cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25491628     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2: 2023" : 5 Documents clear
Analisis Tema pada Novel Dua Belas Cerita Glenn Anggara Berdasarkan Tingkatan Tema Menurut Shipley Bela, Sofi Esa
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 18, No 2: 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.18.2.1-13

Abstract

This research is motivated by the author who wants to determine the theme in the story excerpts of Glen Anggara's novel Dua Belas Cerita based on Shipley's categories, as evidenced by the data according to the story fragments on each page. The purpose of this research is to analyze the themes in Glen Anggara's novel Dua Belas Cerita based on Shipley's categories. The benefits of this research are to add insight and knowledge about the categories of theme levels according to Shipley in Glen Anggara's novel Dua Belas Cerita which refers to daily activities. The research theory is the level of themes according to Shipley, namely physical themes, organic themes, selfish themes, divine themes, and social themes. The type of research used is descriptive qualitative. The data used, namely analyzing the plot on each fragment of the story per page. The author examines the plot of the novel using data analysis techniques. The author collects accurate data using documentation techniques. In this study, the source of document data is the novel Twelve Stories of Glen Anggara by Luluk HF. The results showed that the level of theme according to Shipley was a social theme with a total of 133 data from 27 chapters in the story excerpt.  
Preservasi dan Kurasi Digital dalam Arsip Seni Kontemporer : Sebuah Literatur Review Dyaningsih, Noviati Ayu; Pramudyo, Gani Nur
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 18, No 2: 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.18.2.60-70

Abstract

Preservasi dan kurasi digital dalam arsip seni kontemporer merupakan tantangan yang kompleks di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengkaji literatur secara mendalam mengenai preservasi digital dan kurasi digital dalam arsip seni kontemporer. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki praktik terkini, pendekatan, dan inovasi dalam preservasi dan kurasi digital dalam arsip seni kontemporer yang dilakukan untuk upaya menjaga integritas, aksesibilitas, dan keberlanjutan karya seni kontemporer dalam bentuk digital. Tantangan yang dihadapi dalam preservasi dan kurasi digital dalam arsip seni kontemporer, seperti perubahan teknologi, pemulihan karya seni yang terancam punah, dan perluasan hak cipta. Upaya standarisasi, kerangka kerja, dan adanya kebijakan yang diperlukan untuk memastikan keberhasilan preservasi dan kurasi digital dalam arsip seni kontemporer. Kesenjangan mengenai preservasi digital dan kurasi digital dalam arsip seni kontemporer, seperti pengembangan algoritma untuk mendukung pengawasan dan pemeliharaan karya seni digital, perlindungan privasi dan keamanan data, serta strategi pengarsipan dalam jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan warisan seni kontemporer. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi kurator, ahli arsip, dan praktisi seni dalam memahami tantangan dan peluang dalam mempertahankan dan mengelola warisan digital dalam seni kontemporer dengan menggabungkan perspektif dari berbagai disiplin yang dapat mendorong kolaborasi dan inovasi dalam preservasi dan kurasi digital dalam arsip seni kontemporer di masa depan.
Pudarnya Eksistensi dan Pegeseran Nilai Jajanan Tradisional: Studi Kasus Es Gempol Pleret di Semarang Kurniawan, Nathaniel; Hanjani, Vania Pramudita
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 18, No 2: 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.18.2.14-28

Abstract

Globalisasi telah merambah kepada semua aspek masyarakat, tidak terkecuali pada perubahan preferensi masyarakat pada sektor kuliner. Kuliner terutama pada jajanan tradisional mengalami pelunturan eksistensi yang disebabkan oleh berubahnya selera mayoritas masyarakat di suatu daerah. Hal tersebut terjadi pada es gempol pleret, sebuah jajanan pasar yang awalnya memiliki identitas budaya sebagai simbol jajanan tradisional khas Kota Semarang. Pada masa kini eksistensi es gempol pleret mulai luntur di tengah popularitas jajanan lain yang masuk ke Kota Semarang. Es gempol pleret, yang dulu populer sebagai jajanan yang menyegarkan, kini harus redup di era modern. Hal itu secara sederhana dibuktikan dengan sedikitnya pedagang es gempol pleret yang ditemui, kurang dikenalnya jajanan ini oleh para generasi muda, dan ekspansi dari jajanan ini yang tidak terlihat. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui alasan mengapa simbolisme dalam jajanan es gempol pleret memudar, dan mengapa keberadaan jajanan ini sulit bertahan di tengah kehidupan modern di Kota Semarang. Studi ini menggunakan pendekatan interpretivisme simbolik yang dipopulerkan oleh Clifford Geertz, dengan asumsi bahwa pemahaman manusia terhadap sesuatu akan sejalan dengan makna dan nilai yang melekat pada hal tersebut. Studi ini akan didukung oleh data dari berbagai artikel dan hasil wawancara dengan beberapa penjual es gempol di Kota Semarang.
Faktor Aging Population di Jepang dan Upaya Pemerintah Jepang dalam Mengatasi Fenomena Tersebut Eryano, Mochamad Bintang Putra; Insani, Nurul Amaliah; Parasati, Yafi Annisa; Wardhani, Dyah Lukita; Anwari, Khoirul Rizal; Ayyub, Ichlasul
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 18, No 2: 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.18.2.29-43

