cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 872 Documents
Integrasi Valuasi Konservasi Riparian dalam Analisis Kelayakan Investasi Tambak Garam Rakyat di Desa Losarang Kabupaten Indramayu Jawa Barat Maulinna Kusumo Wardhani; Dyah Ayu Sulistyo Rini
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.%p

Abstract

Peningkatan produktivitas garam laut membutuhkan strategi investasi yang mengintegrasikan kelayakan finansial dengan keberlanjutan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kelayakan investasi produksi garam laut skala kecil di Desa Losarang, Kabupaten Indramayu, dengan memasukkan biaya konservasi ekosistem pesisir ke dalam analisis keuangan. Metode penelitian ini bersifat deskriptif-analitis yang memadukan analisis kelayakan investasi dengan Analisis Biaya-Manfaat (CBA). Komponen konservasi meliputi biaya rehabilitasi tepi sungai dan pemeliharaan ekosistem tahunan. Analisis kelayakan menggunakan penilaian titik impas (BEP), Nilai Bersih Sekarang (NPV), Rasio Manfaat-Biaya (B/C), Periode Pengembalian (PP), dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR). Penelitian ini menemukan bahwa sistem produksi garam laut tradisional dan geomembran memiliki kelayakan investasi yang dibuktikan dengan NPV positif dan B/C > 1. Sementara itu, kelayakan investasi, yang diukur dengan IRR yang melebihi suku bunga komersial, hanya ditunjukkan oleh sistem sewa lahan. Produksi garam laut menggunakan sistem geomembran membutuhkan investasi awal yang lebih besar dan periode pengembalian modal yang lebih lama dibandingkan sistem tradisional. Namun, sistem geomembran menawarkan produktivitas dan kualitas produk yang lebih tinggi. Studi ini juga menunjukkan bahwa biaya konservasi tambahan tidak secara signifikan mengurangi kelayakan investasi. Integrasi pendekatan konservasi dalam penilaian investasi tambak garam dapat meningkatkan keberlanjutan ekonomi dan ekologi pesisir. Hasil penelitian ini merekomendasikan pemerintah pusat dan daerah untuk mengintegrasikan biaya konservasi pesisir ke dalam pedoman kelayakan investasi, kebijakan pembiayaan dan insentif, serta tata niaga usaha garam yang selaras dengan kerangka Ekonomi Biru. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong sistem produksi yang produktif dan ramah lingkungan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjamin keberlanjutan sumber daya pesisir.
Potensi Phytomining Nikel oleh Tumbuhan Herba pada Lahan Bekas Penambangan di Kabupaten Konawe Dhea Adalati Az-Zahra; Eni Muryani; Agus Bambang Irawan; Johan Danu Prasetya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.%p

Abstract

Lahan dengan kadar nikel rendah seringkali tidak dimanfaatkan meskipun sebenarnya memiliki potensi untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan proses phytomining. Proses ini memanfaatkan tumbuhan yang memiliki kemampuan melakukan akumulasi nikel dan telah beradaptasi pada lahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keragaman dan nilai Bioconcentration Factor (BCF) tumbuhan herba pada daerah penelitian serta menganalisis potensi dan aplikasi penerapan phytomining pada daerah penelitian. Penelitian dilakukan di wilayah penambangan nikel di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengamatan jenis tumbuhan dilakukan pada 12 lokasi pengamatan dan pengambilan sampel dilakukan pada 6 lokasi pengamatan. Sampel yang diambil berupa sampel tumbuhan utuh dan tanah tempat tumbuhnya tumbuhan tersebut. Metode analisis kadar nikel menggunakan Atomic Absorbtion Spectroscopy (AAS) Flame. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah metode matematis yaitu perhitungan nilai BCF dan bioakumulasi. Hasil menunjukkan bahwa ditemukan 9 spesies tumbuhan herba pada daerah penelitian. Potensi phytomining tumbuhan herba berdasarkan nilai BCF adalah rendah hingga sedang (0,02 – 0,28. Spesies dengan nilai BCF tertinggi adalah Pityrogramma calomelanos (L.) sebesar 0,28. Tumbuhan yang memiliki nilai bioakumulasi tertinggi adalah Pityrogramma calomelanos (L.) dengan nilai bioakumulasi nikel sebesar 4,67 x 10 2mg. P. calomelanos memiliki potensi phytomining sebesar 11,66 gram/ha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tumbuhan herba lokal memiliki potensi untuk mendukung penerapan phytomining yang ramah lingkungan serta dapat berkontribusi dalam strategi rehabilitasi lahan pascatambang nikel secara berkelanjutan.

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 23, No 6 (2025): November 2025 Vol 23, No 5 (2025): September 2025 Vol 23, No 4 (2025): July 2025 Vol 23, No 3 (2025): May 2025 Vol 23, No 2 (2025): March 2025 Vol 23, No 1 (2025): January 2025 Vol 22, No 6 (2024): November 2024 Vol 22, No 5 (2024): September 2024 Vol 22, No 4 (2024): July 2024 Vol 22, No 3 (2024): May 2024 Vol 22, No 2 (2024): March 2024 Vol 22, No 1 (2024): January 2024 Vol 21, No 4 (2023): October 2023 Vol 21, No 3 (2023): July 2023 Vol 21, No 2 (2023): April 2023 Vol 21, No 1 (2023): January 2023 Vol 20, No 4 (2022): October 2022 Vol 20, No 3 (2022): July 2022 Vol 20, No 2 (2022): April 2022 Vol 20, No 1 (2022): January 2022 Vol 19, No 3 (2021): November 2021 Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 3 (2020): November 2020 Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 3 (2019): November 2019 Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 More Issue