cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 926 Documents
Integrasi Valuasi Konservasi Riparian dalam Analisis Kelayakan Investasi Tambak Garam Rakyat di Desa Losarang Kabupaten Indramayu Jawa Barat Maulinna Kusumo Wardhani; Dyah Ayu Sulistyo Rini
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.16-26

Abstract

Peningkatan produktivitas garam laut membutuhkan strategi investasi yang mengintegrasikan kelayakan finansial dengan keberlanjutan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kelayakan investasi produksi garam laut skala kecil di Desa Losarang, Kabupaten Indramayu, dengan memasukkan biaya konservasi ekosistem pesisir ke dalam analisis keuangan. Metode penelitian ini bersifat deskriptif-analitis yang memadukan analisis kelayakan investasi dengan Analisis Biaya-Manfaat (CBA). Komponen konservasi meliputi biaya rehabilitasi tepi sungai dan pemeliharaan ekosistem tahunan. Analisis kelayakan menggunakan penilaian titik impas (BEP), Nilai Bersih Sekarang (NPV), Rasio Manfaat-Biaya (B/C), Periode Pengembalian (PP), dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR). Penelitian ini menemukan bahwa sistem produksi garam laut tradisional dan geomembran memiliki kelayakan investasi yang dibuktikan dengan NPV positif dan B/C > 1. Sementara itu, kelayakan investasi, yang diukur dengan IRR yang melebihi suku bunga komersial, hanya ditunjukkan oleh sistem sewa lahan. Produksi garam laut menggunakan sistem geomembran membutuhkan investasi awal yang lebih besar dan periode pengembalian modal yang lebih lama dibandingkan sistem tradisional. Namun, sistem geomembran menawarkan produktivitas dan kualitas produk yang lebih tinggi. Studi ini juga menunjukkan bahwa biaya konservasi tambahan tidak secara signifikan mengurangi kelayakan investasi. Integrasi pendekatan konservasi dalam penilaian investasi tambak garam dapat meningkatkan keberlanjutan ekonomi dan ekologi pesisir. Hasil penelitian ini merekomendasikan pemerintah pusat dan daerah untuk mengintegrasikan biaya konservasi pesisir ke dalam pedoman kelayakan investasi, kebijakan pembiayaan dan insentif, serta tata niaga usaha garam yang selaras dengan kerangka Ekonomi Biru. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong sistem produksi yang produktif dan ramah lingkungan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjamin keberlanjutan sumber daya pesisir.
Potensi Phytomining Nikel oleh Tumbuhan Herba pada Lahan Bekas Penambangan di Kabupaten Konawe Dhea Adalati Az-Zahra; Eni Muryani; Agus Bambang Irawan; Johan Danu Prasetya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.158-167

Abstract

Lahan dengan kadar nikel rendah seringkali tidak dimanfaatkan meskipun sebenarnya memiliki potensi untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan proses phytomining. Proses ini memanfaatkan tumbuhan yang memiliki kemampuan melakukan akumulasi nikel dan telah beradaptasi pada lahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keragaman dan nilai Bioconcentration Factor (BCF) tumbuhan herba pada daerah penelitian serta menganalisis potensi dan aplikasi penerapan phytomining pada daerah penelitian. Penelitian dilakukan di wilayah penambangan nikel di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengamatan jenis tumbuhan dilakukan pada 12 lokasi pengamatan dan pengambilan sampel dilakukan pada 6 lokasi pengamatan. Sampel yang diambil berupa sampel tumbuhan utuh dan tanah tempat tumbuhnya tumbuhan tersebut. Metode analisis kadar nikel menggunakan Atomic Absorbtion Spectroscopy (AAS) Flame. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah metode matematis yaitu perhitungan nilai BCF dan bioakumulasi. Hasil menunjukkan bahwa ditemukan 9 spesies tumbuhan herba pada daerah penelitian. Potensi phytomining tumbuhan herba berdasarkan nilai BCF adalah rendah hingga sedang (0,02 – 0,28. Spesies dengan nilai BCF tertinggi adalah Pityrogramma calomelanos (L.) sebesar 0,28. Tumbuhan yang memiliki nilai bioakumulasi tertinggi adalah Pityrogramma calomelanos (L.) dengan nilai bioakumulasi nikel sebesar 4,67 x 10 2mg. P. calomelanos memiliki potensi phytomining sebesar 11,66 gram/ha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tumbuhan herba lokal memiliki potensi untuk mendukung penerapan phytomining yang ramah lingkungan serta dapat berkontribusi dalam strategi rehabilitasi lahan pascatambang nikel secara berkelanjutan.
Economic, Social and Environmental Impacts of Sultan Thaha Syaifuddin Forest Park Due to Oil Palm Plantation Expansion in Bungku Village, Batanghari Regency, Jambi Province Ahmad Mubarok; Annisa Putri; Eka Intan Kumala Putri; Meti Ekayani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.222-231

