cover
Contact Name
Putri Wulandini S
Contact Email
putri.wulandini@univrab.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
JKA@univrab.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Abdurrab
Published by Universitas Abdurrab
ISSN : 25412620     EISSN : 25798723     DOI : -
Core Subject : Health,
JKA adalah Jurnal Keperawatan Abdurrab yang lahir November 2016, jurnal ini merupakan wadah penelitian bagi dosen dan perawat, mengenai perkembangan keilmuan keperawatan. Jurnal ini telah memiliki OJS (E-ISSN: 2579-8723) dan sangat membantu bagi rekan-rekan yang membutuhkannya. JKA terbit pada bulan juli dan Januari.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
HUBUNGAN PERAN PENGAWAS MINUM OBAT OLEH KELUARGA TERHADAP PENGETAHUAN KELUARGA PENTINGN PENGOBATAN TBC DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWANG KEC. TUALANG KAB. SIAK 2019 Putri Wulandini; Aulia Sintiawati; Roni Saputra
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 3 No 2 (2020): Vol 3 No. 2 (Januari 2020)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.871 KB) | DOI: 10.36341/jka.v3i2.1123

Abstract

The family can be used as a Drug Supervisor (PMO), because it is known, trusted and approved, both by health workers and sufferers, in addition it must be respected, respected and live close to sufferers and willing to help sufferers voluntarily. The purpose of this study was to determine the relationship of PMO by families to knowledge about the importance of TB treatment. This research uses quantitative research and correlation design with cross sectional approach. This research was conducted in the Perawang Health Center Work Area Kec. Kab. Kab. Siak The population in the study were all tuberculosis patients, amounting to 150 people. The sample in this study was taken with the Total Sampling technique. Data collection is done by distributing questionnaires containing 30 statements and then processed with steps of editing, coding, data entry, and cleaning, then analyzed by univariate and bivariate. The results showed that the relationship between the role of the PMO by the family against knowledge, it is hoped that officers will further motivate families with TB to make repentance. Keywords: Role of PMO, Family, Knowledge, TB
ANALISIS TINDAKAN KELUARGA DALAM MENANGANI PASIEN ACUTE CORONARY SYNDROME (ACS) PRE HOSPITAL Novela Lyrizki; Safri Safri; Lita Lita
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 1 (2020): Vol 4 No 1 Tahun 2020
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.736 KB) | DOI: 10.36341/jka.v4i1.1234

Abstract

ABSTRAK Acute coronary syndrome (ACS) merupakan penyakit yang mengancam kehidupan apabila tidak ditangani dengan cepat. Tindakan yang diberikan oleh keluarga kepada pasien ACS dengan tujuan mengurangi keluhan pada pasien yang menyebabkan penundaan untuk datang ke pelayanan kesehatan akan memperburuk keadaan pasien. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui analisis tindakan keluarga dalam menangani pasien ACS pre hospital di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Rancangan penelitian adalah kuantitatif deskriptif dengan jumlah populasi 119 dan sampel 34 orang dengan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian ini berdasarkan jumlah tindakan didapatkan 14 orang (41,2%) yang melakukan satu tindakan, dengan tindakan terbanyak adalah istirahat dan segera dibawa ke rumah sakit. Dengan penelitian ini diharapkan keluarga mampu melakukan tindakan yang tepat dengan mengistirahatkan pasien dan segera membawa pasien ke pelayanan kesehatan dengan segera. Kata kunci : Acute Coronary Syndrome (ACS), Pelayanan kesehatan, Tindakan keluarga
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN WAITING TIME PADA PASIEN TRIAGE KUNING Milda Aprilian Sari; Susi Erianti; Erna Marni
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 1 (2020): Vol 4 No 1 Tahun 2020
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.438 KB) | DOI: 10.36341/jka.v4i1.1240

