cover
Contact Name
Aryo Wibowo
Contact Email
aryo@unipasby.ac.id
Phone
+6287851923396
Journal Mail Official
wahana@unipasby.ac.id
Editorial Address
Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya 60234 Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Wahana : Tridarma Perguruan Tinggi
ISSN : 08534403     EISSN : 26544954     DOI : https://doi.org/10.36456/wahana.v77i2
Wahana: Tridarma Perguruan Tinggi is a research journal with an open access peer-review process that has eISSN: 2654-4954 | pISSN: 0853-4403, Journal Wahana: Tridarma Perguruan Tinggi received research papers and literature review studies on multidisciplinary sciences consisting of: applied science, social sciences and humanities, education, psychology, law, engineering, health and pharmacy, technology, management , economy, accounting and business. Journal Wahana: Tridarma Perguruan Tinggi is managed by the Institute for Research and Community Service, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 577 Documents
MENGOPTIMALKAN FUNGSI KOGNISI MELALUI PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN: optimal, kognisi, pembelajaran, menyenangkan Hartono Hartono
WAHANA Vol 55 No 2 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1260.791 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v55i2.1389

Abstract

Pembelajaran yang menyenangkan merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang digagas sebagai solusi cerdas untuk mengoptimalkan fungsi kognisi siswa dalam praksis pembelajaran di sekolah. Kognisi adalah suatu proses dimana siswa melakukan aksesing informasi, mengolah dan menyimpan dalam ingatan (memori) serta menggunakannya dalam berbagai aktivitas belajar. Pembelajaran yang menyenangkan dilakukan melalui tiga tahap: yaitu tahap perencanaan, dimana guru melakukan sejumlah persiapan yang harus dipenuhi sebelum menyelenggarakan pembelajaran di dalam kelas; tahap pelaksanaan, dimana guru menyelenggarakan pembelajaran di sekolah dengan menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran yang menyenangkan; dan tahap evalusi akhir, dimana guru melakukan evaluasi untuk mengetahui efektivitas penyelenggaraan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan yang mencakup evaluasi proses dan evaluasi hasil belajar.
DAYA HAMBAT EKSTRAK SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI SALMONELLA TYPHI Susie Amilah; Agus Prasetyo
WAHANA Vol 56 No 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.199 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v56i1.1391

Abstract

Andrographis paniculata atau yang dikenal dengan nama sambiloto adalah tumbuhan yang biasa dipakai oleh masyarakat untuk mengobati typoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hambat ekstrak sambiloto terhadap pertumbuhan Salmonella typhi dan mengetahui konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Bahan uji yang digunakan adalah biakan bakteri Salmonella typhi yang diisolasi dari penderita yang dirawat di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso, yang kemudian diuji dengan menggunakan ekstrak sambiloto dengan berbagai konsentrasi. Adapun konsentrasi yang digunakan adalah konsentrasi 5%, 10%, 20%, 30%, dan 40%. Pengamatan jumlah koloni kuman dilakukan dengan metode Total Plate Count (TPC) . Data dianalisis menggunakan uji F yang dilanjutkan dengan LSD. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Andrographis paniculata atau sambiloto dengan berbagai konsentrasi memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri salmonella typhi. Konsentrasi yang memberikan daya hambat terbaik adalah konsentrasi ekstrak 40%. Dengan demikian masyarakat dapat menggunakan sambiloto sebagai obat alternatif dalam melakukan pengobatan terhadap penderita typoid.
PEMBELAJARAN YANG MENDIDIK BERBANTUAN KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN SOFT SKILLS DAN HARD SKILLS (SUATU KAJIAN DARI PERSPEKTIF KECERDASAN EMOSIONAL): Pembelajaran yang mendidik, berbantuan komputer, soft Skills dan hard skills, dan kecerdasan emosional Hartono Hartono
Wahana Vol 54 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1338.362 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v54i1.1393

Abstract

Pembelajaran yang mendidik berbantuan komputer merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang digagas sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan soft skills dan hard skills Para lulusan pendidikan formal di tanah air, yang diperlukan dalam upaya meningkatkan daya saing bangsa di arena nasional, regional dan global. Penguasaan soft skills dan hard skills yang tangguh yang didukung kecerdasan emosional yang tinggi yang terintegrasikan ke dalam pembentukan karakter peserta didik yang kuat dan mempribadi, sangat diperlukan sebagai individu-warga masyarakat masa depan. Dalam perspektif kecerdasan emosional, pembelajaran yang mendidik berbantuan komputer dirancang sebagai proses penciptaan lingkungan belajar yang memicu terbentuknya kematangan emosional Para subyek didik melalui pelibatan interaksional guru-murid, dengan menggunakan multimedia presentasi, multimedia interaktif (model drill, model tutorial, model simulasi, dan model games), serta pemanfaatan internet
GIZI KECANTIKAN PENGHAMBAT PROSES PENUAAN DINI: Gizi, kecantikan, Penuaan Dini Diana Evawati
WAHANA Vol 54 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.096 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v54i1.1396

