cover
Contact Name
Putri Wulandini S
Contact Email
putri.wulandini@univrab.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
JKA@univrab.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Abdurrab
Published by Universitas Abdurrab
ISSN : 25412620     EISSN : 25798723     DOI : -
Core Subject : Health,
JKA adalah Jurnal Keperawatan Abdurrab yang lahir November 2016, jurnal ini merupakan wadah penelitian bagi dosen dan perawat, mengenai perkembangan keilmuan keperawatan. Jurnal ini telah memiliki OJS (E-ISSN: 2579-8723) dan sangat membantu bagi rekan-rekan yang membutuhkannya. JKA terbit pada bulan juli dan Januari.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
PENGARUH KEBERHASILAN TERAPI SPRITUAL EMOTIONAL TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH DI DESA PANDAU JAYA KEC.SIAK HULU KAB.KAMPAR Maswarni Warni
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 1 (2020): Vol 4 No 1 Tahun 2020
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159 KB) | DOI: 10.36341/jka.v4i1.1354

Abstract

Hipertensi adalah masalah utama dalam kesehatan masyarakat di Indonesia serta di beberapa negara di dunia. SEFT termasuk teknik relaksasi yang penggabungan teknik sistem tubuh dan terapi spiritual menggunakan menekan pada titik-titik tertentu pada tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada pengaruh keberhasilan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap penurunan tekanan darah pada masyarakat di Desa Pandau Jaya. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental pre dan post control group design dan berjumlah 64 responden dibagi menjadi dua kelompok,kelompok intervensi 32 responden dan kelompok kontrol 32 responden. Instrumen penelitian teriri dari tensimeter air raksa, manset ukuran dewasa dan stetoskop. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pada penelitian ini digunakan ujistatistik Uji t dependent(paired-sample t test) untuk mengetahui apakah ada perubahan yang bermakna antara nilai tekanan darah sebelum dan sesudah terapi SEFT, baik tekanan darah sistolik maupun tekanan darah diastolik. Dalam penelitian ini menggunakan tingkat kepercayaan CI 95% dan tingkat kemaknaan 0.05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-P = 0,000 (P <0,05). Ada pengaruh terapi SEFT terhadap penurunan tekanan darah sistole dan diastole pada pasien hipertensi
Gambaran Motivasi Intrinsik Dan Ekstrinsik Masyarakat Dalam Pemakaian Gigi Tiruan Di Desa Muara Bahan Kabupaten Kuantan Singingi Jihan Natassa; Yeyen Gumayesty; Raviola Raviola
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 2 (2021): Vol 4 No 2 Januari 2021
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v0i2.1366

Abstract

Dalam pengambilan keputusanuntuk menggunakan gigi tiruan, faktor motivasi memegang peranan yang sangat besar. Sebagian masyarakatmemakai gigi tiruan disebabkan motivasi ekstrinsik dan sebagian lagi disebabkan motivasi instristik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk diketahuinya gambaran motivasi masyarakat dalam pemakaian gigi tiruan di Desa Muara Bahan Kabupaten Kuantan Singingi Tahun 2018. Jenis penelitian ini kuantitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian dilaksanakan di desa muara Bahan Kabupaten Kuantan Singingi pada bulam Februari-Agustus2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Dusun III Desa Muara Bahan Kabupaten Kuantan Singingi dengan jumlah populasi 2936 orangdengansampel 97 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik stratified sampling (proportional sampling). Hasilpenelitianmenunjukanmayoritas responden yang menggunakan gigi tiruan yaitu sebanyak 58 responden (59,9%) sedangkan responden yang pernah menggunakan gigi tiruan sebanyak 39 responden (40,2%), mayoritas kebutuhan responden dalam pemakaian gigi tiruan tinggi yaitu berjumlah 82 responden (84,5%) sedangkan responden yang berkebutuhan rendah berjumlah 15 responden (15,5%). mayoritas berpersepsi positif yaitu berjumlah 93 responden (95,9%) sedangkan responden yang berpersepsi negatif berjumlah 4 responden (4,1%).mayoritas berpengetahuan tinggi yaitu berjumlah 88 responden (90,7%) sedangkan responden yang berpengetahuan rendah berjumlah 9 responden (9,3%).mayoritas mengatakan tidak ada pelayanan pembuatan gigi tiruan yang lengkap yaitu berjumlah 96 responden (99,0%) sedangkan responden yang mengatakan ada pelayanan pembuatan gigi tiruan yang memiliki fasilitas lengkap berjumlah 1 responden (1,0%) Dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden memakai gigi tiruan, berpresepsi positif dan berpengetahuan tinggi. Diharapkan pengguna gigi tiruan menjaga kesehatan gigi dan mulut dan dapat memperhatikan dampak dari kehilangan gigi. Referensi : 18(2005-2016) Kata Kuncu : Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik Masyarakat, Pemakaian Gigi Tiruan
Hubungan antara durasi tidur dan kualitas hidup dengan kegemukan pada mahasiswa keperawatan UMP Cindy Yuni Fitri; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 2 (2021): Vol 4 No 2 Januari 2021
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v0i2.1373