Abstract

Abstrak Waiting time diartikan rentang waktu kedatangan pasien emergency yang diukur mulai dari pasien datang sampai ditransfer keruangan lain. Penumpukan pasien (overcrowded) merupakan masalah yang sering terjadi di Instalasi Gawat Darurat yang dapat menyebabkan waktu tunggu yang lama. Waktu tunggu yang baik dapat meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan yang lebih kepada pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan waiting time pada pasien triage kuning di IGD RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang masuk IGD pada triage kuning dengan teknik pengambilan sampel menggunakan concecutive sampling sebanyak 85 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan metode Check List. Hasil bivariat dengan uji chi-square didapatkan bahwa dari empat faktor yang dianalisa terdapat faktor yang berhubungan dengan waiting time adalah waktu kembalinya hasil pemeriksaan laboratorium. Sedangkan faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan waiting time pada pasien triage kuning yaitu rasio perbandingan perawat dengan pasien pershift, sarana prasarana, dan adminstrasi. Diharapkan kepada pihak manajemen RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau untuk terus mengontrol performa pelayanan pada pemeriksaan penunjang yaitu waktu tunggu kembalinya hasil pemeriksaan laboratorium agar tidak melebihi standar yang telah ditetapkan oleh rumah sakit sehingga dapat mengurangi waktu boarding pasien yang memanjang. Kata kunci: Pasien triage kuning, Waiting Time Factors Associated with Yellow Triage Patients’ Waiting Time Abstract Waiting time refers to time span of emergency patients has to spend, starting from patient’s arrival to patient being transferred to another room. Overcrowding is a common problem faced at emergency department causing longer waiting time for patients. Shorter waiting time can improve quality of service and patients’ level of satisfaction. This study was aimed to determine factors associated with yellow triage patients’ waiting time at emergency department of Arifin Achmad General Hospital of Riau Province. This observational-analytic study was carried out using cross sectional approach. Samples of this study were patients entering Emergency Department with yellow triage category, with 85 respondents who were recruited using consecutive sampling technique. Observation sheet and check list method were used as the study instruments. The result of univariate and bivariate analyses using Chi-square test showed that of all four analyzed factors associated with patient waiting time, the most significantly related one was waiting time for laboratory test results. In contrast, the least related factors were nurse-patient ratio per shift, facilities and infrastructures, and administration procedure. It is expected that the management of Arifin Achmad General Hospital of Riau Province to maintain control of the service performance on supporting examination, especially waiting time for the laboratory test result, which will reduce the amount of patient boarding time which keeps extending. Keywords: Yellow triage patient, Waiting Time
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP MOTIVASI MENGONTROL KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DM TIPE II Dian Sukma Dewi Arimbi; Lita Lita; Rani Lisa Indra
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 1 (2020): Vol 4 No 1 Tahun 2020
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.787 KB) | DOI: 10.36341/jka.v4i1.1244

Abstract

Motivasi dari setiap individu berkaitan dengan pengetahuan yang dimiliki masing-masing pasien. Tingkat motivasi pasien yang rendah dapat dipengaruhi oleh pengetahuan yang rendah terutama tidak didapatkannya pendidikan kesehatan secara baik, sehingga kontrol gula darah pada pasien DM tipe II tidak dapat berjalan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap motivasi mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-eksperiment dengan desain one group pre and post test. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari. Dengan sampel yang digunakan sebanyak 35 pasien DM menggunakan teknik penelitian Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner demografi responden dan kuesioner motivasi yang di uji menggunakan dependent t-test. Hasil menunjukkan bahwa pengaruh pendidikan kesehatan terhadap motivasi dalam mengontrol kadar gula darah pada pasien DM tipe II diperoleh p 0.000. Kesimpulan yaitu ada pengaruh antara pendidikan kesehatan terhadap motivasi pasien DM tipe II dalam mengontrol kadar gula darah di wilayah kerja puskesmas Rejosari. Dari hasil penelitian diharapkan kepada pihak puskesmas khususnya puskesma Rejosari untuk dapat meningkatkan kegiatan baik berupa kegiatan penyuluhan dan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan motivasi pasien DM tipe II mengontrol kadar gula darah. Kata kunci : Diabetes Melitus, Motivasi, Pendidikan Kesehatan.
HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN KUANTITAS DAN KUALITAS TIDUR PADA ANAK SEKOLAH (KELAS IV DAN V) DI SD NEGERI 182 KOTA PEKANBARU Shahibatul Hablaini; Raja Fitrina Lestari; Sekani Niriyah
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 1 (2020): Vol 4 No 1 Tahun 2020
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.162 KB) | DOI: 10.36341/jka.v4i1.1252

