cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,327 Documents
GEOLOGI DAN PETROGENESA BATUAN ANDESIT DESA SUMBERTANGKIL DAN SEKITARNYA KECAMATAN TIRTOYUDO KABUPATEN MALANG PROPINSI JAWA TIMUR Lolong, Sebastian P.; Wibowo, Handoko Teguh
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah penelitian secara atministratif terletak di Desa Sumbertangkil dan Sekitarnya, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa timur. Secara astronomis terletak pada koordinat X : 700000 - 708000 dan Y : 9079000 - 9084000. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keadaan geologi daerah penelitian, yang meliputi geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, sejarah geologi serta menentukan petrogensa  batuan andesit pada daerah penelitian. Berdasarkan hasil analisis petrografi didapatkan  jenis batuan andesit yang dominan pada daerah penelitian adalah andesit basaltic, ukuran butirnya halus-sedang. Komposisi mineralnya plagioklas feldspar (40 %) piroksen (15 %) serta gelas,(15%). Opak (5 %) dan masa dasar gelas (40 %) Dari hasil analisis ini  maka batuan andesit pada daerah penelitian terbentuk secara ekstrusi (Lava). Berdasarkan relief, litologi, genesa dan kenampakan morfologi di lapangan maka bentuk asal di daerah penelitian adalah Bentuk Asal Struktural (S), Bentuk Asal Denudasional (D) dan Bentuk Asal Fluvial (F). Urutan satuan batuan dari yang tua ke yang muda pada daerah penelitian yaitu Satuan Tuff, Satuan Breksi Vulkanik, Satuan Lava Andesit, Satuan Batugamping Sisipan Batubara dan terendapkan Satuan Aluvial sebagai Satuan termuda pada daerah penelitian.
Studi Perbandingan Letak Shear Wall terhadap Perilaku Struktur dengan menggunakan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 Wijayana, Hendra; Susanti, Eka; Septiarsilia, Yanisfa
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Gedung bertingkat pada era saat ini lebih ke arah vertikal. Hal ini dikarenakan keterbatasan lahan menjadi permasalahan utama, khususnya di daerah perkotaan, sehingga bangunan ke arah vertikal sudah menjadi kebutuhan pada Perkembangan Pembangunan. Rentannya struktur bangunan tingkat tinggi terhadap gaya lateral, salah satunya gaya gempa mengharuskan struktur bangunan tingkat tinggi mampu menahan gaya lateral yang terjadi. Terdapat beberapa sistem struktur dalam menahan gaya lateral, diantaranya merupakan sistem rangka pemikul momen dan sistem dinding geser (Shear Wall). Dalam penelitian ini menggunakan Sistem Ganda, yaitu Sistem Rangka Pemikul Momen dan Sistem Dinding Geser dengan lima model posisi dinding geser. Penelitian  ini  dibuat  untuk  mengetahui  permodelan  posisi  dinding  geser yang  efektif  pada  bangunan  bertingkat  tinggi  dengan  membandingkan  5  permodelan  posisi  dinding  geser  yang  bervariasi menggunakan   nilai  prosentase  sistem  ganda,  periode  struktur,    dan  simpangan  antar  lantai. Berdasarkan  nilai  prosentase  penyerapan  gaya  lateral  pada  Sistem  Rangka  Pemikul  Momen  (SRPM)  didapatkan  nilai  terkecil  arah  X  sebesar  30,27  %  dan  arah  Y  sebesar  29,58 %  pada  permodelan  ke  5. Dengan  nilai  prosentase  sistem  ganda,  periode  struktur  dan  simpangan  antar  lantai yang  kecil  dalam  menahan  gaya  lateral  dianggap  struktur  bangunan  tersebut  lebih  aman.  Karna  resiko  kerusakan  pada  struktur  bangunan  dianggap  lebih  kecil  ketika  terjadi  goncangan  atau  pergerakan  struktur  bangunan  akibat  beban  lateral  seperti  beban gempa  yang  terjadi.  Sehingga  sistem  rangka  pemikul  momen  dengan  dinging  geser  yang  terletak  di  inti  bangunan   seperti  pada  permodelan  ke  5  dianggap  paling  efektif  dalam  menahan  gaya  lateral  seperti  beban  gempa.
