cover
Contact Name
Yori Yuliandra
Contact Email
yoriyuliandra@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jsfkonline@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis)
Published by Universitas Andalas
ISSN : 24077062     EISSN : 24425435     DOI : 10.25077
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sains Farmasi & Klinis (J Sains Farm Klin) adalah jurnal ilmiah di bidang kefarmasian yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerjasama dengan lembaga profesi "Ikatan Apoteker Indonesia" (IAI) daerah Sumatera Barat sejak tahun 2014.
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
Formulasi Dispersi Padat Pentagamavunon-0 (PGV-0) dalam Bentuk Sediaan Hidrogel dengan Kombinasi Basis Polimer Kitosan-Agar-PVP Dyera Forestryana; Hafiz Ramadhan
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 7, No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2657.866 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.7.1.66-75.2020

Abstract

Pentagamavunon-0 (PGV-0) merupakan analog kurkumin dengan stabilitas yang lebih baik. PGV-0 memiliki kapasitas sebagai antioksidan, namun mengalami metabolisme lintas pertama pada pemberian secara oral. Untuk meningkatkan efektivitasnya, PGV-0 dibuat dalam bentuk sediaan transdermal. PGV-0 memiliki kelarutan terbatas di dalam air sehingga dibuat ke dalam sistem dispersi padat dengan polyvinylpyrrolidone (PVP) untuk meningkatkan kelarutannya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula dispersi padat PGV-0/PVP ke dalam matriks hidrogel. Sediaan matriks dibuat 3 formula dengan menggunakan basis polimer kitosan-agar-PVP dengan memvariasikan jumlah penggunaan PVP. Evaluasi sediaan meliputi organoleptis, bobot, ketebalan, pH, moisture content, moisture uptake, daya lipat dan drug content. Uji penetrasi in vitro dilakukan dengan menggunakan sel difusi Franz. Formula optimum yang diperoleh yaitu hidrogel dispersi padat PGV-0/PVP dengan perbandingan 1:1 (F2B) yang memiliki moisture content sebesar 1,2% ± 0,28% dan nilai fluks sebesar 121,6227μg cm-² jam-¹
Formulasi Granul Effervescent Herba Meniran (Phyllanthus niruri L.) dengan Variasi Suspending Agent Xanthan Gum, CMC-Na, dan Kombinasi CMC-Na-Mikrokristalin Selulosa RC- 591 Karina Citra Rani; Nani Parfati; Deviati Muarofah; Sovia Navacatus Sacharia
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 7, No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.161 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.7.1.39-51.2020

Abstract

Herba meniran (Phyllanthus niruri L.) merupakan simplisia tanaman obat yang selama ini digunakan masyarakat dalam bentuk air rebusan. Formulasi herba meniran dalam bentuk granul effervescent dengan penambahan suspending agent merupakan salah satu bentuk inovasi minuman fungsional. Jenis suspending agent yang digunakan dalam formula memiliki pengaruh terhadap karakteristik granul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan jenis suspending agent xanthan gum (formula 1), CMC-Na (formula 2), dan kombinasi CMC-Na-mikroskristalin selulosa RC-591 (formula 3) dengan konsentrasi 1% terhadap karakteristik fisika dan kimia granul effervescent sebelum dan sesudah direkonstitusi. Formulasi granul effervescent herba meniran dilakukan dengan metode granulasi basah. Komponen asam dan basa digranulasi secara terpisah kemudian kedua komponen dicampur menggunakan tumbling mixer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa granul effervescent yang dihasilkan memenuhi persyaratan dengan persentase fines sebesar 1,02-2,02%; kandungan lembap 3,76±0,13%-3,82±0,30%; kecepatan alir 7,85±0,10-10,92±0,04 g/detik; sudut istirahat 31,12±0,75-34,12±0,75°; waktu dispersi 66,95±5,50-70,26±0,03 detik; tinggi buih 3,01±0,12-3,22±0,25 cm; viskositas 222,0-242 cps; pH 6,73±0,10-6,91±0,01. Formula 1 merupakan formula terbaik karena menghasilkan waktu dispersi yang cepat, dispersi yang halus, dan viskositas yang lebih tinggi. Hasil evaluasi organoleptis dan sensori menunjukkan bahwa formula granul effervescent dalam penelitian ini dapat diterima oleh panelis. 
Evaluasi Penggunaan Insulin pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di Rumah Sakit X di Jakarta Periode 2016-2017 Yusi Anggriani; Alfina Rianti; Annisa Nadya Pratiwi; Wulan Puspitasari
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 7, No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.399 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.7.1.52-59.2020