Abstract

ABSTRACT Background : Overweight and obesity is a common health problem and continues to increase at this time.Overweight and obesity can affect both all ages ranging from children, adolescents, to the elderly, and all genders, either male or women. Factors that influenced obesity including genetic, physical activity, and eating patterns. In addition, quality of life and duration of sleep were among the factors that affected obesity. Less sleeping at night was related to the occurrence of overweight. The occurrence of overweight became higher whena person slept with a duration of 7 hours per day. This showed that the less time to sleep the greater the occurrence of overweight. While the quality of one's life was related to unhealthy lifestyles such as the habits of having dinner and snacks at night, the habit of eating high-fat fast food, and rarely exercising.Objective: To determine the correlation between sleep duration and quality of life with obesity in Nursing students of Universitas Muhammadiyah Purwokerto.Method: Observational analytic with cross sectional approach was used in this study. The samples were taken by using random sampling technique. There were 30 respondents who fit the inclusion and exclusion criteria.Univariate and bivariate with chi square test were used to analyzed the data.Results: (1)There was a correlation between sleep duration and obesity in Nursing students with a value = 0.025.(2) There was no relationship between quality of life and obesity in Nursing students with a value = 0.855. Conclusions: Lack of sleeping can affect the occurrence of overweight to someone but there is no effect on the quality of life to overweight. Keywords: Sleep duration, quality of life, overweight, students.
Kebutuhan Keluarga Pasien Critical Care Unit (CCU) repindra oktari; Hellena Deli; Lita Lita
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 2 (2021): Vol 4 No 2 Januari 2021
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v4i2.1471

Abstract

Family Needs of Patients Admitted to Critical Care Unit (CCU) Abstract The growing threat of patients’ death will impact on their family’s worry and stress which will negatively affect the role of the family as a part of the support system for the patient. The purpose of this study is to determine family needs of patients admitted to CCU of Arifin Achmad General Hospital of Riau Province. This is a quantitative study using descriptive design with 21 respondents chosen using consecutive sampling technique. The data were collected using questionnaire and then analyzed using univariate analysis. The study found that, regarding the need for service guarantees, 85.7% respondents stated that it was very important to understand the purpose of the medication and health treatment given to the patient; regarding the need for information, 66.7% respondents stated that it was very important to know the real condition of the patient; regarding the need for mental support from the family, 71.4% respondents stated that it was very important to have support from the family; regarding the need for convenience, 42.9% respondents stated that it was important and very important that they were provided with washroom close to the waiting room as well as the waiting room close to the intensive room; and regarding the need for closeness, 38.1% respondents stated that it was very important to be able to visit the patient at CCU with one member of the family. It can be concluded that the need for understanding the purpose of the medication and health treatment given to the patient is the one that patients’ family need the most. It is suggested that the nurses prioritize providing nursing care for the most needed family needs. Key words: CCU, Family needs. Kebutuhan Keluarga Pasien Critical Care Unit (CCU) Abstrak Besarnya ancaman kematian pasien akan memiliki dampak kecemasan dan stres keluarga dan berdampak pada peran keluarga sebagai support system menjadi tidak maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kebutuhan keluarga pasien CCU di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif, pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 21 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian didapatkan pada kebutuhan jaminan pelayanan 85.7% responden menyatakan sangat penting untuk mengetahui tujuan pengobatan dan tindakan perawatan yang diberikan, pada kebutuhan informasi 66.7% responden menyatakan sangat penting mengetahui kondisi pasien yang sebenarnya, pada kebutuhan dukungan mental keluarga 71.4% responden menyatakan sangat penting mendapatkan dukungan antar keluarga, pada kebutuhan kenyamanan 42.9% responden menyatakan penting dan sangat penting untuk tersedia kamar mandi dekat ruang tunggu dan tersedia ruang tunggu didekat ruang intensif, serta pada kebutuhan kedekatan 38.1% responden menyatakan sangat penting untuk mengunjungi pasien diruang intensif (CCU) bersama salah satu kerabat. Dapat disimpulkan bahwa kebutuhan mengetahui tujuan pengobatan dan tindakan perawatan yang diberikan merupakan kebutuhan yang paling dibutuhkan keluarga. Kepada perawat disarankan untuk memprioritaskan asuhan keperawatan terhadap kebutuhan keluarga yang paling dibutuhkan. Kata kunci : CCU , Kebutuhan keluarga.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dan Kepatuhan Minum Obat Dengan Kekambuhan Klien Gangguan Jiwa Berat Alber Tanjung; Novy CD Helena; Dewi Eka Putri
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 2 (2021): Vol 4 No 2 Januari 2021
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v0i2.1560

