cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Articles 530 Documents
SANKSI KODE ETIK BAGI ANGGOTA KEPOLISIAN YANG TIDAK NETRAL DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH MENURUT PERKAP NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG KODE ETIK PROFESI POLRI Mahendra, Putu Diatmika; Matompo, Osgar S.; Muliadi, Muliadi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jom.v1i1.715

Abstract

Metode yang digunakan dalam  penulisan skripsi ini adalah menggunakan pendekatan Penelitian secara yuridis normatif. Penelitian ini bertujuan : (1)Untuk mengetahui netralitas anggota kepolisian dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak (2) Untuk mengetahui sanksi kode etik bagi anggota kepolisian yang tidak netral dalam pilkada menurut Perkap Nomor 14 tahun 2011 tentang Sanksi Kode Etik Profesi Polri. Hasil Penelitian ini adalah (1)Netralitas bagi anggota kepolisian merupakan sesuatu yang mutlak harus di taati oleh seluruh anggota kepolisian sebagaimana yang di atur di dalam Pasal 28 Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian serta Pasal 21 Perkap Nomor 14 tahun 2011 tentang Sanksi Kode Etik Profesi Polri, namun titik rawan netralitas bagi anggota kepolisian itu sendiri terletak pada Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian (2) Sanksi kode etik profesi polri merupakan nilai-nilai etis yang ditetapkan sebagai sarana pembimbing dan pengendali bagaimana seharusnya atau seyogyanya pemegang profesi bertindak atau berperilaku atau berbuat dalam menjalankan profesinya, namun sampai dengan saat ini pelanggaran terhadap netralitas polri dalam pemiluka tidak pernah diberikan sanksi kode etik terhadap anggota yang terlibat politik praktis dalam pemilukada. Saran dalam Penelitian ini adalah (1).Agar netralitas polri dapat dilaksanakan, perlu suatu reformasi kebijakan di tubuh Polri, dengan berupaya meningkatkan kualitas SDM Polri melalui pendidikan dan jaminan kesejahteraan yang semakin meningkat tanpa mengurangi hak-hak politik mereka (2)Sebaiknya institusi kepolisian harus dapat menerapkan sanksi kode etik terhadap anggota polri yang terlibat dalam politik praktis sebagai perwujudan dari menjaga netralitas polri, sehingga dengan sanksi yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera terhadap anggota kepolisian yang tidak netral dalam pemilukada Kata  Kunci : Kode Etik, Netralitas, Pilkada
PERANAN KELOMPOK TANI TERHADAP ADOPSI TEKNOLOGI PERTANIAN PADI SAWAH DI DESA SIBOWI KECAMATAN TANAMBULAVA KABUPATEN SIGI Rosida, Rosida; Hadid, Abd.; Irmawaty, Irmawaty
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jom.v1i1.967

Abstract

            Pertanian merupakan salah satu aspek kehidupan yang paling penting dan menjadi sorotan utama dalam perekonomian suatu negara, khususnya negara-negara berkembang seperti Indonesia. Namun, perkembangan teknologi dan industri saat ini mampu menggeser posisi pertanian. Tidak sedikit masyarakat yang beralih pada aktivitas industri dan meninggalkan lahan-lahan pertanian mereka. Adopsi teknologi pertanian akan dapat meningkatkan penghasilan kelompok tani khususnya anggota kelompok tani karena pekerjaan mereka akan lebih efektif dan efisien. Oleh sebab penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan kelompok tani terhadap adopsi teknologi pertanian di Desa Sibowi Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi. Data diperoleh dari hasil wawancara terhadap 50 responden dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner). Variabel peran kelompok tani diukur menggunakan 15 item pertanyaan dengan lima skala likert, yaitu (1) sangat tidak setuju; (2) kurang setuju; (3) netral; (4) setuju; (5) sangat setuju dan analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa variabel peran kelompok tani (X) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap adopsi teknologi pertanian Padi sawah  di Desa Sibowi dapat dilihat dari persamaan regresi antara kedua variabel tersebut yaitu: Ŷ = 29,310 + 0,518X.. Persamaan regresi ini berarti bahwa setiap peningkatan satu satuan skor peran kelompok tani diikuti kenaikan skor adopsi teknologi pertanian sebesar 0,518 pada konstanta 29,310.Kata Kunci : Adopsi Teknologi, Kelompok Tani.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PUMPING STUDENT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 4 KASIMBAR Dianti, Misbala; Syahid, Ahmad; Normawati, Normawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jom.v1i1.750

