cover
Contact Name
Aryo Wibowo
Contact Email
aryo@unipasby.ac.id
Phone
+6287851923396
Journal Mail Official
wahana@unipasby.ac.id
Editorial Address
Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya 60234 Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Wahana : Tridarma Perguruan Tinggi
ISSN : 08534403     EISSN : 26544954     DOI : https://doi.org/10.36456/wahana.v77i2
Wahana: Tridarma Perguruan Tinggi is a research journal with an open access peer-review process that has eISSN: 2654-4954 | pISSN: 0853-4403, Journal Wahana: Tridarma Perguruan Tinggi received research papers and literature review studies on multidisciplinary sciences consisting of: applied science, social sciences and humanities, education, psychology, law, engineering, health and pharmacy, technology, management , economy, accounting and business. Journal Wahana: Tridarma Perguruan Tinggi is managed by the Institute for Research and Community Service, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 577 Documents
PEMBELAJARAN PASSING BAWAH MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENTS PADA BOLAVOLI MINI DALAM PEMBELAJARAN PEJASORKES Luqmanul Hakim
WAHANA Vol 58 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.339 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v58i1.1411

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji efektifitas model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournaments (TGT) dan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran passing bawah bolavoli mini pada pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di Sekolah Dasar Menganti Permai Gresik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari "sesuatu" yang dikenakan pada subyek penelitian dilakukan dengan jalan memban.dinglcan satu atau lebih kelompok perlakuan dengan satu atau lebih kelompok pembanding yang tidak diberi perlakuan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test and post-test group design yaitn terdapat dua kelompok yang terpilih secara random, kemudian diberi perlakuan untuk mengetahui sulnksh perbedaaan basil belajar passing bawah antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengambilan data dilakukan sebelum dan sesudah subyek diberi perlakuan. Analisis basil penelitian ini disajikan dalam penilaian portofolio pada setiap siswa yang ada cliTringing-masing kelompok yaitu kelompok I yang mendapat pembelajaran passing bawah dalam permainan bolavoli mini menggunalcan model pembelajaran koopratif tipe teams games tournaments (TGT) dan kelompok II yang mendapat pembelajaran passing bawah menggunakan model konvensional pada siswa kelas V Sekolah Dasar Menganti Permai Gresik yang berjtunlah 50 siswa dengan masing-masing kelompok berjumlah 25 siswa. Dengan basil untuk kelompok I dari nilai rata-rata kelompok pada saat pre test 42,4 dan pada saat post test 62,5 sehingga mengalami peningkatan 20,1. Sedangkan untuk kelompok II dari nilai rata-rata kelompok pada saat pre test 41,7, dan pada saat post tes 49,1. Sehingga mengalami peningkatan 7,4. Dapat disimpulkan bahwa kelompok I lebih baik dari pada kelompok II dan ada perbedaaan yang signifikan antara kelompok I dan 1I.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STRUKTURAL NUMBERD-HEADS TOGETHER (NHT) DAN GAYA BELAJAR. TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP SURABAYA: NHT, gaya belajar siswa, prestasi belajar Susilohadi Susilohadi
WAHANA Vol 58 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1565.295 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v58i1.1413

Abstract

Rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia merupakan masalah klasik yang salah sate penyebabnya adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah selama ini lebih berorientasi pada guru dan kurangnya guru dalam memperhatikan gaya belajar siswanya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah model pembelajaran kooperatif struktural tipe NHT dan gaya belajar siswa beipengaruh terhadap prestasi belajar matematika, sehingga hipotesis yang akan dibuktikan dalam penelitian ini adalah : (1) Ada perbedaan prestasi belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif struktural tipe NHT dan konvensional ; (2) Ada perbedaan prestasi belajar matematika siswa yang bergaya belajar visual, auditori, dan kinestetik; (3) Ada interaksi antara penggunaan model pembelajaran dan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik terhadap prestasi belajar matematika. Untuk membuktikan hipotesis tersebut di atas maka diambil populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII pada dua SMP Negeri di Surabaya yang berjumlah 340 siswa, sedang sampelnya adalah siswa kelas A dan B dan SMP Negeri 43 dan Kelas B* dan C* dari SMP Negeri 48, yang dilakukan dengan care random sampling. Rancangan penelitian menggunakan rancangan. faktorial 2x3. Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes yang digunakan untuk melihat prestasi belajar matematika dan angket untuk melihat gaya belajar siswa. Dengan menggunakan analisis statatistik inferensial ANOVA dua arah dan dengan bantuan software statistik SPSS for Windows versi 12.0„ serta dengan taraf signifiloni 5% (0,005) maka diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif struktural tipe NHT dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar maternatikanya.
HUBUNGAN POLA ASUH OTORITER ORANGTUA dan KECEMASAN SOSIAL REMAJA dengan KONSEP DIRI REMAJA AKHIR di SMA NEGERI 10 SURABAYA JAHJU HARTANTI
WAHANA Vol 56 No 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.709 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v56i1.1415

