cover
Contact Name
Dian Majid
Contact Email
majid@unipasby.ac.id
Phone
+6281234746664
Journal Mail Official
majid@unipasby.ac.id
Editorial Address
Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA
ISSN : 14121867     EISSN : 27154947     DOI : https://doi.org/10.36456/waktu
WAKTU published twice a year in January (no.1) and July (no.2), WAKTU is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from various engineering disciplines. The articles published in WAKTU includes original scientific research results (top priority), new (not priority) scientific review articles, or comments or criticisms of scientific papers published by WAKTU. This journal receives manuscripts or articles in engineering from various academics and researchers both nationally and internationally. Articles published in WAKTU are articles that have been reviewed by Peer-Reviewers. The decision on the acceptance of a scientific article in this journal shall be the right of the Board of Editors based on recommendations from Peer-Reviewers.
Articles 453 Documents
PENURUNAN TSS DAN PHOSPAT AIR LIMBAH PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG DENGAN WETLAND Desak Made S; Sugito Sugito
WAKTU Vol 11 No 1 (2013): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v11i1.889

Abstract

Sarana dan pengolahan air limbah merupakan satu permasalahan lingkungan. Airlimbah yang langsung dibuang ke badan air tanpa diolah terlebih dahulu maka akan menimbulkandampak berupa penurunan kulaitas lingkungan, gangguan kesehatan, gangguan terhadap biotaperairan juga ganguan estetika. Oleh karena itu, sarana IPAL menjadi keharusan untuk dipenuhioleh institusi penghasil air limbah.Sistem pengolahan limbah yang ada sangat bervariasi yaitu dari yang sangatsederhana sampai dengan yang berteknologi tinggi. Salah satu teknologi pengolahan air limbahyang sangat mudah dari segi desainnya, murah pembiayaannya, serta dalam pengoperasiannyatidak memerlukan tenaga ahli, tetapi memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menurunkanpolutan adalah dengan sistem wetlandPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui penurunan kandungan TSS dan Phospatair limbah dengan sistem wetland yang menggunakan reaktor dengan tanaman melati air(Echinodorus Palaepolius), dan reaktor yang ditanami bambu air (Eqisentum hymle) denganmengambil lokasi di Puskesmas Janti Kota Malang. Untuk mengetahui penurunan kandunganTSS dan Phospat digunakan 2 ( dua) Reaktor dimana Reaktor I ditanami dengan melati air danReaktor II ditanami dengan bambu air.Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Reaktor dengantanaman melati air mampu meremovel TSS sebanyak 34 mg/l dan Reaktor dengan tanamanbambu air mampu menurunkan kandungan TSS sebanyak 33 mg/l. Penurunan yang optimumterjadi pada hari ke 5(lima). Untuk Reaktor dengan melati air mampu menurunkan kandunganphospat 2,73 mg/l sedangkan reaktor dengan bambu air mampu menurunkan kandungan phospatsebanyak 2,31 mg/l.
PENDEKATAN VOLUME LALU-LINTAS PADA SETIAP PEREMPATAN DENGAN METODE ESELON BARIS TEREDUKSI Ninik Wahju Hidajati
WAKTU Vol 8 No 2 (2010): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v8i2.890

Abstract

Transportasi merupakan bidang yang penting dalam mendukung aktivitas masyarakat.Lancarnya arus lalu lintas sangat diperlukan dan dibutuhkan bagi semua orang. Arus lalu lintasterbentuk dari pergerakan individu pengendara dari kendaraan yang melakukan interaksi antarayang satu dengan yang lainnya pada suatu ruas jalan dan lingkungannya. Arus lalu lintas padasuatu ruas jalan karakteristiknya akan bervariasi baik berdasarkan lokasi maupun waktunya.Volume lalu lintas didefinisikan sebagai jumlah kendaraan yang lewat pada suatu titik di ruas jalan,atau pada suatu lajur selama interval waktu tertentu.Metode Eselon Baris tereduksi adalah merupakan suatu Metode Matriks denganmenggunakan prinsip sistem persamaan linier. Metode ini dapat digunakan untuk memprediksivolume lalu lintas pada setiap perempatan dari dua kelompok jalan satu-arah yang salingberpotongan pada suatu waktu tertentu
REMOVAL KADAR BESI (Fe) DALAM AIR BERSIH SECARA SPRAY AERATOR DISERTAI PEMBUBUHAN KAPORIT Joko Sutrisno
WAKTU Vol 8 No 2 (2010): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v8i2.891