Abstract

Oil palm (Elaeis guineensis) is a strategic plantation commodity that contributes significantly to Indonesia’s economy; however, the expansion of oil palm plantations may generate social and environmental impacts. This study aims to analyze the economic, social, and environmental impacts of oil palm plantation expansion on farming communities surrounding the Sultan Thaha Syaifuddin Forest Park (Tahura STS), Batanghari Regency, Jambi Province. The study employed a random sampling method with respondents selected purposively. Income analysis was used to estimate economic benefits, while descriptive analysis was applied to identify social and environmental impacts. The results indicate that oil palm plantation expansion increased farmers’ average income by 47% in the on-farm sector and provided additional income in the off-farm (21%) and non-farm (32%) sectors, resulting in an average total income increase of 23%. However, plantation expansion also triggered social conflicts between local communities and migrants and generated environmental impacts, including reduced groundwater availability, increased forest fire risk, and declining tree biodiversity.
Life Cycle Assessment of Indonesian Traditional Chicken Satay with Peanut Sauce Yosef Barita Sar Manik; Ignatius David Fernando; Chandra Aden Akbar Pamungkas; Diogo Anibal; Jovian Nathan Sutedja
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.232-242

Abstract

This study applies the Life Cycle Assessment (LCA) method to evaluate the environmental impact of traditional Indonesian chicken satay production with peanut sauce. Using a gate-to-gate approach, the research covers raw material acquisition, preparation, and cooking. The analysis follows ISO 14040 and ISO 14044 standards, utilizing OpenLCA software and the Agribalyse_V3.0.1 database. The functional unit is defined as 10 servings of chicken satay based on a recipe from an article on Indonesian cultural food products and food safety tips. The inventory includes input materials such as chicken, peanuts, spices, cooking oil, and energy and water consumption. Outputs include emissions, wastewater, and solid waste. The ReCiPe 2016 (H) midpoint method is used to assess key environmental impacts, including Global Warming Potential (9.41E+00 kg kg CO₂ eq), Ozone Depletion (6.29E-05 kg CFC-11 eq), Human Toxicity (1.65E-01 kg 1,4-DCB), Fine Particulate Matter Formation (1.78E-02 kg PM2.5 eq), Acidification (8.69E-02 kg SO₂ eq), and Eutrophication (1.24E-02 kg N eq). The results show that the largest impact comes from raw material production, particularly poultry farming and peanut cultivation, as well as high energy consumption during cooking. Impact reduction strategies include fuel efficiency, sustainable raw material selection, and food waste reduction. This study provides valuable insights into supporting the sustainability of traditional Indonesian cuisine and improving a more environmentally friendly food production system.
Analisis Kandungan Merkuri dan Penilaian Resiko Ekologi dari Keberadaan Merkuri (Hg) di Sungai Murui, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah Rosana Elvince; Budhi Ardani; Yuli Ruthena; Linda Wulandari; Putri Dewi Kartika Zega
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.201-210