Abstract

Penggunaan gadget meningkat seiring banyaknya fungsi khusus yang disediakan, salah satunya adalah akses fitur sosial media, game dan sebagainya. Kurangnya kemampuan individu mengontrol waktu penggunaan gadget mengakibatkan buruknya kuantitas dan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan kuantitas dan kualitas tidur pada anak sekolah (kelas IV dan V). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17 Mei dan 17 Juni 2019 di SD Negeri 182 Kota Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dan siswi kelas IV dan V, dengan jumlah sampel 150 orang yang diambil secara strata dan acak, alat pengumpulan data adalah kuesioner dengan pengolahan data menggunakan komputerisasi dan analisa dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan penggunaan gadget dengan kuantitas tidur pada anak sekolah (kelas IV dan V) (Pvalue = 0,410 > 0,05), dan terdapat hubungan penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada anak sekolah (kelas IV dan V) (Pvalue = 0,041 < 0,05). Diharapkan kepada pihak sekolah memberikan peraturan agar anak tidak mengunakan gadget pada saat jam sekolah, serta pihak sekolah harus bekerja sama dengan orang tua dalam penggunaan gadget pada anak, agar anak terhindar penggunaan gadget yang buruk dan meningkatkan kuantitas dan kualitas tidur anak agar anak tidak mengantuk dan lebih konsentrasi di jam sekolah. Kata Kunci : Penggunaan gadget, kuantitas dan kualitas tidur
DESKRIPSI EFEK SAMPING OBAT ANTI TB PADA PASIEN TB YANG SEDANG MENJALANI PENGOBATAN TB DI PUSKESMAS HARAPAN RAYA PEKANBARU Trisiwi Kusuma Ningrum; Mailur Rahmi
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 1 (2020): Vol 4 No 1 Tahun 2020
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.136 KB) | DOI: 10.36341/jka.v4i1.1298

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) is an infectious disease that must get special treatment with antibiotics given at least 6 months. The use of anti-TB drugs with various types of drugs and a long duration can cause complaints of side effects. This study aims to determine the side effects of anti-TB drugs in TB patients who are treating TB treatment at the health center. This research is descriptive with 35 respondents. The data collection method used a questionnaire and was carried out on 18 June-18 July 2019. The results showed that 27 respondents (77.1%) experienced side effects of anti-TB oabat, while only 8 respondents (22.9%) had no complaints. The most common complaints experienced by TB sufferers during treatment were complaints of tingling and burning sensation in the legs of 13 people (37.1%) and followed by other side effects in the form of no appetite as many as 6 respondents (17.1), joint pain as many as 9 respondents ( 25.7), redness in urine (urine) by 8 respondents (22.9), itching and redness on the skin by 11 respondents (31.4), impaired balance by 6 respondents (17.1), icterus without other causes by 4 respondents (11.4), visual impairment as many as 6 respondents (17.1), purpura and climbing (shock) as much as 1 respondent (2.9). Keywords: Side Effects, Anti-TB drugs
TINDAKAN IBU DALAM CARA PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK STUNTING DI TAPUNG KABUPATEN KAMPAR Yulia Febrianita; Ainil Fitri
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 1 (2020): Vol 4 No 1 Tahun 2020
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.704 KB) | DOI: 10.36341/jka.v4i1.1321

