cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Articles 530 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEBIASAAN VULVA HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN DISMK MUHAMMADIYAH 1 PALU Saputri, Siti Pertiwi Aswin; Afni, Nur; Moonti, Sriwahyudin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.989 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.986

Abstract

ABSTRAKPengetahuan pada hakikatnya merupakan apa yang diketahui tentang suatu objek tertentu dan setiap jenis pengetahuan mempunyai ciri–ciri spesifik mengenai apa (ontology), bagaimana (epistemology) dan untuk apa (aksiology) pengetahuan tersebut (Notoatmodjo, 2010). Dari adanya pengetahuan yang didapat oleh individu juga bisa berpengaruh dengan kebiasaan dalam melakukan tindakan. Kebiasaan terbentuk karena adanya pengetahuan, pengetahuan yang rendah bisa menyebabkan munculnya kebiasaan-kebiasaan buruk dalam melalukan Vulva Hygiene sehingga bisa menimbulkan keputihan atau pun infeksi lain pada organ genetalia. Begitu juga sebaliknya pengetahuan yang tinggi akan berpengaruh dengan kebiasaan yang baik dalam melakukan Vulva Hygiene. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan pengetahuan dan kebiasaan vulva hygiene dengan kejadian keputihan. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Proportional Random Sampling yang berjumlah 58 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dengan kejadian keputihan (ρ= 0.125>0.05), ada hubungan kebiasaan vulva hygiene dengan kejadian keputihan dengan nilai (ρ= 0.000<0.05). Peneliti menyarankan kepada institusi agar perlu memberikan informasi berupa sosialisasi dan dorongan kepada anak didiknya dan diperlukan penambahan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah.Kata Kunci         : Pengetahuan, Vulva Hygiene, Kejadian Keputihan
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM PERILAKU KECAMATAN BAOLAN KABUPATEN TOLITOLI Sari, Suci Indah; Salham, Munir; Yusuf, Herlina
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.142 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.776

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat adalah upaya untuk memberikan informasi dan malakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku. melalui pendekatan pimpinan, bina suasana dan pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat dapat menerapkan cara-cara hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten ToliToli. Metode yang digunakan adalah kualitataif yaitu penelitian yang menganalisis secara mendalam pada masyarakat Desa Buntuna di lihat melalui Aspek Gizi, Aspek KIA, Aspek Kesling, dan Aspek Gaya Hidup. Informan di tentukan dengan tekhnik purposive (pemilihan informan berdasarkan kriteria) yaitu sebanyak 8 informan. Persepsi masyarakat terhadap program Gizi, KIA, Kesling dan Gaya Hidup di Desa Buntuna yaitu programnya sudah ada namun masyarakat masih belum menerima dan kurang mengerti dengan program tersebut. Hal ini berkaitan dengan sosialisasi oleh petugas kesehatan masih belum merata di lakukan di wilayah tersebut. Diharapkan bagi pemerintah dan instansi kesehatan dapat mengoptimalkan sosialisasi PHBS secara keseluruhan dan berkelanjutan demi mencapai pelayanan kesehatan yang maksimal. Kata Kunci: Persepsi, PHBS.
PERSEPSI IBU HAMIL TERHADAP MAKANAN TABU DI DESA BULUBETE KECAMATAN DOLO SELATAN KABUPATEN SIGI Auditna, Wulan; Budiman, Budiman; Prasetia Hati Baculu, Eka
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.217 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.827

Abstract

Sampai sekarang masih diperdebatkan, diantaranya berpendapat karena: makanan/hewan tertentu dianggap suci, atau untuk persembahan, mengandung bahaya, mempunyai kekuatan tertentu, dan alasan yang tidak dapat dirumuskan atau tidak diketahui alasannya. Wilayah Desa Bulubete merupakan bagian dari kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi, dari hasil wawancara peneliti dengan Masayrakat yang ada di Desa tersebut, ada makanan yang ditabukan oleh ibu ketika hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang makanan tabu pada Ibu Hamil di Desa Bulubete Kecamatan Dolo Selatan  Kabupaten Sigi.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dengan pendekatan kualitatif, dengan jumlah informan sebanyak 7 orang yang terdiri dari informan kunci, informan biasa, dan informan tambahan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor budaya dan pendidikan informal mengambil andil dalam kegiatan praktek tabu pada makanan ibu hamil yang ada di Desa Bulubete, makanan yang di tabukan pada ibu hamil di Desa Bulubete yaitu cumi-cumi, ikan cakalang,krang lau, belut, gurita, udang, kepiting, nangka,nanas, mangga. Saran kepada masyarakat yang ada di Desa Bulubete khususnya untuk ibu hamil, sebaiknya jangan terlalu mudah percaya masukan dari orang lain tentang makanan tabu sebelum makanan tersebut hasil penelitian maupun yang direkomendasikan oleh dokter, dan petugas kesehatan yang ada di Desa. Kata Kunci: Presepsi, Ibu Hamil, Makanan Tabu. 
TINJAUAN YURIDIS PENELANTARAN ANAK DI WILAYAH HUKUM POLSEK KULAWI ALDRI ANDRIANO ADJI Adji, Aldri Andriano; Purnawati, Andi; Lestiawati, Ida
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.768 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.693