PEMANFAATAN PAVING STONE BETON BERPORI DENGAN BAHAN TAMBAHAN SIKACIM UNTUK MENANGGULANGI PERMASALAHAN BANJIR Wardhono, Arie
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paving stone beton merupakan material yang paling banyak ditemui dan digunakan sebagai material infrastruktur terutama di perumahan dan taman. Namun kelemahan utama paving stone beton normal adalah rendahnya kemampuan mereduksi air limpasan akibat genangan air yang tinggi yang diakibatkan oleh tingginya curah hujan di Indonesia, khususnya di kota-kota besar. Salah satu upaya untuk menanggulangi hal tersebut adalah dengan menggunakan paving stone beton berpori yang memiliki kemampuan cukup tinggi dalam menyalurkan atau meresapkan air genangan akibat banjir ke dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sikacim terhadap kuat tekan dan porositas paving stone beton berpori. Paving stone beton berpori dibuat dengan campuran 1,0 semen : 4,0 agregat : 0,32 air dengan rasio penambahan sikacim terhadap berat semen sebesar 0,001, 0,002, 0,003, 0,004 dan 0,005 berat semen. Pengujian yang dilakukan adalah uji kuat tekan untuk mengetahui kekuatan dan kualitas, serta uji porositas untuk mendapatkan kemampuan paving stone beton berpori dalam menyerap air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi dicapai oleh paving stone beton berpori dengan penambahan sikacim 0,001 dengan kuat tekan sebesar 14,24 MPa dengan nilai porositas 22,09% dan kecepatan serap air sebesar 0,411 cm/detik. Berdasarkan nilai kuat tekan, paving stone beton berpori dengan penambahan sikacim 0,001 masuk dalam kategori kualitas C-D dan cenderung untuk dapat digunakan pada area pedestrian dan taman.
PENGATURAN TEGANGAN PADA MOTOR INDUKSI TIGA FASA 1 HP SEBAGAI GENERATOR INDUKSI SATU FASA UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PIKOHIDRO Muhadi, Muhadi; Z, Efrita Arfah; Khomsah, Ali
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi 3 fasa pada umumnya digunakan sebagai motor penggerak beban dalam bidang industri. Salah satu alternatif untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik, terutama untuk daya rendah kurang dari 3 kw adalah dengan pemanfaatan motor induksi 3 fasa sebagai generator induksi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro kecil dengan beban penerangan (resistif). Perubahan beban pada generator dapat menyebabkan perubahan pada tegangan dan frekuensi keluaran. Semakin besar daya beban maka semakin rendah kecepatan putar, frekuensi dan tegangan generator induksinya. Ukuran kapasitor adalah 5 dan 10 µF daya beban yang optimal untuk dihubungkan pada generator induksi pada sistem pembangkit listrik pikohidro 140 Watt. Tegangan generator induksi akan bervariasi antara 199 –250Volt dan frekuensinya bervariasi antara 75 – 79 Hz ketika bebannya divariasi antara 0 -165 Watt.Menggunakan motor induksi tiga fasa 1 HP ; 2,3 A ; pf 0,84 ; 50 Hz ; 910 r/pm sebagai generator induksi untuk pembangkit listrik tenaga pikohidro dengan variasi hubungan kapasitor untuk hubungan Bintang, Delta, C-2C untuk beban resistif.