Abstract

Berbagai sumber air bersih yang dipergunakan masyarakat sebagai sumber air bersihdiantaranya adalah air tanah dangkal. Untuk di daerah perdesaan umumnya untuk memperolehair dibuatlah sumur gali karena cara pembuatannya mudah dan dengan biaya yang relatif murah.Salah satu syarat air bersih yang berkualitas adalah kandungan kadar besi (Fe) yang ada dalamair bersih adalah 1 mg/liter. Untuk air bersih dengan kadar besi (Fe) 4,045 mg/liter dapatdiremoval dengan aerasi secara spray aerator dengan pembubuhan kaporit.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah berapa penurunan kadar besi (Fe) yangterkandung dalam air sampel dengan penambahan kaporit sebelum dan sesudah dilakukan aerasisecara sprayer aerator dan Apakah ada perbedaan penurunan kadar besi (Fe) dalam air bersihantara tahap pertama (nozel berdiamer 1,2 mm dan 1,5 mm dengan dosis kaporit masing - masing5 mg/ liter) dan tahap kedua (nozel diamter 1,2 mm dan 1,5 mm, dengan kaporit 10 mg/liter).Tujuannya adalah Untuk mengetahui kadar besi (Fe) yang terkandung dalam air bersih sampeldengan penambahan kaporit sebelum dan sesudah aerasi secara spray aerator. Menganalisisaplikasi penambahan kaporit yang digunakan untuk meremoval kadar besi (Fe) secara sparayaerator. Apakah ada perbedaan penurunan kadar besi (Fe) antara nozel berdiamer 1,2 mmdengan dosis kaporit masing-masing 5 mg/ liter, dan 10 mg/liter dengan nozel berdiameter 1,5mm dengan dosis kaporit masing -masing 5 mg/ liter dan 10 mg/liter. Manfaatnya adalahMemberikan informasi bagi kalangan akademis, dan penelitian lanjutan dikemudian hari mengenaiefektifitas spray aerator setelah diberi perlakuan berupa pembubuhan kaporit. Sebagaisumbangan pemikiran tentang pentingnya pengolahan air bersih dengan kadar besi (Fe) yangcukup tinggi. Mendapatkan alternatif teknologi pengolahan air bersih yang diharapkan dapatditerapkan untuk mengatasi kadar besi (Fe) yang ada dalam air tanah.Hasil yang di peroleh dalapm penelitian ini adalah kadar besi (Fe) air bersih sebelumdilakukan removal secara spray aerator mula – mula 4,045 mg/liter, dan untuk sampel tahappertama dengan pembubuhan kaporit 5 mg/liter, menunjukan angka 3,190 mg/liter Sedangkansetelah dilakukan aerasi secara spray aerator melalui nozel Ø 1,2 mm mampu meremoval kadarbesi (Fe) dalam air rata-rata 1,3970 mg/liter, dan melalui nozel Ø 1,5 mm rata-rata 1,1426 mg/liter.Untuk removal kadar besi (Fe) tahap ke dua dengan nozel 1,2 mm kaporit 10 mg/liter rata-rata1,210 mg/liter, dengan nozel 1,5 mm rata – rata 1,1982 mg/liter dan adanya perbedaan penurunankadar besi (Fe) air bersih yang signifikan setelah dilakukan aerasi secara spary aerator tahappertama dan kedua Yaitu : a). Kadar besi (Fe) air bersih sebelum dilakukan perlakuan sebesar4,045 mg/liter. b). Kadar besi (Fe) air bersih tahap pertama dengan pembubuhan kaporit 5 mg/litersebelum diaerasi sebesar 3,0190 mg/liter, setelah dilakukan aerasi menggunakan nozel diameter1,2 mm rata – rata 1,3970 mg/liter dan diameter nozel 1,5 mm rata-rata 1,1426 mg/liter. c). Kadarbesi (Fe) air bersih tahap kedua setelah pembubuhan kaporit 10 mg/liter sebelum diaerasi sebesar3,494 mg/liter, setelah dilakukan aerasi menggunakan nozel diameter 1,2 mm rata-rata 1,2102mg/liter, dan nozel diameter 1,5 mm rata – rata 1,1982 mg/liter.
PENURUNAN KADAR BESI (Fe) DAN MANGAN (Mn) PADA AIR SUMUR GALI DENGAN MENGGUNAKAN METODE AERASI DAN FILTRASI DI SUKODONO SIDOARJO Joko Sutrisno; Ismy Nur Fuadatul Azkiyah
WAKTU Vol 12 No 2 (2014): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v12i2.892