Abstract

Aging population is an issue that is quite worrying in Japan. From year to year the population birth graph continues to decline combined with life expectancy which causes Japan's population to age very quickly. This research tries to discuss the relationship between the factors that influence the aging population, accompanied by solutions carried out by the Japanese government to overcome the aging population. This research aims to describe the causes of the aging population and what the government's strategy is to overcome this. This research is a qualitative research. Data sources include scientific articles and reports from Japanese government agencies that discuss the aging population. The discussion is carried out by identifying problems using a social change theory approach. The results of the analysis show that the aging population phenomenon in Japan is caused by decreasing birth rates, urbanization, changes in modern lifestyles, and traditional gender roles. The Japanese government has implemented several things in response to this problem. However, this challenge requires cross-sector collaboration to create an environment that supports child birth and child growth.
Reinterpretasi "Sajak Anak Muda" Karya W.S.Rendra dalam Pementasan Lintasmedia Mukafi, Muhammad Hamdan; Al Faqih, Dinar Rizqy
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 18, No 2: 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.18.2.44-59

Abstract

Literature is not always related to aesthetic texts only. In fact, literary texts are capable of transformation as a reinterpretation process is carried out on a work, such as the process of reinterpretation of a work, such as the performances that inspired the poem "Sajak Anak Muda" written by by W.S. Rendra. As a poet, Rendra has already interpreted the poem in the form of performance of his poem. Because of the ability of the poem to an era beyond the time it was written, it is not surprising that Emhaf and Gazebo Theater also reinterpreted and created new nuances to the poem. The new nuances that are present are questioned as a reception that is realized in the form of a theatrical performance. Furthermore, the ability of reception that presents a new interpretation is also examined to what extent it is able to be present in the space and time of the poem. Also, to what extent it is able to exist in a time and space that exceeds the time when the poem was written. Thus, a continuous effect is born that looks at how the poem is perceived. Emhaf and Gazebo Theater re-represent the educational context that developed from the poem of the poem "Sajak Anak Muda" by W.S. Rendra.Sastra tidak selalu berkaitan dengan teks estetik saja. Nyatanya, teks sastra mampu bertransformasi sebagaimana proses reinterpretasi dilakukan terhadap suatu karya, seperti pertunjukan-pertunjukan yang mengilhami puisi “Sajak Anak Muda” yang ditulis oleh W.S. Rendra. Sebagai penyair, Rendra sudah pernah melakukan interpretasi dalam bentuk pementasan terhadap puisi karyanya tersebut. Oleh sebab kemampuan puisi tersebut untuk pada zaman yang melebihi waktu ditulisnya, tidak mengherankan apabila Emhaf dan Teater Gazebo pun melakukan reinterpretasi dan menciptakan nuansa baru terhadap puisi tersebut. Nuansa baru yang hadir dipersoalkan sebagai resepsi yang diwujudkan dalam bentuk pementasan teaterikal. Lebih lanjut, kemampuan meresepsi yang menghadirkan interpretasi baru itu pun dikaji sejauhmana mampu hadir dalam ruang dan waktu yang melebihi zaman ketika puisi tersebut ditulis. Hingga lahirlah efek yang berkesinambungan melihat bagaimana Emhaf dan Teater Gazebo merepresentasikank embali konteks pendidikan yang berkembang dari puisi “Sajak Anak Muda” karya W.S. Rendra.

Page 1 of 1 | Total Record : 5