Abstract

Skripsi ini membahas tentang Penerapan Model pembelajaran Pumping Student dalam Meningkatkan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Kasimbar dengan rumusan permasalahan yakni bagaimana penerapan model pembelajaran pumping student dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Kasimbar? dan bagaimana implikasi penerapan model pembelajaran pumping student dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Kasimbar?.Menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, serta menggunakan teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian skripsi ini yakni:penerapan model pembelajaran pumping student dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Kasimbar yakni: (1) sebelum menerapkan model pembelajaran ini, guru mengidentifikasi gaya belajar siswa yang dilakukan diawal semester genap kelas VII, agar dapat menyesuaikan tentang cara memompa semangat belajar siswa (2) guru mengelompokkan peserta didik berdasarkan gaya belajar visual, audio, dan kinestetik (3) dalam membuat RPP guru mencantumkan model pembelajaran pumping student dan menganalisa metode, teknik dan media yang akan digunakan sesuai dengan gaya belajar siswa (4) guru menerapkan model pembelajaran pumping student dengan memperhatikan gaya belajar siswa untuk memompa motivasi belajar siswa (5) pada gaya belajar visual guru menekankan pembelajaran secara visual, misalnya menggunakan media gambar atau teks materi, pada gaya belajar audio guru menekankan pembelajaran dengan menceramahkan materi pelajaran secara berulang-ulang dan pada gaya belajar kinestetik selain menceramahkan materi dengan diserta gerakan tubuh dan demonstrasi guru menekankan praktek-praktek pada materi pelajaran praktek (6) guru mengevaluasi pembelajaran dan melakukan remedial bagi peserta didik yang tidak tuntas dengan pemberian tugas sesuai dengan gaya belajar peserta didik. Dan implikasi penerapan model pembelajaran pumping student dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Kasimbar: (1) memudahkan peserta didik menyerap materi pelajaran karena diajarkan sesuai gaya belajar mereka (2) peserta didik dapat mengetahui gaya belajar masing-masing sehingga dapat belajar sesuai dengan karekteristik gaya belajar tersebut (3) guru dapat melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan gaya belajar pesertadidik, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan (4) dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajari.Kata Kunci        :  Model pembelajaran, pumping student, hasil belajar
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA SISWA SMP MUHAMMADIYAH 1 PALU Pertiwi, Elva Maya; Budiman, Budiman; Nurjanah, Nurjanah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jom.v1i1.1161

Abstract

Perilaku merokok di kalangan remaja sekarang bukanlah hal baru lagi. Tidak jarang menemukan remaja yang masih mengenakan seragam sekolahnya merokok bersama temanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan, Sikap, Pengaruh Orang Tua Dan Pengaruh Teman Dengan Perilaku Merokok Pada Siswa SMP Muhammadiyah 1 Palu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan desain Cross Sectional Study pengolahan dilakukan dengan uji Chi Square. Jumlah sampel yang di gunakan adalah 60 siswa dengan nilai p value < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku merokok siswa dengan p-Value 0,700 dan terdapat hubungan antara sikap dengan p-Value 0,017, faktor orang tua dengan p-Value 0,003 dan pengaruh teman dengan p-Value 0,000 dengan perilaku merokok siswa SMP Muhammadiyah 1 palu. Disarankan agar guru memperhatikan perkembangan setiap siswanya terutama mengenai penerapan disiplin dan peraturan tentang larangan rokok bagi siswa khususnya laki-laki, dengan memberikan konseling tentang bahaya perilku merokokKata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Pengaruh Teman, Pengaruh Orang Tua, Perilaku Merokok.
THE DIFFICULTIES ENCOUNTERED BY THE SECOND GRADE STUDENTS OF SMA YPTB KETONG IN READING COMPREHENSION Sudarto, Sudarto; Nadrun, Nadrun; Naniwarsih, Andi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jom.v1i1.1242