Abstract

Kadar Fe dan kadar Mn pada air sumur gali di daerah Sukodono Sidoarjo yaitu 19,80 mg/l dan 7,65 mg/l . Kadar Fe dan Mn tersebut belum memenuhi standar baku PERMENKES No 490 tentang air bersih. Hal tersebut dapat menyebabkan beberapa gangguan pada kesehatan. Oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan. Pada penelitian ini yang dilakukan adalah aerasi dan filtrasi. Aerasi digunakan untuk menurunkan kadar Fe dan Mn dengan menggunakan cascade aerator dan filtrasi yang digunakan menggunakan media pasir silika dan kerikil. Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah kadar Fe dan kadar Mn. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah cascade aerator yaitu cascade aerator I dengan luas area 1,4 m² kemiringan 45˚ dan cascade aerator II dengan luas area 1,8 m² kemiringan 30˚. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kadar Fe dan kadar Mn sebelum dan sesudah perlakuan serta mengkaji pengaruh luas cascade aerator terhadap efisiensi penurunan kadar Fe dan Mn. Penelitian ini diperoleh hasil cascade aerator I dengan luas area 1,4 m² kemiringan 45˚ dengan rata rata penurunan sebesar 58,36 % untuk kadar Fe dan 28,05 % untuk kadar Mn dan cascade aerator II dengan luas area cascade 1,8 m² kemiringan 30˚ dengan rata rata penurunan sebesar 72,52 % untuk kadar Fe dan 52,20 % untuk kadar Mn . Kesimpulan dari penelitian ini cascade aerator II dengan luas area cascade 1,8 m² kemiringan 30˚ dapat menurunkan Fe dan Mn lebih baik dibanding cascade aerator I dengan luas area 1,4 m² kemiringan 45˚.
Kursi Ergonomis Untuk Menurunkan Kelelahan Tenaga Kerja SPBU Berdasarkan Fluktuasi Asam Laktat dan Glukosa Dalam Darah Gempur Santoso
WAKTU Vol 11 No 1 (2013): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v11i1.893