Abstract

Konsep diri memiliki kontribusi yang cukup signifikan terhadap kesejahteraaan psikologis individu kemampuan pengaturan hidup, pilihan karir dalam meraih masa depan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh otoriter orangtua dan kecemasan sosial dengan konsep diri remaja. Dihipotesiskan bahwa terdapat hubungan pola asuh otoriter orangtua dan kecemasan sosial remaja dengan konsep diri remaja akhir. Subyek penelitian ini adalah 216 siswa SMA Negeri 10 Surabaya. Tiga jenis instrumen digunakan untuk menyimpulkan data yaitu : skala pola asuh otoriter orangtua, skala kecemasan sosial, Skala konsep diri remaja akhir. Pengumpulan data dilakukan dengan angket. Hipotesis mayor diolah dengan analisis regresi dua prediktor, sedangkan hipotes minor diolah dengan analisis korelasi parsial. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh otoriter orangtua dan kecemasan sosial yang signifikan secara bersama-sama terhadap konsep diri remaja; Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara pola asuh otoriter orangtua dengan konsep diri remaja; Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecemasan sosial dengan konsep diri remaja.
VARIASI PEMBELAJARAN SENI RUPA UNTUK ANAK. USIA DINI DALAM UPAYA PENDIDIKAN BERKELANJUTAN: Variasi, Pembelajaran, Anak Usia Dini Suparman Suparman
WAHANA Vol 58 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.906 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v58i1.1416

Abstract

Secara alamiah anak sudah memiliki jiwa seni sejak usia dini. Anak- anak sudah bisa mengembangkan dan mempunyai imajinasi. Anak berumur itahun sudah mulai mencoret-coret apa saja. Ia mulai mempelajari dan menyerap segala yang terjadi di lingkungan sekitamya. Setiap bends yang dimninicsn berfungsi sesuai dengan imajinasi si anak. Seth merupakan lakon, menolong anak-anak untuk memahami dunia mereka. Tetapi seni melebihi lakon membuat mereka mengekspresikan pengalaman-pengalaman dan fantasi fantasi individu dengan cara-cara konkret dan mendesak. Seth mengundang mereka untuk menyentuh dan melakukan eksperimen, mengeksplorasi dan mentransformasi. Seperti yang kita ketahui setiap orang sudah mengenal tentang seni rupa. Dalam kehidupan kita sehari-hri bahwa seni merupakan pelengkap dirinya dengan berbagai peralatan dan penunjang untuk menyempurnakan pekerjaannya. Seni sebagai alai terapi, ungkapan dan komunikqsi. Pembelajran seni rupa pada anak usia dini memerlukan pengelolaan sesuai dengan karakteristik dan situasi social yang kondusifuntuk keberhasilan belajar anak usia dini. Sehingga anak dapat mengungkapkan pengalaman-pengalaman hidup mereka sendiri. Sebagai guru kita harus dapat menciptakan lingkungan kerja, suasana yang mendukung dimana anak-anak dapat merasa amen, nyaman dan terlindung secara emosional, agar pengalaman seni mereka penuh eksplorasi, tidak mengancam akan tetapi menyenangkan.
READING FOR UNDERGRADUATES EFL STUDENTS Reny R. Nadeak
WAHANA Vol 56 No 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.427 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v56i1.1419