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (DMT2) is a metabolic disease with the characteristics of hyperglycemia that occurs due to abnormal insulin secretion. One of the treatments of DM is insulin therapy. Based on its provenance, insulin consists of human insulin and analogue insulin. This study was conducted to identify profiles of insulin used in DMT2 patients at RSUP X hospital in Jakarta. This was an observational study conducted retrospectively on data from 2016 to 2017. The total sample numbers of DMT2 outpatients using insulin were 218 in 2016, and 225 in 2017. Data on insulin therapy regimens were obtained from medical records and drug use reports. The results obtained from this study indicated that the type of insulin that was widely used by DMT2 outpatients was analogue insulin with a percentage of 99%. The human insulin was rarely used in outpatients. The highest use of analogue insulin was analog premixed insulin (35%).
Persepsi Dokter tentang Strategi Antimicrobial Stewardship Program di Sebuah Rumah Sakit Umum di Surabaya Dian Kusuma Wardhani; Yosi Irawati Wibowo; Eko Setiawan
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 7, No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.72 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.7.1.5-14.2020

Abstract

Antimicrobial Stewardship Program (ASP) dikembangkan untuk mengoptimalkan penggunaan antibiotik melalui implementasi kebijakan, strategi maupun pedoman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi dokter terhadap ASP dan mengeksplorasi pilihan beserta pertimbangan pemilihan suatu jenis strategi ASP. Pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan dokter yang aktif bekerja di sebuah rumah sakit umum di kota Surabaya dilakukan dengan bantuan panduan wawancara semi terstruktrur untuk mengeksplorasi: i) sikap terhadap implementasi ASP, dan ii) strategi ASP yang disarankan. Hasil wawancara diolah secara thematic analysis. Sebanyak 27 dokter bersedia terlibat. Secara umum, partisipan memiliki sikap yang baik terhadap implementasi ASP. Terdapat tiga tema terkait implementasi ASP, yaitu: 1) persetujuan implementasi sebagai konsekuensi dari bagian komunitas profesi di rumah sakit (RS); 2) relevansi implementasi bagi perbaikan kualitas RS, dan 3) tuntutan pemenuhan sumber daya sebelum diimplementasikan. Pembuatan pedoman terapi atau clinical pathway merupakan strategi yang paling banyak dipilih oleh partisipan. Pertimbangan dalam memilih suatu strategi adalah: 1) kesepakatan oleh komunitas RS; 2) practicability dan feasibility; dan 3) penggunaan bukti penelitian sebagai dasar penyusunan strategi. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai persepsi dokter terkait dengan implementasi ASP. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam merancang strategi ASP yang tepat dalam konteks RS di Indonesia.
Efektivitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Terung Ungu (Solanum melongena L.) sebagai Antimalaria terhadap Jumlah Eosinofil pada Mencit (Mus musculus) yang Diinduksi Plasmodium berghei Muhammad Faisal Haris; Muhammad Ibnu Kahtan; Ari Widiyantoro
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 7, No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.167 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.7.2.107-114.2020