Abstract

Tujuanpenelitian adalahuntuk faktor yang menyebabkan terjadinya penelantaran anak yang dilakukan orang tua di wilayah hukum Polsek Kulawidan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap anak yang menjadi korban penelantaran oleh orang tua di wilayah hukum Polsek Kulawi.Metode Penelitian menggunakan penelitian hukum empiris yang menggunakan data primer dan data sekunder yang kemudian dipresentasikan dalam bentuk pola berpikir induktif yaitu dari hal yang bersifat khusus menuju ke hal yang bersifat umum.Hasil penelitian menemukan bahwa Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penelantaran anak yang dilakukan orang tua di wilayah hukum polsek Kulawi antara lain : Faktor ekonomi (Kemiskinan), Konflik dalam rumah tangga (keluarga), pola pengawasan yang salah dari orang tua, ketidak pedulian orang tua terhadap anak-anak dan masalah Kesehatan.Bentuk Perlindungan hukum terhadap anak yang menjadi Korban Penelantaran oleh orang tua di Polsek Kulawi cukup tegas dimana Pelaku akan diproses dengan berpedoman pada hukum yang berlaku terhadap Perlindungan Anak. Saran penelitian adalah untuk mencegah adanya penelantaran anak yang dilakukan orang tua ialah diharapkan agar pihak penegak hukum bersama dengan masyarakat mulai meningkatkan pengawasan yang tinggi dan peka terhadap hal-hal yang terjadi dilingkungannya. Penegak hukum, mulai dari tingkat penyidikan kepolisian, sampai pada proses persidangan dalam memberikan perlindungan terhadap anak korban tindak kekerasan dalam penelantaran harus meningkatkan koordinasi dalam rangka pemenuhan hak-hak korban untuk dilindungi.  Kata Kunci : Penelantaran, Anak
ANALISIS PEMASARAN PRODUK MEUBEL PADA USAHA DAGANG ADY IRMA KOTA PALU R, Moh. Riski.; Sirajudin, Sirajudin; T, Sarifuddin.
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.274 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.923

Abstract

Bisnis dalam dunia perdagangan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dalam strategi ini bagaimana cara mengaplikasikan 7P yang terdiri dari product, price, place, promotion, people, process dan physical evidence yang dikombinasikan dengan metode segmentasi, targeting dan positioning yang dilakukan oleh UD. Ady Irma untuk merebut persaingan pasar. Dari hal tersebut terdapat rumusan masalah yaitu: Bagaimana Penerapan Marketing Mix Terhadap Pemasaran Produk Meubel pada UD Ady Irma di Kota Palu ? Lokasi penelitian ini bertempat di Jl. RE. Martadinata, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk teknik analisis data adalah teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UD. Ady Irma telah menjalankan strategi pemasaran yaitu Marketing Mix dan STP (Segmentasi, Targeting dan Positioning). Berdasarkan hasil analisis Marketing Mix, diketahui bahwa pengaplikasian product, price, place, promotion, people, process dan physical evidence ini sudah sesuai dengan strategi pemasaran. Dimana produk yang dijual dengan kualitas terbaik, harganya tidak memberatkan konsumen, lokasi meubel cukup strategis karena berada di pinggir jalan, promosinya menggunakan metode pemasaran dari mulut ke mulut, pelayanan kasir yang ramah dan handal dalam melayani konsumen, proses pemesanan dapat melalui telepon maupun secara langsung ini dirasa sangat membantu konsumen, lingkungan fisik di sekitar meubel memberikan tampilan yang menarik, bersih dan nyaman serta adanya lahan parkir buat konsumen yang membuat konsumen nyaman dan merasa aman untuk memarkirkan kendaraannya. Kata kunci : Marketing Mix, Meubel, Analisis.
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENGAMANAN UNJUK RASA OLEH KEPOLISIAN (STUDI DI KEPOLISIAN RESOR PALU) Putu Ary Yoga Pramana Putra, I; Matompo, Osgar S.; Lestiawati, Ida
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.879 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.716