Abstract

Students acknowledge in a way, that they donÂ’t understand the reading text due to lack of vocabularies. But on the other hand teachers of reading take it for granted that the students have sufficient knowledge of vocabularies and sentence structures. In the end teaching reading turn out to discuss difficult or unfamiliar words and sentence structures. Helping undergraduates understanding a text is the purpose of this article. Teachers are to make plans in advance that cover guiding students to recognize words and sentence structures learning about the importance of context and using context clues to find meaning. This context in sentences or paragraphs, the students will encounter in their reading texts. These practices of knowing words and sentence structures are expected to develop their interest and readiness in reading. Teachers play important roles and students have to participate actively to make the practices work The skills of recognizing words and sentence structures in English are meant to be the students background og knowledge to be able to understand reading assignments. Some practices are recommended before the students are ready to read the texts.
PEMANFAATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI MODIFIKASI UNTUK MENGATASI MASALAH BANJIR DI KELURAHAN GUNUNGSARI KECAMATAN DUKUH PAKIS KOTA SURABAYA Sri Widyastuti; Raja Jusmartinah; Wahyu Bandjarjani
WAHANA Vol 56 No 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.112 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v56i1.1423

Abstract

Penerapan Teknologi Lubang Resapan Biopori Modifikasi di Kelurahan Gunungsari Kecamatan Dukuh Pakis Kota Surabaya merupakan salah satu upaya mengatasi banjir yang sering terjadi di kawasan ini. Proses penerapan teknologi ini mencoba melibatkan masyarakat secara penuh mulai dari sosialisasi pembuatan lubang modifikasi yang terbuat dan pipa paralon, membuat lubang pada tanah dengan menggunakan bor LRB, sampai pada perawatan Lubang Resapan Biopori yang menghasilkan kompos. Dari hasil evaluasi pada sekitar 400 warga, didapat bahwa antusiasme masyarakat terhadap penerapan Lubang Resapan Biopori Modifikasi ini cukup tinggi dan terlihat keterlibatan masyarakat pada semua golongan balk ibu-ibu, bapak-bapak, bahkan anak-anak ikut berpartisipasi menanam dan memelihara Lubang Resapan Biopori yang ditanam di halaman rumah masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat perkotaan terhadap lingkungan perlahan-lahan mulai meningkat dan Cara efektif dalam merubah paradigma masyarakat tentang pelestarian lingkungan adalah dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga.
MODIFIKASI KOMPOR BIJI JARAK SEBAGAI IPTEK BAGI MASYARAKAT PEMBUDIDAYA TANAMAN JARAK PAGAR Setyo Purwoto; Subakir Subakir
WAHANA Vol 56 No 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1196.578 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v56i1.1426

Abstract

Guna menekan penggunaan minyak tanah dan atau LPG diperlukan energi alternatif yang baru dan terbarukan. Salah satu upaya dimaksud, yang dapat ditempuh adalah menggunakan BBM nabati, diantaranya pemanfaatan biji jarak pagar (Jatropha curcas L.). Untuk itu diperlukan kompor yang dapat dioperasikan dengan BBM biji jarak pagar tersebut. Permasalahan yang dihadapi mitra dalam penerapan iptek ini adalah : keterbatasan alat cetak material komponen kompor, dan tidak optimalnya kinerja (nyala & cara operasional) kompor dari model yang telah ada. Mengacu pada justifikasi prioritas penanganan bersama mitra, maka solusi utama yang diterapkan adalah: " Modifikasi Kompor Biji Jarak". Hasil kegiatan sosialisasi dan pelatihan perakitan model kompor biji jarak diperoleh 4 model, dimana secara prinsip model yang dimaksud adalah: 1) tungku silindris penuh, 2) tungku silindris melingkar tepi, 3) tungku silindris tengah gantung, 4) tungku bertutup pengatur api. Luaran produk hasil pengembangan dalam pembuatan model kompor biji jarak yang optimal, fleksibel dan efisiensi bahan bakar dalam penerapan iptek ini diperoleh spesifikasi kompor biji jarak sebagai berikut : 1) Ukuran kompor ideal : Panjang dan Lebar permukaan 30 cm, tinggi 30 cm, 2) Kapasitas tungku biji 300 gram - 500 gram, 3) Bahan: dari plat besi dengan ketebalan 0.5 — 0,6 mm, 4) Komponen kompor terdiri dari : sarangan luar dan dalam, tungku bahan bakar, pengatur nyala, penutup, penampung abu, dan badan kompor. 5) Ketahanan kompor lebih dari 3 tahun (referensi), 6) Kemampuan menyala : 300 gram biji jarak mampu menyala selama sekitar 60 menit (dengan kadar air biji sekitar 5%), dimana untuk pemanasan langsung, air sebanyak 2 liter mendidih dalam waktu 12 hingga 13 merit, dan untuk memasak nasi '/2 kg memerlukan waktu sekitar 40 menit. Ketahanan nyala tergantung kadar minyak biji
MODEL MATEMATIKA ALIRAN KONVEKSI BEBAS FLUIDA VISKOELASTIK YANG MELEWATI SILINDER ELIPTIK DENGAN PENGARUH MAGNETOHYDRODYNAMICS (MHD) Annisa Dwi Sulistyaningtyas
WAHANA Vol 70 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.215 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v70i1.1561