Abstract

Prevalensi balita pendek mengalami peningkatan dari tahun 2016 yaitu 27,5 % menjadi 29,6% pada tahun 2017 (Kemendesa PDTT, 2017). Ada dua penyebab langsung terjadinya kekurangan gizi yaitu kurangnya asupan gizi dari makanan dan penyakit infeksi. Ketepatan pemberian makanan pendamping ASI dalam pola asuh makan juga mempunyai pengaruh pada peningkatan tinggi badan anak khususnya pada umur dibawah 2 tahun sehingga dapat mengurangi resiko stunting (Khaerunnisa, dkk.2019). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tindakan ibu dalam cara pemberian makan pada anak stunting di Tapung Kabupaten Kampar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita dengan stunting di Tapung Kabupaten Kampar. Jumlah sampel penelitian ini adalah 66 ibu, dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan (Balita dengan stunting umur 6-24 bulan, dan ibu yang bersedia menjadi responden). Teknik sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Instrument penelitian menggunakan kuisioner dengan skala likert. Hasil penelitian yang dilakukan tahun 2020 di Tapung Kabupaten Kampar Provinsi Riau tentang Tindakan ibu dalam cara pemberian makan pada balita dengan stunting adalah kategori cukup, dengan 33 responden (49,5%). Diharapkan kepada orangtua terutama ibu yang memilki balita stunting di Tapung Kabupaten Kampar, lebih memperhatikan pengelolaan makanan yang akan diberikan kepada balita, pengelolaan makanan yang baik dengan memperhatikan kandungan gizi ABSTRACT The prevalence of short toddlers has increased from 2016 which is 27.5% to 29.6% in 2017 (Kemendesa PDTT, 2017). There are two direct causes of malnutrition, namely lack of nutrition from food and infectious diseases. The accuracy of breastfeeding complementary feeding in parenting also has an influence on increasing a child's height, especially at the age of under 2 years so as to reduce the risk of stunting (Khaerunnisa, et al. 2019). The purpose of this study was to identify the actions of mothers in the way of feeding stunting children in Tapung, Kampar Regency. The population in this study were all mothers who have children under five with stunting in Tapung, Kampar Regency. The number of samples of this study were 66 mothers, with established inclusion criteria (Toddlers with stunting aged 6-24 months, and mothers who were willing to be respondents). The sample technique used is accidental sampling. The research instrument used a questionnaire with a Likert scale. The results of a study conducted in 2020 in Tapung, Kampar Regency, Riau Province on the actions of mothers in feeding methods to toddlers with stunting are in the adequate category, with 33 respondents (49.5%). It is expected that parents, especially mothers who have stunting toddlers in Tapung, Kampar Regency, pay more attention to food management that will be provided to toddlers, good food management by paying attention to nutritional content. Keywords: Mother, Feeding, Toddler, Stunting
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG APD PEMBUATAN TAHU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI OLEH PEKERJA PABRIK TAHU WARDI DI JL.CIPTA KARYA DAN PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU 2020 Neneng Neng Sanjaya; Putri Wulandini; Roni Saputra
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 1 (2020): Vol 4 No 1 Tahun 2020
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.013 KB) | DOI: 10.36341/jka.v4i1.1331

Abstract

This study aims to determine whether there is a Knowledge Relationship about Tofu Makers to the Use of Personal Protective Equipment by Tofu Factory Workers at Jl.Cipta Karya and Kec.Payung Sekaki Pekanbaru City. The method of collecting data in this study through observation and questionnaire methods and library research to in this study were 38 Tofu factory workers on Jl.Cipta Karya and Kec.Payung Sekaki Pekanbaru City. The Sampling Technique used was the Total Sampling Technique, Total Sampling was a sampling technique where the number of samples was equal to the total population (Sugiono, 2011). The results of the analysis do not have a relationship between knowledge and the use of PPE proven in the data analysis shows that there were 30 people or 78.9% who did not use PPE completely and it could be stated that their knowledge was lacking.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN PEKANBARU TAHUN 2020 Lora Marlita; Viola Oktavia; Putri Wulandini
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 1 (2020): Vol 4 No 1 Tahun 2020
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.381 KB) | DOI: 10.36341/jka.v4i1.1338