Abstract

Kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan kecantikan mendudukkan porsi sepadan dengan upaya untuk kesehatan diri. Pemicu munculnya kesadaran akan perawatan kecantikan ditimbulkan oleb banyak hal, seperti kesadaran tampil cantik dan sehat, re1aksasi pergau1an, status, rekreasi, relasi dsb. You are whay you eat, adaIah pepatah yang mengeratkan hubungan antara makanan yang masuk kedalam tubuh kita dengan imbaIan kesehatan yang kita peroleb. Faktor-faktor yang berpengaruh pada tampiJan kecantikan seseorang adalah : l)Jnner beauty atau inner glow atau kecantikan yang muncul dari olah kepribadian seseorang. 2)Outer glow atau faktor luar adalah hal-hal yang berkaitan dengan upaya menuju cantik melalui perawatan dari luar dan tata rias atau make-up. Keberbasilan Outer glow didukung oleh kesebatan tubuh, kulit, rambut yang berkaitan dengan intake makanan kedalam tubuh. Mnausia tidak dapat menghindar dari proses penuaan. Penuaan pada dasamya diakibatkan oleh adanya radikal-radikal bebas yang merusak sel-sel atau epitel-epitel daiam tubuh. Pengendalian radikal-radikal bebas dapat dikurangi oleh antioksidan-antioksidan dalam sel-sel darah manusia. Salah satu cara untuk meningkatkan keberaadaan antioksidan daIam tubuh dengan cara mengkonsumsi bahan-bahan pangan kaya antioksidan (vitamin E, C, dan beta karoten yaitu sayuran dan buah-buahan. Berbagai hasil penelitian dan hasil studi menunjukkan bahwa terdapat 10 macam bahan pangan super antioksidan yaitu alpukat, brokoli, wortel, kubis, jeruk keprok, buah berry, anggur, bawang-bawangan, bayam dan tomat Mengkonsumsi baban-bahan pangan kaya antioksidan memberikan manfaat antara lain menghambat kanker, menjaga kemampuan mental dan fisik, menyelamatkan penglihatan mata, menghindarkan terjadinya penyakit jantung, kolesterol, pengumpu1an darah dsb Membahas intake makanan untuk kesehatan dan kecantikan yang selaras dengan booming perawatan kecantikan, Spa Cuisine atau bidangan Spa adaIah makanan yang memiliki keseimbangan kandungan dan untuk memudabkan pencemaan serta memasukkan energi yang optimum kedalam tubuh, menuju makanan yang sehat untuk bidup yang sehat pula. Hidangan Spa mengandung sejumlah protein, karbobidrat, lemak dan tercantum jumlah kalori yang dihasilkan, untuk memenubi kebutuhan diet, sehingga perawatan spa yang khususnya bertujuan untuk perawatan tubuh atau lebih khusus untuk menurunkan berat badan, harus diikuti dengan mengkonsumsi makanan yang menunjang program perawatan.
KOTA ERGONOMIS: kota ergonomis, lingkungan, ekosistem, tata kota, sosial budaya Gempur Santoso
WAHANA Vol 54 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.709 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v54i1.1397

Abstract

Kawasan kota-kota besar saat ini dihiasi dengan pemandangan kemacetan lalulintas, dan ekosistem yang terganggu, sehingga menjadi kota yang tidak nyaman, tidak aman, dan melelahkan. Konsep ergonomi merupakan sebuah tawaran untuk memyelesaiakan permasalahan kota, bagaimana kota menjadi aman, nyaman, tidak melelahkan, dan masyakalnya produktif. Makalah ini merupakan kajian secara deskriptif. Berdasarkan hasil kajian/pembahasan dapatlah ditarik kesimpulan bahwa kota ergonomis: 1) memerlukan tata letak sesuai dengan blok komunitas instansi (gedung, perkantoran) sebagai aktivitas gerak yang efesien; 2) memerlukan penataan kota yang sehat akan menjaga keberlangsungan ekosistem. Dengan ekosistem yang terjaga, makhluk hidup di dalamnya termasuk manusia atau masyarakat akan dapat hidup dalam kehidupan sehat, aman, nyaman, dan produktif, sustainable yang secara tidak langsung dengan sendirinya akan terikat dalam sistem sosial budaya.
EFEK PERFORMEN KERJA BERDIRI TERHADAP TINGKAT KELELAHAN PADA OPERATOR STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU) Gempur Santoso
WAHANA Vol 56 No 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.646 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v56i1.1400

