cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Analisis Sistem Pemilihan dan Daur Ulang Sampah Rumah Tangga di Daerah Perkotaan Menggunakan Pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) Yosef Adicita; Anshah Silmi Afifah
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 2 (2022): April 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.2.406-413

Abstract

Secara umum sistem pengelolan sampah padat rumah tangga yang ada di Kota Batam saat ini adalah dari sumber, pewadahan, pengumpulan, pemindahan, pengangkutan dan pemrosesan akhir. Salah satu proses yang dapat berpengaruh pada sistem pengelolaan sampah adalah proses daur ulang. Proses daur ulang belum dilakukan dengan baik dan maksimal karena dari setiap rumah tangga, sampah kemudian dikumpulkan dengan cara digabungkan tanpa memikirkan komponennya. Kurangnya proses pemisahan sampah berdasarkan komposisinya dapat berpengaruh pada lingkungan karena proses pengelolaan dan pengolahan tidak dilakukan dengan semestinya terutama pada saat pandemi seperti ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi dampak lingkungan dengan membandingkan empat skenario daur ulang yang berhubungan dengan proses pemisahan sampah menggunakan life cycle assessment (LCA). Penelitian akan dibagi menjadi lima tahapan yaitu tahapan pengumpulan data sekunder, penentuan skenario pemisahan sampah dan daur ulang, life cycle assessment (LCA) pengolahan dan analisis data menggunakan perhitungan IPCC dan kesimpulan serta rekomendasi. Hasil menunjukan bahwa skenario pertama yaitu pemisahan dilakukan 0,002% dari total sampah Kota Batam memiliki persentase Global Warming Potential (GWP) tertingi sebesar 36,82% dengan CH4 merupakan potensi senyawa tertinggi yang mempengaruhi persentase GWP.ABSTRACTIn general, the existing municipal solid waste management system in Batam City today is from the source, storage, collection, transfer, transportation and final disposal. One of the processes that can affect the waste management system is recycling. The recycling process has not been carried out optimally and adequately because of every household. Waste is then collected by combining it without thinking about the components. The lack of a waste separation process based on its composition can affect the environment because the management and processing process is not carried out properly, especially during a pandemic like this. This study aims to determine the potential environmental impact by comparing four recycling scenarios related to the waste separation process using a life cycle assessment (LCA). This study was divided into five steps first collected secondary data, determined waste separated and recycling scenario, data analyzed using IPCC, conclusion and recommendation. The results show that the first scenario, i.e. separation is done 0.002% of the total waste in Batam City, has the highest Global Warming Potential (GWP) percentage of 36.82%, with CH4 being the highest potential compound that affects the GWP percentage
The Evaluation of the Success of the Growth of Vegetation in Conservation Efforts at the Area Tanjung Bastian Kabupaten Timor Tengah Utara Emanuel M. Y. Hanoe
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 2 (2022): April 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.2.264-270