Abstract

Malaria is a disease caused by Plasmodium that is transmitted to humans through female Anopheles mosquito bite. Many cases of antimalarial drug resistance such as chloroquine led to the need for new antimalarial discoveries. Eggplant contains many secondary metabolites that are potential as antimalarial. This study aimed to determine the effectivity of ethanol extract of eggplant peels as antimalarial towards eosinophil in mice induced by Plasmodium berghei. Eggplant peels were extracted by maceration method using 70% ethanol. The analysis of secondary metabolites from the ethanol extract of eggplant peels was conducted using tube test and thin layer chromatography. The percentage of parasitemia and eosinophil were calculated from peripheral blood smear of mice which were treated with extracts at the doses of 0.075, 0.15, and 0.30 mg/20 g of body weight. Dihydroartemisinin-piperaquin (3.744 mg/20 g of body weight) was used as positive control, while distilled water was used as negative control. The study showed that ethanolic extract of the eggplant peels contained alkaloids, flavonoids, terpenoids, steroids, phenolic, and saponins. The extract effectively reduced parasitemia at a dose of 0.075 mg/20 g, but it was not effective in increasing the number of eosinophil in mice. There was no correlation between the number of parasitemia and eosinophil. The study concludes that ethanolic extract of the eggplant peels exhibits antimalarial activity, but does not show immunomodulatory activity in increasing eosinophil.
Review Neutrophil Gelatinase-Associated Lipocalin (NGAL): Perannya sebagai Biomarker pada Kerusakan Ginjal Akut Ami Rahmati Syadiah; Ellin Febrina; Jutti Levita
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 8, No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.056 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.8.1.35-42.2021

Abstract

Kerusakan ginjal akut merupakan penyakit yang berisiko tinggi menyebabkan pasien kritis hingga kematian, membutuhkan diagnosis yang cepat dalam penanganannya. Saat ini pendeteksian penyakit kerusakan ginjal akut masih terbatas dan belum dilakukan secara umum untuk dijadikan standar biomarker yang cepat dan tepat. Neutrophil gelatinase-associated lipocalin (NGAL) merupakan protein lipocalin 25 kDa yang terdapat pada sel epitel ginjal dan hati. NGAL dapat merespon langsung terjadinya kerusakan pada sel tubular epitel, ditandai dengan meningkatnya NGAL dalam urin dan plasma, sehingga NGAL dapat dijadikan penanda kerusakan ginjal akut dengan cepat dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi. Metode yang digunakan dalam review artikel ini menggunakan penelusuran melalui PubMed. Tujuan review artikel ini adalah untuk menunjukkan bahwa NGAL dapat dijadikan penanda gagal ginjal akut yang cepat dan sensitif.Kata Kunci: Kerusakan ginjal akut; biomarker NGAL; pengujian NGAL; sensitivitas; selektfitas.
Penggunaan D-Optimal Mixture Design untuk Optimasi dan Formulasi Self-Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEEDS) Asam Mefenamat Yandi Syukri; Bambang Hernawan Nugroho; Istanti Istanti
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 7, No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.819 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.7.3.180-187.2020

Abstract

This study aimed to optimize and formulate the poorly water-soluble mefenamic acid in the self-nano emulsifying drug delivery system (SNEDDS) using D-optimal mixture design. The initial screening was carried out to determine phases of the oil, surfactants, and co-surfactants used to prepare the ternary phase diagram. D-optimal mixture design was used to optimize SNEDDS loading mefenamic acid by selecting SNEDDS composition as an independent factor and SNEDDS characterization as a response. SNEDDS in the optimal formula were characterized, including transmittance, particle size, polydispersity index (PDI), and zeta potential. Oleic acid, Tween 80, and polyethylene glycol (PEG) 400 were the selected oil, surfactant, and co-surfactant phases for their greatest ability to dissolve mefenamic acid. The optimization results showed that the optimal formula was that using 10% oleic acid, 80% of Tween 80, and 10% of PEG 400. SNEDDS loading mefenamic acid produced nanoemulsion with 88.5% of transmittance, 190.03 ± 1.18 nm of particle size, 0.469 ± 0.03 of PDI, and -44.1 ± 1.69 mV of zeta potential. This study concludes that the D-optimal mixture design can be used to optimize and prepare the SNEDDS loading poorly-water soluble mefenamic acid.
Pengaruh Jumlah Polimer terhadap Karakteristik Fisik dan Pelepasan Nanopartikel Fraksi Diterpen Lakton Sambiloto - Kitosan Retno Sari; Abhimata Paramanandana; Dewi Isadiartuti; Annisa Maulidia Rahayyu
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 7, No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.051 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.7.2.99-106.2020

