data analysis as observation guide is T-test to find the different between MH Wancik and PSMI cullote, and to find the influence of choosing cotton as material of ready-made cullote. Based on data analysis, it gained P > 0,05, that there is a different between MH Wancik and PSMI system. It means there is influence pattern of cotton cullote. In the PSMI system has average about 4,2. While MH Wancik systemÂ’s average is 3,5. So it can be concluded that pattern of PSMI system, the mean is larger of pattern, is better than MH Wancik cotton cullote.