PEMETAAN BAWAH PERMUKAAN DAN PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA DARI DATA BOR MENGGUNAKAN METODE AREA OF INFLUANCE DAERAH KONSENSI PT. SSDK, DESA BUKIT MULIAH, KINTAP, TANAH LAUT, KALIMANTAN SELATAN Santosa, Gangsar WiraSatria; Wibowo, Handoko Teguh
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa.Bukit Muliah, Kintap, Tanah Laut, Kalimantan selatan. Penelitian melakukan penelitian di daerah ini karena daerah ini termasuk salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi batu bara. Berdasarkan hasil pemetaan geologi, morfologi daerah pemetaan dapat dibagi menjadi 4 satuan morfologi yaitu, Satuan morfologi perbukitan homoklin berlereng miring, Satuan morfologi perbukitan homoklin berlereng landai, Satuan morfologi area tambang (open pit),satuan morfologi daratan banjir. Susunan litostratigrafi mulai dari batu lempung dan batubara adalah yang di endapkan pada zaman pliosen tengah , dengan lingkungan pengendapan di rawa- rawa .Serta struktur geologi yang ada di daerah pemetaan adalah kekar dan homoklin . Batubara yang terbentuk pada fasies batupasir yang bercirikan struktur sedimen laminasi sejajar, silang siur planar dan adanya gradasi menghalus ke atas kemungkinan terbentuk pada kondisi energi relatif tenang sampai menengah. Sementara batubara yang terbentuk pada fasies perselingan batulempung dan batulumpur yang bercirikan struktur sedimen laminasi sejajar, gradasi normal, silang siur skala kecil dan planar dan setempat laminasi menggelombang sejajar, dan banyak mengandung material karbon, diperkirakan diendapkan dalam kondisi energi dari dua arah baik darat maupun laut, yang mencerminkan suatu kondisi lingkungan peralihan atau transisi.Penelitian telah dilakukan pada area perusahaan tambang SSDK di pertambangan batu bara di Kalimantan Selatan. Daerah Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode poligon untuk menentukan jumlah batubara cadangan.Bor log dianalisis dalam penelitian ini di ketebalan bentuk batubara. Hasil yang diperoleh oleh korelasi 2D dalam beberapa jenis lapisan batubara. Gambar korelasi tersebut menghasilkan Seam 1,2,3 dan memiliki total cadangan 1816025.025 ton
Studi Sosial Pemanfaatan Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) Sebagai EBT dengan Analisis Swot di Pantai Baru Srandakan Bantul Tulloh, Hidayat; Julianto, Cahyadi; Priambodo, Aldi; Nugroho, Muhammad Rizky
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PLTH Pantai Baru merupakan salah satu PLTH yang memanfaatkan energi angin dan energi matahari yang meliputi 34 unit turbin angin dengan kapasitas total 121 kW dan 238 unit sel surya dengan kapasitas total 17,5 kWp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui indikator kepuasan dari masyarakat pengguna PLTH dan sekaligus sebagai koreksi terhadap pengelola PLTH dan pemerintah. Metodologi penelitian yang digunakan berupa observasi dengan membagikan kuisioner kepada masyarakat sekitar PLTH. Konten kuisioner berupa pemahaman warga terhadap PLTH, pelayanan PLTH, serta kepuasan warga terhadap PLTH dan selanjutnya dilakukan analisis SWOT untuk mengolah data. Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, masyarakat setuju bahwa biaya listrik PLTH lebih murah dibandingkan biaya listrik PLN. Selain itu masyarakat juga setuju jika pemerintah telah mendukung proses pemanfaatan PLTH dengan persentase 70%. Tingkat kepuasan warga terhadap adanya PLTH sebesar 94%. Masyarakat sekitar berharap pengelolaan PLTH ditingkatkan dengan diadakannya sosialisasi kepada masyarakat. Harapan lain dari warga sekitar pantai pun agar pemerintah membangun PLTH di tempat lain agar masyarakat daerah lain dapat merasakan manfaat d pembangkit listrik yang jauh lebih murah dari pembangkit listrik dari PLN.