Abstract

Operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bekerja terus menerus dan lama, performen kerja seperti itu sangat melelahkan. Populasi penelitian ini adalah operator SPBU di Kota Surabaya. Besar sampel penelitian ini adalah 62 orang terdiri laki-laki 41 orang dan perempuan 21 orang. Usia responder berkisar 20 tahun sampai dengan 36 tahun. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner Nordic Body Map dan kuesioner kelelahan subyektif secara umum. Analasis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Kesimpulan penelitian ini menyebutkan bahwa operator SBPU mengalami keluhan tertinggi yakni rasa sakit pada bahu kanan (26,08%), punggung (21,74%), betis kanan (21,74%), dan betis kiri (21,74%) serta tingkat kelelahan sebesar 29,09%. Otot rangka (skeletal muscle) operator SPBU yang lebih banyak terbebani sangat mungkin terletak pada otot trapezius, rhomboidius, dan lattisinus dorsi, serta otot tibia dan fibula. Saran, agar operator SPBU tidak lagi bekerja performen berdiri secara terus menerus perlu diberikan kursi ergonomis.
LEARNING CITY: MENUJU MASYARAKAT PERKOTAAN BELAJAR: learning city, masyarakat, perkotaan, belajar Iskandar Wiryoknsumo
WAHANA Vol 54 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.648 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v54i1.1401

Abstract

Masyarakat seperti halnya manusia, juga berkembang, makin maju dan semakin dewasa. Kata masyarakat adalah suatu lahan yang berisi warga heterogen, yang terdiri dari campuran berbagai lapisan, dan berbagai kegiatan dengan kepentingan sendiri-sendiri. Dalam tulisan ini masyarakat yang menjadi perhatian adalah masyarakat kota, sehingga tulisan ini bertujuan ingin mengkaji keadaan masyarakat perkotaan, yang belajar disebut dengan "learning city". Pada tulisan ini menggunakan metode deskriptif artinya ingin memaparkan keberadaan learning city. Analisisinya menggunakan berbagai referensi atau biasa disebut studi literatur. Kesimpulan yang didapat pada kajian learning city ini adalah: 1) masih perlunya dukungan, yang terutama dana dan fasilitas yang masih terbatas dari pemerintah dan masyarakat; 2) kurangnya sumber daya manusia (SDM) terampil untuk membimbing masyarakat "melek" teknologi dikalangan masyarakat; 3) masyarakat menjadi kabur, karena kurang jelas atau belum ada bentuk/ cita-cita learning city itu, yang dibuat oleh pemeritah kota; 4) motivasi belajar dari masyarakat masih rendah, masih kurang pro-aktif, karena faktor ekonomi, politik dan budaya.
PEMANFAATAN JAMUR KUPING (AURICULARIA POLYTRICA) DAN JAMUR SHIITAKE (LENTINUS EDODES) SEBAGAI BAHAN PENURUN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Sulistyowati Sulistyowati; Nining Suci; Novilia P
WAHANA Vol 56 No 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.073 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v56i1.1404

Abstract

Diabetes mellitus ialah suatu jenis penyakit yang disebabkan menurunnya hormon insulin yang diproduksi kelenjar pankreas. Penurunan hormon ini mengakibatkan glukosa yang dikonsumsi tubuh tidak dapat diproses secara sempurna, sehingga kadar gula darah di dalam tubuh akan meningkat Pada penelitian ini digunakan jamur kuping (Auricularia polytrica) dan jamur shiitake (Lentinus edodes) yang diketahui dapat menurunkan kadar gula darah. Setiap jenis jamur diberikan kepada 18 penderita dengan perlakuan mengkonsumsi 15 gram, 30 gram, 45 gram, lama pemberian 3 minggu dan 4 minggu. Kadar gula darah penderita diukur sebelum dan sesudah mengkonsumsi jamur. Kedua jenis jamur tersebut dikonsumsi oleh 36 penderita diabetes mellitus. Analisis data menggunakan Uji T berpasangan. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar gula darah penderita Diabetes Mellitus tipe 2 sebelum mengkonsumsi dan sesudah mengkonsumsi jamur kuping (Auricularia polytrica) 15g, 30g, 45g selama 3 minggu dan 4 minggu. Terdapat perbedaan kadar gula darah penderita Diabetes Mellitus sebelum mengkonsumsi dan sesudah mengkonsumsi jamur shiitake (Lentinus edodes) 15g, 30g, 45g selama 3 minggu dan 4 minggu. Penurunan kadar gula darah terbanyak terdapat pada penderita yang mengkonsumsi jamur kuping atau jamur shiitake sejumlah 15 gram selama 4 minggu.
PEMETAAN DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SIG (SISTEM INFORMASI GEOGRAFI) SEBAGAI DASAR UNTUK MENYUSUN STRATEGI PROMOSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU BERDASARKAN TEMPAT TINGGAL: Pemetaan, Sistem Informasi Geografi, Strategi Promosi Sri Budi Astuti; Yoso Wiyamo; Sri Widyastuti
WAHANA Vol 54 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3499.649 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v54i1.1406