Abstract

Hasil penelitian menunjukan bahwa Polri diwajibkan untuk melayani dan mengamankan pengunjuk rasa sesuai ketentuan, melindungi jiwa dan hati, tetap menjaga dan mempertahankan situasi hingga unjuk rasa selesai, pelanggaran terhadap aturan tersebut akan diberikan sanksi disipliner. Perlindungan hukum anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yaitu: 1. Bentuk perlindungan atas profesi yang dijalankan tidak sesuai dengan ketentuan perundangan dan terjadi resiko hukum adalah perlindungan hukum pada umumnya warga sipil, seperti hak praduga tidak bersalah, hak mendapatkan bantuan hukum. 2. Perlindungan hukum atas menjalankan profesinya sesuai ketentuan perundang-undangan dan terjadi resiko hukum adalah berupa perlindungan hukum pada umumnya dan di tambah dengan dasar hukum lain yaitu Pasal 50 dan 51(1) KUHP. Saran penulisan ini yaitu Perlunya ditingkatkan keterampilan dan pendidikan bagi anggota Kepolisian Negara Repuhiik Indonesia (Polri) untuk meningkatkan profesionalisme yang berkaitan dengan penanganan demonstrasi yang berkaitan dengan perlindungan HAM. Dalam memberikan perlindungan hukum terhadap anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam melaksanakan tugasnya. Kata Kunci : Pengamanan, Unjuk Rasa, Kepolisian
SALURAN PEMASARAN SAPI HASIL PENGGEMUKAN DI KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI PROVINSI SULAWESI TENGAH Indra, Indra; Nasrun, Muhammad Syaifuddin; Bachri, Syaiful
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.761 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.968

Abstract

       Kondisi peternakan sapi potong saat ini belum menggembirakan. Fenomena ini dapat dilihat dari pertumbuhan populasi ternak sapi potong yang masih rendah yaitu sebesar 5,33%/tahun atau kurang lebih 655.500 ekor/tahun dari populasi 9.867.522 ekor pada tahun 2003 menjadi 14.805.053 ekor pada tahun 2011 (Anonim, 2011). Masyarakat peternakan di Kabupaten Sigi memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai peluang usaha peternakan yang baik untuk ditumbuh kembangkan.  Subsektor peternakan di Kabupaten Sigi dapat dijadikan basis pengembangan usaha rakyat karena subsektor ini cukup menjanjikan sebagai alternatif upaya menciptakan cita-cita pembangunan yang memberdayakan perekonomian rakyat dan menyentuh langsung masyarakat bawah.  Peternakan rakyat merupakan usaha peternakan yang sangat potensial untuk dikembangkan dan memegang peranan yang besar bagi perkembangan populasi ternak sapi potong dan menyumbang pendapatan keluarga yang dominan setelah pertanian tanaman pangan. Permasalahannya adalah bagaimana saluran pemasaran sapi hasil penggemukan di Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian bertujuan  mengetahui bentuk saluran pemasaran sapi hasil penggemukan di Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive), dengan metode penelitian sensus, dan dilaksanakan bulan Juli sampai Agustus 2017.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran  sapi hasil  penggemukan di Kecamatan Sigi Biromaru melalui 3 saluran pemasaran yaitu  ; (1) Saluran I ; peternak   ke  perantara   ke  pengumpul  ke pengecer/pemotong  ke  konsumen, (2) Saluran II  ;  peternak  ke  pengumpul  ke pengecer/pemotong  ke konsumen,  (3) Saluran III; peternak  ke pengecer /pemotong ke konsumen. Kata kunci : Saluran pemasaran, sapi hasil penggemukan.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KELURAHAN LERE WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMONJI Fauzi, Muhammad; Sudirman, Sudirman; Afni, Nur
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.045 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.751