EVALUASI TARIF BUS ANTARKOTA DALAM PROVINSI BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN TRAYEK SURABAYA-TRENGGALEK Mca, Theresia Mca; Kurniawan, Andy
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) antara PO.Harapan dan PO.Pelita Indah dan juga mencari berapa biaya operasional kendaraan setiap bus per km. Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) adalah salah satu pengangkutan penumpang yang dioperasikan secara teratur/terjadwal dan tepat waktu. Bus PO.Harapan dan PO.Pelita Indahmerupakan angkutan AKDP dengan trayek Surabaya - Trenggalek. Jarak Trayek Surabaya-Trenggalek  kira-kira 188 km.Metode yang dilakukan untuk mengevaluasi tarif terhadap Biaya Operasional Kendaraan adalah metode perhitungan biaya pokok bus angkutan umum kelas ekonomi yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan dimana merupakan data sekunder.Sedangkan data primer ditujukan untuk mendapatkan gambaran biaya/harga komponen-komponen kendaraan dilakukan dengan wawancara langsung dengan pengusaha angkutan.Berdasarkan hasil evaluasi tarif AKDP didapat BOK bus PO.Harapan dengan nilai sebesar Rp 4.887,79 /bus-km dan besarnya tarif BEP sebesar Rp 16.274,74 /pnp. BOK bus PO.Pelita dengan nilai sebesar Rp 4.589,33 /bus-km dan besarnya tarif BEP sebesar Rp 15.539,34 / pnp. Dengan tarif yang berlaku saat ini untuk kedua perusahan tersebut adalah sebesar RP.20.000,00.Kedua pengusaha angkutan mendapatkan keuntungan dimana tarif yang berlaku saat ini wajar untuk menutupi Biaya Operasional Kendaraan.
PERANCANGAN KERETA DORONG BAYI SISTEM LIPAT PENGGERAK HIBRID YANG FLEKSIBEL DAN RAMAH LINGKUNGAN Mrihrenaningtyas, Mrihrenaningtyas; Setyono, Bambang; Wahyudi, M. Shofyan
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dibutuhkan sebuah kendaraan, seperti halnya bayi yang membutuhkan kereta dorong agar para orang tua dapat membawa bayi dengan mudah saat berpergian, namun kereta dorong bayi pada umumnya menggunakan sumber penggerak dari tenaga manusia itu sendiri, untuk itu dikembangkan menjadi dua sumber penggerak dari motor listrik dan kayuh. Sepeda elektrik kereta dorong bayi lipat ini mudah dikendarai dan bisa juga dilipat. Sepeda elektrik kereta dorong bayi lipat ini menggunakan 3 roda yang dapat digerakkan secara elektrik dengan menggunakan motor listrik tipe DC Brushed 250 watt tegangan 24 volt dengan putaran 2750 rpm dan manual menggunakan kayuh. Dengan demikian dari hasil rancangan tersebut didapat data untuk menampung beban 80 kg hasil dari berat beban bayi 20 kg, dan berat beban pengendara 60 kg dengan kecepatan maksimal 15 km/h, daya motor listrik yang dibutuhkan 88,7 watt. Efisiensi pembebanan bervariasi 60 kg sebesar 35,48 %, 65 kg sebesar 36,72 %, 70 kg sebesar 37,93 %.