Abstract

Pengelolaan terhadap sumberdaya alam menjadi point penting terutama dalam menjaga manfaat, kesinambungan dan berkelanjutan sumber alam. Potensi sumberdaya alam yang tersedia dengan pengelolaan yang baik dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Potensi sumberdaya alam dapat menjadi daya tarik masyarakat dan dapat dijadikan sebagai tempat wisata. Kawasan Tanjung Bastian merupakan salah satu kawasan wisata yang berada di Kab. TTU. yang identik dengan pantai serta juga arena pacuan kuda dan pemandangan alam. Dalam pengelolaannya upaya mempertahankan kondisi ekologi di wisata Tanjung Bastian seperti kegiatan penanaman vegetasi diareal kawasan wisata sebagai upaya konservasi lahan sebagai regerasi vegetasi. Kelangsungan hidup vegetasi dapat tumbuh pada kondisi pertumbuhan yang stabil dan mampu bersaing dengan kondisi fisik lingkungan dan iklim yang ekstrim. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan vegetasi dan faktor-faktor penyebab kerusakan pertumbuhan vegetasi. Berdasarkan hasil observasi tanaman yang berhasil hidup sebanyak 53 tanaman yang terdiri dari 6 spesies, dengan jumlah yang hidup terbanyak terdapat pada spesies Delonix regia sebanyak 15 tanaman, dan spesies yang paling sedikit ialah spesies Senna siamea dengan jumlah 3 tanaman. Klasifikasi kriteria penilaian keberhasilan vegetasi bahwa tingkat keberhasilan vetegasi di kawasan tanjung bastian termasuk dalam kategori agak rusak dengan nilai 57,3%.ABSTRACTResources management nature becoming point to important especially in maintaining benefits, continuity and sustainable natural source.Natural resource potential available with proper management would be of avail for human life. Natural resource potential can be attraction the community and can be used as tourist destinations. The area of tanjung bastian is one of the area who was in District North Central Timor are identical to the beach and also the racetrack and natural scenery. In its management efforts to maintain ecological conditions in Tanjung Bastian tourism such as planting tourism areas as an effort to conserve land as vegetation regeneration. The survival of vegetation can grow in stable growth conditions and be able to compete with extreme environmental and climatic conditions. The purpose of this study was to determine the success rate of vegetation and the factors causing damage to vegetation growth. Based on the results of observation plants who succeeded life 53 a plant consisting of 6 species with the numbers of life most there are to a species Delonix regia as many as 15 plants and the least species is Senna siamea with 3 plants. The classification of the assessment criteria vegetation that the level of success of success in the vetegasi tanjung bastian included in a category in quite poor repair the % 57,3. 
Efisiensi Pengolahan Limbah Beton Ready-Mix Dengan Metode Elektrokoagulasi dan Adsorpsi Alifah Ainu Rahmani; Arifin Arifin; Govira Christiadora Asbanu
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 2 (2022): April 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.2.375-381

Abstract

PT. Duta Mix merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam penyediaan beton ready-mix. Produksi beton ready-mix menghasilkan limbah berupa air cucian batching plant dan mobile batching plant. Air cucian ini mengandung semen, pasir, dan zat kimia pengeras sehingga dapat mencemari lingkungan sekitar jika di buang langsung tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Pengolahan yang dapat dilakukan yaitu elektrokoagulasi dan filtrasi adsorpsi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai efisiensi dari elektrokoagulasi dan filtrasi adsorpsi dalam menurunkan bahan pencemar dalam air limbah beton ready-mix dengan parameter pH, TSS, Kesadahan dan Alkalinitas, serta untuk mengetahui pengaruh jenis dan variasi media filter karbon aktif dan zeolite dalam menurunkan parameter pencemar. Pengolahan air limbah beton ready-mix dengan elektrokoagulasi menggunakan dua pasang plat alumunium (4 pasang elektroda) dengan kuat arus 21 volt mampu menurunkan pH dari 11,512 menjadi 7,65, serta mampu menurunkan kadar TSS sebesar 91,5%, Kesadahan sebesar 78% dan Alkalinitas sebesar 82%. Pengolahan air limbah beton ready-mix dengan filtrasi adsorpsi dengan adsorben zeolite mampu menurunkan pH dari 11,512 menjadi 8,22, serta mampu menurunkan kadar TSS sebesar 94,6%, Kesadahan sebesar 81% dan Alkalinitas sebesar 87,5%. Pengolahan limbah beton ready-mix dengan filtrasi adsoprsi dengan adsorben zeolite dan karbon aktif dengan perbandingan 1:1 mampu menurunkan pH dari 11,512 menjadi 7,73, serta mampu menurunkan kadar TSS sebesar 94,8%, Kesadahan 84,3% dan Alkalinitas sebesar 91,3%. Pengolahan limbah beton ready-mix dengan adsorpsi dengan adsorben karbon aktif mampu menurunkan pH dari 11,512 menjadi 7,72, serta mampu menurunkan kadar TSS sebesar 94,2%, Kesadahan sebesar 80% dan Alkalinitas sebesar 92%.ABSTRACTPT. Duta Mix is a private company engaged in the production of ready-mix concrete. Production of ready-mix concrete produces quality in the form of washing water from a batching plant and a mobile batching plant. This wash water contains semen, sand, and hardening chemicals so it can explain the surrounding environment if directly without prior introduction. Processing that can be done is electrocoagulation and adsorption filtration. This study aims to determine the efficiency of electrocoagulation and adsorption filtration in reducing pollutants in ready-mix concrete wastewater with parameters pH, TSS, Hardness and, Alkalinity, as well as to determine the effect of types and variations of activated carbon and zeolite filter media in reducing parameters. polluter. Ready-mix concrete wastewater treatment with electrocoagulation using two pairs of aluminum plates (4 pairs of electrodes) with a current of 21 volts was able to reduce pH from 11,512 to 7.65 and was able to reduce TSS levels by 91,5%, Hardness by 78% and Alkalinity of 82%. Ready-mix concrete wastewater treatment with adsorption filtration with zeolite adsorbent was able to reduce pH from 11,512 to 8.22 and was able to reduce TSS levels by 94,6%, Hardness by 81% and, Alkalinity by 87,5%. Processing of ready-mixed concrete waste by adsorption filtration with zeolite adsorbent and activated carbon with a ratio of 1:1 was able to reduce pH from 11,512 to 7.73 and was able to reduce TSS levels by 94,8%, Hardness 84,3% and Alkalinity by 91,3%. Processing of ready-mixed concrete waste by adsorption filtration with carbon adsorbent was able to reduce pH from 11,512 to 7.72 and was able to reduce TSS levels by 94,2%, Hardness by 80% and, Alkalinity by 92%. 
Eco-friendly packaging: Preferensi dan Kesediaan Membayar Konsumen di Marketplaces Arif Yoga Ali Fianda; Intan Fandinny; Lely Novida Br Kacaribu; Noor A’fiana Desyani; Nuraulia Asyifa; Pini Wijayanti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 1 (2022): January 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.1.147-157