Abstract

Pada saat penerimaan mahasiswa baru semua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta berlomba mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk bisa menarik mahasiswa masuk ke perguruan tinggi masing¬-masing: Tidak sedikit dana dan tenaga yang dicurahkan agar diperoleh jumlah mahasiswa baru yang dapat memenuhi Break Even Point (BEP) dalam kinerja perguruan tinggi tersebut. Oleh karena itu diperlukan strategi yang jitu agar sumber daya dan dana yang dicurahkan akan dapat digunakan secara efektif dan efisien. Berkaitan dengan itu diperlukan upaya untuk melakukan pemetaan tempat tinggal atau asal mahasiswa yang selama ini sudah masuk ke Perguruan Tinggi yakni Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya. Sehingga lembaga dapat memusatkan seluruh aktifitas tri dharma perguruan tinggi seperti penelitian dan pengabdian masyarakat di daerah tersebut, hal ini sekaligus akan menjadi sarana promosi dalam penerimaan mahasiswa baru Kemampuan SIG dalam penyimpanan, analisis, pemetaan dan membuat model mendorong apIilkasi yang luas dalam berbagai disiplin ilmu, dui teknologi informasi hingga sosial-ekonomi maupun analisis yang berkaitan dengan populasi. Oleh karena itu penggunaan SIG akan sangat membantu dalam merekomendasikan daerah mana yang dapat dijadikan sasaran kegiatan lembaga Berdasarkan basil pemetaan daerah asal mahasiswa dengan menggunakan SIG maka dapat disimpulkan daerah asal mahasiswa terdistribusi pada daerah seluruh kabupaten/kota yang ada di Propinsi Jawa Timur. Daerah asal mahasiswa UNIPA Surabaya yang terbanyak berasal dari Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Kabupaten Pacitan dan Sumenep merupakan daerah yang "jauh" dari Surabaya, tetapi mahasiswa UNIPA yang berasal dari daerah tersebut cukup banyak dibandingkan dengan daerah yang jauh lainnya. Daerah-daerah yang secara geografis "jauh" dari Surabaya, tetapi mahasiswa yang berasal dari daerah tersebut cukup banyak perlu kita cermati sehingga fenomena ini bisa diaplikasikan di daerah lain
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH PAPA POKOK BAHASAN SUMBER DAYA ALAM DI KELAS 4 SD LABORATORIUM Dian Kusmaharti
WAHANA Vol 56 No 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1578.997 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v56i1.1410

Abstract

In this research was developed the problem-based instruction model-oriented Natural Science instruction instrument. Therefore, this research used the developmental research design. The instruction instrument developed was involving the Instruction Implementation Plan (RPP), Student teaching material, Student Activity Sheet (LKS), and Learning Outcome Test (THB). Instruction instrument development referred to the stages of Four D model-based instruction instrument development. The instruction instrument was tried out to the 41 grade students of the UNESA Laboratory Elementary School of Ketintang with subjects as many as 15 students (class IVB) in try-out 1 and 28 students in try-out 2. This research had the purpose to know the quality of instruction instrument development results and to know the try-out results of problem-based instruction-oriented instruction instrument. Try-out design used was One Group Pretest-Posttest Design. Based on the data analysis results of the try-out 1 and try-out 2 research results known that the developed instruction instrument has had the good quality and reasonable to use. This case was based on the instruction instrument validity was good and have been reasonable to use as the instruction instrument because of it has already met with validity standard established by the Educational National Standard Agency/BSNP. Beside that, also based on the student teaching material difficulty level and the students teaching material readability with the easy to comprehend criteria. The sensitivity of positive valued item and the instrument average reliability were above 75%. The effective instruction instrument try-out supported the teaching learning activity based on the instruction management average of good and very good categories. The whole syntaxes of problem-based instruction were 100% implemented. Student activities during the teaching learning activity showed that the students learned active. Students' responses to the problem-based instruction-oriented instruction instrument were positive. Likewise with the results of cognitive learning and the students learning process showing the individual and classical completeness as large as 100%. Of the instruction instrument development results, the results of try-out 1 and try-out 2 showed that the quality of problem based instruction instrument developed was good and have met the worthiness as the instruction instrument in the Natural Science subject matter of 4th grade of Elementary School on the natural resources topic. This problem based instruction instrument developed could be said as effective to support the teaching learning activity.