Abstract

Fraksi diterpen lakton dari Andrographis paniculata Nees (sambiloto) (FDTLS) memiliki kandungan utama andrografolid. andrografolid diketahui memiliki bioavailabilitas buruk, bersifat sangat lipofilik, dan memiliki kelarutan yang rendah di dalam air. Penjebakan bahan sukar larut ke dalam polimer hidrofilik seperti kitosan dapat memperbaiki disolusi yang selanjutnya akan meningkatkan bioavailabilitas dan efektivitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan disolusi serta mengetahui pengaruh jumlah kitosan terhadap karakteristik fisik, efisiensi penjebakan dan pelepasan FDTLS dari nanopartikel FDTLS-kitosan. Nanopartikel dibuat dengan metode gelasi ionik-semprot kering menggunakan tripolifosfat sebagai penyambung silang. Nanopartikel dibuat dengan rasio FDTLS-kitosan yang berbeda, yaitu 1:2 (FK1), 1:2,5 (FK2) dan 1:3 (FK3). Evaluasi yang dilakukan meliputi morfologi, pemeriksaan differential thermal analysis (DTA), Fourier-transform infrared spectroscopy (FTIR), X-ray powder diffraction (XRD), efisiensi penjebakan, dan uji pelepasan. Nanopartikel yang dihasilkan berbentuk sferis dan FK2 mempunyai permukaan paling halus dengan entalpi paling tinggi. Difraktogram nanopartikel FDTLS-kitosan menunjukkan perubahan kristalinitas menjadi lebih amorf. Efisiensi penjerapan FDTLS dalam nanopartikel kitosan sebesar 29,01-32,69%. Hasil uji pelepasan nanopartikel menunjukkan peningkatan kecepatan FDTLS terlarut sebesar 1,6 kali dibandingkan dengan substansi FDTLS. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembentukan nanopartikel dengan polimer kitosan dengan metode gelasi ionik-semprot kering dapat meningkatkan jumlah FDTLS terlarut.
Uji Aktivitas Inhibitor Tirosinase Ekstrak Kulit Buah Cokelat (Theobroma cacao L.) dan Formulasinya dalam Bentuk Sediaan Nanoemulsi Sani Ega Priani; Ainul Fatihah Halim; Sri Peni Fitrianingsih; Livia Syafnir
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 8, No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.211 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.8.1.1-8.2021

Abstract

Limbah kulit buah cokelat diketahui mengandung berbagai senyawa aktif seperti polifenol dan flavonoid sehingga berpotensi memiliki aktivitas inhibitor tirosinase. Untuk meningkatkan kemampuan penetrasi ekstrak pada penghantaran topikal akan dikembangkan menjadi sediaan nanoemulsi. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji aktivitas inhibitor tirosinase ekstrak kulit buah cokelat dan memformulasikannya menjadi sediaan nanoemulsi yang memiliki sifat fisik yang baik. Simplisia diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan selanjutnya diuji aktivitas inhibitor tirosinasenya dengan metode dopakrom berbasis colorimetric enzymatic assay. Sediaan nanoemulsi ekstrak kulit buah cokelat dibuat dengan menggunakan minyak biji anggur, tween 80 sebagai surfaktan, dan gliserin sebagai kosurfaktan untuk selanjutnya dikarakterisasi secara fisik. Hasil uji menunjukkan ekstrak kulit buah cokelat memiliki aktivitas inhibitor tirosinase dengan nilai IC50 199,98 ppm. Sediaan nanoemulsi mengandung ekstrak kulit buah cokelat penampilan fisik yang jernih dan homogen, pH 6,21±0,02, viskositas 1070 ± 24,5 cps, sifat alir Newtonian, dengan ukuran globul 108 ±15 nm. Sediaan nanoemulsi memiliki stabilitas fisik yang baik berdasarkan uji sentrifugasi, heating cooling, dan freeze thaw. Disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah cokelat terbukti memiliki aktivits inhibitor tyrosinase dan telah berhasil diformulasikan menjadi sediaan nanoemulsi dengan sifat fisik dan stabilitas yang baik.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik menggunakan Indeks ATC/DDD dan DU90% pada Pasien Operasi TAH BSO dengan Infeksi Daerah Operasi: Studi Retrospektif di RSUD Dr. Soetomo Claudia Devina Herdianti; Relly Yanuari Primariawan; Dwi Rahayu Rusiani; Ivonne Soeliono
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 7, No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.332 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.7.3.188-193.2020