Abstract

Peningkatan transaksi di marketplaces menyebabkan lonjakan jumlah pengiriman paket belanja online dan berimplikasi pada timbulan sampah yang didominasi oleh material plastik. Penerapan eco-friendly packaging di marketplaces sangat diperlukan dalam upaya mengurangi timbulan sampah dan dampak negatifnya terhadap lingkungan. Upaya ini pun akan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12.5 yaitu mengurangi timbulan sampah secara substansial pada tahun 2030 melalui upaya pencegahan, pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali. Penelitian bertujuan untuk 1) mengidentifikasi bentuk-bentuk eco-friendly packaging yang potensial diterapkan di marketplaces, 2) menganalisis preferensi konsumen terhadap penggunaan eco-friendly packaging, dan 3) merumuskan strategi penerapan eco-friendly packaging di marketplaces. Studi literatur, analisis deskriptif kualitatif, dan Contingent Choice Modelling (CCM) digunakan untuk menjawab tiga tujuan tersebut. Penelitian ini memformulasi sembilan alternatif eco-friendly packaging yang dapat diterapkan di marketplaces. Data diperoleh dari literatur dan survei secara blended terhadap 314 responden di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Studi literatur menunjukkan recyclable cardboard dan bioplastic dapat menjadi alternatif eco-friendly packaging yang paling relevan untuk marketplaces di Indonesia karena murah dan bahan terbaik. Analisis CCM mengungkap bahwa konsumen berminat terhadap eco-friendly packaging, mayoritas mengetahui manfaat penggunaannya dan bersedia untuk menggunakannya dengan total WTP maksimum sebesar Rp1.348,47 dan Rp4.237,80. Nilai Willingness to Pay (WTP) berpotensi meningkat jika konsumen diberikan edukasi manfaat eco-friendly packaging, dan berdomisili di DKI Jakarta. Lima strategi agar implementasi eco-friendly packaging di marketplaces dapat efektif, yaitu 1) menetapkan harga maksimum eco-friendly packaging sebesar Rp1.348,47, 2) memberikan edukasi manfaat eco-friendly packaging, 3) bila pilot project diperlukan, DKI Jakarta dapat menjadi provinsi percontohan, 4) memberikan voucher eco-friendly packaging, serta 5) mewujudkan kerja sama antara pemerintah, marketplaces, penjual, dan konsumen.  Pemerintah dapat menetapkan regulasi yang meminta marketplaces untuk menyediakan opsi eco-friendly packaging pada fitur pemilihan kemasan serta pemberian edukasi dan promosi penggunaan eco-friendly packaging untuk menarik minat konsumen.ABSTRACTMarketplaces have increased the number of online-shopping package shipments and waste generation, which is dominated by plastic materials. Eco-friendly packaging is imperative to reduce waste generation including its negative environmental impacts. This effort is inline with Sustainable Development Goals (SDGs) point 12.5 i.e.  by 2030, achieve the sustainable management and efficient use of natural resources.  This study aims to 1) identify forms of eco-friendly packaging that to be applied in marketplaces, 2) analyze consumer preferences for eco-friendly packaging, and 3) formulate strategies for implementing eco-friendly packaging in marketplaces. Study literature, descriptive analysis and contingent choice modeling (CCM) were used to answer the objectives. CCM formulated nine alternatives of eco-friendly packagings which can be applied in marketplaces. Data were obtained from literature stud and blended surveys to 314 respondents living in DKI Jakarta, West Java and Central Java provinces. The results show that recyclable cardboard and bioplastic can be an alternative to eco-friendly packaging in marketplaces. CCM analysis reveals that consumers are interested in eco-friendly packaging, most of them are aware to its benefits and willing to use it with a maximum total WTP of IDR 1,348.47 and IDR 4,237.80. These WTPs could increase under two conditions i.e., if the benefits of eco-friendly packaging are described to consumers before they select the packaging and if the consumers are living in DKI Jakarta province.  Five strategies for the implementation of eco-friendly packaging in marketplaces include 1) setting the maximum price for eco-friendly packaging at Rp1,348.47, 2) providing education on the benefits of eco-friendly packaging, 3) if a pilot project is needed, DKI Jakarta province can become a pilot province, 4) provide eco-friendly packaging vouchers, and 5) create cooperation between the government, marketplace, sellers, and consumers. The government could set a regulation which ask marketplaces to provide eco-friendly packaging options in the packaging selection features as well as educating and promoting the use of eco-friendly packaging to gain consumer’s interest.
Upaya Perlindungan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dari Ancaman Abrasi dan Perubahan Iklim Amarulla Octavian; Marsetio Marsetio; Abimanyu Hilmawan; Rizqi Rahman
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 2 (2022): April 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.2.302-315