Abstract

The objective of this research was to find out the difficulties in reading comprehension encountered by the second grade students of SMA YPTB Ketong. The researcher used descriptive method. The subject of this research was 24 students of the second grade of SMA YPTB Ketong. The data was collected by interviewing the students and the English teachers. The result of this research shows some findings. The result of questionnaire shows that 71% students who agree that they do not give more attention in reading text and 71% students who agree that they do not master grammar when reading a text as a higher percentage. Furthermore, the result of interview from the teachers shows that in the teaching process they do not know the name of the method, explain more and more because students get confused in understanding and translating the words in reading text. The student have insufficient vocabulary so that they find it difficult to understand reading comprehension, difficult in getting message from the reading text, to understand the teacher’s explanation and words in English that have more than one meaning.Keywords: Difficulties, Reading, and Comprehension.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENERIMA BAHASA ANAK MELALUI METODE BERCERITA DI KELOMPOK B TK NURUL YAQIIN Yaksen, Yasdia; Munir, Abdul; Said, Arsyad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jom.v1i1.651

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah  Apakah Penggunaan Metode Bercerita dapat Meningkatkan Kemampuan Menerima Bahasa Anak di Kelompok B TK Nurul Yaqiin Palu. tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan menerima bahasa anak melalui metode bercerita di TK Nurul Yaqiin. Penelitian ini adalah jenis Penelitian Tindakan kelas, subyek dalam penelitian ini adalah 15 anak yang berusia 5-6 tahun terdiri dari 7 anak perempuan dan 8 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dalam peneltian ini adalah teknik observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Indikator keberhasilan dalam peelitian dimiliki oleh anak minimal 70%-80% dari keseluruhan jumlah anak dikelompok B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menerima bahasa anak dapat ditingkatkan melalui metode bercerita dikelompok B TK Nurul Yaqiin. Penelitian ini dilaksaakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri atas perencanaa, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang diperoleh pada hasil  rata-rata kemampuan menerima bahasa anak pada pra tindakan yaitu berkembang sangat baik (BSB) 15,00%, berkembang sesuai harapan (BSH) 21,67%, mulai berkembang (MB) 40,00%, dan belum berkembang (BB) 23,33%. Pada siklus I hasil rata-rata kemampuan menerima bahasa anak pada kategori berkembang sangat baik (BSB) 21,67%, berkembang sesuai harapan 28,33%, mulai berkembang (MB) 29,99%, dan belum berkembang (BB) 20,00%. Sedangkan pada siklus hasil II rata-rata kemampuan  menerima bahasa anak pada kategori berkembang sangat baik (BSB) 30,00%, berkembang sesuai harapan (BSH) 43,44%,  mulai berkembang (MB) 16,67%, dan belum berkembang 10,00%.  Maka dapat disimpulkan bahwa metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan menerima bahasa anak dikelompok B TK Nurul Yaqiin.Kata Kunci : Kemampuan Menerima Bahasa, Metode Bercerita
STUDI PENGORGANISASIAN TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI UPTD PUSKESMAS LALUNDU KABUPATEN DONGGALA Syamsuar, Syamsuar; Sudirman, Sudirman; Andri, Moh.
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jom.v1i1.1184