Abstract

Jumlah penderita DBD di Indonesia terbilang tinggi, di tahun 2016 terdapat 201.885 jumlah kasus DBD dengan 1.585 jumlah kematian (IR 77,96 per 100.000 penduduk dan CFR 0,79%). Sejak ditemukan pada tahun 1968, terjadi peningkatan jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang terjangkit DBD. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di kelurahan Lere wilayah kerja Puskesmas Kamonji. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik dengan desain kasus kontrol (Case Control Sudy). Populasi yang sekaligus sebagai sampel dalam penelitian ini adalah semua penderita DBD di Kelurahan Lere Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji berjumlah 37 orang (Total Populasi) dan kontrol adalah responden yang tidak menderita DBD di Kelurahan Lere Sebanyak 37 orang, sehingga total keseluruhan responden 74 orang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan tanaman di pekarangan merupakan faktor protektif terhadap kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan nilai OR 0,552 (OR<1), kebiasaan menggantung pakaian merupakan faktor protektif terhadap kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan nilai OR 0,030 (OR<1), kebiasaan membersihkan kontainer merupakan faktor risiko terhadap kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan nilai OR 1,587 (OR>1). Hasil analisis lainnya menunjukkan kebiasaan menggunakan obat nyamuk merupakan faktor risiko terhadap kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan nilai OR 2,295 (OR>1). Adapun saran dalam penelitian ini adalah diharapkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kegiatan 3M plus dan pelaksanaan PSN-DBD sehingga mengurangi risiko terkena penyakit DBD yang dimulai dari mengubah kebiasaan yang tidak baik dan memperhatikan lingkungan tempat tinggal sekitar.Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue (DBD), Keberadaan Tanaman Pekarangan, Menggantung Pakaian, Membersihkan Konatainer, Menggunakan Obat Nyamuk
MENINGKATKAN PEMAHAMAN MEMBACA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 21 PALU MELALUI STRATEGI LISTEN READ DISCUSSION (LRD) Lanut, Mersiana; Nadrun, Nadrun; Arid, Muhammad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.503 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.640

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan Strategi LRD dalam Pemahaman Membaca siswa kelas delapan SMP Negeri 21Palu. Desain penelitian adalah penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Palu. Sampel dipilih dengan teknik random sampling yang terdiri dari dua kelompok VIIIA sebagai kelompok eksperimen dengan 23 siswa dan VIII B sebagai kelompok kontrol dengan 20 siswa. Instrumen penelitian ini adalah tes yang meliputi pilihan ganda dan esai dengan jumlah 15 item dengan memberikan pre-test dan post-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa t hitung adalah 2,175 dan t tabel 1,981 dengan menerapkan tingkat signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan (df) adalah 41 (43-2). Kemudian nilai t-hitung lebih tinggi dari nilai t-tabel. Ini berarti bahwa hipotesis alternatif diterima. Disimpulkan bahwa penggunaan strategi LRD efektif untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Palu. Kata kunci: Meningkatkan, Pemahaman Membaca, Strategi LRD.
EFEKTIFITAS MIKROORGANISME LOKAL (MoL) LIMBAH NASI SEBAGAI AKTIFATOR PEMBUATAN PUPUK KOMPOS ORGANIK Sultoni, Sultoni; Miswan, Miswan; Reza Alief Chairin Nur, Andi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.853 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.799

Abstract

Sampah merupakan salah satu permasalahan kompleks yang dihadapi oleh negara-negara berkembang maupun negara-negara maju di dunia, termasuk Indonesia, maka dari itu Perlunya pengolahan sampah dengan cara pembuatan kompos organik menggunakan mikroorganisme lokal limbah rumah tangga. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen melalui proses pengomposan sampah organik dari jenis limbah daun khususnya kakao kering dan rumput liar; peneliti ingin mengetahui efektifitas MoL dari limbah nasi sebagai aktifator pembuatan pupuk kompos organik. Hasil yang didapatkan bahwa dengan waktu 3 minggu penggunaan MoL nasi belum efektif. Akan tetapi penggunaan MoL nasi masih dapat digunakan sebagai aktivator dasar proses pengomposan, tetapi membutuhkan waktu yang lebih lama dari pada penggunaan EM4. Diharap kepada masyarakat dapat memanfaatkan limbah organik seperti nasi untuk dibuat menjadi MoL dan limbah organik daun-daunan untuk dimanfaatkan menjadi pupuk kompos, dengan hal itu dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang dapat menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan. Kata Kunci: Mikroorganisme lokal, sampah organik, kompos organic