Abstract

Kerusakan pesisir dan pulau-pulau kecil akibat abrasi dan dampak perubahan iklim di Provinsi Sumatera Barat sudah di tingkat yang mengkhawatirkan. Kondisi geografis Sumatera Barat yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia membuat sifat tumbukan gelombang di pesisir relatif kuat sehingga abrasi berlangsung dengan cepat. Kerusakan ekosistem mangrove akibat penebangan, alih fungsi lahan, pencemaran muara, dan kerusakan terumbu karang akibat penggunaan bom, potas, dan pemutihan karang, turut mempercepat terjadinya abrasi. Kerusakan pesisir dan pulau-pulau kecil perlu dicegah karena dapat mengurangi keunggulan strategis pertahanan di wilayah terluar, mengganggu efektivitas fungsi infrastruktur sipil dan militer di pesisir, mengganggu stabilitas ekonomi dan mengurangi ruang hidup masyarakat, membahayakan navigasi, dan mengancam keanekaragaman hayati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sumberdaya dan upaya pemerintah daerah Provinsi Sumatera Barat dalam melindungi pesisir dan pulau-pulau kecil dari abrasi dan dampak perubahan iklim. Penelitian dilaksanakan pada 15-23 September 2019 di Kota Padang dan di Pulau Sipora. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, dan wawancara mendalam kepada pejabat instansi pemerintah daerah dan warga di sekitar pesisir. Data dianalisis menggunakan teknik data condensation, data display, dan conclusion drawing. Hasil penelitian menunjukkan instansi-instansi daerah memiliki keunggulan uniknya masing-masing dalam mendukung pencegahan abrasi dan adaptasi perubahan iklim, namun upaya-upaya yang dilaksanakan masih bersifat sporadis, reaktif, tidak terkoordinasi, dan tidak berkelanjutan. Sumber daya bahan baku untuk pencegahan abrasi dan adaptasi perubahan iklim tersedia melimpah di Sumatera Barat, namun sumber daya keorganisasian yang dimiliki instansi daerah relatif terbatas. Kondisi ini membuat abrasi dan dampak perubahan iklim tidak dapat dicegah secara efektif.ABSTRACTWest Sumatera Province has an alarming rate of coastal and small islands destruction caused by abrasion and the effect of climate change. Geographical characteristic of West Sumatera Province which directly face Hindia Ocean quickly have it’s coastal area eroded with abrasion caused by a strong wave. The destruction of mangrove forest and coral reefs further made the abrasion process worse. Coastal and small islands destruction need to be stopped because it could reduce military strategic advantage in national outer areas, reducing the effectiveness of military and civilian infrastructures, destabilizing economy and narrowing the living space of people, endangering the safety of ship navigation, and threatening nature’s biodiversity. The aim of this research is to understand the resources and actions of West Sumatera Province’s local government of how it protect the coastal area and small islands from abrasion and to adapt to the effects of climate change. The research was conducted in September 15 to 23 in 2019 at Padang City and Sipora Island of Kepulauan Mentawai Regency. Data collected by field observation and in-depth interview to officials from local government and the locals. Data analyzed by using data condensation, data display, and conclusion drawing analytical technique. The research shows that each provincional departments under West Sumatera Province local government have it’s own unique approach and technique to prevent abrasion and adapt to the effects of climate change, but the action taken usually implemented sporadically, reactive, uncoordinated, and not sustainable. Natural resources needed to prevent abrasion and to adapt to climate change are abundant, but the Province’s organisational resources is limited, causing the coastal area and small islands innefectively protected 
Dampak Penurunan Kualitas Air Laut Dari Kegiatan Operasi Floating Storage and Offlaoding (FSO) Challenger Lepas Pantai Blok Bawean Ai Siti Patimah; Sigit Heru Murti; Agus Prasetya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 3 (2022): July 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.3.484-493