Abstract

Tenaga kerja Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bekerja terus menerus danlama, posisi kerja seperti itu sangat melelahkan. Populasi penelitian ini adalah operator SPBU diKota Surabaya. Besar sampel penelitian 11 orang terdiri laki-laki 6 orang dan perempuan 5 orang.Usia responden berkisar 20 tahun sampai dengan 36 tahun.Terdapat dua kelompok penelitian yakni kelompok A bekerja posisi berdiri tegak, dankelompok B bekerja posisi berdiri setengah duduk dengan memakai kursi ergonomis. Datapenelitian diambil dengan mengukur konsentrasi asam laktat dan glukosa dalam darah setelahkerja secara laboratories. Analasis data dilakukan secara deskriptif kualitatif.Kesimpulan: tenaga kerja SPBU menggunakan kursi ergonomis posisi kerja berdirisetengah duduk lebih tidak melelahkan (nyaman) 2,17 % (selisih asam laktat 0,03 mmol/L)dibanding posisi berdiri tegak, energy tubuh masih lebih banyak 4,22 % (selisih glukosa 3,83mg/dL) dibanding posisi berdiri tegak. Saran: agar tenaga kerja SPBU tidak lagi bekerja posisiberdiri secara terus menerus, perlu duduk di kursi ergonomis menghadap pompa bahan bakarminyak (BBM),
Perbandingan Jenis Sampah Terhadap Lama Waktu Pengomposan Dalam Lubang Resapan Biopori Sri Widyastuti
WAKTU Vol 11 No 1 (2013): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v11i1.894

Abstract

Lubang resapan biopori "diaktifkan" dengan memberikan sampah organik. Sampah iniakan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannyamelalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekompoisi ini dikenal sebagai kompos.Dengan melalui proses seperti itu maka lubang resapan biopori selain berfungsi sebagai bidangperesap air juga sekaligus berfungsi sebagai "pabrik" pembuat kompos.Jenis sampah yang dimasukkan akan mempengaruhi kecepatan proses pengomposanyang ditandai dengan kecepatan menurunnya ketinggian sampah dalam lubang resapan biopori.Dengan semakin cepat terjadi penurunan ketinggian sampah maka lubang resapan akan dapatdigunakan setiap hari.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data: (1) lubang resapan biopori yang diisi sampahdaun akan membutuhkan waktu 1 bulan untuk membusuk, (2) lubang resapan biopori yang diisisampah daun kering dan sampah dapur atau sisa makanan butuh waktu 7 hari untuk terjadidekomposisi sedangkan (3) lubang resapan biopori yang diisi sampah dapur saja akanmengalami proses dekomposisi dalam waktu 1- 3 hari.
Setyo Purwoto : Reaktor Pengolah Air Bersih IPTEK Bagi Masyarakat Untuk Daerah Rawan Banjir Setyo Purwoto
WAKTU Vol 9 No 1 (2011): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v9i1.897

Abstract

Air dari genangan banjir sebagai air baku diproses dengan model reactor kompak berupa 3 (tiga) kolom tabung dengan 7 treatment : filterisasi, kemudian dialirkan lewat kran untuk dikontakkan dengan PAC, lalu masuk pada adsorben Zeolit, dilanjutkan dengan exchange resin kation untuk mereduksi kation dari air, kemudian exchange diteruskan ke resin anion. Setelah keluar dari ion exchange, pembubuhan larutan kaporit diinjeksikan guna pembunuhan bakteri. Untuk menghilangkan bau, dilakukan absorbansi menggunakan CA. Dari hasil treatment diperoleh kesimpulan bahwa : Pengolahan air banjir dengan model reactor kompak berupa 3 (tiga) kolom tabung dengan 7 treatment, yaitu : Filter, Poly Aluminium Chloride (PAC), Zeolit, Resin Kation, Resin Anion, Kaporit, dan Karbon Aktip (CA) mampu menurunkan parameter parameter : Warna 8.00 TCU, TDS 142.00 ppm, Kekeruhan 4.80 NTU, Kesadahan Total 586.50 ppm, Kalsium Hardness 305.00 ppm, Magnesium Hardness 51.80 ppm, Klorida 69.00 ppm, Alkalinity P 14.40 ppm, Alkalinity M 194.00 ppm, e-Coli 3.00 sat/100 ml.
Ampere Meter DC Menggunakan ADC 0804 Sebagai Interface Pada Central Processing Unit (CPU) Komputer Budi Prijo Sembodo
WAKTU Vol 9 No 1 (2011): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v9i1.898