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2023 yang bertujuan untuk menganalisis kandungan merkuri pada air dan sedimen, dan juga untuk menilai resiko ekologis dari keberadaan merkuri di Sungai Murui dengan metode penelitian yang digunakan adalah survei dan observasi. Pengukurun parameter kualitas air (pH, suhu dan electrical conductivity) dan pengambilan sampel air serta sedimen dilakukan pada 3 (tiga) titik stasiun dengan masing-masing 3 (tiga) kali ulangan. Parameter kualitas air diukur secara lamngsung dilapangan, sedangkan analysis kandungan merkuri dalam air di sedimen dilakukan di Laboratorium Balai Penerapan Mutu Hasil Perikanan Kota Banjar Baru, Provinsi Kalimantan Selatan. Rata-rata nilai parameter pH berkisar antara 3,29-5,39, suhu berkisar antara 28,48,-30,15°C, dan Electrical Conductivity berkisar antara 126-318 mS/m. Sedangkan rata-rata kandungan merkuri pada air berkisar antara 0,005-0,021 mg/l, nilai tersebut telah melebihi batas maksimum yang diperbolehkan berkisar antara 0,001-0,005 mg/l berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021. Kandungan merkuri di sedimen berkisar antara 0,36-0,82 mg/kg, kandungan tersebut telah melebihi batas standar yang ditetapkan pada beberapa negara (ANZECC, NOAA, and Canadian sediment quality standards). Berdasarkan hasil perhitungan I-Geo dan juga Contamination Factor (CF) didapatkan bahwa nilai I-Geo berkisar antara 3,91-5,10 termasuk dalam kategori tercemar berat hingga sangat tercemar dan nilai CF berkisar antara 22,50-51,46 yang termasuk ke dalam kategori faktor kontaminasi sangat tinggi. Sedangkan untuk penilaian resiko ekologis (ER) dan Risk Qoutient (RQ) didapatkan bahwa nilai ER berkisar antara 900,00-2.058,40 yang termasuk dalam kategori potensi risiko ekologi yang sangat tinggi (ER>320), nilai RQ berkisar antara 9,00-20,58 (RQ>1) menujukkan bahwa keberadaan merkuri dalam sedimen yang ada pada tiga lokasi tersebut memiliki resiko bagi ekologis.
Efektivitas Kombinasi Lemna minor dan Eco-enzyme dalam Menurunkan Kromium Heksavalen dalam Air Yosephine Dita Apriliana; Sri Kasmiyati; Vincencia Irene Meitiniarti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.211-221

Abstract

Kromium heksavalen dihasilkan dari erosi batuan mineral, air limbah industry, pertanian, dan pertambangan yang mengancam keberlanjutan ekosistem perairan. Lemna minor berpotensi sebagai agen fitoremediasi Cr6+ di lingkungan air, Penelitian terdahulu menjelaskan bahwa Lemna minor dapat menyerap polutan namun mengalami toksisitas akut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kontribusi kombinasi kerapatan tanaman Lemna minor (15%; 20% dan 25%) dan dosis eco-enzyme 0, 1, dan 2 mL/L dalam Upaya memitigasi toksisitas sekaligus meningkatkan efisiensi penurunan Cr6+ di air. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Parameter dalam penelitian ini adalah berat segar dan kering tanaman, kadar klorofil total tanaman, serta kadar Cr6+ dalam air dan tanaman menggunakan metode spektrofotometri. Analisis data dilakukan dengan Uji Two Way ANNOVA dilanjutkan dengan Uji Tukey. Hasil uji Two-Way ANOVA menunjukkan interaksi kedua faktor berpengaruh signifikan (p<0.05) dengan ukuran efek tinggi. Kombinasi kerapatan Lemna minor 25% dan eco-enzyme 2 mL/L menghasilkan performa pemulihan lingkungan terbaik, dengan efisiensi penurunan Cr6+ di air mencapai 69% dan akumulasi pada jaringan tanaman sebesar 5,73 ppm.  Meskipun akumulasi logam berat tersebut memicu klorosis dan penurunan kadar klorofil total pada tanaman, intervensi eco-enzyme terbukti secara efektif meningkatkan kapasitas serap tanaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi Lemna minor dan eco-enzyme memiliki implikasi strategis sebagai teknologi bioremediasi yang murah, ramah lingkungan, dan aplikatif untuk memulihkan perairan tercemar serta mengoptimalkan sistem pengolahan limbah sekunder.
Ecological Risk Assessment of Microplastics in Sediment and Bioaccumulation in Melanoides tuberculata Tissues in the Citarum River Downstream Area, Indonesia Muhammad Rifal Khozin Azhary Rukmana; Nurul Chazanah; Fikri Ilmi; Sarah Mutiara Rahma; Nadya Timuria Cahyani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.461-474