Abstract

Floating Storage and Offloading (FSO) terletak pada koordinat 6° 43’51.84” LS dan 112° 09’19.84” BT berada di Blok Bawean. Fasilitas FSO adalah tanker pengangkut dan penyimpan crude oil dengan kapasitas 900.000 barrel. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui parameter kualitas air laut di FSO Challenger semester II 2018 (2) mengevaluasi kecenderungan dan tingkat kekritisan kualitas air laut di FSO Challenger tahun 2015-2018. Lokasi penelitian pada bagian Up stream dan Down stream FSO Challenger, parameter yang diuji  yaitu kekeruhan, TSS, suhu, pH, BOD5, N-NH3, lemak dan minyak (grease and oil), dan N-NO3. Pengambilan sampel kualitas air laut dilakukan secara langsung, Sampel air laut yang diperoleh kemudian dilakukan pengujian sesuai metode yang mengacu pada peraturan yang berlaku sesuai izin lingkungan no.02.85.12 tahun 2014. Sampel hasil analisis laboratorium dibandingkan dengan baku mutu sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004. Hasil analisis labolatorium kualitas air laut yaitu  kekeruhan kisaran <0,40 – 0,60 NTU, TSS <1,6 – 3,6 mg/L, BOD5 9,3 – 11,1 mg/L, N-NH3 <0,03 mg/L, lemak dan minyak (grease dan oil)  <0,2 mg/L, N-NO3 < 0,006 mg/L, suhu 31,2 – 31,7°C, serta pH 8,01 – 8,17. Kecenderungan tingkat kekritisan kualitas air laut di FSO Challenger yang fluktuatif mengakibatkan dampak terhadap kualitas air laut sekitar FSO Challenger. Pengawasan kualitas dari air laut di sekitar FSO Challenger dengan pengolahan air terproduksi yang di setting kembali di slope tank dan dialirkan ke separator, pengelolaan pada air pendingin dengan mengatur debit maksimum dan pengoperasian sistem secara kontinyu.ABSTRACTFloating Storage and Offloading (FSO) is located at coordinates 6° 43'51.84” South Latitude and 112° 09'19.84” East Longitude is in the Bawean Block. The FSO facility is a crude oil carrier and storage tanker with a capacity of 900,000 barrels. This study aims to (1) determine the parameters of sea water quality in FSO Challenger in the second semester of 2018 (2) find the potential and criticality of sea water quality in FSO Challenger in 2015-2018. The research location is in the Upstream and Downstream sections of the FSO Challenger, the parameters tested are turbidity, TSS, temperature, pH, BOD5, N-NH3, grease and oil (grease and oil), and N-NO3. Sampling of seawater quality is carried out directly. The seawater samples obtained are then tested based on methods that refer to applicable regulations according to environmental permits no. 02.85.12 of 2014. Samples from laboratory analysis are compared with quality standards according to Decree of the Minister of the Environment Number 51 of 2004. The results of laboratory analysis of sea water are turbidity in the range of <0.40 – 0.60 NTU, TSS <1.6 – 3.6 mg/L, BOD5 9.3 – 11.1 mg/L, N- NH3 <0.03 mg/L, fats and oils (grease and oil) <0.2 mg/L, N-NO3 < 0.006 mg/L, temperature 31.2 – 31.7°C, and pH 8.01 – 8.17. The level of criticality of sea water quality in FSO Challenger which fluctuates has an impact on sea water quality around FSO Challenger. Monitoring the quality of seawater around the Challenger FSO by treating the produced water which is set back in the slope tank and into the separator, managing the air conditioner by adjusting the maximum flowrate and operating the system continuously.
Pengelolaan Limbah Alat Pelindung Diri (APD) di Daerah Jakarta Barat Berbasis Smart Infectious Waste Bank (SIWAB) Intan Rahmalia; Namira Yostya Oktiviani; Fifik Samhun Kahalnashiri; Nova Ulhasanah; I Wayan Koko Suryawan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 1 (2022): January 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.1.91-101