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan proses rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dengan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan dalam hal ini bagaimana proses pengorganisasian di puskesmas lalundu melalui dimensi mutu pelayanan kesehatan diantaranya kehandalan, tanggung jawab, efesiensi atau efektifitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji studi pengorganisasian terhadap mutu pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Lalundu Kabupaten Donggala. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang di Puskesmas Lalundu Kabupaten Donggala. Hasil penelitian di puskesmas Lalundu terhadap dimensi  mutu pelayanan kesehatan ditinjau dari yaitu : 1) ketanggapan sudah baik, 2) tanggung jawab sudah baik, 3) efesiensi baik 4) dan efektivitas belum baik di Puskesmas Lalundu Kabupaten Donggala. Hal ini dikarenakan SDM yang masih terbatas, fasilitas belum memadai, ketidak disiplinan waktu petugas kesehatan dalam bekerja sehingga penilaian masyarakat mengatakan bahwa pelayanan yang diberikan di UPTD Puskesmas Lalundu masih kurang maksimal pelayanan yang diberikan salah satunya yaitu jam pelayanan yang lambat karena petugasnya lambat di tempat dan jarangnya dokter berada di puskesmas. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu belum efesien dan efektifnya pelayanan yang diberikan petugas kesehatan di UPTD puskesmas Lalundu. Puskesmas diharapakan melakukan pengusulan tenaga kesehatan terutama tenaga perawat dan penambahan fasilitas kesehatan seperti ruangan imunisasi serta menerapkan kedisplinan waktu agar menjadi penilaian bagi mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Lalundu Kabupaten Donggala.   Kata Kunci : Mutu Pelayanan Kesehatan, Ketanggapan, Tanggung Jawab, Efesiensi, dan Efektif
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGATASI KRISIS MASYARAKAT MODERN Hidayat, Syarif; Normawati, Normawati; Masdul, Muh. Rizal
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jom.v1i1.1292

Abstract

Skripsi ini membahas tentang upaya para pendidik atau  yang bertanggung jawab atas dalam konsep pendidikan islam. Dengan sub masalah dari skripsi ini ialah bagaimanakah konsep pendidikan islam dalam mengatasi krisis masyarakat modern ? dan bagaimanakah bentuk pelaksanaan konsep pendidikan islam dalam mengatasi krisis masyarakat modern? Tujuan penilitian ini adalah untuk mendalami atau mengetahui lebih dalam tentang bagaimanakah konsep pendidikan islam, dan usaha para pendidik dalam menghilangkan krisis dari masyarakat modern yang telah banyak terjangkit oleh dunia atau budaya barat. Yang mana telah meninmbulkan atau memunculkan hal-hal negative terhadap anak bangsa. Hasil menunjukkan bahwa : banyaknya hal negative yang muncul diakibatkan krisis masyarakat modern dan adanya hal-hal yang perlu dibenahi dalam konsep pendidikan islam agar kelak terciptanya anak didik yang islami. Salah satu masalah yang sering dikemukakan para pengamat pendidikan islam adalah adanya kekurangan jam pelajaran untuk pengajaran agama islam yang disediakan disekolah-sekolah umum, dan seterusnya. Masalah ini yang dianggap sebagai peneyebab utama timbulnya kekuranagan para pelajar dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran agam. Sebagai akibat kekurangan ini, para pelajar tidak memiliki bekal yang memadai untuk membentengi dirinya dari berbagai pengaruh negative akibat globalisasi yang menerpa kehidupan. Di dalam Al-Quran dan Al-hadist banyak sekali yang menyinggung dan membahas tentang konsep pendidikan islam agar kelak menjadi muslim yang hakiki. Setiap usaha, kegiatan dan tindakan yang disengaja untuk mencapai suatu tujuan, harus mempunyai sumber atau landasan tempat yang baik dan kuat. Oleh karena itu pendidikan islam sebagai suatu usaha membentuk manusia harus memiliki sumber atau landasan kemana semua kegiatan dan perumusan tujuan pendidikan islam itu dihubungkan. Islamisasi ilmu pengetahuan mencoba mencari akar-akar krisis tersebut. Islamisasi ilmu pengetahuan adalah suatu upaya pembebasan pengetahuan dari asumsi-asumsi atau penafsiran-penafsiaran barat atau budaya barat terhadap realitas dan kemudian menggantikannya dengan pandangan dunia islam. Selain itu, islamisasi ilmu pengetahuan muncul sebagai reaksi terhadap adanya konsep dikotomi antara agama dan ilmu pengetahuan yang dimasukkan masyarakat barat dan budaya masyarakat modern. Dan juga sebagai reaksi untuk adanya penambahan wawasan anak didik dan perlu ditambahnya jam pelajaran agama yang perlu didapatkan oleh anak didik.Kata Kunci: Konsep Pendidikan Islam Dalam Mengatasi Krisis Masyarakat Modern
Analisis Kinerja Aparat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Watubula Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Wungko, Nona Listiani; Fery, Fery; Kafrawi Al Kafiah, Muhammad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jom.v1i1.674