Abstract

Microplastic (MP) pollution has become a global concern in aquatic environments, particularly in rivers that serve as major pathways transporting pollutants to the ocean. As MPs consist of various polymer types with different toxicity levels, ecological risk assessment is essential to evaluate their potential impacts. This study assessed the ecological risk of MPs in riverbed sediments and their accumulation in the freshwater gastropod Melanoides tuberculata in the downstream Citarum River, an area prone to MP accumulation due to low flow velocity, high sedimentation rates, and increasing pollutant inputs from upstream. Sediment samples were analyzed to determine MP abundance and characteristics, while polymer types were identified using Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy. Ecological risk was evaluated using the Polymer Hazard Index (PHI), Pollution Load Index (PLI), and Potential Ecological Risk Index (PERI). The results showed high MP contamination in sediments, with a mean abundance of 63.37 ± 33.06 particles/100 g dry weight. The highest MP concentration and ecological risk were observed at site L3 (Tunggakjati). Identified polymers included polypropylene, polyethylene, and polyester. PHI indicated high to very high ecological risk, PLI revealed significant pollution loads, and PERI classified the sites as having high to very dangerous ecological risk. In M. tuberculata, the mean MP concentration was 3.47 ± 1.75 particles/g wet weight or 0.738 ± 0.14 particles per individual. Despite being located downstream of a dam, this section of the Citarum River remains an MP hotspot due to river confluences that concentrate upstream pollutants and enhance MP deposition in sediments and aquatic organisms. This study provides the first integrated ecological risk assessment combining sediment contamination and gastropod bioaccumulation in the downstream Citarum River, offering a scientific basis for microplastic pollution management.
Dinamika Temporal Kenyamanan Termal Perkotaan Berdasarkan Model Estimasi Temperature Humidity Index Muhammad Agung Fauzi; Tania June; Rini Hidayati; Ardhasena Sopaheluwakan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.350-364

Abstract

Peningkatan urbanisasi berkontribusi terhadap perubahan kondisi termal perkotaan yang dapat menurunkan tingkat kenyamanan masyarakat. Temperature Humidity Index (THI) merupakan salah satu indikator yang banyak digunakan untuk mengevaluasi kenyamanan termal, namun pemantauan spasialnya masih terbatas oleh ketersediaan data observasi meteorologi. Penelitian ini bertujuan membangun model estimasi THI berbasis integrasi Land Surface Temperature (LST), membandingkan karakteristik kenyamanan termal antara wilayah urban (Kemayoran) dan suburban (Curug), serta menganalisis keterkaitannya dengan komponen neraca energi permukaan. Analisis dilakukan menggunakan data temperatur udara, kelembapan relatif, LST, dan parameter neraca energi periode 2015–2024. Model estimasi THI dikembangkan menggunakan pendekatan regresi linier, eksponensial non-linier, dan eksponensial linier. Hasil menunjukkan bahwa model regresi linier memberikan performa terbaik pada kedua lokasi dengan nilai R² sebesar 0,998–0,999 dan RMSE sebesar 0,043–0,049. Curug menunjukkan proporsi kondisi nyaman yang lebih tinggi dibandingkan Kemayoran, yang berkaitan dengan dominasi latent heat flux (LHF) dan nilai Bowen Ratio yang lebih rendah. Sebaliknya, Kemayoran memiliki proporsi sensible heat flux (SHF) yang lebih tinggi sehingga berkontribusi terhadap peningkatan ketidaknyamanan termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi LST dan parameter meteorologi mampu merekonstruksi THI dengan akurasi tinggi serta memberikan informasi yang berguna untuk memahami pengaruh karakteristik permukaan terhadap kenyamanan termal di wilayah perkotaan.
Analisis Diagnostik Kerentanan Bencana Banjir Perkotaan di Jayapura Berdasarkan Model Permukaan Digital Dari Data Fotogrametri Berbasis UAV Bangkit Sudrajad; Tatang Sutarman; Choirul Wulan Diesya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.252-262