Abstract

TAH BSO adalah salah satu tindakan bedah ginekologi untuk menghilangkan uterus, serviks, kedua tabung tuba, dan ovarium. Tindakan bedah TAH BSO dapat meningkatkan risiko terjadinya Infeksi Daerah Operasi (IDO). IDO menjadi penyebab utama dari morbiditas, rawat inap yang berkepanjangan, dan kematian sehingga penggunaan antibiotik diperlukan pada pasien yang mengalami IDO. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik dengan metode ATC/DDD dan DU 90% pada pasien operasi TAH BSO dengan kasus IDO di Ruang Merak RSUD Dr. Soetomo. Metode penelitian dilakukan secara observasional dan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan rekam medik dengan mengambil waktu selama bulan Januari 2015 sampai Desember 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik metronidazol memiliki nilai DDD tertinggi yaitu sebesar 25,00 DDD/100 pasien-hari artinya diestimasikan dari 100 pasien TAH BSO dengan IDO ada 25 pasien yang menerima metronidazol 1,5 gram per hari. Sedangkan antibiotik yang termasuk dalam DU 90% yaitu metronidazol (47%), seftriakson (18,16%), amikasin (8,87%), levofloksasin (8,01%), dan gentamisin (6,41%). Untuk selanjutnya, evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode Gyssens dapat dilakukan untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2025): J Sains Farm Klin 12(2), August 2025 Vol 12 No 1 (2025): J Sains Farm Klin 12(1), April 2025 Vol 11 No 3 (2024): J Sains Farm Klin 11(3), December 2024 Vol 11 No 2 (2024): J Sains Farm Klin 11(2), August 2024 Vol 11 No 1 (2024): J Sains Farm Klin 11(1), April 2024 Vol 10 No 3 (2023): J Sains Farm Klin 10(3), Desember 2023 Vol 10 No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023 Vol 10 No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023 Vol 10, No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023 Vol 9, No 3 (2022): J Sains Farm Klin 9(3), Desember 2022 Vol 9 No 3 (2022): J Sains Farm Klin 9(3), Desember 2022 Vol 9, No 2 (2022): J Sains Farm Klin 9(2), Agustus 2022 Vol 9 No 2 (2022): J Sains Farm Klin 9(2), Agustus 2022 Vol 9 No 1 (2022): J Sains Farm Klin 9(1), April 2022 Vol 9, No 1 (2022): J Sains Farm Klin 9(1), April 2022 Vol 9 (2022): J Sains Farm Klin 9(suplemen), Desember 2022 Vol 8 No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021 Vol 8, No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021 Vol 8, No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021 Vol 8 No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021 Vol 8, No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021 Vol 8 No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021 Vol 7, No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020 Vol 7 No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020 Vol 7 No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020 Vol 7 No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020 Vol 6 No 3 (2019): J Sains Farm Klin 6(3), Desember 2019 Vol 6, No 3 (2019): J Sains Farm Klin 6(3), Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): J Sains Farm Klin 6(2), Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): J Sains Farm Klin 6(1), April 2019 Vol 5, No 3 (2018): J Sains Farm Klin 5(3), Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): J Sains Farm Klin 5(2), Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): J Sains Farm Klin 5(1), April 2018 Vol 4, No 1 (2017): J Sains Farm Klin 4(1), November 2017 Vol 3, No 2 (2017): J Sains Farm Klin 3(2), Mei 2017 Vol 3, No 1 (2016): J Sains Farm Klin 3(1), November 2016 Vol 2, No 2 (2016): J Sains Farm Klin 2(2), Mei 2016 Vol 2, No 1 (2015): J Sains Farm Klin 2(1), November 2015 Vol 1, No 2 (2015): J Sains Farm Klin 1(2), Mei 2015 Vol 1, No 1 (2014): J Sains Farm Klin 1(1), November 2014 More Issue