Abstract

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia mengharuskan masyarakat untuk melindungi diri dari penularan penyakit melalui penggunaan alat pelindung diri (APD). APD dari COVID-19 seperti masker bedah (surgery mask), sarung tangan, pakaian dekontaminasi (hazardous material suit), dan pelindung wajah (face shield) sebagian besar terbuat dari plastik dan kebutuhannya meningkat tajam. Namun, limbah APD tidak dipahami masyarakat sebagai limbah B3 infeksius sehingga sering dicampur pembuangannya bersama dengan limbah domestik. Kondisi tersebut dapat ditemukan pada seluruh lokasi di Indonesia, terutama Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, penghasil limbah APD domestik tertinggi berada di daerah Jakarta Barat. Melalui penelitian dilakukan pengelolaan limbah APD di daerah Jakarta Barat berbasis Smart Infectious Waste Bank (SIWAB). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh timbulan limbah APD yang berasal dari rumah tangga dan merancang bank sampah yang didukung oleh teknologi digital (aplikasi) sebagai sarana pengelolaan limbah APD. Penelitian diawali dengan studi pendahuluan timbulan limbah APD beserta karakteristiknya dan dilanjutkan dengan perancangan SIWAB. Hasil penelitian berupa aplikasi SIWAB yang terintegrasi dengan smartphone. Penelitian ini akan memberikan kontribusi besar kepada pemerintah Jakarta Barat dalam pengelolaan limbah B3 infeksius khususnya dan Indonesia umumnya.ABSTRACTThe COVID-19 pandemic that surge the world, requires people to protect themselves from the transmission of disease by using Personal Protective Equipment (PPE). The COVID-19 PPE, such as surgery masks, gloves, hazardous material suits, and face shields, are mostly made of plastic and the need for procurement is increasing. However, the community does not understand the PPE waste as infectious hazardous waste, so often it mixed with domestic waste. This condition can be found in all regions of Indonesia, especially the Special Capital Region of Jakarta. Based on a report from the Jakarta Environment Agency, the highest producer of domestic PPE waste is in the West Jakarta. Through this research, PPE waste management was carried out in the West Jakarta area based on the smart infectious waste bank (SIWAB). This study aims to obtain PPE waste generation from household and to design a waste bank that is supported by digital technology (application) as a means of PPE waste management. The research begins with a preliminary study of the generation of PPE waste and its characteristics and next designing an SIWAB application. The research result is a SIWAB application that is integrated with smartphone. This research will make a major contribution to the West Jakarta government in managing Toxic and Hazardous Materials (THM) infectious waste and Indonesia in general. 
Kajian Etnobiologi Kelompok Etnik Dani: Bentuk Interaksi Masyarakat Dengan Taman Wisata Alam Gunung Meja, Manokwari, Papua Barat Tepinus Morip; Keliopas Krey; Freddy Pattiselanno
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 2 (2022): April 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.2.231-241