Abstract

In fluid case, the mathematical model is the basic for translating a problem into a mathematical language using an equation or function. The governing equation is developed from continuity equation, momentum equation, and energy equation. Fluid characteristics are viscous and elastic result in boundary layer on the surface of elliptic cylinder. Dimensional equations are transformed into non-dimensional form and then classified into the similarity equations using boundary layer theory with influence of magnetic force. The results of this research is mathematical model of free convection flow in viscoelastic fluid passing through the elliptic cylinder with magnetohydrodinamics (MHD). For variation of magnetohydrodinamics (MHD) parameter, velocity and temperature increase when the parameter increases.
PENURUNAN KANDUNGAN BESI (Fe) DAN MANGAN (Mn) PADA AIR SUMUR MENGGUNAKAN MEMBRAN KERAMIK Merdiana Sari; Setyo Purwoto
WAHANA Vol 70 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.342 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v70i1.1562

Abstract

Increased population growth will put great pressure on the availability of water resources. For areas that have not received clean water services from PAM, people generally use groundwater (wells). Problems arise that is often found that the quality of groundwater used by the community is less qualified. Trying to overcome the problem then do the research decrease of heavy metal content Fe and Mn by using ceramic membrane. The aims of this study were: a) Looking for the most effective ceramic membrane composition of sawdust composition of 3%, 5% and 7% in reducing Fe and Mn levels in groundwater; b) Knowing the efficiency of ceramic membranes; c) Knowing the effective operation time of the variation of operating time is 1 hour, 2 hours and 3 hours. Ceramic membranes are made with a diameter of 10 cm and a thickness of 1.5 cm. Variations of the composition of the ceramic membrane to be tested are composition I (300) ie 5000gram clay, 500gram quartz sand, 150gram sawdust; composition II (500) ie 5000gram clay, 500gram quartz sand, 250gram sawdust and composition III (700) ie 5000gram clay, 500gram quartz sand, 350gram sawdust. The results showed that the ceramic membrane 700 was able to reduce Fe content in ground water up to 1,981 mg / L and Mn level up to 0,995 mg / L. Keywords: Water Supply, Ceramic Membrane, Heavy Metal Fe, Heavy Metal Mn
ASESMEN SEBAGAI UPAYA TINDAK LANJUT KEGIATAN IDENTIFIKASI TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Dian Puspa Dewi
WAHANA Vol 70 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.873 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v70i1.1563

Abstract

The results of the identification that have been performed on the Children with special needs become the basis for follow-up service delivery. Assessment is a follow-up of identification activities, both of which are a series of inseparable and interrelated processes. Assessment of Children with Special Needs is a systematic or regular and comprehensive process or a whole in exploring further problems to find out what problems, barriers, advantages and individual needs. In the assessment process, an assessment of the three most basic things in Children with Special Needs is the child's deficiency or disability, the surplus or potential of the child and the needs of the child. Assessments are carried out with specific implementation methods and procedures.The results of the identification that have been performed on the Children with special needs become the basis for follow-up service delivery. Assessment is a follow-up of identification activities, both of which are a series of inseparable and interrelated processes. Assessment of Children with Special Needs is a systematic or regular and comprehensive process or a whole in exploring further problems to find out what problems, barriers, advantages and individual needs. In the assessment process, an assessment of the three most basic things in Children with Special Needs is the child's deficiency or disability, the surplus or potential of the child and the needs of the child. Assessments are carried out with specific implementation methods and procedures.