Abstract

ABSTRAC National prevalence of severe mental disorder is 1,7 per mil meaning 1-2 person in 1000 resident suffered from severe mental disorder. The highest prevalence is in Daerah Istimewa Yogyakarta and Aceh (0,27%). Prevalence of severe mental disorder in West Sumatera is (0,19%). This study was aimed to get an overview of relationship between family support and medication compliance with clients recurrence in severe mental disorder. Analytical design with cross sectional with the number of respondents 184 clients of severe mental disorder and family in Mental Care Unit A RSJ. Prof. Dr. HB. Saanin Padang. Samples in this study were taken with purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires of family support and medication compliance. Research shows that there are significant difference between family support with high recurrence and low recurrence (p <0.05), no significant difference between medication compliance with high recurrence and low recurrence (p <0.05), Results of this study are expected to be contribution for nurses and related institutions in order to advise the family to oversee the client to take medication on a regular basis so that recurrence can be prevented, providing related penkes on taking medication and home settings visite. Keywords: family support, medication compliance, reccurence clients of severe mental disorder ABSTRAK Prevalensi gangguan jiwa berat secara Nasional 1,7 per mil yang berarti 1-2 orang dalam 1000 penduduk mengalami gangguan jiwa berat. Prevalensi gangguan jiwa berat tertinggi di Daerah Istimewa Jogjakarta dan Aceh (0.27 %), sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat di Sumatera Barat mencapai (0.19%) . Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat dengan kekambuhan pada klien gangguan jiwa berat. Desain Analitik dengan pendekatan potong lintang (Cross sectional) dengan jumlah responden 184 orang klien gangguan jiwa berat dan keluarga di Unit Pelayanan Jiwa A RSJ. Prof. Dr. HB. Saanin Padang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kekambuhan tinggi dan kekambuhan rendah dengan nilai (p<0,05), ada perbedaan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kekambuhan tinggi dan kekambuhan rendah dengan nilai (p<0,05). Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukkkan bagi perawat dan intansi terkait agar menganjurkan kepada keluarga untuk mengawasi klien untuk minum obat secara teratur agar kekambuhan dapat di cegah,memberikan penkes terkait pengaturan minum obat dan home visite. Kata kunci : dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, kekambuhan klien gangguan jiwa berat.
Hubungan Kualitas Menu Terhadap Status Gizi Remaja Di Pondok Pesantren Syafa'aturrasul ,Taluk Kuantan 2020 Andalia Roza; Putri Wulandini; Arrasidah Nailul Hasanah
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 2 (2021): Vol 4 No 2 Januari 2021
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v4i2.1589

Abstract

Nutritional status is the state of the body as a result of food consumption and use of nutrients nutritional status can also be interpreted as a physical sign caused by a balance between income and expenditure through nutrition through certain variables, namely indicators. The quality of the menu is one of the main things besides service and kitchen cleanliness that must be maintained properly. The purpose of this study is to find out whether there is a relationship between the quality of the menu to the nutritional status of adolescents in the Pondok Ampar Syafa'aturrasul Batu Ampar, Beringin Taluk Kuantan. This type of research is correlated with cross sectional research design. The population in this study were all adolescents in Syafa'aturrasul Islamic Boarding School with a total of 800 inhabitants. The sample used was 267 students. The sampling technique is to use cluster sampling technique. The research instrument used observation sheets. The data obtained was processed by univariate and bivariate data analysis. The results obtained p value 0.27 means p value> 0.05, it can be concluded that there is no significant relationship between the quality of the menu on the nutritional status of adolescents in the Gyafa'aturrasul Islamic boarding school in Beruk, Taluk Kuantan. It is expected that the cottage together with parents work together to prevent and provide health education on good nutritional status for adolescence.
TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN GASTRITIS PADA PENYEBAB GASTRITIS RELAPSE Andalia Roza; Fahruddin Fahruddin; Putri Wulandini
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 2 (2021): Vol 4 No 2 Januari 2021
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v4i2.1596

Abstract

Hubungan Lingkungan dengan Perilaku Seksual Remaja di SMK X Pekanbaru Nike Puspita Alwi; Ainil Fitri; Mutia Ulfa
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 2 (2021): Vol 4 No 2 Januari 2021
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v4i2.1597