Abstract

Salah satu wilayah di Kota Jayapura yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir adalah Pasar Youtefa dan Kali Acai. Meskipun lokasinya dekat Teluk Youtefa, wilayah ini justru sering dilanda bencana banjir. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pemetaan fotogrametri drone (UAV) untuk menghasilkan Digital Surface Model (DSM) sebagai dasar analisis penyebab kerentanan banjir. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor penyebab banjir berulang berdasarkan parameter elevasi, kemiringan, dan azimuth kemiringan. Misi pemetaan menghasilkan 600 foto udara dan 17 titik kontrol permukaan (GCP). Proses pengolahan meliputi peta orthomosaic, DSM, slope, aspect, catchment area, dan watershed. Perbandingan elevasi DSM dengan GCP menunjukkan akurasi baik dengan nilai error (RMSE) 0,1737. Hasil pemetaan memperlihatkan sebagian wilayah Pasar Youtefa memiliki elevasi lebih rendah dibanding drainase Kali Acai, dengan rata-rata sekitar ≥ 3 meter. Peta slope dan aspect menunjukkan kemiringan dominan ke arah barat, berlawanan dengan arah aliran drainase menuju laut. Analisis watershed mengungkap aliran air hujan cenderung mengarah ke utara, bukan ke Teluk Youtefa sesuai desain saluran Kali Acai. Simulasi banjir berbasis DSM menunjukkan genangan mulai terjadi pada ketinggian air 2 meter dan meluas signifikan pada level 4–8 meter. Dengan demikian, banjir di wilayah ini dipicu oleh kombinasi faktor elevasi rendah, orientasi kemiringan yang tidak mendukung aliran ke laut, serta arah aliran hujan yang tidak sesuai dengan sistem drainase yang ada.
Microbiological Assessment of Escherichia coli Contamination in Branded and Unbranded Soy Milk Sold at Bandungan Market, Semarang Regency, Indonesia Nafisa Ailani; Slamet Isworo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.432-440

Abstract

Soy milk is a plant-based beverage widely consumed as an alternative to cow's milk because of its nutritional value. However, inadequate hygiene and sanitation during production and handling may lead to Escherichia coli contamination, posing risks to food safety and public health. This study assessed the presence and contamination levels of E. coli in branded and unbranded soy milk sold at Bandungan Market, Semarang Regency, Indonesia. Thirty samples (15 branded and 15 unbranded) were purposively collected from five vendors and analyzed using the three stage Most Probable Number (MPN) method. Results were evaluated against the Indonesian National Standard (SNI 7388:2009), which sets a maximum limit of <3 MPN/mL for E. coli in beverages. Six samples (20.0%) were confirmed positive for E. coli, while 13 samples (43.3%) exceeded the regulatory limit. The Mann–Whitney U test showed no significant difference in contamination levels between branded and unbranded soy milk (U = 70.5, p = 0.3024), indicating comparable microbiological quality between the two product categories. These findings highlight microbiological contamination as a food safety concern affecting both product categories and underscore the need to strengthen hygiene practices, routine microbiological monitoring, and quality assurance throughout the production and distribution chain.

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2026): May 2026 Vol 24, No 2 (2026): March 2026 Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 23, No 6 (2025): November 2025 Vol 23, No 5 (2025): September 2025 Vol 23, No 4 (2025): July 2025 Vol 23, No 3 (2025): May 2025 Vol 23, No 2 (2025): March 2025 Vol 23, No 1 (2025): January 2025 Vol 22, No 6 (2024): November 2024 Vol 22, No 5 (2024): September 2024 Vol 22, No 4 (2024): July 2024 Vol 22, No 3 (2024): May 2024 Vol 22, No 2 (2024): March 2024 Vol 22, No 1 (2024): January 2024 Vol 21, No 4 (2023): October 2023 Vol 21, No 3 (2023): July 2023 Vol 21, No 2 (2023): April 2023 Vol 21, No 1 (2023): January 2023 Vol 20, No 4 (2022): October 2022 Vol 20, No 3 (2022): July 2022 Vol 20, No 2 (2022): April 2022 Vol 20, No 1 (2022): January 2022 Vol 19, No 3 (2021): November 2021 Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 3 (2020): November 2020 Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 3 (2019): November 2019 Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 More Issue