Abstract

Selain sebagai penyedia air bersih, potensi flora dan fauna Taman Wisata Alam Gunung Meja (TWA Gunung Meja), sangat menjanjikan. Karena letaknya yang mudah diakses serta lokasinya yang berada di dalam kota Manokwari, interaksi yang terjadi antara masyarakat dengan kawasan ini juga sangat tinggi dan berdampak terhadap potensi keanekaragaman hayatinya.  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bentuk interaksi antara kelompok etnik Dani dengan TWA Gunung Meja serta merekam informasi etnobiologi mereka dan melakukan penilaian deskriptif dampak pemanfaatan terhadap kondisi lingkungan TWA Gunung Meja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik observasi, wawancara dan studi kepustakaan dan semua hasil observasi dan wawancara yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Pendekatan kontekstual digunakan untuk menjelaskan situasi di lapangan untuk melengkapi deskripsi lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh spesies tumbuhan dari enam famili dan enam spesies hewan dari enam famili dimanfaatkan oleh kelompok etnik Dani di kawasan TWA Gunung Meja. Tujuan pemanfaatannya bervariasi untuk kebutuhan sandang, pangan, energi dan pengobatan medis dan asesori budaya. Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan berragam terdiri dari batang, ranting, dahan, daun, buah dan kulit, sedangkan daging, lemak, empedu, kulit, cakar dan taring adalah bagian tubuh hewan yang dimanfaatkan kelompok etnik Dani sesuai tujuan pemanfaatannya.ABSTRACTApart from being a provider of clean water, the potential of flora and fauna of the Gunung Meja Nature Tourism Park (TWA Gunung Meja) is very promising. Due to its easily accessible and its location within the city of Manokwari, the interaction that occurs between the community and this area is also very high and creates impact on its biodiversity potential. This study aims to study the form of interaction between the Dani ethnic group and TWA Gunung Meja as well as record their ethnobiological information. We conduct a descriptive assessment of the impact of utilization on the environmental conditions of TWA Gunung Meja. This research is a descriptive study with observation, interview and literature study techniques and all observations and interviews obtained in this study were analyzed using descriptive statistics. A contextual approach is used to explain the situation in the field to complete the description of the research location. The results showed that there were seven plant species from six families and six animal species from six families used by the Dani ethnic group in the TWA Gunung Meja area. The purpose of its use varies for the needs of clothing, food, energy and medical treatment and cultural accessories. The various parts of the plant used consist of stems, twigs, branches, leaves, fruit and skin, while meat, fat, gall, skin, claws and fangs are animal body parts used by the Dani ethnic group according to their intended use
Kayu Sisa Setelah Penebangan Hutan Alam di Indonesia: Suatu Tinjauan Sistematis Ahmad Budiaman; Linda Audia
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 2 (2022): April 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.2.427-436

Abstract

Kayu sisa penebangan selain berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan, juga berpotensi memberikan kontribusi ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menghimpun dan menganalisis hasil-hasil penelitian terkait kuantitas, sumber dan potensi pemanfaatan kayu sisa tebangan pada pengusahaan hutan alam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematis. Pencarian literatur yang sistematis dan komprehensif dilakukan di SINTA, Research Gate, Science Direct, dan Google Scholar, yang dipublikasikan dalam kurun waktu 1990-2020. Kombinasi kata kunci yang digunakan dalam pencarian literatur adalah kayu sisa pemanenan hutan, limbah pemanenan hutan, kayu sisa penebangan hutan, limbah penebangan hutan, felling waste, felling residue,  cutting waste, cutting residue logging residue, logging waste dan forest residue.  Kayu sisa tebangan pada pengusahaan hutan alam dapat mencapai 45% dari volume kayu yang ditebang.  Sebagian besar penelitian melaporkan bahwa kayu sisa tebangan pada pengusahaan hutan alam berasal dari batang bebas cabang.  Sebagian kecil kayu sisa penebangan memiliki potensi sebagai bahan baku industri perkayuan. Pemanfaatan kayu sisa tebangan secara komersial masih mengalami kendala teknis dan ekonomi.ABSTRACTLogging residues, besides playing an important role in maintaining the balance of forest ecosystems, also have potential economic and social contributions. This study aimed to collect and analyze research results related to the quantity, source, and potential use of logging residues in natural forest concessions in Indonesia. This study used a systematic review method. A systematic and comprehensive literature search was conducted at SINTA, Research Gate, Science Direct, and Google Scholar, published between 1990 and 2020. The combination of keywords used in the literature search were timber harvesting residues, forest harvesting waste, logging residues, logging waste, felling waste, felling residue, cutting waste, cutting residue, logging waste, and forest residue. The volume of logging residues in the natural forest concessions can reach up to 45% of the volume of the felled tree. Most of the studies reported that the logging residues in the natural forest concessions came mainly from the branch-free stem. A small portion of the logging residue has potential as raw material for the timber industries. The commercial use of logging residues is still facing a technical and economical problem.
Air Laut Tablet Sebagai Pupuk Organik Berbasis Cleaner Production Taufan Ratri Harjanto; Saipul Bahri; Mohammad Nurhilal
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 2 (2022): April 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.2.187-197