Abstract

ABSTRACT The family is the most important unit in the development of scizophrenia patients. Good family support can help patients in terms of prevention of recurrence. Scizophrenic improving the helth status of patients and giving full attention in providing support will affect the reduced recurrence in patients. The study aims to identify the relationship of family support with recurrence of scizoprhenic patients at Riau Province Tampan mental hospital. The design of this study was dynamics correlation. The population in this study is outpatient family. The sample in this study amounted 181 respondents. Data collection was carried out in March 2020 with the use of a questionnaire. The result were analyzed by using chi-square test to see the relationship between the two varibles, namely family support and recurrence, then the result of the study are presented using the frequency distribution table. From the result of the research that has been done, it is know there is a significant relationship between family support and recurrence. Based on the result of these studies it is expected to the family to provide themselves in assisting patients everyday so as to prevent the recurrence of patient Keyword :Family support, Outpatient Response of Outpatient Scizophrenia ABSTRAK Keluarga merupakan unit terpenting dalam perkembangan pasien skizofrenia. Dukungan keluarga yang baik dapat membantu pasien dalam hal pencegahan kekambuhan. Pasien skizofrenia yang berasal dari keluarga yang memiliki support system yang baik dalam hal mempertahankan dan meningkatkan status kesehatan pasien serta memberikan dukungan akan berpengaruh pada berkurangnya kekambuhan pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Provinsi Riau. Desain penelitian ini adalah dinamika korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga pasien rawat jalan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 181 responden. Pengumpulan data dilakukan pada bulan maret 2020 dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini dianalisa dengan menggunakan uji chi-square untuk melihat adanya hubungan antara kedua variabel yaitu dukungan keluarga dan kekambuhan, kemudian hasil penelitian disajikan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka diketahui ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kekambuhan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka diharapkan kepada keluarga agar memberikan diri dalam mendampingi pasien sehari-hari sehingga dapat mencegah kekambuhan pesien. Kata kunci: Dukungan keluarga, Kekambuhan pasien skizofrenia
PENGARUH SENAM DIABETIK TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RUMBIO JAYA Riamah Riamah
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 4 No 1 (2020): Vol 4 No 1 Tahun 2020
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.356 KB) | DOI: 10.36341/jka.v4i1.1341

Abstract

Data dari Internatonal Diabetes Federatiaon (IDF) tingkat prevalensi global penderita DM tipe II pada tahun 2013 berjumlah 382 juta kasus, pada tahun 2013 penyakit diabetes mellitus berjumlah 387 juta kasus dan pada tahun tahun 2035 jumlah insiden DM DM tipe II akan mengalami peningkatan menjadi 55% (592 juta) di antara usia penderita DM 40-59 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam diabetik terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita DM Tipe II di wilayah kerja Puskesmas Rumbio Jaya. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimet dengan rancangan one group pretest postest. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus Tipe II di wilayah kerja Puskesmas Bangkinang Kota berjumlah 195 orang dengan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa lembar checklist Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian terdapat pengaruh pemberian senam diabetik terhadap penurunan kadar gula darah di wilayah Kerja Puskesmas Rumbio Jaya tahun 2019 dengan p value 0,000. Diharapkan bagi responden untuk selalu menjaga pola makan agar kadar gula darah tetap dalam batas normal dan bagi penderita DM Tipe II agar rutin melakukan senam diabetik untuk menurunkan kadar gula darah.