Abstract

Masa remaja sebagai masa peralihan perkembangan masa anak - anak menjadi dewasa, yang rentan akan perilaku-perilaku negatif. Salah satunya adalah perilaku seksual berisiko. Lingkungan dapat menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku seorang remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan lingkungan dengan perilaku seksual remaja. Desain penelitian bersifat komparatif dengan pendekatan crosssectional. Penelitian dilakukan dari bulan Oktober 2019 hingga April 2020 dengan pengumpulan data pada bulan Maret 2020 menggunakan kuesioner pada 152 orang siswa – siswi di SMK X Pekanbaru. Pengolahan data menunjukkan dengan pengujian Chi-Square. Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan dengan perilaku seksual pada siswa di SMK X Pekanbaru (P value = 0,043) dengan α = 0,05. Saran bagi sekolah agar memberikan edukasi tentang perilaku seksual positif dan negatif, faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya, resikonya serta meningkatkan penanaman nilai moral pada siswa-siswi mereka.
KARAKTERISTIK PENDERITA TUBERKULOSIS ANAK DI PUSKESMAS SAIL PEKANBARU trisiwi kusuma ningrum
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 2 (2021): Vol 4 No 2 Januari 2021
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v4i2.1599

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). TB pada anak sering terjadi tanpa gejala yang spesifik. Faktor risiko yang berperan penting dalam penularan penyakit TB pada anak adalah adanya riwayat kontak anak dengan penderita TB dewasa, status gizi anak, dan status imunisasi BCG. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat karakteristik Penderita Tuberkulosis Anak Di Puskesmas Sail Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengambilan sampel total sampling dengan jumlah 12 orang anak. Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder dari catatan rekam medik pasien dan data hasil wawancara dengan penanggungjawab TB dengan menggunakan lembar check list dengan analisa data univariate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang menderita TB memiliki karakteristik mayoritas berusia 2-12 tahun .Jenis kelamin penderita TB anak antara laki-laki dan perempuan berbanding sama dengan jumlah 6 orang (50%). Mayoritas anak dinyatakan positif mengalami TB berdasarkan pemeriksaan tes mantoux sebanyak 11 orang (91.7%). Anak yang positif menderita TB yang terdapat riwayat kontak dengan penderita TB hanya 4 orang (58.3%). Semua anak yang menderita TB memiliki riwayat pernah diberi imunisasi BCG . Berdasarkan status sosial ekonomi anak yang menderita TB berasal dari status ekonomi tinggi dan menengah berbanding sama yang masing masing berjumlah 6 orang (50%). Ventilasi rumah penderita TB yang kurang baik sebanyak 7 orang (58.3%). Pencahayaan rumah penderita TB mayoritas tidak terang sebanyak 8 responden (66.7%). Disarankan kepada petugas kesehatan Puskesmas Sail untuk lebih meningkatkan kegiatan edukasi kesehatan kepada masyarakat tentang karakteristik tuberkulosis untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memiliki prilaku hidup bersih dan sehat yang lebih baik untuk mengurangi terjadinya penyakit tuberculosis.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALTRUISME MASYARAKAT DALAM MENDONORKAN DARAH yoga muchlana
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 2 (2021): Vol 4 No 2 Januari 2021
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v4i2.1602

Abstract

Abstrak Altruisme adalah tindakan sukarela yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk menolong tanpa mengharapkan imbalan apapun. Faktor yang mempengaruhi altruisme ada pengaruh situasi dan pengaruh dalam diri individu. Donor darah merupakan proses menyalurkan darah atau produk berbasis darah dari satu orang ke sistem peredaran orang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi altruisme masyarakat dalam mendonorkan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pekanbaru dengan desain penelitian deskriptif. Sampel penelitian adalah 100 responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi dengan menggunakan tekhnik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisa yang digunakan adalah analisa deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan responden sebanyak 39 responden (39% ) berusia remaja akhir (17 – 25) tahun. Jenis kelamin laki- laki 62 responden (62%). SMA 26 responden (26%). Tidak bekerja 30 responden (30%). Agama Islam 89 responden (89%). Pengaruh situasi pada kehadiran orang lain 79 (79%), daya tarik 75 (75%), atribusi terhadap korban 79 (79%), menolong jika orang lain menolong 79 (79%), desakan waktu 76 (76%), sifat kebutuhan korban 72 (72%). pengaruh dalam diri individu pada suasana hati (mood) 81 (81%), sifat 76 (76%), jenis kelamin 67 (67%), tempat tinggal 68 (68%), pola asuh 81 (81%). Hal ini menunjukkan bahwa perilaku altruisme masyarakat masih tinggi. Penelitian ini merekomendasikan masyarakat agar terus meningkatkan kepedulian sosial untuk membantu sesama tanpa mengharapkan imbalan. Kata Kunci : Altrusime, Donor darah.