Abstract

Pemanfaatan potensi sumber daya laut saat ini masih berpeluang besar, misalnya pemanfaatan air laut yang kaya akan bahan mineral mikro yang sangat berguna bagi kehidupan belum banyak dilakukan. Penggunaan air laut untuk pertanian sudah mulai dikembangkan, baik secara skala riset maupun aplikatif. Disisi lain Indonesia juga memiliki permasalahan yang juga menjadi isu yang sama di banyak negara yaitu isu pencemaran akibat sampah. Berdasarkan peluang potensi pemanfaatan air laut dan pemecahan permasalahan sampah organik yang ada tersebut, sangat penting untuk segera dilakukan, sebagai bentuk perwujudan dalam mendukung rencana pemerintah melaksanakan program pembangunan berkelanjutan dalam hal konservasi lingkungan  berbasiskan cleaner production agar memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk:menentukan pengisolasian senyawa mineral dalam tablet dan menentukan efektifitas tablet sebagai pupuk tanaman tertentu. Penelitian ini dilakukan menjadi tiga tahapan, yaitu: (1) tahap persiapan bahan, (2) tahap imobilisasi/proses pentabletan air laut, (3) tahap pengujian dan interpretasi hasil. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa Pori – pori pada permukaan serbuk sampah organik memiliki kemampuan untuk mengadsopsi unsur-unsur mineral pada air laut. Sampah organik mengadsorpsi berbagai mineral yang terdapat pada air laut sebagai primary macronutrient, secondary macronutrient dan micro nutrient bagi tanaman. Rasio air laut yang terlalu tinggi mengakibatkan kandungan Na dan Cl semakin banyak yang teradsorpsi. Skenario air laut tablet pada sampel B, sampel C dan sampel D digunakan sebagai pupuk pada dosis  5 tablet  (@500 mg) tiap 10 hari mempunyai nilai efektifitas terbaik pada sampel C  dengan efektifitas pada tanaman cabai dan terong ungu sebesar 76,47% dan 80,00%. Air laut tablet dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.ABSTRACTUtilization of the potential of marine resources currently still has great opportunities, for example, the use of seawater which is rich in micro-mineral materials that are very useful for life has not been widely carried out. The use of seawater for agriculture has begun to be developed, both on a research and application scale. The other, Indonesia also has a problem that is also the same issue in many countries, namely the issue of pollution due to waste. Based on the potential opportunities for the use of seawater and solving the existing organic waste problems, it is very important to do it immediately, as a form of realization in supporting the government's plan to implement sustainable development programs in terms of environmental conservation based on cleaner production to make a positive contribution to society and the environment. The study aims to determine the isolation of mineral compounds in tablets and determine the effectiveness of tablets as fertilizer for certain plants. This research was carried out in three stages, that consists of: (1) the material preparation stage, (2) the immobilization/seawater tabletting process, (3) the testing phase and interpretation of the results. Results showed by the pores on the surface of the organic waste powder can adsorb mineral elements in seawater. Organic waste adsorbs various minerals found in seawater as primary macronutrients, secondary macronutrients and micronutrients. The seawater ratio is too high, resulting in more Na and Cl being adsorbed. Scenario seawater tablets in sample B, sample C and sample D were used as fertilizer at a dose of 5 tablets (@500 mg) every 10 days had the best effectiveness value in sample C with the effectiveness of 76.47% and 80% on chilli and eggplant. Seawater tablets can be used as plant fertilizer.

Filter by Year

2011 2025