Implementasi Shape Feature dan K-Nearest Neighbor untuk Klasifikasi Tanda Tangan Kurniawan, Muchamad; Saidatin, Naili; Nugroho, Hendro
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bukti yang digunakan untuk verifikasi identitas seseorang adalah melalui tanda tangan yang mengandung karakter khusus dan bentuk-bentuk tambahan. Penggunaan tanda tangan sering dijumpai pada beberapa kegiatan  khususnya dalam bidang administrasi. Pada penelitian ini dilakukan pengenalan tanda tangan dengan menggunakan dua pola segmentasi yaitu square dan triangle, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengenalan pola terhadap tingkat akurasi keaslian tanda tangan dan klasifikasi tanda tangan. Dalam pembuatan sistem ini diterapkan klasifikasi  tanda  tangan  secara  off-line dengan mengambil  sebuah  image tanda tangan  sebagai  input  yang  akan  digunakan  dalam proses  selanjutnya.  Proses pengolahan citra digital  diawali  dengan proses prepocesing pada citra digital , dilanjutkan dengan proses fitur ekstraksi dan terakhir proses klasifikasi dengan metode K-Nearest Neighbor (K-NN). Berdasarkan hasil klasifikasi didapatkan dengan melakukan dua pendekatan pemotongan citra hasil yang didapatkan tidak jauh berbeda, baik persegi atau segitiga mempunyai akurasi yang cukup bagus diatas 95%. Hasil lebih bagus didapatkan dari pendekatan segitiga, pendetakan ini secara konsisten menghasilkan akurasi 98.25%.
Studi Desain Reaktor In-Situ Transesterifikasi untuk Proses dan Produksi Teknologi Biodiesel dari Microalgae Chlorella sp. Mirzayanti, Yustia Wulandari; Maisarah, Siti; Aryoga, Ryan
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang bersumber dari minyak nabati atau hewani sebagai pengganti solar dengan menggunakan reaksi transesterifikasi dengan bantuan katalitis yang berfungsi untuk menurunkan energi aktivasi dan mempercepat terjadinya reaksi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji studi desain reaktor batch in-situ transesterifikasi untuk proses dan produksi biodiesel dari mikroalga chlorella sp dengan kondisi operasi sesuai penelitian yang dilakukan oleh viegas dkk. Dalam proses pembuatan biodiesel, proses yang paling efisien menggunakan reaksi transesterifikasi. Pada penelitian ini, dilakukan studi desain reaktor In-Situ transesterifikasi dengan menggunakan program Aspen HYSYS 8.8 untuk mempermudah mengetahui hasil produk, serta dilakukan perhitungan reaktor. Paremeter operasi yang digunakan untuk produksi biodiesel yaitu suhu operasi 60oC, tekanan 1 atm, waktu reaksi 4 jam dengan bantuan katalis H2SO4, dan rasio massa mikroalga : methanol (1:3) menggunakan variasi massa mikroalga chlorella sp 1, 2, 3, 4, dan 5 kg. Hasil penelitian ini pada perbandingan massa mikroalga chlorella sp 2 kg dan methanol 6 kg berdasarkan hasil perhitungan diperoleh volume reaktor 9,7 L diperoleh diameter reaktor 0,22 m, tinggi reaktor 0,536 m, tinggi penyangga 1,7954 m, tebal tutup atas 0,047 m, tebal tutup bawah 0,047 m dan daya yang dikonsumsi 1 Hp.

Page 40 of 133 | Total Record : 1327


Filter by Year

2018 2024


Filter By Issues
All Issue 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI TERAPAN VI (SNTEKPAN VI) TAHUN 2018 Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan Peran Akademisi dalam Mengembangkan Inovasi Teknologi Pemanfaatan Sumber Energi Baru dan Terbarukan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan Peran Akademisi dan Praktisi Sebagai Inovator Teknologi Bangsa Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Peran Akademisi dalam Mengembangkan Inovasi Teknologi Pemanfaatan Sumber Energi Baru dan Terbarukan Peningkatan Teknologi Terapan di Industri dan Infrastruktur untuk Kemajuan Bangsa Peran Akademisi dan Praktisi Sebagai Inovator Teknologi Bangsa Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Pentingnya Peranan Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Inovasi Teknologi Demi Kemandirian Bangsa Pentingnya Peranan Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Inovasi Teknologi Demi Kemandirian Bangsa Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan Peningkatan Teknologi Terapan di Industri dan Infrastruktur untuk Kemajuan Bangsa More Issue