Abstract

World Science and Technology especially at for computer have giving many amenity all area because it’s operation very practical, efficient and easily. In this research of the peripheral of computer used as by media depicting the level of value measurement of direct current from an external electronics network which interfaced to computer pass to port of parallel. Expected with ampere meter of dc use ADC 0804 as interface at central processing unit (CPU) can assist process read of measurement value and can be used also by other consumer in the world of education. The method which is used in this research is descriptive research have the character of developmental, where examination of its data is compared to a standard or criterion which have been specified before when compilation of research design. The result of this research indicate that a software of Delphi version 7.0 from Borland can be used to connect between hardware and software by using components are staying in its environment. The level of comparison between ampere meter of dc use ADC 0804 as interface at central processing unit (CPU) by conventional analog ampere meter equals to 1:1. Ampere meter of dc use ADC 0804 as interface at Central Processing Unit (CPU) have comparison which is equal to conventional analog ampere meter so that ampere meter of dc use ADC 0804 as interface at Central Processing Unit (CPU) have reliable.
Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Dengan Metode Integrated Performance Measurement System (IPMS) (Studi Kasus: Program Studi Teknik Industri Universitas PGRI Adi Buana Surabaya) Yunia Dwie Nurcahyanie
WAKTU Vol 9 No 1 (2011): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v9i1.899

Abstract

Untuk menjamin kualitas pendidikan di Program Studi Teknik Industri Universitas PGRI Adi Buana surabaya, diperlukan sebuah rancangan sistem pengukuran kinerja (SPK) yang terintegrasi dengan metode IPMS (Integrated Performance Measurement Systems). Dengan metode IPMS, Key Performance Indicators (KPI) Program Studi Teknik Industri ditentukan berdasarkan stakeholder requirement melalui empat tahapan yaitu; identifikasi stakeholder requirement, external monitor, penetapan objectives, dan identifikasi KPIs. Hasil perancangan SPK di Program Studi Teknik Industri Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, dapat mengidentifikasi 26 KPIs yang dikelompokkan dalam 9 kriteria kinerja Program Studi Teknik Industri, yaitu; kurikulum, mahasiswa, finansial, SDM, administrasi akademik, proses belajar mengajar, lulusan, evaluasi dan pengendalian, dan masyarakat
Pengolahan Sampah Medis Jarum RS. DR. Sutomo Surabaya Dengan Incenerator Modifikasi Indah Nurhayati; Siti Agustina Triastuti
WAKTU Vol 9 No 1 (2011): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v9i1.900

Abstract

Salah satu kendala dari pengolahan sampah medis dengan insenetaror adalah sampah logam seperti jarum suntik dan gelas seperti botol kaca tidak terbakar sempurna. Jarum suntik dan botol kaca memerlukan suhu pembakaran yang tinggi dan waktu yang lebih lama dibandingkan denganpembakaran sampah medis yang lain. Penggunaan insenerator yang kurang optimum mempunyai beberapa kerugian, diantaranya: kerusakanalat, boros bahan bakar, tingginya residu pembakaran, timbul asap pembakaran, timbulbau tidak sedap, dan timbul partikulat yangmenyebabkan pencemaran bagi lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suhu dan waktu pembakaran terhadap efisiensi pembakaran, dan untuk mengetahui kondisi optimum pembakaran sampah medis jarum suntik dan plastik dengan insenerator modifikasi. Variabel dalam penelitian ini adalah suhu pembakaran yaitu 600°C, 800°C dan 1000°C, dan waktu pembakaran yaitu : 5 menit, 10 menit, 15 menit dan 20 menit. Parameter penelitian in adalah efisiensi pembakaran, kualitas asap dan abu pembakaran. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan grafik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin tinggi suhu pembakaran dan semakin lama waktu pembakaran menghasilkan efisiensi yang semakin tinggi, kualitas abu dan asap pembakaran juga semakin baik. Kondisi opt imum untuk pembakaran sampah medis jarum suntik dan plastik dengan insenerator modifikasi tercapai pada suhu 1000°C dan lamapembakaran 15 menit.