Abstract

Tujuan penelitian yang ingin diperoleh dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui Kinerja Aparat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Watubula Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Metode Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field study research) yang bermaksud mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi suatu sosial, individu, kelompok, lembaga, dan masyarakat. Secara garis besar penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode interview dan pengamatan atau observasi. Hasil penelitian menemukan bahwa BPD di Desa Watubula Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi dilihat pada produktifitas sudah melakukan beberapa kebijakan berdasarkan aspirasi-aspirasi masyarakat yang yang telah di respon dengan baik, Responsivitas atau ketepatan dan kecepatan anggota BPD sudah berjalan dengan baik, kualitas pelayanan belum berjalan dengan baik dikarenakan kesulitan komunikasi baik antara anggota BPD dengan masyarakat dan kurangnya sosialisasi menjadi salah satu faktor, sedangkan akuntabilitas kinerja anggota BPD sudah cukup evektif dalam menjalani tanggung jawabnya yang dapat dilihat dari tiga indikator pengukuran kinerja yang sudah berjalan dengan baik. Seyogyanya Guna meningkatkan pelayanan dari kerja  BPD di Desa Watubula Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi dalam menampung aspirasi masyarakan harus Saran penelitian Para pihak yang bersengketa hendaknya secara sukarela menghadiri dan mengikuti mediasi dengan itikad baik.Kata Kunci : Badan Permusyawaratan Desa, Kinerja, Sigi
ANALISIS SISTIM PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT DI PUSKESMAS PANGI KABUPATEN PARIGI MOUTONG Mirawati, Mirawati; Budiman, Budiman; Tasya, Zhanaz
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jom.v1i1.840

Abstract

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P56/MenLHK-Sekjen/2015 Tentang Tata cara dan persyaratan Tehnis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun  di Fasilitas Pelayanan Kesehatan secara konvensional meliputi hal-hal sebagai berikut : pengurangan, pemilahan pada sumber, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pembuangan dan pemusnahan limbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui system pengelolaan limbah medis padat di Puskesmas Pangi Kabupaten Parigi Moutong.Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara mendalam dan pengamatan langsung (Observasi). Dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling yang berjumlah 11 informan.Proses Pengolahan Limbah Medis Padat Puskesmas yang menurut ketentuan harus dilakukan pemilahan berdasarkan kode warna pada sumbernya dari unit pelayanan, sampai dengan pengolahan akhir Limbah Medis Padat belum dilakukan dengan baik sesuai ketentuan.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pengelolaan Limbah Medis di Puskesmas Pangi secara keseluruhan belum sesuai dengan PERMEN LHK Npmpr :P56/menLHK/sekjen/2015 Tentang tata cara dan tehnis pengelolaan limbah B3 di Fasyankes. Saran yang diberikan kepada Puskesmas Pangi memperbaiki Sistem Pengelolaan Limbah Medis Padat, untuk Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat sekitar puskesmas. Kata kunci: Pengelolaan Limbah Medis Padat, Puskesmas Pangi